Kerajaan Butan

เฝ เฝ–เพฒเฝดเฝ‚เผ‹เฝขเพ’เพฑเฝฃเผ‹เฝเฝ–เผ‹
Druk Gyalkhap (Dzongkha)
Lagu kebangsaan:ย 
เฝ เฝ–เพฒเฝดเฝ‚เผ‹เฝ™เฝ“เผ‹เฝ‘เฝ“เผ‹
Druk tsendhen
("Himne Kerajaan Naga Petir")
Lokasi Bhutan
Ibu kota
Thimphu
27ยฐ28โ€ฒN 89ยฐ38โ€ฒE๏ปฟ / ๏ปฟ27.467ยฐN 89.633ยฐE๏ปฟ / 27.467; 89.633
Bahasa resmi
dan bahasa nasional
Dzongkha
PemerintahanKesatuan parlementer monarki semi-konstitusional
โ€ขย Druk Gyalpo
Jigme Khesar Namgyel Wangchuck
โ€ขย Putra Mahkota
Jigme Namgyel Wangchuck
โ€ขย Perdana Menteri
Tshering Tobgay
LegislatifParlemen
ย -ย Majelis Tinggi
เฝ‚เฝฒเผ‹เฝขเพ’เพฑเฝฃเผ‹เฝกเฝผเฝ„เฝฆเผ‹เฝšเฝผเฝ‚เฝฆเผ‹เฝฆเพกเฝบเผ‹
Gyelyong Tshogde
ย -ย Majelis Rendah
เฝ‚เฝฒเผ‹เฝขเพ’เพฑเฝฃเผ‹เฝกเฝผเฝ„เฝฆเผ‹เฝšเฝผเฝ‚เฝฆเผ‹เฝ เฝ‘เฝดเผ‹
Gyelyong Tshogdu
Pembentukan
โ€ขย Pendirian
Awal abad ke-17
โ€ขย Dinasti Wangchuck
(Hari Nasional)
17 Desember 1907
โ€ขย Perjanjian India-Butan
9 Agustus 1949
โ€ขย Bergabung dengan PBB
21 September 1971
โ€ขย Monarki konstitusional
(Konstitusi saat ini)
18 Juli 2008
Luas
ย -ย Total
38.394 km2 (136)
ย -ย Perairanย (%)
1,1
Penduduk
ย -ย Perkiraanย 2021
777.486[1][2] (165)
ย -ย Sensus Pendudukย 2022
727.145[3]
ย -ย Kepadatan
19,3/km2 (162)
PDBย (KKB)2022
ย -ย Total
$9,8 miliar[4] (166)
ย -ย Per kapita
$12.970[4] (134)
PDBย (nominal)2022
ย -ย Total
$2,6 miliar[4] (178)
ย -ย Per kapita
$3.500[4] (153)
Giniย (2017)Steadyย 37,4[5]
sedang
IPMย (2021)Steadyย 0,666[6]
sedangย ยทย 127
Mata uangNgultrum (Nu.)
(BTN)
Rupee India (โ‚น)
(INR)
Zona waktuBTT
(UTC+6)
Lajur kemudikiri
Kode telepon+975
Kode ISO 3166BT
Ranah Internet.bt
  1. Dalam sistem monarki semi-konstitusional, perdana menteri adalah pemegang kekuasaan eksekutif pada pemerintahan; namun raja masih memiliki kekuatan politik yang cukup besar untuk melaksanakan kebijakannya sendiri.
Sunting kotak info
Sunting kotak infoย โ€ข Lihatย โ€ข Bicara
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Butan, dengan nama resmi Kerajaan Butan, adalah sebuah negara kecil di Asia Selatan yang berbentuk Kerajaan dan dikenal dengan sebutan Negeri Naga Guntur. Wilayahnya terhimpit antara India dan Tiongkok. Nama lokal negara ini adalah Druk Yul, yang berarti "Negara Naga". Simbol naga dapat ditemukan di bendera dan lambang negaranya.

Pemerintahan yang dijalankan dengan kekuasaan monarki absolut berakhir ketika konstitusi baru dan pemilihan perdana menteri dilaksanakan. Raja Jigme Singye Wangchuck yang memimpin sejak tahun 1972 mengumumkan menggelar pemilu tahun 2008, sekaligus turun takhta. Pengumuman disampaikan di hadapan 8.000 penggembala hewan yak, biksu, petani, dan siswa pedesaan pada 18 Desember 2005. Pengumuman disebarkan melalui harian Kuensel. Sebelumnya, raja memperkenalkan rancangan konstitusi dan menyatakan pensiun pada usia 65 tahun. Atas ide ini, sebagian rakyat tidak sependapat karena khawatir terjadinya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, tetapi pada tahun 2006 sang raja mengundurkan diri dan digantikan oleh puterandanya.

