Stasiun Surabaya Gubeng
Kereta Api Indonesia
PD02 J02 PB01 SP02 A13

Bangunan lama Stasiun Surabaya Gubeng difoto pada malam hari, 2025
Nama lainStasiun Gubeng
Lokasi
Koordinat7ยฐ15โ€ฒ55.152โ€ณS 112ยฐ45โ€ฒ9.684โ€ณE๏ปฟ / ๏ปฟ7.26532000ยฐS 112.75269000ยฐE๏ปฟ / -7.26532000; 112.75269000
Ketinggian+5 m
Operator
Otoritasย transportasiDirektorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (hanya untuk layanan Commuter Line)
Letak
Jumlahย peron7
Jumlahย jalur6 (jalur 1, 2, dan 5: sepur lurus)
Layanan
Lintas selatan Jawa
Aglomerasi
Lokal
Komuter
Konstruksi
Jenisย strukturAtas tanah
Gayaย arsitekturNeoklasik dengan sentuhan chalet (bangunan lama)
Modern 1990 (bangunan baru)
Informasi lain
Kodeย stasiun
KlasifikasiBesar tipe A[2]
Sejarah
Dibuka1878
Dibangunย kembali1905, 1928, 1996
Namaย sebelumnyaStation Goebeng Soerabaja
Perusahaanย awalStaatsspoorwegen Oosterlijnen
Penumpang
20249.913/hari[a] (KAI)
Peringkat4
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Logo PT KAI Aglomerasi Stasiun berikutnya
Terminus Probowangi
Surabaya Gubengโ€”Ketapang, pp
Wonokromo
menuju Ketapang
Stasiun sebelumnya Stasiun berikutnya
Surabaya Pasarturi
menuju Bojonegoro
Commuter Line Arjonegoro
Bojonegoroโ€“Surabaya Pasarturiโ€“Sidoarjo, p.p.
Wonokromo
menuju Sidoarjo
Surabaya Pasarturi
menuju Babat
Commuter Line Arjonegoro
Babatโ€“Surabaya Pasarturiโ€“Sidoarjo, p.p.
Surabaya Kota
Terminus
Commuter Line Supas
Surabaya Kota-Pasuruan, p.p.
Wonokromo
menuju Pasuruan
Commuter Line Supas
Surabaya Kotaโ€“Probolinggo, p.p.
Wonokromo
Surabaya Pasarturi
menuju Indro
Commuter Line Jenggala
Indroโ€“Mojokerto via Sidoarjo, p.p.
Wonokromo
menuju Mojokerto
Commuter Line Jenggala
Indroโ€“Mojokerto via Sepanjang, p.p.
Surabaya Kota
menuju Babat
Commuter Line Jenggala
Babatโ€“Mojokerto via Sepanjang, p.p.
Terminus Commuter Line Dhoho
Lingkar Jawa Timur
Via Kertosono-Blitar-Malang berlawanan arah jarum jam
Wonokromo
Surabaya Kota
Perjalanan satu arah
Commuter Line Dhoho
Surabaya Kota-Kertosono berlawanan arah jarum jam
Wonokromo
menuju Kertosono
Commuter Line Dhoho
Surabaya Kota-Blitar via Kertosono berlawanan arah jarum jam
Wonokromo
menuju Blitar
Commuter Line Dhoho
Surabaya Kota-Malang via Kertosono-Blitar berlawanan arah jarum jam
Wonokromo
menuju Malang
Wonokromo
Perjalanan satu arah
Commuter Line Dhoho
Lingkar Jawa Timur
Via Kertosono-Blitar-Malang berlawanan arah jarum jam
Surabaya Kota
Terminus
Commuter Line Dhoho
Malang-Surabaya Kota berlawanan arah jarum jam
Commuter Line Dhoho
Blitar-Surabaya Kota via Malang berlawanan arah jarum jam
Surabaya Kota
Perjalanan satu arah
Commuter Line Penataran
Lingkar Jawa Timur
Via Malang-Blitar-Kertosono searah jarum jam
Wonokromo
Commuter Line Penataran
Surabaya Kota-Malang searah jarum jam
Wonokromo
menuju Malang
Commuter Line Penataran
Surabaya Kota-Blitar via Malang searah jarum jam
Wonokromo
menuju Blitar
Wonokromo
Perjalanan satu arah
Commuter Line Penataran
Lingkar Jawa Timur
Via Malang-Blitar-Kertosono searah jarum jam
Surabaya Kota
Terminus
Commuter Line Penataran
Kertosono-Surabaya Kota searah jarum jam
Commuter Line Penataran
