Sanae Takaichi
้ซ˜ๅธ‚ ๆ—ฉ่‹—
Potret Takaichi, 2026
Perdana Menteri Jepang ke-102
Mulai menjabat
21 Oktober 2025
Penguasa monarkiNaruhito
Sebelum
Pengganti
Petahana
Sebelum
Presiden Partai Demokrat Liberal
Mulai menjabat
4 Oktober 2025
Wakil PresidenTaro Aso
Sekretaris JenderalShun'ichi Suzuki
Sebelum
Pendahulu
Shigeru Ishiba
Pengganti
Petahana
Sebelum
Menteri Negara untuk Keamanan Ekonomi
Masa jabatan
10 Agustus 2022ย โ€“ 1 Oktober 2024
Perdana MenteriFumio Kishida
Menteri Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi
Masa jabatan
11 September 2019ย โ€“ 16 September 2020
Perdana MenteriShinzล Abe
Masa jabatan
3 September 2014ย โ€“ 3 Agustus 2017
Perdana MenteriShinzล Abe
Menteri Negara untuk Urusan Okinawa dan Teritorial Utara
Masa jabatan
26 September 2006ย โ€“ 26 September 2007
Perdana MenteriShinzล Abe
Sebelum
Pendahulu
Yuriko Koike
Pengganti
Fumio Kishida
Sebelum
Menteri Negara untuk Sains dan Kebijakan Teknologi
Masa jabatan
26 September 2006ย โ€“ 26 September 2007
Perdana MenteriShinzล Abe
Sebelum
Pendahulu
Iwao Matsuda
Pengganti
Fumio Kishida
Sebelum
Menteri Negara untuk Kesetaraan Gender dan Urusan Sosial
Masa jabatan
26 September 2006ย โ€“ 26 September 2007
Perdana MenteriShinzล Abe
Menteri Negara untuk Keamanan Pangan
Masa jabatan
26 September 2006ย โ€“ 26 September 2007
Perdana MenteriShinzล Abe
Sebelum
Pendahulu
Iwao Matsuda
Pengganti
Shinya Izumi
Sebelum
Menteri Negara untuk Inovasi
Masa jabatan
26 September 2006ย โ€“ 26 September 2007
Perdana MenteriShinzล Abe
Sebelum
Pendahulu
Jabatan dibentuk
Pengganti
Jabatan ditiadakan
Sebelum
Anggota DPR
mewakili Dapil II Nara
Mulai menjabat
11 September 2005
Sebelum
Pendahulu
Makoto Taki
Pengganti
Petahana
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir7 Maret 1961 (umurย 65)
Yamatokลriyama, Nara, Jepang
Partai politikIndependen (sebelum 1994)
Partai Batas Baru (1994โ€“1996)
Partai Demokrat Liberal (1996โ€“kini)
Suami/istri
โ€‹
โ€‹
(m.ย 2004; c.ย 2017)โ€‹
  • โ€‹
โ€‹
(m.ย 2021)โ€‹
Anak3
AlmamaterUniversitas Kobe
Tanda tangan
Situs webSitus web resmi
Nama Jepang
Kanji้ซ˜ๅธ‚ ๆ—ฉ่‹—
Hepburn SederhanaTakaichi Sanae
IMDB: nm12976438 Facebook: takaichisanae X: takaichi_sanae Instagram: takaichi_sanae Youtube: UCemj6fzwjj_8C1yJilVKdVQ Modifica els identificadors a Wikidata
Sunting kotak info
Sunting kotak infoย โ€ข Lย โ€ข B
Bantuan penggunaan templat ini

Sanae Takaichi (้ซ˜ๅธ‚ ๆ—ฉ่‹—, Takaichi Sanae, lahir 7 Maret 1961)[a] adalah seorang politikus Jepang yang menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang dan Presiden Partai Demokrat Liberal sejak 2025. Dia adalah wanita pertama yang memegang posisi ini. Ia merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat sejak 2005 dan menjabat dalam sejumlah jabatan kabinet di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Shinzo Abe dan Fumio Kishida.

Lahir dan dibesarkan di Nara, Takaichi merupakan alumni Universitas Kobe dan bekerja sebagai penulis buku, staf anggota legislatif dan pembawa acara sebelum masuk ke dunia politik. Terpilih sebagai politikus independen di Diet Nasional pada 1993, ia bergabung ke Partai Demokrat Liberal dan dikenal sebagai tokoh didikan Shinzล Abe.[3] Takaichi mengambil beberapa jabatan pada masa pemerintahan Abe, paling utama sebagai Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi. Ia merupakan calon ketua umum pada 2021 tetapi ia kalah dalam putaran kedua, menempati juara ketiga dibelakang Fumio Kishida dan Tarล Kลno.[4] Selama pemerintahan Kishida, ia diangkat sebagai Menteri Negara untuk Keamanan Ekonomi.

Takaichi kembali mencalonkan diri sebagai ketua umum pada 2024, tetapi ia kalah tipis melawan Shigeru Ishiba pada putaran kedua. Ia kembali mencalonkan diri pada 2025, kali ini dipilih sebagai ketua umum mengalahkan Shinjirล Koizumi dan menjadi ketua umum wanita pertama.[5] Setelah mengamankan perjanjian koalisi dengan Nippon Ishin no Kai, Takaichi dipilih menjadi Perdana Menteri Jepang oleh Diet Nasional pada 21 Oktober 2025, membuatnya menjadi perdana menteri perempuan pertama selama sejarah Jepang.[5][6] Masa pemerintahannya diawali oleh krisis diplomatik dengan Tiongkok di mana Takaichi menyatakan sikap terhadap tindakan Jepang mengenai ancaman serangan Tiongkok ke Taiwan dan cibiran mengancam dari diplomat Tiongkok.

Takaichi memiliki reputasi politik yang digambarkan sebagai seorang konservatif garis keras[7][8] dan ultrakonservatif.[15] Kebijakan domestiknya melingkupi kelanjutan Abenomics dan oposisi terhadap pernikahan sesama jenis, pengakuan marga terpisah bagi ibu menikah dan hak putri kerajaan untuk naik taktha menjadi Kaisar Jepang. Kebijakan luar negerinya mencakupi amendemen Pasal 9 Konstitusi Jepang[16][17] yang menolak penggunaan kekuatan militer sertai penguatan Aliansi Amerika Serikat-Jepang. Ia dianggap sebagai politikus pro-Taiwan dan anti-Tiongkok. Sebagai anggota kelompok ultranasionalis Nippon Kaigi, ia berargumen bahwa kejahatan perang Jepang terlalu berlebihan dan ia kerap mengunjungi Kuil Yasukuni yang kontroversial. Forbes menobatkannya sebagai wanita terkuat ketiga di dunia dan wanita terkuat di Asia selama tahun 2025.[18]

Kehidupan awal

sunting

Lahir dan dibesarkan di Nara, ayahnya merupakan seorang pekerja buruh di pabrik yang berafiliasi dengan Toyota sementara ibunya adalah seorang polisi di Kepolisian Prefektur Nara.[7][19] Takaichi tamat sekolah dari SMA Prefektural Unebi. Walaupun ia diterima di Universitas Keio dan Universitas Waseda di Tokyo, dia tidak kuliah karena orang tuanya menolak menanggung biaya kuliah jika dia meninggalkan rumah atau memilih universitas swasta karena dia seorang wanita.[20] Jadi, Takaichi berkuliah di Universitas Kobe, berpergian selama 6 jam jauhnya. Setelah tamat dari Universitas Kobe, ia melanjutkan pendidikan di Institusi Pemerintahan dan Manajemen Matsushita. Selama masa kecil dan remajanya, ia gemar bermain drum dan piano serta menyukai heavy metal. Dia juga tertarik pada sepeda motor, dan memiliki Kawasaki Z400.[21]

Pada 1987, ia pindah ke Amerika Serikat dengan sponsor dari Institut Pemerintahan dan Manajemen Matsushita untuk bekerja untuk seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Pat Schroeder sebagai seorang staf kongres.[22][b] Sekembalinya ke Jepang pada tahun 1989, ia menarik perhatian media massa sebagai analis legislatif berpengalaman di Kongres AS, dan menulis buku berdasarkan pengalaman tersebut.

Karir media

sunting

Pada tahun 1992, ia membentuk Konsorsium Kansai Hi-Vision dan memimpin sebagai ketua pertama. Ia kemudian menjadi pembawa acara TV Asahi pada bulan Maret 1989, menjadi pembawa acara bersama program "Kodawari TV Pre-Stage" di stasiun itu bersama Renhล.[23]

Pada bulan November 1990, ia menjadi pembawa acara program informasi pagi "Asa Da! Nandou Gaku" di Fuji Television Network.[24]

Karier Politik

sunting

Awal karir politik

sunting
Takaichi, 1998

Takaichi masuk ke dunia politik pada tahun 1992 sebagai bakal calon anggota DPR untuk daerah pemilihan Nara dari Partai Demokrat Liberal (LDP).[25] Pada 9 Juni, ketua LDP Nara Seisuke Okuno menyelenggarakan pertemuan di sebuah hotel di Nara. Dua kandidat yang diajukan adalah Takaichi dan Mitsuo Hattori, putra ketiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Yasuji Hattori. Dari 313 pemilih yang memenuhi syarat, 215 hadir dan memberikan suara mereka dengan cara yang tidak lazim, anonim. Setelah menghitung suara, termasuk suara yang diberikan melalui surat suara absensi hingga sehari sebelumnya, Hattori menerima 162 suara, Takaichi 137 suara, dan satu suara tidak sah, dengan Hattori terpilih sebagai kandidat. Pada 10 Juni, federasi prefektur mengajukan permohonan dukungan resmi ke kantor pusat partai.[26] Kalah praseleksi, pada 29 Juni Takaichi mengumumkan akan mencalonkan diri sebagai calon non-partai.[25]

Saat pemunggutan suara pada 26 Juli, Takaichi kalah melawan Hattori dengan perbedaan suara yang sangat besar. Takaichi klaim bahwa selama kampanye ia diganggu, termasuk penyebaran dokumen mencurigakan. Namun, belum ada catatan resmi utama terkait hal ini yang terkonfirmasi.

Takaichi tidak menerima dukungan keluarga untuk maju sebagai calon anggota DPR dan saat ia kalah pemilu untuk pertama kalinya, Takaichi ditegur oleh orang tuanya. Pada pemilihan umum berikutnya pada 1993, Takaichi sempat mengurung niat untuk kembali maju tetapi ayahnya memberi surat kepadanya yang mendorongnya mencalonkan diri.[27] Pada pemilihan DPR 1993, ia kembali maju sebagai politikus independen dan memenangkan kursinya. Setelah pemilu, Takaichi mencoba mendaftarkan diri sebagai anggota Partai Baru Sakigake tetapi ditolak. Dalam pemilihan perdana menteri di Diet Nasional, Takaichi memilih Yohei Kono, ketua partai LDP namun Kono kalah melawan Morihiro Hosokawa dari Partai Baru Jepang.[28]

Pada 1994, Takaichi bergabung ke Partai Liberal, menghadiri pendirian partai tersebut. Partai Liberal masuk ke koalisi pemerintah saat ketua umumnya, Koji Kakizawa menjadi Menteri Luar Negeri Jepang di kabinet pimpinan Tsutomu Hata, membuat Takaichi menjadi anggota DPR pro pemerintah. Pada Juli 1994, Partai Liberal masuk ke koalisi Liberal-Reformasi yang dipimpin oleh mantan perdana menteri Toshiki Kaifu yang meninggalkan LDP. Pada Desember 1994, koalisi Liberal-Reformasi beserta Komeito, Partai Demokrat Sosial, Partai Baru dan partai lain yang membentuk Fraksi Reformasi dimerger menjadi Partai Batas Baru (NFP).

Pada pemilihan umum ke-41 untuk DPR pada bulan Oktober 1996, setelah diperkenalkannya sistem pemilihan campuran distrik satu kursi dan perwakilan proporsional, ia mencalonkan diri sebagai kandidat Partai Batas Baru di distrik Nara 1 dan terpilih kembali untuk masa jabatan kedua. Namun, partainya gagal mempertahankan pemerintahan karena kalah secara nasional. Pada 5 Oktober 1996, Takaichi menjawab perekrutan kader oleh sekretaris jenderal LDP Koichi Kato dan kemudian bergabung ke LDP pada Desember 1996. Takaichi mengkritik kebijakan pajak NFP, "Meskipun komite penelitian sistem perpajakan partai Shinshinto telah membahas masalah ini secara menyeluruh sebelum pemilihan umum dan menyimpulkan bahwa pemotongan pajak skala besar tidak mungkin dilakukan, pemimpin partai, Ichiro Ozawa, tiba-tiba menjanjikan pemotongan pajak skala besar sebesar 18 triliun yen pada hari pengumuman pemilihan umum."[29] Pembelotan Takaichi ke LDP walaupun menang pemilu dengan suara anti-LDP membuatnya dikecam keras oleh anggota NFP.

Setelah bergabung ke LDP, Takaichi bergabung ke faksi Seiwa Seisaku Kenkyลซkai pimpinan Yoshiro Mori dan dia menjabat sebagai Wakil Menteri Parlemen untuk Kementerian Perdagangan Internasional dan Industri di bawah Keizo Obuchi.[30] Ia juga menjabat sebagai ketua Komite Pendidikan dan Sains. Pada tahun 2000, Takaichi kembali mengikuti pemilu dan memenangkan kursinya kembali untuk masa jabatan ketiganya.[31] Pada tahun 2002 ia diangkat sebagai Wakil Menteri Senior Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri di bawah Junichiro Koizumi.[31] Ia juga menyampaikan pidato tentang "merevitalisasi ekonomi Jepang" sebagai dosen di Kyoto Youth Political College, sebuah kursus politik untuk masyarakat umum yang diselenggarakan oleh Partai Demokrat Liberal.[32]

Kekalahan pemilu dan kembali ke parlemen

sunting

Pada pemilu 2003, Takaichi kembali maju di dapil I Nara, tetapi ia kalah melawan Sumio Mabuchi dari Partai Demokrat Jepang. Ia juga kalah di blok representasi proporsional di Nara, menyebabkannya tidak dipilih kembali menjadi anggota DPR. Pada April 2004, Takaichi bekerja sebagai dosen ekonomi di Universitas Kinki.[31][33]

Saat mengajar di Universitas Kinki, ia meminta mahasiswa seminarnya untuk magang selama liburan musim panas. Namun, masa magang tersebut bertepatan dengan ujian semester pertama universitas, sehingga sulit menemukan kondisi yang sesuai. Oleh karena itu, ia secara pribadi mencari alamat perusahaan, mengirim surat kepada para presiden, dan mengunjungi mereka untuk memungkinkan mahasiswa berpartisipasi dalam magang. Ia juga mengatakan bahwa alasan ia ingin mahasiswa seminarnya berpartisipasi dalam magang adalah karena ia khawatir akan perubahan "perspektif kerja" di kalangan anak muda. Ia mengatakan bahwa dengan mengalami kerasnya realitas dan aturan masyarakat melalui magang, "jika mereka dapat mempertimbangkan kembali apa itu karier dan menemukan apa yang kurang dari mereka, mungkin hal itu akan mengubah cara mereka menjalani sisa satu setengah tahun masa kuliah mereka."[34]

Pada 2004, adik laki-laki Takaichi yang bekerja sebagai sekretaris direkrut oleh anggota DPR Taku Yamamoto dan saat bersamaan Yamamoto melamar kepada Takaichi.[35][36] Pada Juni awal 2004, Yamamoto melamar kepadanya melalui telefon, "Jika kamu serius mencari seorang pedamping hidup, saya pun juga sudah cerai, jadi saya mencalonkan diri untukmu". Takaichi melalui situs resminya menyatakan bahwa ia menerima lamaran tersebut tanpa memintanya berpacaran dengannya terlebih dahulu dan memutuskan untuk langsung menikah dengan menjawab "ya" terhadap lamaran Yamamoto seminggu kemudian.[37] Karena ini pernikahan kedua Yamamoto, ia meminta Takaichi untuk tidak menyelenggarakan resepsi pernikahan tetapi Takaichi bersikeras tetap membuat resepsi karena ia ingin memakai gaun pernikahannya, maka keduanya membuat resepsi mewah di Osaka dan Tokyo.[38][39]

Ia pindah ke Ikoma, Nara setelah kekalahan pemilu. Pada pemilu 2005, ia maju sebagai kandidat LDP di dapil II Nara setelah petahananya, Makoto Taki meninggalkan partai setelah melawan kebijakan privatisasi pos yang dipromosikan oleh Junichirล Koizumi. Takaichi maju sebagai kandidat "pembunuh" dan berhasil mengalahkan Minoru, membuatnya kembali ke politik nasional.[31] Karena statusnya sebagai anggota DPR, Takaichi mengundurkan diri sebagai dosen dari Universitas Kinki.

Takaichi memimpin kelompok internal partai LDP yang menentang undang-undang yang mengizinkan pasangan menikah untuk mempertahankan nama keluarga terpisah setelah menikah (ๅคซๅฉฆๅˆฅๅง“), dengan alasan bahwa hal itu akan merusak sistem keluarga tradisional Jepang. Selain itu, sebagai kepala komunikasi, ia "menimbulkan kontroversi ketika ia menyarankan agar penyiar TV dicabut izinnya jika menayangkan program yang dianggap pemerintah bias politik, sebuah pernyataan yang secara luas dikecam sebagai tindakan yang sama saja dengan penindasan kebebasan berbicara".[8]

Pemerintahan Abe I, Yasuo Fukuda dan Aso

sunting

Takaichi pernah menjabat sebagai Menteri Negara Urusan Okinawa dan Wilayah Utara, Menteri Negara Kebijakan Sains dan Teknologi, Menteri Negara Inovasi, Menteri Negara Urusan Pemuda dan Kesetaraan Gender[40] dan Menteri Negara untuk Keamanan Pangan dibawah Perdana Menteri Shinzล Abe.[30]

Pada 15 Agustus 2007, Takaichi bersama mantan perdana menteri Junichirล Koizumi mengunjungi Kuil Yasukuni. Ia menjadi satu-satunya menteri kabinet Abe yang mengunjungi kuil tersebut. Awalnya Takaichi berencana untuk tidak hadir karena urusan kerja, tetapi ia memutuskan untuk hadir karena tidak ada satu pun menteri Abe yang pergi ke kuil tersebut.[41] Ia menerima permintaan dari Yoshinobu Shimamura, ketua Asosiasi Anggota DPR Pengunjung Kuil Yasakuni[42] dan Takaichi secara mendadak pergi ke Kuil Yasakuni pada sore hari.[43][44]

Pada bulan Oktober tahun yang sama, ia menjabat sebagai ketua Komite Khusus Pemuda dan Subkomite Kebijakan Industri Tekstil dan Mode di Dewan Penelitian Kebijakan Partai Demokrat Liberal.[31] Pada tahun 2008, ia terlibat dalam penyusunan undang-undang tentang penciptaan lingkungan yang memungkinkan kaum muda menggunakan internet dengan aman dan tenang.[45]

Pada Agustus 2008, Takaichi dilantik sebagai Wakil Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri di kabinet pimpinan Yasuo Fukuda dan ia dilantik kembali di jabatan yang sama dibawah Taro Aso.[31]

Oposisi

sunting
Portret resmi, 2010

Pada pemilu 2009, Takaichi kembali melawan Makoto Taki, politikus yang ia kalahkan pada tahun 2005, di dapil II Nara. Taki yang sudah menjadi politikus Partai Demokrat Jepang mengalahkan Takaichi dan merebut kembali kursinya. Namun Takaichi tidak sepenuhnya kalah pemilu karena suara yang ia raih membuatnya terpilih kembali sebagai anggota DPR melalui blok representasi proporsional.

Pada bulan November 2009, pemerintah mengajukan rancangan undang-undang untuk mengubah Undang-Undang tentang Hukuman atas Perbuatan yang Berkaitan dengan Prostitusi Anak dan Pornografi Anak serta Perlindungan Anak.[46] Awalnya amendemen undang-undang tidak berhasil dan beberapa RUU serupa juga diajukan,[47][48][49] dan pada akhirnya amendemen tersebut dilakukan pada Juni 2014.[50]

Pada 2011, Takaichi meninggalkan faksi Seiwa Seisaku Kenkyลซkai dan tidak berafiliasi dengan faksi manapun di LDP. Hal ini karena Takaichi enggan mendukung ketua faksi, Nobutaka Machimura sebagai ketua umum baru.[51] Takaichi membuka dukungan kepada Shinzล Abe pada pemilihan ketua umum 2012 dan menjadi salah satu staf kampanyenya. Setelah memenangkan pemilihan ketua umum, Abe menunjuk Takaichi sebagai kepala hubungan publik partai.[52] Untuk mempersiapkan diri dalam pemilu 2012, Takaichi membuat poster yang menunjukkan ketua umum Shinzo Abe serta sekretaris jenderal Shigeru Ishiba dengan slogan "rebut Jepang kembali".[53]

Pemerintahan Abe II

sunting

Ia terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dalam pemilihan umum ke-46 pada bulan Desember 2012, masa jabatan keenamnya. LDP menang telak dalam pemilihan tersebut, mengamankan mayoritas kursi yang stabil dan kembali menjadi partai yang berkuasa. Setelah terpilih, ia menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua Dewan Riset Kebijakan LDP.[54] Ia juga menjabat sebagai Direktur Markas Besar Revitalisasi Ekonomi Jepang LDP.

Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi

sunting

Takaichi terpilih sebagai Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi menggantikan Yoshitaka Shindล pada 3 September 2014. Ia menjadi wanita pertama yang diangkat ke jabatan tersebut. Setelah ia diangkat menjadi menteri kabinet, sebuah foto dirinya bersama Kazunari Yamada, pemimpin Partai Pekerja Sosialis Nasional Jepang โ€“ sebuah partai neo-Nazi kecil di Jepang, dipublikasikan. Ia membantah memiliki hubungan dengan Yamada dan mengatakan ia tidak akan menerima foto tersebut jika ia mengetahui latar belakang Yamada.[55] Sebelumnya pada 1994, Takaichi juga difoto memegang sebuah buku yang memuji kesuksesan elektoral Adolf Hitler.[56]

Takaichi adalah salah satu dari tiga anggota kabinet yang mengunjungi Kuil Yasukuni yang kontroversial pada tahun 2014,[57] menjadi anggota kabinet pertama yang menghadiri festival musim gugur kuil tersebut pada tahun 2016,[58] dan merupakan salah satu dari empat menteri kabinet yang mengunjungi Yasukuni pada peringatan 75 tahun berakhirnya Perang Dunia II pada bulan Agustus 2020.[59] Pada pemilihan umum Desember 2014, ia memenangkan mayoritas suara sebanyak 96.000 di distriknya, mengalahkan juara kedua dengan 58.000 suara.[60]

Takaichi menandatangani perjanjian dengan mitranya dari Filipina. Tertampak dibelakang Shinzล Abe dan Rodrigo Duterte.

Pada tanggal 8 Februari 2016, Takaichi, sebagai Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi, menyebutkan kemungkinan memerintahkan lembaga penyiaran untuk menangguhkan siaran karena melanggar Pasal 4 Undang-Undang Penyiaran jika mereka berulang kali menyiarkan program yang tidak bebas bias politik.[61][62] Departemen Luar Negeri Amerika Serikat kemudian mengeluarkan peringatan bahwa kebijakan tersebut memprihatinkan dan menekan hak bebas pendapat.[63]

Pada tahun 2017, pengundian ulang elektoral yang diawasi oleh Takaichi selama masa jabatannya sebagai Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi menghilangkan daerah pemilihan di Prefektur Nara, yang berpotensi menyebabkan konfrontasi lain antara Takaichi dan mantan pesaingnya, Sumio Mabuchi.[64]

Pada 3 Agustus 2017, kabinet Abe dirombak dan Takaichi mundur sebagai menteri akibat reshuffle. Posisinya digantikan oleh Seiko Noda. Takaichi menjadi Menteri Dalam Negeri terlama di Jepang dengan lingkup masa jabatan selama 1066 hari.[65] Pada bulan Oktober tahun yang sama, ia terpilih untuk kedelapan kalinya dalam pemilihan umum ke-48 untuk Dewan Perwakilan Rakyat. Pada bulan November tahun yang sama, ia diangkat sebagai Direktur Jenderal Markas Besar Keamanan Siber Partai Demokrat Liberal yang baru didirikan. Pada bulan Oktober 2018, ia diangkat menjadi Ketua Panitia Kehormatan DPR Jepang. Ia menjadi wanita pertama yang menjabat diposisi tersebut.[66][67] Ia kembali diangkat sebagai Menteri Dalam Negeri pada 11 September 2019 menggantikan Masatoshi Ishida. Di antara inisiatif lainnya, ia memberikan tekanan pada NHK untuk memangkas biaya lisensi dan mereformasi tata kelolanya,[68] dan mengawasi penyaluran bantuan uang tunai selama pandemi COVID-19.[69]

Pemilihan ketua umum 2021

sunting

Pada Agustus 2021, Takaichi menyatakan ketertarikan untuk mencalonkan diri melawan Yoshihide Suga untuk posisi ketua umum di pemilihan yang terjadwal pada 29 September.[70] Ia telah melakukan studi terhadap keputusannya tersebut sejak Februari 2021 mengenai prospek masa jabatan ketiga Shinzล Abe.[71] Ia mengumumkan niatnya pada 10 Agustus melalui Shukan Bunshun, menyatakan bahwa ia hanya mendukung Suga karena ia harap bahwa Suga melanjutkan kebijakan Abe, tetapi Suga tidak menjalankan kebijakan Abenomics secara teratur.[72][73]

Sanae Takaichi secara resmi mencalonkan diri pada 8 September 2021, menyatakan ia mencalonkan diri karena merasa bertanggung jawab atas keamanan nasional Jepang dan membuka arah masa depan yang cerah bagi bangsa.[74] Takaichi sendiri menjadi wanita kedua yang maju sebagai calon ketua umum setelah Yuriko Koike pada 2008.[75] Takaichi bukan satu-satunya calon wanita karena Seiko Noda juga mencalonkan diri menjadi ketua umum tidak lama kemudian. Calon yang ikut terdiri dari dua pria (Kishida dan Kลno) dan dua wanita (Takaichi dan Noda).

Karena Suga tidak mencalonkan diri, Shinzล Abe menaruh dukungannya kepada Takaichi.[76] Suga sendiri menjagokan Tarล Kลno sebagai ketua umum.[77] Dia digambarkan sebagai "favorit kaum konservatif dengan pandangan agresif terhadap pertahanan dan diplomasi".[8] Pada putaran pertama pemunggutan suara, Takaichi menerima 114 suara dari suara anggota Diet, kedua terbanyak setelah Kishida tetapi ia kalah jumlah suara kader partai dibandingkan Kishida dan Kono, menyebabkannya ia meraih juara ketiga dan tereleminasi. Setelah kekalahannya, Takaichi menyapa pendukungnya dan berkata "suara kalian telah didengar, saya tersanjung".[78] Pemenang pemilihan ketua umum jatuh ke Kishida.

Pemerintahan Kishida

sunting
Pertemuan konferensi strategi AI yang diketuai oleh PM Fumio Kishida pada 21 Desember 2023.

Setelah pemilihan ketua umum, Takaichi ditunjuk kembali sebagai Ketua Dewan Riset Kebijakan oleh Kishida. Pada 4 Oktober 2021, Kishida menjadi perdana menteri dan Kabinet Kishida dibentuk. Namun pada saat pemunggutan suara di Parlemen Jepang untuk mengonfirmasi penunjukkan Kishida, ada satu anggota memilih Takaichi. Saat nama Takaichi dibacakan secara keras, suasana parlemen menjadi ricuh dan ada seseorang berteriak, "Siapa yang memilih dia?". Suara ke Takaichi rupanya dipilih oleh Hodaka Maruyama dari Partai NHK.[c] Takaichi sendiri memilih Kishida.[79]

Pada 11 Oktober pada tahun yang sama, ia menjadi kepala Markas Besar Langkah-Langkah Keamanan Ekonomi LDP. Pada 31 Oktober pada tahun yang sama, ia terpilih untuk kesembilan kalinya dalam pemilihan umum ke-49 untuk Dewan Perwakilan Rakyat. Pada bulan November, Takaichi melalui sebuah sesi wawancara menyatakan bahwa ia telah menikah kembali dengan Taku Yamamoto yang sempat bercerai dengannya.[80] Sebelumnya Sanae Takaichi mengganti marganya mengikuti suaminya pada pernikahan pertama, tetapi dalam pernikahan kedua mereka Yamamoto mengganti marganya menjadi Takaichi.[81]

Menteri Negara untuk Keamanan Ekonomi

sunting

Takaichi menjabat sebagai Menteri Negara Keamanan Ekonomi di pemerintahan Kishida mulai Agustus 2022.[82] Ia bertugas mempersiapkan rancangan undang-undang untuk menerapkan sistem izin keamanan untuk informasi rahasia terkait keamanan ekonomi. Ketiadaan sistem semacam itu telah menghalangi Jepang untuk bergabung dengan Five Eyes.[83] RUU ini disahkan oleh Diet pada bulan Mei 2024.[84]

Pada bulan Agustus 2023, Takaichi menyatakan kekhawatirannya bahwa rencana penjualan saham pemerintah di Nippon Telegraph and Telephone dapat membuat infrastruktur telekomunikasi Jepang rentan terhadap Tiongkok.[85]

Pemilihan ketua umum 2024

sunting
Sanae Takaichi dan Shigeru Ishiba, putaran kedua pemilihan ketua umum 2024

Takaichi mengikuti pemilihan ketua LDP untuk menggantikan PM Fumio Kishida yang mengundurkan diri akibat skandal korupsi. Takaichi merupakan salah satu kandidat dalam pemilihan untuk menggantikan Kishida sebagai presiden LDP pada bulan September 2024. Di antara sembilan calon, Takaichi merupakan salah satu calon unggulan selain Shigeru Ishiba dan Shinjirล Koizumi.

Pada 9 September 2024, Takaichi mengadakan siaran pers di Diet Nasional mengumumkan bahwa ia mencalonkan diri sebagai ketua umum.[86] Ia mengadopsi slogan "Jadikan kepulauan Jepang kuat dan sejahtera," dan menyerukan penguatan bangsa secara menyeluruh.[87]

Pada pemilihan yang diadakan Jumat, 27 September 2024, Ia berhasil lolos pada putaran pertama dengan 181 suara, tetapi akhirnya dikalahkan oleh Shigeru Ishiba, Sekretaris Jenderal LDP yang juga pernah menjabat sebagai mantan Menteri Pertahanan Jepang.[88] Setelah pemilihan umum, Ishiba mencoba merangkul Takaichi dengan menawarkannya posisi ketua dewan urusan umum partai, tetapi Takaichi menolak.[89]

Alasan kenapa Takaichi kalah dalam pemilihan ini karena Takaichi dianggap terlalu mengaungkan ultranasionalisme yang akan mengancam kebijakan pemerintah Jepang pasca Perang Dunia II dan rasa krisis yang dirasakan oleh beberapa anggota Diet atas pertumbuhan pesat dalam suara partai di perkotaan, sampai pada titik di mana beberapa anggota Diet menganggapnya seperti aliran sesat.[90] Fujikawa menghubungkan hal ini dengan dinamika faksi, dengan menyatakan bahwa suara Takaichi meningkat sejak awal karena instruksi dari para pembuat raja,[d] yang pada akhirnya menyebabkan kekalahannya.[91]

Pemilihan ketua umum 2025

sunting
Takaichi berpidato di Nagoya, 2025

Setelah pengunduran diri Shigeru Ishiba sebagai Perdana Menteri Jepang, Takaichi mengumumkan percalonannya sebagai ketua umum LDP di pemilihan ketua umum 2025.[92] Memberikan keterangan pers di hadapan wartawan mengenai pengumuman percalonannya, Takaichi berkata bahwa "Yang kita perlukan sekarang adalah politik yang akan mengubah kecemasan tentang hidup dan masa depan kita menjadi mimpi dan harapan. Saya akan mencoba sebaik-baiknya, bahkan apabila harus mempertaruhkan jiwa raga saya".[93] Pada keesokan harinya, Takaichi menyelenggarakan konferensi pers untuk secara resmi menyatakan bahwa ia mencalonkan diri sebagai ketua umum.[94] Mengutip kenaikan harga, bencana alam, dan ancaman keamanan, ia berkata, "Yang dibutuhkan untuk mengatasi krisis ini adalah politik yang mengubah kecemasan tentang kehidupan sehari-hari dan masa depan menjadi mimpi dan harapan."[94]

Dalam jajak pendapat awal, Takaichi dan menteri pertanian Shinjirล Koizumi diidentifikasi sebagai kandidat terdepan.[95] Saat kampanye berlanjut, baik Takaichi maupun Koizumi hampir imbang dalam jajak pendapat.[96] Takaichi memperhalus sikap politiknya selama kampanye, menyatakan dirinya sebagai "konservatif moderat" dan ia juga tidak berkomentar mengenai keinginan untuk mengunjungi Kuil Yasukuni sebagai perdana menteri.[97] Suaminya, Taku Yamamoto mendukung upaya istrinya untuk menjadi ketua umum LDP dan berhasrat akan membantunya untuk menjadi perdana menteri wanita Jepang pertama, bahkan meminta pendukungnya di Prefektur Fukui untuk menyalurkan dukungan kepada Takaichi.[98]

Dalam rangka mempersiapkan diri di pemilihan ketua umum, Takaichi menerima saran dari penasihatnya untuk melembutkan posisi politiknya dan juga mengikuti kelas riasan.[99] Diduga oleh media, raut wajah Takaichi berubah menjadi lebih halus serta cara berbusana dan pidatonya juga berganti.[100][101]

Pemilihan diadakan pada tanggal 4 Oktober; Takaichi menerima 183 suara (31,07%) selama putaran pertama, terbanyak di antara kandidat lainnya.[5] Koizumi berada di posisi kedua dengan 164 suara (27,84%). Karena tidak ada kandidat yang mencapai mayoritas di putaran pertama, pemilihan putaran kedua diadakan antara Takaichi dan Koizumi.[5] Takaichi memenangi putaran kedua dengan selisih 54,25% berbanding 45,75%, dan menjadi wanita pertama yang menduduki jabatan presiden LDP.[102] Ia kemudian mengangkat Taro Aso sebagai wakil ketua umum dan Shun'ichi Suzuki sebagai sekretaris jenderal.[103]

Terpilihnya Takaichi sebagai ketua umum dan kemungkinan besar akan dipilih menjadi perdana menteri Jepang disambut baik oleh pasar karena Takaichi berencana untuk mengakomodasi kebijakan kenaikan suku bunga Bank Jepang sebesar 4% pada awal masa jabatannya.[104] Hal ini membuat nilai saham Nikkei 225 naik ke level 47,000 untuk pertama kalinya dan nilai yen merosot nilainya.[104] Nikkei naik lebih dari 4% hingga mencapai rekor tertinggi dan indeks ditutup 4,75% lebih tinggi untuk mengakhiri hari perdagangan,[105] sementara nilai yen melemah 1,8% terhadap dolar.[106]

Ketua umum Komeito Tetsuo Saito pada 10 Oktober mengumumkan bahwa Komeito tidak akan mendukung Sanae Takaichi dan mengakhiri perjanjian koalisi dengan LDP dengan alasan perbedaan pendapat dengan kepemimpinan Takaichi dan penangganan kasus dana gelap oleh LDP.[107][108] Pengumuman ini mengakhiri koalisi LDP-Komeito yang berlangsung selama 26 tahun[108] dan menyebabkan pemilihan Perdana Menteri di Diet Nasional mundur dari 15 Oktober ke tanggal 21 Oktober 2025.[107][109] Komeito sendiri menyatakan bahwa mereka bersedia untuk kembali ke koalisi dengan syarat bahwa Takaichi mundur.[110] Takaichi sendiri meminta maaf kepada publik mengenai keruntuhan koalisi tersebut dan berjanji akan tetap membentuk pemerintahan dengan mitra partai yang lain.[111] Pada 15 Oktober, Takaichi berhasil mengait Nippon Ishin no Kai pimpinan Gubernur Osaka Hirofumi Yoshimura untuk bernegosiasi masuk ke koalisi pemerintahan,[112] tetapi anggota Parlemen Jepang gagal untuk mengesahkan tanggal 21 Oktober sebagai tanggal pemunggutan konfirmasi perdana menteri, menggeser ke waktu yang tidak diketahui.[113] Pada 17 Oktober, Parlemen Jepang mengesahkan bahwa konfirmasi akan dilakukan pada 21 Oktober.[114] Pada 19 Oktober, telah diumumkan bahwa Ishin dan LDP telah menyepakati perjanjian koalisi yang berakhir sampai 2027.[115][116] Pada 20 Oktober, Takaichi dan Yoshimura menandatangani perjanjian koalisi, memperkuat kesempatannya menjadi perdana menteri.[117] Pada 21 Oktober, DPR dan Dewan Penasihat menominasi Takaichi sebagai perdana menteri.[118] Takaichi berhasil mendapatkan 237 suara anggota DPR ketimbang 149 untuk Yoshihiko Noda dari Partai Demokrat Konstitusional Jepang, menghindari putaran kedua.[119] Pada kemudian hari, ia resmi dilantik oleh Kaisar Naruhito di Istana Kekaisaran.[120]

Perdana Menteri Jepang (sejak 2025)

sunting
Tepuk tangan anggota Parlemen Jepang setelah Takaichi dipilih sebagai Perdana Menteri
Konferensi pers pertama Takaichi di Tempat Tinggal Resmi Perdana Menteri, 21 Oktober 2025
Kabinet Takaichi

Sanae Takaichi menjadi perdana menteri perempuan pertama di Jepang, serta menjadi pemimpin wanita pertama sejak Permaisuri Go-Sakuramachi sejak 1771, perdana menteri pertama dari Prefektur Nara dan perdana menteri pertama dari wilayah Kansai sejak Sลsuke Uno pada 1989. Setelah dipilih, Takaichi membentuk kabinetnya. Awalnya, ia ingin kabinetnya terisi dengan banyak wanita seperti di kabinet pemerintahan negara-negara Nordik,[121] ia hanya melantik dua wanita di kabinetnya yakni Satsuki Katayama sebagai Menteri Keuangan Jepang wanita pertama dan Kimi Onoda sebagai menteri keamanan ekonomi.[121] Dalam konferensi persnya, Takaichi menyatakan bahwa ia "memprioritaskan kesetaraan kesempatan" dibandingkan dengan yang lain, dan memilih menterinya berdasarkan kemampuan mereka, bukan gender.[122]

Kabinet ini dinilai mengutamakan persatuan partai. Takaichi merangkul rival politiknya untuk menjabat sebagai menteri kabinetnya. Di antaranya, Takaichi mengangkat Yoshimasa Hayashi sebagai Menteri Dalam Negeri, Toshimitsu Motegi sebagai Menteri Luar Negeri, dan Shinjirล Koizumi sebagai Menteri Pertahanan.[123] Orang kepercayaan Shigeru Ishiba Ryosei Akazawa dinaikkan pangkatnya untuk menjadi menteri ekonomi, perdagangan dan industri, menunjukkan bahwa Takaichi akan melanjutkan sebagian kebijakan ekonomi Ishiba.[124][125] Namun tidak seperti perdana menteri lainnya, Takaichi memilki sekretaris kabinet yang merupakan orang kepercayaannya, yaitu Minoru Kihara yang secara garis ideologi memiliki kemiripan dengannya.[126]

Pada konferensi pers pertamanya sebagai perdana menteri di tanggal 21 Oktober 2025, Takaichi memberi penjelasan terhadap kebijakan-kebijakan penting seperti melawan inflasi yang semakin meningkat dan ia akan bekerja untuk menerapkan suspensi tarif pajak bensin untuk sementara. Ia juga mengumumkan kebijakan lain seperti usulan untuk membentuk daerah cadangan ibu kota, merombak sistem jaminan sosial negara, merevisi konstitusi, dan membentuk pemerintahan mayoritas untuk membawa stabilitas dengan tetap mendengarkan partai-partai oposisi mengenai kebijakan nasional dan menaikkan ambang batas pendapatan bebas pajak nasional, sesuai dengan perjanjian koalisinya dengan Nippon Ishin no Kai. Takaichi juga menegaskan bahwa manajemen krisis adalah bagian dari agenda utama dalam pemerintahannya dan memaparkan rencananya untuk meningkatkan kolaborasi sektor publik dan swasta dalam berinvestasi pada ekonomi, energi, dan ketahanan pangan.[127]

Menurut laporan lokal, Takaichi saat ini sedang merencanakan paket stimulus ekonomi senilai ยฅ13,9 triliun ($92,19 miliar) sebagai bagian dari kebijakan inisiatif ekonomi pertamanya yang bertujuan untuk "kebijakan fiskal proaktif yang bertanggung jawab", yang memiliki tiga pilar utama; yaitu langkah-langkah untuk melawan inflasi, investasi di industri yang sedang berkembang, dan keamanan nasional. Proposal lainnya juga mencakup perluasan hibah pemerintah daerah untuk usaha kecil dan menengah serta investasi tambahan di bidang teknologi seperti kecerdasan buatan dan semikonduktor.[128]

Dalam pidato kebijakan perdananya di Parlemen Jepang pada 24 Oktober 2025, Takaichi mengulangi prioritasnya dalam mengatasi inflasi, pengeluaran fiskal, pembentukan panel pertumbuhan ekonomi, dan usulannya sebelumnya untuk menghapuskan pajak sementara atas bensin.[129] Ia juga menegaskan bahwa ia akan meningkatkan anggaran tahunan pertahanan Jepang menjadi 2% dari PDB, memajukan targetnya untuk direalisasi pada 2026 ketimbang batas lama pada 2027 dalam upaya memodernisasi Pasukan Bela Diri Jepang sementara pemerintahan akan merevisi tiga dokumen keamanan nasional karena meningkatnya ketegangan di kawasan Laut Merah, perang di Gaza dan Ukraina, serta tindakan Tiongkok, Rusia dan Korea Utara yang semakin agresif. Takaichi juga menyebutkan bahwa Jepang masih harus bergantung kepada Amerika Serikat dalam pertahanan sembari memperkuat kekuatan diplomasi Jepang di komunitas internasional.[130]

Takaichi juga memperbarui upaya kedua pendahulunya untuk menjadikan Jepang sebagai pusat manajemen aset terkemuka dan rencana mereka mendirikan badan pencegahan bencana.[131] Meskipun ia didukung dengan sentimen anti-imigrasi, Takaichi menyatakan bahwa pekerja asing masih diperlukan sebagai tambahan untuk penduduk Jepang yang kian menurun. Ia menyoroti perlunya menyeimbangkan kebutuhan pasar tenaga kerja dan meningkatnya populasi imigran, dengan mencatat bahwa penerimaan negara terhadap migran didasarkan pada kepatuhan mereka terhadap aturan dan hukum Jepang, dan berjanji untuk memperkuat regulasi guna menegakkan kepatuhan.[131]

Dalam jajak pendapat yang dilakukan pada akhir Oktober โ€“ awal November 2025, pemerintahan Takaichi menerima persetujuan antara 65% dan 83% responden, yang merupakan peringkat tertinggi dibandingkan pemerintahan mana pun dalam dua puluh tahun.[132][133]

