| Project Alberta | |
|---|---|
Foto tim Proyek Alberta di Tinian, 1945 | |
| Aktif | Maret โ September 1945 |
| Negara | |
| Cabang | Army Corps of Engineers |
| Peralatan | Little Boy, Fat Man, dan Bom Labu |
| Pertempuran | |
| Tokoh | |
| Tokoh berjasa | William S. Parsons |
Proyek Alberta, juga dikenal sebagai Proyek A, adalah bagian dari Proyek Manhattan yang bertugas untuk membantu pengiriman senjata nuklir pertama dalam pengeboman atom di Hiroshima dan Nagasaki selama peristiwa Perang Dunia II.
Proyek Alberta dibentuk pada 1945 yang terdiri dari 51 anggota militer Angkatan Darat, Angkatan Laut Amerika Serikat dan anggota sipil. Terdapat tiga misi yang dijalankan oleh Proyek Alberta, yakni merancang bentuk bom untuk dapat dikirim melalui udara, lalu melakukan proses pengadaaan dan merakitnya. Kemudian, membantu tentara Pangkalan Angkatan Udara ke-216 (Proyek W-47) dalam proses uji balistik di Pangkalan Angkatan Udara Wendover, Utah dan modifikasi pesawat pengebom B-29 sebagai pengangkut bom tersebut (Proyek Silverplate). Setelah menyelesaikan misi pelatihan dan pengembangannya, Proyek Alberta dimasukkan ke dalam Grup Komposit ke-509 di North Field, Tinian untuk mempersiapkan fasilitas, merakit dan memuat persenjataan di lokasi tersebut.
Muasal
suntingPada Oktober 1941, Proyek Manhattan dimulai tepat sebelum keterlibatan Amerika Serikat dalam Perang Dunia II.[1] Proyek ini sebagian besar terkait dengan produksi bahan-bahan fisil yang diperlukan. Namun, pada 1943, Direktur Proyek, Leslie R. Groves, membentuk proyek lain yakni Laboratorium Los Alamos di bawah arahan Robert Oppenheimer untuk merancang dan membuat bom atom (dikenal dengan Proyek Y).[2] Dalam Proyek Y ini, Divisi Persenjataan bertanggung jawab atas proses pengiriman senjata yang dipimpin oleh William S. Parsons.[3] Dalam Divisi ini pula, dibentuk kelompok yang diberi nama Grup E-7 yang bertanggung jawab atas integrasi rancangan dan pengiriman yang dipimpin oleh Norman F. Ramsey, Sheldon Dike dan Bernard Waldman.[4]
Pada 1943, Proyek Y membangun bom Thin Man dengan panjang 5,2 meter, sehingga dengan ukuran tersebut, pesawat sekutu yang mampu membawa bom tersebut hanya terbatas pada pilihan antara Avro Lancaster atau B-29 Superfortress, meskipun pesawat B-29 memerlukan modifikasi yang substansial. Badan pesawat harus dirancang dan dibangun ulang atau dengan opsi membawa muatan bom di luar badan pesawat. Pada Agustus 1943, Parsons mengatur pengujian yang akan dilaksanakan di kawasan militer Angkatan Laut di Dahlgren, Virginia. Namun, karena tidak adanya ketersediaan pesawat B-29 maupun Lancaster dalam pengujian tersebut, Proyek ini menggunakan model replika Thin Man yang berukuran 2,7 meter, lalu dijatuhkan dari pesawat Grumman TBF Avenger. Pengujian tersebut menunjukkan hasil yang mengecewakan, sehingga diperlukan kajian program pengujian secara menyeluruh.[5]
Pada Maret dan Juni 1944, pengujian selanjutnya dilakukan di Pangkalan Udara Angkatan Darat Muroc, menggunakan pesawat B-29 Silverplate dengan muatan berbentuk bom Thin Man dan Fat Man. Pada Oktober 1944, pengujian lanjutan dipindahkan ke Pangkalan Angkatan Udara Wendover, Utah.[6] Proyek Y mengatur jadwal dan bagan pengujian yang dilaksanakan oleh Bagian Uji Terbang dari Satuan Pangkalan Udara Angkatan Darat ke-216 yang disebut dengan Proyek W-47.[7] Proses ini diawasi oleh Norman Ramsey hingga November 1944, ketika Frederick Ashworth menjadi kepala operasi di bawah William S. Parsons dan mengambil alih tanggung jawab atas program pengujian tersebut.[8] Bom-bom untuk proses pengujian, dirakit di Pangkalan Angkatan Udara Satuan Detasemen Persenjataan ke-216. Pengujian terus dilakukan hingga berakhirnya masa perang pada Agustus 1945.[9] Pada awalnya, kelompok yang terlibat dalam pengujian adalah gabungan dari Persenjataan Fusi dan kelompok pengiriman, tetapi karena proses pengujian semakin terperinci dan bahan peledak aktif dimasukkan ke dalam bom pengujian, maka terdapat kelompok lain yang ditarik ke dalam program tersebut.[8]
Organisasi
sunting
