| Sungai Nil | |
|---|---|
Katarak Ketiga Sungai Nil | |
| Lokasi | |
| Negara | Burundi, RD Kongo, Mesir, Eritrea, Etiopia, Kenya, Rwanda, Sudan Selatan, Sudan, Tanzania, Uganda[1] |
| Kota besar | Bahir Dar, Kairo, Khartoum, Jinja, Juba |
| Ciri-ciri fisik | |
| Hulu sungai | Sungai Rukarara, Rwanda[2][a] |
| ย -ย koordinat | 2ยฐ19โฒ35โณS 29ยฐ21โฒ30โณE๏ปฟ / ๏ปฟ2.32639ยฐS 29.35833ยฐE[3] |
| ย -ย elevasi | 2,539ย m (8,33ย ft)[3] |
| Muara sungai | ย |
| ย -ย koordinat | 30ยฐ10โฒ21โณN 31ยฐ8โฒ24โณE๏ปฟ / ๏ปฟ30.17250ยฐN 31.14000ยฐE |
| Panjang | 7,088ย km (4,404ย mi)[3][b] |
| Debit air | ย |
| ย -ย lokasi | Aswan, Mesir |
| ย -ย rata-rata | 2.757 m3/dtk[6][c] |
| Daerah Aliran Sungai | |
| Luas DAS | 2.927.843 km2[8] |
Sungai Nil adalah sungai besar yang mengalir ke utara di timur laut Afrika dan bermuara di Laut Tengah. Dengan panjang 7,088 kilometer (4,404ย mi), sungai ini merupakan sungai terpanjang di dunia,[b] meskipun volume air yang dibawanya jauh lebih kecil dibandingkan sungai-sungai besar lainnya seperti Amazon atau Kongo. Sungai Nil telah memainkan peran sentral dalam sejarah lingkungan, ekonomi, dan budaya Afrika selama ribuan tahun.
Sungai Nil memiliki dua anak sungai utama: Nil Putih dan Nil Biru. Nil Putih berukuran lebih panjang dan dianggap sebagai hulu sungai, namun Nil Biru menyumbang lebih dari dua kali lipat volume air Nil Putih. Nil Putih berawal di dekat Danau Victoria dan mengalir melintasi Uganda serta Sudan Selatan; sementara Nil Biru berawal di dekat Danau Tana di Etiopia dan mengalir ke Sudan dari arah tenggara. Kedua sungai tersebut bertemu di ibu kota Sudan, Khartoum. Dari sana, Sungai Nil mengalir ke utara melintasi Gurun Nubia menuju ibu kota Mesir, Kairo, dan akhirnya bermuara di Laut Tengah di dekat Aleksandria, tempat sungai tersebut membentuk sebuah delta yang besar.
Secara geologis, Nil merupakan sungai yang tergolong muda dan telah mengalir di jalurnya yang sekarang selama sekitar 15.000 tahun. Daerah aliran sungainya membentang melintasi sebelas negara. Sebagian besar air di Sungai Nil berasal dari curah hujan di negara-negara hulu yakni Etiopia, Kenya, Tanzania, dan Uganda. Negara-negara hilirย โ Mesir, Sudan, dan Sudan Selatanย โ sebagian besar berupa gurun, dan menarik air sungai ini untuk keperluan irigasi. Negara lain yang seluruh atau sebagian wilayahnya terletak di Daerah Aliran Sungai Nil adalah Burundi, Republik Demokratik Kongo, Eritrea, dan Rwanda.
Sungai Nil merupakan fondasi bagi peradaban Mesir Kuno, yang bergantung pada sungai ini untuk hampir setiap aspek kehidupannya. Banjir tahunan sungai ini mengendapkan lumpur kaya nutrisi di sepanjang tepian sungai. Tanah ini mendukung pertumbuhan tanaman pangan yang memungkinkan berkembangnya masyarakat maju di tengah gurun yang sebetulnya tidak ramah. Sungai Nil memfasilitasi perdagangan, komunikasi, transportasi, dan pemerintahan. Di sebelah selatan (hulu) katarak Nil kedua terdapat Nubia, yang merupakan tanah air bersejarah bagi kebudayaan Kerma kuno dan Kekaisaran Kush. Banyak orang Eropa merasa terpesona oleh Sungai Nil, dan penjelajahan mereka di sekitar Danau Victoria pada akhir abad ke-19 berhasil menemukan lokasi sumber air sungai ini. Di antara berbagai budaya yang hidup di sepanjang Sungai Nil di era modern adalah bangsa Nilotik, yaitu penggembala hewan semi-nomaden yang mempraktikkan pastoralisme nomaden, memindahkan ternak mereka secara musiman sebagai respons terhadap banjir Sungai Nil.
Di era modern, Sungai Nil memainkan peran penting dalam perekonomian Mesir dan Sudan, yang bergantung padanya untuk mengairi lahan pertanian yang luas. Sejak akhir abad ke-20, lebih dari selusin bendungan telah dibangun di Daerah Aliran Sungai Nil untuk menyediakan irigasi dan untuk menghasilkan listrik. Bendungan-bendungan tersebut telah mengubah siklus banjir tahunan sungai ini dan membatasi pengangkutan lumpur ke hilir, yang menyebabkan Delta Nil menyusut. Beberapa bendunganย โ seperti Bendungan Tinggi Aswan dan Bendungan Renaisans Agung Etiopiaย โ telah menjadi sumber perselisihan politik internasional seputar kelangkaan air, keselamatan, ketahanan pangan, dan pemindahan paksa penduduk.
Nama dan etimologi
suntingKata bahasa Inggris "Nile" berasal dari bahasa Latin Nilus dan Yunani Kuno ฮฮตแฟฮปฮฟฯ (Neilos), yang kemungkinan berawal dari istilah bahasa Semit naแธฅal, yang berarti 'sungai'.[9]
Hieroglif Mesir untuk jtrw,
kata untuk 'sungai' atau 'Nil':[10][d]
Dalam bahasa Mesir kuno, kata yang sama digunakan untuk menyebut 'Nil' dan 'sungai': jtrw.[11] Orang Mesir menyebut negara mereka kmt yang berarti 'hitam', merujuk pada warna gelap air banjir Sungai Nil saat membawa endapan dari hulu.[12] Nama bahasa Inggris "Blue Nile" (Nil Biru) merupakan terjemahan dari nama bahasa Arab Al-Baแธฅr Al-Azraq.[9]Di era modern, sungai ini dikenal dengan beberapa nama di dalam Daerah Aliran Sungai Nil. Di Mesir, sungai ini disebut sebagai Al-Nฤซl, Baแธฅr Al-Nฤซl atau Nahr Al-Nฤซl.[13]Di Sudan Selatan, sungai ini terkadang disebut dengan bahasa Arab Baแธฅr el-Jebel, ุจุญุฑ ุงูุฌุจู, yang secara harfiah berarti 'Sungai Gunung'.[14] Di Uganda, penutur bahasa Luganda menggunakan nama Kiyira.[15] Beberapa masyarakat Nubia di Mesir dan Sudan menggunakan nama bahasa Nobiin yaitu รman Dawลซ ('Air Besar').[16]
Beberapa anak sungai (sungai lebih kecil yang bermuara ke Sungai Nil) dan bagian-bagian sungai menyertakan nama "Nil" di dalamnya, termasuk:
- Nil Albertย โ Bagian dari Nil Putih yang mengalir ke utara dari Danau Albert menuju Nimule[17]
- Nil Hitamย โ Nama alternatif untuk Sungai Atbarah[18]
- Nil Biruย โ Satu dari dua anak sungai utama Sungai Nil
- Nil Kyogaย โ Bagian dari Nil Putih mulai dari Danau Kyoga hingga Danau Albert[19]
- Nil Utamaย โ Bagian dari Sungai Nil di hilir dari pertemuan Nil Biru dan Nil Putih[20]
- Nil Gunungย โ Bagian dari Nil Putih dari pegunungan Uganda hingga dataran Sudan Selatan[21]* Nil Victoriaย โ Bagian dari Nil Putih mulai dari Danau Victoria hingga Danau Kyoga[22]
- Nil Putihย โ Satu dari dua anak sungai utama Sungai Nil
- Nil Kuningย โ Wadi Howar, sisa-sisa anak sungai kuno yang mengering beberapa ribu tahun lalu[20]
Sumber air
sunting
Sumber Sungai Nil adalah anak sungai dari Sungai Rukarara, di Taman Nasional Nyungwe, Rwanda, pada koordinat 2ยฐ19โฒ35โณS 29ยฐ21โฒ30โณE๏ปฟ / ๏ปฟ2.32639ยฐS 29.35833ยฐE, di ketinggian 2,539 meter (8,33ย ft).[2][a][f] Sumber tersebut didefinisikan sebagai titik awal aliran air sepanjang tahun yang terpanjang di daerah aliran sungai Nil.[2] Dari sumber ini, sungai mengalir sejauh 7,088 kilometer (4,404ย mi) menuju muaranya di Laut Tengah.[2][b] Jarak tersebut diukur di sepanjang garis tengah sungai menggunakan citra satelit.[2]
Sumber air tertinggi Sungai Nil (berdasarkan ketinggian) berada di lereng Pegunungan Rwenzori di Uganda.[23]Pegunungan Bulan yang legendaris, seperti yang dideskripsikan oleh Ptolemeus, telah dikaitkan dengan Rwenzori.[23]
Sumber air paling selatan dari Sungai Nil berada di Burundi pada salah satu hulu Sungai Ruvyironza, yang bermuara ke Sungai Kagera.[24] Sebuah monumen didirikan di dekatnya pada tahun 1937 oleh Burkhart Waldecker tak jauh dari kota Rutovu, dekat Gunung Kikizi.[24][g]
Danau Victoria kadang-kadang secara informal dideskripsikan sebagai sumber Sungai Nil, terlepas dari fakta bahwa banyak sungai mengalir masuk ke danau tersebut.[26][h] Beberapa pihak berpendapat bahwa sumber sejati Sungai Nil adalah awan hujan yang sering ditemukan di atas Danau Victoria, karena awan tersebut memasok air lima kali lebih banyak ke danau dibandingkan sungai-sungai yang mengalir ke dalamnya.[28]
Sumber dari anak sungai Nil Biru berada di dekat kota Gish Abay, di sebelah selatan Danau Tana.[29][i]
Geografi
sunting
Sungai Nil adalah sungai utama di timur laut Afrika yang bermuara di Laut Tengah. Daerah Aliran Sungai (DAS) Nil adalah seluruh daratan yang mengalirkan air ke Sungai Nil, dan mencakup area seluas 2.927.843ย km2ย โ sekitar 10% dari benua Afrika (lihat peta di sebelah).[8] Sebelas negara secara keseluruhan atau sebagian berada di dalam DAS ini: Burundi, Republik Demokratik Kongo, Mesir, Eritrea, Etiopia, Kenya, Rwanda, Sudan Selatan, Sudan, Tanzania, dan Uganda.[30][j] DAS ini mencakup berbagai macam iklim, ekosistem, dan topografiย โ mulai dari gurun pasir yang gersang di utara, lahan basah berawa yang datar di bagian tengah, hingga pegunungan berhutan yang sering diguyur hujan di selatan.[32]
Daerah aliran sungai ini dapat dibagi menjadi tujuh wilayah; lima di antaranya mencakup jalur terpanjang Sungai Nil. Berdasarkan urutan dari hulu ke hilir, kelima wilayah tersebut adalah: Danau-Danau Besar Afrika, Nil Gunung, Nil Putih, Nil utama, dan Delta Nil. Dua wilayah tambahan mencakup anak sungai utama: Nil Biru dan Sungai Atbarah.[9]
Danau-Danau Besar Afrika
suntingWilayah Danau-Danau Besar Afrika menampung sumber air Sungai Nil serta beberapa danau besar yang menjadi bagian dari sistem Sungai Nil: Danau Victoria, Danau Albert, Danau George, dan Danau Edward.[33] Sumber Sungai Nil adalah Sungai Rukarara di dalam Taman Nasional Nyungwe di Rwanda,[2] dan mengalir ke Sungai Kagera yang bermuara di Danau Victoria.[9][f] Meskipun merupakan danau yang besarย โ danau air tawar terbesar kedua di dunia[k]ย โ Danau Victoria relatif dangkal, dengan kedalaman rata-rata 40 meter (130ย ft).[35] Sungai Nil pertama kali menggunakan nama "Nil" saat Danau Victoria mengalirkan air keluar di sisi utaranya: bentang sungai dari titik tersebut hingga Danau Albert disebut Nil Victoria.[9] Sepasang air terjunย โ Air Terjun Ripon dan Air Terjun Owenย โ sebelumnya terletak di tempat keluarnya Sungai Nil dari Danau Victoria, tetapi keduanya telah tenggelam akibat pembangunan bendungan Nalubaale. Setelah melewati Air Terjun Bujagali dan Pembangkit Listrik Bujagali, Nil Victoria bermuara di Danau Kyoga. Setelah keluar dari Danau Kyoga, sungai ini bertemu dengan anak sungai Sungai Kafu, lalu melewati Air Terjun Murchison dan mengalir ke Danau Albert. Berbeda dengan Danau Victoria, Danau Albert merupakan danau dalam yang dikelilingi oleh pegunungan. Sungai ini keluar dari Danau Albert di pesisir utaranya, tempat sungai tersebut dikenal dengan nama Nil Albert; bentang sungai di sini relatif datar dan lebar, serta cocok untuk dilayari oleh kapal-kapal uap.[36]
Nil Gunung
suntingWilayah kedua dari Daerah Aliran Sungai Nil, ke arah hilir, adalah Nil Gunung (Arab: Bahr al Jabal).[37] Wilayah ini dimulai di dekat kota Nimule dan membentang hingga Danau No, dan seluruhnya berada di dalam wilayah Sudan Selatan. Setelah melewati Nimule, sungai ini mengalir melalui Jeram Fula dan berlanjut ke Jubaย โ ibu kota Sudan Selatan. Setelah Juba, Sungai Nil melewati kota Bor, kemudian memasuki Sudd, sebuah rawa luas yang terletak di dataran datar.[38] Kemiringan tanah di Sudd hanya 1:13.000 kenaikan terhadap jarak mendatar, sehingga aliran sungai melambat dan melebar. Tumbuhan yang lebat, termasuk teki-tekian, papirus (cyperus papyrus), dan eceng gondok (sebuah spesies invasif) menyumbat saluran air dan membuat navigasi menjadi sulit. Di tepi utara rawa Sudd, Sungai Nil mengalir melalui Danau No, sebuah danau kecil tempat Sungai Nil bertemu dengan Sungai Bahr el Ghazal (bahasa Arab: 'sungai gazel')ย โ sebuah anak sungai dari arah barat.[36]
Anak sungai utama di wilayah Nil Gunung adalah Bahr el Ghazal yang datang dari barat Sudan dan bergabung dengan Nil Putih di Danau No. Daerah aliran sungai Sungai Bahr el Ghazal ini berukuran besarย โ sekitar 860.000 kilometer persegi[39]ย โ dan menerima curah hujan yang relatif tinggi, tetapi kontribusinya terhadap Sungai Nil terbilang kecil dibandingkan dengan anak-anak sungai lainnya.[l] Daerah aliran sungainya meliputi Danau Kundi dan Danau Keilak. Bahr el Ghazal melintasi kota Wau, Sudan Selatan: berupa aliran permanen di sebelah timur Wau, namun menjadi aliran musiman di sebelah baratnya.[40]
Wilayah Nil Putih
sunting
Melanjutkan perjalanan ke arah hilir, wilayah ketiga dari DAS Nil adalah wilayah Nil Putih[m] yang mencakup 800 kilometer (500ย mi) bentang sungai dari dekat Malakal hingga Khartoum, ibu kota Sudan. Di sana sungai ini bertemu dengan Nil Biru. Bagian sungai ini merupakan aliran yang lebar dan tenang dengan pinggiran berupa rawa-rawa di kedua tepiannya. Sungai di sini tergolong dangkal dan mengalami penyusutan air yang signifikan akibat penguapan.[9]
Di titik pertemuan antara Nil Putih dan Nil Biru, keduanya memiliki warna yang sangat berbeda. Nil Putih berwarna lebih terang karena endapan yang dibawanya mengandung cukup banyak kuarsa dan feldspar. Hal ini kontras dengan Nil Biru yang membawa endapan tanah liat berwarna gelap yang berasal dari batuan-batuan basal Etiopia.[41]
Sungai Sobat adalah anak sungai yang bergabung dengan Nil Putih di dekat kota Malakal (setelah pertemuan sungai dengan Bahr el Ghazal, sebelum Nil Biru). Daerah aliran sungainyaย โ yang mencakup Rawa Machar[14]ย โ membentang seluas kurang lebih 225.000 kilometer persegi.[42] Sungai Sobat meluap antara bulan Juli dan Desember.[9]
Nil Utama
suntingWilayah keempat dari DAS Nilย โ Nil utama[n]ย โ membentang dari Khartoum hingga Kairo, ibu kota Mesir.[36] Bentang sungai ini memiliki lebar dan kedalaman yang relatif seragam: lebarnya sekitar 500 meter (1.600ย ft) dan dalamnya sekitar 10 meter (33ย ft) di titik terdalamnya (saat tidak sedang banjir).[45] Segera setelah meninggalkan Khartoum, sungai ini memasuki Cagar Alam Sabaloka dan melewati jeram besar dan deras yang tidak dapat dilalui oleh perahu. Ini adalah katarak keenam (dan yang terjauh di hulu) dari enam katarak Nil. Sungai Atbarahย โ sebuah anak sungai utamaย โ bergabung dengan Sungai Nil, yang kemudian mengikuti lekukan besar berbentuk S ke arah barat. Empat katarak lainnya (bernomor 5, 4, 3, dan 2) dapat dijumpai di lekukan berbentuk S yang besar ini, yang membuat sungainya tidak dapat dilayari; meskipun kapal-kapal mungkin masih bisa berlayar di bentangan sungai yang tenang di antara katarak-katarak tersebut. Sungai tersebut kemudian memasuki sebuah waduk: Danau Nasser.Danau iniย โ danau buatan manusia terbesar kedua di duniaย โ terbentuk ketika Bendungan Tinggi Aswan dibangun di Mesir, dan menenggelamkan lebih dari 480 kilometer (300ย mi) aliran Sungai Nil. Bendungan Rendah Aswanย โ yang lebih tua dan lebih kecil dari Bendungan Tinggiย โ terletak di hilir Bendungan Tinggi Aswan, di dekat lokasi katarak Nil pertama (kini tenggelam). Dari bendungan-bendungan ini, Sungai Nil mengalir sekitar 800 kilometer (500ย mi) melintasi dataran tinggi batu gamping, yang berbatasan dengan lahan pertanian beririgasi dalam jumlah besar, hingga mencapai Kairo.[36]