Blitar-Surabaya Kota via Kertosono searah jarum jam
Commuter Line Penataran
Malang-Surabaya Kota via Blitar-Kertosono searah jarum jam
Layanan penghubung
Halte sebelumnya Halte berikutnya
Lapangan Hockey
Perjalanan satu arah
Ruteย 2
dari Kejawan Putih Tambak
05.30โ€“21.00
Gedungย Baru
transfer di SMAN 4
Pemuda
menuju UNESA
Grand City
Perjalanan satu arah
Ruteย 2
dari UNESA
05.30โ€“21.00
Gedungย Baru
transfer di Moestopo
RSUD Dr. Soetomo
Halte sebelumnya Wirawiri Suroboyo Halte berikutnya
Pengadilan Tinggi
(A)
Perjalanan satu arah
Feederย 4
Ruteย 4A
dari RS Royal
05.30โ€“21.00
Gedungย Lama
transfer di Sumatera A
Legundi
(A)
Legundi
(B)
Perjalanan satu arah
Feederย 4
Ruteย 4B
dari Terminal Kasuari
05.30โ€“21.00
Gedungย Lama
transfer di Sumatera B
Ruko Gubeng
(B)
menuju RS Royal
Ruko Gubeng
(A)
Perjalanan satu arah
Feederย 7
Ruteย 7A
dari Terminal Bratang
05.30โ€“21.00
Gedungย Lama
transfer di Sumatera A
Monkasel
Slamet
Perjalanan satu arah
Feederย 7
Gedungย Lama
transfer di Sumatera B
Banda
(A)
Banda
(A)
Perjalanan satu arah
Feederย 7
Gedungย Baru
Banda
(B)
SMAN 4
Perjalanan satu arah
Feederย 10
Ruteย 10A
dari Terminal Keputih
05.30โ€“21.00
Gedungย Baru
Indrakila
menuju Pasar Atom
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkirย Parkir sepedaย Jalur difabelย Tempat naik/turunย Pemesanan langsung di loketย Layanan pelangganย Mesin tiketย Cetak tiket mandiriย Ruang/area tungguย Pusat informasiย Musalaย Toiletย Ruang menyusuiย Pos kesehatanย Tempat bermain anakย Galeri ATMย Ruang kerja bersamaย Barang hilangย Isi bateraiย Area merokokย Penitipan barangย Troliย Sistem pengenalan wajahย Air minumย Pengering payung/payung gratisย Restoranย Pertokoan/area komersialย 
Jenisย persinyalan
Cagar budaya Indonesia
Setasiun Gubeng
KategoriBangunan
No. RegnasKB002189
No. SK188.45/251/402.1.04/1996
Tanggal SK26 September 1996
Tingkat SKKabupaten/Kota
PemilikPT Kereta Api Indonesia (Persero)
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Lokasi pada peta
Peta
Sunting kotak info
Sunting kotak infoย โ€ข Lย โ€ข B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Surabaya Gubeng (SGU), juga dikenal sebagai Stasiun Gubeng, adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di Pacar Keling, Tambaksari, Surabaya; pada ketinggian +5 m. Nama stasiun ini diambil dari nama kecamatan yang terletak di pusat Kota Surabaya, yakni Kecamatan Gubeng, walaupun secara administrasi berada di barat laut di luar batas wilayah kecamatan tersebut. Stasiun ini berada dalam pengelolaan Kereta Api Indonesia Daerah Operasi VIII Surabaya beserta KAI Commuter dan sebagai salah satu dari kedua stasiun kereta api utama di Kota Surabaya. Stasiun ini berjarak 825,3 km arah tenggara dari Jakarta Kota dan sebagai stasiun kereta api keberangkatan utama di Kota Surabaya terutama bagi lintas selatan Pulau Jawa, menggantikan Stasiun Surabaya Kota (kecuali KA Sri Tanjung). Stasiun kereta api utama lainnya adalah Stasiun Surabaya Pasarturi yang difokuskan untuk keberangkatan kereta api antarkota di lintas utara Pulau Jawa beserta lokal dan komuter menuju berbagai tujuan di Jawa Timur bagian utara.

