Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. |
| Situmorang | |||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Aksara Batak | แฏแฏชแฏแฏฎแฏแฏฌแฏแฏฐ (Surat Batak Toba) | ||||||||||
| Nama marga | Situmorang | ||||||||||
| Arti | si + tumorang (torang) (lebih terang; benderang) | ||||||||||
| Silsilah | |||||||||||
| Jarak generasi dengan Siraja Batak |
| ||||||||||
| Nama lengkap tokoh | Ompu Tuan Situmorang | ||||||||||
| Nama istri | Boru Limbong | ||||||||||
| Nama anak |
| ||||||||||
| Kekerabatan | |||||||||||
| Induk marga | Si Raja Lontung | ||||||||||
| Persatuan marga | Situmorang Si Pitu Ama (bersama Sitohang, Siringoringo, dan Rumapea) | ||||||||||
| Turunan |
| ||||||||||
| Padan | Nahampun | ||||||||||
| Asal | |||||||||||
| Suku | Batak | ||||||||||
| Etnis | Batak Toba | ||||||||||
| Daerah asal | Urat, Samosir | ||||||||||
| Paguyuban | |||||||||||
| Lokasi tugu | Parsaoran Urat 2ยฐ27โฒ51โณN 98ยฐ49โฒ58โณE๏ปฟ / ๏ปฟ2.46417ยฐN 98.83278ยฐE | ||||||||||
Situmorang (Surat Batak: แฏแฏชแฏแฏฎแฏแฏฌแฏแฏฐ) adalah salah satu marga Batak Toba yang berasal dari Urat, Samosir , Indonesia. Marga Situmorang merupakan keturunan dari Tuan Situmorang, anak kedua dari Raja Lontung.
Sejarah Situmorang Sipitu Ama
suntingOmpu Tuan Situmorang adalah anak yang pintar, cerdas, pemberani, disayangi ayahandanya Siraja Lontung. Hal ini dikarenakan setelah Ompu Tuan Situmorang lahir, kondisi kehidupan dalam keluarga Siraja Lontung mulai membaik atau dengan kata lain tercerahkan atau terang (torang) pada saat itu. Oleh sebab hal tersebut, Siraja Lontung memberi nama anaknya "Si Tumorang" (Ompu Tuan Situmorang).
Ompu Tuan Situmorang adalah seorang yang bijaksana, cerdas, pintar, pemberani dan berpikiran jauh ke depan serta mempunyai rasa kasih sayang kepada keluarganya dan kepada pomparannya. Ompu Tuan Situmorang hidup sangat lanjut (panjang umurnya), sedangkan anak-anaknya yaitu Ompu Panopa Raja dan Ompu Pangaribuan beserta tiga orang cucunya yaitu Ompu Ambolas, Amparhujobung, dan Raja Babiat telah meninggal terlebih dahulu. Oleh karena hal ini dia tinggal bersama-sama dengan ketujuh cicitnya (nini-nya) yaitu Lumban pande (Raja Pande). Lumban nahor (Raja Nahor). Suhut nihuta (Tuan Suhut). Siringo (Tuan Ringo) Dori Mangambat (Sitohang Uruk),Raja Itubungna (Sitohang Tonga-tonga), dan Ompu Bonanionan (Sitohang Toruan). Ompu Tuan Situmorang berkeinginan agar keturunannya tetap bersatu dan saling bantu membantu dalam setiap kegiatan di antara keturunannya (pomparan-nya).
Meskipun Ompu Tuan Situmorang sudah sangat lanjut usianya, penglihatannya sudah rabun, dan badannya sudah mulai lemah, rasa semangat dalam dirinya tetap tinggi untuk membina dan menasihati seluruh keturunannya. Oleh karena itu, Ompu Tuan Situmorang beserta para cicitnya (nini-nya) sepakat untuk mengadakan upacara pesta ucapan syukur kepada Yang Maha Kuasa atas umur panjang Ompu Tuan Situmorang serta meminta kepada Yang Maha Kuasa agar seluruh cicitnya diberkati. Dalam upacara tersebut juga, Ompu Tuan Situmorang menyampaikan amanah dan pesan (tona) kepada ketujuh cicit (nini) atau anak mangulahi-nya.