Delta Nil
sunting
Wilayah kelima dan terakhir yang melingkupi Sungai Nil adalah Delta Nil, sebuah delta sungai besar berbentuk segitiga (sekitar 22.000ย km2)[46] yang membentang dari Kairo hingga Laut Tengah.[9] Sungai ini terpecah menjadi dua cabang sungai utama (saluran) di dalam delta: cabang Rosetta dan cabang Damietta.Total volume delta (termasuk bagian yang terendam) adalah sekitar 150.000ย km3. Delta ini terbentuk selama beberapa juta tahun, terbangun dari endapan yang dibawa aliran sungai dari hulu.[47] Sejak Bendungan Tinggi Aswan selesai dibangun pada tahun 1970, delta ini mulai menyusut akibat erosi dari arus di Laut Tengah. Di masa lalu, erosi diimbangi oleh tanah baru yang datang dalam bentuk endapan yang dibawa oleh sungai; tetapi bendungan tersebut memerangkap endapan di waduknya, sehingga mencegah tanah baru mencapai delta.[48]
Anak Sungai Nil Biru
sunting
Aliran terpanjang Sungai Nilย โ yang mencakup anak sungai Nil Putihย โ memiliki beberapa anak sungai lain yang bermuara ke dalamnya. Daerah aliran sungai dari anak sungai Nil Biru dan anak sungai Atbarah merupakan dua wilayah terakhir dari Daerah Aliran Sungai Nil.[9]
Nil Biru bersumber dari perbukitan di Etiopia di mana sungai ini berawal sebagai aliran bernama Abay di dekat kota Gish Abay: Gish adalah kata dalam bahasa Amhar yang berarti 'sumber', dan Abay adalah nama aliran tersebut.[49] Gish Abay mengalir ke Danau Tana, sebuah danau besar yang dangkal, yang memiliki satu aliran keluar tempat danau tersebut menggunakan nama "Nil Biru". Sungai tersebut kemudian membentuk lengkungan yang lebar: mula-mula ke selatan, lalu ke barat melintasi ngarai spektakuler sedalam 2 kilometer (6.600ย ft), kemudian ke utara melintasi Sudan Selatan menuju Sudan, tempat ia bergabung dengan Nil Putih di Khartoum untuk membentuk Nil utama.[50] Di sepanjang alirannya, Nil Biru menghasilkan listrik di beberapa pembangkit listrik tenaga air, termasuk proyek PLTA Tis Abay di Air Terjun Nil Biru, Bendungan Renaisans Agung Etiopia di dekat perbatasan antara Etiopia dan Sudan Selatan, Bendungan Roseires di dekat kota Ad Damazin, dan Bendungan Sennar.[51] Ukuran daerah aliran sungai Nil Biru lebih dari 306.000 kilometer persegi.[52]
Anak Sungai Atbarah
suntingSungai Atbarah adalah anak Sungai Nil yang berhulu di wilayah utara Etiopia, dan bergabung dengan Sungai Nil sekitar 320 kilometer (200ย mi) di sebelah utara Khartoum.[53] Daerah aliran sungainya mencakup wilayah seluas lebih dari 204.000 kilometer persegi.[52] Sungai Atbarah memiliki aliran yang deras selama dan setelah musim muson di Etiopia (musim panas dan musim gugur), tetapi dapat mengering pada musim dingin dan musim semi. Meskipun sifat sungainya terputus-putus, sungai ini menyumbang lebih dari 10% dari total aliran tahunan Sungai Nil.[53] Bendungan-bendungan di Sungai Atbarah di antaranya adalah Bendungan Khashm el-Girba, Kompleks Bendungan Atbara Hulu dan Setit, dan Bendungan Tekezรฉ (berada di anak sungai Sungai Tekezรฉ).[54]
Hidrologi
suntingSungai Nil |
|---|
| Diagram skematik. Jarak tidak menggunakan skala. [S3] adalah stasiun-stasiun yang digunakan dalam tabel Sumber/Penyerap.[55] Atas = hulu/selatan; Bawah = hilir/utara. |

Aliran dan banjir
suntingMeskipun Sungai Nil merupakan sungai terpanjang di dunia, sungai ini tidak memiliki debit air terbesar. Alirannyaย โ sekitar 87ย km3 per tahun[c]ย โ tergolong kecil jika dibandingkan dengan sungai-sungai besar lainnya. Debit Sungai Nil hanya sekitar 1% dari Amazon, 6% dari Kongo, dan 12% dari Yangtze.[57][p]
Kontribusi tahunan untuk Nil utama dari ketiga anak sungai utamanya adalah: 54% dari Nil Biru, 32% dari Nil Putih (termasuk kontribusi dari anak sungai Bahr el Ghazal dan Sobat), dan 14% dari Atbarah.[58] Dataran tinggi Nil Putih dan Nil Biru sama-sama mengalami hujan musiman, tetapi aliran Nil Putih ke Nil utama jauh lebih konstan dibandingkan dengan Nil Biru.[9] Hal ini disebabkan oleh banyaknya danau dan lahan basah di sepanjang Nil Putih, yang meredam efek siklus curah hujan musiman.[59] Saat Nil Putih melewati rawa-rawa Sudd, sekitar separuh airnya hilang akibat penguapan.[60]
Sebaliknya, aliran Nil Biru sangat bervariasi sepanjang tahun: sungai ini meluap antara bulan Juli dan Oktober, akibat hujan muson musim panas.[9] Volume air Nil Biru begitu besar selama musim panas sehingga aliran Nil Putih tertahan selama waktu tersebut di titik pertemuannya.[61] Selama banjir musim panas, kontribusi terhadap Nil utama adalah sekitar 70% dari Nil Biru, sekitar 20% dari Atbarah, dan sekitar 10% dari Nil Putih.[9] Pada puncak banjir, aliran harian ke Danau Nasser adalah sekitar 0,71ย km3, kira-kira tiga kali lipat dari rata-rata harian tahunan sebesar 0,23ย km3 per hari.[62][o][q]
Sebelum pembangunan bendungan-bendungan di Sungai Nil, aliran Sungai Nil di Mesir bervariasi secara musiman: lebih tinggi di musim panas/musim gugur; lebih rendah di musim dingin/musim semi.[r] Namun, menyusul pembangunan Bendungan Tinggi Aswanย โ yang menciptakan waduk yang dapat menampung sekitar dua tahun aliran sungaiย โ aliran di hilir bendungan tersebut kini lebih konstan sepanjang tahun.[65][s]
Transportasi sedimen
suntingSungai Nil membawa sedimen ke hilir. Pergerakan sedimen diklasifikasikan sebagai sedimen tersuspensi (partikel-partikel yang tersuspensi di dalam air) atau muatan dasar (sedimen di dasar sungai yang menggelinding atau terguling ke hilir).[67] Sembilan puluh tujuh persen dari sedimen yang diangkut oleh Sungai Nil berasal dari Atbarah dan Nil Biru, yang keduanya berhulu di Etiopia.[68] Erosi dan pengangkutan lanau hanya terjadi selama musim hujan Etiopia ketika curah hujan sangat tinggi di Dataran Tinggi Etiopia; di sisa waktu sepanjang tahun, sungai-sungai utama yang mengalirkan air dari Etiopia ke Sungai Nil memiliki aliran yang lebih lemah.[9] Tanah di Delta Nil berasal dari batuan di Etiopia. Jumlah kumulatif batuan yang terkikis selama 30 juta tahun terakhir dari hulu Sungai Nil di Etiopia adalah sekitar 102.000ย km3, yang kurang lebih sebanding dengan volume tanah di Delta Nil (termasuk bagian bawah air) yang berukuran sekitar 150.000ย km3.[69]
Sedimen yang dibawa oleh sungai ke dalam waduk dapat mengendap di dalam waduk tersebut dan mengurangi kapasitas penyimpanannya. Sedimen yang menumpuk di balik Bendungan Sennar, Bendungan Roseires (di Nil Biru), dan Bendungan Khashm el Girba (di Atbarah) telah secara signifikan mengurangi kapasitas penyimpanan waduk-waduknya sejak pertama kali dibangun.[70]
Transportasi sedimen tahunan yang diukur di beberapa lokasi tercantum di bawah ini.[71][t] Persentase muatan dasar adalah rasio antara sedimen muatan dasar terhadap total sedimen (muatan dasar dan tersuspensi). Data ini dikumpulkan sebelum pembangunan Bendungan Renaisans Agung Etiopia, yang memberikan dampak signifikan pada muatan sedimen di hilir bendungan.[71]
- Gilgel Abay, Etiopiaย : 7,6 juta ton tersuspensi, dan tambahan 0,7% muatan dasar
- El Deim (di perbatasan Etiopia dan Sudan): 140 juta ton[70]
- Aswan, Mesir: 0,14 juta ton tersuspensi, dan tambahan 28% muatan dasar
- Beni Sweif, Mesir: 0,5 juta ton tersuspensi, dan tambahan 20% muatan dasar
- Qena, Mesir: 0,27 juta ton tersuspensi, dan tambahan 27% muatan dasar
- Sohag, Mesir: 1,5 juta ton tersuspensi, dan tambahan 13% muatan dasar
Sumber dan penyerap air
sunting
Saat sungai mengalir ke hilir, volumenya bertambah di beberapa wilayah dan menyusut di wilayah lainnya. Suatu wilayah disebut sebagai "sumber" jika wilayah tersebut menyumbang air; sebaliknya, suatu wilayah disebut sebagai "penyerap" (sink) jika wilayah tersebut mengurangi volume air.[72][u] Mengidentifikasi sumber dan penyerap ini penting bagi para ilmuwan yang mempelajari pergerakan air (hidrologi), serta para pembuat kebijakan yang merundingkan isu-isu pembagian air.[73][v]
Wilayah-wilayah di Daerah Aliran Sungai Nil yang menjadi sumber air adalah daerah hulu termasuk Dataran Tinggi Etiopia dan wilayah Danau-Danau Besar Afrika. Wilayah penyerap air umumnya ditemukan di daerah hilir, termasuk Sudan Selatan, Sudan, dan Mesir.[76][o]
Metodologi keseimbangan air digunakan untuk menentukan wilayah mana yang merupakan sumber dan mana yang merupakan penyerap. Keseimbangan air adalah prinsip hidrologis yang menyatakan bahwa air yang memasuki suatu wilayah seimbang dengan air yang meninggalkan wilayah tersebut.[77] Untuk suatu wilayah tertentu, ahli hidrologi mengukur (atau memperkirakan) presipitasi, evaporasi, transpirasi, pengisian air tanah, tingkat pengisian danau, dan aliran sungai bersih. Mengevaluasi nilai-nilai ini akan menunjukkan apakah suatu wilayah merupakan sumber atau penyerap. Secara umum, suatu wilayah adalah sumber jika aliran sungai bersihnya bernilai positif; sebaliknya, suatu wilayah adalah penyerap jika aliran sungai bersihnya bernilai negatif.[78][w]
Sumber dan penyerap: negara
suntingTabel berikut merangkum pengukuran keseimbangan air untuk negara-negara di dalam Daerah Aliran Sungai Nil. Bagian dari negara-negara yang berada di luar Daerah Aliran Sungai Nil tidak dimasukkan dalam nilai tersebut. Kolom "Sumber atau Penyerap" menampilkan salah satu dari nilai berikut:
- Sumberย โ Negara ini merupakan sumber air yang signifikan
- Penyerapย โ Negara ini merupakan penyerap air yang signifikan
- Netralย โ Negara ini bukan merupakan sumber atau penyerap yang signifikan
Sebagian besar data per DAS disajikan sebagai pengukuran tahunan (biasanya dalam km3); tetapi beberapa data juga disajikan sebagai nilai ekuivalen "kedalaman" (milimeter per tahun, yang mencakup seluruh DAS).[55]
| Negara | Sumber atau Penyerap |
Luas DAS km2[y] |
Presip km3 (kedalaman) |
Evap km3 (kedalaman) |
Kes. Air km3 |
Limpasan km3 (kedalaman) |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Burundi | Netral | 13.240 | 14 (1.092ย mm) |
13 (951ย mm) |
2 | 3 (242mm) |
| RD Kongo | Netral | 19.919 | 23 (1.167mm) |
23 (1.142mm) |
0 | 0 (21ย mm) |
| Mesir | Penyerap | 235.108 | 4 (18ย mm) |
44 (185ย mm) |
โ39 | 0 (0ย mm) |
| Eritrea | Netral | 24.427 | 14 ( 572ย mm) |
12 (507ย mm) |
2 | 0 (16ย mm) |
| Etiopia | Sumber | 363.775 | 459 (1.262ย mm) |
295 (812ย mm) |
164 | 138 (380ย mm) |
| Kenya | Sumber | 49.513 | 76 (1.532ย mm) |
49 (987ย mm) |
27 | 23 (465ย mm) |
| Rwanda | Netral | 20.676 | 21 ( 993ย mm) |
20 (966ย mm) |
1 | 4 (180ย mm) |
| Sudan Selatan |
Penyerap | 617.256 | 612 ( 991ย mm) |
757 (1.227ย mm) |
โ146 | 92 (150ย mm) |
| Sudan | Penyerap | 1.226.660 | 364 ( 297ย mm) |
445 (363ย mm) |
โ81 | 23 (19ย mm) |
| Tanzania | Sumber | 120.506 | 160 (1.327ย mm) |
122 (1.014ย mm) |
38 | 18 (150ย mm) |
| Uganda | Sumber | 236.763 | 301 (1.271ย mm) |
276 (1.165ย mm) |
25 | 22 (91mm) |
| Total (kedalaman adalah rata-rata) |
2.927.843 | 2.048 (699ย mm) |
2.056 (702ย mm) |
โ8 | 324 (111ย mm) |
Sumber dan penyerap: anak sungai
sunting
Cara lain untuk menganalisis keseimbangan air Sungai Nil adalah dengan mempartisi daerah aliran sungai secara geografis (dan mengabaikan batas-batas negara). Tabel-tabel berikut membagi Daerah Aliran Sungai Nil menjadi dua belas DAS yang lebih kecil, dan merangkum data keseimbangan air dari masing-masing DAS yang lebih kecil tersebut. Data tersebut didasarkan pada pengukuran yang dilakukan di selusin stasiun pengukuran sungai.[55][z] Stasiun-stasiun yang ditunjukkan pada peta di sebelahnya, membagi Daerah Aliran Sungai Nil menjadi DAS-DAS yang lebih kecil. Masing-masing DAS ini dinamai berdasarkan stasiun hilirnya. Sebagai contoh, stasiun Air Terjun Murchison (2) berada di hilir stasiun aliran keluar Danau Victoria (1), sehingga DAS di antara keduanya dinamai DAS Air Terjun Murchison.[80][z][aa]
Keseimbangan air anak sungai Nil Putih (tahunan)[79][o][x] Stasiun
hilir
DASSumber atau
PenyerapLuas
DAS km2Presip km3
(kedalaman)Evap km3
(kedalaman)Kes.
Air
km3Limpasan km3
(kedalaman)Debit km3
(kecepatan)1 Aliran keluar
Danau Victoria[ab]Sumber 264.259 353
(1.337ย mm)279
(1.055ย mm)74 57
(214ย mm)37
(1.176 m3/dtk)2 Air Terjun
Murchison[ac]Sumber 85.513 109
(1.276ย mm)94
(1.105ย mm)15 9
(102ย mm)30
(946 m3/dtk)3 Mongalla[ad] Netral 131.691 159
(1.209ย mm)158
(1.201ย mm)1 5
(38ย mm)33
(1.050 m3/dtk)4 Malakal[ae] Penyerap 925.160 798
(863ย mm)957
(1.034ย mm)โ159 150
(162ย mm)30
(939 m3/dtk)5 Khartoum[af] Penyerap 257.130 134
(520ย mm)174
(676ย mm)-40 14
(53ย mm)28
(897 m3/dtk)
Keseimbangan air anak sungai Nil Biru (tahunan)[79][o][x] Stasiun
hilir
DASSumber atau
PenyerapLuas
DAS km2Presip km3
(kedalaman)Evap km3
(kedalaman)Kes.
Air
km3Limpasan km3
(kedalaman)Debit km3
(kecepatan)6 Bendungan
Roseires[81]Sumber 188.296 246
(1.309ย mm)142
(752ย mm)105 70
(372ย mm)49
(1.548 m3/dtk)7 Khartoum[ag] Netral 118.651 96
(686ย mm)72
(605ย mm)10 9
(75ย mm)48
(1.513 m3/dtk)
Keseimbangan air anak sungai Atbarah (tahunan)[79][o][x] Stasiun
hilir
DASSumber atau
PenyerapLuas
DAS km2Presip km3
(kedalaman)Evap km3
(kedalaman)Kes.
Air
km3Limpasan km3
(kedalaman)Debit km3
(kecepatan)8 Khashm
el Girba[ah]Sumber 100.318 95
(951ย mm)66
(656ย mm)30 10
(104ย mm)10
(302 m3/dtk)9 Muara
Sungai Atbarah[ai]Netral 104.051 22
(215ย mm)25
(242ย mm)โ3 1
(6ย mm)12
(373 m3/dtk)
Keseimbangan air Nil utama (tahunan)[79][o][x] Stasiun
hilir
DASSumber atau
PenyerapLuas
DAS km2Presip km3
(kedalaman)Evap km3
(kedalaman)Kes.