Pada 23 Januari 2026, Takaichi membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat Jepang dan menyelenggarakan pemilu pada 8 Februari 2026.[134] Pemilu tersebut menghasilkan kemenangan telak bersejarah bagi LDP, dengan partai tersebut memenangkan mayoritas super dua pertiga dan merebut kembali status mayoritasnya di parlemen. Total setidaknya 316 kursi yang diraih LDP adalah jumlah kursi terbanyak yang pernah dimenangkan oleh sebuah partai dalam sejarah pemilu Jepang. Para analis mengaitkan kemenangan partai tersebut dengan popularitas pribadi Takaichi yang tinggi pada saat pemilu.[135][136]

Kebijakan luar negeri

sunting
Takaichi dan Presiden AS Donald Trump di pertemuan bilateral mereka di Istana Akasaka di Tokyo.
Takaichi dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese
Takaichi dengan Presiden Filipina Bongbong Marcos pada Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, 25 Oktober 2025

Takaichi melakukan debut diplomatiknya di Kuala Lumpur, Malaysia untuk menghadiri KTT ASEAN di mana ia melakukan pertemuan multilateral dengan berbagai pemimpin dunia untuk memperkuat kerja sama di bidang maritim, kecerdasan buatan dan keamanan siber. Ia juga melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Presiden Filipina Bongbong Marcos dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.[137][138][139][140] Takaichi juga menghadiri KTT ASEAN+3, KTT ASEAN-Jepang, Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur ke-20, dan Dialog Global ASEAN ke-2. Namun Takaichi tidak menghadiri sisa acara di ASEAN dan terbang kembali ke Jepang karena Presiden Amerika Serikat Donald Trump hendak datang ke Jepang pada keesokan harinya.[141]

Takaichi bertemu dengan Donald Trump pada 28 Oktober 2025 di Istana Akasaka di Tokyo. Kedua pemimpin menandatangani perjanjian di bidang perdagangan, mineral, teknologi nuklir, dan mineral. Takaichi juga mengutarakan visi untuk memperkuat hubungan pertahanan Amerika Serikat dan Jepang. Setelah pertemuan tersebut, Takaichi memberikan hadiah berupa tongkat putter milik mendiang guru politiknya dan mantan perdana menteri Shinzล Abe, sebuah bola golf yang ditandatangani oleh pemain golf profesional Hideki Matsuyama, dan bola golf yang bercorak daun emas.[142][143] Trump kemudian mengajak Takaichi pergi ke Pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat Yokosuka dan menaiki kapal induk USS George Washington (CVN-73). Di kapal induk tersebut, Takaichi berjanji memperkuat persekutuan militer antar kedua negara menuju ke "jaman emas" ditengah "lingkungan keamanan yang parah".[144][145] Menurut sekretaris pers Trump, Takaichi juga menyatakan bahwa pemerintah Jepang akan mendukung nominasi Trump untuk mendapatkan Penghargaan Nobel Perdamaian.[146]

Pemimpin Tiongkok Xi Jinping mengambil langkah yang tidak biasa dengan tidak mengirimkan telegram ucapan selamat pada hari Takaichi menjabat sebagai perdana menteri, tetapi pertemuan puncak Jepang-Tiongkok antara Xi dan Takaichi tetap terlaksana pada 31 Oktober. Di sana, kedua belah pihak sepakat untuk mempromosikan "hubungan yang saling menguntungkan berdasarkan kepentingan strategis bersama."[147] Namun, Takaichi melakukan dialog dengan wakil presiden Taiwan Lin Hsin-i pada 1 November 2025, menimbulkan nota protes dikeluarkan oleh pemerintah Tiongkok dan nota sanggahan dari Jepang, membuat hubungan Tiongkok dan Jepang memburuk.[148]

Dalam musyawarah di komite anggaran DPR pada tanggal 7 November, Takaichi mengatakan bahwa serangan Tiongkok terhadap Taiwan dapat menjadi "situasi yang mengancam kelangsungan hidup Jepang", yang memungkinkan Jepang untuk mengambil tindakan militer dalam membela diri.[149] Dalam tanggapan terhadap hal tersebut, Konsulat Jenderal Tiongkok di Osaka Xue Jian menulis di Twitter bahwa "Kita tidak mempunyai pilihan lain selain menebas leher leher kotor yang menerjang kita tanpa ragu sedikit pun itu. Apakah kamu siap?"[149] Walaupun Xue kemudian menghapus unggahannya, ini menyebabkan pertikaian diplomatik antara Jepang dan Tiongkok.[150][151] Selain membuat oposisi Jepang berpihak dengan pemerintah dalam diskusi untuk mengusir Xue Jian, pernyataan Xue juga dikecam oleh pemerintahan Taiwan dan Duta Besar Amerika Serikat[152][153] sementara pemerintahan Tiongkok mengkritik Takaichi.[154] Kedua negara kemudian mengeluarkan peringatan perjalanan dan memanggil kedua duta besar.[154][155] Tiongkok juga mengerahkan Penjaga Pantai Tiongkok dan drone untuk mempatroli Kepulauan Pinnacle.[156]

Pandangan politik

sunting

Takaichi adalah seorang konservatif dan nasionalis garis keras.[7][157][158][159][160] Ia merupakan seorang anggota Nippon Kaigi, sebuah organisasi ultranasionalis Jepang.[161][162] Tarล Kลno, seorang menteri dan politikus LDP, menyatakan bahwa Takaichi berada di spektrum politik kanan jauh di partai.[163] Deutsche Welle dan South China Morning Post menggambarkan Takaichi sebagai seorang politikus sayap kanan jauh.[164][165] Pada 2021, Time menyebut bahwa Takaichi adalah seorang ultrakonservatif.[166] Takaichi kerap mengunjungi Kuil Yasukuni yang dianggap kontroversial di Tiongkok dan Korea Selatan.[167]

Takaichi mengutip Margaret Thatcher sebagai idola politiknya,[7][168] dan ia juga memakai julukan Iron Lady seperti Thatcher.[168][169][170][171] Pandangan kebijakannya dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Amendemen Konstitusi Jepang termasuk Pasal 9 yang mengatur tentang hak untuk mendeklarasi perang dan penamaan Pasukan Bela Diri Jepang menjadi angkatan bersenjata secara eksplisit.[172][173]
  • Mempromosikan perubahan kitab undang-undang dengan menambahkan hukuman terhadap penodaan bendera nasional.[174] Takaichi berargumen bahwa penodaan bendera Jepang harus dihukum dengan cara yang sama seperti penodaan lambang negara asing yang bisa dipidanakan.[175]
  • Mendukung pewarisan taktha secara garis keturunan ayah ketimbang memperbolehkan putri kaisar naik taktha melalui restorasi status bangsawan bagi mantan keluarga ningrat.[172]
  • Mengurangi "kesetaraan hasil yang berlebihan" dalam kesejahteraan dan mendorong kesempatan yang setara. Mencegah "penerimaan curang" atas tunjangan jaminan sosial.[172]
  • Investasi terhadap pertumbuhan industri, terutama di teknologi canggih, serta mempromosikan perdagangan bebas dengan negara lain.[176]
  • Menghapus pajak penghasilan progresif, dan menaikkan pajak penghasilan badan untuk perusahaan dan perbankan.[176]
  • Memperketat proses imigrasi untuk migran yang pindah masuk ke Jepang.[177]

Ekonomi

sunting

Takaichi dikenal mendukung pengeluaran pemerintah yang proaktif. Ia mendukung investasi besar-besaran pemerintah di sektor-sektor strategis penting dalam apa yang ia sebut sebagai "investasi manajemen krisis". Sektor-sektor tersebut meliputi: kecerdasan buatan, semikonduktor, fusi nuklir, bioteknologi, dan pertahanan.[178] Ia mendukung kelanjutan Abenomics.[179] Selama pemilihan kepemimpinan LDP 2025, dia mengatakan akan mempertimbangkan untuk membiayai rencana stimulus ekonomi dengan menerbitkan obligasi untuk membayar utang nasional.[180]

Dalam pencalonannya sebagai pemimpin LDP pada tahun 2021, ia mengajukan tiga rencana, yaitu "Rencana untuk Memperkuat Ekonomi Jepang", yang juga dikenal sebagai "Abenomics Baru" atau "Sanaenomics". Rencana pertama adalah kebijakan moneter ekspansif, rencana kedua adalah "pengeluaran fiskal yang fleksibel dalam menanggapi krisis," dan rencana ketiga adalah "investasi yang berani dalam manajemen krisis dan pertumbuhan".[181] Rencana tersebut memberi penekanan khusus pada "manajemen krisis yang berani dan investasi pertumbuhan", yang akan melibatkan pengeluaran fiskal berskala besar dan pengembangan sistem hukum dan obligasi ekonomi baru.[182]

Takaichi telah mengadvokasi kenaikan pajak bagi korporasi. Ia telah mempertimbangkan untuk menaikkan pajak atas simpanan tunai, alih-alih laba ditahan, dan pada September 2021 ia memperkirakan bahwa "pajak 1% atas simpanan tunai korporasi akan meningkatkan penerimaan pajak sebesar 2 triliun yen. Bahkan jika perusahaan dengan modal 100 juta yen atau kurang dikecualikan, penerimaan pajak akan meningkat sebesar 1 triliun yen."[181]

Sosial

sunting

Takaichi telah menyatakan pandangan konservatif sosial termasuk penolakan terhadap pernikahan sesama jenis dan dukungan untuk mewajibkan pasangan berbagi nama keluarga setelah menikah.[183] Dia mengatakan bahwa rencana kesetaraan gender pemerintah pada bulan Desember 2020 dapat "menghancurkan struktur sosial yang berbasis pada unit keluarga".[184]

Kaisar perempuan

sunting

Takaichi menolak gagasan bahwa taktha Kaisar Jepang bisa diduduki oleh seorang putri. Dalam debat suksesi kekaisaran Jepang, Takaichi berargumen bahwa keluarga-keluarga ลŒke harus dikembalikan status ningratnya atau meminta keluarga inti kekaisaran untuk mengadopsi salah satu dari mereka. Takaichi menyatakan bahwa "tradisi berusia 2.000 tahun dari garis kaisar yang tidak terputus adalah sumber keunikan Kaisar."[185]

Pada tahun 2006, ia berpendapat bahwa, "Saya tidak menentang kaisar perempuan, tetapi jika kita mengizinkan kaisar dari garis keturunan perempuan, di masa depan, baik leluhur langsung perempuan maupun laki-laki Yang Mulia Kaisar dapat menjadi warga sipil," dan bahwa "kromosom Y1 kaisar pertama, yang telah diwariskan secara akurat, akan hilang."[186]

Luar Negeri

sunting
Takaichi melambaikan tangan diluar Japanese Air Force One bertolak ke Malaysia untuk KTT ASEAN ke-47
Takaichi dengan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Tiongkok Xi Jinping di Gyeongju, 31 Oktober 2025

Takaichi kerap mengkritik praktik ekonomi Tiongkok seperti pencurian kekayaan intelektual dan menyerukan pengurangan ketergantungan terhadap Tiongkok. Takaichi mengusulkan agar Amerika Serikat menempatkan rudal jarak menengah di Jepang[187] dan menyingkirkan pelampung yang ditempatkan oleh Tiongkok sebagai bagian dari persengketaan Kepulauan Senkaku.[188] Takaichi beropini bahwa Jepang harus menunjukkan kedaulatan di Kepulauan Senkaku dengan mengembangkan pulau-pulau tersebut, berargumen bahwa Jepang tidak boleh mengulangi kesalahan atas kehilangannya Kepulauan Kuril dan Karang Liancourt dan perebutan kembali kedua kepulauan tersebut secara paksa tidak diperbolehkan dalam konstitusi Jepang.[189] Pada April 2025, ia mengunjungi Presiden Taiwan Lai Ching-te dan menyatakan bahwa "ancaman bagi Taiwan jugalah ancaman bagi Jepang".[190]

Pada 4 Mei 2022, pemerintah Rusia melarang Takaichi untuk masuk ke Rusia seumur hidup sebagai bentuk balasan terhadap kebijakan luar negeri Jepang terhadap Rusia. Takaichi menanggapi larangan ini secara santai di Twitter dengan menulis, "Ya sudah! Saya tak mau kesana bahkan kalau diundang!".[191] Ia juga menyatakan bahwa isu Ukraina bukan sebuah isu yang jauh dari Jepang, merujuk ke pangkalan militer Rusia di Kepulauan Kuril dan juga ancaman dari Tiongkok dan Korea Utara.[192]

Revisionisme sejarah

sunting

Takaichi dinilai memiliki pandangan revisionis terhadap sejarah Jepang pada Perang Dunia II terutama dalam sikap tentara Jepang.[193][194][195]

Dalam sebuah kuliah umum pada 2022 untuk hadirin politikus sayap kanan, Takaichi memberikan pernyataan berikut tentang munculnya kontroversi terkait Kuil Yasukuni di Tiongkok dan Korea Selatan: "Karena kami tiba-tiba berhenti di tengah-tengah penghormatan di Kuil Yasukuni, pihak yang lain adalah tsukeagaru (ใคใ‘ไธŠใŒใ‚‹)." Tsukeagaru secara harfiah berarti "memanjat", tetapi ini adalah ungkapan yang merendahkan yang terutama menganggap lawan rendahan, yang juga berarti "sombong"".[196][197][198] Pada April dan Agustus 2024, Takaichi mengunjungi Kuil Yasakuni dan menandatangani buku pengunjung disana sebagai menteri.[199][200] Beliau juga telah melakukan kunjungan rutin ke kuil tersebut, yang mengenang lebih dari 2,4 juta orang yang gugur dalam tugas di Jepang, termasuk para penjahat perang Kelas A dari Perang Dunia II.[7] Ia juga menyatakan bahwa ia berjanji akan mengunjungi kuil tersebut sebagai Perdana Menteri, bukan atas nama pribadi jika terpilih,[187] tetapi pada saat mencalonkan diri sebagai ketua umum pada 2025 ia menghiraukan pertanyaan tersebut.

Pada 2022, Takaichi memberikan sebuah ucapan mengenai Kuil Yasakuni yang berakhir memanen kontroversi di Korea Selatan.[201] Takaichi saat itu menyatakan, "Jika kita bertindak secara ambigu, seperti menghentikan kunjungan ke Kuil Yasakuni di tengah jalan, sisi yang lain malah naik." menggunakan kata Jepang yang merendahkan tsukeagaru, yang berarti "memanfaatkan kesopanan atau kebaikan seseorang dan bertindak kurang ajar". Ia kemudian menyatakan bahwa jika pemerintah Jepang semakin sering pergi mengunjungi Kuil Yasakuni, negara tetangga pada akhirnya "akan terlihat bodoh dan berhenti mengeluh".[201]

Takaichi menyatakan bahwa kejahatan perang Jepang selama Perang Dunia II terlalu dibesar-besarkan.[7] Ia berpandangan negatif terhadap Pernyataan Kono dan Murayama yang mengakui kejahatan perang, termasuk jugun ianfu. Ia merasa bahwa kedua pernyataan ini harus direvisi kembali untuk kepentingan nasional.[202][203][204] Dalam sebuah acara televisi pada 18 Agustus 2002, Takaichi diberikan pertanyaan "apakah anda pikir bahwa perang Jepang setelah Insiden Manchuria adalah sebuah perang membela diri?" dan Takaichi menjawab "saya merasa bahwa ini adalah perang untuk keamanan nasional".[205]

Pada tahun 2004, Takaichi menulis kolom di situs webnya mengenai kontroversi buku teks sejarah Jepang. Ia membela komentar terbaru Nariaki Nakayama, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains, dan Teknologi (MEXT), yang menyatakan bahwa buku teks "sangat merendahkan diri" dan harus terus mengurangi penggunaan istilah seperti "wanita penghibur" dan "kerja paksa". Ia menulis bahwa Angkatan Bersenjata Kekaisaran Jepang melakukan "serangan ke luar negeri" (ๆตทๅค–ใงใฎ้€ฒ่ป, kaigai deno shingun) yang disebut buku teks sebagai "invasi" (ไพต็•ฅ, shinryaku), sementara serangan asing seperti invasi Soviet ke Manchuria disebut "serangan ke selatan" (ๅ—ไธ‹, nanka).[206]

Ia menentang dimasukkannya perkiraan jumlah korban tewas Tiongkok dalam Pembantaian Nanjing dalam beberapa buku pelajaran sekolah. Ia menyampaikan keluhannya kepada MEXT terhadap buku pelajaran yang memuat kritik terhadap Undang-Undang Bendera dan Lagu Kebangsaan pemerintah dan kunjungan Perdana Menteri Junichiro Koizumi saat itu ke Kuil Yasukuni. Ia mengatakan "jelas" bahwa Jepang "bermaksud melancarkan perang bela diri".[206]

Pertahanan

sunting
Bersama Donald Trump di kapal induk USS George Washington (CVN-73) di Yokosuka.

Takaichi mendukung amendemen terhadap Pasal 9 Konstitusi Jepang yang menghapus hak untuk menyatakan perang untuk menyelesaikan perselisihan internasional.[7] Ia juga ingin melakukan reformasi angkatan bersenjata, mengganti nama Pasukan Bela Diri Jepang menjadi angkatan bersenjata pada umumnya.[207] Upaya ini ia lakukan pada 2021 bersama peningkatan anggaran pertahanan untuk mendorong pengadaan peralatan canggih serta penelitian dan pengembangan. Ia menyatakan bahwa jika terjadi perang, "penting untuk menetralisir pangkalan musuh terlebih dahulu."[208] Ia telah mengusulkan penerapan undang-undang antispionase, sesuatu yang juga didukung oleh partai-partai oposisi seperti Partai Demokrat untuk Rakyat.[209] Ia juga mengusulkan untuk membentuk agensi intelijen.[210]

Takaichi pernah mengeluarkan keluhan terhadap Perjanjian Status Pasukan ASโ€“Jepang (SOFA) setelah seorang tentara Korps Marinir Amerika Serikat ditangkap karena dicurigai melakukan pemerkosaan anak.[211] Namun pada 2008, ia juga menyatakan bahwa evaluasi kembali terhadap SOFA harus dilakukan secara hati-hati karena pemerintah harus mengantisipasi permasalahan sulit.[212] Takaichi berpendapat bahwa AS kemungkinan besar tidak akan menyetujui perjanjian ekstradisi yang lebih menguntungkan, karena AS tidak akan menerima larangan sistem peradilan Jepang atas kehadiran pengacara pembela selama interogasi, dan juga dapat melemahkan komitmen militernya kepada Jepang.[e] Ia juga berpendapat bahwa mengubah SOFA dengan AS dapat menyebabkan perubahan SOFA antara Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Irak, yang akan menempatkan Kelompok Rekonstruksi dan Dukungan Irak Jepang di bawah yurisdiksi Irak.[213] Takaichi juga menunjukkan bahwa "di Jerman dan Korea Selatan, yang merupakan sekutu Amerika Serikat seperti Jepang, Amerika Serikat memegang posisi yang lebih tinggi," dan "bahkan ketika anggota Pasukan Bela Diri menjadi tersangka saat ditugaskan di luar negeri, mereka tunduk pada yurisdiksi pidana Jepang berdasarkan Perjanjian Status Pasukan PBB."[212]

Mengenai kebijakan persenjataan nuklir, Takaichi menyatakan bahwa "sungguh mengkontradiksi bahwa kita menerapkan kebijakan Prinsip Tiga Non-Nuklir sementara kita dapat penggentar dari payung nuklir Amerika Serikat".[214] dia telah berargumen untuk mempertimbangkan mengizinkan senjata nuklir AS memasuki wilayah Jepang di darat dan laut dalam keadaan darurat.[215]

Kontroversi

sunting

Takaichi dianggap sebagai seorang politikus sayap kanan jauh di Jepang dan citranya banyak dikritik oleh politikus baik dari partainya sendiri maupun dari luar. Di LDP, mantan Perdana Menteri Fumio Kishida diduga memanggilnya sebagai "Taliban Takaichi" dan seorang politikus LDP anonim menyatakan bahwa Takaichi adalah "kanker" bagi partai.[97][216]

Fukushima Daiichi

sunting

Pada 17 Juni 2013, Takaichi berpendapat bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir yang telah ditutup akibat Gempa Tohoku 2011 harus dihidupkan kembali, dengan mengatakan, "Kita tidak berada dalam situasi di mana telah terjadi kematian akibat bencana Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi." Ia menyampaikan pernyataan tersebut sebagai ketua Dewan Riset Kebijakan Partai Demokrat Liberal dalam sebuah kuliah di Kobe, Prefektur Hyogo.[217]

Pernyataannya dikritik oleh sekretaris jenderal LDP di Fukushima dan di Dewan Penasihat yang menyatakan bahwa pernyataan Takaichi tidak peka dan sangat disayangkan.[217] Ketua umum Komeitล Natsuo Yamaguchi mengkritik Takaichi karena kurangnya empati terhadap korban karena korban kecelakaan nuklir belum bisa pulang.[217] Dari oposisi, sekretaris jenderal Partai Demokrat Jepang Goshi Hosono mengkritik keras pernyataan tersebut, menyebut bahwa "siapapun yang tidak memahami angka-angka ini tidak pantas menjadi pemerintah". Oposisi lain juga meminta agar Takaichi mengundurkan diri.[217]

Pada 18 Juni 2013, Takaichi memberikan klarifikasi terhadap pernyataannya dan menanggapi kritikan tersebut sebagai kesalahan paham dan menyatakan bahwa ia awalnya tidak mengusulkan penghidupan kembali PLTN yang rusak akibat gempa.[217] Namun ia kembali dikritik oleh anggota partainya karena tidak peka. LDP Fukushima kemudian melayangkan surat protes kepada pimpinan partai pusat mengenai pernyataan Takaichi yang kurang pemahaman terhadap situasi saat bencana nuklir, menyatakan bahwa sebanyak 1,400 jiwa meninggal dunia akibat bencana tersebut, termasuk kasus bunuh diri karena kecapekan mental dan pernyataan Takaichi melukai perasaan korban.[218] Takaichi menanggapi dengan meminta maaf dan menarik seluruh usulannya mengenai penghidupan kembali PLTN.[219]