Proyek Alberta atau yang disebut sebagai Proyek A, dibentuk pada Maret 1945, yang terdiri dari kelompok-kelompok dari Divisi Persenjataan (O) yang dipimpin oleh William S. Parsons, menggarap persiapan dan proses pengiriman bom. Kelompok-kelompok tersebut terdiri dari kelompok pengiriman yang dikepalai oleh Ramsey (disebut dengan O-2), Kelompok O-1 (persenjataan) dikepalai oleh Francis Birch, Kelompok X-2 (pengembangan, rekayasa dan pengujian) yang dikepalai oleh Kenneth Bainbridge, Kelompok O-3 (pengembangan fusi) dikepalai oleh Robert Brode dan Kelompok O-4 (rekayasa) dikepalai oleh George Galloway.[3][10]
Proyek Alberta dikepalai oleh Parsons bersama Ramsey yang menjabat sebagai wakil teknis dan ilmiah, dengan Ashworth yang menjabat sebagai perwira operasi dan pengganti militernya. Terdapat dua tim untuk melakukan perakitan bom. Tim perakitan Fat Man di bawah komando Norris Bradbury dan Roger Warner, sedangkan tim perakitan Little Boy di bawah komando Birch. Awak lapangan dikepalai oleh Philip Morrison, lalu tim observasi udara dikepalai oleh Bernard Waldman bersama Luis Alvarez,[11][10] kemudian Sheldon Dike sebagai penanggung jawab atas persenjataan pada pesawat.[12] Proyek Alberta juga terdiri dari para konsultan khusus yakni, fisikawan Robert Serber dan William Penney serta ahli medis, James F. Nolan.[13] Seluruh anggota proyek Alberta yang menjalankan misi tersebut, merupakan para relawan.[14]
Secara keseluruhan, Proyek Alberta terdiri dari 51 orang tentara Angkatan Darat, Angkatan Laut dan pekerja sipil.[15] Terdapat dua perwira Angkatan Darat yakni Nolan dan John D. Hopper serta 17 prajurit dari Detasemen Zeni Khusus Proyek Manhattan. Perwira Angkatan Laut yakni Parsons, Ashworth, Edward C. Stephenson, Victor A. Miller dan delapan Perwira Muda, sementara 17 lainnya adalah pekerja sipil.[16][17] Detasemen Layanan Teknis ke-1 yang secara administratif ditempatkan di Proyek Alberta, dikomandani oleh Peer da Silva,[18] untuk menangani masalah keamanan dan pemukiman di Tinian.[12]
Terdapat tiga orang perwira senior sebagai bagian dari Proyek Manhattan di Tinian, tetapi bukan merupakan bagian resmi dari Proyek Alberta, yakni William R. Purnell, perwakilan penghubung militer Thomas F. Farrell dan Deputi Operasi Groves, serta Elmer E. Kirkpatrick sebagai pengganti Farrell, yang bertanggung jawab atas pengembangan pangkalan.[18] Secara informal, Purnell, Farrell dan Parsons, dikenal sebagai "Panglima Gabungan Tinian", yang berwenang dalam pengambilan keputusan atas misi nuklir tersebut.[19]
Para ilmuwan dan teknisi, akan pindah ke Tinian sebagai unit independen dari Proyek Manhattan. Farrell menyatakan bahwa misi utama mereka: "(1) Menyelesaikan rancangan bom untuk dapat diangkut menggunakan pesawat dan melakukan proses pengadaan, termasuk perakitannya; (2) Melanjutkan program uji balistik di Wendover, beserta modifikasi tambahan atas pesawat pengebom B-29 Silverplate untuk melaksanakan misi tersebut; (3) Melakukan pelatihan terhadap awak persenjataan dalam persiapan untuk penempatan di luar negeri dan ketika tiba di Tinian, para awak bertugas untuk merakit bom pengujian, termasuk juga bom aktif, memuatnya ke pesawat dan melakukan pengawalan pesawat pengebom ke sasaran, untuk memastikan pengiriman bom tidak terkendala, bila terjadi masalah-masalah teknis yang mungkin terjadi selama penerbangan." "Perwakilan pribadi Jenderal Groves yang menaiki pesawat", Parsons dan Ashworth, diberi gelar "Weaponeer."[20]
Tinian
sunting
Pada Desember 1944, Proyek Manhattan dan Pasukan Udara Angkatan Darat Amerika Serikat (USAAF) bersepakat untuk memusatkan operasi pelaksanaan misi di Kepulauan Mariana. Bulan berikutnya, Parsons dan Ashworth mengadakan konferensi dengan para perwira USAAF yang membahas tentang logistik dan pembangunan pangkalan. Pada Februari 1945, Asworth berangkat ke Guam membawa surat untuk menemui Laksamana Armada, Chester W. Nimitz dan menginformasikan kepadanya tentang Proyek Manhattan.[21] Pada saat itu, diharapkan pasukan Grup Komposit ke-509 akan berpangkalan di Guam, tetapi Ashworth terdampak halangan di Pelabuhan Apra, Guam dan kurangnya unit konstruksi di sana. USAAF menyarankan untuk meninjau Tinian, yang telah memiliki dua landasan pesawat yang baik dan berjarak sejauh 201 km ke arah utara serta pertimbangan penting untuk pesawat yang berpotensi kelebihan muatan. Asworth menjelajahi Tinian bersama komandan Tinian, Frederick Kimble yang merekomendasikan North Field. Asworth setuju atas rekomendasi tersebut dan meminta Kimble mengamankannya untuk penggunaan lanjutan.[22][23]