Air
km3Limpasan km3
(kedalaman)Debit km3
(kecepatan)10 Dongola[81] Netral 390.180 34
(87ย mm)45
(116ย mm)โ11 0
(0ย mm)83
(2.622 m3/dtk)11 Bendungan
Aswan[81]Penyerap 188.011 2
(12ย mm)13
(70ย mm)โ10 0
(0ย mm)87
(2.757 m3/dtk)12 Kairo/Delta[aj] Penyerap 145.293 3
(18ย mm)12
(85ย mm)โ10 0
(0ย mm)40
(1.251 m3/dtk)
Nilometer
suntingPengukuran aliran Sungai Nil selalu menjadi hal yang penting untuk membantu masyarakat Mesir mengelola keselamatan dan irigasi mereka. Alat ukur sederhana, yang disebut nilometer, telah digunakan selama ribuan tahun untuk mengukur ketinggian Sungai Nil.[83] Banjir yang ideal di Mesirย โ tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendahย โ adalah kenaikan air setinggi 6-meter (20ย ft) dari permukaan air normal di luar musim banjir.[45] Jika lebih tinggi, banjir bandang dapat merusak komunitas di sekitar sungai; jika lebih rendah, lanau yang subur tidak akan mengendap di lahan pertanian.[83] Sebuah nilometer penting telah digunakan di Pulau Roda setidaknya sejak tahun 622 M; bangsa Mesir menyimpan catatan ketinggian sungai maksimum dan minimum dari alat ukur tersebut hingga tahun 1921.[84] Alat ukur modern untuk mengukur ketinggian sungai mulai dipasang pada tahun 1860-an, dan alat ukur yang juga mengukur arus sungaiย โ yang memberikan informasi aliran air secara lebih akuratย โ mulai dipasang sejak tahun 1900.[84]
Ekologi
suntingHewan
suntingJumlah total spesies ikan yang ditemukan di Daerah Aliran Sungai Nil diperkirakan mencapai lebih dari 800 spesies. Di sungainya saja, ditemukan 128 spesies yang tergolong dalam 27 famili.[85] Mayoritas spesies tersebut berasal dari empat famili: Cichlidae (cichlid), Cyprinidae (ikan mas), Mormyridae (ikan gajah), dan Mochokidae (ikan lele).[86] Sejumlah spesies cichlid ditemukan di Danau-Danau Besar Afrika.[85]
Selain ikan, hewan-hewan yang terkadang menghuni perairan Sungai Nil antara lain kuda nil, buaya, dan kerbau afrika. Penghuni air lainnya meliputi moluska, kepiting, dan udang.[87] Banyak hewan yang hidup di dalam ekosistem di sepanjang tepian sungai, termasuk gajah, antelop, dan jerapah.[87] Siput-siput yang ditemukan di danau-danau Nil membawa cacing pipih parasitย โ yang dikenal sebagai cacing darahย โ yang merupakan penyebab penyakit skistosomiasis yang menyerang ternak dan manusia.[88]
Burung-burung yang hidup di atau di sekitar Sungai Nil meliputi kuntul, raja udang, elang tiram, dan berbagai jenis bangauย โ termasuk paruh-sepatu.[87] Beberapa spesies burung berstatus endemik di Daerah Aliran Sungai Nil (seperti angsa sayap-biru), sementara spesies lainnya memiliki distribusi kosmopolitan (termasuk mandar batu dan elang tiram).[89] Beberapa spesies burung kuntul, bebek, angsa, dan bangau hidup di daerah aliran sungai ini sepanjang tahun, dan 14 spesies bebek serta angsa hanya datang untuk menetap pada musim dingin.[89] Dari semua burung camar dan dara laut di daerah aliran sungai ini, sebagian besarnya adalah burung migran. Selama seribu tahun terakhir, wilayah persebaran beberapa spesies telah menyusut akibat perambahan manusia terhadap habitat mereka.[90]
Tumbuhan
sunting
Wilayah Danau-Danau Besar di Daerah Aliran Sungai Nil menjadi habitat bagi berbagai tumbuhan seperti teratai, papirus, dan eceng gondok. Eceng gondok merupakan spesies invasif, dan telah memberikan dampak buruk terhadap populasi spesies asli di Danau Kyoga.[92] Tumbuhan yang umum ditemukan di rawa Sudd mencakup spesies-spesies yang tumbuh subur di genangan banjir dalam, seperti Vossia, rumput kuda nil, typha, ambatch, dan papirus. Rawa Sudd juga menjadi tempat hidup bagi spesies yang tumbuh subur di perairan dangkal, contohnya padi liar, rumput antelop, dan gelagah.[93]
Polusi
suntingSecara historis, air Sungai Nil dikenal layak minum, namun pada akhir abad ke-20, kualitas kesehatannya menurun di beberapa wilayah tertentu.[94][ak] Polusi paling parah terjadi di Danau Tana, di dekat kota-kota besar, dan di Delta Nil.[96]
Sumber polusi di Sungai Nil meliputi limbah pertanian, industri, dan rumah tangga. Terdapat 36 industri yang membuang sumber polusinya secara langsung ke Sungai Nil, dan 41 industri ke saluran irigasi. Jenis-jenis industri ini meliputi: bahan kimia, kelistrikan, rekayasa, pupuk, makanan, logam, pertambangan, minyak dan sabun, pulp dan kertas, tekstil, serta kayu. Terdapat lebih dari 90 saluran pembuangan pertanian yang mengalir ke Sungai Nil yang juga mengandung air limbah industri.[97]
Polusi sungai paling terlihat jelas di antara Aswan dan Laut Tengah. Polusi di wilayah tersebut berasal dari aktivitas manusia, limpasan pertanian, dan limbah industri. Konsentrasi polutan meningkat saat sungai mengalir ke hilir, akibat efek kumulatif dari berbagai sumber polusi.[98] Delta sungai ini rentan terhadap akumulasi konsentrasi karena sistem pembilasan air yang buruk, yang diperparah oleh topografi yang datar dan pendangkalan yang parah di dasar sungai.[99]Pada akhir abad ke-20, Danau Victoria mengalami peningkatan eutrofikasi yang menyebabkan pertumbuhan tanaman secara berlebihan, sehingga menguras kadar oksigen di dalam air. Eutrofikasi tersebut disebabkan oleh aktivitas manusia, penggundulan hutan, dan praktik pertanian yang buruk, serta telah memicu terjadinya ledakan alga dan perkembangbiakan eceng gondok yang cepat, yang mana telah mengganggu ekosistem.[100]
Konservasi dan dampak manusia
sunting
Daerah Aliran Sungai Nil dulunya relatif basah dan lembap dari 15 ribu tahun yang lalu (KYA) hingga 5 KYA, yang memungkinkan dimulainya pertanian skala besar di Daerah Aliran Sungai Nil sekitar 5 KYA.[101] Sejak saat itu, pertumbuhan pertanian memberikan dampak yang semakin besar terhadap lingkungan, yang menyebabkan meluasnya penggundulan hutan dan erosi tanah.[102] Dampak-dampak ini diperparah oleh kondisi yang lebih kering di Afrika yang dimulai sekitar 4 KYA. Kondisi gersang ini berujung pada bencana kelaparan, kekacauan sosial, dan degradasi lingkungan.[102]
Beberapa spesies hewan telah punah di Daerah Aliran Sungai Nil akibat aktivitas manusia. Burung ibis suci memiliki nilai penting dalam agama Mesir Kuno, dan jutaan burung ibis ini dikorbankan dalam berbagai ritual. Spesies ini mengalami kepunahan lokal di Mesir pada akhir abad ke-19, tetapi masih umum dijumpai di Afrika bagian tengah dan selatan.[103] Di Mesir, kelebihan populasi dan pembangunan Bendungan Tinggi Aswan telah menyebabkan kepunahan atau nyaris punahnya sejumlah besar spesies tumbuhan dan hewan.[104]
Ikan kakap nil merupakan spesies asli di beberapa tempat di Afrika, termasuk Kongo, tetapi dulunya tidak ada di Sungai Nil maupun danau-danaunya hingga secara sembunyi-sembunyi dilepasliarkan ke Danau Victoria pada tahun 1950-an untuk menciptakan stok tangkapan ikan.[105][al] Kakap nil memicu kepunahan lebih dari 500 spesies cichlid di Danau Victoria, yang digambarkan oleh ilmuwan Les Kaufman sebagai kepunahan massal vertebrata pertama yang berkesempatan untuk diamati oleh para ilmuwan.[105]Ikan kakap nil juga mengakibatkan meningkatnya laju penggundulan hutan, karena dibutuhkan banyak kayu bakar untuk mengolah ikan tersebut.[106]
Danau-danau satelit dari Danau Kyoga berpotensi menjadi hal yang penting bagi upaya konservasi di masa depan, karena danau-danau tersebut menampung sedikitnya 60 spesies haplokromin, dan belum diinvasi oleh ikan kakap nil.[88]
Iklim dan perubahan iklim
suntingIklim di Daerah Aliran Sungai Nil ditandai oleh gradien yang bertransisi dari sangat kering di utara menjadi lebih basah di selatan.[108] Daerah aliran sungai ini dapat dibagi menjadi sembilan wilayah curah hujan yang berbeda: wilayah utara (Mesir dan Sudan) sangat kering sepanjang tahun; wilayah tengah (termasuk Etiopia) memiliki puncak curah hujan yang tinggi di musim panas; dan wilayah selatan (di sekitar Danau Victoria) memiliki dua puncak curah hujanย โ pada musim semi dan musim gugur.[109] Mayoritas curah hujan di Daerah Aliran Sungai Nil berkaitan dengan muson musim panas.[110]
Daerah Aliran Sungai Nil mengalami perubahan iklim yang berkaitan dengan meningkatnya prevalensi gas-gas rumah kaca di atmosfer.[111] Beberapa proyeksi untuk abad ke-21 memperkirakan kenaikan suhu sebesar 2 hingga 4ย ยฐC.[111] Model-model iklim masa depan di kawasan Afrika Utara dan Timur Tengah memprediksi adanya peningkatan frekuensi dan tingkat keparahan kekeringan, serta meningkatnya variabilitas presipitasi.[112] Delta Nil sangatlah rentan, dan efek gabungan dari kenaikan permukaan laut serta kurangnya pengisian kembali sedimen (akibat bendungan-bendungan di Sungai Nil) dapat menyebabkan sepertiga dari luas permukaan Delta Nil menghilang dalam satu abad ke depan.[113]
Sejarah geologi
sunting
Sungai Nil merupakan sungai yang relatif muda yang berevolusi dari sistem sungai purba dengan jalur aliran yang jauh berbeda. Selama jutaan tahun, kekuatan lingkungan dan tektonik menggeser, memisahkan, dan menggabungkan sungai-sungai, yang pada akhirnya menghasilkan wujud sungai yang ada saat ini.[115] Sebuah hipotesis menggambarkan sejarah geologi Sungai Nil sebagai serangkaian dari lima periode evolusi berikut ini.[116][am]
Periode evolusi pertama berlangsung dari sekitar 20 juta tahun yang lalu (JTL) hingga 6 JTL. Sekitar 20 JTL, sisi sayap barat dari Sistem Rekahan Afrika Timur mulai terangkat, memisahkan wilayah Danau-Danau Besar Afrika dari cekungan Kongo. Sekitar 6 JTL, Sungai Nil purba di Mesir adalah sungai yang relatif pendek, berhulu di dekat Wadi Howar modern dan mengalir ke utara menuju Laut Tengah. Danau Victoria belum ada, dan sungai-sungai di dataran tinggi Etiopia serta Uganda tidak mengalir ke utara atau terhubung dengan Sungai Nil di Mesir.[119]
Periode evolusi kedua berlangsung dari 6 hingga 5,4 JTL.[120] Danau Tana di Dataran Tinggi Etiopia kemungkinan terbentuk pada periode ini, dan sebuah danau purba besarย โ Obwerukaย โ ada di tempat yang kini menjadi Danau Albert dan Danau Edward.[120] Krisis salinitas Messinium terjadi pada periode ini: Selat Gibraltar tertutup dan Samudra Atlantik tidak lagi dapat mengisi Laut Tengah, sehingga laut tersebut menguap sepenuhnya. Laut Tengah yang kosong menyebabkan Sungai Nil purba memotong ngarai dalam di Mesir, yang disebut Eonil (Eonile).Air sungai yang mengalir melewati ngarai tersebut mengikis sebuah ngarai sedalam beberapa ratus meter di bawah permukaan laut dunia di Aswan, dan sedalam 2,400 meter (7,87ย ft) di Kairo. Setelah Selat Gibraltar kembali terbuka, laut terisi kembali dan Eonil menjadi sebuah teluk yang pada akhirnya dipenuhi oleh sedimen.[121]
Periode evolusi ketiga berlangsung dari 2,5 hingga 0,5 JTL ketikaย โ untuk pertama kalinyaย โ perairan Etiopia mengalir ke utara dan terhubung dengan Sungai Nil purba di Mesir. Pegunungan Rwenzori mengalami pengangkatan yang menyebabkan danau purba Obweruka mulai mengalirkan air ke timur (sebelumnya, mengalir ke barat) dan mulai membentuk Danau Victoria.[an] Air yang membentuk Danau Victoria belum mengalir ke utara menuju Sudan atau Mesir.[123]
Periode evolusi keempat berlangsung dari 0,5 JTL hingga 15 ribu tahun yang lalu (RTL). Danau Victoria kurang lebih mencapai bentuk modernnya, dan dataran tinggi danau-danau besar miring ke arah utara serta mulai mengalir secara berselang-seling menuju Sudan dan terhubung ke Sungai Nil purba di Mesir, membentuk serangkaian sungai yang kurang lebih mengikuti jalur Nil Putih modern. Danau-danau purba terbentuk di area rawa-rawa Sudd modern.[124]
Periode evolusi kelima berlangsung dari 15 RTL hingga saat ini. Danau-Danau Besar Afrika mencapai bentuknya yang sekarang, dan aliran dari danau-danau tersebut ke utara menuju Sudan tidak lagi terputus-putus. Beberapa danau purba mengering di Sudan Selatan dan di Mesir di dekat Danau-Danau Toshka.[125] Selama periode ini, muson musim panas bergeser dan secara substansial meningkatkan curah hujan di area Danau Victoria dan Danau Albert.[126] Tingkat air yang tinggi di Nil Biru dan Nil Putih berfluktuasi secara ekstrem selama periode ini, dengan permukaan air yang tinggi dan tidak biasa terjadi beberapa kali.[127] Jalur Sungai Nil saat ini terbentuk pada awal periode ini.[128]
Sejarah manusia
suntingPrasejarah
sunting
Nenek moyang awal dari spesies manusia hidup di dekat Daerah Aliran Sungai Nil. Fosil Australopithecus afarensis, yaitu Lucy, ditemukan sedikit di sebelah timur dari batas daerah aliran sungai ini. Ngarai Olduvaiย โ situs penemuan fosil-fosil Homo habilis pertamaย โ terletak tepat di sebelah selatan daerah aliran sungai ini.[129] Di dalam Daerah Aliran Sungai Nil, situs arkeologi Nyayanga di pesisir timur Danau Victoria memiliki alat-alat Oldowan yang berumur 2,6 juta tahun.[130][ao] Permukiman manusia di tepi Sungai Nil telah berumur antara 12.000 hingga 20.000 tahun yang lalu di sebuah permukiman dekat kota modern Qurta (Mesir). Manusia-manusia ini mengukir petroglif di bebatuan, yang menggambarkan aurochs, burung, kuda nil, gazel, hartebeest, dan ikan. Beberapa cendekiawan menghipotesiskan bahwa orang-orang ini, atau orang lain yang tinggal di dekatnya, mungkin telah menjinakkan domba, kambing, atau sapi.[131] Sahara bagian timurย โ termasuk Mesir dan Sudanย โ jauh lebih basah selama Periode lembap Afrika yang berlangsung dari sekitar 10.000 hingga 5.000 tahun yang lalu. Budaya penggembalaan pastoral berkembang selama periode tersebut, tetapi ketika iklim menjadi lebih kering sekitar tahun 3.900 SM, orang-orang terpaksa bermigrasi ke lembah Sungai Nil untuk bertahan hidup. Inilah yang menjadi asal-usul budaya Nubia di Sudan dan peradaban Mesir Kuno.[101]
Peradaban Mesir Kuno
sunting
Sungai Nil merupakan pusat dari setiap aspek kehidupan bangsa Mesir: sungai ini menyediakan makanan melalui tanaman pertanian yang diairinya, dan menyebabkan kematian ketika kekeringan berujung pada gagal panen serta kelaparan. Sungai Nil mendorong pertumbuhan ilmu pengetahuan dan pemerintahan: irigasi, prediksi banjir, dan perpajakan semuanya membutuhkan keterampilan matematika dan administratif yang baru. Prediksi cuaca dan astronomi juga berkembang sebagai konsekuensi dari kebutuhan bangsa Mesir untuk memahami sungai tersebut beserta banjirnya.[133]
Kalender Mesir Kuno didasarkan pada siklus banjir Sungai Nil. Satu tahun dibagi menjadi tiga musim, masing-masing terdiri dari empat bulan yang masing-masing berumur tiga puluh hari. Musim-musim tersebut adalah Akhet (secara harfiah berarti 'banjir'), Peret ('pertumbuhan'), dan Shemu ('panen'). Akhet adalah waktu dalam setahun ketika Sungai Nil meluap, meninggalkan lapisan tanah subur yang baru; Peret adalah musim tanam; dan Shemu adalah musim panen di mana tidak ada hujan.[134] Sungai Nil memengaruhi bahasa mereka: arah mata angin didasarkan pada posisi seseorang yang menghadap ke hulu: kata yang sama dapat digunakan untuk atas dan selatan; kata yang lain untuk kiri dan timur; serta kata lain lagi untuk kanan dan barat.[135] Mereka kadang-kadang menyebut hujan sebagai "Sungai Nil di langit".[136]
Mesir Kuno terdiri dari dua wilayah: Mesir Hilir (Delta Nil) dan Mesir Hulu (Lembah Nil, kira-kira membentang antara Giza dan katarak pertama). Sungai Nil berperan dalam menentukan karakter unik dari masing-masing wilayah, karena saluran-saluran air yang terus berpindah di Mesir Hilir membuat jalur transportasi, permukiman, dan wilayah administratif sering kali terpaksa direlokasi. Wilayah Hilir dan Hulu masing-masing dilambangkan dengan tanaman khas Nil: berturut-turut adalah papirus dan teki-tekian.[137]
Batas selatan Mesir Kunoย โ secara informalย โ berada di katarak pertama sungai (di dekat Pulau Elephantine) karena transportasi di luar jeram-jeram tersebut sangat sulit dilalui.[138] Bangsa Mesir cukup familier dengan jalur aliran Sungai Nil ke arah hulu hingga katarak keenam (Khartoum saat ini), tetapi tidak mengenal rute sungai tersebut (maupun sumbernya) lebih jauh dari itu.[139][ap] Sungai Nil mendorong bangsa Mesir untuk membangun bendungan besar pertama di duniaย โ yang kini dikenal sebagai Sadd el-Kafaraย โ sekitar tahun 2600 SM dalam upaya untuk mengendalikan banjir.[140][aq]
Kebudayaan Nubia, Etiopia, dan Nilotik
sunting
Di sebelah selatan katarak Nil kedua terdapat Nubia, yang merupakan tanah air bagi serangkaian kebudayaan di sepanjang Sungai Nil (di wilayah yang sekarang menjadi negara Sudan modern) yang mulai berkembang pada akhir periode lembap Afrika.[142][ar] Kebudayaan-kebudayaan Nubia ini berkembang secara paralel dengan peradaban Mesir di wilayah utara, tetapi mereka memiliki sedikit sekali interaksi satu sama lain hingga masa Kerajaan Lama Mesir sekitar tahun 3.000 SM.[145] Sebuah peradaban awal Nubia adalah Kebudayaan Kerma, yang eksis dari sekitar tahun 2600 SM hingga 1500 SM. Kebudayaan Kerma pada awalnya merupakan budaya pastoral yang berorientasi pada ternak sapi, namun secara bertahap beralih ke bidang pertanian seiring mengeringnya Gurun Sahara pada akhir periode lembap Afrika.[142] Sekitar tahun 780 SM, Kekaisaran Kush bangkit di sepanjang tepian Sungai Nil, termasuk di wilayah anak sungai Atbarah. Kekaisaran Kush menaklukkan sebagian besar wilayah Mesir di bawah pemerintahan para Firaun Hitam-nya,[as] yang memimpin Kush dari kota-kota seperti Napata dan Meroรซ di tepi Sungai Nil.[141] Setelah kemunculan agama Kristen, kerajaan-kerajaan Kristen di Nubia (termasuk Nobatia, Makuria, dan Alodia) berkembang di sepanjang Sungai Nil.[147]
Di daerah yang sekarang ditempati oleh Eritrea modern dan Etiopia utara, Kerajaan Aksum berkembang pesat dari abad ke-1 hingga tahun 960 M. Kerajaan Aksum pada dasarnya menggunakan Laut Merah untuk transportasi, tetapi wilayah anak sungai Atbarah dan Nil Biru juga termasuk ke dalam ranah kekuasaannya.[148] Kesultanan Funj (1504 hingga 1821) menguasai wilayah yang kira-kira mencakup kawasan Sudan modern.[149] Kekaisaran Etiopia (1270โ1974) menempati wilayah-wilayah Etiopia dan Eritrea modern.[148]
