Pusat Pendidikan dan Latihan
Komando Pasukan Khusus
Lambang Pusdiklatpassus
Dibentuk24 Juli 1967
NegaraIndonesia Indonesia
CabangTNI Angkatan Darat
Tipe unitPusat Pendidikan Dan Latihan Pasukan Khusus KOPASSUS
Bagian dariKopassus
MakoBatujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat
JulukanPusdiklatpassus
MotoTri Yudha Cakti
Baretย M E R A Hย 
Ulang tahun24 Juli
Situs webpusdikpassus.site
Tokoh
KomandanBrigjen TNI Romel Jangga Wardhana, S.E., M.I.Pol., M.Han.
WadanKolonel Inf Joko Suryono

Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus atau disingkat (Pusdiklatpassus) adalah sekolah awal (Kawah Candradimuka) untuk melatih Pasukan Para Komando, khususnya yang akan bergabung ke Kopassus. Sebelumnya pusdik ini bernama Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus).

Pusdiklat ini bermarkas di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Berdasarkan surat keputusan Men/Pangad Nomor Kep/826/VI/1962. dan juga memiliki Sub Pusdiklat Kopassus Daun Lumbung, Kabupaten Cilacap.

Sejarah

sunting

Pada tanggal 1 Juli 1952 di buka pendidikan Komando bagi calon prajurit Kesko TT. III/Siliwangi yang dipilih dari Yon 304/Pasopati (1 Kompi), Yon 3 Mei (1 Peleton) ditambah personil satuan lain dari jajaran Siliwangi yang mendaftar sukarela. rangkaian kegiatan latihan secara keseluruhan berlangsung selama enam bulan dan diselenggarakan sangat keras dan berat, sehingga pada saat pendidikan di tutup pada tanggal 8 Desember 1952 dari 400 orang peserta hanya tinggal 242 orang saja dinyatakan lulus dan diberikan kualifikasi Komando. diantaranya Letjen TNI (Purn.) Seno Hartono alumni Militaire Academie (MA) Jogya Angkatan I (1948).

Pendidikan Komando angkatan ke-2 dibuka tanggal 22 Februari 1954 tujuan pendidikan adalah untuk mendididk personil-personil yang akan ditempatkan sebagai tenaga pelatih inti (Kern Instrukteur) di KKAD. calon peserta pendididkan berdasarkan seleksi terpilih sebanyat 87 orang umumnya lulusan Pusat Pendididkan Perwira (P-3 AD) dan Bintara sekolah pelatih Infanteri Angkatan Darat. waktu operasinoal pendidikan selama enam bulan dan lulusan akan ditempatkan sebagai pelatih inti komando di KKAD. Pada saat pendidikan ditutup pada tanggal 19 Juli 1954 dari 87 orang siswa hanya 44 orang saja yang dinyatakan lulus (50%). Lulusan Komando Angkatan ke-2 kursus Kern Instrukteur ini kemudian hari sukses dalam karier militernya antara lainย :

  1. Jenderal TNI (Purn.) L.B. Moerdani
  2. Letjen TNI (Purn.) Dading Kalbuadi
  3. Letjen TNI (Purn.) Gunawan Wibisono
  4. Letjen TNI (Purn.) S. Soekoso
  5. Letjen TNI (Purn.) Soeweno

Dalam mendukung pemekaran organisasi KKAD pada tanggal 1 Agustus 1955 dibuka Pendididkan Komando angkatan ke-3 peserta pendidikan berjumlah 332 orang sebagian berasal dari TT IV/Diponegoro dan TT VII/Indonesia Timur. dari 332 orang siswa hanya 250 orang dinyatakan lulus. ke-250 orang lulusan pendididkan komando Angkatan-3 langsung dibentuk menjadi Kompi B dengan komandan Kompi Lettu Inf A. Kodim. dari lulusan pendididkan Komando yang telah diselenggarakan sepanjang tahun 1953-1956 (Era KKAD) telah menghasilkan 294 prajurit KKAD yang berkualifikasi Komando.

Tanggal 20 Juni 1962 menjadi dasar lahir Pusat Pendidikan Infanteri yang merupakan bagian dari Pussenif. Sementara itu, Sekolah Para dan Komando Angkatan Darat (SPKAD) yang menurut TAP 0-5 menjadi organik Pussenif/Pusdikif dialihkan ke dalam Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD).[1] Pusdiklatpassus sebelumnya bernama Sekolah Para dan Komando Angkatan Darat (SPKAD) berdiri pada tanggal 24 Juli 1967.

Dislokasi Satuan

sunting

Setelah pembentukan staf karena belum mempunyai pangkalan sendiri, maka selanjutnya digunakan Depo Batalyon Ter.III/Siliwangi jalan Menado Bandung (Sekarang Rindam III/Siliwangi). Sebelum pindah ke Batujajar sebagai pangkalannya. Markas Kesko III/Siliwangi npernah pindah sementara ke Bamboo Camp (Pusdikpom) Cimahi.

