Warkop
MediaRadio, film, dan televisi
KebangsaanIndonesia
Tahun aktif1973โ€“1985 (sebagai Warkop Prambors)
1986โ€“1997 (sebagai Warkop DKI)
1998โ€“sekarang (sebagai Warkop)
GenreKomedi
Anggota

Warung Kopi, lebih dikenal dengan nama Warkop, sebelumnya bernama Warkop Prambors (1973โ€“1985) dan Warkop DKI (1986โ€“1997), adalah grup lawak asal Indonesia yang didirikan oleh Nanu Moeljono, Rudy Badil, Kasino Hadiwibowo, Wahjoe Sardono, dan Indrodjojo Kusumonegoro. Mereka pertama kali bertemu dalam program radio Obrolan Santai di Warung Kopi, yang digarap oleh Temmy Lesanpura, Kepala Bagian Programming Radio Prambors Rasisonia.

Sejarah

sunting

Warkop Prambors, era audio dan panggung

sunting

Cikal bakal Warkop berawal pada tahun 1973, saat Kasino dan Nanu Moeljono tampil melawak di 'Perkampungan Universitas Indonesia', sebuah acara perkemahan mahasiswa di Cibubur. Kelucuan penampilan mereka menarik perhatian Temmy Lesanpura, seorang senior Universitas Indonesia yang saat itu mengepalai Radio Prambors dan kemudian mengundang mereka untuk mengisi acara bersama Rudy Badil yang diberi nama โ€œObrolan Santai di Warung Kopiโ€, mengudara setiap Kamis malam pukul 20.30-21.15 WIB.[1][2]

Setahun kemudian, Dono, rekan sesama mahasiswa Universitas Indonesia, bergabung ke dalam โ€œObrolan Santai di Warung Kopiโ€.[3][4] Pada tahun 1976, Indro, yang saat itu masih SMA dan kemudian menjadi mahasiswa di Universitas Pancasila bergabung sebagai anggota paling akhir dan paling muda di Warkop Prambors.[5]

Dalam acara itu, Rudy Badil dalam obrolan sering berperan sebagai Mr. James dan Bang Cholil. Indro yang berasal dari Purbalingga berperan sebagai Mastowi (Tegal), Paijo (Purbalingga), Ubai, atau Ansori. Kasino yang asli Gombong perannya bermacam-macam: Mas Bei (Jawa), Acing/Acong (Tionghoa), Sanwani (Betawi) dan Buyung (Minang). Nanu yang asli Madiun sering berperan sebagai Poltak (Batak) sedangkan Dono sendiri hanya berperan sebagai Slamet (Jawa). Melalui konsep dan program ini, Warkop Prambors menjadi populer dikalangan masyarakat dan pelajar pada medio 1970-an, mereka kemudian mengadakan pertunjukkan pertamanya. Pertunjukkan itu saat pesta perpisahan SMP Negeri 9 Jakarta di Hotel Indonesia, dan mulai tampil dari panggung ke panggung.[1][6]

Warkop Prambors mulai muncul dilayar televisi melalui acara Terminal Musikal - Tempat Anak Muda Mangkal, arahan Mus Mualim, pada malam tahun baru 1978, dari sana mereka kemudian sering tampil di TVRI. Bersama Orkes Melayu Pancaran Sinar Petromak mereka tampil di Malam Pagelaran Dapur Musik Betawi, grup musik yang juga terkenal melalui Terminal Musikal.[2][6]

Album lawak yang pertama kali dirilis oleh Warkop Prambors berjudul Cangkir Kopi oleh Warung Kopi Prambors Volume 1 yang diterbitkan Pramaqua, kerjasama antara Prambors dan Aquarius, sejak itu mereka merilis 12 album, 10 di antaranya atas nama Warkop Prambors hingga 1986, dua album terakhir yang berjudul โ€œMakin Tipis Makin Asikโ€ dan โ€œKunyanyikan Judulkuโ€ sudah menggunakan nama Warkop DKI dengan format penyanyi yang diselingi dengan lawakan.[7][8]