Daerah Aliran Sungai Nil menjadi tempat tinggal bagi bangsa Nilotik, sebuah kelompok masyarakat luas yang berasal dari dekat Sungai Nil di wilayah yang sekarang menjadi Sudan Selatan, dan bermigrasi ke selatan serta ke timur menuju negara Uganda dan Kenya modern.[150] Bangsa Nilotik meliputi suku Dinka dan Nuer, yang merupakan kelompok etnis terbesar di Sudan Selatan; keduanya merupakan penggembala sapi semi-nomaden yang mempraktikkan budaya pastoralisme nomaden, memindahkan ternak mereka secara musiman sebagai respons terhadap banjir Sungai Nil.[151]
Mesir dari era Romawi hingga era kolonial
sunting
Sungai Nil merupakan faktor penentu dalam perkembangan Kekaisaran Romawi, yang memerintah Mesir selama beberapa abad. Bangsa Romawi mengimpor sejumlah besar biji-bijian pangan dari Mesir, yang ditanam menggunakan air banjir Sungai Nil.[153] Pada abad pertama, kaisar Trajanus membangun sebuah terusan yang menghubungkan Sungai Nil dengan Laut Merah.[154] Sekitar tahun 642 M, para penakluk Arab membawa agama Islam ke Mesir.[155] Antara tahun 945 hingga 977 M, banjir Sungai Nil menjadi sangat rendah; gagal panen yang diakibatkannya memicu instabilitas politik yang berujung pada kebangkitan Kekhalifahan Fathimiyah.[155] Terusan-terusan di Mesir terus dibangun dan dipelihara oleh dinasti Fathimiyah (abad ke-10 dan ke-11), Kesultanan Mamluk (abad ke-13 hingga ke-16), dan Mesir Utsmaniyah (abad ke-16 hingga ke-19).[156] Terusan digunakan untuk keperluan pertanian, dan juga untuk keperluan perdagangan serta militer.[156] Meskipun peradaban Mesir pandai dalam membangun terusan, mereka tidak berhasil membangun bendungan atau waduk di Sungai Nil hingga abad ke-19, ketika kapasย โ yang diairi dengan air Sungai Nilย โ menjadi tanaman komersial yang penting bagi Mesir.[152] Bendungan-bendungan awal ini dibangun pada masa pemerintahan Muhammad Ali (penguasa Mesir dari tahun 1805 hingga 1848). Bendungan-bendungan kecil pertama dibangun di Delta Nil dan di dekat Kairo, dan berfungsi untuk memperpanjang musim tanam hasil panen. Muhammad Ali juga membangun berbagai terusan termasuk Terusan Mahmoudiyah, yang dimulai pembuatannya pada tahun 1818.[152]Ismail Pasha (Raja Muda Mesir, 1863โ1879) membangun Terusan Ibrahimiyaย โ selesai pada tahun 1873ย โ yang mengalir sejajar dengan Sungai Nil dan digunakan untuk irigasi.[157]
Pencarian sumber Sungai Nil
sunting
Sejak zaman Yunani Kuno, orang-orang Eropa selalu ingin tahu tentang sumber Sungai Nil dan asal mula banjirnya.[159] Herodotus adalah sejarawan Yunani yang mengunjungi Mesir pada tahun 457 SM dan melakukan perjalanan menyusuri Sungai Nil hingga ke Aswan; dia merasa bingung dengan banjir Sungai Nil, yang dimulai pada musim panasย โ musim di mana Mesir tidak memiliki curah hujan.[127] Para ahli geografi di Eropa, Afrika, dan Arabย โ mulai dari zaman Eratosthenes pada abad kedua SMย โ berspekulasi bahwa sumbernya adalah sekumpulan danau di Afrika tengah.[160]Banyak peta awal Afrika menunjukkan Sungai Nil berhulu di danau-danau besar di pedalaman Afrika (lihat gambar di sebelah) tetapi hingga tahun 1600-an semuanya hanya bersifat spekulatif dan tidak didasarkan pada pengetahuan ilmiah yang kuat.[161][au]
Sumber Nil Biru berhasil ditetapkan sebagai hasil dari ketertarikan Portugis terhadap Etiopia: misionaris Yesuit Pedro Pรกez mengunjungi sumber air tersebutย โ Gish Abayย โ pada awal abad ke-17, dan menulis Histรณria da Ethiรณpia yang mendeskripsikan masa tinggalnya di Etiopia. Laporannya tidak diterbitkan hingga abad ke-20, dan tidak memuat tanggal pasti dari kunjungannya ke Gish Abay. Penjelajah Eropa di kemudian hari yang mencapai Etiopia pada abad ke-17 dan ke-18ย โ termasuk Jerรณnimo Lobo dan James Bruceย โ mempublikasikan tulisan-tulisan Pรกez dan memperkirakan bahwa dia mengunjungi sumber air tersebut antara tahun 1613 dan 1618.[163]Sumber Nil Putih terbukti lebih sulit untuk ditetapkan dibandingkan dengan Nil Biruย โ Danau Victoria tidak secara definitif ditetapkan sebagai sumber utama Nil Putih hingga 260 tahun setelah Gish Abay diidentifikasi sebagai sumber Nil Biru.[164] Pada tahun 1858, John Hanning Speke menjadi orang Eropa pertama yang melihat Danau Victoria, dan di kemudian hari dia menemukan sungai yang mengalir keluar dari sisi utara danau yang dia simpulkan sebagai Sungai Nil. Dia tidak mengikuti sungai tersebut dari Danau Victoria menuju Sudan, yang membuat beberapa orang meragukan kesimpulannya bahwa aliran keluar dari danau tersebut adalah Sungai Nil.[165] Upaya untuk secara tepat menentukan lokasi sumber terjauh dari Nil Putih dimulai pada awal abad ke-20 ketika Richard Kandt berpendapat bahwa sumbernya adalah anak sungai dari Sungai Kagera di Hutan Nyungweย โ Kagera mengalir ke Danau Victoria.[2] Lokasi sumber air tersebut disempurnakan pada tahun 1969 ketika sekelompok peneliti dari Universitas Waseda mengidentifikasi sebuah anak sungai tertentu dari Kagera.[2] Pada tahun 2006, sekelompok petualang menemukan kembali lokasi tahun 1969 tersebut, dan menempatkan penanda besar di sebuah pohon terdekat.[2] Pada tahun 2009, para akademisi menggunakan citra satelit untuk lebih menyempurnakan lokasi sumbernya, menempatkannya di sebuah mata air yang berjarak beberapa km dari lokasi sumber tahun 1969/2006.[2][a]
Politik air di era modern
suntingSungai Nil melintasi beberapa perbatasan internasional, menjadikannya sebuah sungai lintas batas dan subjek dari berbagai ketegangan politik.[166]
Era kolonial
suntingSetelah pemerintahan kolonial Inggris di Mesir dimulai pada tahun 1882,[av] mereka memulai berbagai proyek air tambahan untuk meningkatkan produksi kapas dan mendukung populasi Mesir yang tumbuh dengan cepat.[168][aw] Bendungan besar pertama yang dibangun di Sungai Nil adalah Bendungan Rendah Aswan, yang selesai pada tahun 1902. Ketinggiannya dinaikkan dua kali: pada tahun 1912 dan 1933.[169] Bendungan lain yang dibangun di bawah rezim kolonial meliputi Bendungan Sennar, yang dibangun antara tahun 1914 dan 1925 di Nil Biru di Sudan; dan Bendungan Jebel Aulia, yang selesai pada tahun 1937 di dekat Khartoum.[170] Tujuan utama dari bendungan-bendungan yang dibangun pada abad ke-20 adalah untuk mendukung irigasi; pembangkitan listrik tenaga air hanyalah tujuan sekunder.[171]
Pada tahun 1929, sebuah kesepakatan antara Mesir dan Sudan Anglo-Mesir berhasil dicapai.[172] Kesepakatan tersebut menetapkan bahwa Mesir dan Sudan berhak memanfaatkan masing-masing 48 dan 4 miliar meter kubik aliran Sungai Nil per tahun. Mesir memiliki hak untuk memantau aliran Sungai Nil di negara-negara hulu, untuk melaksanakan proyek-proyek yang berkaitan dengan sungai tanpa persetujuan dari negara-negara hulu, dan untuk memveto segala proyek konstruksi yang akan memberikan dampak buruk bagi Mesir.[173]
Era pascakolonial
sunting
Mesir dan Sudan merdeka dari Inggris pada pertengahan 1950-an.[175][aw] Pada tahun 1959, Mesir dan Sudan memperbarui perjanjian pembagian air tahun 1929. Perjanjian baru tersebut mengalokasikan pembagian air antara Mesir dan Sudan masing-masing sebesar 55,5 dan 18,5 miliar meter kubik.[177] Negara-negara hulu di dalam Daerah Aliran Sungai Nil tidak dilibatkan dalam perjanjian tahun 1959 tersebutย โ termasuk Etiopia, yang merupakan sumber dari lebih dari dua pertiga air Sungai Nil.[178]
Perjanjian tahun 1959 memuat persyaratan yang mengizinkan Mesir dan Sudan untuk membangun bendungan, yang kemudian mereka wujudkan: Mesir membangun Bendungan Tinggi Aswan (selesai tahun 1970); Sudan membangun Bendungan Khashm el-Girba (1964), Bendungan Roseires (1966), Bendungan Merowe (2009), dan Kompleks Bendungan Atbara Hulu dan Setit (2017).[178][ax]
Pada tahun 1960, Mesir mulai membangun Bendungan Tinggi Aswan yang menyimpan sekitar dua tahun aliran Sungai Nil.[180] Bendungan tersebut secara efektif mengubah bentang hilir Sungai Nil (dari bendungan hingga ke laut) menjadi sebuah saluran irigasi yang besar.[181] Bendungan tersebut memberikan dampak positif: lebih banyak air yang tersedia untuk irigasi, dan tenaga air telah menyediakan lebih banyak listrik bagi industri manufaktur Mesir. Dampak negatif bendungan meliputi penurunan kualitas air, berkurangnya kesuburan tanah akibat ketiadaan endapan sedimen baru yang dibawa oleh banjir, meningkatnya salinitas tanah, skistosomiasis, hilangnya habitat bagi flora dan fauna asli, serta pemindahan paksa penduduk Nubia.[182]
Bendungan Tinggi Aswan membanjiri area yang luas di Lembah Nil, dan seharusnya menenggelamkan beberapa monumen bersejarah yang penting. Sebuah kampanye internasional untuk menyelamatkan sejumlah monumen agar tidak tenggelam oleh waduk baru tersebut berhasil menyelamatkan beberapa monumen, termasuk Kuil-kuil Abu Simbel.[174] Bendungan Tinggi Aswan juga memaksa relokasi banyak penduduk Nubia yang tinggal di lembah yang tergenang oleh waduk baru tersebut. Penduduk Nubia dipindahkan dari tanah leluhur mereka, dan banyak yang terpaksa bermigrasi ke kota-kota di Mesir dan Sudan.[183]
Perselisihan dan negosiasi akhir abad ke-20
suntingSepanjang abad ke-20, terdapat ketidakseimbangan yang nyata dalam kekuatan politik di dalam Daerah Aliran Sungai Nil: Mesir dan Sudan di wilayah utara memegang kekuasaan yang lebih besar daripada sepuluh negara lainnya di wilayah selatan.[184] Setelah Mesir dan Sudan membuat perjanjian tahun 1959, beberapa negara hulu (termasuk Kenya, Tanzania, Uganda, dan Etiopia) mulai menyuarakan keberatan terhadap ketentuan-ketentuan perjanjian tersebut, dan berargumen bahwa mereka tidak terikat oleh perjanjian itu karena mereka bukan pihak yang terlibat di dalamnya.[185] Argumen dari negara-negara hulu adalah bahwa bendungan-bendungan yang dibangun oleh Mesir dan Sudan melindungi kedua negara tersebut dari kekeringan, kelaparan, dan banjir, padahal negara-negara hulu seperti Etiopia masih rentan terhadap kekeringan dan kelaparan.[186][ay] Sebagai contoh, Bendungan Tinggi Aswan menghasilkan sekitar 10 miliar kilowatt-jam per tahun; dan memungkinkan para petani Mesir untuk melakukan tiga kali panen setiap tahun, dibandingkan dengan hanya satu kali panen sebelum adanya bendungan.[188] Para pemimpin Mesir sering menyatakan bahwa mereka bersedia menggunakan kekuatan militer untuk melindungi hak-hak mereka di bawah perjanjian 1959.[189]
Pada akhir abad ke-20, negara-negara Afrika berpartisipasi dalam berbagai upaya untuk menetapkan kebijakan pembagian airย โ termasuk Komisi Undugu (aktif dari tahun 1983 hingga 1993) dan TECCONILE (aktif dari tahun 1993 hingga 1998)ย โ tetapi belum berhasil menciptakan kesepakatan jangka panjang.[190] Pada tahun 1999, sembilan dari sepuluh[az] negara di Daerah Aliran Sungai Nilย โ Burundi, Republik Demokratik Kongo, Mesir, Etiopia, Kenya, Rwanda, Sudan, Tanzania, dan Ugandaย โ mendirikan Inisiatif Daerah Aliran Sungai Nil untuk mendorong dialog damai terkait isu-isu di Daerah Aliran Sungai Nil.[192]
Pergeseran kekuasaan ke negara-negara hulu
sunting
Pada awal abad ke-21, kekuasaan bergeser ke negara-negara hulu ketika mereka mulai membangun bendungan tanpa persetujuan Mesir atau Sudan.[184] Pada tahun 2008, Etiopia membangun Bendungan Tekezรฉ tanpa meminta izin kepada Mesir atau Sudan.[194] Pada tahun 2010, lima negara huluย โ Uganda, Etiopia, Rwanda, Tanzania, dan Kenya[ba]ย โ menandatangani kesepakatan baruย โ Perjanjian Kerangka Kerja Samaย โ yang bertujuan untuk mengalokasikan air secara lebih adil bagi negara-negara hulu. Kenya termotivasi untuk menandatangani perjanjian tersebut karena memiliki rencana untuk memompa air keluar dari Danau Victoria guna kepentingan irigasi. Perjanjian tahun 2010 tersebut ditentang oleh Mesir dan Sudan.[196] Pada tahun 2011, Sudan Selatan merdeka dari Sudan, menjadikannya negara kesebelas di Daerah Aliran Sungai Nil. Dalam sengketa air berikutnya, Sudan Selatan lebih memilih bersekutu dengan negara-negara hulu alih-alih dengan Sudan.[31]
Pada tahun 2011, Etiopia mengumumkan rencana untuk membangun sebuah bendungan besar di Nil Biru dekat perbatasan dengan Sudan. Bendungan itu kemudian dinamai Bendungan Renaisans Agung Etiopia (GERD).[197] Etiopia memandang GERD sebagai hal esensial bagi masa depan negara mereka, karena tenaga listrik yang dihasilkan oleh bendungan tersebut akan memungkinkan mereka untuk secara signifikan meningkatkan kualitas hidup penduduknya. Mesir khawatir bendungan tersebut akan membahayakan irigasi lahan pertanian mereka, karena Mesir telah menggunakan hampir seluruh air sungai yang masuk ke negara mereka, dan mereka cemas bendungan baru itu akan menyebabkan kekurangan air. Sudan merasa khawatir akan masalah keselamatan dan pasokan air.[198] Setelah pembangunan bendungan diumumkan, presiden Mesir Muhammad Mursi mengisyaratkan bahwa serangan militer ke Etiopia merupakan salah satu opsi yang mungkin diambil,[197] dan Sudan serta Mesir menggelar beberapa latihan militer gabungan.[199]
Sejumlah negosiasi dilakukan antara Etiopia, Sudan, dan Mesir selama bendungan dibangun dan waduk diisi.[200] Pada tahun 2015, negara-negara tersebut menandatangani "Deklarasi Prinsip" yang berisi kesepakatan tingkat tinggi mengenai penggunaan air dan prosedur pengisian waduk.[201][bb] Pada tahun 2019, Amerika Serikat menjadi tuan rumah bagi pembicaraan antarnegara yang terlibat.[201] Pada tahun 2020, Uni Afrika mulai memfasilitasi pembicaraan.[202] Pada tahun tersebut, Mesir meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk campur tangan, tetapi permintaan itu ditolak.[203] Pada tahun 2021 dan 2022, UEA menjadi tuan rumah perundingan.[204] Pembangunan bendungan GERD diselesaikan pada tahun 2020, dan pada tahun 2025 waduk tersebut telah terisi penuh serta sebagian besar generator bendungan telah menghasilkan listrik.[205]
Ekonomi
suntingPertanian
sunting
Terdapat perbedaan yang signifikan dalam praktik pertanian antara negara-negara di wilayah utara Daerah Aliran Sungai Nil (Mesir, Sudan, dan Sudan Selatan) dan negara-negara di wilayah selatan (Uganda, Etiopia, dll).[207] Wilayah utara pada dasarnya adalah gurun pasir, sementara wilayah selatan menerima curah hujan yang signifikan; tanaman pertanian di utara sangat bergantung pada irigasi, sedangkan wilayah selatan mengandalkan curah hujan yang tertahan di dalam tanah; hasil panen lebih tinggi di utara (karena penggunaan pupuk dan pestisida secara intensif) daripada di selatan; dan wilayah utara memiliki infrastruktur irigasi yang ekstensif (bendungan, saluran, dll) yang didukung oleh kebijakan pemerintah dan sumber pendanaan internasional.[207] Jumlah air tanah yang digunakan setiap tahun untuk pertanian di selatan mencapai 229ย km3, yang lebih dari dua kali lipat total aliran air tahunan Sungai Nil (sekitar 100ย km3).[208] Hasil panen di wilayah selatan terkena dampak buruk akibat jarak yang lebih jauh untuk mencapai pasar; kontras dengan wilayah utara, di mana hampir semua lahan pertanian terkonsentrasi di jalur sempit di sepanjang tepian sungai yang memiliki fasilitas transportasi memadai.[209]
Kurangnya curah hujan dan air tanah membuat Mesir bergantung pada Sungai Nil untuk hampir seluruh kebutuhan airnya.[210] Tanaman utama yang ditanam di Mesir meliputi kapas, gandum, jagung, beras, sorgum, dan kacang fava (kacang babi).[210] Secara umum, terdapat dua musim tanam di Mesir: musim panas (kapas) dan musim dingin (biji-bijian dan sayuran).[211] Sejak tahun 1950-an, Mesir semakin intensif menggunakan teknik pertanian industri (termasuk penggunaan pupuk dan pestisida secara luas) untuk meningkatkan hasil panen.[212] Lahan di Mesir terdiri dari 94% gurun dan 3% lahan subur.[211] Sebagian besar lahan pertanian Mesir terletak di Delta Nil, dan sisanya berada di sepanjang tepian Sungai Nil.[213]
Tanaman utama di Sudan adalah kacang tanah, kapas, wijen, tebu, dan sorgum. Tanaman lainnya meliputi milet, gandum, jagung, dan barli.[214] Lahan pertanian Sudan mengambil air dari Nil Biru maupun Nil Putih, yang didukung oleh beberapa bendungan termasuk Bendungan Sennar dan Bendungan Khashm el-Girba.[214] Sebagian besar lahan irigasi berada di dalam Skema Gezira, sebuah proyek irigasi ekstensif yang dimulai pada tahun 1920-an.[215]
Perikanan
sunting
Sungai Nil beserta danau-danau yang terhubung dengannya telah menjadi sumber makanan penting bagi masyarakat yang tinggal di sekitar perairannya sejak zaman prasejarah.[216] Pada tahun 2000, Daerah Aliran Sungai Nil menghasilkan sekitar 1,4 juta ton ikan per tahun, yang merupakan lebih dari separuh total tangkapan air tawar dari seluruh benua Afrika (2,2 juta ton).[217] Danau Victoria sendiriย โ danau terbesar di Afrikaย โ menyediakan 1 juta ton ikan.[218] Hasil tangkapan dari danau-danau di Daerah Aliran Sungai Nil jauh melampaui jumlah ikan yang ditangkap di sungai-sungainya.[216] Seluruh perairan Daerah Aliran Sungai Nilย โ kecuali Suddย โ menunjukkan bukti-bukti terjadinya penangkapan ikan berlebih.[219]
Pada tahun 1950-an, kakap nil dan Nila Nil dimasukkan ke dalam Danau Victoria dalam upaya untuk membalikkan angka penyusutan hasil tangkapan ikan-ikan asli danau tersebut; upaya tersebut berhasil, tetapi berujung pada menurunnya jumlah spesies ikan asli di danau tersebut.[220] Saat ini, mayoritas ikan yang ditangkap di Danau Victoria adalah ikan kakap nil dan ikan cyprinid perak (sarden Danau Victoria).[216] Sejumlah hasil perikananย โ khususnya Kakap nilย โ pada dasarnya diekspor ke Eropa, alih-alih dikonsumsi secara lokal.[171] Budidaya ikan dilakukan di beberapa bagian di daerah aliran sungai ini.[221]
Tenaga Air
sunting
Sungai Nil beserta anak sungainya menggerakkan puluhan stasiun pembangkit listrik tenaga air (PLTA), yang secara kolektif memiliki kapasitas untuk menghasilkan lebih dari 10 gigawatt (GW) tenaga listrik.[bc] Sebelum tahun 2000, hanya terdapat sedikit bendungan di Sungai Nil, namun setelah itu, pemerintah-pemerintah negara setempat mempercepat laju pembangunan bendungan.[222] Pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas lebih dari 100 MW tercantum pada tabel di bawah ini.[bd]
