Adrenalin
Struktur kimia senyawa adrenalin
Model 3 dimensi struktur untuk senyawa adrenalin
Data klinis
Nama dagangEpiPen, Adrenaclick, Phinev, dsb.
AHFS/Drugs.commonograph
MedlinePlusa603002
License data
Potensi
kecanduan
None
Rute
pemberian
IV, IM, endotrakeal, IC, nasal, tetes mata
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
  • AU: S4 (Prescription only)
  • UK: POM (Hanya resep)
  • US: Hanya melalui resep/OTC
Data farmakokinetika
Metabolismesinapsis adrenergik (MAO and COMT)
Onset aksiRapid[1]
Waktu paruh eliminasi2 menit
Durasi aksiBeberapa menit[2]
EkskresiUrin
Pengenal
  • (R)-4-(1-Hydroxy-2-(methylamino)ethyl)benzene-1,2-diol
Nomor CAS
PubChem CID
IUPHAR/BPS
DrugBank
ChemSpider
UNII
KEGG
ChEBI
ChEMBL
Ligan PDB
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.000.090 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC9H13NO3
Massa molar183.204 g/mol
Model 3D (JSmol)
  • Oc1ccc(cc1O)[C@@H](O)CNC
  • InChI=1S/C9H13NO3/c1-10-5-9(13)6-2-3-7(11)8(12)4-6/h2-4,9-13H,5H2,1H3/t9-/m0/s1ย checkY
  • Key:UCTWMZQNUQWSLP-VIFPVBQESA-Nย checkY
ย ย (verify)

Adrenalin atau adrenalina (bahasa Inggris: adrenaline), atau disebut juga epinefrin atau epinefrina (bahasa Inggris: epinephrine) adalah suatu obat dan hormon yang yang terlibat dalam mengatur fungsi organ visceral (organ-organ dalam di rongga dada dan perut), contohnya pernapasan.[3][4] Adrenalin diproduksi oleh kelenjar adrenal dan sejumlah kecil oleh neuron di medula oblongata.[5] Adrenalin memainkan peran penting dalam respons lawan-atau-lari dengan meningkatkan aliran darah ke otot, curah jantung dengan bekerja pada nodus sinoatrial, respons dilatasi pupil, dan kadar gula darah.[6] Adrenalin melakukan aksi tersebut dengan cara berikatan pada reseptor adrenergik: alfa dan beta.[7] Adrenalin ditemukan pada banyak hewan dan beberapa organisme bersel tunggal.[8]

Penggunaan medis

sunting

Sebagai obat, adrenalin digunakan untuk mengobati beberapa kondisi, termasuk reaksi alergi anafilaksis, henti jantung, dan perdarahan superfisial.[9] Adrenalin yang dihirup dapat digunakan untuk meredakan gejala krup.[10] Obat ini juga dapat digunakan untuk asma ketika pengobatan lainnya tidak efektif. Adrenalin diberikan secara intravena, melalui penyuntikan intramuskuler, dengan inhalasi, atau melalui penyuntikan subkutan.[9]

Efek samping yang umum meliputi gemetar, kecemasan, dan berkeringat. Denyut jantung yang cepat dan tekanan darah tinggi mungkin terjadi. Kadang-kadang, adrenalin dapat menyebabkan irama jantung abnormal. Meskipun keamanan penggunaannya selama kehamilan dan menyusui belum diketahui, manfaatnya bagi ibu harus dipertimbangkan.[9]

Ada argumen yang mendukung penggunaan infus adrenalin sebagai pengganti pengobatan inotrop yang umum digunakan untuk bayi prematur dengan gangguan kardiovaskular klinis. Meskipun data yang ada cukup kuat merekomendasikan infus adrenalin sebagai pengobatan yang layak, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan secara pasti apakah infus ini akan berhasil mengurangi tingkat morbiditas dan mortalitas di antara bayi prematur dengan gangguan kardiovaskular.[11]

Adrenalin juga dapat digunakan untuk mengobati glaukoma sudut terbuka karena dapat meningkatkan aliran keluar dari cairan mata (aqueous humor). Hal ini menurunkan tekanan intraokular di mata dan membantu dalam pengobatan glaukoma.[12]

Efek fisiologis

sunting

Medula adrenal adalah produsen utama katekolamin dalam sirkulasi darah dan menyumbang lebih dari 90% adrenalin dalam darah.[13] Hanya sedikit adrenalin yang dapat ditemukan di jaringan lain, umumnya pada sel kromafin dan beberapa neuron yang menggunakan adrenalin sebagai neurotransmiter.[14] Setelah operasi pengangkatan adrenal (adrenalektomi), kadar adrenalin dalam darah turun di bawah batas deteksi.[15]