Groves menugaskan Kirkpatrick untuk mengawasi pembangunan di Tinian yang dikerjakan oleh Batalion Konstruksi Angkatan Laut Amerika Serikat dari Brigade Kontruksi Angkatan Laut ke-6, yang dikenal dengan pasukan Seabee. Pembangunan tiga gedung berpendingin udara yang masing-masing berbentuk identik, biasanya digunakan oleh Angkatan Laut untuk perbaikan alat pembidik bom, bangunan ini kemudian dibangun untuk perakitan bom. Bangunan nomor 1 digunakan untuk merakit Little Boy, bangunan nomor 2 digunakan untuk merakit Bom Labu dan bangunan nomor 3 digunakan untuk merakit Fat Man pertama. Dua buah lubang tempat untuk memuat bom yang dilengkapi dengan lift hidrolik juga dibangun dengan panjang 240 inci (6,1ย m), lebar 126 inci (3,2ย m) dan kedalaman 80 inci (2,0ย m). Terdapat bangunan yang terdiri dari lima buah gudang, bengkel dan perakitan, persenjataan dan bangunan untuk urusan administrasi. Ramsey dapat mengatasi masalah terkait pengiriman melalui Pelabuhan Embarkasi San Fransisco. Pihak pelabuhan menginginkan daftar tentang rincian barang yang akan dikirim untuk memastikan pengirimannya, tetapi barang yang akan dikirim, masih dapat berubah-ubah hingga saat-saat terakhir. Pada akhirnya, Ramsey menetapkan seluruh barang sebagai unit "perlengkapan perakitan bom". Tiga di antaranya, satu untuk Little Boy, satu untuk Fat Man dan satu lagi untuk cadangan, dikirim ke Tinian. Pengiriman ini diberi nama sandi "Destination O" yang dimulai pada Mei 1945. Kirkpatrick mengatur semuanya agar barang dikirim langsung ke Tinian, alih-alih melalui Guam seperti pada umumnya.[24][25][26][27]

Panglima Grup Komposit ke-509, Paul Tibbets memerintahkan formasi daratnya untuk berangkat ke Wendover pada 25 April 1945, menyusul formasi udara pada bulan berikutnya, agar sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Rakitan Bom Labu dan bom Fat Man yang diterima dari Proyek Camel, dikemas oleh pasukan dari Skuadron Persenjataan ke-1 secara hati-hati. Bahan rakitan tersebut berupa komponen bom tanpa inti fisil atau inisiator neutron termodulasi. Seragam-seragam bagi pekerja sipil disediakan, termasuk suntikan imunisasi yang dikelola oleh Nolan. Kemudian, dibentuk Tim Pendahuluan Proyek Alberta yang terdiri dari Sheldon Dike sebagai penghubung Angkatan Udara, Theodore Perlman yang bertanggung jawab atas Little Boy dan Victor Miller serta Harlow Russ yang bertanggung jawab atas Fat Man. Sementa tim Fat Man lainnya, mempersiapkan bom Fat Man tanpa selongsong yang akan digunakan untuk uji coba nuklir Trinity. Parsons dan Warner telah memutuskan bahwa penggunaan Little Boy dalam pertempuran, tetap akan dilanjutkan, terlepas apapun hasil dari pengujian Trinity tersebut.[28]
Pada 17 Juni 1945, rombongan Tim Pendahuluan Proyek Alberta, berangkat melalui jalan darat menuju Pangkalan Angkatan Udara Kirtland, New Mexico. Rombongan tersebut didampingi oleh Bud Uanna dan anggota lainnya dari Detasemen Layanan Teknis ke-1, terbang dari Pelabuhan Embarkasi Udara Hamilton Field, California, menuju Tinian menggunakan C-54 "Green Hornets" dari Skuadron Pengangkut Pasukan ke-320 Grup Komposit ke-509, hingga tiba di Tinian pada 23 Juni 1945.[29] Sheldon Dike mendampingi pesawat pengebom dari Skuadron Pengeboman ke-393 Grup Komposit ke-509, dalam melakukan misi latihan untuk mengebom lapangan-lapangan udara yang dikuasai pasukan Jepang di Truk, Marcus, Rota dan Guguan,[30] sementara rombongan Tim Pendahuluan lainnya, mempersiapkan fasilitas perakitan bom Little Boy. Kemudian pada 6 Juli 1945, mereka bergabung di bawah arahan Edward B. Doll dari Grup Fusi yang mempersiapkan misi Bom Labu.[31]