Stasiun Surabaya Gubeng juga merupakan penghubung kereta api terbesar di wilayah Gerbangkertosusila karena melayani kereta api antarkota menghubungkan Surabaya dengan Kota Yogyakarta, Kota Bandung, Jawa Barat, dan DKI Jakarta[b] di lintas selatan Pulau Jawa. Selain kereta api antarkota, Stasiun ini juga melayani kereta api aglomerasi, kereta api lokal, serta komuter menuju berbagai tujuan di Jawa Timur bagian selatan. Meskipun demikian, beberapa kereta api antarkota basis jalur selatan Jawa meneruskan perjalanan menuju tujuan lainnya di Jawa Timur selain Surabaya. Satu-satunya kereta api yang melintas langsung/tidak berhenti di stasiun ini adalah KA Parcel ONS Selatan.

Berdasarkan jumlah penumpang kereta api antarkota yang dirilis PT Kereta Api Indonesia (KAI) antara Januariโ€“Oktober 2024, Stasiun Surabaya Gubeng menjadi stasiun kereta api tersibuk keempat di Indonesia, sekaligus tersibuk kedua di luar Jabodetabek dengan mencatatkan 3.023.616 penumpang berdasarkan total jumlah penumpang naik maupun turun.[a]

Sejarah

sunting
Tampak depan perspektif (fotografer menghadap ke arah timur laut) dari Stasiun Gubeng dengan kereta kuda di depan

Stasiun Surabaya Gubeng merupakan salah satu stasiun kereta api milik Staatsspoorwegen yang diresmikan pada 16 Mei 1878 sebagai bagian dari proyek pembangunan jalur kereta api Surabayaโ€“Pasuruan.[5] Stasiun ini pertama kali dibangun di sisi barat rel kereta api. Awalnya berupa halte (stasiun kecil), kemudian pada 1897 diubah menjadi bentuk bangunan stasiun yang lebih besar seiring peningkatan status dan perkembangan Kota Surabaya yang semakin dinamis.[6]

Bangunan lama stasiun juga telah dilakukan renovasi beberapa kali, antara lain renovasi kanopi peron pada tahun 1905 dan lobi bangunan utama pada tahun 1928. Ciri gaya bangunan stasiun ini adalah khas dari Staatsspoorwegen, yaitu bergaya neoklasik dengan sentuhan ornamental yang dipengaruhi oleh gaya chalet;[7] sebuah gaya bangunan yang pada gunungan atapnya diberi ornamen sulur-suluran dari besi tempa, serta jendela besar dengan jalusi besi. Gaya tersebut diadaptasikan dari rumah gunung di Eropa, tetapi sudah beradaptasi dengan iklim tropis. Dengan dua pintu utama, stasiun ini pernah "kalah status" dengan stasiun SS lain yang memiliki tiga hingga lima pintu keberangkatan.[6] Bangunan stasiun lama ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Surabaya.[8]

Stasiun Gubeng pernah menjadi stasiun tempat kerja Presiden pertama Indonesia, Soekarno saat mengenyam pendidikan di Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB). Saat itu, H.O.S. Cokroaminoto yang sudah menjadi mertua Soekarno dijebloskan ke penjara oleh Pemerintah Kolonial saat belum 3 bulan Soekarno berada di Kota Bandung. Soekarno menggunakan gelar Raden Soekarno, B.K.L., der Eerste Klasse Categorie (pangkat pertama golongan pertama). Ia bekerja sebagai juru tulis di bagian administrasi stasiun. Soekarno digaji Rp165 per bulan dan sebesar Rp125 diberikan kepada keluarga Cokroaminoto. Begitu H.O.S. Cokroaminoto dibebaskan pada April 1922, tiga bulan berikutnya Soekarno kembali mengenyam pendidikan di THB.[9]

Pascakemerdekaan

sunting

Pada masa perang kemerdekaan, daerah sekitar stasiun ini menjadi markas bagi puluhan anggota Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) yang dipersenjatai. Kekuatan mereka sekitar 30 orang yang dipimpin oleh Moh. Ali dan di antara mereka dipersenjatai mitralyur.[10]