Dosis farmakologis adrenalin menstimulasi adrenoreseptor ฮฑ1, ฮฑ2, ฮฒ1, ฮฒ2, dan ฮฒ3 dari sistem saraf simpatis. Reseptor saraf simpatis diklasifikasikan sebagai adrenergik, karena respons mereka terhadap adrenalin.[16] Istilah "adrenergik" sering disalahartikan karena neurotransmiter utama dari saraf simpatis sebenarnya adalah noradrenalin, bukan adrenalin, seperti yang ditemukan oleh Ulf von Euler pada tahun 1946.[17][18] Adrenalin memiliki efek melalui reseptor ฮฒ2 pada metabolisme dan saluran napas, tanpa koneksi saraf langsung dari ganglia simpatis ke saluran napas.[19][20][21]

Walter Bradford Cannon pertama kali mengusulkan bahwa medula adrenal dan sistem saraf simpatis terlibat dalam respon lari, melawan, dan ketakutan.[22] Namun, medula adrenal, berbeda dengan korteks adrenal, tidak diperlukan untuk kelangsungan hidup. Pada pasien yang telah menjalani adrenalektomi, respon hemodinamik dan metabolik terhadap rangsangan seperti hipoglikemia dan olahraga tetap normal.[23]

Adrenalin
Sintesis adrenalin

Referensi

sunting
  1. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama AHFS2015
  2. ^ Nancy caroline's emergency care in the streets (Edisi 7). [S.l.]: Jones And Bartlett Learning. 2012. hlm.ย 557. ISBNย 9781449645861.
  3. ^ Lieberman, Michael (2013). Marks' basic medical biochemistryย : a clinical approach. Allan D. Marks, Alisa Peet (Edisi Fourth edition). Philadelphia: Wolters Kluwer Health/Lippincott Williams & Wilkins. ISBNย 978-1-60831-572-7. OCLCย 769803483.
  4. ^ Nestler, Eric J.; Hyman, Steven E.; Malenka, Robert C. (2009). Molecular neuropharmacology: a foundation for clinical neuroscience (Edisi 2nd ed). New York: McGraw-Hill Medical. ISBNย 978-0-07-148127-4. OCLCย 184828210.
  5. ^ "DermNetยฎ - Adrenaline: physiology and pharmacology". DermNetยฎ (dalam bahasa Inggris). 2023-10-26. Diakses tanggal 2024-07-26.
  6. ^ Bell DR (2009). Medical physiologyย : principles for clinical medicine (3rd ed.). Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins. p. 312. ISBN 9780781768528.
  7. ^ Khurana I (2008). Essentials of Medical Physiology. Elsevier India. p. 460. ISBN 9788131215661.
  8. ^ Venomous animals and their venoms. Volume II, Venomous vertebrates. E. E. Buckley, Wolfgang Bรผcherl. New York. 1971. ISBNย 978-1-4832-6288-8. OCLCย 896836993. Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  9. ^ a b c "Epinephrine". The American Society of Health-System Pharmacists. Retrieved 26 July 2024.
  10. ^ Everard, Mark L. (2009-02-01). "Acute Bronchiolitis and Croup". Pediatric Clinics of North America. Common Respiratory Symptoms and Illnesses: A Graded Evidence Based Approach. 56 (1): 119โ€“133. doi:10.1016/j.pcl.2008.10.007. ISSNย 0031-3955.
  11. ^ Paradisis, Mary; Osborn, David A (2004-01-26). Cochrane Neonatal Group (ed.). "Adrenaline for prevention of morbidity and mortality in preterm infants with cardiovascular compromise". Cochrane Database of Systematic Reviews (dalam bahasa Inggris). doi:10.1002/14651858.CD003958.pub2.
  12. ^ Erickson-Lamy, K. A.; Nathanson, J. A. (1992-08). "Epinephrine increases facility of outflow and cyclic AMP content in the human eye in vitro". Investigative Ophthalmology & Visual Science. 33 (9): 2672โ€“2678. ISSNย 0146-0404. PMIDย 1353486.
  13. ^ Rizzo, Vittoria; Memmi, Mirella; Moratti, Remigio; Melzi d'Eril, Gianvico; Perucca, Emilio (1996-06-01). "Concentrations of l-dopa in plasma and plasma ultrafiltrates". Journal of Pharmaceutical and Biomedical Analysis. 14 (8): 1043โ€“1046. doi:10.1016/S0731-7085(96)01753-0. ISSNย 0731-7085.
  14. ^ Fuller, R W (1982-04). "Pharmacology of Brain Epinephrine Neurons". Annual Review of Pharmacology and Toxicology (dalam bahasa Inggris). 22 (1): 31โ€“55. doi:10.1146/annurev.pa.22.040182.000335. ISSNย 0362-1642.
  15. ^ Bleich, Howard L.; Moore, Mary Jean; Cryer, Philip E. (1980-08-21). "Physiology and Pathophysiology of the Human Sympathoadrenal Neuroendocrine System". New England Journal of Medicine (dalam bahasa Inggris). 303 (8): 436โ€“444. doi:10.1056/NEJM198008213030806. ISSNย 0028-4793.
  16. ^ Barger, G.; Dale, H. H. (1910-10-11). "Chemical structure and sympathomimetic action of amines". The Journal of Physiology (dalam bahasa Inggris). 41 (1โ€“2): 19โ€“59. doi:10.1113/jphysiol.1910.sp001392. ISSNย 0022-3751. PMCย 1513032. PMIDย 16993040. Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)
  17. ^ Euler, U. S. v. (1946-05). "A Specific Sympathomimetic Ergone in Adrenergic Nerve Fibres (Sympathin) and its Relations to Adrenaline and Norโ€Adrenaline". Acta Physiologica Scandinavica (dalam bahasa Inggris). 12 (1): 73โ€“97. doi:10.1111/j.1748-1716.1946.tb00368.x. ISSNย 0001-6772.
  18. ^ Euler, U. S. von; Hillarp, N.-ร… (1956-01). "Evidence for the Presence of Noradrenaline in Submicroscopic Structures of Adrenergic Axons". Nature (dalam bahasa Inggris). 177 (4497): 44โ€“45. doi:10.1038/177044b0. ISSNย 1476-4687.
  19. ^ Warren, John (1986-01-01). "The adrenal medulla and the airway". British Journal of Diseases of the Chest. 80: 1โ€“6. doi:10.1016/0007-0971(86)90002-1. ISSNย 0007-0971.
  20. ^ Twentyman, O. P.; Disley, A.; Gribbin, H. R.; Alberti, K. G.; Tattersfield, A. E. (1981-10-01). "Effect of beta-adrenergic blockade on respiratory and metabolic responses to exercise". Journal of Applied Physiology (dalam bahasa Inggris). 51 (4): 788โ€“793. doi:10.1152/jappl.1981.51.4.788. ISSNย 8750-7587.
  21. ^ Richter, E. A.; Galbo, H.; Christensen, N. J. (1981-01-01). "Control of exercise-induced muscular glycogenolysis by adrenal medullary hormones in rats". Journal of Applied Physiology (dalam bahasa Inggris). 50 (1): 21โ€“26. doi:10.1152/jappl.1981.50.1.21. ISSNย 8750-7587.
  22. ^ Cannon, W. B. (1931-10-01). "STUDIES ON THE CONDITIONS OF ACTIVITY IN ENDOCRINE ORGANS: XXVII. E vidence that M edulliadrenal S ecretion is not C ontinuous". American Journal of Physiology-Legacy Content (dalam bahasa Inggris). 98 (3): 447โ€“453. doi:10.1152/ajplegacy.1931.98.3.447. ISSNย 0002-9513.
  23. ^ Cryer, P. E.; Tse, T. F.; Clutter, W. E.; Shah, S. D. (1984-08-01). "Roles of glucagon and epinephrine in hypoglycemic and nonhypoglycemic glucose counterregulation in humans". American Journal of Physiology-Endocrinology and Metabolism (dalam bahasa Inggris). 247 (2): E198 โ€“ E205. doi:10.1152/ajpendo.1984.247.2.E198. ISSNย 0193-1849.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Manusia