Etimologi

sunting

'Butan' mungkin diturunkan dari kata Sanskerta 'Bhu-Uttan เคญเฅ‚-เค‰เคคเฅเคฅเคพเคจ' yang berarti 'Tanah Tinggi'. Dalam teori lain Sanskertanisasi, 'Bhots-ant เคญเฅ‹เคŸ-เค…เคจเฅเคค' berarti 'ujung Tibet' atau 'selatan Tibet'. Namun beberapa orang Butan menyebut negeri mereka 'Druk Yul' dan penduduknya 'Drukpa'. Nama Dzongkha (dan Tibet) untuk negeri ini ialah 'Druk Yul' (Tanah Naga Guntur). Karena tenang dan perawannya negeri dan pemandangannya ini, kini Butan kadang-kadang disebut Shangri-La terakhir.

Secara historis, Butan dikenal dengan banyak nama, seperti 'Lho Mon' (Negeri Kegelapan dari Selatan), 'Lho Tsendenjong' (Negeri Cendana dari Selatan), 'Lhomen Khazhi' (Negeri Empat Tujuan dari Selatan), dan 'Lho Men Jong' (Negeri Obat Tumbuhan dari Selatan).

Sejarah

sunting

Peralatan, senjata, dan sisa dari batu membuktikan bahwa Butan telah dihuni sejak awal 2000 SM. Para sejarawan telah berteori bahwa negara Lhomon (harfiah, "kegelapan dari selatan"), atau Monyul ("Tanah Gelap", Referensi pada Monpa, penduduk asli Butan) sudah ada antara 500 SM dan 600 M. Nama Lhomon Tsendenjong (Negeri Cendana), dan Lhomon Khashi, atau Mon Selatan (negeri 4 tujuan) telah ditemukan dalam kronik Butan dan Tibet kuno.

Peristiwa tertulis paling awal di Butan adalah lewatnya tokoh suci Buddha Padmasambhava (juga disebut Guru Rinpoche) pada abad ke-8. Sejarah awal Butan tidak jelas, karena sebagian besar catatan telah musnah setelah kebakaran di Punakha, ibu kota kuno pada 1827. Dari abad ke-10, perkembangan politik Butan amat dipengaruhi oleh sejarah religiusnya. Berbagai anak sekte Buddha muncul yang dilindungi oleh berbagai maharaja Mongol dan Tibet. Setelah runtuhnya bangsa Mongol pada abad ke-14, anak-anak sekte itu bersaing satu sama lain demi supremasi dalam bentang politik dan agama, akhirnya menimbulkan naiknya anak sekte Drukpa di akhir abad ke-16.

Hingga abad ke-17, Butan ada sebagai fiefdom yang saling berperang hingga dipersatukan oleh lama Tibet dan pemimpin militer Shabdrung Ngawang Namgyal. Untuk mempertahankan negerinya dari penggarongan yang sebentar-sebentar dilakukan bangsa Tibet, Namgyal membangun sebuah jaringan dzong (benteng) tak terkalahkan, dan mengumumkan kode hukum yang membantu membawa raja-raja setempat di bawah kendali terpusat. Banyak dari dzong itu yang masih ada. Setelah kematian Namgyal pada 1651, Butan jatuh dalam suasana anarkis. Mengambil keuntungan dari kekacauan itu, orang Tibet menyerang Butan pada 1710, dan kembali pada 1730 dengan bantuan orang Mongol. Kedua serang itu berhasil digagalkan, dan gencatan senjata ditandatangani pada 1759.

Peta Butan

Pada abad ke-18, Butan menyerang dan menduduki Kerajaan Cooch Behar di selatan. Pada 1772, Cooch Behar meminta British East India Company yang membantu mereka dalam mengusir orang Butan, dan kemudian dalam menyerang Butan sendiri pada 1774. Sebuah perjanjian damai ditandatangani di mana Butan setuju mundur dari perbatasannya sebelum 1730. Namun, perdamaian itu renggang, dan pertempuran perbatasan dengan Inggris berlangsung hingga ratusan tahun berikutnya. Akhirnya pertempuran itu menimbulkan Perang Duar (1864โ€“1865), konfrontasi atas mereka yang akan mengendalikan orang Duar dari Benggala. Setelah Butan kalah perang, Perjanjian Sinchula ditandatangani antara India Britania dan Butan. Sebagai bagian pemulihan perang, bangsa Duar diserahkan kepada Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia dalam pertukaran sewa Rs.ย 50,000. Perjanjian itu mengakhiri semua permusuhan antara India Britania dan Butan.

Selama 1870-an, perjuangan kekuatan antara lembah saingan Paro dan Trongsa menimbulkan perang saudara di Butan, akhirnya menimbulkan naik takhtanya Ugyen Wangchuck, ponlop (gubernur) Tongsa. Dari basis kekuataanya di Butan tengah, Ugyen Wangchuck mengalahkan para musuh politiknya dan mempersatukan negeri ini menyusul beberapa perang saudara dan pemberontakan antara 1882โ€“1885.

Pada 1907, tahun penting di negri ini, Ugyen Wangchuck dipilih dengan suara bulat sebagai raja pusaka negeri ini oleh majelis rahib Buddha, pejabat pemerintahan, dan kepala keluarga penting yang menonjol. Pemerintah Britania menyetujui dengan cepat monarki baru ini, dan pada 1910 Butan menandatangani perjanjian yang membuat Britania Raya โ€˜memanduโ€™ urusan luar negeri Butan.

Setelah India mendapatkan kemerdekaan dari Britania Raya pada 15 Agustus 1947, Butan menjadi salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan India.

