Sarkofagus salah satu leluhur penguasa Panei

Sidasuha (Surat Batak: แฏ™แฏซแฏ‘แฏ™แฏฎแฏƒ; disebut juga sebagai Purba Dasuha) adalah salah satu marga Batak Simalungun yang berasal dari Panei, Simalungun. Marga Sidasuha merupakan turunan dari marga Purba.[1][2] Pada umumnya, keturunan Sidasuha menggunakan nama Purba sebagai nama marga.

Asal

sunting
Rumah Bolon Panei merupakan kediaman penguasa Partuanon Panei bermarga Purba Dasuha.

Berawal dari dinasti Kerajaan Dolog Silau, yang penguasanya merupakan marga Purba Tambak. Suatu hari, putra bungsu Raja Dolog Silau kecewa karena abangnya menyantap habis makanan dan juga tuak. Si bungsu menegur abangnya karena itu, tetapi abangnya tidak mengindahkan kata-kata adiknya, dan berkata: โ€œSuhasuhani bagod in do na suman inumonmu, tandani ho silojaloja i rumah bolon on!โ€ yang berarti โ€œSisa tuak itu yang layak kau minum selaku suruhan di istana iniโ€. Kemudian mereka bertengkar hebat. Namun karena abangnya lebih kuat, ia memutuskan pergi dari Silou Buttu menuju daerah sekitaran Tiga Runggu, Purba, Simalungun dan mengubah nama marganya yang awalnya Purba Tambak, menjadi Purba Dasuha dan membuka kampung disana, bernama Huta Suha Bolag. Dari perkataan kakaknya itulah Sidasuha mendapatkan namanya, Suha. Dengan demikian, ia resmi menjadi marga Purba Dasuha. Kemudian di daerah Pamatang Panei, ia mendirikan kerajaan baru yaitu Kerajaan Panei, dan memekarkan marga baru, yaitu Purba Sidadolog dan Purba Sidagambir.

Daftar penguasa Partuanon Panei - Baja Linggei di Pamatang Panei dan Sipispis

sunting
  1. Tuan Suha Bolag Purba Dasuha (Raja Panei I)
  2. Parhuda Sitajur (Raja Panei II)
  3. Hantu Panei (Raja Panei III)
  4. Raja Panei IV
  5. Raja Panei V
  6. Raja Panei VI
  7. Raja Panei VII
  8. Raja Panei VIII
  9. Tuan Sarmalam Purba Dasuha (Raja Panei IX)
  10. Tuan Sarhalapa Purba Dasuha (Raja Panei X)
  11. Tuan Djintama Purba Dasuha (Raja Panei XI)
  12. Tuan Djontama Purba Dasuha (Raja Panei XII)
  13. Tuan Djadiammat Purba Dasuha (Raja Panei XIII)
  14. Tuan Bosar Sumalam Purba Dasuha (Raja Panei XIV)
  • Pada masa pemerintahan Tuan Simalobong Purba Dasuha (bukan Raja Panei, ia merupakan penguasa Pamatang Purba, dengan gelar Tuan Pamatang Purba), datanglah seorang pengembara (ia diyakini sebagai Pangultopultop atau Datu Parulas Parultop), dijuluki sebagai "Nagodang Purba " salah seorang keturunan marga Cibero dari Pakpak Dairi ke wilayah Pematang Purba di Simalungun. Karena kepiawaiannya, pengembara tersebut berhasil merebut hati rakyat Tuan Simalobong dan menganggapnya sebagai raja. Karena itu, Tuan Simalobong cemburu dan mengadakan adu sumpah (marbija) dengan Pangultopultop yang kemudian dimenangkan oleh Pangultopultop. Kepemimpinan Tuan Simalobong berpindah ke Pangultopultop, dan Pangultopultop mendirikan sebuah kerajaan bernama Kerajaan Purba, di wilayah bekas kekuasaan Tuan Simalobong, di Pematang Purba, Simalungun. Saat itu Pangultopultop menyandang marga yang sama dengan Tuan Simalobong. Namun, mengingat dirinya berasal dari Pakpak Dairi, disebutnyalah dirinya Purba Pakpak, dan lahirlah marga Purba Pakpak.
  • Di masa pemerintahan Raja Panei ke-5, ia memperanakkan tiga putra yaitu Raja Panei ke-6, Sidadolog (Tuan Sinaman), dan Sidagambir (Tuan Rajaihuta). Di saat itulah, marga Purba Sidadolog dan Purba Sidagambir lahir.