Pada 16 Juli 1945, anggota Proyek Alberta yang tersisa, berangkat menuju Tinian setelah menjalani uji coba nuklir Trinity, sementara sisa anggota tim perakitan Little Boy lainnya, tiba pada 22 Juli 1945 diikuti oleh Parsons, Asworth, Purnell dan Farrell, bersama sisa anggota tim perakitan bom Fat Man, tim pemuatan, observasi dan tim penembak. Seluruh anggota tim Proyek Alberta berkumpul pada 25 Juli, kecuali para anggota yang bertugas pada bagian pengiriman suku cadang bom.[32] Nolan tiba pada 26 Juli 1945, dengan kapal penjelajah USS Indianapolis, bersama dengan Robert Furman dan Charles H. O'Brien dari Detasemen Layanan Teknis ke-1, membawa rakitan bom Little Boy dan bahan-bahan aktif. Jesse Kupferberg dan Raemer Schreiber tiba dengan C-54 yang membawa material aktif lain dari bom Little Boy dan plutonium Fat Man.[33]
Pengeboman Hiroshima dan Nagasaki
suntingPersiapan
sunting
Meskipun Proyek Alberta tidak diperintahkan untuk melakukan serangan, proyek tersebut melanjutkan rencananya untuk mempersiapkan Little Boy agar siap pada 1 Agustus 1945, kemudian setelahnya, menyiapkan Fat Man sesegera mungkin.[34] Sementara itu, serangkaian misi-misi pertempuran terhadap target-target di Jepang, telah dijalankan antara 20 hingga 29 Juli 1945, dengan menggunakan bom Labu yang berdaya ledak tinggi.[35] Dari rangkaian misi-misi tersebut, Sheldon Dike dan Milo Bolstead dari Proyek Alberta, turut serta dalam misi tersebut sebagaimana halnya Kapten grup pengamat Inggris, Leonard Cheshire. Terdapat insiden serius yang terjadi, ketika sebuah bom Labu terjatuh ke landasan taksi dari kompartemen bom pesawat B-29 yang berjuluk Strange Cargo, ketika pesawat tersebut sedang melakukan taksi menuju landas pacu. Pesawat berhenti dengan dihujani percikan api dan para petugas pemadam kebakaran, mengguyur pesawat dan bom dengan busa, tetapi bom tersebut tidak meledak.[36]
Dalam proses pengujian uji jatuh, digunakan empat rakitan Little Boy dengan kode L-1, L-2, L-5 dan L-6. Pada 29 Juli 1945, unit L-6 digunakan dalam latihan uji coba Iwo Jima. Kemudian diulangi kembali pada 31 Juli di lokasi dekat Tinian menggunakan B-29 berjuluk Enola Gay. Unit rakitan yang digunakan untuk Hiroshima adalah L-11.[37] Pada 31 Juli, tim Little Boy telah selesai merakit keseluruhan bom hingga siap untuk digunakan.[38] Perintah serangan diterbitkan oleh Carl Spaatz pada 25 Juli 1945, yang ditandatangani oleh Thomas T. Handy, penjabat Kepala Staf Angkatan Darat Amerika Serikat, karena George C. Marshall, tengah menghadiri Konferensi Potsdam bersama Presiden.[39] Perintah tersebut ditujukan terhadap empat target yakni, Hiroshima, Kokura, Niigata dan Nagasaki yang memerintahkan agar serangan dilakukan "segera setelah cuaca memungkinkan sekitar tanggal 3 Agustus."[40]
Perakitan bom Fat Man adalah sebuah operasi yang kompleks dengan melibatkan banyak tim. Untuk mencegah gedung perakitan bom menjadi penuh sesak dan mengurangi terjadinya kecelakaan kerja, Parsons membatasi jumlah personel yang masuk ke dalam gedung perakitan. Tugas dan pekerjaan yang telah ditentukan, dikerjakan secara bergiliran oleh masing-masing tim, sehingga personel lain menunggu giliran mereka di luar gedung. Perakitan bom Fat Man yang pertama (dikenal dengan F13), selesai dirakit pada 31 Juli dan dijatuhkan dalam proses pengujian para hari berikutnya, diikuti dengan selesainya perakitan F14 pada 4 Agustus, kemudian dijatuhkan pula dalam proses pengujian pada hari berikutnya.[41] Pada 2 Agustus 1945, tiga set bahan perakitan Fat Man yang berdaya ledak tinggi, dengan kode F31, F32 dan F33, tiba dengan pesawat B-29 yang dibawa oleh Grup Komposit ke-509 dan Unit Pangkalan Udara Angkatan Darat ke-216. Dalam proses inspeksi lanjutan, ditemukan keretakan parah pada unit rakitan F32 yang tidak dapat diperbaiki. Sehingga dua unit lainnya lalu dirakit, dengan F33 yang ditandai sebagai bom pengujian dan F31 digunakan untuk operasi.[42]
Hiroshima
sunting
