Hyper-V, yang sebelumnya dikenal sebagai Windows Server Virtualization, adalah teknologi hipervisor tipe-1 yang dikembangkan oleh Microsoft. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk melakukan virtualisasi perangkat keras, sehingga satu komputer fisik (host) dapat menjalankan satu atau lebih mesin virtual (Virtual Machines atau VM) secara bersamaan.

Diagram arsitektur Hyper-V yang menunjukkan hubungan antara perangkat keras, hypervisor, dan partisi.

Setiap mesin virtual berjalan di lingkungan yang terisolasi, memungkinkan instalasi berbagai sistem operasi (seperti Linux, FreeBSD, atau versi Windows yang berbeda) tanpa mengganggu sistem operasi utama. Sebagai hipervisor tipe-1, Hyper-V berjalan langsung di atas lapisan perangkat keras, sehingga alokasi sumber daya fisik ke setiap VM menjadi lebih efisien dan stabil.

Arsitektur

sunting

Arsitektur Hyper-V terdiri dari tiga komponen utama:

  • Hipervisor: Lapisan inti yang mengelola interaksi antara perangkat keras fisik dan mesin virtual.
  • Parent Partition: Partisi utama yang menjalankan OS Windows (seperti Windows 10/11 atau Windows Server). Partisi ini mengelola tumpukan virtualisasi dan memiliki akses langsung ke perangkat keras.
  • Child Partition: Partisi tempat mesin virtual tamu (guest OS) berjalan. Partisi ini terisolasi dan berkomunikasi dengan perangkat keras melalui perantara hipervisor.

Fitur Utama

sunting
  • Layanan Integrasi (Integration Services): Driver khusus yang diinstal pada OS tamu untuk meningkatkan performa dan fungsi (seperti sinkronisasi waktu dan shutdown otomatis).
  • Koneksi Mesin Virtual (Virtual Machine Connection): Alat akses jarak jauh yang memungkinkan pengguna melihat tampilan konsol VM, bahkan saat sistem sedang melakukan booting.
  • Checkpoint: Memungkinkan pengguna mengambil "cuplikan" kondisi VM pada waktu tertentu, sehingga sistem bisa dikembalikan (restore) jika terjadi kesalahan saat pengujian.
  • Live Migration: Fitur pada versi server yang memungkinkan pemindahan VM dari satu komputer fisik ke komputer lain tanpa mematikan layanan yang sedang berjalan.
  • Virtualisasi Bersarang (Nested Virtualization): Kemampuan untuk menjalankan Hyper-V di dalam sebuah mesin virtual yang juga berjalan di atas Hyper-V.

Persyaratan Sistem

sunting

Untuk mengaktifkan fitur ini, perangkat harus memenuhi syarat berikut:

  • Prosesor 64-bit dengan dukungan Second Level Address Translation (SLAT).
  • Ekstensi virtualisasi yang diaktifkan di BIOS/UEFI (Intel VT-x atau AMD-V).
  • Fitur Hardware-enforced Data Execution Prevention (DEP) harus aktif.
  • Minimal RAM 4 GB.

Sistem Operasi Tamu yang Didukung

sunting

Hyper-V mendukung berbagai sistem operasi, termasuk:

  • Windows: Hampir semua versi sejak Windows XP SP3 hingga Windows 11.
  • Linux: Distribusi besar seperti Ubuntu, CentOS, Debian, Red Hat, dan SUSE.
  • FreeBSD: Didukung secara resmi dengan driver integrasi khusus.

Lihat Pula

sunting

Referensi

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Nexian A5000 Five

video VP8 dan WebM, efek audio baru (reverb, equalization, headphone virtualization, dan bass boost), dukungan kemampuan Near Field Communication (NFC)/[S

Mesin virtual

akan berjalan di sistem komputer. Terdapat tiga bottleneck penyebab virtualization overhead. Pertama, struktur yang memisahkan dua host procesess yang