Setelah Britania meninggalkan kawasan ini, sebuah perjanjian yang mirip dengan yang pada tahun 1910 diandatangani pada 8 Agustus 1949 dengan India yang baru merdeka.

Dzong Trongsa

Setelah Pasukan Pembebasan Rakyat RRT memasuki Tibet pada 1951, Butan menyekat perbatasan utaranya dan mengembangkan hubungan bilateral dengan India. Untuk mengurangi risiko gangguan RRT, Butan memulai program modernisasi yang didukung sepenuhnya oleh India. Pada 1953, Raja Jigme Dorji Wangchuck mendirikan badan pembuat UU di negeri ituโ€“ Majelis Nasional beranggotakan 130 orangโ€“ untuk meningkatkan bentuk pemerintahan yang lebih demokratis. Pada 1965, ia mendirikan Dewan Penasihat Kerajaan, dan pada 1968 ia membentuk kabinet. Pada 1971, Butan memasuki PBB, setelah memegang kedudukan pengamat selama 3 tahun. Pada Juli 1972, Jigme Singye Wangchuck naik takhta pada usia 16 setelah kematian ayahandanya Dorji Wangchuck.

Sejak 1988, para imigran Nepal begitupun imigran gelap telah mendakwa Butan melanggar HAM. Mereka mengatakan bahwa pemerintah Butan bertanggung jawab atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap penduduk minoritas penutur bahasa Nepalnya. Dugaan itu tetap tak terbukti dan dengan suara keras disangkal pihak Butan. Sebagian besar para pengungsi itu tinggal di kamp pengungsian yang dibuat PBB di Nepal tenggara di mana mereka tetap di sana selama 15 tahun.

Pada 1998, Raja Jigme Singye Wangchuck memperkenalkan reformasi politik signifikan, memindakan sebagian besar kekuasaannya kepada PM dan mengizinkan panggilan pertanggungjawaban pada raja oleh dua pertiga mayoritas Majelis Nasional. Di akhir 2003, tentara Butan berhasil meluncurkan operasi skal besar untuk meredam para pengacau anti-India yang menjalankan kamp pelatihan di Butan selatan.

Pada 1999, sang Raja juga mencabut larangan TV dan Internet, membuat Butan salah satu dari negara terakhir yang memperkenalkan TV. Dalam pidatonya, ia berkata bahwa TV adalah langkah penting buat modernisasi Butan seperti sumbangan utama pada Kebahagiaan Nasional Bruto negeri ini (Butan ialah satu-satunya negara yang mengukur kebahagiaan) tetapi memperingatkan penyalahgunaan TV yang bisa menggerus nilai-nilai tradisional Butan.

Sebuah konstitusi baru telah diperkenalkan pada awal 2005[7] yang akan diratifikasi oleh referendum sebelum diterapkan. Pada Desember 2005, Raja Jigme Singye Wangchuck mengumumkan bahwa ia akan turun takhta pada 2008. Sang Raja akan digantikan puterandanya, putra mahkota Jigme Khesar Namgyel Wangchuck. Namun sebelum tahun itu tiba (2006), ia telah turun takhta.

Geografi

sunting
Peta topografis Butan

Kawasan utara terdiri atas busur puncak pegunungan yang terglasialkan dengan iklim yang amat dingin pada ketinggian tertinggi. Sebagian besar puncak di utara lebih dari 23.000ย kaki (7.000ย m) dpl; titik tertinggi dinyatakan sebagai Kula Kangri, pada 24.780ย kaki (7.553ย m), tetapi studi topografi terperinci menyatakan bahwa keseluruhan Kula Kangri ada di Tibet dan pengukuran RRT modern menyatakan bahwa Gangkhar Puensum, yang istimewa sebagai pegunungan tertinggi yang tak terdaki di dunia, lebih tinggi dari 24.835ย kaki (7.570ย m). Dialiri oleh sungai bersalju, lembah pegunungan tinggi di kawasan ini menyediakan padang rumput untuk ternak, dipelihara oleh populasi penggembala migrator yang kurang.

Pegunungan Hitam di Butan tengah membentuk badan air antara 2 sistem air utama: Mo Chhu dan Drangme Chhu. Puncak-puncak di Pegunungan Hitam berkisar antara 4.900 hingga 8.900 kaki (1.500ย  dan 2.700ย m) dpl, dan sungai beraliran cepat telah membentuk jurang yang dalam di jajaran pegunungan yang lebih rendah. Hutan di kawasan tengah menyediakan sebagian besar produksi hutan di Butan. Torsa, Raidak, Sankosh, dan Manas ialah sungai-sungai utama di Butan, mengalir melalui kawasan ini. Sebagian besar penduduk tinggal di dataran tinggi tengah.

Pertanian bertingkat di Lembah Punakha.

