| Berkas:Perkebunan Nusantara IV logo.svg | |
Jenis perusahaan | Perseroan terbatas |
|---|---|
| Industri | Perkebunan |
| Pendahulu | PTย Perkebunan VI (Persero) PTย Perkebunan VII (Persero) PTย Perkebunan VIII (Persero) |
| Didirikan | 11ย Maret 1996 |
| Kantor pusat | Jakarta Selatan, DKI Jakarta |
Wilayah operasi | Indonesia |
Tokoh kunci | Jatmiko Krisna Santosa[1] (Direktur Utama) Andi Wibisono[2] (Plh. Komisaris Utama) |
| Produk | |
| Pendapatan | |
| Total aset | |
| Total ekuitas | |
| Pemilik | PT Perkebunan Nusantara III |
Karyawan | |
| Anak usaha | PT Prima Medika Nusantara PT Sinergi Perkebunan Nusantara PT Agro Sinergi Nusantara PT Nusa Lima Medika PT Alam Lestari Nusantara PT Kalimantan Medika Nusantara PT Nusantara Batulicin |
| Situs web | www |
PT Perkebunan Nusantara IV atau biasa disingkat menjadi PTPN IV, adalah anak usaha dari PTPN III yang terutama bergerak di bidang agroindustri kelapa sawit. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, perusahaan ini juga memiliki tujuh kantor regional yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan.[3][4]
Sejarah
suntingPerusahaan ini didirikan pada tahun 1996 sebagai hasil penggabungan antara PT Perkebunan VI, PT Perkebunan VII, dan PT Perkebunan VIII.[5] Pada tahun 2000, bersama PTPN III dan PTPN V, perusahaan ini mendirikan PT Sarana Agro Nusantara, dengan perusahaan ini memegang 50,08% saham perusahaan tersebut, sementara PTPN III dan PTPN V masing-masing memegang 39,92% dan 10% saham perusahaan tersebut. Mulai tahun 2001 hingga 2005, perusahaan ini mengkonversi tanaman teh dan kakao di Kebun Balimbingan, Kebun Bah Birong Ulu, dan Kebun Marjandi menjadi tanaman kelapa sawit.
Pada tahun 2005, bersama PTPN III, perusahaan ini mendirikan PT ESW Nusantara Tiga, dengan perusahaan ini memegang 23,86% saham perusahaan tersebut, sementara PTPN III dan Kopkar Nusa Tiga masing-masing memegang 74,11% dan 2,03% saham perusahaan tersebut. Mulai tahun 2006 hingga 2010, perusahaan ini melakukan pengembangan kebun kelapa sawit di Labuhan Batu dan Mandailing Natal dengan membentuk Kebun Batang Laping, Kebun Timur, dan Kebun Panai Jaya. Pada tahun 2010, bersama Pupuk Kaltim dan PTPN V, perusahaan ini mendirikan PT Pupuk Agro Nusantara, dengan perusahaan ini memegang 34% saham perusahaan tersebut, sementara Pupuk Kaltim dan PTPN V masing-masing memegang 51% dan 15% saham perusahaan tersebut.
Pada tahun 2011, bersama PTPN XIV, perusahaan ini mendirikan PT Sinergi Perkebunan Nusantara, dengan perusahaan ini memegang 71,28% saham perusahaan tersebut, sementara PTPN XIV memegang sisanya. Bersama PTPN I, perusahaan ini juga mendirikan PT Agro Sinergi Nusantara, dengan perusahaan ini memegang 64,77% saham perusahaan tersebut, sementara PTPN I memegang sisanya. Pada tahun 2012, bersama PTPN III, perusahaan ini mendirikan PT Industri Nabati Lestari, dengan perusahaan ini memegang 49% saham perusahaan tersebut, sementara PTPN III memegang sisanya.
Pada tahun 2014, pemerintah Indonesia resmi menyerahkan mayoritas saham perusahaan ini ke PTPN III, sebagai bagian dari upaya untuk membentuk holding BUMN yang bergerak di bidang perkebunan.[6] Pada tahun 2015, bersama Kopkar PTPN IV, perusahaan ini mendirikan PT Prima Medica Nusantara, dengan perusahaan ini memegang 99,99% saham perusahaan tersebut, sementara Kopkar PTPN IV memegang sisanya. Pada tahun 2017, bersama Pupuk Kaltim dan PTPN V, perusahaan ini sepakat untuk membubarkan PT Pupuk Agro Nusantara.
