Sekolah Henrietta Barnett adalah sekolah tata bahasa khusus murid perempuan di London, Britania Raya yang masih beroperasi hingga kini.

Sekolah tata bahasa (grammar school) adalah salah satu jenis sekolah menengah yang dapat di temukan di Britania Raya dan beberapa negara bekas jajahannya. Sekolah ini diperuntukkan untuk para murid yang ingin menjadikan ilmu akademik sebagai fokus belajar utama mereka. Dengan kata lain, sekolah grammar merupakan tempat belajar para murid yang ingin meneruskan pendidikan mereka ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu universitas.

Sekolah ini pada awalnya merupakan tempat pembelajaran bahasa Latin kuno. Namun, pada akhirnya sekolah ini mengalami modernisasi, yang menyebabkan meluasnya kurikulum yang diajarkan. Selain itu, sekolah tata bahasa kini tidak lagi mengajarkan bahasa Latin, dan fungsinya telah berubah menjadi salah satu penyedia pendidikan formal di Britania Raya. Sekolah tata bahasa pada awalnya hanya menerima murid laki-laki, tetapi setelah reformasi yang terjadi pada era Victoria, sekolah ini juga menerima murid perempuan.

Sejarah

sunting

Awal berdiri

sunting

Sekolah tata bahasa pertama kali didirikan di abad pertengahan. Pada masa itu, sekolah tata bahasa merupakan tempat melatih para calon pendeta dan biarawan. Sekolah ini biasanya terletak berdekatan dengan gereja, dan menjadi tempat belajar bahasa Latin. Oleh karena itu, sekolah tata bahasa juga umum disebut sebagai sekolah bahasa Latin (latin school). Kurikulum yang diajarkan mencakup bahasa Latin yang utamanya diperuntukkan untuk mempelajari ajaran agama Kristen. Kemudian, seiring dengan berjalannya waktu, mata pelajaran lain yang dapat digunakan untuk membantu kegiatan gereja juga ditambahkan, seperti bahasa Yunani kuno, seni musik dan syair, astronomi dan matematika, serta hukum administrasi. Setelah kemunculan universitas-universitas pada abad ke 12, sekolah tata bahasa mulai menerima murid-murid yang berkeinginan untuk mempelajari bahasa Latin sebagai persiapan untuk masuk universitas, tetapi tidak berkeinginan untuk meniti karier di gereja. Karena, bahasa Latin dianggap menjadi pondasi utama pengetahuan budaya (Liberal Arts), yakni trivium. [1]

Melemahnya pengaruh gereja

sunting

Pada abad ke 16, gereja katolik mendapat tekanan dari Raja Henry VIII, yang disebabkan oleh penolakan permohonan perceraian Raja Henry VIII terhadap istrinya oleh Paus Clement VII. Hal ini menyebabkan pemutusan hubungan gereja Inggris dengan Gereja Katolik Roma yang ditandai dengan pengesahan Laws of Supremacy 1534 oleh Parlemen Reformasi Inggris. Peristiwa ini juga diiringi dengan pembubaran institusi gereja Katolik dan penghancuran biara-biara.[2] Akibat peristiwa reformasi tersebut, mayoritas sekolah tata bahasa yang lama dibubarkan, dan diganti dengan sekolah tata bahasa baru yang terlepas dari gereja. Peristiwa ini menandai berakhirnya pengaruh gereja pada sekolah tata bahasa di Inggris.[1][3] Pada tahun 1667, gereja-gereja Katolik Inggris berhasil mendapatkan kontrol sebagian atas beberapa sekolah tata bahasa, tetapi kedudukan mereka tidak lagi sekuat di masa lalu.[3]

Sekolah tata bahasa pada masa revolusi industri

sunting

Sekolah tata bahasa mulai mengalami kemunduran pada abad ke 18, bersamaan dengan peristiwa revolusi industri. Sekolah grammar mengalami kesulitan untuk mengadopsi ilmu ekonomi dan bisnis pada kurikulum sekolah karena status mereka sebagai sekolah bahasa Latin berdasarkan perjanjian pemberian dana abadi dengan para donatur yang memiliki kekuatan hukum mengikat. Padahal, ilmu ekonomi dan bisnis merupakan mata pelajaran yang paling banyak diminati pada masa itu. Kala itu, sekolah-sekolah yang memiliki kurikulum modern yang tidak berkutat pada bahasa Latin mulai bermunculan. Hal ini menyebabkan sekolah tata bahasa tidak mampu bersaing. Meski beberapa sekolah tata bahasa berhasil mendapatkan izin khusus yang diterbitkan dewan parlemen untuk mengadopsi ilmu bisnis dalam kurikulum sekolah, mayoritas sekolah tata bahasa terpaksa untuk bertahan dengan kurikulum kuno yang hanya mengajarkan ilmu bahasa Latin.[4]

Reformasi sekolah tata bahasa pada era Victoria

sunting

Sekolah tata bahasa mengalami reformasi besar-besaran pada era Victoria, tepatnya di abad ke 19. Kala itu, sekolah tata bahasa mulai diizinkan untuk mengadopsi kurikulum baru yang modern, setelah diresmikannya Endowed School Act pada tahun 1869. Peraturan tersebut menjadikan sekolah tata bahasa sebagai sekolah menengah yang menerima pembayaran dari orangtua siswa, dan di saat yang sama tetap memberikan beasiswa kepada siswa yang berprestasi dalam jumlah yang terbatas. Diresmikannya peraturan ini menandai dihapuskannya sekolah gratis yang selama ini disediakan oleh sekolah tata bahasa, dan menggantikannya dengan beasiswa dalam jumlah terbatas. Peraturan ini juga menandakan diperbolehkannya murid perempuan untuk menerima pendidikan di sekolah menengah.[4][5]