Di selatan, Perbukitan Shiwalik ditutupi dengan hutan yang lebat dan selalu berganti daun, lembah-lembah sungai dataran rendah aluvial, dan pegunungan setinggi 4.900 kaki (1.500ย m) dpl. Kaki bukit menurun ke dataran Duar yang bersifat subtropis. Sebagian besar Duar terletak di India, meski garisnya meluas 6โ€“9ย mil (10โ€“15ย km) ke Butan. Duar yang ada di Butan terbagi atas 2 bagian: Duar utara dan selatan. Duar utara, yang berbatasan dengan kaki bukit Himalaya, memiliki dataran yang kasar dan miring serta tanah yang kering dan keropos dengan vegetasi yang jarang dan margasatwa yang banyak. Duar selatan memiliki tanah yang agak subur, rumput sabana yang lebat, hutan yang lebat dan bercampur serta sumber air panas. Sungai pegunungan, yang didapat dari salju membeku atau hujan monsun, mengalir ke sungai Brahmaputra di India. Data yang diluncurkan oleh Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa negeri ini memiliki hutan sekitar 64% per Oktober 2005.

Iklim di Butan bervariasi menurut ketinggian, dari subtropis di selatan hingga sedang di dataran tinggi dan iklim tipe kutub, dengan salju sepanjang tahun, di utara. Butan mengalami 5 musim yang berbeda: panas, monsun, gugur, dingin, dan semi. Hujan monsun di Butan barat lebih lebat; musim panas di Butan selatan kering dan panas serta musim salju yang dingin; Butan tengah dan timur beriklim sedang dan lebih kering daripada di barat dengan musim panas yang hangat dan musim salju yang dingin.

Politik

sunting
Biara Takstang. Buddha adalah agama negara dan berperan penting dalam politik bangsa.

Sepanjang dasawarsa terakhir, politik Butan terjadi dalam kerangka monarki absolut yang berkembang menjadi monarki konstitusional. Pada 1999, raja ke-4 Butan menciptakan badan 10 anggota yang disebut Lhengye Zhungtshog (Dewan Menteri). Raja Butan adalah kepala negara. Kekuasaan eksekutif dilaksanakan oleh Lhengye Zhungtshog, dewan menteri. Kekuasaan legislatif dipegang oleh pemerintah dan Majelis Nasional.

Pada tahun 2008, Butan menciptakan sejarah dengan memperkenalkan demokrasi parlementer, sehingga kerja-kerja berubah dan partai politik kini resmi. Dalam sistem baru ini terdapat parlemen yang terdiri dari majelis tinggi dan majelis rendah โ€” anggota majelis rendah terafiliasi dengan partai-partai politik. Pemilihan anggota majelis tinggi dilaksanakan untuk pertama kalinya pada Desember 2007 sementara pemilihan anggota majelis rendah dilaksanakan pada Maret 2008. Partai Perdamaian dan Kesejahteraan Butan memenangi pemilihan majelis rendah dengan meraih 44 dari 47 kursi.

Kekuasaan peradilan dilaksanakan di semua pengadilan Butan. Jaksa Agung ialah kepala administratif peradilan.

Pembagian administratif

sunting

Untuk tujuan administratif, Butan terbagi atas 4 dzongdey (zona administratif). Tiap dzongdey dibagi lagi menjadi dzongkhag (distrik). Ada 20 dzongkhag di Butan. Dzongkhag yang besar dibagi lagi menjadi kecamatan yang dikenal sebagai dungkhag. Di tingkat dasar, sekelompok desa membentuk konstituante yang disebut gewog dan diatur oleh gup, yang dipilih rakyat.

Dzongkhag di Butan.
  1. Bumthang
  2. Chukha (ejaan lama: Chhukha)
  3. Dagana
  4. Gasa
  5. Haa
  6. Luentse
  7. Mongar
  8. Paro
  9. Pemagatshel (Pemagatsel)
  10. Punaka
  11. Samdrup Jongkhar
  12. Samtse (Samchi)
  13. Sarpang
  14. Thimphu
  15. Trashigang (Tashigang)
  16. Trashiyangse
  17. Trongsa (Tongsa)
  18. Tsirang (Chirang)
  19. Wangdue Phodrang (Wangdi Phodrang)
  20. Zhemang (Shemgang)

Militer dan kebijakan asing

sunting
Artikel utama: Militer Butan, Hubungan luar negeri Butan

Tentara Kerajaan Butan adalah dinas militer Butan. Termasuk pengawal kerajaan dan Polisi Kerajaan Butan. Keanggotaannya sukarela, dan usia minimum untuk perekrutan adalah 18. Jumlah tentara yang ada sekitar 6.000 dan dilatih oleh Tentara India.[8] Memiliki anggaran tahunan sekitar US$13,7 jutaโ€”1,8% PDB.

Meski Persetujuan 1949 dengan India kadang-kadang masih disalahtafsirkan bahwa India mengendalikan urusan luar negerinya, kini Butan memegang semua urusan luar negerinya sendiri termasuk isu garis perbatasan dengan RRT yang sensitif (bagi India). Templat:Inote Butan memiliki hubungan diplomatik dengan 22 negara, termasuk Uni Eropa, dengan misi di India, Bangladesh, Thailand dan Kuwait. Memiliki 2 misi PBB, 1 di New York dan 1 di Jenewa. Hanya India dan Bangladesh yang mempunyai kantor kedutaan di Butan, sedangkan Thailand punya kantor konsulat di Butan.