Sayangnya, Rudi Badil yang selama ini selalu demam panggung saat tampil langsung memutuskan meninggalkan mundur sebagai anggota Warkop Prambors. Menjadikannya anggota Warkop yang tidak pernah tampil dilayar lebar. Ia kemudian fokus menjadi wartawan di Kompas hingga pensiun pada 2005, Rudy Badil menuliskan perjalanan Warkop dalam buku 'Main-Main jadi Bukan Main' yang diterbitkan pada tahun 2010 dan ia kemudian wafat menyusul rekan-rekannya pada tahun 2019.[6][9]

Warkop DKI, era emas film komedi

sunting

Tanpa kehadiran Rudy Badil, empat anggota yang tersisa menggarap film perdana mereka berjudul Mana Tahaaan... garapan Nawi Ismail yang rilis pada 1980 menampilkan beberapa artis terkenal masa itu seperti Rahayu Effendi, Kusno Sudjarwadi, dan Elvy Sukaesih, dan mengumpulkan penonton hingga 400.816 penonton.[10]

Namun setelah perilisan film perdana ini, Nanu memutuskan untuk meninggalkan Warkop Prambors dan bersolo karier. Nanu sempat membintangi sebuah film lain berjudul Kisah Cinta Rojali dan Zuleha pada tahun 1979. Setelah membintangi film tersebut, Ia menderita kanker ginjal hingga akhirnya meninggal pada 22 Maret 1983 di usia 30 tahun dan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir.[6]

Tanpa Nanu, Warkop Prambors yang hanya menyisakan Kasino, Dono, dan Indro semakin sering menerima tawaran produksi film, pada film-film awal mereka yang diproduksi oleh Bola Dunia Film, personel Warkop memerankan tokoh Slamet (diperankan oleh Dono), Sanwani (Kasino), dan Paijo (Indro). Namun, dalam film-film selanjutnya, mereka memerankan nama asli mereka (Dono, Kasino, Indro).[6]

Sejak tahun 1980 hingga 1995, sudah 34 film komedi mereka bintangi. Rata-rata dua judul film setiap tahun yang hadir menjelang perayaan Idul Fitri dan tahun baru. Untuk mengisi ruang yang ditinggalkan Nanu, Warkop Prambors sempat beberapa kali menggunakan beberapa pemain pembantu yang bisa mengimbangi mereka bertiga sebagai tokoh sentral komedi, di antaranya adalah Dorman Borisman dan Mat Solar.[11]

Warkop, era serial televisi dan kematian anggota

sunting

Pada periode mati surinya film Indonesia, Warkop DKI mulai menyapa masyarakat lewat serial sinetron komedi 'Warkop DKI' pada 1996 dan musim keduanya pada 1997 yang diproduksi Soraya Intercine Films dan ditayangkan di Indosiar. Sinetron ini menampilkan Warkop DKI bersama Karina Suwandi sebagai adik Dono dan istri Indro dan Roweina Umboh sebagai istri Kasino.[8][12]

Sinetron ini kemudian laris disaksikan masyarakat hingga mendapatkan musim keduanya pada tahun 1997. Namun, selama penayangan musim kedua ini, karakter Kasino jarang terlihat dan sesekali tampil menggunakan wig, hingga akhirnya ia sama sekali tidak bisa melanjutkan syuting dan wafat pada 18 Desember 1997 karena tumor otak.[13]

Tanpa Kasino, Dono dan Indro melanjutkan 'Warkop' tanpa abreviasi DKI, dan sinetron Warkop DKI diganti menjadi 'Warkop Millenium' yang tayang pada tahun 1999 dan musim keduanya tayang pada tahun 2000. Setelah empat tahun tanpa Kasino, dan menyelesaikan dua musim Warkop Millenium, Dono meninggal dunia pada 30 Desember 2001 karena tumor dan paru-paru basah yang dideritanya sejak lama.[14]