Dalam kurun waktu satu minggu di Tinian, terdapat empat insiden pesawat B-29 jatuh dan terbakar di landas pacu. Hal ini membuat Parsons menjadi sangat khawatir, karena jika sebuah B-29 jatuh bersama Little Boy, api dapat membakar bahan peledak dan memicu ledakan bom yang akan mengakibatkan bencana.[43] Pertimbangan apabila hal tersebut terjadi, alih-alih mengevakuasi 20,000 orang dari pulau tersebut, diputuskan untuk membuat prosedur agar bom dapat diaktifkan saat terbang.[44]
Pada 6 Agustus 1945, Enola Gay lepas landas pukul 02:45 yang berisi 12 orang kru pesawat dengan kelebihan muatan seberat 65 ton.[45] Tak lama setelah pesawat lepas landas, Parsons dan Morris R. Jeppson, memulai prosedur pengaktifan bom.[46] Prosedur tersebut melibatkan aktivitas teknis, termasuk menyambungkan kembali kabel-kabel, penyetelan sakelar yang terhubung ke baterai dan mekanisme lain untuk mengaktifkan bom hingga sirkuitnya dapat dimonitor oleh Jeppson, sesaat sebelum pesawat mencapai ketinggian yang telah ditentukan menjelang titik target.[46]
Dalam misi pengeboman tersebut, Enola Gay juga didampingi oleh pesawat-pesawat pengebom B-29 lain, termasuk The Great Artiste yang berisi anggota Proyek Alberta yakni, Luis Alvarez, Harold Agnew dan Lawrence Johnston. Mereka menjatuhkan tabung "Bhangmeter" untuk mengukur kekuatan ledakan, meski saat itu mereka tidak menghitung hasil ledakan.[47] Anggota proyek lainnya, Bernard Waldman, menaiki pesawat observasi, Necessary Evil, yang bertugas untuk mendokumentasikan peristiwa misi tersebut yang dilengkapi dengan kamera film berkecepatan tinggi. Namun, Waldman lupa membuka penutup kamera, sehingga tidak ada rekaman film yang dihasilkan[48][49] Beberapa anggota tim lainnya, terbang ke Iwo Jima untuk berjaga-jaga apabila Enola Gay terpaksa mendarat di sana, tetapi hal ini tidak diperlukan.[50]
Misi tersebut berjalan sesuai rencana dan terlaksana tanpa kendala berarti. Pesawat-pesawat pengebom B-29 tiba di atas Iwo Jima sekitar tiga jam setelah misi dimulai dan bersama-sama berangkat pada pukul 06:07. Kira-kira 90 menit sebelum mencapai lokasi target, pukul 07:30, pengaman bom dilepas dan 15 menit kemudian, pesawat mulai mendaki ke ketinggian pengeboman 30.000 kaki. Pengeboman dimulai pada 08:12 dengan penjatuhan bom tiga menit kemudian. Bersamaan dengan hal tersebut, The Great Artiste menjatuhkan tabung "Bhangmeter", lalu melakukan manuver berbelok dengan menukik tajam hingga 155 derajat, The Great Artiste berbelok ke kiri dan Enola Gay ke kanan. Ledakan terjadi 45,5 detik setelah bom dijatuhkan. Gelombang kejut primer dan "gema", menghampiri pesawat satu menit setelah ledakan dan cendawan asap terlihat oleh para kru pesawat selama 90 menit yang berjarak sekitar 640 km dari pusat ledakan. Satu-satunya rekaman film awan cendawan, berhasil direkam oleh Harold Agnew, sementara foto awan dijepret oleh Robert "Bob" Caron yang difoto dari posisi penembak di ekor pesawat Enola Gay, sebelum pesawat tersebut kembali ke Tinian pada 14:58.[45][51]
Nagasaki
sunting
Pada 7 Agustus 1945, yakni sehari setelah serangan bom Hiroshima, Purnell, Parsons, Tibbets, Spaatz dan Curtis LeMay bertemu di Guam untuk membahas langkah selanjutnya. Parsons menyatakan bahwa Proyek Alberta akan menyiapkan Fat Man sesuai dengan rencana awal pada 11 Agustus. Namun, Tibbets menyarankan agar bom dapat disiapkan pada 9 Agustus 1945, merujuk kepada laporan cuaca, terkait kondisi cuaca buruk pada hari itu akibat badai, Parsons menyetujui saran tersebut.[52]
Dalam misi ini, Asworth bersama Philip M. Barnes dari Skuadron Persenjataan ke-1 Angkatan Laut Amerika Serikat, menaiki pesawat pengebom B-29 berjuluk Bockscar, sementara Walter Goodman dan Lawrence H. Johnston dari Proyek Alberta, menaiki pesawat instrumentasi The Great Artiste, bersama seorang koresponden The New York Times, William L. Laurence. Anggota lainnya, Leonard Cheshire dan William Penney, menaiki pesawat observasi, pengebom B-29 berjuluk Big Stink.[53] Anggota tim lain, Robert Serber dari Proyek Alberta, semestinya turut serta dalam penerbangan, tetapi karena ia lupa membawa parasut, sehingga ia ditinggalkan oleh komandan pesawat, perwira operasi James I. Hopkins Jr. Hanya karena Serber adalah satu-satunya anggota kru yang dapat mengoperasikan kamera berkecepatan tinggi, ia menginstruksikan penggunaan kamera tersebut kepada Hopkins melalui radio dari Tinian.[54]
