PT Perkebunan Nusantara IV
Jenis perusahaan
Perseroan terbatas
IndustriPerkebunan
PendahuluPTย Perkebunan VI (Persero)
PTย Perkebunan VII (Persero)
PTย Perkebunan VIII (Persero)
Didirikan11ย Maret 1996; 30 tahun laluย (1996-03-11)
Kantor pusatJakarta Selatan, DKI Jakarta
Wilayah operasi
Indonesia
Tokoh kunci
Jatmiko Krisna Santosa[1]
(Direktur Utama)
Andi Wibisono[2]
(Plh. Komisaris Utama)
Produk
PendapatanKenaikan Rp 46,50 triliun (2025 unaudited)[3]
Kenaikan Rp 19,04 triliun (2025 unaudited)[3]
Kenaikan Rp 6,19 triliun (2025 unaudited)[3]
Total asetKenaikan Rp 78,42 triliun (2025 unaudited)[3]
Total ekuitasKenaikan Rp 27,01 triliun (2025 unaudited)[3]
PemilikPT Perkebunan Nusantara III
Karyawan
Penurunan 69.455 (2025)[3]
Anak usahaPT Prima Medika Nusantara
PT Sinergi Perkebunan Nusantara
PT Agro Sinergi Nusantara
PT Nusa Lima Medika
PT Alam Lestari Nusantara
PT Kalimantan Medika Nusantara
PT Nusantara Batulicin
Situs webwww.ptpn4.co.id

PT Perkebunan Nusantara IV atau biasa disingkat menjadi PTPN IV, adalah anak usaha dari PTPN III yang terutama bergerak di bidang agroindustri kelapa sawit. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, perusahaan ini juga memiliki tujuh kantor regional yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan.[3][4]

Sejarah

sunting

Perusahaan ini didirikan pada tahun 1996 sebagai hasil penggabungan antara PT Perkebunan VI, PT Perkebunan VII, dan PT Perkebunan VIII.[5] Pada tahun 2000, bersama PTPN III dan PTPN V, perusahaan ini mendirikan PT Sarana Agro Nusantara, dengan perusahaan ini memegang 50,08% saham perusahaan tersebut, sementara PTPN III dan PTPN V masing-masing memegang 39,92% dan 10% saham perusahaan tersebut. Mulai tahun 2001 hingga 2005, perusahaan ini mengkonversi tanaman teh dan kakao di Kebun Balimbingan, Kebun Bah Birong Ulu, dan Kebun Marjandi menjadi tanaman kelapa sawit.

Pada tahun 2005, bersama PTPN III, perusahaan ini mendirikan PT ESW Nusantara Tiga, dengan perusahaan ini memegang 23,86% saham perusahaan tersebut, sementara PTPN III dan Kopkar Nusa Tiga masing-masing memegang 74,11% dan 2,03% saham perusahaan tersebut. Mulai tahun 2006 hingga 2010, perusahaan ini melakukan pengembangan kebun kelapa sawit di Labuhan Batu dan Mandailing Natal dengan membentuk Kebun Batang Laping, Kebun Timur, dan Kebun Panai Jaya. Pada tahun 2010, bersama Pupuk Kaltim dan PTPN V, perusahaan ini mendirikan PT Pupuk Agro Nusantara, dengan perusahaan ini memegang 34% saham perusahaan tersebut, sementara Pupuk Kaltim dan PTPN V masing-masing memegang 51% dan 15% saham perusahaan tersebut.

Pada tahun 2011, bersama PTPN XIV, perusahaan ini mendirikan PT Sinergi Perkebunan Nusantara, dengan perusahaan ini memegang 71,28% saham perusahaan tersebut, sementara PTPN XIV memegang sisanya. Bersama PTPN I, perusahaan ini juga mendirikan PT Agro Sinergi Nusantara, dengan perusahaan ini memegang 64,77% saham perusahaan tersebut, sementara PTPN I memegang sisanya. Pada tahun 2012, bersama PTPN III, perusahaan ini mendirikan PT Industri Nabati Lestari, dengan perusahaan ini memegang 49% saham perusahaan tersebut, sementara PTPN III memegang sisanya.

Pada tahun 2014, pemerintah Indonesia resmi menyerahkan mayoritas saham perusahaan ini ke PTPN III, sebagai bagian dari upaya untuk membentuk holding BUMN yang bergerak di bidang perkebunan.[6] Pada tahun 2015, bersama Kopkar PTPN IV, perusahaan ini mendirikan PT Prima Medica Nusantara, dengan perusahaan ini memegang 99,99% saham perusahaan tersebut, sementara Kopkar PTPN IV memegang sisanya. Pada tahun 2017, bersama Pupuk Kaltim dan PTPN V, perusahaan ini sepakat untuk membubarkan PT Pupuk Agro Nusantara.

Pada bulan April 2019, bersama PTPN III, PTPN V, PTPN VI, dan Perkumpulan Lembaga Pendidikan Perkebunan Yogyakarta, perusahaan ini mendirikan PT LPP Agro Nusantara untuk berbisnis di bidang penyediaan jasa pelatihan, konsultansi, asesmen, dan sertifikasi.[3][4] Pada bulan November 2022, perusahaan ini setuju untuk memulai proses akuisisi terhadap mayoritas saham PT Mitra Kerinci yang dipegang oleh ID FOOD.[7]

Pada akhir tahun 2023, PTPN V, PTPN VI, dan PTPN XIII resmi digabung ke dalam perusahaan ini, sebagai bagian dari upaya untuk membentuk subholding di internal PTPN III yang bergerak di bidang agroindustri kelapa sawit. PTPN III juga menyerahkan asetnya yang berupa kebun dan pabrik kelapa sawit ke perusahaan ini.[8] Kantor pusat dari perusahaan ini kemudian juga dipindah ke Jakarta Selatan.