Pasca Warkop

sunting

Tanpa Dono, Indro sendirian melanjutkan perjalanan Warkop di dunia komedi. Indro, sebagai anggota Warkop, pernah menjadi juri di acara pencarian bakat lawakan tungal bentukan Kompas TV, yaitu Stand Up Comedy Indonesia atau SUCI dari 2011-2018.[15]

Pada tahun 2010, Warkop meluncurkan buku yang ditulis Rudy Badil dengan judul 'Warkop: Main-Main jadi Bukan Main' yang diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia bekerja sama dengan Aquarius, Lembaga Warkop DKI, dan Telkomsel.[2]

Upaya untuk menghidupkan kembali film Warkop dilakukan bersama Falcon Picture pada 2016, melalui seri film Warkop DKI Reborn. Seri film ini adalah sebuah adaptasi dan sempalan dari Warkop DKI asli. Film perdananya adalah Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 yang berpakem pada salah satu film Warkop DKI yaitu Chips keluaran tahun 1983.[16][17] Film ini menjadi film komedi terlaris kedua di Indonesia dengan capaian 6.858.616 penonton.[18]

Anggota

sunting

Dari semua anggota Warkop, Dono adalah anggota yang paling dikenal dan sering dianggap sebagai maskot utama kelompok ini. Sebagian besar masyarakat menyebut film mereka sebagai film Warkop atau film Dono. Meskipun terlihat "ndeso," Dono sebenarnya adalah asisten dosen di Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Indonesia, bekerja untuk Prof. Selo Soemardjan bersama rekannya, Paulus Wirutomo.[19]

Anggota Warkop lainnya, yang juga lulusan UI, yaitu Rudy Badil, Kasino, dan Nanu Moeljono, aktif dalam kegiatan pecinta alam sejak masa kuliah. Nanu, Kasino, dan Dono terdaftar sebagai anggota Mapala UI, sedangkan Rudy Badil berkawan dengan Soe Hok Gie dan sering mendaki gunung bersama.[20]

Hingga tahun 2026 ini, Indrodjojo Kusumonegoro atau Indro merupakan satu-satunya anggota Warkop yang masih hidup sampai sekarang. Sementara rekan-rekannya sudah meninggal dunia masing-masing pada 1983 (Nanu Moeljono, meninggal pada 22 Maret 1983), 1997 (Kasino Hadiwibowo, meninggal pada 18 Desember 1997), 2001 (Wahjoe Sardono, meninggal pada 30 Desember 2001) dan terakhir 2019 (Rudy Badil, meninggal pada 11 Juli 2019)

No. Potret Nama Masa aktif
1 Kasino Hadiwibowo
(1950โ€“1997)
1973โ€“1997
2 Nanu Moeljono
(1952โ€“1983)
1973โ€“1980
3 Rudy Badil
(1945โ€“2019)
1973โ€“1979
4 Wahjoe Sardono
(1951โ€“2001)
1975โ€“2001
5 Indrodjojo Kusumonegoro
(lahir 1958)
1976โ€“sekarang

Proses kreatif

sunting

Warkop dikenal melalui gaya komedi verbal yang jenaka, tetapi juga kritis terhadap kondisi sosial. Banyak frasa yang dipopulerkan trio ini masih โ€hidupโ€ dan relevan hingga saat ini, seperti โ€Gile lu, Ndro!โ€ atau โ€Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang.โ€ Berbeda dengan grup lawak lainnya pada masa itu yang tampil dengan berbagai kostum dan properti, Warkop tampil sederhana dengan pakaian biasa, menyesuaikan dengan kondisi kehidupan sehari-hari, bahkan sering kali rapi, seperti mengenakan jas saat tampil di panggung.[21]

Warkop memiliki kekhasan dalam membawakan kisah folklor yang lucu, kadang jorok, tetapi ilmiah dan jelas alurnya. Mereka juga berani menampilkan humor politik. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh aktivitas Wahjoe Sardono (Dono) yang sudah aktif menulis di koran mahasiswa UI, harian Salemba.[21]

Warkop juga dikenal memiliki kesadaran intelektual yang tinggi. Sebagian besar anggotanya adalah mahasiswa (yang kemudian beberapa di antaranya menjadi sarjana), sehingga mereka sangat memahami pentingnya profesionalisme dan pengembangan diri dalam kelompok mereka. Warkop bahkan membentuk tim staf yang bertugas membantu dalam mencari bahan lawakan, menyurvei lokasi, atau memastikan kesiapan kostum dan properti yang dibutuhkan. Salah satu staf Warkop yang kemudian menjadi terkenal adalah Tubagus Dedi Gumelar, yang lebih dikenal sebagai Miing dari grup Bagito.

