Penjajahan, pengolonian, atau kolonisasi merujuk pada perpindahan penduduk berskala besar dengan para migran yang mempertahankan pertautan yang kuat dengan negara mereka, bekas negara mereka, atau leluhur mereka. Melalui pertautan tersebut, mereka mendapat keuntungan yang kentara dibandingkan penduduk lain di wilayah itu. Ketika penjajahan terjadi di bawah perlindungan struktur kolonial, hal ini dapat disebut sebagai kolonialisme pemukim. Hal ini sering kali melibatkan para pemukim melucutkan hak milik penduduk asli atau melembagakan hukum dan struktur lain yang merugikan mereka.[1]

Penjajahan dapat didefinisikan sebagai proses menetapkan kendali asing atas wilayah atau rakyat yang disasar untuk tujuan penanaman, sering kali dengan mendirikan tanah jajahan dan mungkin dengan menetap di sana.[2]

Di tanah jajahan yang didirikan oleh negara-negara Eropa Barat di Amerika, Australia, dan Selandia Baru, pemukim (ditambah dengan orang-orang Eropa Tengah, Eropa Timur, Asia, dan Afrika) akhirnya membentuk mayoritas besar penduduk setelah berasimilasi, berperang, atau mengusir penduduk asli.

Di tempat lain, pemukim Eropa Barat membentuk kelompok minoritas, sering mendominasi mayoritas bukan Eropa Barat.[3]

Selama penjajahan Eropa di Australia, Selandia Baru, dan tempat lain di Oseania, penjelajah dan penjajah sering menganggap daratan sebagai terra nullius (berarti "tanah kosong" dalam bahasa Latin).[4] Disebabkan ketiadaan teknik pertanian Barat, orang Eropa menganggap tanah itu tidak diubah oleh manusia dan oleh sebab itu memperlakukannya sebagai tidak berpenghuni meskipun ada penduduk asli di tanah itu. Pada abad ke-19, hukum dan gagasan seperti Hukum Penjajahan Umum Meksiko dan doktrin takdir nyata Amerika Serikat mendorong penjajahan lebih lanjut oleh Amerika, yang sudah dimulai pada abad ke-15

Terlepas dari deklarasi dan referendum yang jumlahnya tidak terhitung dari Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang kemerdekaan negara dan rakyat jajahan yang diterapkan sejak tahun 1946, masih ada lebih dari 60 tanah jajahan di duniaโ€“ kadang kala disebut wilayah atau teritori โ€“ termasuk Puerto Riko, Guam, dan Bermuda.[5][6][7]

Leksikologi

sunting

Istilah kolonisasi berasal dari kata Latin colere ("menanam, menggarap"),[8] colonia ("tanah perkebunan", "pertanian"), dan colonus ("penggarap tanah", "seorang petani"),[9] lalu dengan lanjutan to inhabit ("mendiami").[10] Seseorang yang menjajah, yaitu kata benda pelaku, dirujuk sebagai colonizer (penjajah), sedangkan orang yang dijajah, yaitu objek kata benda pelaku atau mutlak dirujuk sebagai colonizee,[11] colonisee, atau colonised ("terjajah", "yang dijajah").[12]

