Pohon Eucalyptus regnans sedang ditebang, di Australia antara tahun 1884-1917
Penebangan di Hungaria
Rakit kayu di kanal Joensuu, 2009

Pembalakan[1] (bahasa Inggris: logging) adalah aktivitas yang mencakup tidak hanya penebangan pohon, tetapi juga transportasi dan pemrosesan di tempat (misal pemotongan hingga ukuran kecil).[2] Pohon yang dipotong tidak selalu batang utamanya, tetapi juga cabang yang berukuran besar dengan meninggalkan batang utamanya sehingga pohon tetap hidup; sedangkan penebangan pohon penuh berarti memanfaatkan semua bagian pohon yang berkayu.[3]

Pembalakan liar adalah istilah dalam kehutanan yang juga disebut dengan pencurian kayu,[4] termasuk aktivitas lainnya seperti transportasi, transaksi, dan pemrosesan kayu yang di luar ketentuan hukum. Prosedur penebangan sendiri bisa dikatakan ilegal jika akses masuk hutan didapatkan dengan cara korupsi, menebang spesies pohon yang dilindungi, atau menebang dalam jumlah melebihi yang diizinkan.[5]

Penebangan habis adalah istilah penebangan yang memanen kayu dalam area tertentu hingga bersih tanpa menyisakan satu pohon pun.[2]

Aktivitas menebang pohon yang memiliki nilai jual tinggi dan meninggalkan yang bernilai jual rendah, menebang pohon yang sudah matang dan meninggalkan yang muda, atau meninggalkan kayu yang berpenyakit atau rusak disebut dengan sistem tebang pilih (high grading) atau penebangan selektif.[6]

Penebangan yang tidak memotong batang utama dari pohon (penebangan cabang) harus memperhatikan sisa potongan di lokasi (serbuk gergaji, potongan daun) terutama jika penebangan dilakukan di daerah yang rawan kebakaran.

Ketika suatu area hutan terendam air akibat dibangunnya bendungan maka kayu dapat ditebang dengan metode penebangan kayu bawah air. Penebangan dapat menjadi lebih sulit (karena harus menyelam ke dalam air), dan lebih mudah (karena kayu langsung mengapung di atas air setelah ditebang). Contoh terkenal dari usaha penebangan bawah air ada di Danau Ootsa dan Danau Williston di British Columbia, Kanada[7] dan di Danau Volta, Ghana.

Transportasi kayu

sunting

Kayu yang telah ditebang biasanya ditransportasikan ke penggergajian kayu untuk dipotong menjadi potongan kayu, atau ke pabrik kertas untuk dijadikan pulp kayu yang kemudian dijadikan kertas. Banyak metode untuk memindahkan kayu, bisa diangkut dengan truk semi-trailer khusus, diapungkan di sungai dan mengikuti arus air, dan dengan kabel. Pemindahan kayu dengan diapungkan di badan air berisiko menenggelamkan beberapa kayu dari spesies yang berat jenisnya tinggi atau kayu yang mengandung resin dalam jumlah besar.

Transportasi kayu dengan kabel tinggi yang ditopang tiang-tiang juga sudah umum. Metode lainnya yaitu menggunakan helikopter ketika akses alat berat ke dalam hutan sulit atau tidak diizinkan.[8] Cara lainnya yang tidak umum seperti penggunaan hewan sebagai tenaga tarik dan balon.

Keselamatan

sunting

Pembalakan hutan merupakan pekerjaan yang berbahaya. Pada tahun 2008, di Amerika Serikat 93 jiwa dari sekitar 86.000 pekerja di industri penebangan kayu telah meninggal ketika bekerja.[9] Penebang kayu bekerja dengan peralatan berat mekanis di area yang tidak rata, bahkan licin. Penebang kayu juga berurusan dengan kondisi iklim yang bervariasi, dari ekstrem dingin hingga ekstrem panas. Lokasi klinik atau rumah sakit bisa jauh dari lokasi kerja sehingga pertolongan di tempat penting untuk dilakukan. Istilah widowmaker (pembuat janda) digunakan dalam industri kehutanan bagi kayu yang tidak jelas akan jatuh ke mana sehingga dapat membahayakan pekerja.

