Raksasa atau sosok setan yang dipentaskan dalam Yakshagana, sebuah seni populer dari Karnataka, India.
Terjemahan dari
Raksasa
PaliRakkhasa (เคฐเค•เฅเค–เคธ)
Tionghoa็พ…ๅˆน
(Pinyin:ย Luosha[1])
Jepangใ‚‰ใ›ใค
(rลmaji: Rasetsu)
Daftar Istilah Buddhis
Arca Raksasa di dekat Candi Sewu di dekat Yogyakarta

Raksasa (Dewanagari: เคฐเคพเฅ‘เค•เฅเคทเคธเคƒ;ย ,IAST:ย Rฤkแนฃasaแธฅ,;ย bahasa Pali: Rakkhasa), dalam mitologi agama-agama dari India (Hindu, Buddha, dan Jain), adalah bangsa makhluk supernatural, atau orang-orang berjiwa jahat. Kata rakแนฃasa berarti kekejaman, lawan kata dari rakแนฃa (sentosa). Menurut mitos dan legenda, mereka adalah makhluk pemakan daging manusia.[2][3]

Terminologi

sunting

Dalam kosakata bahasa Indonesia, kata rakแนฃasa dari kepercayaan agama-agama India diadaptasi dan digunakan sebagai kata sifat untuk merujuk kepada sesuatu yang berukuran sangat besar daripada ukuran normal.[4] Raksasa betina disebut rakแนฃasi.[5]

Deskripsi

sunting

Kitab Ramayana menceritakan bahwa mereka adalah makhluk yang diciptakan dari kaki Brahma; di lain kisah, mereka muncul dari Pulastya, atau dari Khasa, atau dari Nirrti dan Nirrta. Dewa Brahma juga dikatakan pernah memberikan berkah kepada raksasa yang memujanya, seperti misalnya Wibisana, Hiranyaksa, dan Hiranyakasipu. Beberapa rakshasa merupakan inkarnasi dari orang-orang yang berdosa pada kehidupannya yang sebelumnya. Raksasa terkenal dalam cerita Hindu sebagai tokoh jahat yang mengganggu upacara, menodai asrama, mengganggu para pendeta, dan sebagainya.

Dalam penggambaran umum, biasanya raksasa dilukiskan sebagai makhluk bertubuh besar, berwajah sangar dan mengerikan. Kuku mereka beracun, dan mereka makan daging manusia, atau makanan hasil rampasan. Mereka memiliki ilmu gaib dan mampu mengubah wujud menjadi manusia atau burung besar.

Dibandingkan agama Hindu dan Buddha, agama Jain memiliki pandangan yang berbeda terhadap raksasa. Menurut susastra Jain, Rakshasa adalah sebuah kerajaan beradab, penduduknya vegetarian, dan termasuk ke dalam golongan bidadara, yang merupakan pemuja Tirthankara.[6]

Lihat pula

sunting

Catatan kaki

sunting
  1. ^ The Contemporary Chinese Dictionary. 2002. ISBNย 7-5600-3195-1.
  2. ^ Skyes, Edgerton; Kendall, Alan; Sykes, Egerton (4 February 2014). Who's Who in Non-Classical Mythology (dalam bahasa Inggris). Routledge. hlm.ย 163. ISBNย 978-1-136-41437-4.
  3. ^ Rodrigues, Hillary (2018). "Asuras, Daityas, Dฤnavas, Rฤkแนฃasas, Piล›ฤcas, Bhลซtas, Pretas, and so forth". Dalam Knut, A. Jacobsen; Basu, Helene; Malinar, Angelika; Narayanan, Vasudha (ed.). Brill's Encyclopedia of Hinduism Online. Brill.
  4. ^ Raksasa adalah kata serapan dari bahasa Sanskerta.
  5. ^ Knappert, Jan (1991). Indian Mythology: An Encyclopedia of Myth and Legend (dalam bahasa Inggris). Aquarian Press. hlm.ย 148. ISBNย 978-1-85538-040-0.
  6. ^ Harvard.edu


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Gatotkaca

keluarga Pandawa. Ibunya bernama Hidimbi (Arimbi), berasal dari bangsa rakshasa. Gatotkaca dikisahkan memiliki kekuatan luar biasa. Dalam perang besar

Hanoman

pertempuran besar antara Rama dan Rahwana, Hanoman membasmi banyak tentara rakshasa. Saat Rama, Laksmana, dan bala tentaranya yang lain terjerat oleh senjata

Rahwana

Akhirnya, Rahwana lahir dengan kepribadian setengah brahmana, setengah rakshasa. Saat lahir, Rahwana diberi nama "Dasanana" atau "Dasagriwa", dan konon

Ramayana

bantuan Rama untuk melindungi pertapaan di tengah hutan dari gangguan para rakshasa. Setelah berunding dengan Prabu Dasarata, Resi Wiswamitra dan Rama berangkat

Rama

dan berjanji akan mengalahkan rakshasa yang ingin mengotori pelaksanaan yadnya yang dilakukan oleh para resi. Saat rakshasa Marica dan Subahu datang untuk

Sinta

menambah ilmu pengetahuan dan kepandaian mereka. Rahwana adalah raja bangsa Rakshasa dari Kerajaan Alengka. Pasukannya yang bertugas di Janastana habis ditumpas

Adiparwa

wujudnya menjadi seorang wanita cantik, kemudian mendekati para rakshasa dan detya. Para rakshasa-daitya yang melihatnya menjadi terpesona, dan menyerahkan

Surpanaka

raksasi atau raksasa wanita. Ia tinggal di Yanasthana, pos perbatasan para rakshasa di Chitrakuta. Nama Surpanaka dalam bahasa Sanskerta berarti "(Dia) Yang