Hotel Rwanda
Poster film Hotel Rwanda
SutradaraTerry George
ProduserTerry George
A. Kitman Ho
Ditulis olehTerry George
Keir Pearson
PemeranDon Cheadle
Sophie Okonedo
Joaquin Phoenix
Nick Nolte
Penataโ€‰musikAfro Celt Sound System
Rupert Gregson-Williams
Andrea Guerra
SinematograferRobert Fraisse
PenyuntingNaomi Geraghty
Perusahaan
produksi
DistributorMetro-Goldwyn-Mayer
Tanggal rilis
  • 11 September 2004ย (2004-09-11) (Festival Film Internasional Toronto)
  • 22 Desember 2004ย (2004-12-22) (terbatas di Amerika Serikat)
  • 4 Februari 2005ย (2005-02-04) (secara luas di Amerika Serikat)
Durasi122 menit[1]
NegaraAmerika Serikat
Afrika Selatan
BahasaBahasa Inggris
Bahasa Prancis
Bahasa Kinyarwanda
Anggaran$17,5 juta[2]
Pendapatan
kotor
$33.882.243[3]

Hotel Rwanda adalah film biografi drama sejarah tahun 2004 yang disutradarai oleh Terry George dan diproduseri oleh Terry George dan A. Kitman Ho. Naskah film ini ditulis oleh Terry George dan Keir Pearson. Film ini dibintangi oleh Don Cheadle, Sophie Okonedo, Joaquin Phoenix dan Nick Nolte.

Film Hotel Rwanda ditayangkan secara perdana di Festival Film Internasional Toronto pada tanggal 11 September 2004[4] dan dirilis di Amerika Serikat pada tanggal 22 Desember 2004 secara terbatas dan 4 Februari 2005 secara luas. Film ini mendapatkan review positif dari para kritikus.

Plot

sunting

Perseteruan antara suku Hutu dan Tutsi menyebabkan perang saudara terjadi di Rwanda, negara di mana korupsi dan suap-menyuap di kalangan pejabat merupakan hal yang lumrah. Paul Rusesabagina (Don Cheadle), manajer Sabena dan pemilik Hรดtel des Mille Collines, adalah seorang Hutu, sementara istrinya, Tatiana (Sophie Okonedo), adalah seorang Tutsi. Pernikahan mereka merupakan salah satu sumber perselisihannya dengan ekstrimis Hutu, terutama Georges Rutaganda (Hakeem Kae-Kazim). Georges merupakan seorang pemasok barang langganan ke hotel tempat Paul bekerja, yang juga seorang pemimpin lokal Interahamwe, sebuah milisi anti-Tutsi yang brutal.

Saat situasi politik kian memburuk yang diikuti oleh pembunuhan Presiden Rwanda Juvรฉnal Habyarimana dan Presiden Burundi Cyprien Ntaryamira, Paul dan keluarganya melihat tetangganya satu per satu dibunuh dengan keji sebagai tahap awal genosida. Paul kemudian membujuk pihak-pihak yang berpengaruh, meyuap mereka dengan uang dan minuman alkohol dan berusaha membuat keluarganya tetap aman. Ketika perang saudara terjadi dan seorang tentara Angkatan Darat Rwanda datang mengancam Paul dan tetangganya, Paul langsung bernegosiasi hingga bisa mengungsikan semua orang yang bersamanya ke hotel tempat ia bekerja. Banyak pengungsi yang datang ke hotel dari kamp PBB, pengungsi kiriman Palang Merah dan anak-anak yatim piatu. Ketika situasinya semakin ganas, Paul harus mengalihkan tentara Hutu, merawat para pengungsi, menjadi sumber kekuatan bagi keluarganya dan menjaga penampilan hotel agar tetap berfungsi.

Paul pergi untuk bertemu dengan Georges Rutaganda (Wakil Presiden Interahamwe) untuk mengumpulkan persediaannya ke hotel. Ia melihat para sandera Tutsi diperlakukan dengan kejam oleh milisi Hutu. Georges menjelaskan kepada Paul bahwa uang "kecoa yang kaya" akan menjadi tidak berharga karena semua Tutsi akan mati. Paul tidak percaya bahwa ekstrimis Hutu akan menghapus semua Tutsi dan Georges malah menjawab, "Kenapa tidak? Kita sudah setengah jalan di sana."

Dengan seorang sopir, Paul kembali ke hotel melalui kabut tebal dalam gelap di jalan yang direkomendasikan oleh Georges. Pada satu titik, Paul yakin mereka telah mengambil jalan yang salah dan memberi tahu pengemudi untuk berhenti. Ketika Paul pergi keluar, ia melihat jalan di tepi sungai penuh dengan mayat. Ia menyadari bahwa Georges benar dalam memperkirakan bahwa setengah Tutsi telah mati.

