Komando tinggi angkatan bersenjata
Oberkommando der Wehrmacht
Bendera komando Kepala OKW dengan pangkatGeneralfeldmarschall (1941โ€“1945)
Aktif4 Februari 1938 โ€“ 8 Mei 1945
Negaraย Jerman Nazi
Aliansi Adolf Hitler
Tipe unitKomando Tinggi
PeranSecara nominal mengawasi:
Bagian dariWehrmacht
Kantor pusatWรผnsdorf, dekat Zossen
JulukanOKW
PertempuranPerang Dunia 2
Tokoh
Kepala OKWWilhelm Keitel
Kepala Staff OperasiAlfred Jodl
Insignia
Bendera kepala OKW
1938โ€“1941

Oberkommando der Wehrmacht (OKW) (Bahasa Indonesia: "Komando Tertinggi Angkatan Bersenjata") adalah bagian dari struktur Komando atas Angkatan Bersenjata (Wehrmacht) Nazi Jerman saat Perang Dunia II.

Dalam teori, OKW mengkordinasikan Angkatan Darat, Laut dan Udara (Heer, Marine dan Luftwaffe).

Lihat pula

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Oberkommando der Luftwaffe

Oberkommando der Luftwaffe adalah Komando Tinggi Angkatan Udara pada masa Jerman Nazi. Komandan OKL adalah: Hermann Gรถring sampai 1945 Robert Ritter von

Oberkommando der Kriegsmarine

mengalami kerusakan di dekat Ibiza. Oberkommando der wehrmacht Oberkommando des Heeres Oberkommando der Luftwaffe Wikimedia Commons memiliki media mengenai

Wehrmacht

ada tiga cabang dalam OKW: Oberkommando des Heeres (OKH), Oberkommando der Marine (OKM), dan Oberkommando der Luftwaffe (OKL). OKW dimaksudkan untuk

Luftwaffe

Hungaria pada tahun 1944. Oberkommando der Luftwaffe menyelenggarakan eksperimentasi manusia Nazi, dan pasukan darat Luftwaffe melakukan pembantaian di

Oberkommando des Heeres

Oberkommando des Heeres adalah komponen pasukan darat Jerman Nazi. Bersama Luftwaffe dan Kriegsmarine, Heer berada di bawah Oberkommando der wehrmacht

Rotterdam Blitz

fisik serangan udara tersebut, dari sudut pandang Jerman, membuat Oberkommando der Luftwaffe (OKL) mengancam akan menghancurkan kota Utrecht jika komando Belanda

The Blitz

serangan udara Jerman atas Britania. Pertama, Komando Tinggi Luftwaffe (Oberkommando der Luftwaffe, atau OKL) gagal dalam mengembangkan strategi jangka panjang

Operasi Paula

dan operasi gagal mencapai hasil strategis yang diinginkan oleh Oberkommando der Luftwaffe (Komando Tinggi Angkatan Udara). Namun, penderitaan Angkatan Darat