48ยฐ42โ€ฒN 44ยฐ31โ€ฒE๏ปฟ / ๏ปฟ48.700ยฐN 44.517ยฐE๏ปฟ / 48.700; 44.517

Pertempuran Stalingrad
Bagian dari Front Timur dari Perang Dunia II

Searah jarum jam dari kiri atas:
Tanggal17 Juli 1942[Note 1] โ€“ 2 Februari 1943[Note 2]
(6ย bulan, 2ย minggu dan 2ย hari)
LokasiStalingrad, RSFS Rusia, Uni Soviet
Hasil Kemenangan Soviet
Perubahan
wilayah
Pengusiran militer Poros dari Kaukasus, membalikkan kemajuan yang dipimpin Jerman pada Kampanye Musim Panas 1942
Pihak terlibat
ย Uni Soviet
Tokoh dan pemimpin
Pasukan

Jerman Nazi Grup Angkatan Darat B:

  • Jerman Nazi Angkatan Darat ke-6
  • Jerman Nazi Tentara Panzer ke-4
  • Kerajaan Rumania Angkatan Darat ke-3
  • Kerajaan Rumania Angkatan Darat ke-4
  • Kerajaan Italia di bawah Fasisme (1922-1943) Angkatan Darat ke-8
  • Kerajaan Hungaria (1920โ€“1946) Angkatan Darat ke-2

Jerman Nazi Grup Angkatan Darat Don

  • Jerman Nazi Angkatan Darat ke-6
  • Jerman Nazi Tentara Panzer ke-4
  • Jerman Nazi Tentara Panzer ke-1
  • Kerajaan Rumania Angkatan Darat ke-3

Uni Soviet Front Stalingrad:

Uni Soviet Front Don[Note 3]

Uni Soviet Front Barat Daya[Note 4]

Kekuatan
Selama serangan Blok Poros:
  • 270.000 personel
  • 3.000 meriam artileri
  • 500 tank
  • 600 pesawat, 1.600 pada pertengahan September (Luftflotte 4)[Note 5][1]


Selama serangan balasan Soviet:
  • ~600.000โ€“1.011.000 personel[2][3]
  • 640+ tank
  • 732 pesawat (402 beroperasi)[4]
Selama serangan Blok Poros:
  • 187.000 personel
  • 2.200 meriam artileri
  • 400 tank
  • 300 pesawat[5]




Selama serangan balasan Soviet:
  • 1.103.000โ€“1.143.500 personel[3][6]
  • 13.451 meriam artileri
  • 894 tank[6]
  • 1.115 pesawat[7]
Korban
  • 800.000[8]โ€“1.500.000 korban jiwa[9]
  • Jerman Nazi Jerman:
    300.000+ (Angkatan Darat ke-6 dan
    Angkatan Darat Panzer ke-4)[10][11][12]
    400.000+ (semua unit)[13]
  • Kerajaan Italia (1861โ€“1946) Italia:
    114.000[14]โ€“130.000[15]
  • Kerajaan Rumania Rumania:
    109.000[14]โ€“200.000[15]
  • Kerajaan Hungaria (1920โ€“1946) Hungaria:
    120.000[15]โ€“143.000[11]
  • Hiwi: 19.300โ€“52.000[16]
  • Jumlah korban tewas: caโ€‰500.000[17][18]
  • Total yang ditangkap: caโ€‰235.000[19]
  • 900 pesawat hancur
  • 1.500 tank hancur
  • 6.000 senjata hancur
  • 744 pesawat; 1,666 tank; 5.762 senjata direbut
  • Uni Soviet 1.347.214[20]โ€“1.672.224 korban jiwa[21]
    674.990โ€“2.000.000 tewas atau hilang
    672.224 terluka atau sakit

  • 2.769โ€“5.654 pesawat tempur[20]
  • 4.341 tank (25โ€“30% merupakan penghapusan total.[22])
  • 15.728 senjata
Jumlah korban tewas: 1.100.000โ€“3.000.000+[23][24][25][26][27]

Pertempuran Stalingrad (17 Juli 1942 โ€“ 2 Februari 1943)[28][29][30][31] adalah pertempuran terbesar pada sejarah Perang Dunia II di mana Nazi Jerman dan sekutunya melawan Uni Soviet untuk menguasai kota Stalingrad (sekarang Volgograd) di Rusia Selatan, di perbatasan timur Eropa.

