| Rawa Pening | |
|---|---|
Rawa Pening pada tahun 2008 | |
| Letak | Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia |
| Koordinat | 7ยฐ17โฒS 110ยฐ26โฒE๏ปฟ / ๏ปฟ7.283ยฐS 110.433ยฐE |
| Terletak di negara | Indonesia |
| Area permukaan | 2.500 hingga 2.670 hektare (25,0 hingga 26,7ย km2; 9,7 hingga 10,3ย sqย mi) |
| Kedalaman maksimal | 3ย m (9,8ย ft) |
| Ketinggian permukaan | 463ย m (1.519ย ft) |
| Beku | Tidak |
![]() Peta interaktif Rawa Pening | |
Danau Rawa Pening merupakan danau semi alam yang terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia.[1] Membentang di empat kecamatan dalam wilayah Kabupaten Semarang yaitu Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru. Danau ini berada di cekungan terendah yang dikelilingi oleh lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, dan Gunung Ungaran,[1] sekitar 40 kilometer ke arah selatan dari Kota Semarang. Perairan ini memegang peranan vital dalam berbagai aspek kehidupan lokal, termasuk ekosistem, ekonomi, dan budaya, dengan fungsi yang mencakup irigasi, pembangkit listrik, perikanan, dan pariwisata.[1]
Etimologi
suntingDalam bahasa Jawa: ๊ฆซ๊ฆฎ๊ฆฅ๊ฆผ๊ฆค๊ฆถ๊ฆ, translit.ย Rawa Pening). Pening pada nama Rawa Pening adalah salah satu varian bahasa Jawa dari kata "wening" yang berarti hening, tenang, damai.
Sejarah
suntingRawa Pening diperkirakan terbentuk antara 18.000 dan 13.500 SM setelah periode peningkatan curah hujan. Rawa Pening mencapai ukuran terbesarnya pada 11.000 hingga 9.000 SM, tetapi kemudian menyusut hingga mencapai ukurannya saat ini sekitar 6.000 SM.[2]
Permasalahan lingkungan
sunting
Danau Rawa Pening menghadapi degradasi lingkungan yang serius, terutama akibat sedimentasi parah dan pertumbuhan eceng gondok yang tak terkendali, yang telah mengakibatkan penyusutan volume dan kedalaman danau secara drastis. Kondisi ini menempatkan Rawa Pening sebagai salah satu dari 15 danau kritis di Indonesia yang sedang dalam program revitalisasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia.
Untuk melindungi Rawa Pening, pemerintah daerah telah memberlakukan kebijakan sabuk hijau. Beberapa bangunan, seperti objek wisata Kampoeng Rawa, menjadi kontroversi karena dibangun di dalam sabuk ini.[3]
Legenda Baru Klinthing
sunting
Menurut legenda, Rawa Pening terbentuk dari muntahan air yang mengalir dari bekas cabutan lidi yang dilakukan oleh Baru Klinthing. Cerita Baru Klinthing yang berubah menjadi anak kecil yang penuh luka dan berbau amis sehingga tidak diterima masyarakat dan akhirnya ditolong janda tua. Rawa ini digemari sebagai objek wisata pemancingan dan sarana olahraga air. Namun akhir-akhir ini, perahu nelayan bergerak pun sulit.
Referensi
sunting- ^ a b c Indrayati, Ariyani; Izzatul Hikmah, Nur (2020). "PREDIKSI SEDIMEN DANAU RAWA PENING TAHUN 2020 SEBAGAI DASAR RESERVASI SUNGAI TUNTANG BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS" (PDF). RESTORASI SUNGAI: TANTANGAN DAN SOLUSI PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN. ISBNย 978-602-361-137-9.
- ^ Sรฉmah et al. 2004, hlm.ย 85.
- ^ Herusansono 2012, Kampoeng Rawa.
Pranala luar
sunting- Rawa Pening Semarang
- Objek Wisata Rawa Pening Diarsipkan 2010-11-01 di Wayback Machine.
- Peta Lokasi Wisata Rawa Pening - CityGuide KapanLagi.com Diarsipkan 2012-01-17 di Wayback Machine.
- Dari Salatiga ke Rawa Pening Diarsipkan 2016-08-08 di Wayback Machine.