Stasiun Surabaya Gubeng awalnya menggunakan sistem persinyalan mekanik, lalu mengalami perubahan sistem persinyalan menjadi elektrik pada 1986.[3] Pada 7 Juni 1996, bangunan baru stasiun seluas 13.671 meter persegi (147.150ย sqย ft) telah selesai dibangun di sisi timur rel kereta api dengan arsitektur yang lebih modern dan lebih luasโ€”pembangunannya ditaksir menelan biaya sebesar Rp1,5 miliar.[11]

Bangunan dan tata letak

sunting
Bangunan pertama Stasiun Surabaya Gubeng yang bergaya Neoklasik
Bangunan lama Stasiun Surabaya Gubeng peninggalan Staatsspoorwegen dan diperuntukkan bagi layanan kereta api lokal dan komuter.
Bangunan kedua Stasiun Surabaya Gubeng bergaya Modern 1990
Tampak bangunan baru Stasiun Surabaya Gubeng yang mulai digunakan sejak 1996

Pada awalnya, Stasiun Surabaya Gubeng memiliki banyak jalur kereta api. Namun, sejak bangunan stasiun yang baru tersebut resmi digunakan, jumlah jalurnya berkurang menjadi enam. Jalur 1 merupakan sepur lurus jalur ganda arah hilir (selatan), jalur 2 merupakan sepur lurus jalur ganda arah hulu (utara), dan jalur 5 merupakan sepur lurus jalur tunggal dari dan ke Sidotopo. Di sebelah utara jalur 6 ada jalur yang bercabang menuju Balai Yasa (BY) Surabaya Gubeng.

Stasiun ini mempunyai dua bangunan dengan tujuan berbeda: bangunan lama yang berdesain Chalet hanya untuk digunakan oleh keberangkatan beserta kedatangan layanan kereta api lokal dan komuter, sedangkan bangunan baru dengan desain modern berada di sisi timur stasiun hanya diperuntukkan untuk pemberhentian, keberangkatan, dan kedatangan kereta api antarkota serta aglomerasi.

G Bangunan utama stasiun sisi barat

(khusus keberangkatan beserta kedatangan kereta api lokal dan komuter, cagar budaya)

Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kanan kedatangan KA dari arah utara
Jalur 1 โ† Sepur lurus jalur ganda dari arah Surabaya Kota
Jalur berjalan langsung kereta api ke arah selatan
โ† (Wonokromo) D Commuter Line Dhoho, tujuan Kertosono/Blitar/Malang
D Commuter Line Dhoho, tujuan Surabaya Kota (rute memutar berlawanan arah jarum jam)
P Commuter Line Penataran, tujuan Malang/Blitar
P Commuter Line Penataran, tujuan Surabaya Kota (rute memutar searah jarum jam)
SP Commuter Line Supas, tujuan Pasuruan/Probolinggo
J Commuter Line Jenggala, tujuan Mojokerto via Krian
J Commuter Line Jenggala, tujuan Mojokerto via Sidoarjo
J Commuter Line Jenggala, tujuan Sidoarjo
A Commuter Line Arjonegoro, tujuan Sidoarjo
Peron pulau
Jalur 2 Sepur lurus jalur ganda ke arah Surabaya Kota โ†’
Jalur berjalan langsung kereta api ke arah utara
D Commuter Line Dhoho, tujuan Surabaya Kota โ†’ (Surabaya Kota)
P Commuter Line Penataran, tujuan Surabaya Kota
SP Commuter Line Supas, tujuan Surabaya Kota
J Commuter Line Jenggala, tujuan Surabaya Pasarturi/Indro/Babat โ†’ (Surabaya Pasarturi)
A Commuter Line Arjonegoro, tujuan Surabaya Pasarturi/Babat/Bojonegoro
โ†” Kereta Api Indonesia Pemberhentian kereta api antarkota
Peron pulau
Jalur 3 โ† Jalur persusulan antarkereta api ataupun langsiran lokomotif โ†’
Jalur berjalan langsung kereta api barang
Peron pulau
Jalur 4 โ† Sepur belok untuk parkir rangkaian kereta yang menjalani perawatan di Balai Yasa โ†’
Jalur berjalan langsung kereta api barang
Peron pulau
Jalur 5 Sepur lurus jalur tunggal dari dan ke arah Sidotopo โ†”
โ† Jalur berjalan langsung kereta api barang โ†’
Kereta Api Indonesia Pemberhentian kereta api antarkota dan aglomerasi
Peron pulau
Jalur 6 โ† Kereta Api Indonesia Pemberhentian, keberangkatan, serta kedatangan kereta api antarkota dan aglomerasi โ†’
Memiliki jalur akses dari dan ke Balai Yasa โ†”
Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kanan kedatangan KA dari arah selatan dan sebelah kiri kedatangan KA dari arah utara
G Bangunan utama stasiun sisi timur