Klaim serangan rusa oleh warga asing

sunting

Dalam sebuah orasi kampanye pada 22 September 2025, Takaichi menyerukan perketatan peraturan mengenai warga asing, dan mengeklaim tanpa bukti bahwa turis telah menendang rusa di Taman Nara dan mereka yang ditangkap tidak ditindaklanjuti karena tidak ada penerjemah. Klaim tersebut menimbulkan kontroversi bahwa Takaichi asal menuduh orang demi kepentingan politiknya.[220] Takaichi membuat klaim tersebut berdasarkan unggahan di media sosial.[221][222][223]

Sebagai tanggapan, seorang pegawai pemerintah Prefektur Nara menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah melihat kasus demikian selama patroli mereka yang dilakukan dua kali sehari dan tidak menerima laporan apapun mengenai hal tersebut.[224] Ia juga menyatakan bahwa "sepengetahuan pemerintah Nara dan organisasi terkait, tidak ada kasus penyerangan yang terkonfirmasi".[225]

Hal ini dikritik oleh Renhล yang menjadi politikus Partai Demokrat Konstitusional Jepang (CDP) yang menyatakan walaupun ia setuju dengan Takaichi mengenai penangganan kepadatan wisatawan dan mengatur adab turis asing, ia tidak nyaman dengan tuduhan Takaichi yang hanya didasarkan oleh unggahan video yang tidak jelas buktinya.[226] Takaichi juga dikritik oleh Partai Komunis Jepang yang menuduhnya sebagai politikus xenofobik.[227]

Penggunaan nama Kaisar

sunting

Pada 29 Oktober 2021, Sanae Takaichi menyampaikan pidato kampanye untuk kandidat Hideyuki Tanaka di distrik ke-4 Kyoto dalam pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat. Ia berkata, "Tidak seperti sekretaris parlemen, menteri dan wakil menteri disertifikasi oleh Kaisar. Jika Hideyuki Tanaka dari distrik ke-4 Kyoto tidak menang, Kaisar yang sangat sibuk harus mensertifikasi orang lain lagi, yang akan menjadi situasi yang tragis." Ia juga berkata, "Ini akan merepotkan Kaisar. Tolong bantu dia menang." Hal ini dikritik sebagai penyalahgunaan wewenang Kaisar untuk kepentingan politik demi pemilihannya sendiri.[228]

Kehidupan pribadi

sunting
Mobil Toyota Supra A70 milik Takaichi yang sekarang menjadi pajangan museum di Nara

Takaichi menikahi Taku Yamamoto, seorang anggota DPR sejawat, pada 2004. Mereka sepakat bercerai pada Juli 2017, dengan Takaichi menyatakan bahwa perbedaan pandangan politik dan aspirasi sebagai alasan perceraian tersebut.[229][230] Namun, mereka menghidupkan kembali pernikahan mereka pada bulan Desember 2021. Dia memiliki empat cucu melalui anak tirinya.[231][232] Setelah menjalani operasi penyakit ginekologi, Takaichi merasa sulit untuk hamil dan melahirkan, sehingga ia pun menyerah untuk memiliki anak. Pada tahun 2007, ia berkata, "Saya ingin masyarakat lebih terbuka terhadap perempuan infertil."[233]

Sanae mengubah nama belakang resminya menjadi nama belakang suaminya saat pernikahan pertama mereka, karena hukum Jepang mewajibkan semua pasangan menikah untuk memiliki nama keluarga yang sama. Namun, Taku justru mengubah marganya menjadi nama belakang istrinya setelah mereka menikah kembali.[234] Penggantian marga tersebut ditentukan oleh sebuah permainan batu gunting kertas oleh keduanya.[235] Ia menderita strok infark pada 2025, menyebabkan bagian kanan tubuhnya lumpuh. Takaichi menjadi pengasuhnya selama Taku menderita.[236] Setelah Takaichi menjadi perdana menteri, Taku Yamamoto menjadi Suami Pertama Jepang dan menyatakan ia akan membantu Takaichi seperti bekal makanan untuk keduanya.[237] Taku Yamamoto memiliki lisensi juru masak profesional dan sering menyiapkan makanan bagi keluarga.[237]

Walaupun sesama lawan politik, Takaichi memiliki hubungan persahabatan pribadi dengan pemimpin oposisi Yoshihiko Noda dari Partai Demokrat Konstitusional Jepang yang menjabat sejak 2024. Noda merupakan senior Takaichi selama Takaichi berkuliah di Institut Pemerintahan dan Manajemen Matsushita.[238][239] Persahabatan mereka memiliki sejarah yang panjang walaupun keduanya berada di sisi politik yang berbeda. Noda memberi wawancara kepada Takaichi saat Takaichi mendaftar dan ia memberi evaluasi tinggi mengenai Takaichi.[240] Takaichi juga mendukung karir politik Noda saat ia mencalonkan diri sebagai anggota dewan prefektural Chiba.[241] Saat Noda dilantik sebagai Perdana Menteri pada 2011, Takaichi memberi selamat dan merasa bangga padanya dan ada persamaan visi-misi dengannya secara pribadi tetapi menyatakan bahwa Noda perlu berhati-hati berurusan dengan pihak dari sayap kiri.[240] Sementara saat Takaichi dilantik pada 2025, Noda memberi selamat dan menyatakan bahwa Takaichi merupakan seorang politikus yang memiliki nyali besar dan keras kepala dalam hal kepedulian kepada rakyat namun juga berkata bahwa ia dan Takaichi memiliki banyak perbedaan dan berharap dapat memperdebatkan isu-isu tersebut dengannya.[240] Takaichi dan Noda mencetak sebuah rekor untuk Institut Pemerintahan dan Manajemen Matsushita di mana alumni mereka menduduki posisi Perdana Menteri dan Ketua Oposisi Jepang secara bersamaan.[242]

Ia adalah seorang penggemar Hanshin Tigers.[243] Kecintaan ini diungkapkan dalam sebuah meja bundar dengan tiga penggemar lainnya yakni Yuriko Koike, Shuntaro Torigoe dan Mizuho Fukushima. Selama diskusi, Koike berkomentar, "Saya ingin tanda tangan dari manajer Hanshin Tigers, Senichi Hoshino," yang kemudian ditanggapi Takaichi sebagai "fangirl". Torigoe juga membandingkan Yomiuri Giants dengan LDP dan berkomentar kepada Takaichi, "Pemukul nomor 4 Anda (saat itu Presiden LDP dan Perdana Menteri Junichirล Koizumi) memang tampil bagus, tetapi rata-rata pukulannya tidak membaik." Diskusi ini berlangsung secara harmonis.[243] Selain itu, ia juga mendukung Gamba Osaka.[244]

Selama masa mudanya, Takaichi gemar bermain drum dan piano.[245] Ia pernah menunjukkan bakat permainan drumnya saat berkunjung di Korea Selatan, memainkan lagu Dynamite dari BTS dan Golden dari KPop Demon Hunters bersama Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung.[246][247] Ia juga menyandang gelar Sommelier d'honneur dan memiliki minat pada sepeda motor, karena memiliki Kawasaki Z400.[21] Takaichi juga seorang praktisi karate, penyelam skuba dan peminat otomotif, ia dulu memiliki sebuah Toyota Supra A70 2.5GT Twin Turbo Limited seri 1991 selama awal-awal menjabat sebagai anggota DPR dan menggunakan mobil tersebut selama 20 tahun ia bekerja sebagai anggota dewan. Supra A70 ini menggantikan Toyota Supra Celica XX yang ia dulu kendara. Saat ini mobil Supra A70 didonasikan ke museum dealership mobil lokal di Nara.[248][249] Takaichi juga dikenal sebagai perokok berat dan pecinta manga, khususnya penggemar Bari Bari Densetsu dan Kaji Ryusuke no Gi.[250][251] Takaichi juga merupakan anggota Liga Parlemen Jepang untuk Anime, Manga, dan Game.[245]

Sejarah elektoral

sunting
Pemilu Usia Distrik Partai Politik Jumlah Suara Hasil Pemilu
Pemilihan umum Dewan Penasihat Jepang 1992 31 Distrik Nara at-large Independen 159.274 kalah
Pemilihan umum Jepang 1993 32 Nara At-largeย [ja] Independen 131.345 menang
Pemilihan umum Jepang 1996 35 Distrik 1 Nara NFP 60.507 menang
Pemilihan umum Jepang 2000 39 Blok representasi proporsional Kinki LDP ใƒผใƒผ menang
Pemilihan umum Jepang 2003 42 Distrik 1 Nara LDP 65.538 kalah
Pemilihan umum Jepang 2005 44 Distrik ke-2 Nara LDP 92.096 menang
Pemilihan umum Jepang 2009 48 Distrik ke-2 Nara LDP 94.879 dipilih oleh PR
Pemilihan umum Jepang 2012 51 Distrik ke-2 Nara LDP 86.747 menang
Pemilihan umum Jepang 2014 53 Distrik ke-2 Nara LDP 96.218 menang
Pemilihan umum Jepang 2017 56 Distrik ke-2 Nara LDP 124.508 menang
Pemilihan umum Jepang 2021 60 Distrik ke-2 Nara LDP 141.858 menang
Pemilihan umum Jepang 2024 63 Distrik ke-2 Nara LDP 128.554 menang
[252][253]

Catatan kaki

sunting
  1. ^ Jepang: ้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—, romanized:ย Takaichi Sanae, pelafalan [taka๊œœitษ•i sanae]. Her family name is legally registered as ้ซ™ๅธ‚,[1] using the variant character ้ซ™. Her legal name was Sanae Yamamoto (ๅฑฑๆœฌๆ—ฉ่‹—, Yamamoto Sanae) during her first marriage.[2]
  2. ^ Pat Schroeder merupakan seorang politikus liberal sayap kiri dan pelopor gerakan feminisme.
  3. ^ Dalam siaran langsung YouTube segera setelah pemilihan perdana menteri, Maruyama mengungkapkan, "Saya menulis 'Takaichi Sanae.' (Ketika nama itu dibacakan) Awalnya, saya seperti, 'Oh,' tetapi kemudian dia berkata, 'Bukan saya.'" Maruyama juga melakukan survei di media sosial sebelumnya, dengan mengatakan, "Mari kita semua memilih nominasi perdana menteri." Fumio Kishida, Yukio Edano, Yuichiro Tamaki, dan Sanae Takaichi dinominasikan. Takaichi sejauh ini merupakan kandidat teratas, dengan lebih dari 70% suara. Maruyama juga memilih Shinjiro Koizumi dalam pemilihan perdana menteri tahun lalu dalam survei umum. Maruyama bertemu dengan Takaichi sebelum rapat umum dan berkata, "Saya telah berbicara singkat dan saya menyukainya." Dia juga berbicara dengan Perdana Menteri Kishida, berkomentar, "Saya ingin dia melakukan yang terbaik, tetapi saya rasa dia tidak akan punya banyak waktu."
  4. ^ Taro Aso menginstruksikan Shikokai untuk memilih Takaichi pada putaran pertama.
  5. ^ Dalam perjanjian ini, personil militer Amerika Serikat yang terjerat kasus kriminal akan diadili sesuai dengan ketentuan hukum Amerika Serikat, bukan Jepang.

