Tioeter adalah sebuah gugus fungsi dalam kimia organik yang memiliki struktur R1-S-R2. Seperti senyawa lainnya yang mengandung sulfur, senyawa tioeter yang mudah menguap berbau tidak sedap.[1]

Tioeter mirip dengan eter, kecuali bahwa ia mengandung atom belerang daripada atom oksigen. Oleh karena oksigen dan belerang berada dalam satu kelompok golongan kalkogen pada tabel periodik, sifat-sifat kimia eter dan tioeter memiliki beberapa persamaan. Gugus fungsi ini sangat penting dalam biologi, terlihat pada asam amino metionina dan kofaktor biotin.

Pembuatan

sunting
R-Br + HS-R' โ†’ R-S-R' + HBr

Reaksi seperti ini dipercepat oleh basa, yang mengubah tiol menjadi tiolat yang lebih nukleofilik.

  • Metode alternatif sintesis meliputi adisi tiol ke alkena, umumnya dikatalisasi oleh radikal bebas:
R-CH=CH2 + HS-R' โ†’ R-CH2-CH2-S-R'

Reaksi

sunting
  • Walaupun secara umum eter stabil, tioeter dapat dengan mudah dioksidasi menjadi sulfoksida (R-S(=O)-R), yang kemudian dapat dioksidasi lebih lanjut menjadi sulfon (R-S(=O)2-R). Sebagai contoh, dimetil sulfida dapat dioksidasi sebagai berikut::
S(CH3)2 + O โ†’ OS(CH3)2
OS(CH3)2 + O โ†’ O2S(CH3)2

Oksidan yang umum adalah peroksida.

  • Ikatan sulfur-sulfur pada disulfida sangat rentan terhadap pembelahan oleh nukleofil, dan reaksi dengan nukleofil karbon menghasilkan tioeter:
R3C- + R1S-SR2 โ†’ R3CSR1 + R2S-
  • Garam trialkilsulfonium bereaksi dengan nukleofil dengan dialkul sulfida sebagai gugus lepas:
Nu- + R3S+ โ†’ Nu-R + R-S-R

Reaksi ini digunakan pada sistem biologis sebagai cara transfer gugus alkil.

Tiofena

sunting

Senyawa heterosiklik tiofena secara formal adalah tioeter. Karena sifat-sifat aromatisitas heterolingkar ini, elektron nonikat pada sulfur terdelokalisasi menjadi sistem-ฯ€. Oleh karena itu, tiofena tidak menunjukkan sifat-sifat yang sama dengan tioeter. Tiofena mempunyai sulfur yang bersifat non-nukleofilik dan berbau wangi. Ketika dihidrogenasi, tiofena berubah menjadi tetrahidrotiofena, C4H8S, yang memiliki sifat-sifat seperti tioeter pada umumnya.

Referensi

sunting
  1. ^ R. J. Cremlyn โ€œAn Introduction to Organosulfur Chemistryโ€ John Wiley and Sons: Chichester (1996). ISBN 0-471-95512-4.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Sulfida

"sulfida" biasanya merujuk pada ikatan Cโ€“Sโ€“C, meskipun istilah tioeter lebih sesuai. Misalnya, tioeter dimetil sulfida adalah H. Polifenilena sulfida (lihat di

Belerang

amino yang mengandung gugus tiol Metionina, asam amino yang mengandung tioeter Difenil disulfida, perwakilan disulfida Asam perfluorooktanasulfonat, sebuah

Ester (kimia)

Fosfonit Sulfur Asam sulfonat Disulfida Sulfon Sulfoksida Tial Tioester Tioeter Tioketon Tiol Selenium Asam selenonat Asam seleninat Asam selenenat Selenol

Tiol

terprotonasi RSH. Kimia tiol berhubungan dengan kimia alkohol: tiol membentuk tioeter, tioasetal, dan tioester, yang beranalogi dengan eter, asetal, dan ester

Benzena

Fosfonit Sulfur Asam sulfonat Disulfida Sulfon Sulfoksida Tial Tioester Tioeter Tioketon Tiol Selenium Asam selenonat Asam seleninat Asam selenenat Selenol

Rabeprazol

rabeprazol dimetabolisme melalui reduksi nonenzimatik sistemik menjadi komponen tioeter. Selain itu, rabeprazol juga dimetabolisme menjadi komponen sulfon dan

Selenium

organobelerang yang sesuai. Yang paling umum adalah selenida (R2Se, analog tioeter), diselenida (R2Se2, analog disulfida), dan selenol (RSeH, analog tiol)

Gugus fungsi

Fosfonit Sulfur Asam sulfonat Disulfida Sulfon Sulfoksida Tial Tioester Tioeter Tioketon Tiol Selenium Asam selenonat Asam seleninat Asam selenenat Selenol