Validasi Organisasi

sunting

Pembentukan Sekolah Pertempuran Khusus merupakan hasil validasi perubahan organisasi 4 sekolah di lingkungan Pusdiklatpassus, yakni Sekolah Pertempuran Hutan, Sekolah Pertempuran Kota, Sekolah Anti Teror, dan Sekolah Pengamanan VVIP. Sehingga, dari total 9 sekolah sebelumnya, kini terdapat 6 sekolah di Pusdiklatpassus. Adapun 5 sekolah lainnya tidak ada perubahan organisasi, yakni Sekolah Komando, Sekolah Para, Sekolah Sandi Yudha, Sekolah Spesialisasi, dan Sekolah Raider.[2][3]

Lembaga pendidikan ini juga menyediakan kursus-kursus spesialis lain, yang juga terbuka bagi anggota TNI dan TNI Angkatan Darat di luar Kopassus seperti: Kompi Pemburu, Scuba, Daki Serbu, Demolisi, Pandu Udara (Path Finder), dan Penembak Runduk (Sniper).

Satuan

sunting

Yang berbeda dari Satuan Pusdiklatpassus Kopassus sejak hari ini, Kamis 30 Juli 2020 adalah perubahan Jumlah Sekolah di jajaran pusdiklatpassus yg sebelumnya dari 9 Sekolah menjadi 6 Sekolah, dimana sekolah Sekolah Pertempuran Hutan, Sekolah Pertempuran Kota, Sekolah Anti Teror dan Sekolah Pengamanan VVIP disatukan menjadi Sekolah Pertempuran Khusus. 5 sekolah lainnya tidak ada perubahan organisasi diantaranyaย :

  1. Sekolah Komando bermarkas di Batujajar, Jawa Barat
  2. Sekolah PARA / Paratrooper bermarkas di Batujajar, Jawa Barat
  3. Sekolah Sandhi Yudha bermarkas di Batujajar, Jawa Barat
  4. Sekolah Spesialisasi bermarkas di Batujajar, Jawa Barat
  5. Sekolah Raider bermarkas di Batujajar, Jawa Barat
  6. Sekolah Pertempuran Khusus bermarkas di Batujajar, Jawa Barat

Kualifikasi

sunting

Macam-Macam Brevet di Kopassus

sunting
Brevet Komando
Brevet
Komando
Brevet Terjun Bebas
Brevet
Terjun Bebas Militer
Brevet PARA
Brevet
PARA
Brevet Jump Master
Brevet
Jump Master
Brevet PARA Utama
Brevet
PARA Utama
Brevet Pandu Udara
Brevet
Pandu Udara
Brevet Gultor
Brevet
Gultor
Brevet Selam Kopassus
Brevet
Selam Kopassus
Brevet Pertempuran Hutan
Brevet
Pertempuran Hutan
Brevet Clandestine
Brevet
Clandestine

Pendidikan Komando yang berlangsung selama kurang lebih tujuh bulan (28 minggu) terbagi menjadi tiga tahapan. Tahap pertama pelaksanaan pendidikan dilakukan di basis selama 18 minggu, tahap kedua seluruh peserta akan dilepas di hutan dan pegunungan masing-masing sebanyak dua kali selama 6 minggu, dan tahap selanjutya tahap ketiga diakhiri dengan tahap rawa laut selama 4 minggu. [4]

Saat ini Kopassus telah meluluskan Pendidikan Komando (Dikko) angkatan ke 100 Ta. 2016 diikuti oleh 153 siswa komando, yang meliputi 41 Perwira, 101 Bintara, 11 Tamtama. Para serdik komando yang berhasil menyelesaikan pendidikan Komando selama 7 Bulan dengan baik, dan berhak memakai kualifikasi brevet komando yang telah di sandang.

Pendidikan Komando Angkatan 101

sunting

Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Mayor Jenderal TNI Madsuni telah menutup pendidikan prajurit Komando Angkatan-101 di Pantai Permisan Cilacap, Nusakambangan, Jawa Tengah, Sabtu 23 September 2017. Dari 261 peserta yang mengikuti pendidikan, 215 peserta dinyatakan lulus dan 46 peserta lainnya dinyatakan tidak bisa mengikuti pendidikan karena kesehatan, mental, dan akademik.

Lulus sebagai siswa terbaik dengan mendapatkan sangkur perak diperoleh Letda Inf Tri Ageng Widhi Nugroho Akademi Militer tahun 2016, asal Kopassus dari Werving Akmil.[5]

Komandan

sunting

Daftar Komandan dari masa ke masa:


  1. Letkol Inf Idjon Djanbi
  2. Mayor Inf R. E. Djailani (1955)
  3. Letkol Inf Sarwo Edhie Wibowo โญโญโญโญ
  4. Kolonel Inf Sintong Panjaitan (1984 - 1985)โญโญโญ
  5. Kolonel Inf Bambang Mulyanto (1990 - 1992)โญ
  6. Kolonel Inf Luhut Binsar Panjaitan (1992 - 1993)โญโญโญโญ
  7. Kolonel Inf Prabowo Subianto (1993 - 1994)โญโญโญโญ
  8. Kolonel Inf Hotma Marbun (1998 - 2001)โญโญ
  9. Kolonel Inf Wisnu Bawa Tenaya (2002 - 2003)โญโญ
  10. Kolonel Inf Nugroho Widyotomo (2005 - 2006)โญโญโญ
  11. Kolonel Inf Sumardi (2006 - 2007)โญโญ
  12. Kolonel Inf Jaswandi (2007 - 2008)โญโญ
  13. Kolonel Inf Ricki Samuel (2008 - 2009)โญ
  14. Kolonel Inf Purnawan Widi Andaru (2009 - 2010)โญโญ
  15. Kolonel Inf M. Bambang Taufik (2010 - 2010)โญโญ
  16. Kolonel Inf Santos Gunawan Matondang (2010 - 2012)โญโญ
  17. Kolonel Inf I Nyoman Cantiasa (2012 - 2013)โญโญโญ
  18. Kolonel Inf Djoko Andoko (2013 - 2014)โญโญ
  19. Kolonel Inf Iwan Setiawan (2014 - 2015)[6]โญโญโญ
  20. Kolonel Inf Mohammad Fadjar[7] (2015 - 2016)โญโญโญ
  21. Kolonel Inf Kartika Adi Putranta[7](2016 - 2016)โญ
  22. Kolonel Inf Agus Sasmita (2016 - 2017)โญ
  23. Kolonel Inf Sumirating Baskoro (2017 - 2018)
  24. Kolonel Inf Agustinus Dedy Prasetyo (2018 - 2020)โญ

Validasi Organisasi


  1. Brigjen TNI Thevi Angandowa Zebua, S.E., M.M. (2020 - 2022)โญโญ
  2. Brigjen TNI Agus Sasmita (2022 - 2023)โญ
  3. Brigjen TNI Yudha Airlangga (2023 - 2023)โญโญ
  4. Brigjen TNI Ahmad Fikri Musmar, S.E. (2023 - 2024)โญโญ
  5. Brigjen TNI Ferdial Lubis, MPICT. (2024 - 2025)โญโญ
  6. Brigjen TNI Romel Jangga Wardhana, S.E., M.I.Pol., M.Han. (2025 - Sekarang)โญ

Referensi

sunting
  1. ^ "Sejarah Pussenif"
  2. ^ "Pusdiklatpassus Kopassus Bentuk Sekolah Pertempuran Khusus"
  3. ^ "Pelantikan serah terima jabatan dan pelepasan perwira di Pusdiklatpassus"
  4. ^ ""Lahirnya Generasi Baru Kopassus"". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-02. Diakses tanggal 2015-03-27.
  5. ^ "Selamat! 215 Prajurit Lolos Pendidikan Kopassus Setelah 7 Bulan Pelatihan Berat"
  6. ^ "Danjen Kopassus Gelar Sertijab Korps Perwira" website lensaindonesia.com
  7. ^ a b ""Kolonel Inf Muhammad Fajar Danpusdiklatpassus yang baru"". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-25. Diakses tanggal 2015-09-24.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Batalyon Raider

kemampuan yang sama dan seimbang, dalam artian semua satuan Raider maupun Paratrooper Raider di Satuan Jajaran Infanteri TNI Angkatan Darat memiliki kemampuan

Korps Pasukan Gerak Cepat

Khusus Tipe unit Satuan Tempur Dirgantara Peran Pasukan terjun payung (Paratrooper) Operasi khusus Komando Pertahanan udara Combat Control Combat Air Base

Krisis Suez

Leuliette, Pierre (1964). St. Michael and the Dragon: Memoirs of a Paratrooper. Houghton Mifflin. Reynolds, David (1991/2000). Brittania Overruled:

Pasukan lintas udara

prajurit dari satuan ini diistilahkan sebagai Pasukan penerjun payung atau paratrooper apabila menggunakan parasut dalam tugas. Kekurangan dari pasukan lintas

Perang Kemerdekaan Aljazair

(1961) Leulliette, Pierre, St. Michael and the Dragon: Memoirs of a Paratrooper, Houghton Mifflin, 1964 Galula, David, Counterinsurgency Warfare: Theory

Tupolev TB-3

penerjun paratrooper Uni Soviet dengan cara lompat dari luar pesawat. TB-3 tidak dirancang untuk tugas seperti itu, tetapi di akhir 1930-an, paratrooper Soviet

Pasukan Pemukul Reaksi Cepat

Satgasrat (Satuan Tugas Darat) yang beranggotakan Brigade Infanteri Paratrooper Raider (Brigif Para Raider) dan komandan Brigade sebagai Komandan Satgasrat

Daftar wahana permainan

simulator Music Express Gurita Old Mill 1968 Omnimover 1976 Orbiter 1957 Paratrooper 1893 c.1893 Kora-kora 1999 Kicir-kicir 1983 Rainbow 1981 Ranger Gajah