Referensi

sunting
  1. ^ ไปคๅ’Œ๏ผ–ๅนด๏ผ‘๏ผๆœˆ๏ผ’๏ผ—ๆ—ฅๅŸท่กŒ ่ก†่ญฐ้™ข่ญฐๅ“ก็ท้ธๆŒ™ใƒปๆœ€้ซ˜่ฃๅˆคๆ‰€่ฃๅˆคๅฎ˜ๅ›ฝๆฐ‘ๅฏฉๆŸป (PDF). www.city.nara.lg.jp (dalam bahasa Jepang). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 22 October 2025. Diakses tanggal 21 October 2025.
  2. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama shd5
  3. ^ "Ex-PM Abe supports conservative ally Takaichi as Suga's successor". Kyodo News. 2021-09-04. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-09-04. Diakses tanggal 2021-09-04.
  4. ^ Junko Ogura, Selina Wang and Helen Regan (29 September 2021). "Fumio Kishida expected to become Japan's next Prime Minister after ruling party vote". CNN. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 September 2021. Diakses tanggal 30 September 2021.
  5. ^ a b c d Semans, Himari; Ninivaggi, Gabriele; Takahara, Kanako (4 October 2025). "Takaichi poised to become Japan's first female PM after winning LDP poll". The Japan Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 October 2025. Diakses tanggal 4 October 2025.
  6. ^ Geddie, John (21 October 2025). "Inspired by Thatcher, Sanae Takaichi becomes Japan's first female premier". Reuters. Diakses tanggal 22 October 2025.
  7. ^ a b c d e f g Rich, Motoko; Inoue, Makiko; Hida, Hikari (20 September 2021). "A Hard-Line Conservative Hopes to Be Japan's First Female Leader". The New York Times. ISSNย 0362-4331. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 September 2021. Diakses tanggal 16 August 2024.
  8. ^ a b c Osaki, Tomohiro. "Could Japan soon have a female leader? Sanae Takaichi emerges as a contender". The Japan Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-09-05. Diakses tanggal 7 September 2021.
  9. ^ "Fumio Kishida Is Japan's New Prime Minister. Here's How He Beat a Much More Popular Rival". Time. 29 September 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 September 2021. Diakses tanggal 27 July 2025. Yoshikazu Kato, a director of a Tokyo-based research and consulting firm Trans-Pacific Group (TPG), believes Kishida's team was able to secure more votes with help from supporters of ultraconservative candidate Sanae Takaichiโ€”who was vying to become Japan's first female prime minister.
  10. ^ Yamaguchi, Mari (4 October 2025). "Japan's likely next prime minister is an ultraconservative woman". Los Angeles Times. Diakses tanggal 6 October 2025.
  11. ^ Gao, Ming (2 October 2025). "Who Is Japan's First Female Prime Minister?". Foreign Policy. Diakses tanggal 6 October 2025.
  12. ^ McCurry, Justin (10 August 2022). "Japanese PM shakes up cabinet amid anger over Unification church links". The Guardian. Diakses tanggal 6 October 2025.
  13. ^ "Japan LDP Party Elections Establishment Prevails in Pick for Japan's Prime Minister". The New York Times. 28 September 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 July 2025. Diakses tanggal 6 October 2025.
  14. ^ "Japan's ruling party elects Sanae Takaichi as new leader, likely to become first female PM". Politico. Associated Press. 4 October 2025. Diakses tanggal 6 October 2025.
  15. ^ [9][10][11][12][13][14]
  16. ^ "้ซ˜ๅธ‚ๆ–ฐ็ท่ฃใ€ไธญๅ›ฝใงไธ€ๆ–‰้€Ÿๅ ฑ ใ€Œ้ŽๅŽปใซ้–ๅ›ฝๅ‚ๆ‹ใ€9ๆกๆ”นๆญฃใชใฉไธปๅผตใ€๏ผšๆœๆ—ฅๆ–ฐ่ž". ๆœๆ—ฅๆ–ฐ่ž (dalam bahasa Jepang). 4 October 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 October 2025. Diakses tanggal 4 October 2025.
  17. ^ "ๆ—ฅๆœฌๅ›ฝๆ†ฒๆณ•9ๆกๆ”นๆญฃ็งๆกˆ | ๅคงๅ’Œใฎๅ›ฝใ‹ใ‚‰ใ€€ๅนณๆˆ15ๅนด11ๆœˆ๏ฝžๅนณๆˆ17ๅนด8ๆœˆ | ใ‚ณใƒฉใƒ  | ้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—(ใŸใ‹ใ„ใกใ•ใชใˆ)". www.sanae.gr.jp. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 October 2025. Diakses tanggal 4 October 2025.
  18. ^ Forbes, Moira; McGrath, Maggie; Spencer Sairam, Erika; Burho, Erika. "Forbes World's Most Powerful Women of 2025". Forbes. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 December 2025. Diakses tanggal 2025-11-10.
  19. ^ "็ฌฌ201ๅ›žๅ›ฝไผšใ€€ๆœฌไผš่ญฐใ€€็ฌฌ10ๅท๏ผˆไปคๅ’Œ2ๅนด3ๆœˆ17ๆ—ฅ๏ผˆ็ซๆ›œๆ—ฅ๏ผ‰๏ผ‰". www.shugiin.go.jp. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 March 2025. Diakses tanggal 12 September 2025.
  20. ^ "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ๆฐใฎๆ„ๅค–ใช้ŽๅŽปใซใƒ•ใ‚งใƒŸใƒ‹ใ‚นใƒˆใ‚‚้œ‡ใˆใŸ ็ท็†ใฎๅบงใ‚’็‹™ใ†้Ž็จ‹ใงไฝ•ใŒใ‚ใฃใŸใฎใ‹ ใŠใ‚“ใชใฎ่ฉฑใฏใ‚ใ‚ŠใŒใŸใ„" [Even feminists tremble at Sanae Takaichi's surprising past: what happened on the road to prime minister? It's nice to hear a woman's side of the story]. PRESIDENT Online (dalam bahasa Jepang). 16 September 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 April 2025. Diakses tanggal 5 October 2025.
  21. ^ a b "Meet Sanae Takaichi: Heavy metal fan, former biker chick and Japan's PM-in-waiting". The Straits Times. 4 October 2025. ISSNย 0585-3923. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 October 2025. Diakses tanggal 5 October 2025.
  22. ^ "ใƒ—ใƒญใƒ•ใ‚ฃใƒผใƒซ | ้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—(ใŸใ‹ใ„ใกใ•ใชใˆ)". sanae.gr.jp. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-09-29. Diakses tanggal 2020-09-16.
  23. ^ "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ๆฐใŒ30ๅนดๅ‰ใ€็ซ‹ๆฐ‘๏ฝฅ่“ฎ่ˆซๆฐใจไธฆใ‚“ใงใƒ†ใƒฌใƒ“ๅธไผšใ‚’ใ—ใฆใ„ใŸ้ŽๅŽป". NEWSใƒใ‚นใƒˆใ‚ปใƒ–ใƒณ (dalam bahasa Jepang). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 September 2021. Diakses tanggal 18 August 2022.
  24. ^ "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ใƒปๅ‰็ทๅ‹™็›ธใŒ่ชžใฃใŸใ€Œใƒใƒณใƒ‰ใฎใƒ‰ใƒฉใƒžใƒผใ ใฃใŸๆ™‚ไปฃใ€". FRIDAYใƒ‡ใ‚ธใ‚ฟใƒซ. 2021-09-26. Diakses tanggal 2025-10-06.
  25. ^ a b ใ€Žๆœๆ—ฅๆ–ฐ่žใ€1992ๅนด6ๆœˆ2ๆ—ฅไป˜ๆœๅˆŠใ€ๅฅˆ่‰ฏใ€ใ€Œ้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ๆฐใ€ๅ…ฌ่ชใ‚’็”ณ่ซ‹ใ€€่‡ชๆฐ‘็œŒ้€ฃใซใ€€ๅฅˆ่‰ฏใ€ใ€‚
  26. ^ ใ€Žๆœๆ—ฅๆ–ฐ่žใ€1992ๅนด6ๆœˆ10ๆ—ฅไป˜ๆœๅˆŠใ€ๆ”ฟๆฒปใ€4้ขใ€ใ€Œ่‡ชๆฐ‘ๅ…šใ€็„ก่จ˜ๅๆŠ•็ฅจใงๅ‚้™ข้ธๅ…ฌ่ชๅ€™่ฃœๆฑบใ‚ใ‚‹ใ€€ๅฅˆ่‰ฏ็œŒ้€ฃใ€ใ€‚
  27. ^ ้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ใƒใƒฃใƒณใƒใƒซ (2025-09-26), ใ€ใ‚นใƒšใ‚ทใƒฃใƒซๅฏพ่ซ‡ใ€‘ไธ–่ฅฒใงใฏใชใ„้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ใŒใฉใ†ใ—ใฆๆ”ฟๆฒปๅฎถใ‚’็›ฎๆŒ‡ใ—ใŸใฎใ‹๏ผŸ๏ผˆใ‚ตใƒŠใ‚จใฎ็ด ้ก”ใŒไปŠๅคœๆ˜Žใ‹ใ•ใ‚Œใ‚‹๏ผ‰, diakses tanggal 2025-10-07
  28. ^ "ๅ›ฝไผšไผš่ญฐ้Œฒๆคœ็ดขใ‚ทใ‚นใƒ†ใƒ ". kokkai.ndl.go.jp. Diakses tanggal 2025-10-07.
  29. ^ ๅฐๆž—ใ‚ˆใ—ใฎใ‚Šใ€ŒๅธŒๆœ›ใฎๅ›ฝ ๆ—ฅๆœฌใ€167้ ๏ผˆ้ฃ›้ณฅๆ–ฐ็คพ๏ผ‰
  30. ^ a b "The Cabinet: TAKAICHI Sanae". Prime Minister's Office. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 October 2019. Diakses tanggal 16 September 2020.
  31. ^ a b c d e f "็ทๅ‹™ๅคง่‡ฃ ้ซ˜ๅธ‚ ๆ—ฉ่‹— (ใŸใ‹ใ„ใก ใ•ใชใˆ) | ็ฌฌ๏ผ”ๆฌกๅฎ‰ๅ€็ฌฌ๏ผ’ๆฌกๆ”น้€ ๅ†…้–ฃ ้–ฃๅƒš็ญ‰ๅ็ฐฟ | ๅฎ‰ๅ€ๅ†…้–ฃ็ท็†ๅคง่‡ฃ๏ผˆ็ฌฌ๏ผ™๏ผ˜ไปฃ๏ผ‰". ้ฆ–็›ธๅฎ˜้‚ธใƒ›ใƒผใƒ ใƒšใƒผใ‚ธ (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-07.
  32. ^ "้ŽๅŽปใฎ่ฌ›็พฉๅ†…ๅฎน". ใใ‚‡ใ†ใจ้’ๅนดๆ”ฟๆฒปๅคงๅญฆๆ ก. ่‡ช็”ฑๆฐ‘ไธปๅ…šไบฌ้ƒฝๅบœๆ”ฏ้ƒจ้€ฃๅˆไผš. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-02. Diakses tanggal 2021-09-07.
  33. ^ "ใƒ—ใƒญใƒ•ใ‚ฃใƒผใƒซ | ้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—(ใŸใ‹ใ„ใกใ•ใชใˆ)". www.sanae.gr.jp. Diakses tanggal 2025-10-08.
  34. ^ "ๅญฆ็”ŸใŸใกใฏใ‚คใƒณใ‚ฟใƒผใƒณใ‚ทใƒƒใƒ—ใซ | ๅคงๅ’Œใฎๅ›ฝใ‹ใ‚‰ใ€€ๅนณๆˆ15ๅนด11ๆœˆ๏ฝžๅนณๆˆ17ๅนด8ๆœˆ | ใ‚ณใƒฉใƒ  | ้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—(ใŸใ‹ใ„ใกใ•ใชใˆ)". www.sanae.gr.jp. Diakses tanggal 2025-10-08.
  35. ^ "็ตๅฉšใฎใ”ๅ ฑๅ‘Š - ๆ—ฉ่‹—ใ‚ณใƒฉใƒ  | ้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—(ใŸใ‹ใ„ใกใ•ใชใˆ)". sanae.gr.jp. Diakses tanggal 2025-10-08.
  36. ^ "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ๆฐใซๅฐๆณ‰้€ฒๆฌก้ƒŽๆฐใŒๅฃฒใฃใŸใ‚ฑใƒณใ‚ซโ€ฆๅ…ƒๅคซใฎๅฑฑๆœฌๆ‹“่ญฐๅ“กใŒ่ฒทใฃใŸ๏ผ". ๆฑใ‚นใƒWEB (dalam bahasa Jepang). 2021-09-22. Diakses tanggal 2025-10-08.
  37. ^ "็ตๅฉšใฎใ”ๅ ฑๅ‘Š | ๅคงๅ’Œใฎๅ›ฝใ‹ใ‚‰ใ€€ๅนณๆˆ15ๅนด11ๆœˆ๏ฝžๅนณๆˆ17ๅนด8ๆœˆ | ใ‚ณใƒฉใƒ  | ้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—(ใŸใ‹ใ„ใกใ•ใชใˆ)". www.sanae.gr.jp. Diakses tanggal 2025-10-08.
  38. ^ "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ๆฐใ€ๆก‚็”ฑ็พŽใ•ใ‚“่ฟฝๆ‚ผ 43ๆญณใงใฎ"ๅฟต้ก˜"็ตๅฉšๅผใงใƒ‰ใƒฌใ‚น็€็”จใ€Œๅฅณๆ€ง้”ใฎ้“ใ‚’ๆ‹“ใ„ใฆใใ ใ•ใฃใŸใ€ - ใ‚นใƒใƒ‹ใƒ Sponichi Annex ่Šธ่ƒฝ". ใ‚นใƒใƒ‹ใƒ Sponichi Annex (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-08.
  39. ^ "้ซ˜ๅธ‚็ทๅ‹™็›ธใ€Œไปฎ้ขๅคซๅฉฆใ€ใ ใฃใŸ่‡ชๆฐ‘ๅ…šใฎๅฑฑๆœฌๆ‹“่ก†้™ข่ญฐๅ“กใจ้›ขๅฉš". AERA DIGITAL๏ผˆใ‚ขใ‚จใƒฉใƒ‡ใ‚ธใ‚ฟใƒซ๏ผ‰ (dalam bahasa Jepang). 2017-07-19. Diakses tanggal 2025-10-08.
  40. ^ Although the term "Youth Affairs" is used in its official English title, the original Japanese title shลshika (ๅฐ‘ๅญๅŒ–) is more aptly translated as "diminishing birth rate issue".
  41. ^ "็ต‚ๆˆฆ่จ˜ๅฟตๆ—ฅ้ฆ–็›ธใ€ใ€Œ้–ๅ›ฝใ€่ฆ‹้€ใ‚Š้–ฃๅƒšใฏ้ซ˜ๅธ‚ๆฐใฎใฟๅ‚ๆ‹". ใ—ใ‚“ใถใ‚“่ตคๆ——. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-10-06. Diakses tanggal 2023-10-15.
  42. ^ ้˜ฟๆฏ”็•™็‘ ๆฏ” (2007-08-12). "ๅ…จ้–ฃๅƒšใŒ้–ๅ›ฝๅ‚ๆ‹่ฆ‹้€ใ‚Šใ€Œ็ต‚ๆˆฆ่จ˜ๅฟตๆ—ฅใ€็•ฐๅธธใชไบ‹ๆ…‹". ็”ฃ็ตŒๆ–ฐ่ž.
  43. ^ ๆซปไบ•ใ‚ˆใ—ใ“. "ใ€Œ็ฆ็”ฐ็ท็†ใ€ใงๆ—ฅๆœฌใฏ20ๅนดใฎๆ™‚ใ‚’ๅคฑใ†". SAPIO (2007ๅนด10ๆœˆ10ๆ—ฅๅท). ๅฐๅญฆ้คจ: 10.
  44. ^ "Japan's Abe skips visit to WWII shrine". The Toronto Star. 16 August 2007. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 September 2021. Diakses tanggal 4 September 2021.
  45. ^ "็ฌฌ169ๅ›žๅ›ฝไผšใ€€้’ๅฐ‘ๅนดๅ•้กŒใซ้–ขใ™ใ‚‹็‰นๅˆฅๅง”ๅ“กไผšใ€€็ฌฌ10ๅท๏ผˆๅนณๆˆ20ๅนด6ๆœˆ6ๆ—ฅ๏ผˆ้‡‘ๆ›œๆ—ฅ๏ผ‰๏ผ‰". www.shugiin.go.jp. Diakses tanggal 2025-10-08.
  46. ^ "ๅ…็ซฅ่ฒทๆ˜ฅใ€ๅ…็ซฅใƒใƒซใƒŽใซไฟ‚ใ‚‹่กŒ็‚บ็ญ‰ใฎๅ‡ฆ็ฝฐๅŠใณๅ…็ซฅใฎไฟ่ญท็ญ‰ใซ้–ขใ™ใ‚‹ๆณ•ๅพ‹ใฎไธ€้ƒจใ‚’ๆ”นๆญฃใ™ใ‚‹ๆณ•ๅพ‹ๆกˆ๏ผšๅ‚่ญฐ้™ข". www.sangiin.go.jp. Diakses tanggal 2025-10-08.
  47. ^ "็ฌฌ177ๅ›žๅ›ฝไผš 2462 ๅ…็ซฅ่ฒทๆ˜ฅใ€ๅ…็ซฅใƒใƒซใƒŽใซไฟ‚ใ‚‹่กŒ็‚บ็ญ‰ใฎๅ‡ฆ็ฝฐๅŠใณๅ…็ซฅใฎไฟ่ญท็ญ‰ใซ้–ขใ™ใ‚‹ๆณ•ๅพ‹ใฎๆ—ฉๆœŸๆ”นๆญฃใ‚’ๆฑ‚ใ‚ใ‚‹ใ“ใจใซ้–ขใ™ใ‚‹่ซ‹้ก˜". www.shugiin.go.jp. Diakses tanggal 2025-10-08.
  48. ^ "็ฌฌ177ๅ›žๅ›ฝไผš 2613 ้’ๅฐ‘ๅนดๅฅๅ…จ่‚ฒๆˆใฎใŸใ‚ๅ…็ซฅ่ฒทๆ˜ฅใ€ๅ…็ซฅใƒใƒซใƒŽใซไฟ‚ใ‚‹่กŒ็‚บ็ญ‰ใฎๅ‡ฆ็ฝฐๅŠใณๅ…็ซฅใฎไฟ่ญท็ญ‰ใซ้–ขใ™ใ‚‹ๆณ•ๅพ‹ใฎๆ—ฉๆœŸๆ”นๆญฃใ‚’ๆฑ‚ใ‚ใ‚‹ใ“ใจใซ้–ขใ™ใ‚‹่ซ‹้ก˜". www.shugiin.go.jp. Diakses tanggal 2025-10-08.
  49. ^ "ๅ…็ซฅ่ฒทๆ˜ฅใ€ๅ…็ซฅใƒใƒซใƒŽใซไฟ‚ใ‚‹่กŒ็‚บ็ญ‰ใฎๅ‡ฆ็ฝฐๅŠใณๅ…็ซฅใฎไฟ่ญท็ญ‰ใซ้–ขใ™ใ‚‹ๆณ•ๅพ‹ใฎไธ€้ƒจใ‚’ๆ”นๆญฃใ™ใ‚‹ๆณ•ๅพ‹ๆกˆ๏ผšๅ‚่ญฐ้™ข". www.sangiin.go.jp. Diakses tanggal 2025-10-08.
  50. ^ "่ก†ๆณ• ็ฌฌ186ๅ›žๅ›ฝไผš 28 ๅ…็ซฅ่ฒทๆ˜ฅใ€ๅ…็ซฅใƒใƒซใƒŽใซไฟ‚ใ‚‹่กŒ็‚บ็ญ‰ใฎๅ‡ฆ็ฝฐๅŠใณๅ…็ซฅใฎไฟ่ญท็ญ‰ใซ้–ขใ™ใ‚‹ๆณ•ๅพ‹ใฎไธ€้ƒจใ‚’ๆ”นๆญฃใ™ใ‚‹ๆณ•ๅพ‹ๆกˆ". www.shugiin.go.jp. Diakses tanggal 2025-10-08.
  51. ^ "ๅฑฑๆœฌไธ€ๅคชใ€Žใ“ใ‚Œใž้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ใ‚คใ‚บใƒ ใ€". ๅฑฑๆœฌไธ€ๅคชใ‚ชใƒ•ใ‚ฃใ‚ทใƒฃใƒซใƒ–ใƒญใ‚ฐใ€Œๅฑฑๆœฌไธ€ๅคชใฎๆฐ—ๅˆ†ใฏใ„ใคใ‚‚็›ดๆป‘้™ใ€ (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-08.
  52. ^ "ๅ›ฝไผšใƒปๆฑไบฌไบ‹ๅ‹™ๆ‰€็ทจใ€€2012ๅนด | ใ‚ขใƒซใƒใƒ  | ้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—(ใŸใ‹ใ„ใกใ•ใชใˆ)". www.sanae.gr.jp. Diakses tanggal 2025-10-08.
  53. ^ "ๆ–ฐใƒใ‚นใ‚ฟใƒผใ‚’็™บ่กจ ใ€Œๆ—ฅๆœฌใ‚’ใ€ๅ–ใ‚Šๆˆปใ™ใ€‚ใ€ | ใŠ็Ÿฅใ‚‰ใ› | ใƒ‹ใƒฅใƒผใ‚น". ่‡ช็”ฑๆฐ‘ไธปๅ…š (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-08.
  54. ^ "ๆ”ฟๅบœใจไธ€ไฝ“ใงๆ—ฅๆœฌๅ–ใ‚Šๆˆปใ™้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ๆ”ฟๅ‹™่ชฟๆŸปไผš้•ทใซ่žใ | ใŠ็Ÿฅใ‚‰ใ› | ใƒ‹ใƒฅใƒผใ‚น". ่‡ช็”ฑๆฐ‘ไธปๅ…š (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-08.
  55. ^ "Neo-Nazi photos pose headache for Shinzo Abe". The Guardian. 9 September 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 September 2014.
  56. ^ Bacchi, Umberto (2014-09-11). "Japan: Adolf Hitler Book Haunts Interior Minister Sanae Takaichi". International Business Times UK (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-30.
  57. ^ "3 Japan Cabinet ministers visit controversial Yasukuni Shrine a day after PM Abe's offering". Straitstimes.com. 18 October 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 October 2014.
  58. ^ "Abe aide prays for world peace during visit to war-linked Yasukuni Shrine". The Japan Times. 19 October 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 8 November 2016. Diakses tanggal 16 September 2020.
  59. ^ "EDITORIAL: Ministerial visits to Yasukuni cast doubts on Abe's views on history". The Asahi Shimbun. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 August 2020. Diakses tanggal 16 September 2020.
  60. ^ Johnston, Eric (21 December 2014). "In no-surprise poll, parties' main players re-elected in Kinki". The Japan Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 April 2015. Diakses tanggal 16 September 2020.
  61. ^ "้ซ˜ๅธ‚็ทๅ‹™็›ธ็™บ่จ€๏ผšใ€Œ้›ปๆณขๅœๆญขใ€ ๆณข็ด‹ๅบƒใ’ใ‚‹็†็”ฑใจใฏ". ๆฏŽๆ—ฅๆ–ฐ่ž (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-30.
  62. ^ "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—็ทๅ‹™ๅคง่‡ฃใฎใ€Œๆ”พ้€ๆณ•้•ๅใซใ‚ˆใ‚‹้›ปๆณขๅœๆญขๅ‘ฝไปคใ‚’ๆ˜ฏ่ชใ™ใ‚‹็™บ่จ€ใ€ใซๆŠ—่ญฐใ—ใ€ใใฎๆ’คๅ›žใ‚’ๆฑ‚ใ‚ใ‚‹ใจๅ…ฑใซใ€ๆ”ฟๅบœใซๅฏพใ—ๅ ฑ้“ใƒป่กจ็พใฎ่‡ช็”ฑใธใฎๅนฒๆธ‰ใƒปไป‹ๅ…ฅใ‚’่กŒใ‚ใชใ„ใ‚ˆใ†ๆฑ‚ใ‚ใ‚‹ไผš้•ทๅฃฐๆ˜Ž๏ฝœๆฑไบฌๅผ่ญทๅฃซไผš". ๆฑไบฌๅผ่ญทๅฃซไผš๏ผˆๆณ•ๅพ‹็›ธ่ซ‡ใƒปๅผ่ญทๅฃซ็›ธ่ซ‡็ญ‰๏ผ‰ (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-30.
  63. ^ "Wayback Machine" (PDF). www.state.gov. Diakses tanggal 2025-10-30.
  64. ^ Johnston, Eric (2017-05-21). "Redrawing of Nara's electoral map may force internal affairs chief into rematch with DP's Mabuchi". The Japan Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-30.
  65. ^ "็ทๅ‹™็œ๏ฝœ้ซ˜ๅธ‚็ทๅ‹™ๅคง่‡ฃ่‡จๆ™‚้–ฃ่ญฐๅพŒ่จ˜่€…ไผš่ฆ‹ใฎๆฆ‚่ฆ(ๅนณๆˆ29ๅนด8ๆœˆ3ๆ—ฅ)". ็ทๅ‹™็œ (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-30.
  66. ^ "็ทๅ‹™ๅคง่‡ฃ ้ซ˜ๅธ‚ ๆ—ฉ่‹— (ใŸใ‹ใ„ใก ใ•ใชใˆ) | ็ฌฌ๏ผ”ๆฌกๅฎ‰ๅ€็ฌฌ๏ผ’ๆฌกๆ”น้€ ๅ†…้–ฃ ้–ฃๅƒš็ญ‰ๅ็ฐฟ | ๅฎ‰ๅ€ๅ†…้–ฃ็ท็†ๅคง่‡ฃ๏ผˆ็ฌฌ๏ผ™๏ผ˜ไปฃ๏ผ‰". ้ฆ–็›ธๅฎ˜้‚ธใƒ›ใƒผใƒ ใƒšใƒผใ‚ธ (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-30.
  67. ^ INC., SANKEI DIGITAL (2018-10-09). "่‡ชๆฐ‘ๅ…šใŒ่ก†้™ขๅธธไปปใƒป็‰นๅˆฅๅง”ๅ“ก้•ทใ‚‰ไบ†ๆ‰ฟใ€€ไบˆ็ฎ—ๅง”ๅ“ก้•ทใซ้‡Ž็”ฐ่–ๅญๅ‰็ทๅ‹™็›ธ". ็”ฃ็ตŒใƒ‹ใƒฅใƒผใ‚น (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-30.
  68. ^ "Communications ministry asks NHK to cut viewing fees further". The Japan Times. 6 February 2020. Diarsipkan dari asli tanggal 25 October 2021. Diakses tanggal 16 September 2020.
  69. ^ "Japan kicks off application process for ยฅ100,000 virus-relief handouts". The Japan Times. 1 May 2020. Diarsipkan dari asli tanggal 2 May 2020. Diakses tanggal 16 September 2020.
  70. ^ "LDP's Takaichi seeks Japan's possession of 'national defense forces'". Mainichi Daily News. 27 August 2021. Diarsipkan dari asli tanggal 4 September 2021. Diakses tanggal 4 September 2021.
  71. ^ "ใ€Œใ‚ใŸใ—ๅ‡บใŸใ‚‹ใ‚ใ€ๅฎ‰ๅ€ๆฐใซใ‚ฟใƒณใ‚ซใ€€้ซ˜ๅธ‚ๆฐ"็ท่ฃ้ธๅ‡บ้ฆฌ"ใธใฎ่ˆžๅฐ่ฃ่ชžใ‚‹๏ผˆๆ—ฅๆœฌใƒ†ใƒฌใƒ“็ณป๏ผˆNNN๏ผ‰๏ผ‰ - Yahoo!ใƒ‹ใƒฅใƒผใ‚น". Yahoo!ใƒ‹ใƒฅใƒผใ‚น (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-08.
  72. ^ ๆ—ฅๆœฌๆ”พ้€ๅ”ไผš. "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹— ๅ‰็ทๅ‹™็›ธ ่‡ชๆฐ‘ๅ…š็ท่ฃ้ธๆŒ™ ็ซ‹ๅ€™่ฃœใซๆ„ๆฌฒ | NHKใƒ‹ใƒฅใƒผใ‚น". NHKใƒ‹ใƒฅใƒผใ‚น (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-08.
  73. ^ "่‡ชๆฐ‘ใƒป้ซ˜ๅธ‚ๆฐใ€็ท่ฃ้ธใธๆ”ฟ็ญ–้›†๏ผšๆ™‚ไบ‹ใƒ‰ใƒƒใƒˆใ‚ณใƒ ". ๆ™‚ไบ‹ใƒ‰ใƒƒใƒˆใ‚ณใƒ  (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-08.
  74. ^ "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ๆฐใŒๆญฃๅผใซๅ‡บ้ฆฌ่กจๆ˜Žใ€Œ็งใฎใ™ในใฆใ‚’ใ‹ใ‘ๅƒใใ€ ่‡ชๆฐ‘็ท่ฃ้ธ". ๆฏŽๆ—ฅๆ–ฐ่ž (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-15.
  75. ^ Inc, Nikkei (2021-09-08). "้ซ˜ๅธ‚ๆฐใ€็ท่ฃ้ธๅ‡บ้ฆฌใ‚’ๆญฃๅผ่กจๆ˜Ž ใ€Œๆ—ฅๆœฌ็ตŒๆธˆๅผท้ฑๅŒ–ใ€ๆๅ”ฑ". ๆ—ฅๆœฌ็ตŒๆธˆๆ–ฐ่ž (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-15.
  76. ^ "Ex-PM Abe supports conservative ally Takaichi as Suga's successor". Kyodo News. 4 September 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 September 2021. Diakses tanggal 4 September 2021.
  77. ^ Sim, Walter (4 September 2021). "Suga backs Kono, Abe picks Takaichi: Battle lines drawn in fight for Japan's top job". The Straits Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 September 2021. Diakses tanggal 4 September 2021.
  78. ^ "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ๆฐใ€Œ็งใฏๆญฉใฟใ‚’ๆญขใ‚ใชใ„ใ€ ๅ›ฝไผš่ญฐๅ“ก็ฅจใฏ2ไฝใ‚‚โ€ฆๆฑบ้ธๆŠ•็ฅจใซ้€ฒใ‚ใš ่‡ชๆฐ‘ๅ…š็ท่ฃ้ธ๏ผšๆฑไบฌๆ–ฐ่žใƒ‡ใ‚ธใ‚ฟใƒซ". ๆฑไบฌๆ–ฐ่žใƒ‡ใ‚ธใ‚ฟใƒซ (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-15.
  79. ^ "้ฆ–็›ธๆŒ‡ๅ้ธๆŒ™ใงใ€้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—้ฆ–็›ธใ€Ÿใซ๏ผ‘็ฅจๆŠ•ใ˜ใŸไธธๅฑฑ็ฉ‚้ซ˜ๆฐใ€ŒใŠใƒผใฃใจใ„ใ†ๆ„Ÿใ˜ใงใ—ใŸใ€๏ผˆๆฑใ‚นใƒWeb๏ผ‰ - Yahoo!ใƒ‹ใƒฅใƒผใ‚น". Yahoo!ใƒ‹ใƒฅใƒผใ‚น (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-15.
  80. ^ "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ๆ”ฟ่ชฟไผš้•ทใŒใ€Œๅ‰ๅคซใƒปๅฑฑๆœฌๆ‹“ๆฐใจๅ†ๅฉšใ€ใจ้–ขไฟ‚่€…ใŒ่จผ่จ€ ็ท่ฃ้ธใŒใใฃใ‹ใ‘ใ‹๏ผˆๅ…จๆ–‡๏ผ‰". ใƒ‡ใ‚คใƒชใƒผๆ–ฐๆฝฎ (dalam bahasa Jepang). 2021-12-15. Diakses tanggal 2025-10-15.
  81. ^ ใ€Œ้€ฑๅˆŠๆ–‡ๆ˜ฅใ€็ทจ้›†้ƒจ. "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ๆ”ฟ่ชฟไผš้•ทใฎๅ†ๅฉšใ€€ๅคซใฎๅฑฑๆœฌๆ‹“ใƒปๅ‰่ก†้™ข่ญฐๅ“กใŒใ€Œ้ซ˜ๅธ‚ๅง“ใ€ใซ | ๆ–‡ๆ˜ฅใ‚ชใƒณใƒฉใ‚คใƒณ". ๆ–‡ๆ˜ฅใ‚ชใƒณใƒฉใ‚คใƒณ (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-15.
  82. ^ "้ซ˜ๅธ‚ๆฐใ€็ตŒๆธˆๅฎ‰ไฟ็›ธๅฐฑไปปใ€Œใคใ‚‰ใ„ๆ€ใ„ใ€ ๅ‰ไปป่€…ใฎ็•™ไปป่ฆๆœ›". ๆ—ฅๆœฌ็ตŒๆธˆๆ–ฐ่ž (dalam bahasa Jepang). 15 August 2022. Diakses tanggal 21 October 2025.
  83. ^ "Japan Seeks Security Clearance System in Line With US Allies". Bloomberg. 31 May 2023.
  84. ^ "Japan's Diet enacts law to create economic security clearance system". Japan Wire by KYODO NEWS (dalam bahasa Inggris). 10 May 2024. Diakses tanggal 21 October 2025.
  85. ^ "LDP Considers Sale of NTT Shares in Bid to Strengthen Defense". JAPAN Forward (dalam bahasa American English). 30 August 2023. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 September 2023. Diakses tanggal 21 October 2025.