(khusus keberangkatan dan kedatangan kereta api antarkota beserta aglomerasi)

Stasiun ini telah dilengkapi papan penunjuk arah untuk menuju ruang/nomor jalur/fasilitas tertentu, penunjuk arah jalur disertai jarak tempuhnya, dan layar monitor informasi keberangkatan maupun kedatangan kereta api secara waktu nyata yang wujudnya terlihat seperti di bandara. Per tahun 2020, desain papan penunjuk arah jalur telah disesuaikan dengan standar ISO 7001:2007 sehubungan dengan angkutan Natal dan Tahun Baru 2021.[12]

Pada 28 September 2022, PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah melakukan uji coba sistem pengenalan wajah pada proses keberangkatan kereta api antarkota di Stasiun Bandung dan per 10 Juli 2023, Stasiun Surabaya Gubeng sudah menerapkan sistem tersebut bersama sembilan belas stasiun KA utama lainnya seperti Stasiun Jember, Surabaya Pasarturi, Malang, Madiun, Solo Balapan, Lempuyangan, Yogyakarta, Semarang Tawang, Pekalongan, Tegal, Purwokerto, Kutoarjo, Cirebon, Kiaracondong, Bekasi, Jakarta Pasar Senen, Jakarta Gambir di Pulau Jawa dan Medan di Pulau Sumatra.[13]

Pada 30 Desember 2023, PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi meluncurkan ruang luxury lounge di Stasiun Surabaya Gubeng yang melayani penumpang kelas kompartemen dan kereta wisata Panoramic setelah pertama kali diluncurkan di Kota Surabaya, yaitu di Stasiun Surabaya Pasarturi yang melayani penumpang kelas luxury.[14]

Pada tahun 2025, di stasiun ini dilakukan pemanjangan dan penambahan kanopi pada ujung utara peron jalur 5 dan 6 untuk mendukung pelayanan kereta api penumpang rangkaian panjang. Selain itu, terdapat pula penambahan kanopi baru yang menaungi jalur 3 dan 4 serta ujung utara jalur 1 dan 2 agar penumpang di sekitar ujung utara peron pada jalur-jalur tersebut nantinya tidak lagi kepanasan ataupun kehujanan saat menunggu maupun naik turun kereta api..

Ciri khas

sunting
Tampak depan Kantor PT KAI Daerah Operasi VIII Surabaya yang berada disebelah kanan Stasiun Surabaya Gubeng

Pada awalnya, melodi yang digunakan berupa bel bersuara lagu instrumental berjudul "Rek Ayo Rek". Kemudian, per akhir Mei 2021, Stasiun Surabaya Gubeng memiliki melodi penyambutan kereta api berirama keroncong berjudul "Soerabaja" yang dinyanyikan oleh Sundari Soekotjo, salah satu penyanyi keroncong terkenal dan sekarang lagu tersebut menjadi bel penyambutan seluruh stasiun terminus kereta api antarkota di Kota Surabaya. Lagu ini diperkenalkan pertama kali oleh grup musik bergenre rock and roll, Dara Puspita, dan juga dijadikan melodi kedatangan kereta api di Stasiun Surabaya Pasarturi mulai tahun 2020.

Pada tahun 2024 stasiun ini kembali memutar lagu instrumental berjudul "Rek Ayo Rek", tetapi dengan versi terbaru; menggantikan lagu "Soerabaja" yang dinyanyikan oleh Sundari Soekotjo.

