Rapat biasanya dilakukan dalam ruangan tertentu

Rapat merupakan pertemuan atau berkumpulnya minimal dua orang atau lebih untuk memutuskan suatu tujuan.[1] Rapat juga dapat dijadikan sebagai media untuk berkomunikasi antar manusia atau pimpinan kantor dengan staffnya.[1][2] Rapat juga dapat diartikan sebagai media komunikasi kelompok yang bersifat tatap muka yang sering diselenggarakan atau dilakukan oleh banyak organisasi baik itu swasta ataupun pemerintah.[1] Rapat sering dijadikan seseorang atau sekelompok orang untuk menyatukan pemikiran guna melaksanakan urusan tertentu.[1] Pada pengertian lain rapat juga dapat diartikan sebagai kumpulan sekelompok orang yang bersifat formal dengan melibatkan empat orang atau lebih dengan tujuan untuk berkomunikasi, perencanaan, penetapan kebijakan, pengambilan keputusan, dan pemberian motivasi.[1] Sasaran akhir diadakannya rapat yaitu untuk mempertemukan peserta rapat secara langsung demi terjalinnya komunikasi, agar peserta rapat dapat berkontribusi langsung dalam pembicaraan sehingga pemikiran ide untuk penyelesaian masalah dapat tersampaikan langsung, agar peserta rapat dapat terangsang secara langsung dalam memahami setiap permasalahan yang dihadapi, agar peserta rapat dapat sama-sama berkontribusi dalam pencapaian tujuan tertentu.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d e [1][pranala nonaktif permanen] Lembaga Admistrasi Negara. Derektorat Pembinaan Widyaiswara: PENTINGNYA SEBUAH RAPAT
  2. ^ a b Mardiatmadja.1987.Teknik Memimipin Rapat.Yogyakarta:Kanisius.5


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kerapatan Gereja Protestan Minahasa

Gereja Protestan Minahasa atau Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (disingkat KGPM) adalah kelompok gereja Kristen Protestan di Indonesia, yang berkantor

Perjanjian Tumbang Anoi

Tumbang Anoi atau Pertemuan Tumbang Anoi atau Rapat Damai Tumbang Anoi atau Rapat Besar Tumbang Anoi adalah rapat besar yang di gelar pada tanggal 22 Mei hingga

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia

No. 56/1950). Pada tanggal 15 Agustus 1950, DPR dan Senat RIS mengadakan rapat di mana dibacakan piagam pernyataan terbentuknya NKRI yang bertujuan: 1

Rapat Raksasa Lapangan Ikada

Rapat Raksasa Lapangan Ikada terjadi pada 19 September 1945, saat Soekarno memberikan pidato singkat di hadapan ribuan rakyat di Lapangan Ikada dalam

Agus Martowardojo

September 2023 hingga 23 Juli 2024. Agus diangkat Kemeterian BUMN melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PLN (Persero). Agus juga merupakan mantan

Istana Negara

seperti pelantikan pejabat-pejabat tinggi negara, pembukaan musyawarah dan rapat kerja nasional, kongres bersifat nasional dan internasional, serta jamuan

Rinaldi Firmansyah

Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) yang terpilih melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Telkom pada 28 Februari 2007. Rinaldi menggantikan

Isran Noor

Pilkada Kutim dilaksanakan pada tanggal 27 November 2010. Berdasarkan hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara yang digelar KPUD Kutim