Dengan perjanjian yang lama dibuat, warganegara India dan Butan bisa berjalan ke kedua negara satu sama lain tanpa paspor atau visa dan sebagai gantinya menggunakan kartu identitas nasionalnya. Warganegara Butan bisa bekerja di India tanpa pembatasan resmi. Butan tak memiliki ikatan diplomasi resmi dengan negara tetangga utaranya, RRT, meski pertukaran kunjungan pada berbagai tingkat di antara kedua negeri itu telah bertambah pada tahun-tahun terkini. Persetujuan bilateral pertama antara RRT dan Butan ditandatangani pada 1998, dan Butan juga tela membangun konsulat di Makau dan Hong Kong. Perbatasan Butan dengan RRT sebagian besar tak dibatasi dan dipertentangkan di beberapa tempat.[9]

Pada 13 November 2005, pasukan RRT menerobos Butan dengan dalih keadaan lingkungan telah memaksa mereka mundur ke selatan dari Himalaya. Pemerintah Butan mengizinkan penerobosan itu (atas kenyataan) alasan kemanusiaan. Segera setelah itu, RRT mulai membangun jalan dan jembatan di wilayah Butan. MenLu Butan Khandu Wangchuk membahas masalah itu dengan pemerintah RRT karena isu itu merebak di parlemen Butan. Sebagai tanggapannya, JuBir Kementerian Luar Negeri Qin Gang dari RRT telah berkata bahwa perbatasan itu tetap dalam persengketaan (benar-benar mengabaikan dalih resmi yang asli atas penerobosan itu) dan bahwa kedua belah pihak terus bekerja demi resolusi perdamaian atas pertentangan itu.[10] Baik pemerintah RRT maupun India (India masih mengendalikan beberapa urusan luar negeri Butan) tidak melaporkan proses apa pun mengenai masalah ini (kedamaian, keramahan atau apa pun), dan hingga kini RRT terus membangun prasarana dan menambah garnisun militernya di Butan. Seorang perwira intelijen Butan telah berkata bahwa delegasi RRT di Butan memberi tau Butan bahwa mereka "kelewat batas." Surat kabar Butan Kuensel telah berkata bahwa RRT bisa menggunakan jalanan itu untuk melanjutkan klaimnya sepanjang perbatasan itu.[11]

Ekonomi

sunting

Meski menjadi salah satu yang terkecil di dunia, ekonomi Butan telah berkembang pesat sekitar 8% pada 2005 dan 14% pada 2006. Per Maret 2006, pendapatan per kapita Butan adalah US$1.321 yang membuatnya tertinggi di Asia Selatan. Standar hidup Butan berkembang dan merupakan salah satu yang terbaik di Asia Selatan.

Ekonomi Butan adalah salah satu yang terkecil dan kurang berkembang di dunia, yang berbasis pertanian, kehutanan, dan penjualan PLTA ke India. Pertanian menyediakan mata pencaharian buat lebih dari 80% penduduk. Praktik agraria sebagian besar terdiri atas pertanian subsisten dan peternakan hewan. Kerajinan tangan, khususnya menjahit dan produksi seni keagamaan untuk altar rumah merupakan industri kecil milik rakyat dan sumber sekian pendapatan. Pemandangan yang berbeda dari pegunungan berbukit yang kasar membuat pembangunan jalan dan infrastruktur lainnya sulit dan mahal. Ini, dan tiadanya akses ke laut, menyebabkan Butan tidak pernah bisa dapat untung dari perdagangan yang signifikan dari produknya. Kini Butan tidak memiliki jalur kereta api, meski Indian Railways merencanakan menghubungkan Butan selatan dengan jaringannya yang luas di bawah persetujuan yang ditandatangani pada Januari 2005.[12] Jalur perdagangan masa lalu antara peguunungan Himalaya, yang menghubungkan India ke Tibet, telah ditutup sejak pengambilalihan militer atas Tibet pada 1959 (meski kegiatan penyelundupan tetap membawa barang-barang RRT ke Butan).

Sektor industri amat minim, produksinya termasuk jenis industri rakyat. Sebagian besar proyek pembangunan, seperti konstruksi jalan, bersandar pada buruh kontrak India. Produk pertanian antara lain beras, lombok, produk dari dairy (yak), soba, gerst, panenan akar, apel, dan pohon jeruk di ketinggian rendah. Industri lain seperti semen, produksi kayu, buah-buahan yang diproses, MiRas, dan kalsium karbida.

