Samudra Hindia
Extent of the Indian Ocean according to the International Hydrographic Organization
Luas Samudra Hindia menurut Organisasi Hidrografi Internasional
Peta topografi/batimetri wilayah Samudra Hindia
Jenis perairanSamudra
Aliran masuk utamaZambezi, Gangga-Brahmaputra, Indus, Jubba, dan Murray (terbesar 5)
Wilayah tangkapan air21.100.000 km2 (8.100.000 sq mi)
Terletak di negaraAsia Selatan dan Tenggara, Barat, Afrika Timur Laut, Timur dan Selatan dan Australia
Panjang maksimal9.600 km (6.000 mi)
(Antarktika hingga Teluk Benggala)[1]
Lebar maksimal7.600 km (4.700 mi)
(Afrika hingga Australia)[1]
Area permukaan70.560.000 km2 (27.240.000 sq mi)
Kedalaman rata-rata3.741 m (12.274 ft)
Kedalaman maksimal7.290 m (23.920 ft)
(Palung Sunda)
Keliling166.526 km (41.337 mi)[2]
KepulauanMadagaskar, Sri Lanka, Maladewa, Réunion, Seychelles, Mauritius, Lakshadwip, Andaman dan Nikobar, Socotra
Referensi[3]
Lokasi
Peta
Peta interaktif Samudra Hindia
1 Perkiraan.

Samudra Hindia adalah kumpulan air terbesar ketiga di dunia, meliputi sekitar 20% dari total permukaan air Bumi dan merupakan lautan yang sangat berpengaruh bagi ekosistem di planet bumi. Samudra Hindia berada di urutan ketiga setelah Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik sebagai lautan terbesar ketiga di dunia, sehingga samudra Hindia memiliki peran utama terhadap ketersediaan air di dunia. Samudra ini berlokasi di antara sejumlah benua yakni Afrika, Eurasia, dan Australia.[4]

Di utara dibatasi oleh selatan Asia; di barat oleh Jazirah Arab dan Afrika; di timur oleh Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa, Kepulauan Sunda Kecil, dan Australia; di selatan oleh Antarktika. Samudra ini dipisahkan dengan Samudra Atlantik oleh 20° timur meridian, dan dengan Samudra Pasifik oleh 147° timur meridian. Samudra Hindia atau Samudra India adalah satu-satunya samudra yang menggunakan nama negara yaitu India.[5]

Penamaan

sunting

Penamaan Samudra Hindia disematkan kepada sungai Indus di India. Penyematan nama berasal dari konsepsi oleh Vasco da Gama.[6]

Data

sunting

Area

Panjang Pantai: 66.526 km

Titik ketinggian:

  • titik terdalam: Palung Sunda -7.126 m
  • titik terdangkal: permukaan laut 0 m

Pelabuhan: Kolkata (India), Chennai (Madras; India), Kolombo (Sri Lanka), Durban (Afrika Selatan), Jakarta, Bandar Lampung, Banda Aceh, Padang, Medan, Denpasar (Republik Indonesia), Karachi (Pakistan), Fremantle (Australia), Mumbai (Bombay; India), Teluk Richards (Afrika Selatan)

Negara yang berbatasan

sunting

Negara yang memiliki garis pantai yang berbatas dengan Samudra Hindia dan cabang-cabang lautnya adalah:

Afrika

sunting

Asia

sunting

Eropa

sunting

Oseania

sunting

Bencana gempa bumi dan tsunami 2004

sunting

Pada tanggal 26 Desember 2004, terjadi gempa bumi dahsyat di Samudra Hindia, lepas pantai barat Aceh. Gempa terjadi pada waktu 7:58:53 WIB. Pusat gempa terletak pada bujur 3.316° N 95.854° E kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh sedalam 10 kilometer. Gempa ini berkekuatan 9,3 menurut skala Richter dan dengan ini merupakan gempa Bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini yang menghantam Aceh, Sumatera Utara, Pantai Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Sri Lanka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika.