Lihat pula

sunting
Penjajahan
Lain-lain yang berkaitan

Catatan dan rujukan

sunting
  1. ^ Howe, Stephen (2002). Empire: A Very Short Introduction. United States: Oxford University Press. ISBNย 9780191604447.
  2. ^ Marc Ferro (1997). Colonization. Routledge. hlm.ย 1. doi:10.4324/9780203992586. ISBNย 9780203992586."Colonization is associated with the occupation of a foreign land, with its being brought under cultivation, with the settlement of colonists. If this definition of the term โ€œcolonyโ€ is used, the phenomenon dates from the Greek period. Likewise we speak of Athenian, then Roman 'imperialism'."
  3. ^ Howe, Stephen (2002). Empire: A Very Short Introduction. United States: Oxford University Press. hlm.ย 21โ€“31.
  4. ^ Painter, Joe; Jeffrey, Alex (2009). Political Geography. London, GBR: SAGE Publications Ltd. hlm.ย 169.
  5. ^ Llorรฉns, Hilda; Stanchich, Maritza (1-2-2019). "Water is life, but the colony is a necropolis: Environmental terrains of struggle in Puerto Rico". Cultural Dynamics (dalam bahasa Inggris). 31 (1โ€“2): 81โ€“101. doi:10.1177/0921374019826200. ISSNย 0921-3740.
  6. ^ Collado Schwarz, รngel (2012). Decolonization models for America's last colony Puerto Ricoย : radio interviews with Francisco Catalรก-Oliveras and Juan Lara. Syracuse University Press. ISBNย 978-0-8156-0963-6. OCLCย 929401838.
  7. ^ Malavet, Pedro (1-1-2000). "Puerto Rico: Cultural Nation, American Colony". Michigan Journal of Race and Law. 6 (1): 1โ€“106. ISSNย 1095-2721.
  8. ^ Oxford English Dictionary Second Edition on CD-ROM (v. 4.0). Oxford University Press. 2009.
  9. ^ Charlton T. Lewis; Charles Scott (1879). A Latin Dictionary. Oxford University Press. ISBNย 978-0-19-864201-5.
  10. ^ Marcy Rockman; James Steele (2003). The Colonization of Unfamiliar Landscapes. Routledge. ISBNย 0-415-25606-2.
  11. ^ Riordan, John P. STAFF COLL FORT LEAVENWORTH KS SCHOOL OF ADVANCED MILITARY STUDIES, 2008.
  12. ^ Freeman, Luke. "Lesley A. Sharp. The Sacrificed Generation: Youth, History, and the Colonized Mind in Madagascar. Berkeley: University of California Press, 2002. xvii+ 377 pp. Photographs. Maps. Appendixes. Glossary. Notes. Bibliography. Index. $65.00. Cloth. $27.50. Paper." African Studies Review 46.2 (2003): 106-108.

Daftar pustaka

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Pendudukan Jepang di Hindia Belanda

disambut baik karena akan membebaskan bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan bangsa Belanda. 11 Maret - Perlawanan Aceh terlibat dalam pertempuran

Hindia Belanda

bawah pemerintahan Belanda pada tahun 1800. Selama abad ke-19, daerah jajahan dan pengaruh Belanda diperluas, mencapai batas wilayah kekuasaan terbesar

Timor Timur

oleh pemerintahan Presiden Soeharto karena dianggap sebagai peninggalan penjajahan dan digantikan oleh Bahasa Indonesia. Dalam praktik keseharian, masyarakat

Mitos penjajahan 350 tahun

Mitos penjajahan 350 tahun adalah sebuah mitos yang menyatakan bahwa Nusantara telah dijajah oleh Belanda selama 350 tahun. Mitos tersebut berdasarkan

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

berisi penjelasan bilamana Indonesia telah merdeka dan bebas dari belenggu penjajahan. Setelah pembacaan pidato pembukaan, Soekarno melanjutkan dengan pembacaan

Sejarah Indonesia

Portugis, dan Spanyol) yang menginginkan rempah-rempah mengakibatkan penjajahan oleh Belanda selama sekitar 350 tahun antara awal abad ke-17 hingga pertengahan

Daftar kata serapan dari bahasa Portugis dalam bahasa Indonesia

berubah menjadi usaha penjajahan untuk menguasai sumber rempah-rempah yang harganya sangat mahal di Eropa. Bersamaan dengan penjajahan, orang-orang Portugis

Daftar negara di Afrika

Daftar negara dan tanah jajahan di Afrika, termasuk ibu kota, bahasa, mata uang, populasi, wilayah dan Produk domestik bruto. Negara-negara dengan pengakuan