📑 Table of Contents
Pelajaran anatomi dari Dr. Nicolaes Tulp

Autopsi atau bedah mayat[1] adalah penyidikan medis jenazah untuk memeriksa sebab kematian. Kata "autopsi" berasal dari bahasa Yunani yang berarti "lihat dengan mata sendiri" dan kata "nekropsi" yang juga berasal dari bahasa Yunani artinya "melihat mayat".

Ada 2 jenis autopsi:

  • Forensik: Ini dilakukan untuk tujuan medis legal dan yang banyak dilihat dalam televisi atau berita.
  • Klinis: Cara ini biasanya dilakukan di rumah sakit untuk menentukan penyebab kematian untuk tujuan penelitian dan pelajaran.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Arti kata bedah mayat". Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud. KBBI Daring. Diakses tanggal 24 Februari 2023.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Fotografi post-mortem

Fotografi post-mortem (juga dikenal sebagai potret berkabung) adalah praktik fotografi orang mati. Berbagai budaya memakai praktik tersebut, meskipun

Pembantaian Yahukimo (2025)

diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) menggunakan metode post mortem dan antemortem. Korban pertama yang berhasil diidentifikasi adalah Wawan

Domba Dolly

sekitar 11 hingga 12 tahun, tetapi Dolly hidup 6,5 tahun. Pemeriksaan post-mortem menunjukkan ia menderita kanker paru-paru yang disebut ovine pulmonary

Pembusukan mayat

tahapan pembusukan dapat membantu penyelidik dalam menentukan interval post-mortem (PMI). Laju penguraian sisa-sisa manusia dapat bervariasi karena faktor

Katyล„ (film)

Kehormatan Akademi Andrzej Wajda. Film tersebut berdasarkan pada buku Post Mortem: The Story of Katyn karya Andrzej Mularczyk. Film tersebut dinominasikan

Slam

tidak cepat menyerang sehingga mereka melakukan post-mortem pada Slam. Sebagai hasil dari post-mortem, mereka memutuskan untuk mengundang seorang pemain

Pembunuhan Kim Jong-nam

tiri Presiden Korea Utara, Kim Jong-un, terus bergulir. Pemeriksaan post-mortem sudah dilaksanakan, tetapi pihak rumah sakit di Kuala Lumpur, Malaysia

Sinode Jenazah

897 di Roma, Kekaisaran Romawi Suci. Sinode ini merupakan pengadilan post-mortem terhadap mendiang Paus Formosus, yang jenazahnya digali dari makam untuk