Karena kondisi cuaca yang membuat misi tersebut terpaksa dimajukan dua hari, hal ini mengubah titik pertemuan di Yakushima yang lebih dekat ke target dengan ketinggian jelajah 17,000 kaki, alih-alih 9,300 kaki, yang meningkatkan konsumsi bahan bakar secara signifikan. Inspeksi pra-terbang mengungkap bahwa pompa transfer bahan bakar tidak berfungsi, yang berguna untuk memindahkan 2,370 liter bahan bakar dari tangki bahan bakar yang terletak di belakang kompartemen bom, tetapi diputuskan bahwa misi tetap berlanjut. Bom plutonium tidak memerlukan aktivasi selama penerbangan, tetapi bom tersebut memiliki pengaman yang harus dilepas sekitar 30 menit setelah lepas landas pada 03:45, ketika Bockscar mencapai ketinggian jelajah 5,000 kaki.[55]

Didapati pula bahwa lampu indikator persenjataan berwarna merah yang terhubung ke Fat Man telah menyala, menandakan bahwa sirkuit pengaktifan bom telah tertutup. Diperlukan waktu setengah jam bagi Ashworth dan Barnes untuk mengatasi masalah tersebut dengan mengisolir sakelar rusak yang mengakibatkan malafungsi.[54]
Ketika Bockscar tiba di Kokura, intensitas awan menutupi wilayah tersebut, tiga serangan bom secara visual selama 50 menit, tidak membuahkan hasil. Para komandan memutuskan mengurangi daya untuk menghemat bahan bakar dan beralih ke Nagasaki serta melakukan pengeboman dengan menggunakan radar bila diperlukan. Serangan bom terlambat dua jam dari jadwal pada pukul 11:58 menggunakan radar, tetapi melalui bagian terbuka di awan, memungkinkan situasi untuk menjatuhkan Fat Man secara visual pada 12:01. Fat Man meledak pada ketinggian sekitar 1,840 kaki dengan kekuatan setara 21 kiloton TNT dan gelombang kejutnya sempat dirasakan oleh kedua pesawat. The Big Stink akhirnya tiba tepat waktu untuk menyelesaikan misinya guna mengabadikan peristiwa pengeboman dan ketiga pesawat pengebom B-29 tersebut dialihkan ke Okinawa, karena Bockscar dan The Great Artiste tidak memiliki bahan bahar yang cukup. Bockscar melakukan kontak ke menara kontrol di Lapangan Udara Yontan, meminta izin pendaratan darurat. Bahan bakar pada mesin nomor 2 Bockscar tepat habis, sesaat setelah menyentuh landasan. Ketiga pesawat mendarat sekitar pukul 13:20 dan lepas landas dari Okinawa pada 17:30 untuk kembali ke Tinian.[55]
Kesudahan
suntingProyek Alberta masih memiliki bahan-bahan rakitan pengujian, yakni F101, F102 dan F103, termasuk unit F32 rusak yang sudah tidak dapat diperbaiki lagi, sehingga blok peledak baru, harus didatangkan dari Proyek Camel. Terdapat beberapa komponen yang masih kurang, utamanya adalah corong detonator yang dibuat di Tinian. Tujuh pesawat pengebom B-29 dari Grup Komposit ke-509, menjalankan misi Bom Labu pada 14 Agustus 1945 dan kabar mengenai menyerahnya Jepang, sampai ke Tinian keesokan harinya.[56]
Farrell menjalankan misi untuk melakukan penilaian terhadap dampak kerusakan yang terjadi di Hiroshima dan Nagasaki, dengan melibatkan beberapa orang personel dari Proyek Alberta, Detasemen Layanan Teknis ke-1 dan Grup Komposit ke-509. Sementara personel Proyek Alberta lainnya, mulai berkemas.[57] Komponen F101, F102 dan F103 yang tidak digunakan, dikemas bersama komponen cadangan dan dikirim kembali ke Los Alamos. Beberapa komponen yang tidak dikembalikan ke Amerika Serikat, dibuang ke laut, untuk alasan keamanan.[58]
Anggota Proyek Alberta yang berasal dari kalangan ilmuwan dan teknis, berangkat pulang ke Amerika Serikat pada 7 September 1945 dari Tinian. Sementara, Kirkpatrick dan Ashworth tetap di Tinian untuk mengawasi pembuangan bahan-bahan dan properti Proyek Manhattan. Proyek Alberta akhirnya resmi dihentikan[59] dan sebagian personelnya dipindahkan ke Divisi Z yang mulai pindah ke Pangkalan Sandia.[60]
Referensi
sunting- ^ Jones 1985, hlm.ย 30โ32.