Sistem tripartit

sunting

Pada tahun 1944, pemerintah Inggris menerbitkan Peraturan Pendidikan tahun 1944 (1944 Education Act) yang berisi penggratisan biaya sekolah kepada seluruh murid sekolah menengah. Peraturan ini juga mengklasifikasikan sekolah tata bahasa sebagai salah satu dari sekolah menengah yang berorientasi di bidang akademik melalui sistem tiga macam/tripartit (Tripartite system). Dalam sistem ini, sekolah menengah di Inggris dan Wales diklasifikasikan menjadi tiga macam, yakni sekolah tata bahasa yang berorientasi di bidang akademik, sekolah kejuruan (technical school) yang mengajarkan keterampilan kasar, dan sekolah menengah modern (secondary modern school) yang mengajarkan ilmu akademik dasar dan keterampilan praktis yang bertujuan untuk mempersiapkan para murid kepada dunia kerja. Untuk mendukung sistem ini, ujian Eleven Plus diperkenalkan. Eleven Plus merupakan sistem ujian seleksi yang diikuti oleh para murid yang baru lulus sekolah dasar untuk menentukan sekolah mana yang akan menjadi tempat mereka melanjutkan pendidikan.[6]

Peleburan sekolah tata bahasa dengan sekolah menengah modern

sunting

Setelah Partai Buruh berkuasa, pemerintah Inggris mengeluarkan edaran nomor 10/65 pada tahun 1965 yang berisi imbauan kepada Dinas Pendidikan (Local Education Authority) untuk menghapus sistem Eleven Plus yang dianggap menjadi sebab terbentuknya stratifikasi sosial, dan memihak kaum kelas menengah. Sistem ini juga disebut tidak adil karena menyebabkan ketimpangan pendidikan yang diterima anak-anak. Setelah diterbitkannya edaran ini, mayoritas sekolah tata bahasa melebur dengan sekolah menengah modern menjadi sekolah komprehensif, sebagian berhasil mempertahankan statusnya, sementara sisanya berubah menjadi sekolah swasta.[6] Pada tahun 1998, pemerintah Britania Raya di bawah pimpinan Tony Blair secara resmi melarang pembangunan sekolah-sekolah tata bahasa baru.[7]

Sekolah tata bahasa masa kini

sunting

Pada saat ini, ada 230 sekolah tata bahasa yang masih beroperasi di Britania Raya, dengan rincian 163 dari sekolah terletak di wilayah Inggris sedangkan sisanya terletak di wilayah Irlandia Utara. Sekolah-sekolah tersebut hingga saat ini merupakan sekolah yang didanai oleh pemerintah.[7]

Referensi

sunting
  1. ^ a b Spens, Will (1938). Secondary education with special reference to grammar schools and technical high schools (dalam bahasa Inggris (Britania)). London: HM Stationery Office. Diakses tanggal 13 October 2025. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ "Dissolution of the Monasteries". Historic UK (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-10-15.
  3. ^ a b Society, History of Education (2015-02-20). "The effects of changes in the church on schools in seventeenth century England". History of Education Society (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-10-15.
  4. ^ a b Gillard, Derek (2017). "Labour and the grammar schools: a history". Education in the UK (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-10-17.
  5. ^ Gillard, Derek. "Grammar Schools Act 1840 - full text". www.education-uk.org (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-10-22.
  6. ^ a b "Grammar schools: What are they and why are they controversial?". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2015-10-15. Diakses tanggal 2025-10-23.
  7. ^ a b "Grammar Schools In the UK". The Good Schools Guide (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-10-23.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Sekolah Tata Bahasa Appleby

Sekolah Tata Bahasa Appleby / Appleby Grammar School adalah sekolah menengah koedukasi komprehensif dan kelas enam di Appleby-in-Westmorland untuk siswa

Sekolah Bahasa

Sekolah Bahasa atau Sebasa adalah unsur pelaksana utama di bidang pendidikan bahasa asing yang berada di bawah Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian

Pengepungan di Bukit Duri

mendatangi sekolah sambil membawa senjata. Edwin, Diana, Kristo dan Rangga berlindung ke ruang aula sekolah. Ayah dari Rangga datang ke sekolah untuk menjemput

SMK Negeri 1 Kota Bekasi

sekolah kejuruan yang menjadi favorit bagi orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya ke sekolah kejuruan negeri yang ada di Bekasi. Sebagai sekolah kejuruan

SMA Negeri 1 Margahayu

Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Margahayu atau dikenal juga dengan nama SMANSA Marga, adalah sebuah Sekolah Menengah Atas Negeri unggulan yang terletak

SMA Negeri 1 Pontianak

Perpustakaan Kantin Ruang kelas Ruang guru Ruang tata usaha Ruang kepala sekolah dan wakil kepala sekolah UKS Ruang BK Kamera CCTV Proyektor Koperasi Tempat

SMA Bina Warga 2 Palembang

memiliki 30 ruang kelas dan ruang kantor yang terdiri dari ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, dan mempunyai dua ruang guru dan karyawan. SMA Bina Warga

Sekolah Santa Laurensia

Sekolah Santa Laurensia adalah sekolah SPK (Satuan Pendidikan Kerjasama) yang dinaungi oleh Yayasan Tunas Manunggal. Santa Laurensia didirikan pada tahun