Pop art: GILL, James (katalog no. 519): Marilyn Monroe, Pink Marilyn (2008)

Pop art yang berasal dari kata popular art adalah aliran seni yang memanfaatkan simbol-simbol dan gaya visual yang berasal dari media massa yang populer seperti surat kabar, televisi, iklan, media sosial, dan lain-lain. Pop Art merupakan sebuah gerakan seni yang muncul di Inggris pada tahun 1950-an di awal-awal zaman post modern art, zaman di mana semua orang mulai bosan dengan gaya modern. Pop Art merupakan seni yang mendobrak batas-batas artian seni yang agung.

Pada waktu itu, seni hanyalah sesuatu yang hanya dapat dinikmati oleh kalangan kelas atas, sehingga dengan adanya gerakan pop art, seni dapat dinikmati oleh semua kalangan, mulai dari golongan bawah hingga golongan atas. Seniman Pop Art yang paling terkenal adalah Andy Warhol, dengan karyanya yang menggambarkan wajah Marylin Monroe yang disajikan dengan warna-warna komplemen yang tegas. Andy Warhol adalah seniman Amerika Serikat. Dialah yang mulai memopulerkan pop art di Amerika dan seluruh dunia. Sedangkan di Indonesia, gerakan ini dipelopori oleh Wedha Abdul Rasyid yang berhasil menciptakan teknik baru yang diakui dunia, yakni Wedha's Pop Art Potrait (WPAP).[1][2]

Sejarah

sunting

Pop dikenal dikenalkan oleh Lawrence Alloway dari inggris yang merupakan seorang kurator sekaligus kritikus. Pop Art merupakan perlawanan dari seni-seni yang sudah mapan dan ada sebelumnya, yang ketika itu pusatnya ada di Inggris dan Amerika Serikat pada 1950. Pop Art berhasil tenar karena Andi Warhol yang mengangkat konsep pop art menggunakan benda yang sehari-hari bisa ditemui. Sehingga pop art mudah dilakukan oleh siapa pun karena menggunakan objek yang populer yang mudah ditemui sehari-hari. Seni pop mewakili untuk kembali ke bentuk seni yang lebih objektif.

Seni pop menjadi acara budaya karena cerminan nya yang erat dari situasi sosial tertentu dan karena gambar nya yang mudah dipahami segera dieksploitasi oleh media massa. Pop art ditampilkan menjadi lebih mudah dinikmati oleh siapa pun karena penggunaannya menggunakan media seperti pada spanduk, poster dan bentuk media komersial lainnya. Maka, banyak karya pop art memiliki warna-warna yang cerah dan mencolok. Baik dalam komik, illustrasi, kartun, dan lukisan lainnya.[3]

Karakteristik

sunting

Populer

sunting

penggunaan media-media yang mudah ditemui, pop menjadi suatu bentuk karya yang pada akhirnya mencakup khalayak yang luas. Banyak karya pop art akhirnya memiliki peminat yang cukup banyak.

Solusi Jangka Pendek

sunting

Pop art menjadi salah satu media untuk menyelesaikan masalah yang ada. Namun, karya pop art tidak bisa bertahan lama seperti karya seni klasik lainnya. Pop art berubah menjadi dan berkembang mengikuti keadaan yang sedang terjadi.

Dapat dihabiskan

sunting

Sifatnya yang tidak bertahan lama membuat pop art mudah untuk dilupakan. Tak banyak karya pop art yang akhirnya dikenang.

Berbiaya Murah

sunting

Menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar membuat pop art memiliki angka produksi yang cukup murah.

Diprosuksi Secara Massal

sunting

Banyak karya pop art yang diproduksi secara massal yang justru menjadi komoditas penjualan.

Muda

sunting

Perkembangan yang cukup pesat dulu, membuat karya seni pop art memiliki pasang surut karena sesuai dengan keadaan di Amerika. Pop Art juga sebagai sumber pemikat dan ditunggangi kepentingan "Industri Massa" yang menargetkan anak muda sebagai calon konsumennya.

Jenaka

sunting

Selera humor atau jenaka adalah bagian penting dalam sebuah karya seni agar audiens bisa terlibat rasa.

Memiliki Maksud

sunting

Sama seperti karya seni yang lain, pop art juga harus memiliki maksud dalam pembuatannya. Hal ini agar penonton tahu pesan yang akan disampaikan.

Memiliki Daya Tarik

sunting

Pop art memiliki corak yang membuat orang tertarik, entah itu karena warnanya yang mencolok atau bisa juga karena gambarnya yang unik.

Bisnis Yang Besar

sunting

Karya pop art biasanya ditampilkan pada media iklan sebuah brand. Andy Warhol, menjadi terkena karena menggunakan konsep pop art dengan media cetak sablon untuk brand produk kaleng sup Campbell[4]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Pengertian Pop Art". Sigondang Pos. Diakses tanggal 22 Maret 2019.
  2. ^ "Apa itu Pop Artย ?". Kelas Desain. Diakses tanggal 22 Maret 2019.
  3. ^ "Apa Itu Pop Art? Pengertian, K". Kompas.com.
  4. ^ "Karakteristik Pop Art".


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Yayoi Kusama

Ia juga aktif di bidang seni lukis, seni pertunjukan, film, mode, syair, fiksi, dan lain-lain. Karya-karyanya beraliran seni konseptual dengan membawa

Musik pop

"musik profesional yang mengacu pada musik rakyat dan musik seni rupa". Meskipun musik pop dipandang hanya sebagai musik tangga lagu rekaman, tidak semua

Coachella

berbagai irama musik, termasuk musik rock, pop, indie, hip hop, dan tari elektronik, serta instalasi seni dan pahatan. Di pinggir lapangan, beberapa panggung

Jepang

Semenanjung Korea. Perkembangan selanjutnya, yaitu Agama Buddha di Jepang dan seni rupa yang sebagian besar dipengaruhi oleh Budaya Tiongkok. Walaupun awalnya

Seni

Seni abstrak Orfisme Suprematisme Neoplastisisme De Stijl Funksionalisme Bauhaus Ekspresionisme abstrak Purisme Surealisme Art Deco Minimalisme Pop art

Michael Jackson

dan penulis lagu dari Amerika Serikat. Ia terkenal sebagai the "King of Pop" dan memopulerkan gerakan dansa "Moonwalk" yang telah menjadi ciri khasnya

Carmen (penyanyi)

berada di bawah naungan SM Entertainment. Carmen dikenal sebagai idola K-Pop pertama asal Indonesia yang debut di bawah salah satu agensi hiburan Big

Project Pop

Project Pop adalah grup komedi campuran asal Bandung, Indonesia. Dibentuk pada tahun 1996 sebagai generasi muda dari P-Project, mereka membedakan diri