  86. ^ ๆ—ฅๆœฌๆ”พ้€ๅ”ไผš. "้ซ˜ๅธ‚ๆฐ ็ท่ฃ้ธ ็ซ‹ๅ€™่ฃœ่กจๆ˜Žใ€Œๆ—ฅๆœฌใ‚’ใ‚‚ใ†ไธ€ๅบฆไธ–็•Œใฎใฆใฃใบใ‚“ใซใ€ | NHK". NHKใƒ‹ใƒฅใƒผใ‚น (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-06.
  87. ^ Inc, Nikkei (2024-09-09). "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ๆฐใŒ่‡ชๆฐ‘ๅ…š็ท่ฃ้ธใธๅ‡บ้ฆฌ่กจๆ˜Ž๏ฝขๆ—ฅๆœฌใ‚’ใฆใฃใบใ‚“ใซ๏ฝฃ". ๆ—ฅๆœฌ็ตŒๆธˆๆ–ฐ่ž (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-06.
  88. ^ MEL (28 September 2024) "Shigeu Ishida Akhirnya Menjadi PM Baru Jepang" Rakyat Merdeka. hal 10
  89. ^ Inc, Nikkei (2024-09-28). "่‡ชๆฐ‘ๅ…šใƒป้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ๆฐใ€็ทๅ‹™ไผš้•ทใธใฎๅฐฑไปปๆ‰“่จบใ‚’ๅ›บ่พž". ๆ—ฅๆœฌ็ตŒๆธˆๆ–ฐ่ž (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-23.
  90. ^ ใƒ—ใƒ้นฟๅณถ (2024-10-01). "(2ใƒšใƒผใ‚ธ็›ฎ)ใ€Œใ‚ซใƒซใƒˆใ ใ‚ˆใ€‚ๅฑใชใ„ใ‚ˆใญใ€็Ÿณ็ ด่Œ‚ๆ–ฐไฝ“ๅˆถใ‚’็”Ÿใ‚“ใ "็ฉถๆฅตใฎ้ธๆŠž" ่‡ชๆฐ‘ๅ…š่ญฐๅ“กใŸใกใŒ้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ใ‚’้ธใฐใชใ‹ใฃใŸ"ๆƒณๅƒไปฅไธŠใฎๅซŒๆ‚ชๆ„Ÿ"ใจใฏ". ๆ–‡ๆ˜ฅใ‚ชใƒณใƒฉใ‚คใƒณ (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-23.
  91. ^ ๆตฉ, ๆธก่พบ (2024-09-30). "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ๆฐๆ”ฏๆดใฎ่—คๅทๆ™‹ไน‹ๅŠฉๆฐใ€Œใƒใƒƒใƒˆใงๅ‹ใกๆดพ้–ฅใซ่ฒ ใ‘ใŸใ€ใ€Œๅฒธ็”ฐๆ–‡้›„ๆฐใฏไปŠๅพŒใ‚‚ๆจฉๅŠ›่€…ใ€". ็”ฃ็ตŒๆ–ฐ่ž๏ผš็”ฃ็ตŒใƒ‹ใƒฅใƒผใ‚น (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-23.
  92. ^ "PM contender Takaichi vows fiscal expansion to make Japan a 'Rising Sun' again". Reuters. 18 September 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 October 2025.
  93. ^ Inc, Nikkei (2025-09-18). "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ๆฐใ€่‡ชๆฐ‘ๅ…š็ท่ฃ้ธใธๅ‡บ้ฆฌ่กจๆ˜Ž ใ€Œๆœชๆฅใธใฎไธๅฎ‰ใ‚’ๅธŒๆœ›ใซๅค‰ใˆใ‚‹ใ€". ๆ—ฅๆœฌ็ตŒๆธˆๆ–ฐ่ž (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-06.
  94. ^ a b "ใ€ˆ่ฉณใ—ใใ€‰้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ๆฐใฎๅ‡บ้ฆฌไผš่ฆ‹ ้‡Žๅ…šใจใฎ้€ฃๆบใ€Œ่‡ชๅ…ฌ้€ฃ็ซ‹ใฎไธŠใงใ€ๅŸบๆœฌๆ”ฟ็ญ–ใŒๅˆ่‡ดใ™ใ‚‹ๅ…šใจ้€ฃ็ซ‹ๆ”ฟๆจฉใ‚’็ต„ใ‚€ใ€๏ผšๆฑไบฌๆ–ฐ่žใƒ‡ใ‚ธใ‚ฟใƒซ". ๆฑไบฌๆ–ฐ่žใƒ‡ใ‚ธใ‚ฟใƒซ (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-06.
  95. ^ Kaneko, Kaori; Swift, Rocky (8 September 2025). "Japan PM hopefuls prepare leadership bids, markets recoil". Reuters. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 September 2025. Diakses tanggal 8 September 2025.
  96. ^ Murakami, Sakura (28 September 2025). "Japan Polls Split on Whether Koizumi or Takaichi Leads LDP Race". Bloomberg News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 October 2025. Diakses tanggal 30 September 2025.
  97. ^ a b "Takaichi Sanae, the hardline nationalist who may soon lead Japan". The Economist. ISSNย 0013-0613. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 October 2025. Diakses tanggal 4 October 2025.
  98. ^ "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ใƒป่‡ชๆฐ‘ๅ…šๆ–ฐ็ท่ฃใฎๅคซใŒๅฆปใฎๆ€ใ„ไปฃๅผ ๅ…ƒ่ก†้™ข่ญฐๅ“กใฎๅฑฑๆœฌๆ‹“ๆฐใ€็ฆไบ•็œŒ้ฏ–ๆฑŸๅธ‚ๅ‡บ่บซ | ๆ”ฟๆฒปใƒป่กŒๆ”ฟ | ็ฆไบ•ใฎใƒ‹ใƒฅใƒผใ‚น". ็ฆไบ•ๆ–ฐ่žONLINE (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-06.
  99. ^ "็ท่ฃ้ธ"ใƒใ‚นใƒˆ็Ÿณ็ ด"ใƒฌใƒผใ‚น้ก”ใถใ‚Œ็ถšใ€… "ใƒชใƒ™ใƒณใ‚ธ"ใธ็€ใ€…โ€ฆ้ซ˜ๅธ‚ๆฐใƒปๅฐๆณ‰ๆฐ ใใ‚Œใžใ‚Œใฎไฝœๆˆฆใฏ๏ผŸใ€ใƒใƒณใ‚ญใ‚ทใƒฃ๏ผใ€‘๏ผˆๆ—ฅใƒ†ใƒฌNEWS NNN๏ผ‰". Yahoo!ใƒ‹ใƒฅใƒผใ‚น (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-23.
  100. ^ "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—๏ผˆ64๏ผ‰ใฎ็œ‰ๆฏ›ใ‚„ๅฃ็ด…ใŒๆฟ€ๅค‰ใ€"ใƒชใƒ™ใƒฉใƒซ่‰ฒ"ใฎใ‚ธใƒฃใ‚ฑใƒƒใƒˆใ‚‚โ€ฆ็นฐใ‚Š่ฟ”ใ—ๆŒ‡ๆ‘˜ใ•ใ‚ŒใฆใใŸๅค–่ฆ‹ใฎ่ชฒ้กŒใจ"ๅค‰่บซ่จˆ็”ป"ใฎๅŠนๆžœ๏ผˆๆ–‡ๆ˜ฅใ‚ชใƒณใƒฉใ‚คใƒณ๏ผ‰ - Yahoo!ใƒ‹ใƒฅใƒผใ‚น". Yahoo!ใƒ‹ใƒฅใƒผใ‚น (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-23.
  101. ^ "ใ€Œใพใ•ใซ็œ‰ๆฏ›้ฉๅ‘ฝโ€ฆ๏ผใ€้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ๆ–ฐ็ท่ฃใฏใชใœใ€Œๆ€–ใ„็œ‰ใ€ใ‚’ๆจใฆใŸใฎใ‹๏ผ๏ผŸใ€Œๅผทใ•ใ€ใ‹ใ‚‰ใ€Œ่ฆชใ—ใฟใ€ใธโ€ฆใ‚คใƒกใƒผใ‚ธๆˆฆ็•ฅใŒๅฅๅŠŸใ‹๏ผˆLASISA๏ผ‰". Yahoo!ใƒ‹ใƒฅใƒผใ‚น (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-23.
  102. ^ "Sanae Takaichi set to become Japan's first female prime minister". BBC News. 4 October 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 October 2025. Diakses tanggal 4 October 2025.
  103. ^ https://mainichi.jp/english/articles/20251007/p2g/00m/0na/010000c
  104. ^ a b "Takaichi could tolerate another BOJ rate hike by January, economic adviser says". Reuters. 6 October 2025. Diakses tanggal 13 October 2025.
  105. ^ "Japan stocks hit record highs as Sanae Takaichi's LDP victory drives yen past 150". MSN. 6 October 2025. Diakses tanggal 13 October 2025.
  106. ^ "Takaichi Win Sends Yen Plunging With Bonds as Stocks Jump". Bloomberg. 6 October 2025. Diakses tanggal 13 October 2025.
  107. ^ a b Jie, Lim Hui (2025-10-10). "Takaichi's bid for Japan's premiership jolted as Komeito quits ruling coalition, NHK reports". CNBC (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-10.
  108. ^ a b "Japan in political crisis as coalition collapses". France 24 (dalam bahasa Inggris). October 10, 2025. Diakses tanggal 2025-10-11.
  109. ^ "Japan's ruling coalition splits, throwing Takaichi's PM bid into doubt". Reuters. 10 October 2025. Diakses tanggal 10 October 2025.
  110. ^ "ใ€้€Ÿๅ ฑใ€‘ๅ…ฌๆ˜Žไปฃ่กจใ€ๅฐ†ๆฅใฎๅ†้€ฃ็ซ‹ใฎๅฏ่ƒฝๆ€งใซ่จ€ๅŠ". 47NEWS (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-18.
  111. ^ "Takaichi Apologizes over Komeito's Coalition Dissolution - JIJI PRESS". jen.jiji.com. Diakses tanggal 2025-10-15.
  112. ^ "LDP head Takaichi asks opposition JIP to form coalition ahead of PM vote". Kyodo News. 15 October 2025. Diakses tanggal 15 October 2025.
  113. ^ "Japan yet to schedule vote on new PM as coalition talks drag on". Reuters. 15 October 2025. Diakses tanggal 15 October 2025.
  114. ^ "Sanae Takaichi poised to become Japan's first woman PM as vote set for October 21". India Today. 17 October 2025. Diakses tanggal 20 October 2025.
  115. ^ Doyle, Kevin. "Japan coalition set to back Takaichi as first woman prime minister: Reports". Al Jazeera (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-20.
  116. ^ "Japan's LDP, Ishin agree to form coalition government, Kyodo says". Reuters. 19 October 2025. Diakses tanggal 19 October 2025.
  117. ^ Semans, Himari; Ninvaggi, Gabrielle; Takahara, Kanako (20 October 2025). "Path clears for Takaichi to become PM as LDP and JIP agree to form coalition". The Japan Times. Diakses tanggal 21 October 2025.
  118. ^ "Sanae Takaichi wins historic vote to become Japan's first female prime minister". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). 21 October 2025. Diakses tanggal 21 October 2025.
  119. ^ Ninivaggi, Gabriele (21 October 2025). "Sanae Takaichi makes history as Japan's first female prime minister". The Japan Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 21 October 2025.
  120. ^ "ใ€Œ้ซ˜ๅธ‚ๅ†…้–ฃใ€็™บ่ถณ ๅˆๅ…ฅ้–ฃใฏ10ไบบ ๅฐฑไปปไผš่ฆ‹ใงๆ”ฟๆจฉ้‹ๅ–ถใฎๆ–น้‡ใ‚„ไบบไบ‹ใฎ็‹™ใ„ใชใฉ่ชฌๆ˜Žใธ". TBS CROSS DIG with Bloomberg (dalam bahasa Jepang). 21 October 2025. Diakses tanggal 21 October 2025.
  121. ^ a b McCurry, Justin (21 October 2025). "Sanae Takaichi appoints just two women to cabinet after becoming Japan's first female PM". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSNย 0261-3077. Diakses tanggal 21 October 2025.
  122. ^ "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ใƒป่‡ชๆฐ‘ๅ…š็ท่ฃใ€็ฌฌ104ไปฃ้ฆ–็›ธใซ้ธๅ‡บ ๆ†ฒๆ”ฟๅฒไธŠๅˆใฎๅฅณๆ€งๅฎฐ็›ธ" [LDP President Sanae Takaichi is 104th Prime Minister and the First Woman to Hold the Role since the Introduction of Constitutional Government]. BBC News (dalam bahasa Jepang). 21 October 2025. Diakses tanggal 22 October 2025.
  123. ^ Seo, Bo-beom (2025-10-21). "Takaichi's Cabinet Names Rival Koizumi as Defense Minister". The Chosun Daily (dalam bahasa Korea). Diakses tanggal 2025-10-22.
  124. ^ Abe, Yuta; Misawa, Daiki (22 October 2025). "Japan Prime Minister Seeks Party Unity in New Cabinet; LDP Campaign Rivals Named to Key Posts". Japan News (dalam bahasa Jepang). Yomiuri Shimbun. Diakses tanggal 22 October 2025.
  125. ^ MacArthur Bosack, Michael (22 October 2025). "Breaking down Sanae Takaichi's Cabinet picks". Japan Times. Diakses tanggal 22 October 2025.
  126. ^ Ninivaggi, Gabriele (21 October 2025). "Who is Minoru Kihara, Takaichi's new 'cool-headed' spokesman?". The Japan Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 October 2025. Diakses tanggal 22 October 2025.
  127. ^ "PM Takaichi sets priorities in first news conference". NHK News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 October 2025.
  128. ^ "Exclusive: Japan's new PM is preparing large economic stimulus to tackle inflation, sources say". 22 October 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 October 2025.
  129. ^ "Japan's new Prime Minister Takaichi delivers her first policy speech".
  130. ^ "Japan's new leader vows to further boost defense spending as regional tensions rise". AP News (dalam bahasa Inggris). 24 October 2025. Diakses tanggal 2025-10-24.
  131. ^ a b Ninivaggi, Gabriele (24 October 2025). "Takaichi focuses on economic and security concerns in first policy speech". The Japan Times (dalam bahasa Inggris).
  132. ^ "Japan's New Government Boasts High Approval Ratings". thediplomat.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 December 2025. Diakses tanggal 2025-11-09.
  133. ^ "Takaichi Cabinet's High Approval from Independent Voters Seen in Long-Term Administrations". The Japan News. 4 November 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 December 2025.
  134. ^ espaรฑol, MARI YAMAGUCHI Leer en (2026-01-23). "Japan will hold an early election next month as Takaichi aims to capitalize on her popularity". AP News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-13.
  135. ^ Takahara, Kanako; Tang, Francis; Ninivaggi, Gabriele (2026-02-09). "LDP secures two-thirds supermajority in Lower House election victory". The Japan Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-13.
  136. ^ "Japan election: PM Sanae Takaichi set for landslide win". www.bbc.com (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2026-02-08. Diakses tanggal 2026-02-13.
  137. ^ Johnson, Jesse (27 October 2025). "Takaichi makes diplomatic debut with ASEAN maritime security and AI pledge". The Japan Times (dalam bahasa Inggris).
  138. ^ "Japan PM Takaichi meets Philippine President Marcos in Malaysia".
  139. ^ "New Japan Prime Minister Takaichi set for global diplomatic stage".
  140. ^ "FOCUS: Japan's new PM Takaichi makes mark at ASEAN amid China concerns". Japan Wire by KYODO NEWS (dalam bahasa Inggris). 28 October 2025.
  141. ^ Ota, Narumi (27 October 2025). "Takaichi calls for closer maritime security ties with ASEAN members" (dalam bahasa English). The Asahi Shimbun. Diakses tanggal 28 October 2025. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  142. ^ "Trump lauds Japan's 'great' female leader, signs rare earths deal".
  143. ^ "US, Japan leaders ink rare earths, nuclear power tie-ups ahead of Trump-Xi meet this week".
  144. ^ "Trump ends Japan leg of Asia tour after meeting Sanae Takaichi". www.bbc.com. 28 October 2025.
  145. ^ "Donald Trump and Sanae Takaichi promise 'golden age' for US-Japan alliance". www.ft.com.
  146. ^ Chambers, Francesca (28 October 2025). "A strong handshake and another Nobel Prize nod for Trump in Japan". USA Today. Diakses tanggal 28 October 2025.
  147. ^ "้ซ˜ๅธ‚้ฆ–็›ธใ€็ฟ’่ฟ‘ๅนณไธปๅธญใจๅˆไผš่ซ‡ ใ€Œๆˆฆ็•ฅ็š„ไบ’ๆต้–ขไฟ‚ใ€ใ€Œๅปบ่จญ็š„ใ‹ใคๅฎ‰ๅฎš็š„ใช้–ขไฟ‚ใ€็ขบ่ช". Sankei Shimbun. 31 October 2025. Diakses tanggal 8 November 2025.
  148. ^ "่Œ‚ๆœจๅค–็›ธใ€ไธญๅ›ฝๆŠ—่ญฐใซใ€Œๅ่ซ–ใ—ใŸใ€ ้ซ˜ๅธ‚้ฆ–็›ธใจๅฐๆนพไปฃ่กจใจใฎไผš่ซ‡ๅทกใ‚Š". Mainichi Shimbun. Diakses tanggal 8 November 2025.
  149. ^ a b "Japan censures 'extremely inappropriate' remarks by Chinese envoy as Taiwan furore escalates". Reuters. 10 November 2025. Diakses tanggal 10 November 2025.
  150. ^ "Japan protests 'inappropriate' post by Chinese consul-general on Takaichi remark". NHK World. 2025-11-10. Diakses tanggal 2025-11-10.
  151. ^ "China Escalates Japan Spat With Threats of Economic Reprisal". Bloomberg News. 17 November 2025. Diakses tanggal 17 November 2025.
  152. ^ Chen, Laurie; Geddie, John (November 2025). "Japan rebukes Chinese diplomat as Taiwan furore escalates". Reuters. Diakses tanggal 18 November 2025.
  153. ^ Geddie, John; Lee, Liz (November 2025). "'Crossed the line': Chinese state media blast Japan PM as Taiwan spat rumbles on". Reuters. Diakses tanggal 18 November 2025.
  154. ^ a b France-Presse, Agence (2025-11-15). "China advises against travel to Japan amid escalating row over PM's Taiwan comments". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSNย 0261-3077. Diakses tanggal 2025-11-15.
  155. ^ Geddie, John; Lee, Liz (November 2025). "Japan warns citizens in China about safety as diplomatic crisis deepens". Reuters. Diakses tanggal 18 November 2025.
  156. ^ Davidson, Helen; McCurry, Justin (2025-11-16). "China sends coast guard to Senkaku islands amid row with Japan". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSNย 0261-3077. Diakses tanggal 2025-11-16.
  157. ^ "Takaichi Sanae, the hardline nationalist who may soon lead Japan". The Economist. 26 September 2025. Diakses tanggal 27 September 2025.
  158. ^ "Japanese PM denies media reports of his resignation after bruising election loss". France 24. 23 July 2025. Diakses tanggal 24 July 2025. Ishiba defeated hardline conservative Sanae Takaichi in a party leadership runoff last year.
  159. ^ Inagaki, Kana (8 September 2021). "Sanae Takaichi outlines bid to become Japan's first female prime minister". Financial Times. Tokyo. Diakses tanggal 24 July 2025.
  160. ^ McCurry, Justin (7 September 2025). "Japan PM Shigeru Ishiba to resign amid fallout from disastrous elections". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSNย 0261-3077. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 September 2025. Diakses tanggal 8 September 2025.
  161. ^ Mark, Craig (6 September 2021). "Who will replace Yoshihide Suga as Japan's prime minister? Here's a rundown of the candidates". The Conversation. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 September 2021. Diakses tanggal 24 July 2025.
  162. ^ ""Abe's reshuffle promotes right-wingers". KoreaJoongangDaily.joins.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2014-09-04. Diakses tanggal 18 June 2015.
  163. ^ Johnston, Eric (9 September 2024). "Sanae Takaichi unveils LDP president bid with call for party's rebirth". The Japan Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 September 2024. Diakses tanggal 24 July 2025.
  164. ^ Ryall, Julian (10 February 2024). "Japan: Election looms as key test for new PM". Deutsche Welle. Tokyo. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 October 2024. Diakses tanggal 24 July 2025.
  165. ^ "Politicians accused of extremism after photos with Japanese far-right leader". South China Morning Post. 9 September 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 September 2014. Diakses tanggal 24 July 2025.
  166. ^ "A Hard-Line Conservative Hopes to Be Japan's First Female Leader (Published 2021)". 2021-09-20. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 September 2021. Diakses tanggal 2025-09-12.
  167. ^ "Sanae Takaichi Is Likely to Be Japan's Next Leader. Who Is She?". The New York Times. 4 October 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 October 2025.
  168. ^ a b "Does Sanae Takaichi have a real shot at becoming Japan's first female leader?". The Japan Times. 25 September 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 September 2024. Diakses tanggal 27 September 2025.
  169. ^ "Will 'Iron Lady' Takaichi Sanae Be Japan's First Female Prime Minister?". The Diplomat. 24 September 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 September 2025. Diakses tanggal 27 September 2025.
  170. ^ "Japan's 'Iron Lady' Sanae Takaichi appeals to China hawks before LDP vote". South China Morning Post. 21 September 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 September 2021. Diakses tanggal 27 September 2025.
  171. ^ "Who is Japan's 'Iron Lady' Sanae Takaichi?". BBC News. 4 October 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 October 2025. Diakses tanggal 4 October 2025.
  172. ^ a b c "ๅŸบๆœฌ็†ๅฟต | ้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—(ใŸใ‹ใ„ใกใ•ใชใˆ)". www.sanae.gr.jp. Diakses tanggal 2025-10-17.
  173. ^ "ๆ†ฒๆณ•ๆ”นๆญฃใ—ใ€Œๅ›ฝ้˜ฒ่ปใ€ๆ˜Ž่จ˜ ้ซ˜ๅธ‚ๆฐใ€ๆœˆๅˆŠ่ชŒใงไฟๅฎˆๅผท่ชฟใ€ŒไปŠใฎ่‡ชๆฐ‘ๅ…šๆกˆใ‚ˆใ‚Šใƒ™ใ‚ฟใƒผใ ใ€๏ผšๆฑไบฌๆ–ฐ่žใƒ‡ใ‚ธใ‚ฟใƒซ". ๆฑไบฌๆ–ฐ่žใƒ‡ใ‚ธใ‚ฟใƒซ (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-17.
  174. ^ ๆ…Žๅนณ, ๅฅฅๅŽŸ (2025-04-22). "่‡ชๆฐ‘ใƒป้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ๆฐใ€ๅฒฉๅฑ‹ๅค–็›ธใฏใ€Œไฟๅฎˆใ˜ใ‚ƒใชใ„ใ€ ๅ›ฝๆ——ๆๅฃŠ็ฝชๆณ•ๆกˆ้˜ปใพใ‚ŒใŸใ€Œๆจใฟใ€ๆ˜Žใ‹ใ™". ็”ฃ็ตŒๆ–ฐ่ž๏ผš็”ฃ็ตŒใƒ‹ใƒฅใƒผใ‚น (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-17.
  175. ^ "ๆ—ฅๆœฌๅ›ฝๆ——ๆๅฃŠ็ญ‰ใฎ็ฝชใ‚’ๆ–ฐ่จญใ™ใ‚‹ใ€Žๅˆ‘ๆณ•ๆ”นๆญฃๆกˆใ€ใฎๅ†ๆๅ‡บใซๅ‘ใ‘ใฆ | 8ๆœŸ็›ฎใฎๆฐธ็”ฐ็”บใ‹ใ‚‰ใ€€ๅนณๆˆ29ๅนด11ๆœˆ๏ฝž | ใ‚ณใƒฉใƒ  | ้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—(ใŸใ‹ใ„ใกใ•ใชใˆ)". www.sanae.gr.jp. Diakses tanggal 2025-10-17.
  176. ^ a b "ใ€ใ‚ใŒๆ”ฟๆจฉๆง‹ๆƒณใ€‘ๆ—ฅๆœฌ็ตŒๆธˆๅผท้ญๅŒ–่จˆ็”ป๏ฝœ้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹— | Hanadaใƒ—ใƒฉใ‚น". Hanadaใƒ—ใƒฉใ‚นโ”‚ๆœˆๅˆŠ่ชŒใƒปๆœˆๅˆŠใ€ŽHanadaใ€ใ‚ฆใ‚งใƒ–็‰ˆ. Diakses tanggal 2025-10-17.
  177. ^ Maslow, Sebastian (6 October 2025). "Is Sanae Takaichi Japan's Margaret Thatcher โ€” or its next Liz Truss?". The Conversation. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 October 2025. Diakses tanggal 6 October 2025.