Upacara pesta pun dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan. Seluruh keluarga besar Ompu Tuan Situmorang diundang dan berkumpul. Mereka sama-sama menyampaikan ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat dan panjang umur yang diberikan kepada Ompu Tuan Situmorang. Kemudian pada acara tersebut Ompu Tuan Situmorang memanggil ketujuh cicitnya (nini-nya) atau anak mangulahi-nya untuk memberi berkat (pasupasu), amanah, pesan (tona), serta nasihat yang secara garis besarnya adalah sebagai berikut:
"Mulai hari ini kalian ketujuh cicitku (niningku) kutetapkan menjadi anakku, dan akulah yang menjadi orang tuamu. Kalian semua ketujuh anakku (cicit) harus tetap bersatu dan saling bahu membahu dalam melaksanakan sesuatu yang diperlukan. โSisada anak ma hamu sisada boru, sisada lulu anak, sisada lulu boru. Manat mardongan tubu, elek marboru, somba marhula-hulaโ.
Dalam upacara pesta yang dilaksanakan Ompu Tuan Situmorang beserta keturunannya, mereka mengadakan pemberian persembahan (santi-santi) yang disampaikan oleh ketujuh cicitnya (nini-nya) kepada Ompu Tuan Situmorang. Pemberian persembahan ini dilaksanakan secara berurutan sebagai berikut:
1. Persembahan (Santi-santi) Lumban Pande, Ompu Tuan Situmorang menerimanya dengan mengatakan terimakasih. "na malo do ho jala pande do ho mangula siulaonmu, Jadi mulai sadari on Jou on ma ho Lumban Pande "Raja Pande."(Kamu kerjakanlah apa yang dapat kamu kerjakan untuk hal yang baik.
2. Persembahan (Santi-santi) Lumban Nahor. Setelah diterima, Ompu Tuan Situmorang mengucapkan terima kasih dan mengatakan "Banyak pekerjaanmu yang dapat kamu selesaikan dengan baik, mau bekerja sama, pandai dan kamu selalu menganggap bahwa pekerjaan tersebut dapat kamu laksanakan. Jadi mulai sadari on jou on ma ho Lumban Nahor "Raja Nahor."
3. Persembahan (Santi-santi) Suhut Ni Huta Setelah diterima, Ompu Tuan Situmorang menyampaikan ucapan terima kasih dan mengatakan: "kamu adalah orang yang baik, bijaksana, dan pandai, selalu mau menjadi tumpuan, mempersatukan abang adikmu, dan selalu mau menjadi pendorong untuk kebaikan di antara kalian kakak beradik. Jadi mulai sadari on jou on ma ho Suhut Nihuta "Tuan Suhut."
4. Persembahan (Santi-santi) Si Ringo, Setelah diterima, Ompu Tuan Situmorang mengucapkan terima kasih, serta mengatakan: "Kamu adalah orang yang baik dan pandai berbicara, kamu banyak menyampaikan hal-hal yang perlu diketahui orang lain. Jadi mulai sadari on jou on ma ho Siringo, "Tuan Ringo."
5. Persembahan (Santi-santi) Dori Mangambat Setelah diterima, Ompu Tuan Situmorang mengucapkan terima kasih. Satti-satti tersebut diletakkan di atas tohang (ambang) yang ada dalam rumah bagian uruk (atas), serta mengatakan: "Kamu adalah orang yang baik, mau bekerjasama, dan mau menghargai abang adikmu. Jadi mulai hari ini kupanggil namamu "songon parpeak ni santi-santi mon di Tohang na pa HOT Ruma parsaktianon" jadi mulai sadari on jou on ma ho, Dori mangambat "Sitohang Uruk."