and continues until birth World Health Organization (November 2014). "Preterm birth Fact sheet Nยฐ363". who.int. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal

Kehamilan

Kehamilan dianggap aterm (cukup bulan) pada usia gestasi 37 minggu. Dianggap preterm (prematur) jika kurang dari 37 minggu dan post-term (lewat waktu) pada

Kotrimoksazol

category C and D anti-infectives is associated with increased risks of preterm birth and low birth weight". International Journal of Infectious Diseases

Air susu ibu

engaruhi-produksi-asi/ "Antioxidant enzyme activities are decreased in preterm infants and in neonates born via caesarean section". pubmed.ncbi.nlm.nih

Ketuban pecah dini

tetapi ibu hamil belum memasuki masa persalinan. Sedangkan KPD preterm atau preterm premature rupture of membranes (PPROM), terjadi pada usia kehamilan

Polusi udara

Harry W.; Henze, Daven K.; Blencowe, Hannah; Ashmore, Mike R. (2017). "Preterm birth associated with maternal fine particulate matter exposure: A global

Metronidazol

"A randomised controlled trial of metronidazole for the prevention of preterm birth in women positive for cervicovaginal fetal fibronectin: the PREMET

Tokolitik

Bulletinsโ€”Obstetrics (2016). "Practice Bulletin No. 171: Management of Preterm Labor". Obstetrics & Gynecology (dalam bahasa American English). 128 (4):