Diskografi

sunting
  • Cangkir Kopi (Pramaqua, 1979) โ€“ Warkop Live di Palembang.[22]
  • Warung Tenda (Pramaqua, 1979) โ€“ Warkop Live di 3 tempat. Yaitu Jakarta dan Bandung (Side A) serta Pontianak (Side B).[22]
  • Warung Kopi & OM PSP (DD Records, 1979) - direkam dari acara ulang tahun TVRI yang ke 16 tahun (1978).[22]
  • Mana Tahan (Purnama Records, 1980) - Album pertama setelah Nanu keluar dari Warkop (meskipun fotonya ada di album). Diambil dari film yang berjudul sama.[22]
  • Dokter Masuk Desa (Purnama Records, 1981) โ€“ Indro berperan sebagai dokter yang baru masuk desa, Dono dan Kasino sebagai warga.[22]
  • Gerhana Asmara (JAL Records, 1982) โ€“ Bersama grup Srimulat. Direkam di 2 tempat, Jakarta dan Solo.[22]
  • Pengen Melek Hukum (Insan Records, 1983)[22] โ€“ Indro berperan sebagai mahasiswa penyuluh hukum, Kasino dan Dono sebagai warga
  • Semua Bisa Diatur (JAL Records, 1984)[22] โ€“ Indro berperan sebagai Lurah, Dono dan Kasino sebagai warga. Menampilkan Mi'ing Bagito sebagai rakyat/petugas RSJ.
  • Pokoknya Betul (JAL Records, 1984)[22] โ€“ Dono dan Indro ingin pergi ke Bali dan bertanya kepada Kasino yang berasal dari Bali.
  • Sama Juga Bohong (Sokha, 1986)[22] - diambil dari film yang berjudul sama. Album terakhir Warkop pakai nama Warkop Prambors.
  • Makin Tipis Makin Asyik (AD Records, 1987) โ€“ Indro berperan sebagai guru, Kasino dan Dono sebagai murid-murid. Album pertama Warkop pakai nama Warkop DKI (juga istilah "Tertawalah Sebelum Tertawa itu Dilarang diperkenalkan untuk pertama kalinya).[22]
  • Kunyanyikan Judulku (Harpa, 1987)[22]

Filmografi

sunting
Beberapa Poster Film Warkop DKI

Dari tahun 1980 sampai dengan tahun 1995, Warkop telah membintangi 35 judul film dengan 34 film di antaranya bertemakan drama komedi.[N 1] Setiap tahunnya, Warkop hanya merilis dua sampai tiga judul film dengan masa tayang awal yang disesuaikan dengan liburan Hari Raya Idul Fitri dan liburan Natal dan Tahun Baru.

Kebanyakan film Warkop tidak dapat diedarkan secara internasional karena masalah pelanggaran hak cipta karena menggunakan lagu tema The Pink Panther karya komponis Henry Mancini tanpa izin atau tanpa mencantumkan namanya dalam film, meskipun alunan simfoninya dalam beberapa judul film sudah diubah supaya tidak terlalu mirip.

