Gambar jarak dekat dari wajah belalang sentadu (Rhombodera basalis) yang menunjukkan pseudopupil hitam pada mata majemuknya.
Mata udang sentadu memiliki tiga wilayah, dengan masing-masing wilayah memiliki pseudopupil.

Pada mata majemuk invertebrata seperti serangga dan krustasea, pseudopupil adalah bintik gelap yang bergerak melintasi mata ketika hewan berputar.[1] Pseudopupil terbentuk karena satu omatidia yang mengamati sepanjang sumbu optisnya menyerap cahaya datang, sementara satu sisi lainnya merefleksikan cahaya tersebut.[2] Oleh karena itu, pseudopupil menunjukkan omatidia yang selaras dengan sumbu yang dilihat oleh pengamat.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ M. F. Land; G. Gibson; J. Horwood; J. Zeil (1999). "Fundamental differences in the optical structure of the eyes of nocturnal and diurnal mosquitoes" (PDF). Journal of Comparative Physiology A. 185 (1): 91โ€“103. doi:10.1007/s003590050369. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal 2017-07-10.
  2. ^ a b Jochen Zeil; Maha M. Al-Mutairi (1996). "Variations in the optical properties of the compound eyes of Uca lactea annulipes" (PDF). The Journal of Experimental Biology. 199 (7): 1569โ€“1577. PMIDย 9319471.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Mata

mata majemuk beberapa serangga, selalu terlihat langsung, disebut pseudopupil. Pseudopupil ini terbentuk karena omatidia yang memiliki pengamatan terhadap

Belalang sembah

gelap pada setiap mata yang bergerak saat ia memutar kepalanya adalah pseudopupil. Hal ini terjadi karena omatidia yang dilihat "dari depan" menyerap sinar

Omatidium

gabungan gambar-gambar yang dihasilkan setiap omatidium dari berbagai arah. Pseudopupil Mata Mata sederhana (invertebrata) Zubaidah, Siti (2017). ILMU PENGETAHUAN