- ^ Hoddeson et al. 1993, hlm.ย 40โ41.
- ^ a b Ramsey 2012, hlm.ย 340.
- ^ Hoddeson et al. 1993, hlm.ย 378.
- ^ Bowen 1959, hlm.ย 91โ92.
- ^ Ramsey 2012, hlm.ย 344โ345.
- ^ Dvorak 2012, hlm.ย 20.
- ^ a b Hoddeson et al. 1993, hlm.ย 383.
- ^ Campbell 2005, hlm.ย 45.
- ^ a b "The Manhattan Project" (dalam bahasa Inggris). Array of Contemporary American Physicists. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Februari 2014. Diakses tanggal 8 Februari 2012.
- ^ Ramsey 2012, hlm.ย 346.
- ^ a b Hawkins 1946, hlm.ย 286.
- ^ Campbell 2005, hlm.ย 157.
- ^ Russ 1990, hlm.ย 30.
- ^ Campbell 2005, hlm.ย 143.
- ^ Russ 1990, hlm.ย 80โ81.
- ^ "Project Alberta/Destination Team roster of personnel". The Manhattan Project Heritage Preservation Association. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 October 2013. Diakses tanggal 8 March 2014.
- ^ a b Campbell 2005, hlm.ย 156.
- ^ Christman 1998, hlm.ย 176.
- ^ Farrell 2020, hlm.ย 103-104.
- ^ Hoddeson et al. 1993, hlm.ย 386โ387.
- ^ Krauss & Krauss 2005, hlm.ย 19.
- ^ "Memo Ashworth to Groves on selection of Tinian airbase" (PDF) (dalam bahasa Inggris). National Archives. 24 February 1945. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 17 Juni 2014. Diakses tanggal 5 Juni 2016.
- ^ Hoddeson et al. 1993, hlm.ย 387โ388.
- ^ Hawkins 1946, hlm.ย 285.
- ^ Farrell 2020, hlm.ย 110,124โ126,240.
- ^ Farrell, D. "Tinian North Field National Historic Landmark" (dalam bahasa Inggris). ArcGIS StoryMaps. Diakses tanggal 28 September 2025.
- ^ Russ 1990, hlm.ย 28โ33.
- ^ Russ 1990, hlm.ย 34โ41.
- ^ Campbell 2005, hlm.ย 71.
- ^ Russ 1990, hlm.ย 45โ46.
- ^ Russ 1990, hlm.ย 51.
- ^ Russ 1990, hlm.ย 50.
- ^ Russ 1990, hlm.ย 52.
- ^ Campbell 2005, hlm.ย 27.
- ^ Russ 1990, hlm.ย 53.
- ^ Campbell 2005, hlm.ย 46, 80.
- ^ Russ 1990, hlm.ย 55.
- ^ Rhodes 1986, hlm.ย 691.
- ^ Campbell 2005, hlm.ย 41.
- ^ Russ 1990, hlm.ย 56โ57.
- ^ Campbell 2005, hlm.ย 38โ40.
- ^ Lewis & Tolzer 1957, hlm.ย 72.
- ^ Russ 1990, hlm.ย 59.
- ^ a b "Timeline #2 โ The 509th; The Hiroshima Mission" (dalam bahasa Inggris). Manhattan Project Heritage Preservation Association. Diarsipkan dari asli tanggal 1 Mei 2013. Diakses tanggal 18 Mei 2013.
- ^ a b Coster-Mullen 2012, hlm.ย 34โ35.
- ^ Hoddeson et al. 1993, hlm.ย 393.
- ^ McLellan, Dennis. "George Marquardt, U.S. war pilot over Hiroshima, dies at 84". The Seattle Times (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 19 Februari 2014. Diakses tanggal 2 Februari 2014.
- ^ Alvarez & Trower 1987, hlm.ย 66.
- ^ Russ 1990, hlm.ย 60.
- ^ Russ 1990, hlm.ย 63.
- ^ Russ 1990, hlm.ย 64โ65.
- ^ Laurence, William L. "Eyewitness Account of Atomic Bomb Over Nagasaki" (dalam bahasa Inggris). National Science Digital Library. Diarsipkan dari asli tanggal 3 Februari 2011. Diakses tanggal 18 Maret 2013.
- ^ a b "The Story of Nagasaki" (dalam bahasa Inggris). National Science Digital Library. Diarsipkan dari asli tanggal 25 Desember 2012. Diakses tanggal 28 Maret 2013.
- ^ a b "Timeline #3 โ The 509th; The Nagasaki Mission" (dalam bahasa Inggris). Manhattan Project Heritage Preservation Association. Diarsipkan dari asli tanggal 1 Mei 2013. Diakses tanggal 18 Mei 2013.