Tahun Judul Catatan Ref.
1980 Mana Tahaaan... Film pertama Warkop. Satu - satunya penampilan Nanu di film Warkop sebelum mundur dari Warkop [5]
Gengsi Dong Film pertama Warkop dengan tiga anggota yang tersisa [23]
1981 Pintar Pintar Bodoh Film pertama Warkop yang menggunakan nama sendiri - sendiri (lepas dari karakter radio) [24]
GeEr - Gede Rasa [25]
Untukmu Indonesiaku Satu satunya film Warkop yang tidak bergenre komedi [26]
Manusia 6.000.000 Dollar Parodi dari serial televisi Amerika Serikat di tahun 1970an The Six Million Dollar Man [7]
1982 IQ Jongkok Hak ciptanya sekarang dipegang oleh Falcon Pictures [9]
Setan Kredit Satu satunya film Warkop yang bergenre horor komedi. Hak ciptanya sekarang dipegang oleh Falcon Pictures [10]
Dongkrak Antik [8]
1983 Chips Parodi dari serial televisi Amerika Serikat di tahun 1970an dan 1980an CHiPs. Hak ciptanya sekarang dipegang oleh Falcon Pictures [11]
Maju Kena Mundur Kena [12]
1984 Pokoknya Beres Sekuel tidak langsung dari film Maju Kena Mundur Kena [27]
Tahu Diri Dong Satu satunya film Warkop yang menayangkan pesan anti pembajakan film [13]
Itu Bisa Diatur [14]
1985 Gantian Dong [28]
Kesempatan Dalam Kesempitan Film terakhir Warkop di bawah nama Warkop Prambors [29]
1986 Sama Juga Bohong Film pertama Warkop di bawah nama Warkop DKI [20]
Atas Boleh Bawah Boleh [19]
1987 Makin Lama Makin Asyik [21]
Depan Bisa Belakang Bisa [30]
1988 Saya Suka Kamu Punya Dono juga berperan sebagai penulis naskah (bersama Baron Achmadi) [31]
Jodoh Boleh Diatur Film kerjasama Indonesia dan Malaysia. Dono juga berperan sebagai penyanyi tema lagu (bersama Raja Ema) [15]
1989 Malu-Malu Mau [16]
Godain Kita Dong [17]
1990 Sabar Dulu Doong...! Film pertama yang menampilkan pesan "Tertawalah Sebelum Tertawa itu Dilarang" (tapi bukan di bagian kredit akhir film) [18]
Mana Bisa Tahan [32]
1991 Lupa Aturan Main Film pertama yang menampilkan lagu "Gadis Lambada" [33]
Sudah Pasti Tahan [34]
1992 Bisa Naik Bisa Turun Film pertama yang menampilkan pesan "Tertawalah Sebelum Tertawa itu Dilarang" di bagian kredit akhir film (bersama dengan lagu "Gadis Lambada") [35]
Masuk Kena Keluar Kena [36]
1993 Salah Masuk [37]
Bagi-Bagi Dong [38]
1994 Bebas Aturan Main [39]
Saya Duluan Dong [40]
1995 Pencet Sana Pencet Sini Film terakhir Warkop [41]

Catatan kaki

sunting
  1. ^ Film Untukmu Indonesiaku yang dirilis pada 1980 menjadi film non-komedi satu-satunya grup Warkop.

