Paul Ehrlich
Paul Ehrlich
Lahir03 (1854)
Strehlen, Lower Silesia, Prusia
Meninggal20 Januari 1915(1915-01-20) (umur 60)
Bad Homburg, Hesse, Jerman
KewarganegaraanJerman
Dikenal atasAutoimmunity
PenghargaanPenghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran (1908)
Karier ilmiah
BidangImmunology

Paul Ehrlich (18541915) ialah seorang dokter berkebangsaan Jerman.

Ia lahir dekat Breslau—saat itu di Prusia, tetapi kini dikenal sebagai Wroclaw, Polandia—dan belajar untuk menjadi seorang dokter di perguruan tinggi yang ada di sana lalu di Strasbourg, Freiburg im Breisgau, dan Leipzig. Di Breslau ia bekerja di laboratorium sepupunya Carl Weigert, seorang patolog yang merintis penggunaan bahan celup anilina sebagai zat warna biologis. Ehrlich tertarik dalam selektivitas bahan celup untuk organ, jaringan, dan sel spesifik, dan ia meneruskan penelitiannya di Rumah Sakit Amal di Berlin. Setelah menyaksikan bahwa bahan celup bereaksi secara spesifik dengan bermacam komponen sel darah dan sel jaringan lainnya, ia mulai menguji bahan celup itu untuk sifat terapi untuk menentukan apakah bahan celup itu akan membunuh mikrob patogen.

Setelah pergulatannya sendiri dengan TBC-mungkin akibat kerja di laboratorium-dan perawatannya yang kemudian dengan terapi tuberkulin Heinrich Hermann Robert Koch, Ehrlich memusatkan perhatiaannya pada toksin dan antitoksin bakteri. Pertama ia bekerja di laboratorium swasta yang kecil, tetapi karena mutu kerjanya diakui Robert Koch dll, ia bisa memimpin sumber lebih banyak dan lebih baik—akhirnya Institut Serum Negeri di Frankfurt. Pada 1908 ia menerima Hadiah Nobel dalam Kedokteran untuk kerjanya dalam imunisasi.

Di Frankfurt ia terus mencari agen kimia lainnya untuk digunakan melawan penyakit. Ia berkolaborasi dengan kerja kimia Casella yang berdekatan, yang mendanai contoh senyawa kimia baru yang diproduksi di laboratotiumnya buatnya untuk menguji kegiatan biologis. Pada 1906 Georg-Speyer-Haus, sebuah lembaga penelitian untuk kemoterapi, didirikan dengan stafnya sendiri di bawah arahan Ehrlich. Sebagian program riset itu dipandu teori Ehrlich bahwa kemampuan molekul obat pembasmi kuman penyakit bergantung pada strukturnya, khususnya sisi rantainya, yang bisa berikatan pada organisme yang menyebabkan penyakit. Produk paling berhasil dari penyelidikan ini ialah Salvarsan (19091910)—dihidroksidiaminoarsenobenzenadihidroklorida—dan Neosalvarsan (1912), obat paling efektif untuk mengobati sifilis hingga ditemukannya antibiotik pada 1940-an.

Pranala luar

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Pewarnaan Ziehl–Neelsen

pewarnaan bakteri tahan asam (BTA), yang pertama kali diperkenalkan oleh Paul Ehrlich. Pewarnaan Ziehl–Neelsen adalah pewarnaan bakteriologis yang digunakan

Özlem Türeci

Princess of Asturias Awards Georges Köhler Prize Werner von Siemens Ring Paul Ehrlich and Ludwig Darmstaedter Prize Situs web Profile at BioNTech Penghargaan

Sistem komplemen

adalah yang disebut “komplemen”. Istilah “komplemen” diperkenalkan oleh Paul Ehrlich pada akhir tahun 1980an, sebagai bagian dari teorinya mengenai sistem

Kemoterapi

Dalam artian tersebut, agen kemoterapi modern pertama adalah arsfenamin Paul Ehrlich, sebuah senyawa arsenik yang ditemukan pada 1909 dan digunakan untuk

Kelebihan populasi manusia

kemudian dipopulerkan oleh Paul Ehrlich melalui bukunya tahun 1968, The Population Bomb, beserta karya-karya lanjutannya. Ehrlich memandang kelebihan penduduk

Robert Gallo

of Asturias Award for Technical and Scientific Research (en) (1999) Paul Ehrlich and Ludwig Darmstaedter Prize (en) (1997) Warren Alpert Foundation Prize

Inside Out 2

SlashFilm (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 16 April 2024. Ehrlich, David (12 June 2024). "'Inside Out 2' Review: All Brains and No Heart

Sahachiro Hata

Ia membantu pengembangan obat Arsfenamin pada 1909 di laboratorium Paul Ehrlich. Low, Morris. Building a Modern Japan: Science, Technology, and Medicine