Pasukan Penjaga Perdamaian PBB, yang dipimpin oleh Kolonel Oliver (Nick Nolte), tidak dapat mengambil tindakan tegas terhadap Interahamwe karena mereka dilarang untuk campur tangan dalam hal tersebut dan yang bisa dilakukan oleh mereka hanyalah evakuasi. Evakuasi pun didahulukan terhadap para warga negara asing, sementara para penduduk asli Rwanda ditinggalkan dulu. Ketika pasukan PBB akhirnya berupaya untuk mengevakuasi sekelompok pengungsi dari penduduk asli, termasuk keluarga Paul, mereka diserang oleh Interahamwe di tengah jalan dan harus kembali ke pengungsian. Dalam upaya terakhir untuk menyelamatkan para pengungsi, Paul meminta bantuan dari Jenderal Angkatan Darat Rwanda, Augustin Bizimungu (Fana Mokoena). Namun, ketika Paul sudah tidak sanggup lagi menyuap sang Jenderal, Paul memerasnya dengan ancaman bahwa ia akan diadili sebagai penjahat perang. Segera setelah itu, keluarganya dan para pengungsi hotel akhirnya mampu meninggalkan hotel yang telah terkepung dalam sebuah konvoi PBB. Dalam perjalanan, mereka melewati para pengungsi dan milisi yang mundur dari perang.

Film ini berakhir dengan serangkaian gambar yang menunjukkan bahwa Paul Rusesabagina telah menyelamatkan 1,268 pengungsi Rwanda di Hรดtel des Mille Collines, dan kini tinggal di Belgia bersama keluarganya. Sementara Georges Rutaganda dan Jenderal Augustin Bizimungu telah diadili dan dihukum oleh PBB sebagai penjahat perang pada tahun 2002 dan hampir satu juta manusia tewas akibat genosida tersebut, yang berakhir pada bulan Juli 1994.

Pemeran

sunting

Tanggapan Kritikus

sunting

Film Hotel Rwanda mendapatkan review positif dari para kritikus. Berdasarkan Rotten Tomatoes, film ini memiliki rating 91%, berdasarkan 191 ulasan, dengan rating rata-rata 8/10.[5] Berdasarkan Metacritic, film ini mendapatkan skor 79 dari 100, berdasarkan 40 kritik, menunjukkan "ulasan yang baik".[6]

Box Office

sunting

Film Hotel Rwanda mendapatkan $23.530.892 di Amerika Utara dan $10.351.351 di negara lain. Total pendapatan yang dihasilkan oleh film ini mencapai $33.882.243, melebihi anggaran produksi film $17,5 juta.[3]

Pada pembukaan akhir pekan secara terbatas, film ini mendapatkan $100.091, menempati posisi ke-29 di box office. Namun, pada pembukaan akhir pekan secara luas, film ini mendapatkan $2.316.416, menempati posisi ke-14 di box office.[3]

Referensi

sunting
  1. ^ "Hotel Rwanda (12A)". British Board of Film Classification. February 9, 2005. Diakses tanggal May 15, 2013.
  2. ^ "Hotel Rwanda (2004)". The Numbers. Diakses tanggal September 19, 2010.
  3. ^ a b c "Hotel Rwanda (2004)". Box Office Mojo. Diakses tanggal June 4, 2010.
  4. ^ Stein, Ruthe (September 14, 2004). "Kevin Spacey, Jamie Foxx get things rockin' at Toronto International Film Festival". San Francisco Chronicle. Diakses tanggal March 29, 2018.
  5. ^ "Hotel Rwanda (2004)". Rotten Tomatoes. Diakses tanggal February 13, 2018.
  6. ^ "Hotel Rwanda reviews". Metacritic. Diakses tanggal February 13, 2018.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Terry Mart

Prof. Dr. Drs. Terry Mart (lahir di Palembang, 3 Maret 1965) adalah ilmuwan fisika nuklir dan partikel yang sekarang mengabdikan diri sebagai guru besar

The Promise (film 2016)

adalah sebuah film drama sejarah Amerika 2016 yang disutradarai oleh Terry George dan dibintangi oleh Oscar Isaac, Charlotte Le Bon dan Christian Bale

Ellen Terry

Amerika dan Inggris. Pada tahun 1903 Terry mengambil alih manajemen Imperial Theatre London, dengan fokus pada drama George Bernard Shaw dan Henrik Ibsen. Usaha

John Terry

John George Terry (lahir 7 Desember 1980) adalah pelatih dan mantan pemain sepak bola profesional Inggris yang bermain sebagai bek tengah. Dinobatkan sebagai

Barbara Bush

Serikat ke-41, George H. W. Bush, yang menjabat pada periode 1989 sampai 1993. Ia juga merupakan ibu dari Presiden Amerika Serikat ke-43, George W. Bush, dan

In the Name of the Father (film)

kisah kehidupan nyata Guildford Four. Permainan latarnya diadaptasi oleh Terry George dan Jim Sheridan dari autobiografi Proved Innocent: The Story of Gerry

George Harrison

George Harrison MBE (25 Februari 1943ย โ€“ย 29 November 2001) adalah musisi, penyanyi, penulis lagu dan produser film Britania Raya. Ia paling dikenal sebagai

Day of the Dead (film 1985)

Night of the Living Dead Romero, film ini dibintangi oleh Lori Cardille, Terry Alexander, Joseph Pilato, Jarlath Conroy dan Richard Liberty sebagai sekelompok