Sebuah papan yang terletak di depan bangunan stasiun sisi barat berisikan tentang sejarah pembukaan Stasiun Surabaya Gubeng hingga penetapan cagar budaya

Layanan kereta api

sunting

Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 revisi per 6 Maret 2026.[15]

Antarkota

sunting
Lintas selatan Jawa
Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan Keterangan
Eksekutif
Argo Wilis Panoramic Surabaya Gubeng Bandung Via Yogyakartaโ€“Tasikmalaya
Eksekutif
Turangga Panoramic
Eksekutif
Campuran
Sancaka Eksekutif Surabaya Gubeng Yogyakarta Jadwal malam hanya beroperasi pada hari Jumatโ€“Minggu dan hari libur nasional
Ekonomi Premium
Mutiara Selatan Eksekutif Bandung Via Yogyakartaโ€“Tasikmalaya
Ekonomi Premium
Wijayakusuma Eksekutif Cilacap Ketapang Via Yogyakartaโ€“Surabaya Gubeng
Ekonomi Premium
Ekonomi
Pasundan (reguler & tambahan) Ekonomi Surabaya Gubeng Kiaracondong Via Lempuyanganโ€“Tasikmalaya
Sri Tanjung Lempuyangan Ketapang Via Surabaya Kotaโ€“Jember
Lintas tengah Jawa
Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan Keterangan
Eksekutif
Argo Semeru Compartment Suite Surabaya Gubeng Gambir Via Yogyakartaโ€“Cirebon
Eksekutif
Bima Compartment Suite
Eksekutif
Campuran
Gaya Baru Malam Selatan Eksekutif Surabaya Gubeng Pasar Senen Via Lempuyanganโ€“Cirebon Prujakan
Ekonomi
Logawa Eksekutif Purwokerto Ketapang Via Lempuyanganโ€“Surabaya Gubeng
Ekonomi Premium
Ranggajati Eksekutif Cirebon Jember Via Purwokertoโ€“Surabaya Gubeng
Ekonomi
Ekonomi
Jayakarta Ekonomi Premium Surabaya Gubeng Pasar Senen Via Lempuyanganโ€“Cirebon
Lintas utara Jawa
Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan Keterangan
Eksekutif
Pandalungan Priority Gambir Jember Via Semarang Tawangโ€“Surabaya Pasarturi
Eksekutif
Campuran
Jayabaya Eksekutif Pasar Senen Malang Via Semarang Poncolโ€“Surabaya Pasarturi

Bertukar rangkaian dengan kereta api Gaya Baru Malam Selatan.

Ekonomi
Blambangan Ekspres Eksekutif Ketapang Via Semarang Tawangโ€“Surabaya Pasarturi
Ekonomi

Aglomerasi

sunting
Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan Keterangan
Eksekutif
Arjuno Ekspres Eksekutif Surabaya Gubeng Malang

Dijalankan pada hari tertentu


Hanya jadwal pagi

Mutiara Timur Fakultatif Ketapang

Dijalankan pada hari tertentu



Perjalanan ke Banyuwangi pada jadwal malam, sedangkan sebaliknya pada jadwal siang.

Terkadang ditambahkan kelas ekonomi atau layanan kereta Panoramic.

Campuran
Mutiara Timur Eksekutif Surabaya Pasarturi Ketapang Perjalanan ke Surabaya pada jadwal malam, sedangkan sebaliknya pada jadwal siang.
Ekonomi
Ekonomi
PB Probowangi Ekonomi Surabaya Gubeng Ketapang Perjalanan ke Banyuwangi pada jadwal pagi, sedangkan sebaliknya pada jadwal petang.

Lokal dan komuter (Commuter Line)

sunting
Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
A Arjonegoro Bojonegoro Sidoarjo Perjalanan menuju Bojonegoro pada jadwal pagi, sedangkan sebaliknya pada jadwal siang.
Babat Perjalanan menuju Babat hanya jadwal sore, sedangkan sebaliknya hanya jadwal pagi.
J Jenggala Mojokerto Via Sepanjangโ€“Krian

Perjalanan menuju Babat hanya jadwal sore, sedangkan sebaliknya hanya jadwal pagi.

Indro Via Sidoarjoโ€“Tulangan

Perjalanan menuju Gresik dua kali pada jadwal pagi dan sekali pada jadwal siang, sedangkan sebaliknya hanya sekali masing-masing pada jadwal pagi dan siang.