| Stasiun tenaga air |
Markah tanah terdekat |
Tahun selesai |
Daya (MW, pada 2025) |
Anak sungai |
|---|---|---|---|---|
| Bendungan Rendah Aswan | Aswan Mesir |
1902, 1912 1933, 1985 |
550[223] | Nil utama |
| Bendungan Tinggi Aswan | Aswan Mesir |
1970 | 2.100[43] | Nil utama |
| Bendungan Merowe | Merowe Sudan |
2009 | 1.250[224] | Nil utama |
| Atbara Hulu dan Setit |
Showak Sudan |
2017 | 320[225] | Pertemuan Sungai Atbarah dan Sungai Tekezรฉ |
| Bendungan Roseires | Er Roseires Sudan |
1966, 2013 | 280[226] | Nil Biru |
| Tana Beles | Danau Tana, Etiopia |
2010 | 460[227] | Sungai Beles, Nil Biru |
| Bendungan Tekezรฉ | Sungai Tekezรฉ, Etiopia |
2009 | 300[227] | Sungai Tekezรฉ, Sungai Atbarah |
| Bendungan Renaisans Agung Etiopia |
Bameza, Etiopia |
2020 | 5.150[193] | Nil Biru |
| Fincha | Fincha'a, Etiopia |
1973 | 134[227] | Nil Biru (Danau Chomen) |
| Karuma | Air Terjun Karuma Uganda |
2024 | 600 [228] | Nil Victoria |
| Isimba | Distrik Kamuli Uganda |
2019 | 183[229] | Nil Victoria |
| Bujagali | Air Terjun Bujagali Uganda |
2012 | 250[230] | Nil Victoria |
| Kiira | Kimaka Uganda |
2003 | 200[231] | Nil Victoria |
| Nalubaale | Jinja Uganda |
1954 | 180[232] | Nil Victoria |
Transportasi
sunting
Sungai Nil memiliki gradien kemiringan yang lebih datar di utara jika dibandingkan dengan wilayah selatan yang bergunung-gunungย โ sehingga negara-negara utara (Mesir, Sudan, dan Sudan Selatan) memiliki lebih banyak bentangan air yang dapat dilayari.[233] Di Mesir, sungai ini tidak memiliki rintangan besar antara delta dan katarak pertama di Aswan, dan akibatnya bentangan tersebut telah digunakan secara luas untuk kegiatan transportasi.[234] Bentangan tersebut bahkan dapat digunakan sebelum kedatangan kapal-kapal uap, karena arus air mampu membawa perahu ke hilir, dan angin dari utara sering kali membantu perahu layar untuk berlayar ke hulu.[235] Sungai Nil Biru pada umumnya tidak dapat dilayari di sebagian besar wilayahnya. Alih-alih sungai, orang-orang Etiopia dan penjajah Italia menggunakan jalur daratย โ yaitu Strada Imperialeย โ untuk transportasi utara-selatan di Etiopia.[236] Bahkan pada tahun 1903, para penjelajah masih meneliti Nil Biru untuk melihat apakah sungai tersebut dapat digunakan untuk kegiatan transportasi antara Etiopia dan Sudan, namun tidak berhasil.[237]
Di Mesir kuno, sungai tersebut menjadi moda transportasi utama, dan berbagai macam perahu dibangunย โ baik untuk tujuan fungsional maupun seremonial.[132] Perahu bangsa Mesir cukup kokoh untuk mengangkut obelisk dan batu-batu berukuran besar guna membangun piramida serta kuil.[238][bf] Di era modern, sungai ini masih digunakan untuk transportasi, khususnya di Mesir, yang memiliki empat jalur air yang dapat dilayari yang cocok untuk kapal besar: dua di delta, satu di antara delta dan Bendungan Tinggi Aswan, dan satu lagi di Danau Nasser. Mesir memindahkan 500 juta ton kargo melalui sungai ini setiap tahunnya, yang mana hanya sekitar 0,8% dari total pergerakan kargo Mesir (sebagian besar pergerakan kargo melalui jalan raya atau kereta api).[bg] Kargo yang diangkut melalui sungai tersebut meliputi semen, batu kapur, batu bara, produk minyak bumi, dan fosfat.[241]
Di hulu Danau Nasser, Sungai Nil dan anak-anak sungainya memuat air terjun, katarak, jeram, dan bendungan yang membuat navigasi jarak jauh menjadi sulit dilakukan.[242] Kendala navigasi lainnya adalah Sudd, sebuah lahan basah berawa yang besar di Nil Putih di wilayah Sudan Selatan. Rencana untuk membangun sebuah terusan melewati rawa tersebutย โ yang dinamakan Terusan Jongleiย โ diprakarsai pada awal abad ke-20 dengan tujuan untuk menyediakan lebih banyak air demi menanam kapas di Mesir. Pembangunannya sempat dimulai pada tahun 1978, namun proyek tersebut tidak lama kemudian dihentikan.[243]
Pariwisata dan rekreasi
sunting
Sungai Nilย โ terutama bentangannya di Mesirย โ telah menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di dunia selama ribuan tahun, dan telah menjadi subjek dari sejumlah besar literatur perjalanan.[244][bh] Salah satu destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi di sepanjang Sungai Nil adalah Kompleks Piramida Gizaย โ sekitar 9 kilometer (5,6ย mi) dari jalur modern Sungai Nil di Kairoย โ yang telah menjadi destinasi wisata sejak zaman bangsa Yunani.[245][bf]
Bentang Sungai Nil antara Kairo dan Aswan telah lama menjadi tujuan wisata populer: selama perayaan pembukaan Terusan Suez pada tahun 1870, sekelompok besar wisatawan menaiki perahu di bentang sungai tersebut dan mengunjungi Luxor, Dendera, Saqqara, Edfu, dan Philae.[244] Salah satu biro perjalanan pertama di dunia, Thomas Cook & Son, mulai menawarkan tur melintasi sungai ini pada tahun 1870 saat Terusan Suez dibuka, dan mulai mengadakan pelayaran kapal uap secara reguler di Sungai Nil pada tahun 1875.[246] Sejak pembangunan Bendungan Tinggi Aswan pada tahun 1970, bendungan itu sendiri telah menjadi sebuah daya tarik wisata, bersama dengan kuil-kuil di sekitarnya yang dipindahkan selama proses pembangunannya guna menghindari agar tidak tenggelam.[247] Bendungan Tinggi Aswan juga membawa keuntungan bagi industri kapal pesiar karena sungai dari Aswan ke delta dapat dilayari dengan aman sepanjang tahun.[248]
Daerah Aliran Sungai Nil adalah rumah bagi beberapa taman dan cagar alam, termasuk Taman Nasional Air Terjun Murchison di Uganda[249] dan Kawasan Lindung Salouga dan Ghazal (Salouga and Ghazal Protected Area) di Mesir.[250]Air Terjun Bujagali dulunya adalah salah satu situs arung jeram paling terkemuka di Afrika, namun kini telah tenggelam akibat pembangunan Pembangkit Listrik Bujagali.[251] ```
Dalam kebudayaan
suntingSeni dan sastra
suntingSungai ini sering ditampilkan dalam seni rupa Mesir Kuno, sering kali bersama para raja yang sedang memancing atau menombak kuda nil.[253] Karya seni lanskap yang menampilkan Sungai Nilย โ baik secara langsung maupun kiasanย โ disebut lanskap Nilotik. Lanskap Nilotik ditandai dengan pemandangan sungai yang menampilkan kehidupan tumbuhan dan hewan, yang sebagian besarnya merupakan spesies asli Mesir. Elemen-elemen yang umum dijumpai meliputi papirus, pohon palem, ikan, burung air, danย โ meskipun lebih jarangย โ kucing, monyet, serta buaya.[253]
Lanskap Nilotik juga direpresentasikan dalam karya seni dari Yunani kuno dan Romawi kuno.[255] Seni Nilotik pada masa Kekaisaran Romawi lebih menekankan pada hewan-hewan buas, yang biasanya mencakup buaya dan kuda nil.[255] Representasi Sungai Nil yang terkenal dalam bidang seni adalah Personifikasi Sungai Nil, sebuah patung marmer kolosal dari ca abad ke-2 SM di Romaย โ yang kini berada di Museum Vatikan.[bj] Sungai Nil direpresentasikan sebagai seorang pria yang sedang bersandar sambil memegang berkas-berkas gandum di tangannya. Di sisinya terdapat sebuah sfinksย โ mewakili Mesirย โ dan enam belas anak yang melambangkan enam belas hasta (ketinggian ideal dari banjir tahunannya). Pada bagian dasarnya terdapat buaya, orang kerdil (pigmi), dan kuda nil.[254]
Sungai Nil terlihat dalam berbagai karya seni yang menampilkan empat sungai besar di dunia: Nil (Afrika), Donau (Eropa), Gangga (Asia), dan Rรญo de la Plata (Amerika). Contohnya meliputi lukisan Empat Sungai Firdaus karya Peter Paul Rubens (1615)[257] dan air mancur di Roma Fontana dei Quattro Fiumi (Air Mancur Empat Sungai) yang dirancang oleh Gian Lorenzo Bernini (1651).[258] Pada air mancur karya Bernini, Sungai Nil digambarkan sebagai seorang pria dengan kepala tertutup kain, melambangkan misteri sumber air Sungai Nil yang kala itu belum diketahui.[259]
Gita Puja untuk Nil digubah dan dinyanyikan oleh bangsa Mesir Kuno; himne ini merayakan banjir Sungai Nil dan manfaat yang dibawanya bagi peradaban Mesir.[260] Giuseppe Verdi ditugaskan oleh Isma'il Pasha untuk menggubah sebuah opera guna merayakan pembukaan Terusan Suez. Opera tersebut, Aida, dipertunjukkan di Gedung Opera Kerajaan Mesir yang baru dibangun pada tahun 1871. Babak ketiga opera ini berlatar di tepi Sungai Nil.[261] Sejak dimulainya pembangunan Bendungan Renaisans Agung Etiopia, para musisi Etiopia telah memproduksi berbagai lagu yang merayakan dan mengagungkan Sungai Nil serta bendungan tersebut.[262]
William Shakespeare membuat karakter Marc Antony mendeskripsikan banjir Sungai Nil dalam drama Antony and Cleopatra: "Begitulah yang mereka lakukan, Tuan: mereka mengukur aliran Sungai Nil menggunakan skala tertentu di piramida; mereka mengetahui, berdasarkan ketinggian, kerendahan, atau rata-ratanya, apakah paceklik atau panen melimpah yang akan menyusul: semakin tinggi Nil meluap, semakin banyak yang dijanjikannya: saat surut, para penabur benih menyebarkan biji-bijian mereka di atas lumpur dan endapan, dan tidak lama kemudian tiba saatnya untuk memanen."[263][bk]Agatha Christie menulis novel misteri populer pada tahun 1937 yang berjudul Pembunuhan di Sungai Nil (Death on the Nile), tentang sebuah pembunuhan di atas kapal uap Nil, yang telah menginspirasi beberapa adaptasi.[264] Adrift on the Nile adalah novel tahun 1966 karya penulis Mesir sekaligus pemenang Hadiah Nobel, Naguib Mahfouz, tentang seorang pemuda yang tinggal di rumah perahu di Sungai Nil. Sungai ini menjadi metafora bagi kehidupan yang tidak dapat ia kendalikan, yang membuatnya berpaling dari masyarakat.[265] Sungai Nil memainkan peran penting dalam beberapa permainan video, termasuk Civilization VI.[266]
Mitos dan agama
sunting

Kosmologi bangsa Mesir Kuno pada dasarnya bersifat siklus: alih-alih memandang kehidupan memiliki awal dan akhir, kehidupan dipandang sebagai siklus yang abadi. Pandangan hidup bersiklus ini berakar pada dunia alam yang mengelilingi bangsa Mesir, pergerakan harian matahari, dan banjir tahunan Sungai Nil.[269] Dewa matahari Ra melintasi langit setiap hari dari timur ke barat, dan ketiga fase hari tersebut (matahari terbit, siang hari, dan matahari terbenam) berkorespondensi dengan siklus hidup manusia: kelahiran, kehidupan, dan kematian. Oleh karena itu, banyak situs pemakaman ditempatkan di tepi barat Sungai Nil, sehingga menjadi lebih dekat dengan matahari terbenam.[270][bl]
Dalam agama Mesir Kuno, tidak ada satu pun dewa yang mempersonifikasi Sungai Nil dengan cara yang sama seperti dewa Ra mempersonifikasi matahari.[271] Dewa-dewi yang dikaitkan dengan sungai ini di antaranya adalah Hapy (dewa banjir tahunan) dan Khnum (dewa katarak pertama), yang secara bersama-sama bertanggung jawab dalam menghasilkan banjir tahunan Sungai Nil untuk menyuburkan lahan pertanian negara tersebut.[267] Agama Mesir menempatkan sumber dari banjir tahunan Sungai Nil di Pulau Elephantine (di katarak pertama) di mana air banjir tersebut diyakini mengalir naik dari alam bawah (dunia bawah).[272]
Isis merupakan dewa utama dalam agama Mesir Kuno, yang sangat erat kaitannya dengan Sungai Nil. Kultus-kultus yang didasarkan pada Isis menyebar dari Mesir ke Eropa pada abad ke-2 SM.[273] Sebuah contoh pengaruh kultus Isis di Eropa adalah Mosaik Nil Palestrina, yang terletak di Roma dan berasal dari abad pertama SM: mosaik berukuran 4 kali 3 meter tersebut menggambarkan lanskap Nilotik yang mendetail.[274]
Dalam Mitologi Yunani, Nilus adalah dewa Sungai Nil, salah satu dari ribuan anak dewa sungai dari Titan Okeanos dan saudara perempuan sekaligus istrinya, Tethys. Nilus adalah ayah dari naiad Memphis, tokoh pendiri mitologis kota Memphis.[275] Sungai Nil disebutkan puluhan kali dalam Alkitab, termasuk kisah di Kitab Keluaran tentang bayi Musa yang ditempatkan di dalam keranjang di sungai tersebut.[268] Beberapa pakar mengidentifikasi sungai Gihonย โ yang disebutkan dalam Kitab Kejadian sebagai salah satu dari empat Sungai Firdausย โ sebagai Sungai Nil.[268] Sebuah kisah yang sangat penting bagi orang-orang Koptik di Mesir dapat ditemukan di dalam Injil Matius: menceritakan bagaimana Yusuf dan Maria melarikan diri ke Mesir serta tinggal di dekat Sungai Nil selama beberapa tahun, untuk menghindari Herodes.[268]
Referensi
suntingCatatan kaki
sunting- ^ a b c Perkiraan lokasi sumber awalnya ditentukan pada tahun 1969 oleh sekelompok peneliti dari Universitas Waseda.[2] Pada tahun 2006, sekelompok petualang menemukan kembali lokasi tersebut, dan menempatkan penanda di sebuah pohon terdekat (2ยฐ16โฒ56โณS 29ยฐ19โฒ53โณE๏ปฟ / ๏ปฟ2.28222ยฐS 29.33139ยฐE) yang kini menjadi tempat wisata kecil.[2] Pada tahun 2009, para akademisi menggunakan citra satelit untuk menyempurnakan lokasi sumber, menempatkannya di sebuah mata air (2ยฐ19โฒ35โณS 29ยฐ21โฒ30โณE๏ปฟ / ๏ปฟ2.32639ยฐS 29.35833ยฐE) beberapa km dari lokasi tahun 1969/2006 tersebut.[2]
- ^ a b c Nilai panjang 7.088 km untuk Sungai Nil didasarkan pada penelitian Liu 2009. Penelitian ini mengukur sepuluh sungai di seluruh dunia menggunakan metodologi yang sama: panjangnya diukur di sepanjang garis tengah sungai menggunakan citra satelit. Citra tersebut dikumpulkan dari tahun 1999 hingga 2002.[3] Panjang semua sungai bervariasi seiring berjalannya waktu, karena adanya perubahan aliran sungai, pembaruan data sumber air, perubahan ukuran delta, atau pengembangan metodologi pengukuran yang baru.[4] Gelar sebagai sungai terpanjang sedikit mengundang perdebatan.[5] Sumber-sumber yang menyatakan bahwa Sungai Nil adalah sungai terpanjang meliputi Liu 2009; Fierro & Nyer 2007, hlm.ย 5.35; Talbot & Williams 2009, hlm.ย 39; Dumont 2009, hlm.ย 1; dan Sutcliffe 2009, hlm.ย 336.
- ^ a b c Debit air adalah 2.757 m3/dtk (87 km3/thn) di Aswan.[6] Di antara Aswan dan Laut Tengah, Mesir menarik sejumlah besar air untuk irigasi, yang menyebabkan nilai debit di hilir menjadi lebih rendah. Di dekat Kairo, debit airnya adalah 1.251 m3/dtk (40 km3/thn).[6] Debit air dari delta menuju ke Laut Tengah hanya sebesar 150 m3/dtk (5 km3/thn).[7] Nilai-nilai ini diukur sebelum pembangunan Bendungan Renaisans Agung Etiopia.
- ^ Hieroglif lain untuk 'sungai' disajikan dalam Faulkner 1964, hlm.ย 33 dan Allen 2000, hlm.ย 21,101.
- ^ Beberapa katarak telah tenggelam oleh waduk buatan manusia.
- ^ a b Sumber Sungai Nil mengarah ke Sungai Rukarara, kemudian ke Sungai Mwogo, yang bergabung dengan Sungai Mbirurume untuk membentuk Sungai Nyabarongo, yang mengarah ke Sungai Kagera, yang bermuara di Danau Victoria.[34]
- ^ Monumen yang didirikan oleh Waldecker untuk sumber paling selatan berada di koordinat 3ยฐ54โฒ54โณS 29ยฐ50โฒ16โณE๏ปฟ / ๏ปฟ3.9151ยฐS 29.8379ยฐE.[25]
- ^ Sungai Nil keluar dari Danau Victoria di kota Jinja, yang menjadi lokasi beberapa tempat wisata bernama "sumber Sungai Nil" termasuk Jembatan Sumber Sungai Nil.[27]
- ^ Sumber Nil Biru berada sekitar 75 km di sebelah selatan Danau Tana, pada koordinat 10ยฐ58โฒ12โณN 37ยฐ11โฒ55โณE๏ปฟ / ๏ปฟ10.9699ยฐN 37.1986ยฐE.[29]
- ^ Pada tahun 2011, Sudan Selatan memisahkan diri dari Sudan, menjadikannya negara kesebelas di Daerah Aliran Sungai Nil.[31]
- ^ Diukur berdasarkan luas wilayah, bukan volume.
- ^ Sebagian besar curah hujan di DAS Bahr el Ghazal hilang karena penguapan sebelum mencapai Sungai Nil.[40]
- ^ Wilayah Nil Putih, seperti yang didefinisikan di sini, hanya mencakup sebagian kecil dari Sungai Nil Putih yang jauh lebih besar.
- ^ Segmen Sungai Nil di antara titik pertemuan Nil Biru/Putih dan Laut Tengah disebut Nil utama atau Nil Sahara.[44]
- ^ a b c d e f g h Data tidak memasukkan dampak dari Bendungan Renaisans Agung Etiopia, yang selesai dibangun pada 2025
- ^ Perbandingan tersebut menggunakan debit Sungai Nil yang diukur di Aswan. Debit Sungai Nil yang bermuara ke Laut Tengah jauh lebih kecil.[c]
- ^ Seiring berkurangnya aliran Nil Biru di musim dingin, air Nil Putih yang sebelumnya tertahan akan meningkatkan alirannya melewati Khartoum.[63] Pada bulan April dan Mei, Nil Putih memasok sekitar 80% air Nil utama. Dengan demikian, daerah-daerah di hilir Khartoum menerima aliran yang stabil (meskipun tidak selalu konstan) yang memungkinkan irigasi sepanjang tahun.[63]
- ^ Besaran banjir tahunan Sungai Nil dapat sangat bervariasi dari tahun ke tahun. Periode banjir rendah dapat berlangsung selama beberapa dekade atau abad.[64]
- ^ Aliran tahunan sungai di Aswan adalah sekitar 84 kilometer kubik; dan kapasitas waduk Bendungan Tinggi Aswan adalah sekitar 160 kilometer kubik.[66]
- ^ Data transportasi sedimen dikumpulkan selama rentang tahun yang luas, mulai dari tahun 1997 hingga 2019. Setiap lokasi pengukuran memiliki rentang waktu pengumpulan yang unik, yang dirinci dalam Lemma 2019, hlm.ย 11 dan Sutcliffe 2009, hlm.ย 359.
- ^ Definisi teknis tentang sumber dan penyerap yang digunakan oleh para ilmuwan lebih rumit daripada yang disajikan di sini. Demi kejelasan, definisi sumber dan penyerap ini telah disederhanakan.
- ^ Sumber dan penyerap berguna bagi para pembuat kebijakan ketika merundingkan masalah pembagian air internasional, seperti pembangunan bendungan.[73] Pada abad ke-21, Mesir dan Sudan terus bergantung pada pengambilan air dalam jumlah besar dari Sungai Nil untuk kelangsungan hidup mereka.[74] Beberapa ahli memprediksi bahwa Daerah Aliran Sungai Nil mungkin akan mengalami masalah kelangkaan air di masa depan, jika pertumbuhan populasi, kebutuhan pertanian, dan perubahan iklim berpadu untuk menciptakan skenario di mana permintaan air melebihi jumlah air yang tersedia.[75]
- ^ Keseimbangan air di suatu wilayah dapat direpresentasikan melalui persamaan. Ada banyak persamaan keseimbangan air.[77] Persamaan yang relatif sederhana adalah:
- ^ a b c d e Legenda Tabel Hidrologi:[55]
- Presip - Presipitasi (P)
- Evap- Evapotranspirasi (ET)
- Kes Air - Presip-ET
- Debit - Aliran sungai di stasiun pengukuran (rata-rata sepanjang tahun)
- Sumber atau Penyerap - Apakah DAS merupakan sumber atau penyerap air yang signifikan?
- ^ Luas DAS adalah Daerah Aliran Sungai Nil di dalam negara tersebut.