- ^ Russ 1990, hlm.ย 72โ74.
- ^ Russ 1990, hlm.ย 75.
- ^ Russ 1990, hlm.ย 80.
- ^ Hawkins 1946, hlm.ย 291.
- ^ Russ 1990, hlm.ย 83.
Pustaka
sunting- Alvarez, Luis W.; Trower, W. Peter (1987). Discovering Alvarez: Selected Works of Luis W. Alvarez, with Commentary by his Students and Colleagues (dalam bahasa Inggris). Chicago: University of Chicago Press. ISBNย 978-0-226-81304-2. OCLCย 15791693.
- Bowen, Lee (1959). Vol. I, Project Silverplate 1943โ1946 (PDF). The History of Air Force Participation in the Atomic Energy Program, 1943โ1953 (dalam bahasa Inggris). Washington, D.C.: U.S. Air Force, Air University Historical Liaison Office. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2014-02-22. Diakses tanggal 28 July 2013.
- Campbell, Richard H. (2005). The Silverplate Bombers: A History and Registry of the Enola Gay and Other B-29s Configured to Carry Atomic Bombs (dalam bahasa Inggris). Jefferson, North Carolina: McFarland & Company. ISBNย 0-7864-2139-8. OCLCย 58554961.
- Christman, Albert B. (1998). Target Hiroshima: Deak Parsons and the Creation of the Atomic Bomb (dalam bahasa Inggris). Annapolis, Maryland: Naval Institute Press. ISBNย 1-55750-120-3. OCLCย 38257982.
- Coster-Mullen, John (2012). Atom Bombs: The Top Secret Inside Story of Little Boy and Fat Man (dalam bahasa Inggris). Waukesha, Wisconsin: J. Coster-Mullen. OCLCย 298514167.
- Dvorak, Darrell F. (22 Desember 2012). "The other atomic bomb commander: Colonel Cliff Heflin and his "Special" 216th AAF Base Unit". Air Power History (dalam bahasa Inggris). 59 (4): 14โ27. ISSNย 1044-016X.
- Farrell, Don (2020). Atomic Bomb Island: Tinian, the Last Stage of the Manhattan Project, and the Dropping of the Atomic Bombs on Japan in World War II (dalam bahasa Inggris). Guilford: Stackpole Books. ISBNย 978-0-8117-3961-0. OCLCย 1222799258.
- Hawkins, David (1946). Project Y: The Los Alamos Project Inception through August 1945 (PDF). Manhattan District History (dalam bahasa Inggris). Los Alamos, New Mexico: Los Alamos National Laboratory. Diakses tanggal 11 Agustus 2011.
- Hoddeson, Lillian; Henriksen, Paul W.; Meade, Roger A.; Westfall, Catherine L. (1993). Critical Assembly: A Technical History of Los Alamos During the Oppenheimer Years, 1943โ1945 (dalam bahasa Inggris). New York: Cambridge University Press. ISBNย 0-521-44132-3. OCLCย 26764320.
- Jones, Vincent (1985). Manhattan: The Army and the Atomic Bomb (PDF) (dalam bahasa Inggris). Washington, D.C.: United States Army Center of Military History. OCLCย 10913875. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2014-10-07. Diakses tanggal 25 Agustus 2013.
- Krauss, Robert; Krauss, Amelia, ed. (2005). The 509th Remembered: A History of the 509th Composite Group as Told by the Veterans Themselves, 509th Anniversary Reunion, Wichita, Kansas October 7โ10, 2004 (dalam bahasa Inggris). Buchanan, Michigan: 509th Press. ISBNย 978-0-923568-66-5. OCLCย 59148135.
- Lewis, Robert A.; Tolzer, Eliot (Agustus 1957). "How We Dropped the A-Bomb". Popular Science (dalam bahasa Inggris). hlm.ย 71โ75, 209โ210.
- Ramsey, N. F. (2012). "History of Project A". Dalam Coster-Mullen, John (ed.). Atom Bombs: The Top Secret Inside Story of Little Boy and Fat Man (dalam bahasa Inggris). United States: J. Coster-Mullen. OCLCย 298514167.
- Rhodes, Richard (1986). The Making of the Atomic Bomb (dalam bahasa Inggris). New York: Simon & Schuster. ISBNย 0-684-81378-5. OCLCย 13793436.
- Russ, Harlow W. (1990). Project Alberta: The Preparation of Atomic Bombs For Use in World War II (dalam bahasa Inggris). Los Alamos, New Mexico: Exceptional Books. ISBNย 978-0-944482-01-8. OCLCย 24429257.
Pranala luar
sunting- Video footage of the bombing of Nagasaki (silent) di YouTube
- "Instructions to CG XXI Bomber Command regarding 'Project A'" (PDF). National Archives. 9 May 1945. Diakses tanggal 8 March 2014.








