Soemanang Soerjowinoto
Potret resmi, ca 1954
Menteri Perdagangan ke-9
Masa jabatan
4 April 1952 – 3 Juni 1953
Perdana MenteriWilopo
Sebelum
Pendahulu
Wilopo
Sebelum
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Masa jabatan
16 Agustus 1950 – 13 Maret 1954
Senator Republik Indonesia Serikat
dari Republik Indonesia
Masa jabatan
16 Februari 1950 – 16 Agustus 1950
Informasi pribadi
Lahir(1908-05-01)1 Mei 1908
Yogyakarta, Hindia Belanda
Meninggal13 Juni 1988(1988-06-13) (umur 80)
Jakarta, Indonesia
Partai politikPartai Nasional Indonesia
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Mr. Soemanang Soerjowinoto (EYD: Sumanang Suryowinoto; 1 Mei 1908 – 13 Juni 1988) adalah adalah seorang jurnalis, politisi, dan bankir Indonesia.

Kehidupan awal dan pendidikan

sunting

Soemanang lahir di Yogyakarta, saat itu bagian dari Hindia Belanda pada 1 Mei 1908.[1][2] Ia adalah keturunan keluarga bangsawan Pakualaman, dan ayahnya adalah pejabat menengah di Kesultanan Yogyakarta.

Ia belajar di Rechts-Hogeschool (Sekolah Tinggi Hukum) di Batavia, dengan spesialisasi dalam urusan sosial ekonomi.[2]

Pekerjaan

sunting

Soemanang memasuki jurnalisme setelah beberapa lama bekerja di bidang hukum, mendirikan surat kabar pertamanya pada tahun 1937. Ia adalah salah satu pendiri Kantor Berita Antara dan ia adalah pemimpin redaksi surat kabar Pemandangan selama pendudukan Jepang di Hindia Belanda. Setelah kemerdekaan Indonesia, ia mendirikan surat kabar Nasional, menjadi ketua pertama Persatuan Wartawan Indonesia, dan bergabung dengan Komite Nasional Indonesia Pusat, menjadi seorang senator di Republik Indonesia Serikat dan kemudian menjadi Menteri Perdagangan di bawah kepemimpinan perdana menteri Wilopo. Menyusul karier politik ini, Soemanang menjabat sebagai direktur di dua bank sebelum menjadi direktur eksekutif di Dana Moneter Internasional.

Pada tanggal 9 Februari 1946, para wartawan berkumpul di kota Solo buat pertama kalinya adalah dalam suasana hangat-hangatnya proklamasi. Pada waktu itu wartawan senior yang hadir pada kongres wartawan pertama dalam era kemerdekaan, misalnya wartawan-wartawan terkenal Mochtar Lubis (Indonesia Raya), B.M. Diah (Harian Merdeka), Suwardi Tasrif (Harian Abadi), H. Rosihan Anwar (Harian Pedoman), dan lain-lain.

Rujukan

sunting
  1. ^ "Soemanang Soerjowinoto, Raden Mas". jakarta-tourism.go.id. Diakses tanggal 26 November 2019.
  2. ^ a b Ministry of Information of Indonesia (1954). Kami Perkenalkan (PDF). Archipel Printers & Editors. hlm. 126.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Adam Malik

Pada usia 20 tahun, ia bersama dengan Abdul Hakim, Djohan Sjahroezah, Soemanang, Albert Manumpak Sipahutar, dan Pandu Kartawiguna memelopori berdirinya

Lembaga Kantor Berita Nasional Antara

dengan dibantu oleh Sanoesi Pane, Soemanang, Mr. Alwi, Djohan Sjahroezah, dan Sugondo Djojopuspito. Pada tahun 1941, Soemanang menyerahkan jabatan direktur

Bintang Mahaputera Utama

(1994) Soedjana Sapi'ie (1999) Raden Soedirman (1992)A Soedjatmoko (1995)A Soemanang (1995)A Soepardjo Rustam (1982) Soepeno (1970)A Soeripto (1997) Dr. Soerono

Kementerian Perindustrian Republik Indonesia

tanggung jawab Kementerian Perekonomian yang dipimpin oleh Mr. Soemanang. Kemudian Mr. Soemanang digantikan oleh Mr. Iskaq Tjokrohadisoerjo sampai tanggal

Museum Sumpah Pemuda

Soenarko, Koentjoro Poerbopranoto, Mohammad Amir, Roesmali, Mohammad Tamzil, Soemanang, Samboedjo Arif, Mokoginta, Hassan, dan Katjasungkana. Sejak 1925, gedung

Sugondo Djojopuspito

sebagai wartawan lepas De Bataviaasch Nieuwsblad. Pada tahun 1941 oleh Mr. Soemanang ia dipercaya memimpin Kantor Berita Antara. Pada masa penjajahan Jepang

13 Desember

kota yang kemudian menjadi tempat peristiwa Pembantaian Nanking. 1937 - Soemanang, A.M. Sipahoetar, Sugondo Djojopuspito, Pandoe Kartawagoena, dan Adam

Daftar menteri Indonesia berdasarkan partai

Wilopo Suwirjo Soejono Hadinoto Ukar Bratakusumah Moekarto Notowidigdo Soemanang Soerjowinoto Sunario Sastrowardoyo Iskak Tjokroadisurjo Ong Eng Die Roeslan