6. Persembahan (Santi-santi) Raja Itubungna, Setelah diterima, Ompu Tuan Situmorang mengucapkan terima kasih lalu meletakkan satti-satti tersebut di atas tohang (ambang) yang ada dalam rumah bagian tengah dan mengatakan: "Kamu adalah orang yang baik, mau bekerjasama, rajin, dan mau bersikap hormat. Maka kupanggil namamu "Songon parpeak ni santi- santi mon di Tohang si pa HOT Ruma parsaktianon" jadi mulai sadarion jou on ma ho Raja itubungna, "Sitohang Tonga-tonga."
7. Persembahan (Santi-santi) Ompu Bonanionan Setelah diterima, Ompu Tuan Situmorang mengucapkan terima kasih lalu meletakkan satti-satti tersebut di atas tohang (ambang) yang ada didalam rumah bagian toruan atau jae (hilir atau bawah) dan mengatakan: "Kamu adalah orang yang baik, bekerja keras, mau bekerjasama, rajin, mau bersikap hormat, serta disenangi. Maka kupangil namamu "Songon parpeak ni santi-santimon di Tohang si pa Hot Ruma parsaktianon" mulai sadarion jou on ma ho BonaNionan "Sitohang Toruan." (Nb kelak namanya di panggil Ompu Bona Nionan oleh cucu cucu dari para abangnya dan kita seluruh pomporan si7ama)
Goar Hi ma Arta di hamu sude Anak ku (Nini/anak mangulahi) Rodi pinompar ni pinarparmu.
Cicit (nini) Ompu Tuan Situmorang inilah yang ditabalkan (dijadikan) Ompu Tuan Situmorang menjadi anaknya. Adapun sebenarnya menurut adat batak, cicit atau nini adalah anak mangulahi, jadi Ompu Tuan Situmorang tidak salah dan memang benar menjadikan para cicitnya tersebut menjadi anaknya. Ketujuh cicit (nini) Ompu Tuan Situmorang inilah yang menjadi dasar dari istilah "Situmorang Sipitu Ama" yang tetap dipakai dan diwarisi sampai sekarang oleh keturunan Tuan Situmorang sebagai nama persatuan mereka.
Kekerabatan
suntingTanah Pakpak Simsim
suntingMenurut tarombo marga Situmorang, salah seorang keturunan Situmorang Tuan Suhut Ni Huta bernama Ompu Ambar Nabolak berpindah ke wilayah Tanah Pakpak, yakni di Banu Harhar. Menurut tarombo marga-marga Pakpak Simsim, salah seorang keturunan Situmorang menikahi anak perempuan dari Parube Haji. Dari pernikahan ini, lahirlah Sori Tandang. Sori Tandang, bersama saudara-saudaranya Sori Gigi dan Pungutan Sori, merupakan pembuka marga-marga di Tanah Pakpak Simsim. Sori Tandang menurunkan marga Padang yang kemudian memiliki kerajaan di Siempat Rube.[1]
Tanah Karo
suntingKeturunan marga Padang Jambu yang berpindah ke Tanah Karo menurunkan marga Pinem Ramban dan Pinem Jambu.
Tokoh
sunting
Beberapa tokoh yang bermarga Situmorang, di antaranya adalah:
- Asal Manganar Situmorang
- Sudung Situmorang
- Edwin Pamimpin Situmorang
- Gerald Situmorang
- Humala Frederik Situmorang
- Frederick Situmorang
- Kasirun Situmorang
- Martinus Dogma Situmorang
- Monang Situmorang
- Nahum Situmorang
- Nelly Pauna Situmorang
- Palmer Situmorang
- Raja Ompu Babiat Situmorang
- Rafael Situmorang
- Saut Situmorang
- Sitor Situmorang
- Sojuangon Situmorang
- Jamot Parluhutan Situmorang
- Thony Saut Situmorang
- Monang Situmorang
Referensi
sunting- ^ Sebayang, Dr Amir Mirza. Sebayang Dari Raja Lambing Hingga Kini - Sejarah Perbesi dan Perkembangan Sebayang. Penerbit Andi. ISBNย 978-979-29-6361-8.








