| As-Syekh Sayyid Jamaluddin Akbar Ibnu husein | |
|---|---|
Makam Syekh Jumadil Kubro Mojokerto | |
| Gelar | Syekh Jumadil Qubro |
| Lahir | Ahmad |
| Dimakamkan di | Sentonorejo, Trowulan, Mojokerto |
| Wilayah aktif | Jawa Timur |
| Denominasi | Sufi |
| Murid dari | Dan Guru-guru lainnya |
Mempengaruhi | |
| Istri | |
| Keturunan |
|
Sayyid Jamaluddin Akbar Ibnu Husein nama gelaranย : Syekh Jumadil Qubro atau Jamaluddin Al-Akbar Al-Husaini atau Maulana Husein Jumadil Kubro atau Sayyid Jamaluddin Al-Hussein atau As-Syekh Sayyid Jamaluddin Akbar atau Sayyid Jumadil Kabir Mojokerto. Menurut peneliti belanda martin bruinessen bahwa, vivek dan Jennifer W. Nourse Jumadil kubra ada hubungannya dengan terakat sufi kubrawi, bahwa kubra dikaitkan dengan namanya.[1][2][3] Syeikh jamidul -kubra murid sayidi Ali Hamadani shafi -al kubrawi,[4] Peter Dziedzic, peneliti menjelaskan Sunan Gresik juga belajar dari Ali Hamadani [5][6]
Menurut wain bahwa kubrawi-hamadani adalah pendiri islam di java, Semua walisongo berdakwah di bawah bimbingan sayyidi Ali Hamadani -al kubrawi dari asia tengah ke indonesia dalam waktu yang berbeda, berbedaย garis dan tahapan yang berjenar.[7][8]
Keluarga
suntingBerdasarkan Catatan Serat Panengen, diketahui daftar Putra Putri Syekh Jumadil kubro yaituย :
Dari Istri Fathimah binti Abdul Hamid keturunan Rasulullah Saw dari Sayyidah Ruqoiyah berputraย :
- Maulana Tajuddin Ahmad Al Kubro
- Maulana Muhyiddin Muhammad Al Kubro
- Siti Rakimah
- Syekh Abu Ahmad Ishaq Imamul Pasai
- Syekh Abu Ali Ibrahim Asmoro
Dari Istri Fathimah Kawi binti Syekh Jakfar Siddiq Mekkah berputraย :
- Syekh Syamsuddin
- Syekh Syamsu Taberis
- Syekh Arif
- Syekh Rosyid
- Syekh Hasan Ali
- Syekh Hasan Besari
- Syekh Ibrahim As'ari
- Syekh Abdullah Anshori
- Siti Zainab, menikah dengan Maulana Ishaq bin Junaid Al Hasani
- Syekh Abdullah Asy'ari (Sunan Bejagung)
- Syekh Mustahal
- Syekh Kalkum
- Syekh Subli
- Syekh Alwi
- Syekh Hatim
- Siti Khatimah
Wafat
suntingMenurut cerita, petilasan makam Syekh Jumadil Kubro ada di beberapa tempat. Yaitu Wajo Sulawesi Selatan, Gunung Jali Bojonegoro, Terboyo Semarang, Turi Yogyakarta Namun Makam Asli terletak diMakam Syech Jumadil Kubro Sentonorejo Mojokerto (terdokumentasi berupa foto Di website Museum KITLV belanda). Banyaknya petilasan dan peninggalan Syekh Jumadil Kubro, menjadi bukti penting besarnya khazanah keilmuan Islam yang ada di Pulau Jawa. Karena itu, keberadaannya harus dihargai.
Salah satu bukti literatur keberadaan Syekh Jumadil Kubro terdapat pada The History of Java (hal:127) karya Thomas Stamford Raffles. Buku itu menyebut, Syekh Jumadil Kubro berdakwah di Gunung Jali, sebuah bukit pinggir Bengawan yang kini terletak di perbatasan antara Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Blora.
Selain dalam The History of Java, sumber-sumber literatur ilmiah (bukan dongeng) yang menyinggung, membahas, dan mencantumkan informasi tentang keberadaan Syekh Jumadil Kubro, terdapat pada analisis Abdurrahman Wahid dalam The Passing Over (1998) dan ulasan Agus Sunyoto dalam Atlas Wali Songo (2012).
Syekh Jumadil Kubro yang disebut dalam buku The Passing Over (1998), Atlas Wali Songo (2012), dan History of Java (1817), merupakan ayah dari Syekh Maulana Ibrohim Asmoroqondi yang dimakamkan di Tuban. Maulana Ibrohim Asmoroqondi diyakini berasal dari kata Samarkand.
Kutipan
sunting- ^ Bruinessen, Martin (1994). "Najmuddin al-Kubra, Jumadil Kubra and Jamaluddin al-Akbar; Traces of Kubrawiyya influence in early Indonesian islam". Bijdragen tot de taal-, land- en volkenkunde / Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia. 150 (2): 305โ329. doi:10.1163/22134379-90003084. ISSNย 0006-2294.
- ^ Nourse, Jennifer W. (2013-10). "The meaning ofdukunand allure of Sufi healers: How Persian cosmopolitans transformed MalayโIndonesian history". Journal of Southeast Asian Studies. 44 (3): 400โ422. doi:10.1017/s0022463413000325. ISSNย 0022-4634.
- ^ Neelakantan, Vivek (2022). "Tomb of Sunan Gresik also known as "Tomb of Syekh Maulana Malik Ibrahim, Gresik"" (dalam bahasa Inggris). doi:10.14288/1.0416061.
- ^ Administrator (2022-02-21). "Kumpulan Hikmah Pancalaku (1266)". Pancalaku Pearls of Wisdom (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-10-17.
- ^ Dziedzic, Peter (2024-08-10). "Visiting the Wali Songo: The Nine Saints of Java". Sacred Footsteps (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-15.
- ^ "May | 2018". Pancalaku Pearls of Wisdom (dalam bahasa American English). 2018-05-21. Diakses tanggal 2025-10-17.
- ^ Wain, Alexander (2017-04-01). China and the Rise of Islam on Java. Edinburgh University Press. hlm.ย 419โ443. ISBNย 978-1-4744-1712-9.
- ^ Wain, Alexander (2021-01-02). "The Kubrawฤซ and early Javanese Islam". Indonesia and the Malay World. 49 (143): 42โ62. doi:10.1080/13639811.2021.1875658. ISSNย 1363-9811.
Referensi
sunting- Sajarah Dalem Pangiwa lan Panengen, Karya Ki Padmasusastra. Penerbitย : Yayasan Sastra Lestari. Semarang-Surabaya: G.C.T van Dorep & Co 1902.