  178. ^ Khan, Sana (2 October 2025). "Strategic Spending in an Age of Uncertainty: Takaichi's Bid for Japan's Premiership". Modern Diplomacy. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 October 2025. Diakses tanggal 5 October 2025.
  179. ^ Brasor, Philip (25 September 2021). "Sanae Takaichi asserts her independence with the media". The Japan Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 September 2021. Diakses tanggal 13 October 2021.
  180. ^ "Japan PM hopeful Takaichi eager to boost deficit-covering bonds if needed". Kyodo News. 23 September 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 September 2025. Diakses tanggal 5 October 2025.
  181. ^ a b "ใ€ใ‚ใŒๆ”ฟๆจฉๆง‹ๆƒณใ€‘ๆ—ฅๆœฌ็ตŒๆธˆๅผท้ญๅŒ–่จˆ็”ป๏ฝœ้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—". Hanada (dalam bahasa Jepang). 3 September 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 September 2021. Diakses tanggal 6 September 2025.
  182. ^ "้ซ˜ๅธ‚ๆฐใ€Œๆฒป็™‚่–ฌใ‚„ใƒฏใ‚ฏใƒใƒณใ‚’ๆ—ฅๆœฌใงไฝœใ‚‹ใŸใ‚ใฎๆŠ•่ณ‡ใซๅ›ฝ่ฒปใ‚’ใ€โ€ฆ๏ผด๏ผถ็•ช็ต„ใง่จดใˆ". ่ชญๅฃฒๆ–ฐ่ž (dalam bahasa Jepang). 12 September 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 September 2021.
  183. ^ Rich, Motoko; Inoue, Makiko; Hida, Hikari (20 September 2021). "A Hard-Line Conservative Hopes to Be Japan's First Female Leader". The New York Times. ISSNย 0362-4331. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-09-20. Diakses tanggal 16 August 2024.
  184. ^ Jha, Preeti (3 March 2021). "The couples accused of destroying Japan's families". BBC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-03-03. Diakses tanggal 16 August 2024.
  185. ^ ็”ฃ็ตŒๆ–ฐ่ž (2021-08-25). "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ๆฐใ€Œ็ท่ฃ้ธใซไฝ•ใŒไฝ•ใงใ‚‚็ซ‹ๅ€™่ฃœใ€ ๆœˆๅˆŠๆญฃ่ซ–ใง". ็”ฃ็ตŒๆ–ฐ่ž๏ผš็”ฃ็ตŒใƒ‹ใƒฅใƒผใ‚น (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-07.
  186. ^ "็š‡ๅฎคๅ…ธ็ฏ„ๅ•้กŒใซใคใ„ใฆ | 4ๆœŸ็›ฎใฎๆฐธ็”ฐ็”บใ‹ใ‚‰(1)ใ€€ๅนณๆˆ17ๅนด10ๆœˆ๏ฝžๅนณๆˆ18ๅนด9ๆœˆ | ใ‚ณใƒฉใƒ  | ้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—(ใŸใ‹ใ„ใกใ•ใชใˆ)". www.sanae.gr.jp. Diakses tanggal 2025-10-07.
  187. ^ a b "ๆ—ฅๆœฌ็ปงไปป้ฆ–็›ธไบ‰ๅคบๆˆ˜ ไธญๅ›ฝๅ˜ๆˆๅ‘็ƒง่ฏ้ข˜". ็พŽๅ›ฝไน‹้Ÿณ (dalam bahasa Tionghoa). 23 September 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 May 2025. Diakses tanggal 4 October 2025.
  188. ^ ็”ฃ็ตŒๆ–ฐ่ž (9 September 2024). "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ๆฐใ€ไธญๅ›ฝใซใ€Œ่จ€ใ†ในใใฏ่จ€ใ†ใ€ๅฐ–้–ฃใƒ–ใ‚คใฏๆ’คๅŽป ้Ÿ“ๅ›ฝใฏใ€Œๆ˜ญๅ’Œใ‚ฝใƒณใ‚ฐไบบๆฐ—ใ†ใ‚Œใ—ใ„ใ€". ็”ฃ็ตŒๆ–ฐ่ž๏ผš็”ฃ็ตŒใƒ‹ใƒฅใƒผใ‚น (dalam bahasa Jepang). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 September 2024. Diakses tanggal 4 October 2025.
  189. ^ "่‡ชๆฐ‘ใƒป้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ๆฐใ€Œๅฐ–้–ฃใซๅทฅไฝœ็‰ฉ่จญ็ฝฎใ€้žๅธธใซๅคงไบ‹ใ ใ€ใจไธปๅผต". ๆฏŽๆ—ฅๆ–ฐ่ž (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-17.
  190. ^ ็”ฑ็ซ , ่ฅฟ่ฆ‹ (4 October 2025). "ๅฐๆนพใฎ้ ผ็ท็ตฑใ€Œ้ซ˜ๅธ‚ๆฐใฏๅฐๆนพใฎๆบใ‚‹ใŽใชใ„ๅ‹ไบบใ€ใจ็ฅๆ„ 4ๆœˆใฎ่จชๅฐใงไผš่ซ‡ใ€้€ฃๆบๅผทๅŒ–ใงไธ€่‡ด". ็”ฃ็ตŒๆ–ฐ่ž๏ผš็”ฃ็ตŒใƒ‹ใƒฅใƒผใ‚น (dalam bahasa Jepang). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 October 2025. Diakses tanggal 4 October 2025.
  191. ^ ็”ฃ็ตŒๆ–ฐ่ž (2022-05-05). "่‡ชๆฐ‘ใƒป้ซ˜ๅธ‚ๆฐใ€Œๆ‹›ใ‹ใ‚Œใฆใ‚‚่กŒใ‹ใ‚“ใ‚ใ„๏ผใ€ ใƒญใ‚ทใ‚ขๅ…ฅๅ›ฝ็ฆๆญขใง". ็”ฃ็ตŒๆ–ฐ่ž๏ผš็”ฃ็ตŒใƒ‹ใƒฅใƒผใ‚น (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-08.
  192. ^ "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ๆฐใ€ใ‚ฆใ‚ฏใƒฉใ‚คใƒŠไพตๆ”ปใฏใ€Œ้ ใ„ใจใ“ใ‚ใฎ่ฉฑใงใฏใชใ„ใ€ ้žๆ ธไธ‰ๅŽŸๅ‰‡ใ€ŒๆŒใก่พผใพใ›ใšใ€ใฏใ€Œๅ…šๅ†…ใง่ญฐ่ซ–ใ‚’ใ€๏ผˆใ‚นใƒใƒ‹ใƒใ‚ขใƒใƒƒใ‚ฏใ‚น๏ผ‰ - Yahoo!ใƒ‹ใƒฅใƒผใ‚น". Yahoo!ใƒ‹ใƒฅใƒผใ‚น (dalam bahasa Jepang). Diarsipkan dari asli tanggal 7 March 2022. Diakses tanggal 5 October 2025.
  193. ^ "Japan's first female leader is an ultraconservative star from a male-dominated party". POLITICO (dalam bahasa Inggris). 2025-10-21. Diakses tanggal 2025-10-25.
  194. ^ McCurry, Justin (2025-10-21). "Sanae Takaichi: Japan's first female PM, who cites Thatcher as an influence". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSNย 0261-3077. Diakses tanggal 2025-10-25.
  195. ^ "Will Japan's new PM reopen old war wounds with South Korea?". South China Morning Post (dalam bahasa Inggris). 2025-10-09. Diakses tanggal 2025-10-25.
  196. ^ "Takaichi's 'South Korea climbing up' remark resurfaces in PM race". The Chosun Daily. 10 September 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 October 2025. Diakses tanggal 5 October 2025.
  197. ^ "้ฆ–็›ธใซใชใฃใฆใ‚‚้–ๅ›ฝๅ‚ๆ‹ใ€€้ซ˜ๅธ‚ๆฐใŒๆ„ๆฌฒใ€Œไธญ้€”ๅŠ็ซฏใฏใคใ‘ไธŠใŒใ‚‹ใ€". ๆฏŽๆ—ฅๆ–ฐ่ž (dalam bahasa Jepang). 19 February 2022. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 February 2022. Diakses tanggal 5 October 2025. ้ฆ–็›ธใฎๅ‚ๆ‹ใซใฏไธญๅ›ฝใ‚„้Ÿ“ๅ›ฝใฎๅ็™บใŒไบˆๆƒณใ•ใ‚Œใ‚‹ใŒใ€้ซ˜ๅธ‚ๆฐใฏใ€Œ้€”ไธญใงๅ‚ๆ‹ใ‚’ใ‚„ใ‚ใ‚‹ใชใฉไธญ้€”ๅŠ็ซฏใชใ“ใจใ‚’ใ™ใ‚‹ใ‹ใ‚‰็›ธๆ‰‹ใŒใคใ‘ไธŠใŒใ‚‹ใ€ใจๅผท่ชฟใ—ใŸใ€‚
  198. ^ "ใ€Œget cockyใ€ใฎๆ„ๅ‘ณใƒปไฝฟใ„ๆ–นใƒป่กจ็พ". ่‹ฑ่พž้ƒŽ on the WEB (dalam bahasa Jepang). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 October 2025. Diakses tanggal 5 September 2025. ็”Ÿๆ„ๆฐ—ใชๆ…‹ๅบฆใ‚’ๅ–ใ‚‹ใ€่ธใ‚“ๅใ‚Š่ฟ”ใ‚‹ใ€ๅ›ณใซไน—ใ‚‹ใ€ใคใ‘ไธŠใŒใ‚‹ใ€ๆฐ—ๅ–ใ‚‹
  199. ^ "Japanese minister Takaichi visits Yasukuni Shrine". The Japan Times. 23 April 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 April 2024. Diakses tanggal 16 August 2024.
  200. ^ "Three Cabinet ministers visit war-linked Yasukuni Shrine". The Japan Times. 15 August 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 August 2024. Diakses tanggal 16 August 2024.
  201. ^ a b "Japan's Likely New Prime Minister Could Unnerve the Region". thediplomat.com (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 October 2025. Diakses tanggal 21 October 2025.
  202. ^ "็š†ๆง˜ใธใฎๅพก็คผโ‘ ๏ผšๆ‘ๅฑฑ่ซ‡่ฉฑ็™บ่จ€ใซ้–ขใ™ใ‚‹ใƒกใƒผใƒซใซๅฏพใ—ใฆ | 6ๆœŸ็›ฎใฎๆฐธ็”ฐ็”บใ‹ใ‚‰ใ€€ๅนณๆˆ24ๅนด12ๆœˆ๏ฝžๅนณๆˆ26ๅนด12ๆœˆ | ใ‚ณใƒฉใƒ  | ้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—(ใŸใ‹ใ„ใกใ•ใชใˆ)". www.sanae.gr.jp. Diakses tanggal 2025-10-06.
  203. ^ "ๆ‘ๅฑฑ้ฆ–็›ธ่ซ‡่ฉฑใซ ้ซ˜ๅธ‚ๆฐ็–‘ๅ•ๅ‘ˆใ™ ๆญดๅฒ่ช่ญ˜ๅทกใ‚Š". ๆฒ–็ธ„ใ‚ฟใ‚คใƒ ใ‚น๏ผ‹ใƒ—ใƒฉใ‚น (dalam bahasa Jepang). 2021-09-16. Diakses tanggal 2025-10-06.
  204. ^ Inc, Nikkei (2014-08-21). "ๆ…ฐๅฎ‰ๅฉฆๅ•้กŒใ€Œๆ–ฐใŸใช่ซ‡่ฉฑใ‚’ใ€ ่‡ชๆฐ‘ใ€ๆ”ฟๅบœใซ่ฆ่ซ‹ใธ". ๆ—ฅๆœฌ็ตŒๆธˆๆ–ฐ่ž (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-06.
  205. ^ "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ๆฐใฎๆ”ฟ็ญ–ใƒปไธ–็•Œ่ฆณใ‚’ๅˆ†ๆžใ™ใ‚‹โ”€โ”€ใ€Œไฟๅฎˆใ€ใ‹ใ€Œๅณ็ฟผใ€ใ‹". Newsweek (dalam bahasa Jepang). 10 September 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 September 2025. Diakses tanggal 29 July 2025.
  206. ^ a b ไธญๅฑฑๆ–‡้ƒจ็ง‘ๅญฆๅคง่‡ฃใฎ้™ณ่ฌใฏๆฎ‹ๅฟต | ๅคงๅ’Œใฎๅ›ฝใ‹ใ‚‰ ๅนณๆˆ15ๅนด11ๆœˆ๏ฝžๅนณๆˆ17ๅนด8ๆœˆ | ใ‚ณใƒฉใƒ  | ้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—(ใŸใ‹ใ„ใกใ•ใชใˆ). Sanae.gr.jp (dalam bahasa Jepang). Diarsipkan dari asli tanggal 5 October 2025. Diakses tanggal 5 October 2025.
  207. ^ ๆ”ฟๆฒป้ƒจ, ๆ™‚ไบ‹้€šไฟก (October 4, 2025). "ๆ†ฒๆณ•ๆ”นๆญฃใ€้€ฃ็ซ‹ๆ‹กๅคงใŒ่ฉฆ้‡‘็Ÿณ ๏ผ•ๅ€™่ฃœใ€่‡ช่ก›้šŠๆ˜Ž่จ˜็›ฎๆŒ‡ใ™โ€•่‡ชๆฐ‘็ท่ฃ้ธ๏ผšๆ™‚ไบ‹ใƒ‰ใƒƒใƒˆใ‚ณใƒ ". ๆ™‚ไบ‹ใƒ‰ใƒƒใƒˆใ‚ณใƒ  (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-06.
  208. ^ "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ๆฐใพใ•ใ‹ใฎ่‡ชๆฐ‘ๆ–ฐ็ท่ฃ"็ˆ†่ช•"ใ‚‚ ใ‚ฟใ‚ซๆดพไบบๆฐ—ใจใ‚ขใƒ™ใƒปใƒ•ใ‚กใƒผใ‚นใƒˆใง็พๅฎŸๅ‘ณ". Nikkan Gendai (dalam bahasa Jepang). 6 September 2021. Diarsipkan dari asli tanggal 6 September 2021. Diakses tanggal 8 September 2025.
  209. ^ Manning, Daniel (6 October 2025). "Sanae Takaichi: What the Foreign Media Gets Wrong About Her". Japan Forward. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 October 2025. Diakses tanggal 6 October 2025.
  210. ^ "Takaichi Sanae and the Rise of Conservative Populism in Japan". thediplomat.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 October 2025. Diakses tanggal 2025-10-07.
  211. ^ "Japan anger at US troop incidents". 22 February 2008. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 February 2008. Diakses tanggal 6 October 2025.
  212. ^ a b "็ฑณๅ…ตไธ็ฅฅไบ‹ใจๆ—ฅ็ฑณๅœฐไฝๅ”ๅฎš่ฆ‹็›ดใ—่ซ– - ๆ—ฉ่‹—ใ‚ณใƒฉใƒ  | ้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—(ใŸใ‹ใ„ใกใ•ใชใˆ)". www.sanae.gr.jp. Diakses tanggal 2025-10-23.
  213. ^ "็ฑณๅ…ตไธ็ฅฅไบ‹ใจๆ—ฅ็ฑณๅœฐไฝๅ”ๅฎš่ฆ‹็›ดใ—่ซ–" (dalam bahasa Jepang). ้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—. 26 February 2008. Diarsipkan dari asli tanggal 22 June 2013. Diakses tanggal 5 September 2021.
  214. ^ "้ซ˜ๅธ‚ๆฐใ€ๆ ธๅ…ตๅ™จใ€ŒๆŒใก่พผใพใ›ใšใ€ใฏๆ‹กๅคงๆŠ‘ๆญขใจ็Ÿ›็›พ ใƒ†ใƒฌใƒ“็•ช็ต„ใง็™บ่จ€". ๆฏŽๆ—ฅๆ–ฐ่ž (dalam bahasa Jepang). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 September 2025. Diakses tanggal 5 October 2025.
  215. ^ Lee, Michelle Ye Hee; Tanaka, Chie (4 October 2025). "Sanae Takaichi is set to become Japan's first female prime minister". The Washington Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 October 2025. Diakses tanggal 5 October 2025.
  216. ^ "The conservative hardliner who could become Japan's first female PM". Financial Times. 30 September 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 September 2025. Diakses tanggal 5 October 2025.
  217. ^ a b c d e "้ซ˜ๅธ‚ๆฐใ€ŒๅŽŸ็™บไบ‹ๆ•…ใงๆญป่€…ใชใ—ใ€็™บ่จ€ใ€€ไธŽ้‡Žๅ…šใ‹ใ‚‰ๆ‰นๅˆคๅ™ดๅ‡บ". ๆฑไบฌๆ–ฐ่ž TOKYO Web (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-08.
  218. ^ "่‡ชๆฐ‘ใƒป็ฆๅณถ็œŒ้€ฃใŒ้ซ˜ๅธ‚ๆฐใซ็™บ่จ€ๆ’คๅ›žใ‚’่ฆๆฑ‚". MSN็”ฃ็ตŒใƒ‹ใƒฅใƒผใ‚น (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-08.
  219. ^ Company, The Asahi Shimbun. "้ซ˜ๅธ‚ๆฐใ€ๅŽŸ็™บ็™บ่จ€ใ‚’ๆ’คๅ›ž ่‡ชๆฐ‘็ฆๅณถ็œŒ้€ฃใฏๅ…šๆœฌ้ƒจใซๆŠ—่ญฐๆ–‡". ๆœๆ—ฅๆ–ฐ่žใƒ‡ใ‚ธใ‚ฟใƒซ (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-08.
  220. ^ "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ๆฐใ€Œๅค–ๅ›ฝไบบใŒๅฅˆ่‰ฏๅ…ฌๅœ’ใฎใ‚ทใ‚ซๆšด่กŒใ€ ็ช็„ถใฎไธปๅผตใฏใฉใ†ใ—ใฆ๏ผŸ ๆ€ฅไผธใ—ใŸๆ”ฟๅ…šใซไน—ใฃใ‹ใฃใŸใจใฎ่ฆ‹ๆ–นใ‚‚๏ผšๆฑไบฌๆ–ฐ่žใƒ‡ใ‚ธใ‚ฟใƒซ". ๆฑไบฌๆ–ฐ่žใƒ‡ใ‚ธใ‚ฟใƒซ (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-06.
  221. ^ "Japan's ruling party has elected Sanae Takaichi as new leader, and she's likely to become country's first female prime minister". CBS NEWS. 4 October 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 October 2025. Diakses tanggal 5 October 2025.
  222. ^ "Takaichi says she 'confirmed' deer-kicking by foreign tourists". The Asahi Shimbun. 25 September 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 September 2025. Diakses tanggal 5 October 2025.
  223. ^ "Japan's ruling party elects Sanae Takaichi as leader, likely to become first female PM". NPR. 4 October 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 October 2025. Diakses tanggal 5 October 2025.
  224. ^ "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ๆฐใ€Œๅค–ๅ›ฝไบบใŒๅฅˆ่‰ฏๅ…ฌๅœ’ใฎใ‚ทใ‚ซๆšด่กŒใ€ ็ช็„ถใฎไธปๅผตใฏใฉใ†ใ—ใฆ๏ผŸ ๆ€ฅไผธใ—ใŸๆ”ฟๅ…šใซไน—ใฃใ‹ใฃใŸใจใฎ่ฆ‹ๆ–นใ‚‚๏ผšๆฑไบฌๆ–ฐ่žใƒ‡ใ‚ธใ‚ฟใƒซ". ๆฑไบฌๆ–ฐ่žใƒ‡ใ‚ธใ‚ฟใƒซ (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-08.
  225. ^ "ใ€Œใƒœใƒฉใƒณใƒ†ใ‚ฃใ‚ขใ‚„ๆ—…้คจใ‹ใ‚‰่žใ„ใŸใ€็ง˜ๆ›ธใŒ่ชฌๆ˜Ž ้ซ˜ๅธ‚ๆฐใฎใ‚ทใ‚ซ่นดใ‚‹็™บ่จ€๏ผšๆœๆ—ฅๆ–ฐ่ž". ๆœๆ—ฅๆ–ฐ่ž (dalam bahasa Jepang). 2025-09-25. Diakses tanggal 2025-10-08.
  226. ^ ็”ฃ็ตŒๆ–ฐ่ž (2025-09-24). "ใ€Œๆฅตใ‚ใฆ้•ๅ’Œๆ„Ÿใ€็ซ‹ๆฐ‘ใƒป่“ฎ่ˆซๆฐ ่‡ชๆฐ‘็ท่ฃ้ธใง้ซ˜ๅธ‚ๆฐใ€Œๅค–ๅ›ฝไบบ่ฆณๅ…‰ๅฎขใŒๅฅˆ่‰ฏใฎใ‚ทใ‚ซใ‚’่นดใ‚‹ใ€". ็”ฃ็ตŒๆ–ฐ่ž๏ผš็”ฃ็ตŒใƒ‹ใƒฅใƒผใ‚น (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-08.
  227. ^ ๆ”ฟๆฒป้ƒจ, ๆ™‚ไบ‹้€šไฟก (2025-09-22). "ๅค–ๅ›ฝไบบใฏใ€Œๅฅˆ่‰ฏใฎใ‚ทใ‚ซ่นดใ‚‹ใ€ ้ซ˜ๅธ‚ๆฐใ€ๆ”ฟ็ญ–ๅŽณๆ ผๅŒ–่จดใˆโ€•่‡ชๆฐ‘็ท่ฃ้ธ๏ผšๆ™‚ไบ‹ใƒ‰ใƒƒใƒˆใ‚ณใƒ ". ๆ™‚ไบ‹ใƒ‰ใƒƒใƒˆใ‚ณใƒ  (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-08.
  228. ^ "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ใ€ๅฟœๆดๆผ”่ชฌใงๅ‰ไปฃๆœช่žใฎใ€Œๅคฉ็š‡ๅˆฉ็”จใ€็™บ่จ€ "่ฝ้ธใ™ใ‚‹ใจ้™›ไธ‹ใซใ”่ฟทๆƒ‘ใŒ"". ใƒ‡ใ‚คใƒชใƒผๆ–ฐๆฝฎ (dalam bahasa Jepang). 2021-11-02. Diakses tanggal 2025-10-08.
  229. ^ "้ซ˜ๅธ‚็ทๅ‹™็›ธใ€Œไปฎ้ขๅคซๅฉฆใ€ใ ใฃใŸ่‡ชๆฐ‘ๅ…šใฎๅฑฑๆœฌๆ‹“่ก†้™ข่ญฐๅ“กใจ้›ขๅฉš ใ€ˆ้€ฑๅˆŠๆœๆ—ฅใ€‰". AERA dot. (ใ‚ขใ‚จใƒฉใƒ‰ใƒƒใƒˆ) (dalam bahasa Jepang). 2017-07-19. Diakses tanggal 2020-09-16. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  230. ^ ใ€Œ้€ฑๅˆŠๆ–‡ๆ˜ฅใ€็ทจ้›†้ƒจ (27 April 2022). "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ใƒ‡ใƒƒใƒ‰ๆ”ฟ่ชฟไผš้•ทใฎๅ†ๅฉš ๅคซใฎๅฑฑๆœฌๆ‹“่ก€ใ‚’ๆฑ‚ใ‚ใ‚‹ใƒปๅ‰่ก†้™ข่ญฐๅ“กใŒใ€Œ้ซ˜ๅธ‚ๅง“ใ€ใซ". ๆ–‡ๆ˜ฅใ‚ชใƒณใƒฉใ‚คใƒณ. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-04-27. Diakses tanggal 2022-08-07.
  231. ^ "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ใฎๅฎถๆ—ใฏ๏ผŸๆฏๅญใฏ้คŠๅญ๏ผŸๅญซใฎๅญ˜ๅœจใƒป็ตๅฉšใƒป้›ขๅฉšใฎๆƒ…ๅ ฑใซใคใ„ใฆใ‚‚่ชฟๆŸป๏ผ ๏ฝœ monjiroBLOG". monjiroBLOG (dalam bahasa Jepang). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-09-28. Diakses tanggal 2024-08-17.
  232. ^ "้ซ˜ๅธ‚็ทๅ‹™็›ธใŒๅฑฑๆœฌๆ‹“่ญฐๅ“กใจ้›ขๅฉš ๆ”ฟๆฒป็š„็ซ‹ๅ ดใฎ้•ใ„ใง - ็คพไผšย : ๆ—ฅๅˆŠใ‚นใƒใƒผใƒ„". nikkansports.com (dalam bahasa Jepang). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-10-29. Diakses tanggal 2024-09-18.
  233. ^ "ไธๅฆŠใฎๅฅณๆ€งใซใ‚‚ๆธฉใ‹ใ„็คพไผšใงใ‚ใฃใฆๆฌฒใ—ใ„ | ๅคง่‡ฃใ‚ฆใ‚ฃใƒผใ‚ฏใƒชใƒผ ๅนณๆˆ18ๅนด9ๆœˆ๏ฝžๅนณๆˆ19ๅนด8ๆœˆ | ใ‚ณใƒฉใƒ  | ้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—(ใŸใ‹ใ„ใกใ•ใชใˆ)". Sanae.gr.jp. Diakses tanggal 19 October 2025.
  234. ^ "(2ใƒšใƒผใ‚ธ็›ฎ)้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ๆ”ฟ่ชฟไผš้•ทใฎๅ†ๅฉš ๅคซใฎๅฑฑๆœฌๆ‹“ใƒปๅ‰่ก†้™ข่ญฐๅ“กใŒใ€Œ้ซ˜ๅธ‚ๅง“ใ€ใซ". Shลซkan Bunshun (dalam bahasa Jepang). 27 April 2022. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-04-28.
  235. ^ "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ๆฐใฎๅคซใŒใƒ•ใ‚กใƒผใ‚นใƒˆใ‚ธใ‚งใƒณใƒˆใƒซใƒžใƒณใ€ๅฑฑๆœฌๆ‹“ใƒปๅ…ƒ่ก†้™ข่ญฐๅ“กใฃใฆใฉใ‚“ใชไบบ๏ผŸ". ่ชญๅฃฒๆ–ฐ่žใ‚ชใƒณใƒฉใ‚คใƒณ (dalam bahasa Jepang). 2025-10-21. Diakses tanggal 2026-02-13.
  236. ^ "ใ€Œๅคซใฎไป‹่ญทใŒ่พ›ใ„ใ€้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ใŒ็ท่ฃ้ธๅ‰ใซๆผใ‚‰ใ—ใŸไป‹่ญทใฎ่‹ฆๅŠด" ["It's difficult caring for my husband": Sanae Takaichi reveals struggle before LDP leadership election]. Gendai Business (dalam bahasa Jepang). 4 October 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 October 2025. Diakses tanggal 2025-10-05.
  237. ^ a b "้ซ˜ๅธ‚็ทๅ‹™็›ธใŒๅฑฑๆœฌๆ‹“่ญฐๅ“กใจ้›ขๅฉš ๆ”ฟๆฒป็š„็ซ‹ๅ ดใฎ้•ใ„ใง - ็คพไผšย : ๆ—ฅๅˆŠใ‚นใƒใƒผใƒ„". nikkansports.com (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2026-02-13.
  238. ^ ๅ’Œไน‹, ้•ทๆฉ‹ (4 October 2025). "ใƒใ‚คใ‚ฏใซใƒ‰ใƒฉใƒ ใ€็›ฎๆŒ‡ใ™ใฏใ‚ตใƒƒใƒใƒฃใƒผ่‹ฑ้ฆ–็›ธโ€ฆ้ซ˜ๅธ‚ๆ–ฐ็ท่ฃใ€ๆ”ฟ็ญ–ไฝœใ‚Šใฏๅฏใ‚‹้–“ๆƒœใ—ใ‚“ใง". ็”ฃ็ตŒๆ–ฐ่ž๏ผš็”ฃ็ตŒใƒ‹ใƒฅใƒผใ‚น (dalam bahasa Jepang).
  239. ^ "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ๆฐใ€็ซ‹ๆ†ฒๆฐ‘ไธปๅ…šใƒป้‡Ž็”ฐไฝณๅฝฆๆ–ฐไปฃ่กจใ‚’ๆญ“่ฟŽ ใ€Œๅ…ฑๆ„Ÿใ—ใฆๅฐŠๆ•ฌใ€". ๆ—ฅๆœฌ็ตŒๆธˆๆ–ฐ่ž (dalam bahasa Jepang). 23 September 2024.
  240. ^ a b c ็ซ‹ๆ†ฒๆฐ‘ไธปๅ…š (2025-10-04). "่‡ชๆฐ‘ๅ…šใƒป้ซ˜ๅธ‚ๆ–ฐ็ท่ฃๆฑบๅฎšใ‚’ๅ—ใ‘ใฆใ€Œไธญ้“ใฉ็œŸใ‚“ไธญใงใถใ‚Œใšใซใ„ใใŸใ„ใ€ใจ้‡Ž็”ฐไปฃ่กจ". ็ซ‹ๆ†ฒๆฐ‘ไธปๅ…š (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-10-23.
  241. ^ "้‡Ž็”ฐๅ†…้–ฃ็™บ่ถณใซๆ€ใ†ใ“ใจ | 5ๆœŸ็›ฎใ ๏ผ้‡Žๅ…šใ ๏ผ๏ผๆฐธ็”ฐ็”บ้€šไฟกใ€€ๅนณๆˆ21ๅนด10ๆœˆ๏ฝžๅนณๆˆ24ๅนด12ๆœˆ | ใ‚ณใƒฉใƒ  | ้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—(ใŸใ‹ใ„ใกใ•ใชใˆ)". www.sanae.gr.jp. Diakses tanggal 2025-10-23.
  242. ^ ้Ÿฟ, ๆทฑๆดฅ (2025-10-24). "๏ผœๆ”ฟๆฒป้ƒจๅ–ๆใƒกใƒข๏ผžใกใ‚ƒใ‚“ใจ้ฃŸในใฆๅฏใฆใญ ็ซ‹ๆฐ‘ใƒป้‡Ž็”ฐไปฃ่กจใ€ๅŒ้–€ใฎ้ซ˜ๅธ‚้ฆ–็›ธใธ้š ใ›ใฌๅ…„ๅฟƒ". ็”ฃ็ตŒๆ–ฐ่ž๏ผš็”ฃ็ตŒใƒ‹ใƒฅใƒผใ‚น (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2026-02-13.
  243. ^ a b ""ใ‚ขใƒณใƒ๏ผงๆฐ‘"้ณฅ่ถŠไฟŠๅคช้ƒŽๆฐใ€ๅฐๆฑ ็™พๅˆๅญๆฐใจไปฒ่‰ฏใ่™Žใƒˆใƒผใ‚ฏใ—ใฆใ„ใŸ/ใƒ‡ใ‚คใƒชใƒผใ‚นใƒใƒผใƒ„ online". ใƒ‡ใ‚คใƒชใƒผใ‚นใƒใƒผใƒ„ online (dalam bahasa Jepang). 2025-09-09. Diakses tanggal 2025-09-09.
  244. ^ ""ใ‚ขใƒณใƒ๏ผงๆฐ‘"้ณฅ่ถŠไฟŠๅคช้ƒŽๆฐใ€ๅฐๆฑ ็™พๅˆๅญๆฐใจไปฒ่‰ฏใ่™Žใƒˆใƒผใ‚ฏใ—ใฆใ„ใŸ". ใƒ‡ใ‚คใƒชใƒผใ‚นใƒใƒผใƒ„ (dalam bahasa Jepang). 13 July 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 July 2016.
  245. ^ a b "ใƒ—ใƒญใƒ•ใ‚ฃใƒผใƒซ | ้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—(ใŸใ‹ใ„ใกใ•ใชใˆ)". www.sanae.gr.jp (dalam bahasa Jepang). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 October 2025.
  246. ^ "้ซ˜ๅธ‚้ฆ–็›ธใซใƒ‰ใƒฉใƒ ใ‚ปใƒƒใƒˆใชใฉ่ดˆใ‚‹ ๅคง็ตฑ้ ˜ใจใฎ้ฆ–่„ณไผš่ซ‡ใซๅˆใ‚ใ›้Ÿ“ๅ›ฝๅด๏ผšๆœๆ—ฅๆ–ฐ่ž". ๆœๆ—ฅๆ–ฐ่ž (dalam bahasa Jepang). 2026-01-14. Diakses tanggal 2026-02-13.
  247. ^ "ๆ—ฅ้Ÿ“้ฆ–่„ณใŒใƒ‰ใƒฉใƒ ๅค–ไบคใ‚’ๅฑ•้–‹ K-POPใฎใƒ’ใƒƒใƒˆๆ›ฒใ‚’ๆŠซ้œฒ". CNN.co.jp (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2026-02-13.
  248. ^ "Sanae Takaichi: Meet Japan's drum-playing, Thatcher-loving first female PM". www.bbc.com. 21 October 2025.
  249. ^ "Japan's First Female Prime Minister Sanae Takaichi Owns a 1991 Supra 2.5GT Twin-Turbo Limited". Car and Driver. 6 October 2025.
  250. ^ "ใ€Œใ‚ญใƒ†ใ‚ฃใกใ‚ƒใ‚“ๅฅฝใใฎใƒ˜ใƒ“ใƒผใ‚นใƒขใƒผใ‚ซใƒผใง่™Žใ‚ญใƒใงใ—ใŸใ€ๅ…ƒ็•ช่จ˜่€…ใŒ่ชžใ‚‹้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹—ใƒป่‡ชๆฐ‘ๅ…šๆ–ฐ็ท่ฃใฎ"็ด ้ก”"๏ผˆๅ…จๆ–‡๏ผ‰". ใƒ‡ใ‚คใƒชใƒผๆ–ฐๆฝฎ (dalam bahasa Jepang). 9 October 2025.
  251. ^ "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹— ๆ„›่ชญๆ›ธใฏใ€Žใƒใƒชใƒใƒชไผ่ชฌใ€๏ผ ใ€Œ่ฃๅ…ญ็”ฒใงใ‚ซใƒผใƒ–ใ‚’ๆ”ปใ‚ใŸใ€็พŽไบบใƒใ‚คใ‚ซใƒผๅ†™็œŸใ‚’ๅ…ฌ้–‹". Smart FLASH/ใ‚นใƒžใƒ•ใƒฉ[ๅ…‰ๆ–‡็คพ้€ฑๅˆŠ่ชŒ] (dalam bahasa Jepang). 21 September 2021.
  252. ^ "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹— | ็ฌฌ49ๅ›ž่ก†่ญฐ้™ข่ญฐๅ“ก้ธๆŒ™ 2021 ๅฅˆ่‰ฏ2ๅŒบ". ๆ”ฟๆฒปๅฑฑ. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 September 2025. Diakses tanggal 23 November 2024.
  253. ^ "้ซ˜ๅธ‚ๆ—ฉ่‹— | ้ธๆŒ™็ตๆžœ๏ผˆ่ก†่ญฐ้™ข๏ผ‰ | ๅ›ฝไผš่ญฐๅ“ก็™ฝๆ›ธ". kokkai.sugawarataku.net. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 May 2021. Diakses tanggal 23 November 2024.

