St. Loco
Genre
Tahun aktif2002-sekarang
Label
Anggota
  • Berry Manoch
  • Anindya Pramadhyana
  • Nyonk Webster Manuhutu
  • Gilbert Joshua
  • Iwan Hoediarto
  • Timotius Firman
Mantan anggotaJohan Tirta

Saint Loco merupakan sebuah grup musik asal Indonesia yang dibentuk pada 20 September 2002. Grup musik ini awalnya beranggotakan 6 orang yaitu Berry (rapper), Joe (vokal), Webster (drum), Gilbert (bass), Tius (DJ), dan Iwan (gitar). Namun setelah pengunduran dirinya Joe di bulan Maret 2018, posisinya digantikan oleh Anindya Pramadhyana (vokal). Grup musik ini awalnya bergenre nu metal dan rapcore (mereka sendiri menyebut aliran musik yang mereka mainkan sebagai Hip rock).

Sejarah

sunting

Pada awal perjalanannya, Saint Loco memainkan musik yang kental dengan nuansa rock dan hip-hop. Salah satu momen penting dalam sejarah band ini terjadi ketika drummer mereka, Webster, mengalami kecelakaan motor, sehingga posisinya sementara diisi oleh Timotius Firman (Tius). Selama periode ini, Saint Loco dikenal sebagian orang dengan warna musik yang cenderung ke alternative rock.

Namun, pada akhir tahun 2010, Webster dinyatakan pulih dan resmi kembali mengisi posisi drummer di Saint Loco. Keberadaan Webster menandai kembalinya warna musik khas Saint Loco yang penuh energi.

Sejak tahun 2016, Tius kembali melakukan reuni bersama Saint Loco. Pada tahun yang sama, Saint Loco meluncurkan lagu Bebas (aransemen ulang dari lagu milik Iwa-K) yang berkolaborasi langsung dengan Iwa-K. Tius resmi bergabung kembali sebagai anggota penuh Saint Loco pada tahun 2017.

Album HOME dan Warna Baru

sunting

Memasuki dua dekade perjalanan, Saint Loco merayakan usia ke-20 dengan merilis album keempat bertajuk HOME (Hymn Of Majestic Entity). Album ini menjadi karya comeback mereka setelah 10 tahun vakum merilis album penuh. Menurut Berry Manoch, sang rapper, HOME adalah refleksi eksplorasi musik terbaru Saint Loco yang lebih segar, menyesuaikan dengan perkembangan selera musik generasi baru.[1]

Tius, yang bertindak sebagai produser dalam album ini, menyebut bahwa HOME memperlihatkan transformasi Saint Loco, baik dalam musikalitas maupun pilihan tema lagu. Tidak hanya mengusung lirik bertema positif seperti sebelumnya, mereka juga mengeksplorasi tema patah hati dan kehilangan.

Salah satu single utama dari album ini adalah "Akhir Setiap Mula", sebuah lagu bertempo pelan dengan nuansa pop yang tetap mempertahankan energi khas Saint Loco. Lirik lagu ini ditulis oleh vokalis baru mereka, Anindya Pramadhyana (Dimas), yang terinspirasi dari pengalaman pribadi kehilangan orang tua akibat penyakit kanker.

Nama HOME diambil sebagai simbol kembalinya para personel ke “rumah” bersama mereka setelah melalui perjalanan masing-masing. Album ini mencerminkan berbagai pengalaman emosional yang mereka alami, seperti kehilangan, harapan, ketidaksesuaian, dan penerimaan.

Kebersamaan dan kedewasaan baru di antara anggota band disebut-sebut menjadi kunci dalam menghasilkan album keempat ini, yang menurut Tius merupakan album paling all-out dalam sejarah karier Saint Loco. Mereka bahkan berharap HOME dapat membawa mereka masuk ke nominasi Anugerah Musik Indonesia (AMI).