Mata uang Butan, ngultrum, ditautkan ke Rupee India. Rupee juga diterima sebagai penawaran resmi di negeri itu. Pendapatan lebih dari Nuย 100,000 per tahun dikenakan pajak, tetapi penerima upah dan gaji yang amat sedikit memenuhi syarat. Tingkat inflasi Butan diperkirakan sekitar 3% pada 2003. Butan memiliki Produk Domestik Bruto sekitar USD 2.913 miliar (diatur ke keseimbangan daya beli), menjadikan ekonominya terbesar ke-162 di dunia. Pendapatan per kapita sekitar US$1.400 (โ‚ฌ1.170), urutan ke-124. Jumlah penerimaan pemerintah โ‚ฌ122 miliar (US$146 miliar), meski jumlah ekspenditur โ‚ฌ127 miliar (US$152 miliar). Namun, 60%Templat:Inote ekspeditur anggaran belanja, dibiayai oleh Kementerian Luar Negeri India.[13] Ekspor Butan, khususnya listrik, kapulaga, gips, kayu, kerajinan tangan, semen, buah, batu mulia dan rempah-rempah, total โ‚ฌ128 miliar (US$154 miliar) (perkiraan tahun 2000). Namun, impor berjumlah sekitar โ‚ฌ164 miliar (US$196 miliar), menimbulkan defisit perdagangan. Barang utama yang diimpor termasuk bahan bakar dan minyak pelumas, gabah, mesin, kendaraan, pabrik, dan nasi. Mitra ekspor utama Butan adalah India, terhitung sekitar 87,9% barang ekspornya. Bangladesh (4,6%) dan Philipina (2%) ialah mitra ekspor terpentingnya setelah India. Karena perbatasannya dengan Tibet ditutup, perdagangan antara Butan dan RRT hampir tiada. Mitra impor Butan adalah India (71,3%), Jepang (7,8%) dan Austria (3%).

Dalam menanggapai tudingan pada 1987 oleh seorang wartawan dari Financial Times (Britania Raya) bahwa perkembangan di Butan lambat, sang Raja berkata bahwa "Kebahagiaan Nasional Bruto lebih penting daripada Produk Domestik Bruto."[14] Pernyataan ini memberi pertanda penemuan terkini oleh para psikolog ekonomi Barat, termasuk penerima Nobel 2002 Daniel Kahneman, yang mempertanyakan hubungan antara tingkat pendapatan dan kebahagiaan. Itu menandai komitmennya untuk membangun ekonomi yang cocok buat budaya Butan yang unik, berdasarkan pada nilai-nilai spiritual agama Buddha, dan telah berlaku sebagai visi persatuan untuk ekonomi. Di samping itu, tampaknya kebijakan itu mendapat hasil yang diharapkan seperti dalam survei terkini yang diatur oleh Universitas Leicester [1] Diarsipkan 2006-08-04 di Wayback Machine. di Britania Raya, Butan diurutkan sebagai tempat paling bahagia ke-8 di bumi [2].

Demografi

sunting
Kelompok etnis dominan ialah keturunan Tibet / Tibet-Burma; imigran etnis Nepal membentuk mayoritas penduduk selatan negeri ini.

Penduduk Butan, pernah diperkirakan beberapa juta, telah dikurangi oleh pemerintah Butan hingga 750,000, setelah sebuah sensus di awal 1990-an. Sebuah sesnsus lanjutan yang dilakukan pada Juni 2005 mengurangi jumlah penduduk lebih lanjut dari 672.425 [3] Diarsipkan 2006-10-05 di Wayback Machine.. Pemerintah belum pernah meluncurkan rincian demografis jumlah penduduk kini. Kebanyakan orang percaya bahwa penduduknya sengaja terbumbung pada 1990-an karena persepsi lebih awal bahwa bangsa dengan berpenduduk kurang dari sejuta takkan diakui oleh PBB. Karena itu jumlah penduduk PBB lebih tinggi daripada jumlah yang disediakan oleh pemerintah. CIA World Factbook memberikan jumlah penduduk 2.279.723 (dari Juli 2006) yang juga mencatat bahwa beberapa perkiraan kurang dari 810.000.

Kepadatan penduduk, 45ย km persegi (117/mil.ย persegi), membuat Butan negeri paling jarang pendudunya di Asia. Sekitar 20% penduduknya tinggal di wilayah perkotaan yang terdiri atas kota-kota kecil sepanjang lembah tengah dan perbatasan selatan. Persentase ini berkembang pesat karena langkah untuk migrasi perkotaan telah diambil. Kota terbesar ialah Thimphu, ibu kota, yang berpenduduk 50.000. Daerah perkotaan lain berpenduduk padat adalah Paro dan Phuentsholing.

Di antara orang Bhurtan, beberapa kelompok etnis penting diistimewakan. Kelompok dominan adalah Ngalop, sekelompok penganut Buddha yang tinggal di bagian barat negeri ini. Budaya mereka berkaitan erat dengan budaya Tibet. Begitupun Sharchop ("Orang Timur"), yang dikaitkan dengan bagian timur Butan (namun secara tradisional mengikuti Nyingmapa daripada bentuk Drukpa Kagyu yang resmi dari Agama Buddha Tibet). Kedua kelompok itu disebut orang Butan. 15% sisanya adalah etnis Nepal, sebagian besar Hindu.

Bahasa nasional adalah Dzongkha, salah satu dari 53 bahasa dalam keluarga bahasa Tibet. Tulisannya, disebut Chhokey ("Bahasa Dharma"), identik dengan tulisan Tibet. Pemerintah mengelompokkan 19 bahasa-bahasa terkait di sana sebagai dialek bahasa Dzongkha. Lepcha diucapkan di barat Butan; Tshangla, kerabat dekat Dzongkha, diucapkan meluas di bagian timur. Khengkha diucapkan di tengah Butan. bahasa Nepal diucapkan meluas di selatan. Di sekolah bahasa Inggris ialah media instruksi dan Dzongkha diajarkan sebagai bahasa resmi. Ethnologue mendaftarkan 24 bahasa yang kini diucapkan di Butan, semuanya dari keluarga Tibet-Burma, kecuali Nepal, sebuah bahasa Indo-Arya. Bahasa-bahasa di Butan tetap tak terciri dengan baik, dan beberapa buah belum tercatat dalam tatabahasa akademis. Bahasa Inggris juga punya kedudukan resmi kini.

