📑 Table of Contents
Warok Singo Kobra
SutradaraNawi Ismail
ProduserDhamoo Punjabi
Ditulis olehBaron Achmadi
PemeranEva Arnaz
Kusno Sudjarwadi
Dicky Zulkarnaen
Ratno Timoer
Harry Capri
Hanna Wijaya
Dhalia
Rahayu Effendi
M. Pandji Anom
Jeffry Sani
Soendjoto Adibroto
Yustine Rais
Djoko Warok
Penataโ€‰musikGatot Sudarto
PenyuntingNawi Ismail
DistributorPT. Parkit Film
Tanggal rilis
1982
Durasi95 menit
NegaraIndonesia

Warok Singo Kobra adalah film Indonesia tahun 1982 dengan disutradarai oleh Nawi Ismail dan dibintangi oleh Eva Arnaz dan Harry Capri. Film ini merupakan adaptasi dari repertoir populer ketoprak yang biasanya berjudul Suminten Edan atau Warong Suro Menggolo

Sinopsis

sunting

Kadipaten Trenggalek tidak pernah aman. Kerusuhan bersumber dari ulah Warok Guno Seco (Kusno Sudjarwadi). Untuk mengatasinya, sesepuh kadipaten menyarankan agar putra tunggal Bupati, Subroto (Harry Capri), dikawinkan dengan Suminten (Hanna Wijaya), anak Guno Seco. Begitu surat lamaran disampaikan, Guno langsung memerintahkan anak buahnya tidak lagi merampok. Tapi, soal belum selesai. Subroto menolak usul ayahnya, ia pergi dari kadipaten dan sempat memergoki Warsiah (Eva Arnaz) yang sedang diperkosa Gento (Jeffry Sani), anak buah Guno. Subroto turun tangan. Perkosaan terhindar. Apalagi ayah Warsiah, Warok Suro Menggolo (Dicky Zulkarnaen) , datang membantu. Subroto jatuh cinta pada Warsiah dan membawanya ke Kadipaten. Guno Marah, apalagi Suminten jadi gila karena gagal kawin dengan Subroto. Kadipaten di "sirep", hingga ia leluasa masuk dan menggorok leher Warsiah. Beruntung Suro Menggolo cepat datang dan memulihkan Warsiah. Suro lalu menantang duel Guno. Guno kalah, tetapi ia menantang duel lagi 40 hari kemudian. Guno bertapa dan mendapat kesaktian baru. Suro juga bertapa di tepi pantai bersama Warsiah dan Subroto. Sebuah pecut sakti datang dari laut, tapi ia tidak boleh membunuh. Maka pecut diserahkan pada Warsiah sesuai petunjuk gaib dan menyalurkan tanaga dalamnya pada Subroto dan Warsiah yang berhasil menghabisi Guno. Melihat peristiwa ini, Gento lalu mengadu pada Warok Singo Kobra. yang punya jimat Wesi Kuning. Bujukan berhasil. Singo menantang Suro, yang kawatir akan jimatnya itu. Suro menggunakan siasat. Subroto yang ganteng disuruh merayu Singo yang senang "gemblak". Jimat berhasil dicuri. Tanpa jimat, Subroto dan pecut Warsiah berhasil menghabisinya.[1]

Referensi

sunting
  1. ^ JB Kristanto, Katalog Film Indonesia 1926-1995, PT Grafiasri Mukti,Jakarta, 1995 hal 249

Pranala luar

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Pakaian Adat Jawa Timur

Modern, Penadon tampak pada berbagai film bernuansa Ponorogo seperti Warok Singo Kobra, Suromenggolo. Pakaian Pria (Pesa'an) Ikat kepala Odheng warna merah

Eva Arnaz

Cewek Jagoan, Gadis Bionik, Perempuan Bergairah, Kupu-Kupu Beracun, Warok Singo Kobra, Cewek Jagoan Beraksi Kembali, Midah Perawan Buronan, Jaka Sembung

Gemblak

tergerus oleh Jathil perempuan. Kisah warok dan gemblak diangkat ke dalam berbagai film,, seperti Warok Singo Kobra, Bathoro Katong Dan Reog Ponorogo, Kucumbu

Caping

Turki, Selain itu Caping ini pernah digunakan properti dalam film Warok Singo Kobra tahun 1982. Pada 17 Agustus 2017, warga desa Lembah, Ponorogo yang

Gatot Sudarto

Tak Sekejam Ibu Kota (1981) Mistik (1981) Bodoh Bodoh Mujur (1981) Warok Singo Kobra (1982) Sangkuriang (1982) Nyi Blorong (1982) Perhitungan Terakhir

Soendjoto Adibroto

Tjambuk Api 1960 Pedjuang 1981 Kereta Api Terakhir Gatot Subroto 1982 Warok Singo Kobra 1983 Lara Jonggrang Pengantin Pantai Biru 7 Wanita dalam Tugas Rahasia

Jeffry Sani

Pitung Beraksi Kembali Mat Petir 1982 Jin Galunggung Perawan Rimba Warok Singo Kobra Gento 1983 Lenyapnya Dendam Si Buta Sentuhan Pertama Darah Lima Naga

Nawi Ismail

(1981) Orang-Orang Sinting (1981) Enak Benar Jadi Jutawan (1982) Warok Singo Kobra (1982) Sama Gilanya (1983) Asal Tahu Saja (1984) Demam Tari (1985)