Ditandai dengan pertempuran jarak dekat dan serangan langsung terhadap warga sipil lewat serangan udara, sering dianggap sebagai yang terbesar dan pertempuran paling berdarah dalam sejarah peperangan.[32] Kerugian besar yang diderita Wehrmacht Jerman membuatnya bisa dibilang yang paling strategis dalam menentukan pertempuran di keseluruhan perang.[33] Ini adalah titik balik dalam panggung Perang Dunia II di Eropa.; Pasukan Jerman tidak pernah berinisiatif kembali di Timur dan menarik kekuatan militer yang luas dari Barat untuk menggantikan kerugian mereka.[34]

Serangan Jerman untuk menaklukan Stalingrad dimulai pada akhir musim panas tahun 1942, menggunakan Tentara Keenam Jerman dan unsur Panzer Tentara ke empat. Serangan itu didukung dengan pengeboman intensif oleh Luftwaffe yang meluluhkan banyak kota menjadi puing-puing. Pertempuran berubah menjadi pertempuran bangunan ke bangunan, dan kedua belah pihak saling menuangkan bala bantuan ke kota. Pada pertengahan November 1942, Jerman telah mendorong pembela Soviet kembali dengan biaya besar, menjadi zona sempit yang umumnya di sepanjang tepi barat Sungai Volga.

Pada tanggal 19 November 1942, Tentara Merah meluncurkan Operasi Uranus, serangan dua arah menargetkan pasukan kecil Rumania dan Hungaria yang melindungi Angkatan Darat Jerman ke-6.[35] Pasukan Poros di sisi-sisi yang diserbu dan tentara ke-6 terputus dan terkepung di daerah Stalingrad. Adolf Hitler memerintahkan tentara tinggal di Stalingrad dan tidak berusaha untuk keluar; sebaliknya, upaya dilakukan dengan memasok tentara melalui udara dan untuk memecahkan pengepungan dari luar. Pertempuran sengit berlangsung selama dua bulan. Pada awal Februari 1943, pasukan Poros di Stalingrad telah kehabisan amunisi dan makanan. Unsur-unsur yang tersisa dari Tentara Keenam Jerman menyerah.[36]:โ€Šp.932โ€Š Pertempuran berlangsung lima bulan, satu minggu, dan tiga hari.

Latar Belakang

sunting

Pada bulan Juni 1942, Tentara Jerman (Wehrmacht) melancarkan kampanye musim panas kedua mereka terhadap Uni Soviet, yang disebut Operation Blau (Operasi Biru). Sebelumnya dalam operasi Barbarossa[37] Wehrmacht dihalau di pintu gerbang Moskow pada musim dingin 1941-1942. Pada tanggal 5 April 1942, Hitler mengeluarkan Petunjuk Fรผhrer No.41 yang berisi perintah untuk memulai kampanye baru terutama di area Sungai Don, Kaukasus dan Krimea. Didalam petunjuk itu Kota Stalingrad disebutkan hanya sepintas dan termasuk dalam tugas mengamankan sayap Jerman di Kaukasus.

Segala upaya akan dilakukan untuk mencapai Stalingrad, atau setidaknya membuat kota itu diserang artileri berat sehingga tidak lagi berguna sebagai pusat industri atau komunikasi.

โ€”โ€ŠAdolf Hitler

[38]

Tidak sampai, Hitler mengeluarkan Petunjuk Fรผhrer No.45 di tanggal 23 Juni 1942 yang memerintahkan untuk menguasai dan menduduki kota Stalingrad dengan segala upaya. Di dalam petunjuk itu juga, Hitler membagi Grup Angkatan Darat Selatan menjadi dua, Grup Angkatan Darat A dan Grup Angkatan Darat B.[39] Stalingrad memiliki nilai politik dan propaganda besar jika dikuasai sekaligus menjadi pusat perekonomian Uni Soviet.

Operasi Biru diarahkan ke Rusia selatan dengan tujuan merebut ladang minyak di Grozny dan Maikop di Kaukasus, sekaligus memutus akses Uni Soviet dari bantuan Sekutu melalui Laut Kaspia serta memutus akses ke ladang minyak di Azerbaijan. Pasukan penyerbu Jerman dibagi dua kekuatan, yaitu Grup Angkatan Darat A dan Grup Angkatan Darat B

Grup Tentara B yang dipimpin oleh Marsekal Lapangan Fedor von Bock akan maju sepanjang Sungai Don termasuk Kota Stalingrad dengan tujuan melindungi sayap Grup Tentara A yang akan melaju ke Kaukasus. Grup Tentara A yang dipimpin Marsekal Lapangan Wilhelm List akan menyerbu Kaukasus dan menguasai ladang minyak di Grozny dan Maikop.[38]