Transformasi PTPN IV

sunting

Kehadiran PT Perkebunan Nusantara IV , yang selanjutnya disebut โ€œPerusahaanโ€ atau โ€œPTPN IVโ€, diawali oleh Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1996, seperti yang dinyatakan dan berdasarkan akta pendirian yang dibuat dihadapan Notaris Harun Kamil, S.H. No. 37 tanggal 11 Maret 1996 dan telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. C2-8332.HT.01.01.TH.96 tanggal 8 Agustus 1996 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 81 tanggal 8 Oktober 1996, tambahan No. 8675/1996. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah melakukan usaha di bidang agro bisnis dan agro industri, untuk optimalisasi pemanfaatan sumber daya Perusahaan.

Saat ini, PTPN IV merupakan subholding PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang didirikan sebagai bagian tranformasi badan usaha milik negara. Pembentukan dua subholding ini merupakan implementasi dari Program Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan untuk mewujudkan kemandirian, khususnya di bidang ketahanan pangan dan energi. PTPN IV akan menjadi perusahaan pengelola lahan sawit terbesar di dunia yang mencapai lebih dari 600 ribu hektar pada 2026, dan akan menjadi pemain utama industri sawit dunia.

Ini dilakukan agar PTPN IV mampu meningkatkan produksi CPO nasional dan minyak goreng dalam negeri, yaitu dari 460 ribu ton/tahun pada 2021 menjadi 1,8 juta ton/tahun pada tahun 2026, atau meningkat ssebanyak empat kali lipat dalam kurun waktu lima tahun. Saat ini Perusahaan mengelola usaha perkebunan dan pengolahan komoditas kelapa sawit, teh dan karet yang mencakup pengolahan areal dan tanaman, kebun bibit dan pemeliharaan tanaman produksi, pengolahan komoditas menjadi bahan baku industri, serta pemasaran hasil komoditas.

Kantor regional

sunting

Hingga akhir tahun 2023, perusahaan ini memiliki tujuh kantor regional, yakni:[3]

Nama Lokasi
Kantor Regional 1 Medan
Kantor Regional 2
Kantor Regional 3 Pekanbaru
Kantor Regional 4 Jambi
Kantor Regional 5 Pontianak
Kantor Regional 6 KSO Langsa
Kantor Regional 7 KSO Bandar Lampung

Referensi

sunting
  1. ^ "Dewan Direksi". PT Perkebunan Nusantara IV. Diakses tanggal 25 Juni 2024.
  2. ^ "Dewan Komisaris". PT Perkebunan Nusantara IV. Diakses tanggal 25 Juni 2024.
  3. ^ a b c d e f g h i "Laporan Tahunan 2023" (PDF). PT Perkebunan Nusantara I. Diakses tanggal 20 Juni 2024.
  4. ^ a b "Sekilas Perusahaan". PT Perkebunan Nusantara IV. Diakses tanggal 16 Oktober 2023.
  5. ^ "Peraturan Pemerintah nomor 9 tahun 1996" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 9 Oktober 2021.
  6. ^ "Peraturan Pemerintah nomor 72 tahun 2014" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 9 Oktober 2021.
  7. ^ Nugraha, Budi (17 November 2022). "Sinergi PTPN Group dan ID Food, Dorong Pengembangan Produk dan Perluas Pangsa Pasar Teh - Suara Merdeka Jakarta". Suara Merdeka Online. Suara Merdeka. Diakses tanggal 18 November 2022.
  8. ^ Fadilah, Ilyas (1 Desember 2023). "Resmi! Holding PTPN Merger 13 Perusahaan Jadi PalmCo dan SupportingCo". detikcom. Diakses tanggal 13 Desember 2023.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Perkebunan Nusantara III

mayoritas saham PTPN I, PTPN II, PTPN IV, PTPN V, PTPN VI, PTPN VII, PTPN VIII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII, PTPN XIII, dan PTPN XIV ke perusahaan

Perkebunan Nusantara VI

PT Perkebunan Nusantara VI, atau biasa disingkat menjadi PTPN VI, dulu adalah anak usaha dari PTPN III yang bergerak di bidang agroindustri kelapa sawit

Mohammad Abdul Ghani

Nusantara II (2019) PT Perkebunan Nusantara VI (2018) PT Perkebunan Nusantara XIII (2016-2018). Awal berkarier di PTPN IV S1 Pertanian Institut Pertanian Bogor

Deddy Sitorus

Multi Cargo (anak perusahaan Pelindo III) (2017โ€“2019) Komisaris Independen PTPN III (Holding), (2017โ€“2019) Komisaris Independen PT Waskita Beton Precast

Kota Baru, Jambi

Kota Baru Kecamatan Kantor Pusat PTPN VI Jambi Negara ย Indonesia Provinsi Jambi Kota Jambi Pemerintahan ย โ€ขย Camat Fengki Ananda, ME Populasi ย (2021) ย โ€ขย Total

Perkebunan Nusantara (disambiguasi)

(Persero), atau PTPN adalah badan usaha milik negara Indonesia yang bergerak di bidang perkebunan. Perkebunan Nusantara dapat merujuk pada PTPN III dan juga

Noer Bahri Said Pamuncak

Barat (1993-2001) Ketua DPRD Sumatera Barat (1997-1999) Komisaris Utama PTPN VI Wilayah Sumatera Barat-Jambi Anggota MPR RI (1997-1999) "Anggota MPR Asal

Bahana Kapital Investa

penggabungan PT Bukit Kausar dan PT Mendahara Agrojaya Industri ke dalam PTPN VI, divestasi saham Asuransi Tokio Marine Indonesia yang masih dipegang oleh