Pranala luar

sunting
Dewan Perwakilan Jepang
Didahului oleh:
Makoto Taki
Member of the House of Representatives
for Nara 2nd district

2005โ€“present
Petahana
Jabatan politik
Cabinet of Shinzo Abe - I (2006-07), II (2012-14), III (2014-17), IV (2017-20)
Didahului oleh:
Yuriko Koike
Minister of State for Okinawa and Northern Territories Affairs
2006โ€“2007
Diteruskanย oleh:
Fumio Kishida
Didahului oleh:
Iwao Matsuda
Minister of State for Science and Technology Policy
2006โ€“2007
Minister of State for Food Safety
2006โ€“2007
Diteruskanย oleh:
Shinya Izumi
Didahului oleh:
Kuniko Inoguchi
Minister of State for Gender Equality and Social Affairs
2006โ€“2007
Diteruskanย oleh:
Yลko Kamikawa
Posisi baru Minister of State for Innovation
2006โ€“2007
Position abolished
Didahului oleh:
Yoshitaka Shindล
Minister for Internal Affairs and Communications
2014โ€“2017
Diteruskanย oleh:
Seiko Noda
Didahului oleh:
Masatoshi Ishida
Minister for Internal Affairs and Communications
2019โ€“2020
Diteruskanย oleh:
Ryota Takeda
Cabinet of Fumio Kishida - II (2021-24)
Didahului oleh:
Takayuki Kobayashi
Minister of State for Science and Technology Policy
Minister of State for Space Policy
Minister of State for Economic Security

2022โ€“2024
Diteruskanย oleh:
Minoru Kiuchi
Didahului oleh:
Kenji Wakamiya
Minister of State for Intellectual Property Strategy
2022โ€“2024
Didahului oleh:
Naoki Okada
Minister of State for "Cool Japan" Strategy
2023โ€“2024
Jabatan partai politik
Didahului oleh:
Akira Amari
Chief of the Public Relations Headquarters,
Liberal Democratic Party

2012
Diteruskanย oleh:
Yuriko Koike
Chairman of the Policy Research Council,
Liberal Democratic Party

2012-2014
Diteruskanย oleh:
Tomomi Inada
Didahului oleh:
Hakubun Shimomura
Chairman of the Policy Research Council,
Liberal Democratic Party

2021-2022
Diteruskanย oleh:
Koichi Hagiuda
Didahului oleh:
Shigeru Ishiba
Ketua Umum Partai Demokrat Liberal
2025โ€“sekarang
Petahana

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Perdana Menteri Jepang

konstitusi saat ini pada tahun 1947. Perdana Menteri saat ini adalah Sanae Takaichi, menggantikan Shigeru Ishiba yang mengundurkan diri. Perdana Menteri

Daftar Perdana Menteri Jepang

melantik dan memecat para menteri. Perdana Menteri Jepang saat ini adalah Sanae Takaichi yang menjabat sejak 21 Oktober 2025. Berikut adalah daftar perdana menteri

Jepang

parlementer monarki konstitusional โ€ขย Kaisar Naruhito โ€ขย Perdana Menteri Sanae Takaichi Legislatif Diet Nasional ย -ย Majelis Tinggi ๅ‚่ญฐ้™ข Sangi-in ย -ย Majelis Rendah

Kabinet Takaichi

Kabinet Takaichi sedang memerintah Jepang di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Sanae Takaichi dari Okober 2025.Kabinet ini merupakan kabinet pertama dalam

Kabinet Takaichi Kedua

Kabinet Takaichi kedua telah berkuasa sejak Februari 2026. Menteri Negara dilantik pada 18 Februari 2026 (8 Reiwa). Media, Harian Jogja Digital. "Sanae Takaichi

Pemilihan umum Jepang 2026

mandat Sanae Takaichi dan memperoleh mayoritas di majelis rendah, yang hanya berjarak satu kursi jika menyertakan Nippon Ishin No Kai. Takaichi juga mengumumkan

Taku Yamamoto

Taku Takaichi (้ซ˜ๅธ‚ ๆ‹“code: ja is deprecated , Takaichi Taku, nรฉ Yamamoto; lahir 7 Juli 1952) adalah seorang politikus Jepang yang menjadi suami dari Perdana

G7

Starmer, Perdana Menteri ย Italia Giorgia Meloni, Perdana Menteri ย Jepang Sanae Takaichi, Perdana Menteri ย Jerman Friedrich Merz, Kanselir ย Kanada Mark Carney