Kekerabatan

sunting

Walaupun belum bisa dipastikan bahwa semua yang bermarga Purba Dasuha merupakan keturunan atau berasal dari marga Purba Sigulang Batu (keturunan Simamora), namun sudah banyak marga Purba, khususnya marga Purba Dasuha yang menganggap dirinya semarga dengan marga-marga keturunan Simamora dari Humbang, seperti Manalu, Debataraja (yang keturunannya kebanyakan memakai marga Simamora), dan Rambe. Banyak yang bermarga Purba Dasuha yang bangga menyatakan dirinya adalah keturunan Toga Simamora yang bersaudara dengan marga Purba Batak Toba, Manalu, Simamora Debataraja, dan Rambe, tetapi ada juga yang tidak setuju dan tidak menerima bahwa Purba Dasuha berasal dari Simamora. Ini sama halnya dengan marga Damanik yang bangga menyatakan dirinya adalah keturunan Silau Raja (Malau, Manik/Damanik, Ambarita, dan Gurning) ataupun keturunan Si Raja Borbor, yaitu Tuan Sidamanik. Namun, sama seperti marga Purba Dasuha di atas, ada juga marga Damanik yang tidak dapat menerima kalau ia merupakan keturunan Manik ataupun kelompok marga Naimarata.

Hubungan dengan marga Simamora lain

sunting

Sekarang ini, banyak marga Purba Dasuha yang mengaku bahwa mereka itu marsanina (bersaudara; dalam bahasa Batak Simalungun) atau na marhaha maranggi dalam bahasa Batak Toba, dengan marga-marga Simamora lainnya, yakni Manalu dan Debataraja (Simamora). Mereka (semua marga Purba Dasuha) yang mengaku sebagai keturunan Simamora, menganggap bahwa semua yang bermarga Manalu dan Debataraja merupakan saudara kandung mereka. Begitu juga dengan Manalu dan Debataraja (Simamora). Mereka juga menganggap bahwa Purba Dasuha, adalah saudara kandung mereka, atau bahkan haha doli (kakak laki-laki atau abang; dalam bahasa Batak Toba) mereka. Karena dalam tarombo Simamora, Purba merupakan anak sulung, dan Purba mempunyai adik yaitu Manalu dan Debataraja. Jadi, ada dari marga Manalu dan Debataraja, yang ketika bertemu dengan marga Purba Dasuha, mereka memanggilnya dengan "abang".

Tokoh

sunting

Beberapa tokoh yang bermarga Purba Dasuha, di antaranya adalah:

Catatan

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Subroto, Lukman Hadi (13 Agustus 2022). "Daftar Marga Simalungun". Kompas (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 24 Juni 2023. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. ^ Subroto, Lukman Hadi (7 Agustus 2022). "4 Marga Asli Simalungun: Sinaga, Saragih, Damanik, Purba". Kompas (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 24 Juni 2023. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Daftar marga Batak

sub-marga, antara lain: Girsang Sidapakpak/ Pakpak Raya Siboro Siborom Tanjung Sidasuha Sidadolog Sidagambir Sigumonrong Sihala Silangit Tambak Tambun Saribu Tanjung

Purba

Simalungun, Sumatera Utara. Raja Purba memiliki keturunan, yaitu: Tambak, Sidasuha (Sidadolog dan Sidagambir), Sigumonrong, dan Tua. Kemudian ada lagi, yakni:

Raja Sumba

Parhorbo Purba Sigulangbatu Purba Tambak Tarigan Tambak Tarigan Pekan Purba Sidasuha/Purba Dasuha Purba Sidadolog Purba Sidagambir Purba Sigumonrong Tarigan

Marga Simalungun

Purba Tambak adalah marga dari raja-raja di Kerajaan Dolog Silou. Purba Sidasuha (lebih sering Purba Dasuha) berasal dari Panei, Simalungun. yang pecah

Damanik

Usang ย โ€ข Bariba ย โ€ข Tomok ย โ€ข Malau ย โ€ข Limbong ย โ€ข Ambarita ย โ€ข Gurning Purba Sidasuha ย โ€ข Sidadolog ย โ€ข Sidagambir ย โ€ข Sigumonrong ย โ€ข Sihala ย โ€ข Silangit ย โ€ข Tambak

Sigumonrong

Usang ย โ€ข Bariba ย โ€ข Tomok ย โ€ข Malau ย โ€ข Limbong ย โ€ข Ambarita ย โ€ข Gurning Purba Sidasuha ย โ€ข Sidadolog ย โ€ข Sidagambir ย โ€ข Sigumonrong ย โ€ข Sihala ย โ€ข Silangit ย โ€ข Tambak