- ^ a b c Demi kejelasan, nama-nama beberapa stasiun telah diubah untuk menggunakan nama-nama fitur geografis utama di dekatnya. Sebagai contoh, stasiun Kilo3 disajikan di sini sebagai "Muara Sungai Atbarah". Stasiun Paara disajikan di sini sebagai "Air Terjun Murchison". Stasiun "Owen Reservoir" disajikan di sini sebagai "Aliran keluar Danau Victoria".
- ^ Stasiun-stasiun pengukuran tercantum dalam tabel-tabel berikut dengan urutan dari hulu ke hilir. Data "kecepatan" debit adalah rata-rata sepanjang tahun. Data DAS dalam tabel adalah untuk masing-masing DAS secara individu; sifatnya tidak kumulatif. Sebagai contoh, limpasan dari DAS kedua (Air Terjun Murchison) tidak menyertakan limpasan dari DAS hulunya (aliran keluar Danau Victoria).
- ^ Diukur di bendungan Nalubaale.[81]
- ^ Diukur di Paara (Uganda), sedikit di hilir dari Air Terjun Murchison.[81]
- ^ Diukur di Mongalla, Sudan Selatan, sekitar 40 km di hilir (utara) Juba.[81]
- ^ Malakal berada setelah pertemuan Nil Putih dan Sobat. Ini mencakup anak sungai Bahr el Ghazal dan Sobat.[81]
- ^ Diukur di Al Mogran sebelum pertemuan dengan Nil Biru (hanya mencakup Nil Putih).[81]
- ^ Hanya mencakup Nil Biru (tidak termasuk Nil Putih).[81]
- ^ Kira-kira di titik tengah Sungai Atbarah.[81]
- ^ Diukur di stasiun Kilo3, tempat Sungai Atbarah bergabung dengan Sungai Nil.[81]
- ^ Stasiunnya adalah El Ekhsase, di dekat Kairo. Data DAS mencakup Delta Nil, meskipun delta tersebut berada di hilir stasiun.[82]
- ^ Jack Talling menulis bahwa "Dua karakteristik air dari Nil Hilir telah lama menarik perhatianย โ bahwa airnya memiliki kualitas yang sangat baik untuk diminum dan diirigasi, dan bahwa secara musiman air tersebut mengandung konsentrasi lanau yang tinggi."[95]
- ^ Kakap nil dimasukkan ke Danau Victoria oleh otoritas Uganda dalam sebuah upaya rahasia untuk menciptakan lahan perikanan baru; tetapi hal ini tidak pernah diakui oleh Uganda.[105]
- ^ Kelima periode ini diusulkan oleh Abdelsalam 2018 berdasarkan peristiwa lingkungan dan tektonik besar yang berdampak pada Sungai Nil.[117] Ilmuwan lain menghipotesiskan serangkaian periode evolusi yang berbeda; misalnya, ahli geologi Rushdi Said menghipotesiskan delapan periode dalam bukunya Said 1993.[118]
- ^ Obweruka ada dari sekitar 7,5 JTL hingga 2,5 JTL.[122]
- ^ Sungai Nil dan Danau Victoria belum ada dalam bentuknya yang sekarang pada zaman Australopithecus afarensis, Homo habilis, atau industri Oldowan.[116]
- ^ Orang Mesir Kuno familier dengan aliran Nil Biru hingga ke Danau Tana.[139]
- ^ Sadd el-Kafara hancur sebelum selesai dibangun, dan tidak pernah berfungsi sebagai bendungan.[140]
- ^ Beberapa otoritas menempatkan batas utara Nubia di Katarak Pertama;[143] sementara yang lain menempatkannya di Katarak Kedua.[144]
- ^ Juga disebut "Firaun Kush".[146]
- ^ Peta tersebut diukir oleh Jodocus Hondius atau salah satu pengikutnya, dan diterbitkan sekitar tahun 1619.[158]
- ^ Contoh peta awal yang menunjukkan Sungai Nil dan sumbernya berasal dari abad ke-12, ketika ahli geografi Arab Muhammad al-Idrisi menerbitkan sebuah buku Tabula Rogeriana yang menunjukkan Sungai Nil mengalir dari sebuah danau besar di pedalaman Afrika.[162]
- ^ Kekuatan-kekuatan Eropa membagi-bagi Afrika selama proses yang disebut Perebutan Afrika, yang diresmikan dalam Konferensi Berlin tahun 1885. Berdasarkan perjanjian tersebut, Inggris menerima sebagian besar Daerah Aliran Sungai Nil.[167]
- ^ a b Mesir secara nominal merdeka pada tahun 1922, tetapi Inggris tetap mempertahankan kendali atas kebijakan luar negeri dan menempatkan angkatan bersenjatanya di dekat Terusan Suez. Kemerdekaan penuh dicapai pada tahun 1957 setelah Krisis Suez.[176]
- ^ Perjanjian 1959 juga mengatur kompensasi finansial yang dibayarkan dari Mesir ke Sudan atas pemindahan penduduk Nubia akibat waduk baru di balik Bendungan Tinggi Aswan.[179]
- ^ Menurut Sundeep Waslekar, kekeringan di Daerah Aliran Sungai Nil pada abad ke-20 memengaruhi sekitar 170 juta orang dan menewaskan setengah juta orang.[187] Dari 70 insiden kekeringan yang terjadi antara tahun 1900 dan 2012, 55 insiden di antaranya terjadi di Etiopia, Sudan, Sudan Selatan, Kenya, dan Tanzania.[187]
- ^ Sudan Selatan belum menjadi negara pada tahun 1999, tetapi bergabung dengan Inisiatif Daerah Aliran Sungai Nil pada tahun 2012.[31] Eritrea menolak untuk berpartisipasi dalam Inisiatif Daerah Aliran Sungai Nil.[191]
- ^ Kenya bukan salah satu penandatangan awal, tetapi menandatanganinya segera setelah dibuat.[195]
- ^ Perjanjian 2015 menetapkan bahwa ketiga negara akan menggunakan air Sungai Nil secara adil dan wajar; dan mereka menyepakati pendekatan untuk mengisi waduk dan mengoperasikan bendungan tersebut.[201]
- ^ Total kapasitas pembangkitan listrik untuk Daerah Aliran Sungai Nil dihitung dengan menjumlahkan nilai-nilai kapasitas pembangkitan dari tabel berjudul "Pembangkit listrik tenaga air utama di Daerah Aliran Sungai Nil". Sumber-sumber untuk kapasitas pembangkit listrik individual disebutkan dalam tabel yang sama.
- ^ Tabel ini hanya memasukkan stasiun pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas di atas 100 MW. Stasiun-stasiun yang lebih kecil seperti Bendung Asyut, Bendungan Jebel Aulia, Bendungan Naga Hammadi, Pembangkit Listrik Esna, dan PLTA Tis Abay I, II tidak disertakan. Pembangkit listrik tenaga air yang berada di luar Daerah Aliran Sungai Nil tidak disertakan, seperti halnya Bendungan Gilgel Gibe I, II, dan III milik Etiopia.
- ^ Warna pada kolom "Markah tanah" menunjukkan negara tempat beradanya stasiun pembangkit listrik tenaga air tersebut.
- ^ a b Karya seni yang menunjukkan obelisk di atas perahu terdapat di kuil-kuil makam Deir el-Bahari. Sungai Nil dulunya jauh lebih dekat ke Kompleks Piramida Giza dibandingkan sekarang, yang memungkinkan perahu untuk membawa batu mendekati lokasi pembangunan.[239]
- ^ Data mengenai kargo perairan Mesir berasal dari tahun 2023.[240]
- ^ Pada tahun 1992, pustakawan Smithsonian Martin R. Kalfatovic mendokumentasikan 1.150 buku yang menceritakan berbagai perjalanan di Sungai Nil.[244]
- ^ Detail dari karya seni yang lebih besar di Makam Menna di Nekropolis Thebes[252]
- ^ Patung kolosal adalah patung yang berukuran dua kali lipat dari ukuran aslinya atau lebih besar.[256]
- ^ Kutipan dari Antony and Cleopatra (Babak 2, Adegan 7). "Foison" berarti panen yang melimpah.
- ^ Sisi barat sungai adalah tempat di mana banyak monumen pemakaman Mesir berada, termasuk Kompleks Piramida Giza, Nekropolis Memfis, dan Lembah Para Raja.[270]
Kutipan
sunting- ^ a b Senay 2014, hlm.ย 8640, Table 5.
- ^ a b c d e f g h i j k l m
- Liu 2009.
- Tvedt 2021, hlm.ย 277โ278.
- ^ a b c d Liu 2009.
- ^ Liu 2009, hlm.ย 81.
- ^
- McCoy 2023.
- Liu 2009, hlm.ย 80-81.
- ^ a b c Senay 2014, hlm.ย 8639, Table 4.
- ^ "Water Accounting in the Nile River Basin", United Nations, hlm.ย 1.
- ^ a b Size from Senay 2014, hlm.ย 8640, Table 5. Ten percent from Shahin 2002, hlm.ย 272. According to Hughes 1992, hlm.ย 97, authorities report a variety of values for the size of the Nile Basin because the flat, waterless deserts of Egypt make it difficult to establish a boundary in the northern regions.
- ^ a b c d e f g h i j k l m Hurst 2025.
- ^ Gardiner 1964, hlm.ย 43,623.
- ^ Allen 2000, hlm.ย 21,101.
- ^ Allen 2000, hlm.ย 339,470.
- ^
- Badawi 2003, hlm.ย 717.
- Hurst 2025.
- ^ a b Dumont 2009, hlm.ย 6.
- ^ Hamilton 2016, hlm.ย 66.
- ^ Murray 1923, hlm.ย 8.
- ^
- Dumont 2009, hlm.ย 5,6,40.
- Sutcliffe 2009, hlm.ย 338,345.
- ^
- Haupt 1926, hlm.ย 305.
- Ranjan 2024, hlm.ย 24.
- ^ Sutcliffe 2009, hlm.ย 338,345.
- ^ a b Dumont 2009, hlm.ย 4.
- ^ Talling 2009, hlm.ย 390.
- ^ Dumont 2009, hlm.ย 5.
- ^ a b
- Eggermont 2009, hlm.ย 243โ246.
- Tvedt 2021, hlm.ย 282.
- ^ a b
- Collins 2002, hlm.ย 27-29.
- Tvedt 2021, hlm.ย 300โ301.
- Hughes 1992, hlm.ย 97,119,198.
- Warburg 2007, hlm.ย 475,483-484.
- "Source Du Nil", Google Maps.
- ^ "Source Du Nil", Google Maps.
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 6.
- ^ Walubiri 2018.
- ^
- Sutcliffe 2009, hlm.ย 340-341.
- Camberlin 2009, hlm.ย 312-314. Map of rainfall intensity over Lake Victoria.
- ^ a b Tvedt 2021, hlm.ย 323โ324.
- ^ Allan 2009, hlm.ย 753.
- ^ a b c Ranjan 2024, hlm.ย 18.
- ^
- Sutcliffe 2009, hlm.ย 335-340.
- Collins 2002, hlm.ย 5.
- ^
- Eggermont 2009, hlm.ย 255.
- Collins 2002, hlm.ย 27-46. Overview of African Great Lakes.
- ^
- Tvedt 2021, hlm.ย 260,263,277โ278. Furthest source.
- Hughes 1992, hlm.ย 97,119,198. Southernmost source.
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 214.
- ^ a b c d
- Hurst 2025.
- Sutcliffe 2009, hlm.ย 336โ339.
- ^
- Hurst 2025.
- Tvedt 2021, hlm.ย 5. Arabic translation.
- ^ Collins 2002, hlm.ย 47-69. Overview of Sudd.
- ^ "Baแธฅr al-Ghazฤl" Britannica.
- ^ a b
- Sutcliffe 2009, hlm.ย 352โ354.
- Dumont 2009, hlm.ย 6.
- ^ Bunbury 2023, hlm.ย 44-45.
- ^ Shahin 2002, hlm.ย 276.
- ^ a b El-Shabrawy 2009, hlm.ย 149.
- ^
- Sutcliffe 2009, hlm.ย 360.
- Williams 2009, hlm.ย 62.
- ^ a b Bunbury 2023, hlm.ย 45.
- ^ Hamza 2009, hlm.ย 75.
- ^
- Hurst 2025.
- Talbot & Williams 2009, hlm.ย 37โ40, 57.
- ^
- Hamza 2009, hlm.ย 93.
- Bunbury 2023, hlm.ย 45.
- ^
- Tvedt 2021, hlm.ย 323โ324.
- McKenna 2025.
- Collins 2002, hlm.ย 88-104. Overview of Blue Nile.
- ^
- ^
- Tvedt 2021, hlm.ย 274, 339. Blue Nile Falls.
- Tvedt 2021, hlm.ย 116,135. Roseires Dam.
- Tvedt 2021, hlm.ย 341. Grand Ethiopian Renaissance Dam.
- Tvedt 2021, hlm.ย 118, 131, 348. Sennar Dam.
- ^ a b Senay 2014, hlm.ย 8639, Table 3.
- ^ a b
- Hurst 2025.
- Dumont 2009, hlm.ย 7.
- Sutcliffe 2009, hlm.ย 339.
- ^
- Tvedt 2021, hlm.ย 321,336โ337. Tekezรฉ Dam.
- Sutcliffe 2009, hlm.ย 359. Khashm el-Girba Dam.
- Hafez 2024. Upper Atbara and Setit Dam Complex.
- ^ a b c d Senay 2014.
- ^ "Nile Basin Dongola", Global Runoff Data Center.
- ^
- Tvedt 2021, hlm.ย 4.
- Sutcliffe 2009, hlm.ย 340.
- Collins 2002, hlm.ย 11.
- ^ Senay 2014, hlm.ย 8639, Tabel 4. Berdasarkan angka debit tahunan: Nil Biru 48 km3; Nil Putih 28 km3; Atbarah 12 km3.
- ^ Sutcliffe 2009, hlm.ย 357.
- ^ Sutcliffe 2009, hlm.ย 346.
- ^
- Tvedt 2021, hlm.ย 5.
- Ghabbour 2009, hlm.ย 503โ504.
- ^
- Hurst 2025. Summer flood: 25.1 billion ft3 per day, or 0.71 km3 per day.
- Senay 2014, hlm.ย 8639, Table 4. Annual mean measured at Dongola station: 83 km3 per year, or 0.23 km3 per day.
- ^ a b Tvedt 2021, hlm.ย 5.
- ^ Collins 2002, hlm.ย 20-26.
- ^
- El-Shabrawy 2009, hlm.ย 125.
- Tvedt 2021, hlm.ย 5.
- Bunbury 2023, hlm.ย 45.
- ^
- El-Shabrawy 2009, hlm.ย 125.
- Senay 2014, hlm.ย 8644, section 3.5.4.
- ^ Lemma 2019, hlm.ย 1.
- ^ Talbot & Williams 2009, hlm.ย 38.
- ^ Talbot & Williams 2009, hlm.ย 37.
- ^ a b Sutcliffe 2009, hlm.ย 359.
- ^ a b Lemma 2019, hlm.ย 11.
- ^ Senay 2014, hlm.ย 8631, Equation (4).
- ^ a b
- Senay 2014, hlm.ย 8648, Section 4.
- Ranjan 2024, hlm.ย 19.
- Okidi 1994, hlm.ย 341.
- ^ Bunbury 2023, hlm.ย 43-44,61.
- ^ Bunbury 2023, hlm.ย 70.
- ^ Senay 2014, hlm.ย 8641,8648, Figure 7; Sections 3.5.5, 4; Tables 3,4,5 and 6.
- ^ a b c Healy 2007, hlm.ย 5-6.
- ^
- Healy 2007, hlm.ย 5โ6.
- Senay 2014, hlm.ย 8631, Equation (4)
- ^ a b c d e Senay 2014, Tables 3,4,5 and 6; Sec 3.5.5 (Source/Sink).
- ^ Senay 2014, hlm.ย 8629-8630, Sec. 2.2.
- ^ a b c d e f g h i j k Senay 2014, Figure 1, Table 2.
- ^ Senay 2014, Figure 1, Table 2, Sec 2.2.5.
- ^ a b
- Sutcliffe 2009, hlm.ย 340,361.
- Talling 2009, hlm.ย 25.
- Bunbury 2023, hlm.ย 68.
- Collins 2002, hlm.ย 15-20.
- ^ a b Sutcliffe 2009, hlm.ย 340,361.
- ^ a b
- Witte 2009, hlm.ย 647, 651โ652.
- Green 2009, hlm.ย 205.
- ^ Witte 2009, hlm.ย 647.
- ^ a b c
- Tvedt 2021, hlm.ย 189.
- Hurst 2025.
- Van Damme & Bocxlaer 2009, hlm.ย 585.
- Dumont 2009, hlm.ย 10โ11.
- Green & El-Moghraby 2009, hlm.ย 193,196โ197,201โ202.
- ^ a b Green 2009, hlm.ย 205.
- ^ a b Green 2009a, hlm.ย 705.
- ^
- Green 2009a, hlm.ย 705.
- Bunbury 2023, hlm.ย 53-55,58,70.
- ^
- Green 2009, hlm.ย 205,207.
- Vijverberg 2009, hlm.ย 166.
- ^
- Green 2009, hlm.ย 205.
- Dumont 2009, hlm.ย 13.
- ^
- Sutcliffe 2009, hlm.ย 350.
- Hurst 2025.
- ^
- Dumont 2009, hlm.ย 18.
- Talling 2009a, hlm.ย 368.
- ^ Talling 2009a, hlm.ย 368.
- ^
- Dumont 2009, hlm.ย 18.
- El-Sheekh 2009, hlm.ย 395โ396.
- ^ "Nile Basin National Water Quality", Nile Basin Initiative, hlm.ย 12-22.
- ^
- Hegab 2025.
- Hamza 2009, hlm.ย 75.
- Bunbury 2023, hlm.ย 53,59,69.
- ^ Abotalib 2023.
- ^
- Witte 2009a, hlm.ย 733.
- El-Sheekh 2009, hlm.ย 395.
- Tvedt 2021, hlm.ย 18.
- ^ a b c
- Kuper & Krรถpelin 2006, hlm.ย 803โ807. Egyptian culture.
- Bunbury 2023, hlm.ย 47,57. Egyptian culture.
- Shoup 2017, Articles: "Culture of the Nile", "History of the Nile", "History of Egypt: Ancient", "History of Sudan: Ancient Kush and Nubia", "Atbara River". Nubian (Sudanese) culture in Sudan.
- ^ a b Williams 2009a, hlm.ย 771.
- ^
- Green 2009a, hlm.ย 718.
- Bunbury 2023, hlm.ย 53,55
- ^ Bunbury 2023, hlm.ย 53-55,58,70.
- ^ a b c d
- Marshall 2018, hlm.ย 1542โ1543,1546โ1548.
- Tvedt 2021, hlm.ย 216.
- Lehman 2009, hlm.ย 227.
- Green 2009a, hlm.ย 718.
- ^ Witte 2009a, hlm.ย 735.
- ^ Beck 2018.
- ^ Camberlin 2009, hlm.ย 307.
- ^
- Camberlin 2009, hlm.ย 314-315.
- Sutcliffe 2009, hlm.ย 339.
- ^ Camberlin 2009, hlm.ย 307-310.
- ^ a b Camberlin 2009, hlm.ย 307,327-329.
- ^ Driouech 2020.
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 52โ53. The value "one third" is from the UN Intergovernmental Panel on Climate Change.
- ^ Abdelsalam 2018, hlm.ย 743.
- ^
- Abdelsalam 2018, hlm.ย 742.
- Embabi 2018, hlm.ย 39โ40.
- Tvedt 2021, hlm.ย 4. Young river.
- Said 1993, hlm.ย 32โ52.
- ^ a b Abdelsalam 2018, hlm.ย 742,768, Figures 30A, 30B, 30C, 30D.
- ^ Abdelsalam 2018, hlm.ย 768.
- ^ Abdelsalam 2018, hlm.ย 761.
- ^
- Abdelsalam 2018, hlm.ย 742,768-770, Figure 30A.
- Hamza 2009, hlm.ย 77โ78
- ^ a b Abdelsalam 2018, hlm.ย 742,770, Figure 30B.