Pentingnya Stalingrad

sunting

Pada mulanya, Tentara Merah Soviet memilih untuk bergerak mundur guna membuat jalur logistik pasukan Jerman keteteran dengan memanfaatkan luasnya wilayah Uni Soviet. Gerak mundur pasukan Soviet juga terjadi akibat kegagalan mereka dalam membuat garis pertahanan yang baru karena cepatnya gerak maju pasukan Jerman. Tiba-tiba, pasukan Soviet yang sedang mundur diperintahkan Stalin untuk bertahan di Stalingrad, yang secara harfiah berarti "kota Stalin". Selain karena menyandang nama Stalin, kota Stalingrad juga penting karena merupakan kota industri terbesar di tepi sungai Volga (jalur transportasi penting ke Laut Kaspia). Jatuhnya Stalingrad ke tangan Jerman akan memudahkan gerak maju pasukan Jerman menuju Kaukasus, yang memiliki cadangan minyak besar dan akan membuat Amerika kesulitan mengirim bantuan menuju Uni Soviet melalui Koridor Persia yang terletak di tepi Laut Kaspia.

Jalannya pertempuran

sunting

Menurut perkiraan, sekitar empat puluh ribu tentara dari kedua belah pihak terbunuh dalam setiap harinya. Fรผhrer Adolf Hitler memerintahkan pasukannya agar dalam kondisi apa pun, kota Stalingrad harus direbut. Akibatnya pasukan Jerman bertempur mati-matian untuk merebut kota tersebut. Namun, rakyat dan tentara di kota Stalingrad juga melakukan perlawanan yang sangat kuat sehingga pasukan Nazi dapat dihadang.

Sementara pasukannya bertempur mati-matian di Stalingrad, Komando Tertinggi Jerman tidak menyadari bahwa Stalin telah mengumpulkan bala bantuan untuk menghancurkan pasukan Jerman dalam suatu kampanye musim dingin. Serangan balasan Uni Soviet dilancarkan pada bulan November 1942 ketika salju mulai turun. Serangan tersebut dengan cepat menggulung pasukan Italia, Rumania, dan Hungaria yang melindungi garis belakang Angkatan Darat ke-6 Jerman. Akibatnya, pasukan Jerman yang beroperasi di Stalingrad terkepung.

Sebenarnya, Jerman memiliki kesempatan besar untuk menarik mundur pasukannya sebelum Tentara Merah menyelesaikan pengepungannya. Akan tetapi, Hitler bersikeras agar pasukannya tetap bertahan di Stalingrad dan memerintahkan Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman) untuk mengirimkan perbekalan bagi mereka. Akan tetapi, Soviet telah menambah jumlah meriam anti-pesawat yang berada di sekitar Stalingrad yang menyebabkan banyak pesawat Luftwaffe tertembak jatuh saat berusaha mengirimkan perbekalan untuk pasukan Jerman yang berada di dalam Stalingrad.

Suatu usaha lain untuk membebaskan pasukan Jerman yang terkepung dilakukan dengan mengirimkan Tentara Grup Don pimpinan Marsekal Erich von Manstein, salah seorang ahli strategi Jerman yang cemerlang. Akan tetapi, serangan tersebut berhasil dihentikan oleh bala bantuan Soviet yang masih segar di Kotelnikovo. Akhirnya, ketika dihadapkan pada kemungkinan terkepung, Erich von Manstein menarik mundur pasukannya dan meninggalkan rekan-rekannya di Stalingrad menunggu nasib.

Pada tanggal 30 Januari 1943, Tentara Merah di bawah pimpinan Marsekal Georgy Zhukov melancarkan serangan umum ke Stalingrad dan dengan cepat menggulung pasukan Poros yang sudah kelelahan dan menderita kelaparan dan penyakit. Dua hari kemudian, Marsekal Friedrich von Paulus dan 90.000 prajuritnya yang tersisa menyerah.

Para sejarawan menilai, kekalahan Jerman di Stalingrad merupakan awal dari kejatuhan Nazi. Hingga kini pertempuran ini dianggap sebagai pertempuran terbesar dan paling berdarah dalam sejarah manusia. Jumlah korban jiwa diperkirakan mencapai 3 juta jiwa.

