Sitotoksisitas adalah tingkat merusaknya suatu zat pada sel. Contohnya adalah sel imun atau beberapa jenis racun seperti racun Bitis arietans atau laba-laba Loxosceles reclusa.

Apabila suatu sel terkena senyawa yang bersifat sitotoksik, terdapat beberapa hal yang bisa terjadi. Sel tersebut dapat mengalami nekrosis, yaitu suatu keadaan ketika sel mati dengan cepat akibat proses lisis sel. Sel juga bisa berhentu tumbuh dan membelah, atau sel tersebut dapat mengalami apoptosis. Sel yang mengalami nekrosis biasanya menjadi bengkak dengan cepat, hilang keutuhan membran, berhenti bermetabolisme, and melepaskan kandungannya ke lingkungan. Sel yang mengalami nekrosis dengan cepat secara in vitro tidak mempunyai waktu maupun energi yang mencukupi untuk mengaktifkan apoptosis dan tidak akan mengeluarkan penanda apoptosis.[1]

Kemoterapi

sunting

Kemoterapi sering kali menggunakan zat-zat sikotoksik untuk membunuh atau merusak sel kanker.[2][3]

Referensi

sunting
  1. ^ Promega Corporation (2006) Protocols and Applications Guide. Cell Viability. Diarsipkan 2010-08-10 di Wayback Machine.
  2. ^ Ramin Zibaseresht, Photoactivated Cytotoxins, University of Canterbury, 2006.
  3. ^ "Chemotherapy Principles" (PDF). American Cancer Society. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-12-13. Diakses tanggal 20 August 2014.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Sitotoksisitas seluler yang bergantung pada antibodi

Sitotoksisitas seluler yang bergantung pada antibodi (Bahasa Inggris: Antibody-dependent cellular cytotoxicity, disingkat ADCC), juga disebut sebagai sitotoksisitas

Sitotoksisitas yang bergantung pada komplemen

Sitotoksisitas yang bergantung pada komplemen (Bahasa Inggris: Complement-dependent cytotoxicity, disingkat CDC) merupakan fungsi efektor dari IgG dan

Miristisin

dengan banyak enzim dan jalur sinyal dalam tubuh, dan mungkin memiliki sitotoksisitas yang bergantung pada dosis dalam sel hidup. Miristisin terdaftar dalam

Buah naga

Kompas.com. Diakses tanggal 2022-05-20. Sarasmita; Laksmiani. "UJI SITOTOKSISITAS EKSTRAK ETANOL LIMBAH KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus)

Toksisitas

atau tumbuhan, dan efek terhadap substruktur organisme, seperti sel (sitotoksisitas) atau organ tubuh seperti hati (hepatotoksisitas). Secara metafora,

Farmakodinamika

kerusakan sel, melalui kerusakan yang disebabkan oleh racun atau mematikan (sitotoksisitas atau iritasi) Aktivitas yang diinginkan Aktivitas obat yang diinginkan

Sulfonamida (obat)

proses stereospesifik, membentuk metabolit reaktif yang menyebabkan sitotoksisitas langsung atau respons imunologis. Sulfonamida non-antibiotik tidak memiliki

Strok

eksitotoksisitas, toksisitas dengan radikal bebas, produksi asam arakidonat, sitotoksisitas dengan sitokin, aktivasi sistem komplemen, disrupsi sawar darah otak