Menurut U.S. Geological Survey korban tewas mencapai 283.100, 14.000 orang hilang dan 1,126,900 kehilangan tempat tinggal. Menurut PBB, korban 229.826 orang hilang dan 186.983 tewas. Tsunami Samudra Hindia menjadi gempa dan Tsunami terburuk 15 tahun terakhir.

Daftar pustaka

sunting
  • Braun, D., The Indian Ocean (1983)
  • Chandra, S., ed., The Indian Ocean (1987);
  • Chaudhuri, K. N., Trade and Civilization in the Indian Ocean (1985);
  • Cousteau, Jacques-Yves, and Diole, Philippe, Life and Death in a Coral Sea (1971);
  • Cubitt, Gerald, Islands of the Indian Ocean (1975);
  • Das Gupta, A., and Pearson, M.N., India and the Indian Ocean (1987);
  • Dowdy, W. L., and Trood, R., eds., The Indian Ocean (1985);
  • Kerr, A., ed., Resources and Development in the Indian Ocean Region (1981);
  • Nairn, A. E., and Stehli, F. G., eds., The Ocean Basins and Margins, Vol. 6: The Indian Ocean (1982);
  • Ostheimer, John M., ed., The Politics of the Western Indian Ocean Islands (1975);
  • Toussaint, Auguste, The History of the Indian Ocean, trans. by June Guicharnaud (1966).

Referensi

sunting
  1. ^ a b Demopoulos, Smith & Tyler 2003, Introduction, p. 219
  2. ^ Keesing & Irvine 2005, Introduction, p. 11–12; Table 1, p.12
  3. ^ CIA World Fact Book 2018
  4. ^ Amelia, Anggita; Amelia, Anggita (2021-12-28). "5 Fakta Menarik Samudra Hindia, Lautan Terhangat di Dunia". IDN Times. Diakses tanggal 2020-12-31.
  5. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2001-08-02. Diakses tanggal 2004-12-27.
  6. ^ Suwito dan Susanti, N. E. (2017). Geografi Kelautan (PDF). Malang: Penerbit Ediide Infografika. hlm. 35. ISBN 978-602-74739-9-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Lihat pula

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004

Gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004, atau yang lebih dikenal di Indonesia sebagai gempa bumi dan tsunami Aceh, adalah peristiwa gempa bumi megathrust

Samudra

lima samudra di bumi yaitu: Samudra Selatan (Samudra Antarktik/Lautan Selatan) Samudra Arktik Samudra Atlantik Samudra Hindia (Samudra India) Samudra Pasifik

Samudra Selatan

sebagai samudra oleh Organisasi Hidrografi Internasional (IHO) pada 2000. Sebelum itu, pandangan umum adalah Samudra Atlantik, Samudra Hindia dan Samudra Pasifik

Wilayah Samudra Hindia Britania Raya

Wilayah Samudra Hindia Britania Raya (bahasa Inggris: British Indian Ocean Territorycode: en is deprecated , BIOT) terdiri atas 6 pulau karang atol di

Dipol Samudra Hindia

Dipol Samudra Hindia atau yang lebih sering disebut sebagai Indian Ocean Dipole (disingkat IOD) dan Indian Niño ini merupakan suatu fenomena osilasi suhu

Samudra Pasifik

menghubungkan Samudra Pasifik dengan Samudra Hindia di sebelah barat dan Selat Magelhaens menghubungkan Samudra Pasifik dengan Samudra Atlantik di sebelah

Samudra Atlantik

manusia antara Samudra Atlantik dengan Samudra Pasifik dibuat melalui Terusan Panama. Batas antara Samudra Atlantik dengan Samudra Hindia di bagian timur

Abad Penjelajahan Samudra

landasan bagi globalisasi. Jelajah samudra secara besar-besaran, khususnya untuk merintis jalur laut menuju Hindia dan untuk mengolonisasi benua Amerika