Via Sepanjangโ€“Krian

Hanya jadwal siang.

Sidoarjo Perjalanan satu arah hanya jadwal sore.
Sidoarjo Surabaya Pasarturi Perjalanan satu arah hanya jadwal malam.
P Penataran Surabaya Kota Surabaya Kota Perjalanan memutar searah jarum jam via Malangโ€“Blitarโ€“Kertosono.
Blitar Perjalanan searah jarum jam via Malang pada jadwal sore.
Malang Hanya jadwal malam
Malang Surabaya Kota Perjalanan memutar searah jarum jam via Blitarโ€“Kertosono pada jadwal pagi.
Blitar Perjalanan memutar searah jarum jam via Kertosono pada jadwal pagi.
Kertosono Hanya jadwal pagi
D Dhoho Surabaya Kota Perjalanan memutar berlawanan arah jarum jam via Kertosonoโ€“Blitarโ€“Malang.
Malang Perjalanan memutar berlawanan arah jarum jam via Kertosonoโ€“Blitar pada jadwal sore.
Blitar Perjalanan memutar berlawanan arah jarum jam via Kertosono pada jadwal sore.
Kertosono Hanya jadwal malam
Blitar Surabaya Kota Perjalanan berlawanan arah jarum jam jam via Malang pada jadwal pagi.
Malang Hanya jadwal pagi
SP Supas Surabaya Kota Pasuruan Perjalanan menuju Pasuruan pada jadwal pagi dan siang, sedangkan sebaliknya pada jadwal pagi dan sore.
Probolinggo Perjalanan menuju Probolinggo pada jadwal paling pagi dan petang, sedangkan sebaliknya pada jadwal paling pagi dan malam.

Antarmoda pendukung[16]

sunting
Jenis angkutan umum Trayek (lyn) Tujuan Keterangan
Sisi barat (bangunan lama)
Bus kota Terminal Purabayaโ€“Stasiun Surabaya Kota pp โ€“
Sisi timur (bangunan baru)
Wirawiri Suroboyo Stasiun Pasarturiโ€“Terminal Bratang Transfer di Halte Stasiun Gubeng Baru.
Terminal Keputihโ€“Pasar Atom
Suroboyo Bus Kejawan Putih Tambakโ€“UNESA pp Transfer di Halte SMAN 4/Moestopo.
Perum DAMRI Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Stasiun Surabaya Pasarturiโ€“Rest Area Wonokitri Bromo โ€“

Insiden

sunting

Pada 2 Maret 2026, sebuah pohon tumbang dan menimpa jalur rel Balai Yasa Surabaya Gubeng. Pohon tersebut juga menimpa pagar dan kabel listrik yang membuat perlintasan sebidang di dekat lokasi kejadian ditutup untuk sementara waktu hingga normalisasi selesai dilakukan.[17]

Galeri

sunting

Lihat pula

sunting

Catatan

sunting
  1. ^ a b Data penumpang harian diperoleh dari menjumlahkan angka penumpang naik dan turun, kemudian dibagi 305.[4]
  2. ^ Jakarta bukanlah sebuah kota, melainkan daerah khusus setingkat provinsi yang terdiri dari 1 kabupaten dan 5 kota administrasi