Di daerah British Columbia, Kanada, telah dibentuk lembaga keselamatan hutan BC Forest Safety Council pada September 2004, yang merupakan lembaga sosial nonprofit untuk mempromosikan keselamatan di sektor industri kehutanan.[10]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Arti kata pembalakan". Kamus Besar Bahasa Indonesia. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
  2. ^ a b Society of American Foresters, 1998. Dictionary of Forestry.
  3. ^ "ceres.ca.gov โ€” Fire-Silviculture Relationships in Sierra Forests" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2006-09-26. Diakses tanggal 2013-08-28.
  4. ^ "Virginia Tech: Dealing with Timber Theft". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-10-17. Diakses tanggal 2013-08-28.
  5. ^ Illegal Logging.Info
  6. ^ "Forest Matters: Just Say No to High Grading page 8" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2007-09-26. Diakses tanggal 2013-08-28.
  7. ^ Triton Logging
  8. ^ Helicopter logging or Heli-logging Diarsipkan 2009-06-04 di Wayback Machine., Forestry.com
  9. ^ "NIOSH Logging Safety". United States National Institute for Occupational Safety and Health. Diakses tanggal 2010, 04-19.
  10. ^ BC Forest Safety Council

Bahan bacaan terkait

sunting
  • Costa, F.; Magnusson, W. (2002). "Selective logging effects on abundance, diversity, and composition of tropical understory herbs". Ecological Applications. 12 (3): 807โ€“819. doi:10.1890/1051-0761(2002)012[0807:SLEOAD]2.0.CO;2.
  • Pinard, M. A.; Putz, F. E. (1996). "Retaining forest biomass by reducing logging damage". Biotropica. 28 (3): 278โ€“295. JSTORย 2389193.
  • Putz, F.; Sist, P.; Frederickson, T.; Dykstra, D. (2008). "Reduced-impact logging: challenges and opportunities". Forest Ecology & Management. 256 (7): 1427โ€“1433. doi:10.1016/j.foreco.2008.03.036.
  • Shukla, J.; Sellers, P.; Nobre, C. (1990). "Amazon deforestation and climate change". Science. 247 (7): 1322โ€“1325.
  • Sokal, R. R.; Gurevitch, J.; Brown, K. A. (2004). "Long-term impacts of logging on forest diversity in Madagascar". PNAS. 101 (16): 6045โ€“6049. doi:10.1073/pnas.0401456101.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Pembalakan liar

Proses penebangannya sendiri dapat bersifat ilegal, termasuk melalui cara-cara koruptif untuk memperoleh akses ke kawasan hutan; melakukan penebangan tanpa

Penebangan hutan di Kalimantan

Penebangan hutan di Kalimantan (bahasa Indonesia: deforestasi) adalah kegiatan penebangan dalam skala besar yang biasanya menyebabkan alih fungsi kawasan

Deforestasi di Indonesia

tahun 2008, diperkirakan bahwa hutan hujan tropis di Indonesia akan habis ditebang dalam satu dekade. Dari total penebangan di Indonesia, hingga 80% dilaporkan

Ekosistem hutan

ekosistem hutan sering kali terancam oleh aktivitas manusia, seperti penebangan hutan secara besar-besaran, pembakaran hutan, dan pertambangan. Penebangan hutan

Indonesia

pertanian bertanggung jawab atas sebagian besar penebangan hutan di Indonesia. Belakangan ini, penebangan hutan didorong oleh industri kelapa sawit. Meskipun

Deforestasi hutan Amazon

setempat. Penebangan ilegal, termasuk penebangan selektif terhadap spesies pohon bernilai tinggi, turut melemahkan struktur dan fungsi ekosistem hutan. Kegiatan

Abi Kusno Nachran

Sebagai jurnalis, ia sering kali melaporkan aktivitas penebangan dan perdagangan kayu ilegal di hutan Kalimantan. Abi Kusno Nachran lahir pada 30 Maret 1941

Endemisme

dengan endemisme tinggi adalah penebangan hutan secara berlebihan serta metode pembukaan lahan dengan cara membakar hutan. Dua faktor ini umumnya didapati