Perang Agama Prancis
Bagian dari Perang agama Eropa

Penggambaran pembantaian Hari Santo Bartolomeus oleh Franรงois Dubois
TanggalMaret 1562 โ€“ April 1598
LokasiPrancis
Hasil Gencatan senjata yang tidak tenang.
Maklumat Nantes memberikan hak-hak untuk Huguenot dalam beberapa hal;
Paris dan beberapa wilayah lain dinyatakan sebagai wilayah Katolik secara permanen.
Musuh-musuh Prancis tidak berhasil melemahkan Prancis atau merebut wilayahnya.
Pihak terlibat
ย Prancis
ย Spanyol (hingga 1588)
ย Negara Gereja (hingga 1588)
Toscana
Katolik:
border=no Liga Katolik
ย Spanyol (sejak 1588)
ย Savoia
ย Imperium Portugal
Tokoh dan pemimpin

1595โ€“1598:
Kekaisaran Spanyol Pedro Henriquez de Acevedo
Kekaisaran Spanyol Carlos Coloma
Kekaisaran Spanyol Albert VII
Kekaisaran Spanyol Girolamo Caraffa
Kekaisaran Spanyol Juan Fernรกndez de Velasco y Tovar
Charles dari Mayenne
Korban
Antara 2 juta atau 4 juta orang tewas[1]

Perang Agama Prancis (1562โ€“98) adalah istilah yang mengacu pada periode perang saudara antara orang-orang Katolik dan Protestan di Kerajaan Prancis. Konflik ini melibatkan wangsa-wangsa aristokrat seperti Wangsa Bourbon dan Wangsa Guise (Lorraine), dan kedua belah pihak menerima bantuan asing.

Diperkirakan 2.000.000 hingga 4.000.000 orang tewas akibat perang, kelaparan, dan penyakit.[2] Saat konflik berakhir pada tahun 1598, Maklumat Nantes memberikan berbagai hak dan kebebasan untuk Huguenot, walaupun maklumat ini tidak mengakhiri permusuhan antara Katolik dengan Protestan. Perang ini melemahkan otoritas monarki, walaupun nantinya Raja Henri IV berhasil memperkuatnya kembali.

Periodisasi

sunting

Sejarawan hingga kini masih memperdebatkan banyaknya perang yang terjadi, penanggalannya, dan juga lama berlangsungnya perang. Beberapa sejarawan meyakini bahwa Maklumat Nantes pada tanggal 13 April 1598 dan Perdamaian Vervins pada tanggal 2 Mei 1598 mengakhiri peperangan ini,[3] walaupun pemberontakan Huguenot masih berlanjut sehingga menurut sejarawan lain menilai Perdamaian Alais pada tahun 1629 merupakan akhir dari peperangan.[4] Kendati demikian, sejarawan pada umumnya setuju bahwa perang agama ini dimulai dari Pembantaian Vassy pada tahun 1562 dan diakhiri oleh Maklumat Nantes pada tahun 1562.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ Knecht 2002, hlm.ย 91.
  2. ^ a b Knecht, Robert J. (2002). The French Religious Wars 1562-1598. Osprey Publishing. hlm.ย 91. ISBNย 9781841763958.
  3. ^ Clodfelter, Micheal (2017). Warfare and Armed Conflicts: A Statistical Encyclopedia of Casualty and Other Figures, 1492โ€“2015 (Edisi 4). Jefferson, Carolina Utara: McFarland. hlm.ย 14-16, 537. ISBNย 978-0786474707.
  4. ^ Holt, Mack P. The French wars of religion, 1562-1629. cambridge. ISBNย 052183872X.

Bacaan lanjutan

sunting

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Perang agama Eropa

Kekaisaran Romawi Suci Perang Delapan Puluh Tahun (1568โ€“1648) di Negeri-Negeri Dataran Rendah Perang Agama Prancis (1562โ€“1598) Perang Tiga Puluh Tahun (1618โ€“1648)

Perang Salib

Perang Salib adalah sebutan bagi perang-perang agama di Timur Tengah dan Eropa antara abad ke-11 sampai abad ke-13 yang disokong dan adakalanya diarahkan

Prancis

penerimaan ajaran Agama Kristen secara luas di lingkungan masyarakat. Setelah Raja Clovis berpindah agama pada tahun 498, Kerajaan Prancis mendapatkan gelar

Perang Inggrisโ€“Prancis

1551โ€“1559 Ekspedisi Inggris ke Prancis (1562โ€“1563) - intervensi Inggris dalam Perang Agama Prancis pertama. Perang Inggrisโ€“Prancis (1627โ€“1629) โ€“ intervensi

Bahasa di Prancis

resmi satu-satunya di negara Prancis adalah bahasa Prancis berdasarkan pada artikel kedua Konstitusi Prancis. Bahasa Prancis, sebuah bahasa yang tergolong

Perang Tiga Puluh Tahun

kawasan tersebut. Ada beberapa sebab mengapa perang ini terjadi. Meskipun tampak sebagai konflik keagamaan antara kaum Protestan dan Katolik, persaingan

Agama di Indonesia

adalah agama mayoritas di Nusa Tenggara Timur. Diskriminasi terhadap umat Katolik berakhir ketika Belanda dikalahkan oleh Prancis dalam era perang Napoleon

Franรงois II dari Prancis

Pemerintahannya yang singkat didominasi oleh pergulatan pertama Perang Agama Prancis. Meskipun usia mayoritas kerajaan telah ditetapkan pada usia empat