Stephen Herbert Langdon ( Ida, 18 Mei 1875 โ€“ 19 Mei 1937)[1] adalah seorang akademikus dari Universitas Michigan yang bekerja sebagai profesor di Universitas Oxford.[2] Ia merupakan salah seorang perintis asiriologi yang turut serta dalam penggalian arkeologi bersejarah di wilayah selatan Irak selama musim gugur tahun 1928.[3][4] Salah satu pemikirannya yang penting ialah pandangan bahwa kehancuran iman umat manusia atas agama akan terjadi jika meyakini teori evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin.[2]

Keluarga

sunting

Stephen Herbert Langdon dilahirkan pada tanggal 18 Mei 1875 di sebuah peternakan yang terletak di Kotapraja Ida. Kota kelahiran Stephen Herbert Langdon masuk dalam wilayah County Monroe. Stephen Herbert Langdon berasal dari keluarga Langdon yang merintis usaha peternakan di bagian timur Kotapraja Ida. Orang tua dari Stephen Herbert Langdon bernama George Knowles Langdon dan Abigail Elizabeth Hassinger. Kakek Stephen Herbert Langdon yang bernama Nathaniel Langdon merupakan penyelia bagi peternakan yang ada di Kotapraja Ida pada tahun 1848 dan 1850.[1]

Pendidikan

sunting

Pada tahun 1892, Stephen Herbert Langdon mulai kuliah di Universitas Michigan. Selam berkuliah, Stephen Herbert Langdon mencari nafkah untuk dirinya sendiri dengan mengajar di sebuah sekolah negeri di Michigan.[1] Stephen Herbert Langdon menamatkan pendidikannya di Universitas Michigan pada tahun 1898 dengan gelar Bachelor of Arts.[5]

Pekerjaan

sunting

Stephen Herbert Langdon merintis asiriologi di Universitas Oxford.[1] Stephen Herbert Langdon bekerja sebagai profesor dan pakar dalam bidang studi peradaban Asyur yang bekerja di Universitas Oxford.[2] Minat utama Stephen Herbert Langdon dalam pekerjaannya sebagai profesor di Universitas Oxford berkaitan dengan filologi dan agama Semitik. Selain itu, ia juga meminati pekerjaan yang berhubungan dengan arkeologi.[3]

Pada musim gugur tahun 1928, Stephen Herbert Langdon memimpin sebuah tim arkeologi Anglo-Amerika untuk mengadakan penggalian arkeologi di Kiลก, Irak. Penggalian arkeologi tersebut merupakan yang paling banyak melibatkan tim arkeologi gabungan dari museum dan universitas hingga tahun 1928. Cakupan penggalian arkeologi tersebut meliputi wilayah Irak bagian selatan termasuk Kiลก, Ur, Yorgan Tepe, Tisfon, Uruk, dan Tell al-'Ubaid. Pengumuman untuk kegiatannya dipublikasikan pada tahun 29 Agustus 1928 oleh The Times dengan judul Ekskavasi di Irak - Program untuk Musim Gugur. Hasil yang dicapai berupa penemuan pemakaman kerajaan kuno beserta dengan harta karun peninggalannya di bagian selatan Irak yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1929.[4] Pada tahun 1934, Stephen Herbert Langdon menerima penunjukan dirinya sebagai salah satu anggota dari Bagian Arkeologi di Akademi Britania. Ia ditugaskan mengkaji tentang arkeologi bersama dengan akademikus lainnya.[3]

Pemikiran

sunting

Stephen Herbert Langdon meyakini bahwa kehancuran iman umat manusia akan terjadi bila teori tentang evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin diyakini sebagai bagian dari sejarah perkembangan agama manusia. Teori evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin menurut Stephen Herbert Langdon akan menimbulkan anggapan bahwa agama sama sekali tidak memiliki kenyataan.[2]

Kematian

sunting

Pada masa tuanya, Stephen Herbert Langdon beberapa kali mengadakan kunjungan ke Museum Britania. Ia kemudian meninggal beberapa bulan sejak kunjungan terakhirnya ke Museum Britania. Stephen Herbert Langdon meninggal pada tanggal 19 Mei 1937.[6]

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d Golden, Getrude M. (1961). "Stephen Herbert Langdon: From Monroe County to an Oxford Professorship". Quarterly Review: A Journal of University Perspectives. 67 (14). Alumni Association of the University of Michigan.: 91. ;
  2. ^ a b c d Prabowo, Wisnu Tanggap (Mei 2022). Artawijaya (ed.). Sejarah Berhala dan Jejak Risalah: Penyimpangan Agama dan Kepercayaan Kuno dari Monoteisme ke Politeisme. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar. hlm.ย 4. ISBNย 978-979-592-982-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ a b c Lubenow, William C. (2020). Learned Lives in England, 1900-1950: Institutions, Ideas and Intellectual Experience (dalam bahasa Inggris). Rochester: Boydell Press. hlm.ย 77โ€“78. ISBNย 978-1-78327-550-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ^ a b Melman, Billie (2020). Empires of Antiquities: Modernity and the Rediscovery of the Ancient Near East, 1914-1950 (dalam bahasa Inggris). Oxford: Oxford University Press. hlm.ย 159โ€“160. ISBNย 978-0-19-882455-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ^ Willcox, Charles (1898). Catalogue (dalam bahasa Inggris). Universitas Michigan. hlm.ย 251โ€“252. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ^ Alumni Association of the University of Michigan (1960). Quarterly Review of the Michigan Alumnus Volume 67 (dalam bahasa Inggris). Alumni Association of the University of Michigan. hlm.ย 101. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Alรป

ia dikaitkan dengan iblis-iblis lain seperti Gallu dan Lilu. Stephen Herbert Langdon (1864) mengutip terjemahan dari sebuah naskah huruf paku oleh Mayor

Daftar buku terlaris

biggest-sales since Harry Potter as Da Vinci Code author's latest Robert Langdon story hits shelves". The Independent. London. Diarsipkan dari versi aslinya

Isin

yang penting pada masa lalu. Ishan al-Bahriyat dikunjungi oleh Stephen Herbert Langdon selama sehari untuk melakukan sounding, sementara ia menggali di

Suku-suku Austronesia

Archaeology, Ecology and Culture. Washington D.C.: Smithsonian Institution Press Langdon, Robert. The Bamboo Raft as a Key to the Introduction of the Sweet Potato