Pada bulan April 2019, bersama PTPN III, PTPN V, PTPN VI, dan Perkumpulan Lembaga Pendidikan Perkebunan Yogyakarta, perusahaan ini mendirikan PT LPP Agro Nusantara untuk berbisnis di bidang penyediaan jasa pelatihan, konsultansi, asesmen, dan sertifikasi.[3][4] Pada bulan November 2022, perusahaan ini setuju untuk memulai proses akuisisi terhadap mayoritas saham PT Mitra Kerinci yang dipegang oleh ID FOOD.[7]
Pada akhir tahun 2023, PTPN V, PTPN VI, dan PTPN XIII resmi digabung ke dalam perusahaan ini, sebagai bagian dari upaya untuk membentuk subholding di internal PTPN III yang bergerak di bidang agroindustri kelapa sawit. PTPN III juga menyerahkan asetnya yang berupa kebun dan pabrik kelapa sawit ke perusahaan ini.[8] Kantor pusat dari perusahaan ini kemudian juga dipindah ke Jakarta Selatan.
Transformasi PTPN IV
suntingKehadiran PT Perkebunan Nusantara IV , yang selanjutnya disebut โPerusahaanโ atau โPTPN IVโ, diawali oleh Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1996, seperti yang dinyatakan dan berdasarkan akta pendirian yang dibuat dihadapan Notaris Harun Kamil, S.H. No. 37 tanggal 11 Maret 1996 dan telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. C2-8332.HT.01.01.TH.96 tanggal 8 Agustus 1996 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 81 tanggal 8 Oktober 1996, tambahan No. 8675/1996. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah melakukan usaha di bidang agro bisnis dan agro industri, untuk optimalisasi pemanfaatan sumber daya Perusahaan.
Saat ini, PTPN IV merupakan subholding PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang didirikan sebagai bagian tranformasi badan usaha milik negara. Pembentukan dua subholding ini merupakan implementasi dari Program Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan untuk mewujudkan kemandirian, khususnya di bidang ketahanan pangan dan energi. PTPN IV akan menjadi perusahaan pengelola lahan sawit terbesar di dunia yang mencapai lebih dari 600 ribu hektar pada 2026, dan akan menjadi pemain utama industri sawit dunia.
Ini dilakukan agar PTPN IV mampu meningkatkan produksi CPO nasional dan minyak goreng dalam negeri, yaitu dari 460 ribu ton/tahun pada 2021 menjadi 1,8 juta ton/tahun pada tahun 2026, atau meningkat ssebanyak empat kali lipat dalam kurun waktu lima tahun. Saat ini Perusahaan mengelola usaha perkebunan dan pengolahan komoditas kelapa sawit, teh dan karet yang mencakup pengolahan areal dan tanaman, kebun bibit dan pemeliharaan tanaman produksi, pengolahan komoditas menjadi bahan baku industri, serta pemasaran hasil komoditas.
Kantor regional
suntingHingga akhir tahun 2023, perusahaan ini memiliki tujuh kantor regional, yakni:[3]
| Nama | Lokasi |
|---|---|
| Kantor Regional 1 | Medan |
| Kantor Regional 2 | |
| Kantor Regional 3 | Pekanbaru |
| Kantor Regional 4 | Jambi |
| Kantor Regional 5 | Pontianak |
| Kantor Regional 6 KSO | Langsa |
| Kantor Regional 7 KSO | Bandar Lampung |
Referensi
sunting- ^ "Dewan Direksi". PT Perkebunan Nusantara IV. Diakses tanggal 25 Juni 2024.
- ^ "Dewan Komisaris". PT Perkebunan Nusantara IV. Diakses tanggal 25 Juni 2024.
- ^ a b c d e f g h i "Laporan Tahunan 2023" (PDF). PT Perkebunan Nusantara I. Diakses tanggal 20 Juni 2024.
- ^ a b "Sekilas Perusahaan". PT Perkebunan Nusantara IV. Diakses tanggal 16 Oktober 2023.
- ^ "Peraturan Pemerintah nomor 9 tahun 1996" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 9 Oktober 2021.
- ^ "Peraturan Pemerintah nomor 72 tahun 2014" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 9 Oktober 2021.
- ^ Nugraha, Budi (17 November 2022). "Sinergi PTPN Group dan ID Food, Dorong Pengembangan Produk dan Perluas Pangsa Pasar Teh - Suara Merdeka Jakarta". Suara Merdeka Online. Suara Merdeka. Diakses tanggal 18 November 2022.
- ^ Fadilah, Ilyas (1 Desember 2023). "Resmi! Holding PTPN Merger 13 Perusahaan Jadi PalmCo dan SupportingCo". detikcom. Diakses tanggal 13 Desember 2023.








