Sindrom Stendhal atau Sindrom Florence adalah kondisi psikosomatis di mana detak jantung seseorang menjadi lebih cepat. Dia juga bisa merasa kebingungan, halusinasi,[1] bahkan sampai pingsan. Semua itu terjadi karena dia melihat objek, karya seni, atau fenomena keindahan yang luar biasa.[2]

Nama sindrom ini didapat dari nama pena seorang penulis Perancis abad ke-19. Nama asli penulis tersebut adalah Marie-Henri Beyle. Dalam bukunya, Naples and Florence: A Journey from Milan to Reggio, dia menggambarkan perasaannya ketika mengunjungi kota Florence di Italia dan bagaimana dia merasakan berbagai sensasi psikosomatis seperti yang disebutkan diawal..

Referensi

sunting
  1. ^
  2. ^ Nicholson, Timothy Richard Joseph; Pariante, Carmine; McLoughlin, Declan (2009). "Stendhal syndrome: A case of cultural overload". BMJ Case Reports. 2009: bcr0620080317. doi:10.1136/bcr.06.2008.0317. PMCย 3027955. PMIDย 21686859.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Henri-Marie Beyle

Beyle (23 Januari 1783 โ€“ 23 Maret 1842), dikenal dengan nama pena-nya Stendhal, adalah seorang penulis Prancis abad ke-19. Dikenal karena analisisnya

George Orwell

ini dengan begitu kuat ketika membaca (karya) Swift, Defoe, Fielding, Stendhal, Thackeray, Flaubert, meskipun dalam beberapa kasus Aku tidak tahu bagaimana

Prancis

lainnya meliputi Emile Zola, Guy de Maupassant, Thรฉophile Gautier dan Stendhal. Penyair simbolis pada abad ke-19 juga dibuktikan sebagai pergerakan kuat

William Shakespeare

Beberapa tokoh-tokoh yang mengaguminya adalah penulis Voltaire, Goethe, Stendhal, dan Victor Hugo. Selama era Romantis, Shakespeare dipuji oleh penyair

The Charterhouse of Parma (film)

Casarรจs. Film tersebut berdasarkan pada novel tahun 1839 bernama sama karya Stendhal. Set film tersebut dibuat oleh pengarah gambar Jean d'Eaubonne dan Ottavio

Realisme (seni rupa)

Penganut sastra realisme dari Prancis meliputi nama Honorรฉ de Balzac dan Stendhal. Sementara seniman realis yang terkenal adalah Gustave Courbet, Jean Franรงois

Firenze

begitu kaya dalam seni bahwa beberapa pengunjung pertama kali mengalami Stendhal syndrome karena mereka menemukan seni untuk pertama kalinya. Florentine

Verona

penting. Verona ditampilkan dalam buku-buku harian perjalanan Goethe, Stendhal, Paul Valรฉry, dan Michel de Montaigne. Kota ini memiliki tiga tim sepak