Tingkat melek huruf hanya 42,2% (56,2% pria dan 28,1% wanita). Orang berusia 14 dan yang lebih muda menyusun 39,1%, sedangkan orang berusia 15 dan 59 menyusun 56,9%, dan yang di atas 60 hanya 4%. Negeri ini memiliki usia rata-rata 20,4 tahun. Butan memiliki harapan hidup 62,2 tahun (61 untuk pria dan wanita 64,5) menurut data terakhir dari Bank Dunia. Ada 1.070 pria dari setiap 1.000 wanita di negeri ini.

Kota

sunting
ย 
Kota terbesar di Bhutan
Berdasarkan sensus tahun 2017[15]
Peringkat Distrik Pop.
Thimphu
Thimphu
Phuntsholing
Phuntsholing
1 Thimphu Thimphu 114,551 Paro
Paro
2 Phuntsholing Chukha 27,658
3 Paro Paro 11,448
4 Gelephu Sarpang 9,858
5 Samdrup Jongkhar Samdrup Jongkhar 9,325
6 Wangdue Phodrang Wangdue Phodrang 8,954
7 Punakha Punakha 6,626
8 Jakar Bumthang 6,243
9 Nganglam Pemagatshel 5,418
10 Samtse Samtse 5,396

Budaya

sunting

Saat warganya dipandang bebas bepergian keluar negeri, Butan sering tak terjangkau orang asing. Kesalahan gambaran meluas bahwa Butan telah membatasi visa turis, tarif yang tinggi, dan permintaan pergi dengan tur paket tampaknya menciptakan kesan ini.

Pakaian tradisional buat lelaki Ngalong and Sharchop adalah gho, jubah sepanjang lutut yang diikatkan di pinggang dengan sabuk pakaian yang dikenal sebagai kera. Wanita mengenakan gaun sepanjang pergelangan kaki, kira, yang dijepit di bahu dan diikatkan di pinggang. Kira dipadukan dengan blus lengan panjang, toego, yang dikenakan di bawah lapisan luar. Kedudukan dan kelas sosial menentukan tekstur, warna, dan dekorasi yang menghiasi pakaian. Selendang dan syal juga penanda kedudukan sosial, karena secara tradisional Butan adalah masyarakat feodal. Anting-anting dikenakan oleh wanita. Yang menjadi perdebatan, kini hukum Butan mengizinkan pakaian ini buat semua warganya.

Nasi, dan lebih banyak lagi jagung, adalah makanan pokok negeri itu. Makanan di perbukitan kaya akan protein karena konsumsi daging, khususnya unggas, yak and daging sapi. Sup daging, nasi, dan sayuran yang dikeringkan yang dibumbui dengan cabai dan keju adalah makanan favorit selama musim dingin. Makanan susu, khususnya mentega dan keju dari yak dan sapi, juga terkenal, dan memang hampir semua susu diubah menjadi mentega dan keju. Minuman terkenal termasuk teh mentega, teh, anggur nasi yang dimasak dan bir. Butan adalah satu-satunya negara di dunia yang telah melarang rokok dan penjualan tembakau.

Memanah ialah olahraga nasional Butan dan perlombaan dilaksanakan secara teratur.

Olaraga nasional Butan adalah memanah, dan kompetisi diadakan secara teratur di sebagian desa, yang berbeda dengan standar Olimpiade yang tak hanya dalam rincian teknis seperti penempatan sasaran dan suasana. Ada 2 sasaran yang ditempatkan lebih dari 100 meter jauhnya dan tem menembak dari satu ujung ke ujung lain. Setiap anggota tim menembak 2 panah per putaran. Olahraga memanah tradisional Butan adalah peristiwa sosial dan kompetisi diatur antara desa, kota, dan tim amatir. Biasanya banyak makanan dan minuman lengkap dengan cheerleader menyanyi dan menari yang terdiri atas para pendukung tim yang ikut serta dengan istri-istrinya. Percobaan untuk mengganggu lawan termasuk berdiri di sekitar sasaran dan melucui kemampuan penembak. Anak panah (khuru) adalah olahraga tim yang sama populer, di mana anak panah dari kayu yang berat yang ditunjuk dengan paku 10ย cm dilemparkan ke sasaran seukuran kertas 10โ€“12 m jauhnya.

Olahraga tradisional lainnya adalah digor, yang bisa dikatakan sebagai lempar peluru yang digabungkan dengan pelemparan ladam. Sepak bola adalah olahraga yang lagi populer. Pada 2002, tim nasional Butan bermain dengan Montserrat - diumumkan sebagai 'Final Lainnya', pertandingan terjadi saat Brasil melawan Jerman dalam Final Piala Dunia, tetapi saat itu Butan dan Montserrat adalah 2 tim berperingkat rendah dunia. Pertandingan itu diselenggarakan di Stadion Nasional Changlimithang Timphu, dan Butan menang 4-0. Sebuah dokumenter pertandingan dibuat oleh pembuat film Belanda Johan Kramer. Rigsar adalah gaya musik populer yang kini marak, dimainkan dengan campuran instrumen tradisional dan papan tuts elektronik yang berasal dari awal 1990-an; menunjukkan pengaruh musik pop India, bentuk campuran pengaruh pop tradisional dan Barat. Jenis tradisional termasuk zhungdra dan boedra.

