Peridotit

Peridotit adalah batuan beku padat, berbutir kasar, dan sebagian besar terdiri dari mineral olivin dan piroksen. Peridotit adalah batuan ultramafik, karena mengandung kurang dari 45% silika. Peridotit tinggi akan magnesium, dengan proporsi olivin yang tinggi dengan besi yang cukup. Peridotit berasal dari mantel bumi, baik dalam bentuk blok yang solid dan fragmen, atau dalam bentuk akumulasi kristal dari magma yang terbentuk di mantel. Komposisi peridotit pada kompleks batuan beku yang bermacam-macam mencerminkan proporsi relatif piroksen, kromit, plagioklas, dan amfibol.

Peridotit adalah batuan yang dominan pada bagian atas mantel bumi. Komposisi nodula peridotit, yang ditemukan di basal tertentu dan pipa berlian (kimberlit), mendapat perhatian khusus, karena mereka menyediakan sampel dari mantel bumi yang dibawa dari kedalaman mulai dari sekitar 30ย km sampai 200ย km atau lebih. Beberapa nodula menyimpan rasio isotop osmium dan unsur lain yang merekam proses yang terjadi ketika bumi terbentuk, dan sehingga mereka menarik perhatian para ahli paleontologi karena mereka memberikan petunjuk komposisi awal mantel bumi dan kompleksitas proses yang terjadi.

Kata peridotite berasal dari nama batu permata peridot, yang terdiri dari olivin berwarna hijau pucat.[1] Peridotit klasik berwarna hijau terang dengan beberapa bintik hitam, tetapi sebagian besar sampel tangan cenderung berwarna hijau gelap. Singkapan peridotit biasanya berkisar dari kuning cerah bersahaja hingga warna hijau gelap; ini disebabkan karena olivin mudah lapuk menjadi idingsit. Meskipun hijau dan adalah warna yang paling umum, batuan peridotit dapat memiliki berbagai warna seperti biru, coklat, dan merah.

Tipe

sunting
Diagram klasifikasi untuk peridotit dan piroksenit berdasarkan proporsi olivin dan piroksen. Area hijau pucat merupakan komposisi yang paling umum dari peridotit di bagian atas mantel bumi (sebagian diadaptasi dari Bodinier dan Godard (2004)).
  • Dunit: lebih dari 90% olivin, biasanya dengan rasio Mg / Fe sekitar 9: 1.
  • Werlit: sebagian besar terdiri dari olivin ditambah klinopiroksen.
  • Harzburgit: sebagian besar terdiri dari olivin ditambah ortopiroksen, dan proporsi material basaltik yang relatif rendah (karena garnet dan klinopirosken yang sedikit).
  • Lerzolit: bentuk paling umum dari peridotit, sebagian besar terdiri dari olivin, ortopirosken (umumnya enstatit), dan klinopirosen (diopsid), dan memiliki proporsi material basaltik yang relatif tinggi (garnet dan clinopyroxene). Fusi parsial lerzolit dan ekstraksi fraksi lelehan dapat meninggalkan residu padat harzburgit.

Komposisi

sunting

Olivin adalah ortosilikat magnesium yang mengandung beberapa zat besi dengan rumus kimia (Mg,Fe)2SiO4;Pirksen merupakan rantai silikat yang mempunyai rumus kimia(Ca,Na,Fe+2,Mg)(Cr,Al,Fe+3,Mg,Mn,Ti,V)Si2O6 terdiri dari banyak mineral yang berbeda.

Olivin kaya magnesium membentuk sebagian besar peridotit, dan oleh sebab itu konten magnesiumnya tinggi. Kompleks batuan beku berlapis memiliki komposisi jauh lebih bervariasi, tergantung pada fraksi piroksen, klorit, plagioklas, dan amfibol. mineral - mineral minor dan kelompok mineral di peridotit termasuk plagioklas, spinel (umumnya mineral kromit), garnet (terutama mineral pirop), amfibol, dan flogopit. Dalam peridotit, plagioklas stabil pada tekanan yang relatif rendah (kerak bumi yang dalam), spinel alumina pada tekanan yang lebih tinggi (sampai kedalaman 60ย km atau lebih), dan garnet pada tekanan belum tinggi.

Piroksenit merupakan terkait batuan ultrabasa yang terkait dengan peridotit, yang sebagian besar terdiri dari ortopiroksen dan atau klinopiroksen; mineral yang mungkin ada dalam kelimpahan yang lebih rendah termasuk olivin, garnet, plagioklas, amfibol, dan spinel.

Referensi

sunting
  1. ^ Collins Australian Dictionary, 7th edition

Bacaan lebih lanjut

sunting
  • Alfred T. Anderson, Jr., 2002. "Peridotite", AccessScience@McGraw-Hill, DOI 10.1036/1097-8542.498300.
  • Harvey Blatt and Robert J. Tracy, 1996, Petrology: Igneous, Sedimentary and Metamorphic, 2nd ed., Freeman, ISBN 0-7167-2438-3
  • J.-L. Bodinier and M. Godard, 2004, Orogenic, Ophiolitic, and Abyssal Peridotites, in The Mantle and Core (ed. R. W. Carlson), Treatise on Geochemistry v. 2, Elsevier-Pergamon, Oxford ISBN 0-08-043751-6

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Letusan Samalas 1257

Gunung Samalas dan Gunung Rinjani kemungkinan besar berasal dari batuan peridotit di bawah Lombok, dalam wilayah yang dikenal sebagai irisan mantel. Sebelum

Batuan beku

ultra basa, apabila kandungan SiO2 kurang dari 45%. Contohnya adalah peridotit, dunit, dan komatiit. Menurut ( S.J. Shand, 1943), yaitu: Batuan leukokratik

Pertambangan

tanah serap (fullers earth), slate, granit, granodiorit, andesit, gabro, peridotit,basalt, trakhit, leusit, tanah liat, tanah urug, batu apung, opal, kalsedon

Litosfer

batuan vulkanik, dan yang terbawah tersusun dari batuan beku Gabro dan peridotit. Litosfer benua yang berhubungan dengan kerak benua. Tipe ini merupakan

Intan

harzburgit dan lherzolit, dua jenis peridotit. Sebagai jenis batuan yang paling dominan di mantel atas, peridotit adalah batuan beku yang sebagian besar

Dunit

Dunit adalah anggota terakhirdari grup peridotit yang merupakan kelompok batuan asal mantel. Dunit dan batuan peridotit lainnya dikategorikan sebagai konstituen-konstituen

Zabarjad

ditemui di batuan mafik dan ultramafik yang terjadi di lava dan xenolith peridotit di mantel. Permata ini muncul pada batuan yang kekurangan silika seperti

Kawasan Industri Weda Bay

terbentuk dari pelapukan laterit batuan ultramafik: serpentinit, dunit, dan peridotit. Tambang ini merupakan serangkaian tambang terbuka, termasuk lokasi di