Lihat pula

sunting

Rujukan

sunting
Catatan kaki
  1. ^ Awal pertempuran masih diperdebatkan, dengan beberapa sejarawan menyebutkannya pada bulan Agustus, dengan tanggal yang paling umum adalah 23 Agustus 1942.
  2. ^ Beberapa pasukan Jerman yang bertahan terus beroperasi di kota tersebut dan melakukan perlawanan hingga awal Maret 1943.
  3. ^ Susunan dan nama front Soviet berubah beberapa kali selama pertempuran. Pertempuran dimulai dengan Front Barat Daya. Kemudian namanya diubah menjadi Front Stalingrad, lalu Front Don memisahkan diri darinya.
  4. ^ Front tersebut dibentuk kembali dari pasukan cadangan pada tanggal 22 Oktober 1942.
  5. ^ Hayward 1998, hlm.ย 195: Kekuatan ini bertambah menjadi 1.600 pada awal September dengan menarik pasukan dari wilayah Kuban dan Kaukasus Selatan.

1 [[1]]

2 [[2]]

  1. ^ Bergstrรถm 2007.
  2. ^ Glantz & House 1995, hlm.ย 346.
  3. ^ a b ะ˜ัั‚ะพั€ะธั ะ’ั‚ะพั€ะพะน ะœะธั€ะพะฒะพะน ะฒะพะนะฝั‹ 1939โ€“1945. ะ’ 12 ั‚ะพะผะฐั…. [History of the Second World War 1939โ€“1945. In 12 volumes.] (dalam bahasa Rusia). Vol.ย 6. ะšะพั€ะตะฝะฝะพะน ะฟะตั€ะตะปะพะผ ะฒ ะฒะพะนะฝะต. ะ’ะพะตะฝะธะทะดะฐั‚. 1976. hlm.ย 35.
  4. ^ Hayward 1998, hlm.ย 225; Bergstrรถm 2006, hlm.ย 87.
  5. ^ Bergstrรถm 2007, hlm.ย 72.
  6. ^ a b Glantz & House 1995, hlm.ย 134
  7. ^ Hayward 1998, hlm.ย 224.
  8. ^ Wilson, Peter H. (2023). Iron and Blood: A Military History of the German-Speaking Peoples since 1500 (dalam bahasa Inggris) (Edisi 1st). Harvard University Press. hlm.ย 580. ISBNย 978-0-674-98762-3.
  9. ^ ะ’ะตะปะธะบะฐั ะžั‚ะตั‡ะตัั‚ะฒะตะฝะฝะฐั ะฒะพะนะฝะฐ 1941โ€“1945 ะณะพะดะพะฒ. ะ’ 12 ั‚. [The Great Patriotic War of 1941โ€“1945, in 12 Volumes] (dalam bahasa Rusia). Vol.ย 3. ะ‘ะธั‚ะฒั‹ ะธ ัั€ะฐะถะตะฝะธั, ะธะทะผะตะฝะธะฒัˆะธะต ั…ะพะด ะฒะพะนะฝั‹. ะšัƒั‡ะบะพะฒะพ ะฟะพะปะต. 2012. hlm.ย 421. ISBNย 978-5-9950-0269-7.
  10. ^ Walter Scott Dunn, Kursk: Hitler's Gamble, 1943, p. 1
  11. ^ a b Walsh 2000, hlm.ย 165.
  12. ^ Jochen Hellbeck, Stalingrad: The City That Defeated the Third Reich, p. 12
  13. ^ DiMarco 2012, hlm.ย 39.
  14. ^ a b Frieser et al. 2017, hlm.ย 14.
  15. ^ a b c Craig 1973, hlm.ย xii.
  16. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Portrait
  17. ^ Bell 2011, hlm.ย 104โ€“105.
  18. ^ Childers, Thomas (2017). The Third Reich: A History of Nazi Germany (dalam bahasa Inggris) (Edisi 1st). Simon & Schuster. hlm.ย 518. ISBNย 978-1-4516-5113-3.
  19. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama evans
  20. ^ a b ะŸะตั€ะตัะปะตะณะธะฝ, ะกะตั€ะณะตะน ะ‘ะพั€ะธัะพะฒะธั‡; ะŸะฐะฝะธะฝ, ะ. (2005). ะกั‚ะฐะปะธะฝะณั€ะฐะด: ั†ะตะฝะฐ ะฟะพะฑะตะดั‹ [Stalingrad: The Price of Victory] (dalam bahasa Rusia). Terra Fantastica. hlm.ย 118. ISBNย 5-7921-0673-8.
  21. ^ Rees, Laurence (2011-03-30). "Hitler's Invasion of Russia in World War Two". www.bbc.co.uk (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2024-04-03.
  22. ^ Hill, Alexander (2016). The Red Army and the Second World War. Cambridge University Press. ISBNย 978-1107020795.
  23. ^ Popov, P. P.; Kozlov, A.V.; Usik, B.G. (2008). Turning Point: Recollections of Russian Participants and Witnesses of the Stalingrad Battle (dalam bahasa Inggris). Leaping Horseman Books. hlm.ย 142. ISBNย 978-0-9751076-6-9.
  24. ^ Hanson, Victor Davis (2020). The Second World Wars: How the First Global Conflict Was Fought and Won (dalam bahasa Inggris) (Edisi reprint). Basic Books. hlm.ย 136, 308. ISBNย 978-1541674103.
  25. ^ Rees, Laurence (1999). The War of the Century: When Hitler Fought Stalin (dalam bahasa Inggris). BBC Books. hlm.ย 177. ISBNย 978-0-563-38477-9.
  26. ^ ะกะพะบะพะปะพะฒ, ะ‘ะพั€ะธั (2014). ะงัƒะดะพ ะกั‚ะฐะปะธะฝะณั€ะฐะดะฐ [The Miracle of Stalingrad] (dalam bahasa Rusia). ะะปะณะพั€ะธั‚ะผ. hlm.ย 235โ€“236. ISBNย 978-5-4438-0489-7.
  27. ^ Hoyt, Edwin P. (1993). 199 Days: The Battle for Stalingrad (dalam bahasa Inggris). Tor Books. hlm.ย 276. ISBNย 9780312854638.
  28. ^ McDougal Littell, (2006)
  29. ^ Roberts (2006: 143)
  30. ^ Biesinger (2006: 699): "On August 23, 1942, the Germans began their attack."
  31. ^ "Battle of Stalingrad". Encyclopรฆdia Britannica. By the end of August,ย ... Gen. Friedrich Paulus, with 330,000 of the German Army's finest troopsย ... approached Stalingrad. On 23 August a German spearhead penetrated the city's northern suburbs, and the Luftwaffe rained incendiary bombs that destroyed most of the city's wooden housing.
  32. ^ Luhn, Alec (8 June 2014). "Stalingrad name may return to city in wave of second world war patriotism". theguardian.com. The Guardian. The Guardian. Diakses tanggal 16 February 2015.
  33. ^ Taylor (1998) Vol IV, p. 142
  34. ^ Bellamy, (2007)
  35. ^ Beevor (1998: 239)
  36. ^ Shirer (1990)
  37. ^ Shirer (1990), hal. 864
  38. ^ a b Glantz, David (2015). When Titans Clashed: How the Red Army Stopped Hitler Revised and Expanded edition. hlm.ย 115-116. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  39. ^ "Fรผhrer Directive No.45". Diakses tanggal 25 Maret 2024.