Karakteristik kawasan ini adalah jenis benteng yang dikenal sebagai arsitektur dzong.

Chaam atau tari topeng ialah tarian mistik yang dipertunjukkan selama festival Buddha.

Butan memiliki sejumlah hari libur umum, sebagian berpusar pada festival musiman, sekuler, dan keagamaan, yang termasuk Dongzhi (sekitar 1 Januari, menurut sistem penanggalan berdasarkan peredaran Bulan), Tahun Baru menurut peredaran Bulan (Februari atau Maret), hari UlTah Raja dan perayaan penobatannya, permulaan musim monsun resmi (22 September), Hari Nasional (17 Desember), dan sejumlah perayaan Buddha dan Hindu. malahan hari libur sekuler memiliki nada tambahan keagamaan, termasuk tari keagamaan dan doa keselamatan hari.

Tari topeng dan sendratari adalah segi tradisional umum pada festival, biasanya disertai dengan musik tradisional. Tarian yang penuh semangat, mengenakan topeng kayu berwarna dan kostum luwes, menampilkan pahlawan, setan, kepala mati, hewan, dewa, dan karikatur orang awam. Para penari menikmati perlindungan kerajaan, dan melestarikan adat rakyat dan keagamaan kuno dan mengabadikan pengetahuan dan seni kuno pembuatan topeng.

Butan hanya memiliki 1 surat kabar pemerintahan (Kuensel) dan 2 surat kabar swasta yang kini diluncurkan, 1 televisi milik pemerintah dan beberapa stasiun radio FM.

Referensi

sunting
  1. ^ "World Population Prospects 2022". Divisi Populasi Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa. Diakses tanggal 17 Juli 2022.
  2. ^ "World Population Prospects 2022: Demographic indicators by region, subregion and country, annually for 1950-2100" (XSLX) ("Total Populasi, per 1 Juli (ribuan)"). Divisi Populasi Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa. Diakses tanggal 17 Juli 2022.
  3. ^ "Bhutan". City Population. Diakses tanggal 7 May 2019.
  4. ^ a b c d "Bhutan". International Monetary Fund.
  5. ^ "Gini Index". World Bank. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 June 2014. Diakses tanggal 22 September 2019.
  6. ^ "Human Development Report 2021/2022" (PDF) (dalam bahasa Inggris). United Nations Development Programme. 8 September 2022. Diakses tanggal 8 September 2022.
  7. ^ "Constitution". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-09-28. Diakses tanggal 10 October 2006.
  8. ^ "Asian Times". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-11-21. Diakses tanggal 2007-01-16.
  9. ^ "Bhutan News Online". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-12-27. Diakses tanggal 2007-01-16.
  10. ^ "China.com". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-09-25. Diakses tanggal 2007-01-16.
  11. ^ "HindustanTimes.com". Diarsipkan dari asli tanggal 2005-12-30. Diakses tanggal 2005-12-30.
  12. ^ "The Tribune". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-09-17. Diakses tanggal 2007-01-16.
  13. ^ India's Ministry of External Affairs provides financial aid to neighbouring countries under "technical and economic cooperation with other countries and advances to foreign governments." The Tribune, Chandigarh Diarsipkan 2005-07-22 di Wayback Machine.
  14. ^ "Yoga Journal". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-03-10. Diakses tanggal 2007-01-16.
  15. ^ "Bhutan". City Population.de (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2003-10-05. Diakses tanggal 2021-08-23.

Lihat pula

sunting

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Phuntsholing

Phuntsholing atau Phuentsholing adalah sebuah kota di perbatasan Bhutan dengan India yang berada di bagian selatan Bhutan. Kota ini merupakan ibu kota

Pengendalian perbatasan

Gerbang perbatasan antara Phuentsholing, Bhutan dan Jaigaon, India yang dilihat dari Bhutan.

Jaringan Jalan Asia

(pada AH43) ke Bangalore, India (pada AH43/AH45) AH48,,625 mil (1ย km); Phuentsholing, bhutan ke perbatasan antara Bhutan dan India AH51, 539 mil (862ย km);

Tim nasional sepak bola Bhutan

periode ini. Pusat pendidikan sepak bola selama tahun 1960-an adalah di Phuentsholing dan Samtse yang dekat dengan perbatasan India, tim dibentuk dengan terburu-buru

Korupsi di Bhutan

kasus melibatkan penyelidikan dan penuntutan terhadap Mini Dry Port Phuentsholing, yang dituduh melakukan penyuapan dan aktivitas ilegal lainnya terkait

Demografi Bhutan

berpenduduk 50.000. Daerah perkotaan lain berpenduduk padat adalah Paro dan Phuentsholing. Di antara orang Bhurtan, beberapa kelompok etnis penting diistimewakan