Tur dan Upaya Membangun Komunitas

sunting

Dalam rangka promosi album HOME, Saint Loco melakukan tur ke 20 kota di Jawa dan Bali. Fokus utama tur ini bukan hanya membangun kembali popularitas, melainkan membangkitkan komunitas akar rumput penggemar Saint Loco di berbagai daerah. Tur ini akan lebih bersifat intim, dengan konser-konser kecil yang menyasar pendengar setia mereka.

Anggota

sunting
Band
Mantan Anggota
  • Joe Tirta - vokalis (2002-2018)

Diskografi

sunting
Album Studio
Single
  • "Santai Saja" (2009)
  • "Time To Rock N Roll" (2011)
  • "Rebel" (2011)
  • "Tentang Kita" (2012)
  • "Dibalik Pintu Istana" (2015) OST Dibalik 98
  • "Bebas" (menampilkan Iwa-K) (2017)
  • "Nakal (Naluri Kualitas Akal)" (2019)

Nominasi dan penghargaan

sunting
Tahun Penghargaan Kategori Nomine Hasil Rujukan
2023 Anugerah Musik Indonesia 2023 Artis Solo Pria/Wanita/Grup/Kolaborasi Metal Terbaik "Nirmala" Nominasi [2][3]
Album Metal Terbaik H.O.M.E Menang [4][5]

Referensi

sunting
  1. ^ Wijaya, Andesta Herli (16 November 2022). ""A Journey Back HOME", Konser Dua Dekade Saint Loco". Validnews.id.
  2. ^ "Daftar Nominasi AMI Awards 2023". CNN Indonesia. 22 September 2023. Diakses tanggal 10 Oktober 2023.
  3. ^ Choirul Anwar, Ilham (27 September 2023). "Daftar Nominasi AMI Awards 2023 dan Jadwal Pengumuman Pemenang". Tirto.id. Diakses tanggal 9 November 2023.
  4. ^ aca/chri (9 November 2023). "Daftar Lengkap Pemenang AMI Awards 2023". CNN Indonesia. Diakses tanggal 9 November 2023.
  5. ^ C. Rantung, Revi (9 November 2023). Susanto Setiawan, Tri (ed.). "Daftar Lengkap Pemenang AMI Awards 2023". Kompas.com. Diakses tanggal 9 November 2023.

Pranala luar

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Rap rock

musik rok. Subgenre rap rock yang paling populer termasuk rap metal dan rapcore, yang masing-masing mencakup pengaruh berorientasi heavy metal dan hardcore

Daftar grup musik rap metal dan rap rock

telah digambarkan sebagai bentuk rap rock, termasuk subgenre rap metal dan rapcore, oleh jurnalis profesional pada tahap tertentu dalam karier mereka. Rap

P.O.D.

mereka, Payable on Death, yang memperlihatkan perubahan grup dari suara rapcore mereka yang terkenal ke suara metal yang lebih melodis dan lebih gelap

Genre musik

hip hop. Jenis musik ini juga dicampur dengan heavy metal menghasilkan rapcore. Musik pop adalah genre penting namun batas-batasnya sering kabur, karena

Slipknot

Interview (CD). UK: Chrome Dreams. 2001. Terjadi di 7:00. Porter, Dick (2003). Rapcore: The Nu-Metal Rap Fusion. London: Plexus. hlm. 132. ISBN 0-85965-321-8

Zack de la Rocha

Beach, California, AS Genre Alternative metal Funk metal Alternative rock Rapcore Hardcore Pekerjaan Vokalis, Penulis lagu, Rapper, Musikus Instrumen Vokal

Punk rock

punk grebo grunge Gypsy punk pop punk psychobilly punk blues punk jazz rapcore ska punk surf punk punk rap Versi regional Argentina Australia Basque Country

Minutes to Midnight

yang baru. Nyaris tidak ada lagi lagu-lagu yang beraliran nu metal dan rapcore. Sebagai gantinya, Linkin Park memasukkan aliran alternative rock dan alternative