Srauta (Dewanagari: เคถเฅเคฐเฅเคค;ย IAST:ย ลrauta) adalah tradisi ritualistis konservatif dari Brahmanisme dalam agama Hindu, yang berdasarkan pada pustaka Sruti. Penganutnya masih bertahan di India masa kini dan membentuk kaum minoritas dalam tubuh agama Hindu.
Praktik
suntingTradisi Srauta lebih menekankan pelaksanaan ritual daripada seperangkat kepercayaan. Sebagian besar praktik keagamaan penganut Srauta adalah yajรฑa. Yajรฑa terbagi menjadi dua kategori: nityakarma dan kฤmyakarma. Nityakarma mengacu kepada yajรฑa yang dilaksanakan sehari-hari atau setiap perayaan tertentu. Kฤmyakarma mengacu kepada yajรฑa yang dilakukan dengan tujuan tertentu.
Pustaka Weda menyebutkan setidaknya ada 400 yajรฑa.[1] Kelompok dari berbagai yajรฑa tersebut dikenal sebagai Paรฑca-mฤhayajรฑa:
- Devayajรฑa, mempersembahkan ฤhuti kepada para dewa
- Pitแนyajรฑa, mempersembahkan sesajen[2] kepada para leluhur atau pitแนa
- Bhลซtayajรฑa, mempersembahkan bebali kepada makhluk-makhluk alam bawah (bhuta, jin, siluman, dll.)
- Manuแนฃyayajรฑa, mempersembahkan makanan kepada tamu
- Brahmayajรฑa, melantunkan Weda tiap hari
Referensi
sunting- ^ Grhasthashrama
- ^ "Libations at answers.com". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-03-17. Diakses tanggal 2022-01-04.