Daftar pustaka

sunting

1 Perang Dunia 2

2 Jerman Nazi

3 Uni Soviet

4 Volgograd

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Volgograd

Volgograd, sebelumnya Tsaritsyn (1589โ€“1925) dan Stalingrad (1925โ€“1961), adalah kota terbesar dan pusat administrasi Oblast Volgograd, Rusia. Kota ini terletak

Perang Dunia II

China. Tentara Poros Eropa dikalahkan di Afrika Utara, Normandy, dan Stalingrad. Pada tahun 1943, melalui serangkaian kekalahan Jerman di Eropa Timur

Stalingrad (film 2013)

Stalingrad (bahasa Rusia: ะกั‚ะฐะปะธะฝะณั€ะฐะดcode: ru is deprecated ) adalah sebuah film perang Rusia tahun 2013 garapan Fedor Bondarchuk. Film tersebut adalah

Stalingrad (Mรฉtro de Paris)

Stalingrad merupakan sebuah stasiun angkutan cepat Paris Mรฉtro yang terletak di arrondissement ke-10 dan 19 di Paris, letaknya di Place Stalingrad yang

Friedrich Paulus

Darat Keenam dalam Pertempuran Stalingrad (Agustus 1942 sampai Februari 1943) Pasukan Soviet menangkap Paulus di Stalingrad pada 31 Januari 1943, hari yang

Vasily Zaitsev

Dunia II. Antara 10 November hingga 17 Desember 1942, dalam Pertempuran Stalingrad, Zaitsev berhasil membunuh 225 tentara dan seorang perwira Wehrmacht.

Operasi Biru

melumpuhkan ekonomi Uni Soviet dengan menghancurkan pusat perekonomian di Stalingrad dan mengambil cadangan minyak yang melimpah di Kaukasus. Grup Tentara

Operasi Barbarossa

melanjutkan Pengepungan Leningrad, Operasi Nordlicht, dan Pertempuran Stalingrad, pertempuran antara lain di wilayah yang diduduki Soviet . Operasi Barbarossa