- ^
- Abdelsalam 2018, hlm.ย 742,763-764,770, Figure 30B
- Talbot & Williams 2009, hlm.ย 39โ40.
- Warren 2006, hlm.ย 352.
- El Mahmoudi & Gabr 2008, hlm.ย 53โ67.
- Embabi 2018, hlm.ย 39โ45.
- ^ Abdelsalam 2018, hlm.ย 749.
- ^ Abdelsalam 2018, hlm.ย 742,770, Figure 30C.
- ^ Abdelsalam 2018, hlm.ย 742,770, Figure 30D.
- ^
- Abdelsalam 2018, hlm.ย 742,770.
- Van Damme & Bocxlaer 2009, hlm.ย 606.
- Williams 2009, hlm.ย 61,70.
- ^ Williams 2009, hlm.ย 61,70.
- ^ a b Williams 2009, hlm.ย 70.
- ^
- Abdelsalam 2018, hlm.ย 767,770. Between 15,000 and 12,000 KYA.
- Tvedt 2021, hlm.ย 346. Slightly more than 15,000 KYA.
- Van Damme & Bocxlaer 2009, hlm.ย 606. Around 12,000 KYA.
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 246,346.
- ^ Plummer 2023.
- ^
- Bunbury 2023, hlm.ย 53.
- Huyge 2011.
- Leplongeon 2017.
- ^ a b
- ^
- Tvedt 2021, hlm.ย 9โ10.
- Bunbury 2023, hlm.ย 49,63,69.
- ^
- Allen 2000, hlm.ย 103.
- Tvedt 2021, hlm.ย 355. Footnote 10.
- Bunbury 2023, hlm.ย 62.
- ^
- Allen 2000, hlm.ย 21.
- Bunbury 2023, hlm.ย 61.
- ^ Assmann 2001, hlm.ย 59.
- ^
- Redford 2001, hlm.ย 17,305-306, Articles: "Geography", "Lower Egypt".
- Redford 2001a, hlm.ย 464-466, Article: "Upper Egypt".
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 82,92-93.
- ^ a b
- Assmann 2001, hlm.ย 54โ55.
- Dumont 2009, hlm.ย 6.
- Hurst 2025.
- ^ a b Tvedt 2021, hlm.ย 11-12.
- ^ a b
- Tvedt 2021, hlm.ย 92โ95.
- Bunbury 2023, hlm.ย 60.
- Collins 2002, hlm.ย 107-115.
- Shoup 2017, Articles: "History of the Nile", "History of Egypt: Ancient", "History of Sudan: Ancient Kush and Nubia", "Atbara River", "Meroe".
- ^ a b
- Tvedt 2021, hlm.ย 92โ95.
- Shoup 2017, Articles: "Culture of the Nile", "History of the Nile", "History of Egypt: Ancient", "History of Sudan: Ancient Kush and Nubia", "Atbara River". Little contact between Egypt and Sudan: "Culture of the Nile".
- Collins 2002, hlm.ย 39-42. Collins focuses on language groups, and refers to the Kerma as "Cushitic people" based on their use of bahasa Kush.
- ^ Appiah & Gates 2005, hlm.ย 1447.
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 93.
- ^ Shoup 2017, Article: "Culture of the Nile".
- ^ Shoup 2017, Article: "History of Egypt: Ancient".
- ^ Shoup 2017, Article: "History of Sudan: Arrival of Christianity and Islam".
- ^ a b Shoup 2017, Article: "Ethiopia (Abyssinia)".
- ^
- Collins 2002, hlm.ย 102.
- Shoup 2017, Articles: "Blue Nile River", "History of Sudan: Arrival of Christianity and Islam", "History of Sudan: Modern Period".
- ^ Stokes 2009, hlm.ย 499-500, Article: "Nilotes".
- ^
- Tvedt 2021, hlm.ย 138โ144.
- Collins 2002, hlm.ย 70-77.
- Shoup 2017, Articles: "Sudd", "Dinka", "Nuer"
- ^ a b c
- Bunbury 2023, hlm.ย 52.
- Dumont 2009, hlm.ย 15.
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 19-20.
- ^ Bunbury 2023, hlm.ย 50.
- ^ a b Collins 2002, hlm.ย 21.
- ^ a b Bunbury 2023, hlm.ย 50-52.
- ^
- Beaumont 1993, hlm.ย 249.
- Shoup 2017, Article: "Khedive Isma'il 1830-1895".
- ^ a b "Abyssinia", Library of Congress.
- ^
- Tvedt 2021, hlm.ย 2.
- Warburg 2007, hlm.ย 475.
- ^
- Hurst 2025.
- Tvedt 2021, hlm.ย 177-179.
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 177-179.
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 178.
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 324.
- ^
- Source of Blue Nile: 1613-1618. Tvedt 2021, hlm.ย 324.
- Source of White Nile: 1874. Tvedt 2021, hlm.ย 174โ175.
- ^
- Tvedt 2021, hlm.ย 173-174.
- Collins 2002, hlm.ย 36.
- ^ Allan 2009, hlm.ย 749-751.
- ^
- Tvedt 2021, hlm.ย 176โ177,317.
- Shoup 2017, Article: "Geography of the Nile".
- ^
- Dumont 2009, hlm.ย 15.
- Tvedt 2021, hlm.ย 59โ64.
- Bunbury 2023, hlm.ย 52.
- ^
- Dumont 2009, hlm.ย 15.
- Tvedt 2021, hlm.ย 62โ63.
- Hurst 2025.
- ^ Ranjan 2024, hlm.ย 22.
- ^ a b Dumont 2009, hlm.ย 17.
- ^
- Tvedt 2021, hlm.ย 63โ64.
- Roach 2025, hlm.ย 5.
- ^
- Ranjan 2024, hlm.ย 22.
- Tvedt 2021, hlm.ย 63โ64.
- Roach 2025, hlm.ย 5.
- ^ a b Fleming & Lothian 1997, hlm.ย 135-136.
- ^ Ranjan 2024, hlm.ย 22-23.
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 63-68.
- ^
- Tvedt 2021, hlm.ย 122โ123.
- Ranjan 2024, hlm.ย 22โ24.
- ^ a b Ranjan 2024, hlm.ย 24.
- ^ Ranjan 2024, hlm.ย 22-24.
- ^
- Dumont 2009, hlm.ย 15โ16.
- El-Shabrawy 2009, hlm.ย 125.
- Hurst 2025.
- Bunbury 2023, hlm.ย 52.
- ^ Dumont 2009, hlm.ย 16.
- ^
- El-Shabrawy 2009, hlm.ย 148โ151.
- Talling 2009, hlm.ย 29.
- Tvedt 2021, hlm.ย 132โ133.
- Bunbury 2023, hlm.ย 46,53,69.
- ^
- Hassan 2007.
- Tvedt 2021, hlm.ย 132โ133.
- Collins 2002, hlm.ย 187-189.
- ^ a b
- Ranjan 2024, hlm.ย 20โ21,25,32โ33.
- Tvedt 2021, hlm.ย 336โ337, 341โ342.
- Allan 2009, hlm.ย 760โ768.
- ^ Ranjan 2024, hlm.ย 24-25.
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 71, 339-344.
- ^ a b Waslekar 2009, hlm.ย 2.
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 70.
- ^
- Ranjan 2024, hlm.ย 24โ25.
- Tvedt 2021, hlm.ย 82.
- ^ Ranjan 2024, hlm.ย 26-27.
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 312.
- ^
- ^ a b Endeshaw 2025.
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 336-337.
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 244-245.
- ^
- Tvedt 2021, hlm.ย 244โ245.
- Ranjan 2024, hlm.ย 25โ26.
- Roussi 2020.
- Bunbury 2023, hlm.ย 70.
- ^ a b Ranjan 2024, hlm.ย 27.
- ^
- Ranjan 2024, hlm.ย 30.
- Tvedt 2021, hlm.ย 316.
- ^ ฤฐlkbahar & Mercan 2023, hlm.ย 1165-1166.
- ^ Roach 2025, hlm.ย 1-2.
- ^ a b c Ranjan 2024, hlm.ย 28.
- ^ Ranjan 2024, hlm.ย 29-31.
- ^ Ranjan 2024, hlm.ย 30-32.
- ^ Ranjan 2024, hlm.ย 30,33.
- ^ Mureithi 2025.
- ^
- "Desert Agriculture", Copernicus Programme.
- Tvedt 2021, hlm.ย 84โ85.
- ^ a b Allan 2009, hlm.ย 754-758.
- ^ Allan 2009, hlm.ย 754-755.
- ^ Allan 2009, hlm.ย 758.
- ^ a b
- Hamza 2009, hlm.ย 84.
- Holt 2026.
- ^ a b Holt 2026.
- ^
- Hamza 2009, hlm.ย 85.
- Holt 2026.
- ^ Hamza 2009, hlm.ย 75, 84.
- ^ a b Sabr 2026.
- ^
- Sabr 2026
- Tvedt 2021, hlm.ย 315.
- ^ a b c Witte 2009a, hlm.ย 723-724.
- ^ Witte 2009a, hlm.ย 724-725.
- ^ Witte 2009a, hlm.ย 724-725, 742.
- ^
- Witte 2009a, hlm.ย 723โ724, 742.
- Dumont 2009, hlm.ย 17.
- Vijverberg 2009, hlm.ย 182.
- ^ Witte 2009a, hlm.ย 723.
- ^
- Dumont 2009, hlm.ย 17.
- El-Shabrawy & Dumont 2009, hlm.ย 119.
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 348.
- ^ "Aswan Low Dam", Egypt MOEE.
- ^ "Merowe Dam - Sudan", Abu Dhabi Fund for Development.
- ^ "Upper Atbara Dam", OPEC Fund for International Development.
- ^ "Roseires Dam", IHA.
- ^ a b c Hailu 2022, Table 4.
- ^ "Karuma", Uganda Radio Network.
- ^ "Isimba Power Station", UEGCL.
- ^ Griffin 2018.
- ^ Angurini 2021.
- ^ Tumwesigye 2011, hlm.ย 10.
- ^ Sutcliffe 2009, hlm.ย 336.
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 12.
- ^
- Tvedt 2021, hlm.ย 12,14.
- Bunbury 2023, hlm.ย 64.
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 317.
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 115-117, 317.
- ^
- Robins 2008, hlm.ย 126.
- Bunbury 2023, hlm.ย 60, Figure 4.6.
- Younes 2024.
- ^ Younes 2024.
- ^ "Private Sector in River Transport", EnterpriseAM.
- ^
- ^ Dumont 2009, hlm.ย 6-7.
- ^
- Shahin 2002, hlm.ย 286โ287.
- Tvedt 2021, hlm.ย 154.
- Collins 2002, hlm.ย 61-64,195-212.
- ^ a b c Tvedt 2021, hlm.ย 47.
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 54.
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 77.
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 85-87.
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 71.
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 189.
- ^ Bunbury 2023, hlm.ย 53.
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 219.
- ^ a b c Siliotti 1997, hlm.ย 154-155.
- ^ a b c
- Robins 2008, hlm.ย 68โ69,97,126.
- Bunbury 2023, hlm.ย 53โ54.
- ^ a b
- ^ a b
- Betancourt 2007, hlm.ย 93,122,146,190.
- Versluys 2002, hlm.ย 3โ4, 23, 28โ30,43โ50, 55, 65.
- ^ "Colossal", The Concise Oxford Dictionary.
- ^ Rosenthal 2005, hlm.ย 41-42.
- ^ Schama 1995, hlm.ย 289-305.
- ^
- Schama 1995, hlm.ย 302.
- Tvedt 2021, hlm.ย 351.
- ^ "Hymn to the Nile Flood", University College London.
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 43.
- ^ Ayenalem 2023.
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 59.
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 77-78.
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 72-73.
- ^ Tian 2025, hlm.ย 95,100-102.
- ^ a b
- Hart 2005, hlm.ย 61,85โ86.
- Tvedt 2021, hlm.ย 9.
- Fleming & Lothian 1997, hlm.ย 30โ31.
- Bunbury 2023, hlm.ย 62โ63.
- Collins 2002, hlm.ย 14-15.
- ^ a b c d Tvedt 2021, hlm.ย 20-22.
- ^
- Allen 2000, hlm.ย 104.
- Assmann 2001, hlm.ย 63โ64.
- Fleming & Lothian 1997, hlm.ย 15, 108.
- Tvedt 2021, hlm.ย 10.
- ^ a b
- Redford 2001, hlm.ย 147, Article: "Hymns".
- Redford 2001a, hlm.ย 123, 376, Articles: "Re", "Temples".
- Tvedt 2021, hlm.ย 10.
- Fleming & Lothian 1997, hlm.ย 18, 29, 60.
- ^ Hornung 1982, hlm.ย 77โ79.
- ^ Assmann 2001, hlm.ย 54-55, 63.
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 1.
- ^ Tvedt 2021, hlm.ย 2.
- ^ Smith 1878, hlm.ย 499, 553-554, 564, 866.
Sumber
suntingBuku
sunting- Allan, John (2009). "Nile Basin Asymmetries: A Closed Fresh Water Resource, Soil Water Potential, the Political Economy and Nile Transboundary Hydropolitics". Dalam Dumont, Henri (ed.). The Nile: Origin, Environments, Limnology and Human Use. Springer Netherlands. hlm.ย 749โ770. ISBNย 9781402097263. Diakses tanggal 1 December 2025.
- Allen, James P (2000). Middle Egyptian: An Introduction to the Language and Culture of Hieroglyphs. Cambridge University Press. ISBNย 0521774837.
- Appiah, A.; Gates, H.L., ed. (2005). Africana: The Encyclopedia of the African and African American Experience. Oxford University Press. ISBNย 9780195170559.
- Assmann, Jan (2001) [1984]. The Search for God in Ancient Egypt. Lorton, David transl. Cornell University Press. ISBNย 0801487293.
- Badawi, Mohammad, ed. (2003). Al-Muhit Oxford Study Dictionary: English-Arabic. Academia. ISBNย 995330050X. Diakses tanggal 31 January 2026.
- Beaumont, Peter (1993). Drylands: Environmental Management and Development. Routledge. ISBNย 0415004578. Diakses tanggal 13 March 2026.
- Betancourt, P.P (2007). Introduction to Aegean Art. Institute for Aegean Prehistory. ISBNย 9781623030841. Diakses tanggal 1 January 2026.
- Bunbury, Judith; etย al. (2023). "The Egyptian Nile". Dalam Wantzen, Karl M. (ed.). River Culture. UNESCO. hlm.ย 43โ78. doi:10.54677/HHMI3947. ISBNย 9789231005404. Diakses tanggal 10 March 2026.
- Camberlin, Pierre; etย al. (2009). "Nile Basin Climates". Dalam Dumont, Henri (ed.). The Nile: Origin, Environments, Limnology and Human Use. Springer Netherlands. hlm.ย 307โ333. ISBNย 9781402097263. Diakses tanggal 1 December 2025.
- Collins, Robert (2002). The Nile. Yale University Press. ISBNย 9780300097641. Diakses tanggal 16 March 2026. The "Bibliographical Essay" (pp. 245โ248) lists books about the Nile River.
- Dumont, Henri (2009). "A Description of the Nile Basin, and a Synopsis of Its History, Ecology, Biogeography, Hydrology, and Natural Resources". Dalam Dumont, Henri (ed.). The Nile: Origin, Environments, Limnology and Human Use. Springer Netherlands. hlm.ย 1โ22. ISBNย 9781402097263. Diakses tanggal 1 December 2025.
- Eggermont, Hilde; etย al. (2009). "Rwenzori Mountains (Mountains of the Moon): Headwaters of the Nile". Dalam Dumont, Henri (ed.). The Nile: Origin, Environments, Limnology and Human Use. Springer Netherlands. hlm.ย 243โ262. ISBNย 9781402097263. Diakses tanggal 1 December 2025.
- El-Shabrawy, Gamal; Dumont, Henri (2009). "The Fayum Depression". Dalam Dumont, Henri (ed.). The Nile: Origin, Environments, Limnology and Human Use. Springer Netherlands. hlm.ย 95โ124. ISBNย 9781402097263. Diakses tanggal 1 December 2025.
- El-Shabrawy, Gamal (2009). "Lake Nasser-Nubia". Dalam Dumont, Henri (ed.). The Nile: Origin, Environments, Limnology and Human Use. Springer Netherlands. hlm.ย 125โ156. ISBNย 9781402097263. Diakses tanggal 1 December 2025.
- El-Sheekh, Mostafa (2009). "River Nile Pollutants and Their Effect on Life Forms and Water Quality". Dalam Dumont, Henri (ed.). The Nile: Origin, Environments, Limnology and Human Use. Springer Netherlands. hlm.ย 395โ406. ISBNย 9781402097263. Diakses tanggal 1 December 2025.
- Embabi, N.S. (2018). Landscapes and Landforms of Egypt. Springer Nature. doi:10.1007/978-3-319-65661-8_4. ISBNย 9783319656595. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 February 2020. Diakses tanggal 4 February 2020.
- Faulkner, Raymond (1964) [1962]. A Concise Dictionary of Middle Egyptian. Griffith Institute. Diakses tanggal 26 March 2026.
- Fierro, Pedro; Nyer, Evan K. (2007). The Water Encyclopedia: Hydrologic Data and Internet Resources. CRC Press. ISBNย 9781420012583. Diakses tanggal 24 March 2026.
- Fleming, Fergus; Lothian, Alan (1997). The Way to Eternity: Egyptian Myth. Duncan Baird. ISBNย 0705435032.
- Gardiner, Alan (1964) [1927]. Egyptian Grammar (Edisi 3rd). Oxford University Press . Diakses tanggal 26 March 2026.
- Ghabbour, Samir (2009). "The Oligochaeta of the Nile Basin Revisited". Dalam Dumont, Henri (ed.). The Nile: Origin, Environments, Limnology and Human Use. Springer Netherlands. hlm.ย 499โ520. ISBNย 9781402097263. Diakses tanggal 1 December 2025.
- Green, Jim (2009). "The Kyoga Catchment". Dalam Dumont, Henri (ed.). The Nile: Origin, Environments, Limnology and Human Use. Springer Netherlands. hlm.ย 205โ214. ISBNย 9781402097263. Diakses tanggal 1 December 2025.
- Green, Jim (2009a). "Birds of the Nile". Dalam Dumont, Henri (ed.). The Nile: Origin, Environments, Limnology and Human Use. Springer Netherlands. hlm.ย 705โ720. ISBNย 9781402097263. Diakses tanggal 1 December 2025.
- Green, Jim; El-Moghraby, Asim (2009). "Swamps of the Upper White Nile". Dalam Dumont, Henri (ed.). The Nile: Origin, Environments, Limnology and Human Use. Springer Netherlands. hlm.ย 193โ204. ISBNย 9781402097263. Diakses tanggal 1 December 2025.
- Hamilton, Alan (2016). Luganda Dictionary and Grammar. Alan Hamilton. ISBNย 9780954149611. Diakses tanggal 31 January 2026.
- Hamza, Waleed (2009). "The Nile Delta". Dalam Dumont, Henri (ed.). The Nile: Origin, Environments, Limnology and Human Use. Springer Netherlands. hlm.ย 75โ94. ISBNย 9781402097263. Diakses tanggal 1 December 2025.
- Hart, George (2005). The Routledge Dictionary of Egyptian Gods and Goddesses (Edisi Second). Routledge. ISBNย 0415344956. Diakses tanggal 15 January 2026.
- Hornung, Erik (1982) [1971]. Conceptions of God in Egypt: The One and the Many. Diterjemahkan oleh Baines, John. Original in German. Cornell University Press. ISBNย 9780801412233. Diakses tanggal 15 January 2026.
- Hughes, Ralph H.; etย al. (1992). IUCN Directory of African Wetlands (PDF). International Union for Conservation of Nature. ISBNย 9782880329495. Diakses tanggal 25 March 2013.
- Lehman, John (2009). "Lake Victoria". Dalam Dumont, Henri (ed.). The Nile: Origin, Environments, Limnology and Human Use. Springer Netherlands. hlm.ย 215โ242. ISBNย 9781402097263. Diakses tanggal 1 December 2025.
- Murray, G. W. (1923). An English-Nubian Comparative Dictionary. Humphrey Milford, Oxford University Press. Diakses tanggal 15 January 2026.