Referensi

sunting
  1. ^ a b "Sumber Inspirasi Grup Lawak Warkop DKI". Narasi.tv. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-02. Diakses tanggal 21 Februari 2021.
  2. ^ a b c "Rekam Perjalanan Grup Lawak Warkop DKI". Kompaspedia. 2023-11-10. Diakses tanggal 2024-02-25.
  3. ^ "Bukan Solo, Ini Sebenarnya Daerah Asal Dono". Republika Online. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-03-23. Diakses tanggal 24 Agustus 2018.
  4. ^ "Wahjoe Sardono". Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-12-05. Diakses tanggal 30 Oktober 2013.
  5. ^ a b "Mana Tahan". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-05-05. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  6. ^ a b c d e Badil, Rudi (2010). Warkop: main-main jadi bukan main. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. ISBNย 9789799102881.
  7. ^ a b "Manusia 6.000.000 Dollar". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-05-14. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  8. ^ a b c "Dongkrak Antik". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-05-18. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  9. ^ a b "IQ Jongkok". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-10. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  10. ^ a b "Setan Kredit". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-10. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  11. ^ a b "CHIPS (Cara Hebat Ikut Penanggulangan Masalah Sosial)". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-11. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  12. ^ a b "Maju Kena Mundur Kena". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-09. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  13. ^ a b "Tahu Diri Dong". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-08-12. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  14. ^ a b "Itu Bisa Diatur". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-11. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  15. ^ a b "Jodoh Boleh Diatur". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-03. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  16. ^ a b "Malu-Malu Mau". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-15. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  17. ^ a b "Godain Kita Dong". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-05-24. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  18. ^ a b "Sabar Dulu Dong". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-30. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  19. ^ a b "Atas Boleh Bawah Boleh". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-30. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  20. ^ a b "Sama Juga Bohong". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-07. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  21. ^ a b c "Makin Lama Makin Asyik". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-11. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  22. ^ a b c d e f g h i j k l berkata, Ivan Amrullah (2013-12-26). "Warkop 12 Pas ( Telaah 12 Kaset Lawak & Musik Warkop 1979 โ€“ 1987)". Dennysakrie63's Blog. Diakses tanggal 2026-01-23.
  23. ^ "Gengsi Dong". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-27. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  24. ^ "Pintar Pintar Bodoh". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-10. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  25. ^ "Geer - Gede Rasa". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-07. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  26. ^ "Untukmu Indonesiaku". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-07. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  27. ^ "Pokoknya Beres". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-08-12. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  28. ^ "Gantian Dong". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-10. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  29. ^ "Kesempatan Dalam Kesempitan". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-10. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  30. ^ "Depan Bisa Belakang Bisa". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-13. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  31. ^ "Saya Suka Kamu Punya". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-07. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  32. ^ "Mana Bisa Tahan". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-07. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  33. ^ "Lupa Aturan Main". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-07. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  34. ^ "Sudah Pasti Tahan". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-10. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  35. ^ "Bisa Naik Bisa Turun". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-10. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  36. ^ "Masuk Kena Keluar Kena". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-10. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  37. ^ "Salah Masuk". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-16. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  38. ^ "Bagi-Bagi Dong". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-26. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  39. ^ "Bebas Aturan Main". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-07-07. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  40. ^ "Saya Duluan Dong". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-05-28. Diakses tanggal 5 Mei 2022.
  41. ^ "Pencet Sana Pencet Sini". Film Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-11. Diakses tanggal 5 Mei 2022.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kasino (pelawak)

komedi dari tahun 1980 hingga 1995. Ia juga tampil dalam serial televisi Warkop DKI yang diproduksi pada tahun 1996 dan 1997, yang menjadi penampilan profesional

Abimana Aryasatya

nama Warkop DKI Reborn; lagu tema Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 Lagu tema Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 Lagu tema Warkop DKI Reborn:

Indro

Ciara Nadine Brosnan Catatan Lagu tema Warkop DKI Dikreditkan dengan nama Warkop DKI Reborn; lagu tema Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 Lagu tema

Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1

Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 adalah sebuah film komedi Indonesia tahun 2016 yang disutradarai oleh Anggy Umbara dan diproduksi oleh Falcon

Dono

29 Mei 2024. "12 Daftar Album Komplet Lawakan Warkop Prambors / Warkop DKI 1979-1988". Lembaga Warkop DKI. Diarsipkan dari asli tanggal 2 Maret 2021. Diakses

Warkop DKI (seri televisi)

Warkop DKI adalah serial televisi Indonesia produksi Soraya Intercine Films yang ditayangkan perdana 1 Maret 1996 di Indosiar dan ditayangkan ulang oleh

Tora Sudiro

Leonardo, Indro Warkop, Hesti Purwadinata, dan Ciara Nadine Brosnan Catatan Dikreditkan dengan nama Warkop DKI Reborn; lagu tema Warkop DKI Reborn: Jangkrik

Daftar film Indonesia terlaris sepanjang masa

dengan perolehan 4.719.453 penonton. Rekor tersebut kemudian dipatahkan Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 pada 2016. Pada Mei 2022, KKN di Desa Penari