Referensi

sunting
  1. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 โ€“ via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ^ a b Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF) (46). Korean Society for Railways. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2020-02-27. Diakses tanggal 2020-05-09.
  4. ^ Bahfein, Suhaela (2024-11-14). "Pasar Senen Jadi Stasiun KA Terpadat Sepanjang 2024". Kompas.com. Jakarta: KG Media. Diakses tanggal 2024-11-14.
  5. ^ Staatsspoorwegen in Nederlandsch-Indiรซ: Jaarstatistieken over de jaren 1931 en 1932 (dalam bahasa Belanda). Bandung: Staatsspoorwegen. 1932.
  6. ^ a b Raap 2017, hlm.ย 42.
  7. ^ Raap 2017, hlm.ย 36.
  8. ^ SK Wali Kota No188.45/251/402.1.04/1996
  9. ^ Osdar, J. (2020). Melintasi Seribu Stasiun. Jakarta: Kompas. hlm.ย 98-99. ISBNย 9786232413863.
  10. ^ Sejarah Brigade Ronggolawe., Panitia Penyusunan; IKAPI, Anggota (1985). Pengabdian Selama Perang Kemerdekaan Bersama Brigade Ronggolawe (Edisi Cet. 1). Aries Lima. hlm.ย 179.
  11. ^ Direktorat Publikasi, Deppen RI (1996). "Stasiun KA Gubeng, Terbesar Kedua di Indonesia". Warta Laporan Daerah: Berkala Bulanan. Jakarta: Departemen Penerangan Republik Indonesia.
  12. ^ "Sambut Libur Natal dan Tahun Baru, KAI Ubah Signager dan Hadirkan Ornamen Tambahan". beritatrans.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2020-12-11. Diakses tanggal 2020-12-11.
  13. ^ Sri Rahayu, Isna (9 Juni 2023). "Boarding Kereta Api Hanya dengan "Face Recognition", Registrasinya Kurang dari 1 Menit". Kompas.com. Jakarta: KG Media. Diakses tanggal 10 Juli 2023.
  14. ^ Setiawan, Indra (2023-12-30). "KAI hadirkan Luxury Lounge di Stasiun Gubeng". Surabaya. LKBN Antara.
  15. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 โ€“ via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  16. ^ "Transportasi". www.surabaya.go.id (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2018-06-26. Diakses tanggal 2018-06-26.
  17. ^ Widiyana, Esti (2026-03-02). "Pohon Tumbang Tutup Perlintasan Kereta Api di Surabaya". detikJatim. Surabaya: Trans Digital Media. Diakses tanggal 2026-03-24.

Daftar pustaka

sunting

Pranala luar

sunting
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Surabaya Kota
Terminus
Surabayaโ€“Bangilโ€“Kalisat
Surabaya Kotaโ€“Bangil
Lintas Surabaya segmen Surabaya Kotaโ€“Wonokromo
Ngagel
menuju Bangil
Terminus Lintas Surabaya
Surabaya Gubengโ€“Benteng
Sidotopo
menuju Benteng
Surabaya Pasarturi
lewat viaduk
Terminus
Lintas Surabaya
Surabaya Pasarturiโ€“Surabaya Gubeng
Terminus

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Stasiun Surabaya Pasarturi

berbagai tujuan di Jawa Timur bagian utara. Stasiun kereta api utama lainnya adalah Stasiun Surabaya Gubeng yang berfokus untuk keberangkatan kereta api

Stasiun Surabaya Kota

Jawa dipindahkan ke Stasiun Surabaya Gubeng kecuali KA Sri Tanjung dengan relasi Lempuyanganโ€“Ketapang, sehingga Stasiun Surabaya Kota dijadikan sebagai

Kereta api lokal di Jawa Timur

Supas. Stasiun Surabaya Kotaโ€“Stasiun Surabaya Gubengโ€“Stasiun Wonokromoโ€“Stasiun Waruโ€“Stasiun Gedanganโ€“Stasiun Sidoarjoโ€“Stasiun Tanggulanginโ€“Stasiun Porongโ€“Stasiun

Kereta api Wijayakusuma

Cilacapโ€“Ketapang (Banyuwangi) melalui lintas selatan Jawa (via Yogyakartaโ€“Surabaya Gubeng). Pada periode Januariโ€“September 2024, kereta api ini menjadi layanan

Kereta api Argo Semeru

keberangkatan keduanya di Stasiun Gambir yang tidak memungkinkan untuk bertukar kembali layaknya di Stasiun Surabaya Gubeng. Untuk mengatasi hal tersebut

Gubeng, Surabaya

Kecamatan Gubeng terdapat sebuah stasiun kereta api terbesar di Jawa Timur dan salah satu yang terbesar di Indonesia, yaitu Stasiun Surabaya Gubeng. "Peraturan

Kereta api Turangga

Bandungโ€“Surabaya Gubeng melalui lintas selatan Pulau Jawa. Kereta api ini memiliki waktu keberangkatan dari stasiun awal pada malam hari dan tiba di stasiun akhir

Kereta api Argo Wilis

Bandungโ€“Surabaya Gubeng melalui lintas selatan Jawa. Kereta api ini menempuh perjalanan sejauh 696ย km dalam waktu 9 jam 43 menit, meninggalkan stasiun awal