- Okidi, C. O. (1994). "History of the Nile and Lake Victoria Basins through Treaties". Dalam Howell, P.P.; Alan, J. J. (ed.). The Nile: Sharing a Scarce Resource. Cambridge University Press. hlm.ย 321โ350. ISBNย 9780521450409. Diakses tanggal 12 January 2026.
- Redford, Donald B., ed. (2001). Oxford Encyclopedia of Ancient Egypt. Vol.ย 2. Oxford University Press. ISBNย 0195138228. Diakses tanggal 26 March 2026.
- Redford, Donald B., ed. (2001a). Oxford Encyclopedia of Ancient Egypt. Vol.ย 3. Oxford University Press. ISBNย 0195138236. Diakses tanggal 26 March 2026.
- Roach, Steven (2025). "Introduction: Nile Basin Politics and its Challenges". Dalam Roach, Steven; Hudson, Derrick (ed.). Nile Basin Politics: From Coordinated to Cooperative Peace. Edward Elgar Publishing. hlm.ย 1โ16. doi:10.4337/9781803927176. ISBNย 9781803927176. Diakses tanggal 15 January 2026.
- Robins, Gay (2008) [1997]. The Art of Ancient Egypt. Harvard University Press. ISBNย 9780674030657. Diakses tanggal 24 February 2026.
- Rosenthal, Lisa (2005). Gender, Politics, and Allegory in the Art of Rubens. Cambridge University Press. ISBNย 9780521842440. Diakses tanggal 15 December 2025.
- Said, Rushdi (1993). The River Nile: Geology, Hydrology, and Utilization. Pergamon Press. ISBNย 0080418864. Diakses tanggal 11 February 2026.
- Schama, Simon (1995). Landscape and Memory. A.A. Knopf. ISBNย 9780679402558. Diakses tanggal 15 December 2025.
- Shahin, Mamdouh (2002). Hydrology and Water Resources of Africa. Springer Netherlands. ISBNย 9781402008665. Diakses tanggal 7 January 2026.
- Shoup, John A.; etย al. (2017). The Nile: An Encyclopedia of Geography, History, and Culture. Bloomsbury Publishing / ABC-CLIO. ISBNย 9798216123323. Diakses tanggal 14 February 2026. EBook. The hardcover is ISBN 9781440840401.
- Siliotti, Alberto (1997). Guide to the Valley of the Kings. Barnes & Noble . ISBNย 9780760733257. Diakses tanggal 24 February 2026.
- Smith, William (1878). A New Classical Dictionary of Greek and Roman Biography, Mythology And Geography. Harper & Brothers. LCCNย 04035163. Diakses tanggal 7 January 2026.
- Stokes, Jamie (2009). Encyclopedia of the Peoples of Africa and the Middle East. Vol.ย 2. Facts On File. ISBNย 9781438126760. Diakses tanggal 13 March 2026.
- Sutcliffe, John; etย al. (2009). "The Hydrology of the Nile Basin". Dalam Dumont, Henri (ed.). The Nile: Origin, Environments, Limnology and Human Use. Springer Netherlands. hlm.ย 334โ364. ISBNย 9781402097263. Diakses tanggal 1 December 2025.
- Talbot, Michael; Williams, Martin (2009). "Cenozoic Evolution of the Nile Basin". Dalam Dumont, Henri (ed.). The Nile: Origin, Environments, Limnology and Human Use. Springer Netherlands. hlm.ย 37โ60. ISBNย 9781402097263. Diakses tanggal 1 December 2025.
- Talling, Jack (2009). "History of Scientific Research". Dalam Dumont, Henri (ed.). The Nile: Origin, Environments, Limnology and Human Use. Springer Netherlands. hlm.ย 23โ34. ISBNย 9781402097263. Diakses tanggal 1 December 2025.
- Talling, Jack (2009a). "Physical and Chemical Water Characteristics". Dalam Dumont, Henri (ed.). The Nile: Origin, Environments, Limnology and Human Use. Springer Netherlands. hlm.ย 367โ394. ISBNย 9781402097263. Diakses tanggal 1 December 2025.
- Tian, Tian (2025). "Pharaohs, Labourers and Wonder Builders: Illustrating Ancient Egypt with Game Mechanics in Strategy Games". Dalam Cromwell, Jennifer (ed.). Ancient Egypt in Video Games. de Gruyter Oldenbourg. hlm.ย 87โ110. ISBNย 9783111534022.
- Tvedt, Terje (2021). The Nile: History's Greatest River. Bloomsbury Publishing. ISBNย 9780755616800. Diakses tanggal 10 December 2025.
- Van Damme, Dirk; Bocxlaer, Bert (2009). "Freshwater Molluscs of the Nile Basin, Past and Present". Dalam Dumont, Henri (ed.). The Nile: Origin, Environments, Limnology and Human Use. Monographiae Biologicae. Springer Netherlands. hlm.ย 585โ630. ISBNย 9781402097263. Diakses tanggal 1 December 2025.
- Versluys, M. J. (2002). Aegyptiaca Romanaย : Nilotic Scenes and the Roman Views of Egypt. Brill Publishers. ISBNย 9004124403. Diakses tanggal 15 January 2026.
- Vijverberg, Jacobus; etย al. (2009). "Lake Tana: Source of the Blue Nile". Dalam Dumont, Henri (ed.). The Nile: Origin, Environments, Limnology and Human Use. Springer Netherlands. hlm.ย 163โ192. ISBNย 9781402097263. Diakses tanggal 1 December 2025.
- Warren, John (2006). Evaporites: Sediments, Resources and Hydrocarbons. Springer Science+Business Media. ISBNย 3540260110.
- Williams, Martin; etย al. (2009). "Late Quaternary Environments in Nile Basin". Dalam Dumont, Henri (ed.). The Nile: Origin, Environments, Limnology and Human Use. Springer Netherlands. hlm.ย 61โ72. ISBNย 9781402097263. Diakses tanggal 1 December 2025.
- Williams, Martin (2009a). "Human Impact on Nile Basin". Dalam Dumont, Henri (ed.). The Nile: Origin, Environments, Limnology and Human Use. Springer Netherlands. hlm.ย 771โ780. ISBNย 9781402097263. Diakses tanggal 1 December 2025.
- Witte, Frans; etย al. (2009). "Fish Fauna of the Nile". Dalam Dumont, Henri (ed.). The Nile: Origin, Environments, Limnology and Human Use. Springer Netherlands. hlm.ย 647โ676. ISBNย 9781402097263. Diakses tanggal 1 December 2025.
- Witte, Frans; etย al. (2009a). "Fisheries of the Nile System". Dalam Dumont, Henri (ed.). The Nile: Origin, Environments, Limnology and Human Use. Springer Netherlands. hlm.ย 723โ748. ISBNย 9781402097263. Diakses tanggal 1 December 2025.
Journals and websites
sunting- Abdelsalam, Mohamed (2018). "The Nile's Journey Through Space and Time: A Geological Perspective". Earth-Science Reviews. 177. Elsevier: 742โ773. doi:10.1016/j.earscirev.2018.01.010. ISSNย 0012-8252. Diakses tanggal 11 February 2026.
- Abotalib, Abotalib; etย al. (2023). "Irreversible and Large-Scale Heavy Metal Pollution Arising from Increased Damming and Untreated Water Reuse in the Nile Delta". Earth's Future. 11 (3) e2022EF002987. American Geophysical Union. doi:10.1029/2022EF002987. ISSNย 2328-4277. Diakses tanggal 31 December 2025.
- Angurini, Tom (2021). "Eskom Invests in Kiira Dam Water Controllers". Daily Monitor. Uganda. OCLCย 44216472. Diakses tanggal 8 February 2026.
- Ayenalem, Abebe Yirga; etย al. (2023). "Popular Culture and Nile Hydropolitics: Amharic Songs About the Grand Ethiopian Renaissance Dam". International Journal of Water Governance. 10. TU Delft. doi:10.59490/ijwg.10.2023.7359. ISSNย 2211-4505. Diakses tanggal 26 March 2026.
- Beck, Hylke; etย al. (2018). "Present and Future Kรถppen-Geiger Climate Classification Maps at 1-km Resolution". Scientific Data. 5 (1) 180214. Nature Research. doi:10.1038/sdata.2018.214. ISSNย 2052-4463. PMCย 6207062. Diakses tanggal 14 February 2026.
- Creasman, P. P.; etย al. (2010). "Overland Boat Transportation During the Pharaonic Period: Archaeology and Iconography". Journal of Ancient Egyptian Interconnections. 2 (3). University of Arizona Libraries: 14โ30. doi:10.2458/azu_jaei_v02i3_creasman. ISSNย 1944-2815.
- Driouech, Fatima; etย al. (2020). "Assessing Future Changes of Climate Extreme Events in the Cordex-Mena Region Using Regional Climate Model Aladin-Climate". Earth Systems and Environment (dalam bahasa Inggris). 4 (3). Springer Nature: 477โ492. doi:10.1007/s41748-020-00169-3. ISSNย 2509-9434.
- El Mahmoudi, A.; Gabr, A. (2008). "Geophysical Surveys to Investigate the Relation Between the Quaternary Nile Channels and the Messinian Nile Canyon at East Nile Delta, Egypt". Arabian Journal of Geosciences. 2 (1). Springer Nature: 53โ67. doi:10.1007/s12517-008-0018-9. ISSNย 1866-7511.
- Endeshaw, Dawit (2025). "Ethiopia Opens Africa's Largest Hydroelectric Dam to Egyptian Protest". Reuters. Diakses tanggal 20 January 2026.
- Griffin, Dan (2018). "Nearly Completed Dam on White Nile Casts a Long Shadow". The Irish Times. Dublin, Ireland. ISSNย 0791-5144. Diakses tanggal 28 December 2021.
- Hafez, Ahmed; etย al. (2024). "Assessing the Influences of Future Water Development Projects in Tekeze-Atbara-Setit Basin on the Nile River Inflow at Aswan, Egypt". Journal of Hydrology: Regional Studies. 56 102007. Elsevier. doi:10.1016/j.ejrh.2024.102007. ISSNย 2214-5818. Diakses tanggal 31 December 2025.
- Hailu, Ashebir Dingeto (2022). "Ethiopia Hydropower Development and Nile Basin Hydro Politics". AIMS Energy. 10 (1). AIMS Press: 87โ101. doi:10.3934/energy.2022006. ISSNย 2333-8334. Diakses tanggal 9 February 2026.
- Hassan, Fekri A. (2007). "The Aswan Dam and the International Rescue Nubia Campaign". The African Archaeological Review. 24 (3/4). Springer Science+Business Media: 73โ94. doi:10.1007/s10437-007-9018-5. ISSNย 0263-0338.
- Haupt, Paul (1926). "Etymological and Critical Notes". The American Journal of Philology. 47 (4). Johns Hopkins University Press: 305โ318. doi:10.2307/289993. ISSNย 0002-9475. Diakses tanggal 11 February 2026.
- Healy, R. W.; etย al. (2007). "Water Budgets: Foundations for Effective Water-Resources and Environmental Management" (PDF). U.S. Geological Survey. Diakses tanggal 14 January 2026.
- Hegab, Mahmoud; etย al. (2025). "Evaluating the Spatial Pattern of Water Quality of the Nile River". Scientific Reports. 15 7626. Nature Portfolio. doi:10.1038/s41598-025-89982-2. ISSNย 2045-2322. PMCย 11880377. Diakses tanggal 31 December 2025.
- Holt, Peter; etย al. (2026). "Egypt: Agriculture and Fishing". Britannica. Diakses tanggal 7 February 2026.
- Hurst, Harold Edwin; etย al. (2025). "Nile River". Britannica. Diakses tanggal 11 December 2025.
- Huyge, Dirk; etย al. (21 November 2011). "First Evidence of Pleistocene Rock Art in North Africa: Securing the Age of the Qurta Petroglyphs (Egypt) Through OSL Dating". Antiquity. 85 (330). Cambridge University Press: 1184โ1193. doi:10.1017/S0003598X00061998. Diakses tanggal 14 March 2026.
- ฤฐlkbahar, Hasan; Mercan, Muhammed Hรผseyin (2023). "Hydro-Hegemony, Counter-Hegemony And Neoclassical Realism on the Nile Basin: An Analysis of Egypt's Response to the Grand Ethiopian Renaissance Dam (Gerd)". Journal of Asian and African Studies (dalam bahasa Inggris). 60 (2). Sage Publishing: 7โ8. doi:10.1177/00219096231188953. ISSNย 0021-9096.
- Kuper, R.; Krรถpelin, S. (2006). "Climate-Controlled Holocene Occupation in the Sahara: Motor of Africa's Evolution". Science. 313 (5788). American Association for the Advancement of Science: 803โ807. doi:10.1126/science.1130989. Diakses tanggal 3 March 2026.
- Lemma, Hanibal; etย al. (2019). "Bedload Transport Measurements in the Gilgel Abay River, Lake Tana Basin, Ethiopia". Journal of Hydrology. 577 123968. Elsevier. doi:10.1016/j.jhydrol.2019.123968. ISSNย 1879-2707. Diakses tanggal 31 December 2025.
- Leplongeon, Alice (27 December 2017). "Technological Variability in the Late Palaeolithic Lithic Industries of the Egyptian Nile Valley: The Case of the Silsilian and Afian Industries". PLOS ONE. 12 (12) e0188824. Public Library of Science. doi:10.1371/journal.pone.0188824. ISSNย 1932-6203. Diakses tanggal 14 March 2026.
- Liu, Shaochuang; etย al. (2009). "Pinpointing the Sources and Measuring the Lengths of the Principal Rivers of the World". International Journal of Digital Earth. 2 (1). Taylor & Francis: 80โ87. doi:10.1080/17538940902746082. ISSNย 1753-8955. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 December 2018. Diakses tanggal 23 December 2018.
- Marshall, Brian (2018). "Guilty as Charged: Nile Perch Was the Cause of the Haplochromine Decline in Lake Victoria". Canadian Journal of Fisheries & Aquatic Sciences. 75 (9). Canadian Science Publishing: 1542โ1559. doi:10.1139/cjfas-2017-0056. ISSNย 0706-652X. Diakses tanggal 31 December 2025.
- McCoy, Terrence; etย al. (20 June 2023). "The Nile is the World's Longest River? The Amazon Would Like a Word". Washington Post. Diakses tanggal 24 March 2026.
- McKenna, Amy; etย al. (2025). "Blue Nile River". Britannica. Diakses tanggal 31 December 2025.
- Mureithi, Carlos (9 September 2025). "Ethiopia Inaugurates Africa's Largest Hydroelectric Dam as Egypt Rift Deepens". The Guardian. Diakses tanggal 15 February 2026.
- Plummer, Thomas W.; etย al. (10 February 2023). "Expanded Geographic Distribution and Dietary Strategies of the Earliest Oldowan Hominins and Paranthropus". Science (dalam bahasa Inggris). 379 (6632). American Association for the Advancement of Science: 561โ566. doi:10.1126/science.abo7452. ISSNย 0036-8075.
- Ranjan, Amit (2024). "Grand Ethiopian Renaissance Dam Dispute: Implications, Negotiations, and Mediations". Journal of Contemporary African Studies. 42 (1). Routledge: 18โ36. doi:10.1080/02589001.2023.2287425. ISSNย 0258-9001.
- Roussi, Antoaneta (2020). "Row over Africa's Largest Dam in Danger of Escalating, Warn Scientists". Nature (dalam bahasa Inggris). 583 (7817). Nature Portfolio: 501โ502. doi:10.1038/d41586-020-02124-8. ISSNย 0028-0836.
- Sabr, Mohy el-Din; etย al. (2026). "Sudan: Agriculture, Forestry, and Fishing". Britannica. Diakses tanggal 7 February 2026.
- Senay, Gabriel; etย al. (2014). "Understanding the Hydrologic Sources and Sinks in the Nile Basin Using Multisource Climate and Remote Sensing Data Sets". Water Resources Research. 50 (11). American Geophysical Union: 8625โ8650. doi:10.1002/2013WR015231. ISSNย 1944-7973. Diakses tanggal 23 December 2025.
- Tumwesigye, Robert; etย al. (2011). Key Issues in Uganda's Energy Sector (PDF). International Institute for Environment and Development. ISBNย 9781843698319. Diakses tanggal 7 February 2026.
- Van de Moortel, Aleydis (2007). "Sacred and Secular: Ancient Egyptian Ships and Boats (Book Review)". American Journal of Archaeology. 111 (4). Archaeological Institute of America. doi:10.3764/ajaonline1114.VandeMoortel. ISSNย 1939-828X. Diakses tanggal 11 February 2026.
- Walubiri, Moses (16 October 2018). "New Nile Bridge Is Fifth Longest of Its Kind in Africa". New Vision. Diakses tanggal 16 October 2018.
- Warburg, Gabriel (2007). "The Search for the Sources of the White Nile and Egyptian-Sudanese Relations". Middle Eastern Studies. 43 (3). Taylor & Francis: 475โ486. ISSNย 0026-3206.
- Waslekar, Sundeep (2009). "Blue Peace for the Nile" (PDF). Strategic Foresight Group. Diakses tanggal 20 January 2026.
- Younes, Gamal; etย al. (2024). "The Pyramid Builders' Waterways: Reconstructing the Ancient Topography of Khufu's Pharaonic Harbour at Giza, Egypt". Journal of Archaeological Science: Reports. 53 104303. Elsevier. doi:10.1016/j.jasrep.2023.104303. ISSNย 2352-409X.
Unknown author
sunting- "Abyssinia, Or the Empire of Prester John". Library of Congress. Jodocus Hondius. 1619. Diakses tanggal 11 February 2026.
- "A Look into the Current State of the River Transport Sector". EnterpriseAM. 16 July 2025. Diakses tanggal 11 February 2026.
- "Aswan Dam (1,2) Electric Hydro Power Plant". Ministry of Electricity and Renewable Energy. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 20 July 2011. Diakses tanggal 2 January 2011.
- "Baแธฅr Al-Ghazฤl". Britannica. 2025. Diakses tanggal 7 January 2026.
- "Colossal". Concise Oxford English Dictionary. Oxford University Press. 2001. hlm.ย 282. ISBNย 0198604386. Diakses tanggal 27 December 2025.
- "Desert Agriculture in Egypt". Copernicus: Europe's Eyes on Earth. European Union Space Programme. 3 February 2024. Diakses tanggal 12 February 2026.
- "Gov't Wants the Private Sector to Get in on Developing Egypt's River Transport". EnterpriseAM. 5 April 2023. Diakses tanggal 11 February 2026.
- "Hymn to the Nile Flood". Digital Egypt for Universities. University College London. 2000. Diakses tanggal 27 March 2026.
- "Isimba Hydropower Station". Uganda Electricity Generation Company Limited . 1 February 2026. Diakses tanggal 7 February 2026.
- "The 600 MW Karuma Hydropower Plant Commissioned". The Independent (Uganda). Uganda Radio Network. 26 September 2024. Diakses tanggal 3 August 2025.
- "Merowe Dam - Sudan". Abu Dhabi Fund for Development. 2024. Diakses tanggal 13 April 2026.
- "Nile". Vatican Museum. Diakses tanggal 14 January 2026.
- "Nile Basin - Station: Dongola". Global Runoff Data Center. University of New Hampshire. Diakses tanggal 12 February 2026.
- "Nile Basin National Water Quality Monitoring Baseline Study Report for Egypt". Nile Basin Initiative. 2005. Diakses tanggal 31 December 2025.
- "Personification of the River Nile". Yale Peabody Museum. Diakses tanggal 14 January 2026.
- "Sudan - Roseires". International Hydropower Association. 2022. Diakses tanggal 9 February 2026.
- "Source Du Nil". Google Maps. Google. 18 March 2026. Diakses tanggal 18 March 2026.
- "The Nile Basin Trust Fund". World Bank Group. 14 January 2016. Diakses tanggal 20 January 2026.
- "Upper Atbara Dam Complex Project". OPEC Fund for International Development. 2026. Diakses tanggal 12 April 2026.
- Water Accounting in the Nile River Basin. Food and Agriculture Organization - United Nations. 2020. doi:10.4060/ca9895en. ISBNย 9789251329825. Diakses tanggal 11 December 2025.











