Warren Buffett
Potret setinggi dada Warren Buffett dengan latar belakang gelap mengenakan jas gelap, kemeja putih, dan dasi merah. Ia tidak tersenyum, menatap ke arah samping kamera.
Buffett pada tahun 2015
LahirWarren Edward Buffett
30 Agustus 1930 (umur 95)
Omaha, Nebraska, Amerika Serikat
Pendidikan
PekerjaanKetua, Berkshire Hathaway
Tahun aktif1951–sekarang
Partai politikDemokrat[1]
Suami/istri
(m. 1952; meninggal 2004)
Astrid Menks Buffett
(m. 2006)
Anak
Situs webberkshirehathaway.com
Tanda tangan
IMDB: nm1104789 TCM: 775653
X: WarrenBuffett Modifica els identificadors a Wikidata

Warren Edward Buffett (/ˈbʌfɪt/ BUFF-it; lahir 30 Agustus 1930)[2] adalah seorang investor dan filantropis asal Amerika Serikat yang menjabat sebagai ketua dan mantan CEO dari perusahaan konglomerat Berkshire Hathaway. Berkat kesuksesannya, Buffett merupakan salah satu investor paling terkenal di dunia. Menurut Forbes, per Januari 2026, kekayaan bersih Buffett diperkirakan mencapai US$148,9 miliar, menjadikannya orang terkaya kesembilan di dunia.[3]

Buffett lahir di Omaha, Nebraska. Sebagai putra dari anggota Kongres AS dan pebisnis Howard Buffett, ia mengembangkan minat pada bidang bisnis dan investasi sejak masa mudanya. Ia masuk ke Sekolah Wharton dari Universitas Pennsylvania pada tahun 1947 sebelum lulus dari Universitas Nebraska di Lincoln pada usia 20 tahun. Ia kemudian lulus dari Sekolah Bisnis Columbia, tempat ia membentuk filosofi investasinya berdasarkan konsep investasi nilai yang dipelopori oleh Benjamin Graham. Ia menempuh pendidikan di Institut Keuangan New York untuk memperdalam latar belakang ekonominya dan segera mengejar karier bisnis.

Ia kemudian memulai beberapa usaha bisnis dan kemitraan investasi, termasuk salah satunya bersama Graham. Ia mendirikan Buffett Partnership Ltd. pada tahun 1956 dan firma investasinya akhirnya mengakuisisi produsen tekstil Berkshire Hathaway, yang kemudian namanya digunakan sebagai nama perusahaan induk yang terdiversifikasi. Buffett muncul sebagai ketua dan pemegang saham mayoritas perusahaan tersebut pada tahun 1970. Pada tahun 1978, sesama investor dan rekan bisnis lamanya, Charlie Munger, bergabung dengan Buffett sebagai wakil ketua.[4][5]

Dari tahun 1970 hingga 2026, Buffett menjabat sebagai ketua dan pemegang saham terbesar Berkshire Hathaway, salah satu perusahaan induk terkemuka di Amerika dan konglomerat korporasi terkemuka di dunia. Ia dijuluki sebagai "Oracle" atau "Sage" dari Omaha oleh media global sebagai hasil dari akumulasi kekayaan besar yang berasal dari kesuksesan bisnis dan investasinya.[6][7] Buffett tetap berpegang pada prinsip investasi nilai dan pola hidup hemat meskipun memiliki kekayaan yang besar.[8] Buffett telah berjanji untuk mendonasikan 99 persen[9] kekayaannya untuk tujuan filantropi, terutama melalui Yayasan Gates. Ia mendirikan The Giving Pledge pada tahun 2010 bersama Bill Gates dan Melinda French Gates, di mana para miliarder berjanji untuk menyumbangkan setidaknya setengah dari kekayaan mereka.[10] Pada konferensi investor Berkshire Hathaway tanggal 3 Mei 2025, Buffett meminta dewan direksi untuk menunjuk Greg Abel sebagai penggantinya sebagai direktur utama perusahaan pada akhir tahun tersebut, sementara ia tetap menjabat sebagai ketua.[11]

Kehidupan awal dan pendidikan

sunting

Buffett lahir pada 30 Agustus 1930 di Omaha, Nebraska, sebagai anak kedua dari tiga bersaudara dan putra satu-satunya dari Anggota Kongres Howard Buffett dan istrinya, Leila (née Stahl) Buffett.[12] Ia memulai pendidikannya di Sekolah Dasar Rose Hill. Pada tahun 1942, ayahnya terpilih untuk masa jabatan pertama dari empat masa jabatan di Kongres Amerika Serikat, dan setelah pindah bersama keluarganya ke Washington, D.C., Warren menyelesaikan sekolah dasar, bersekolah di Sekolah Menengah Pertama Alice Deal, dan lulus dari SMA Woodrow Wilson pada tahun 1947. Di buku tahunan kelulusannya, terdapat keterangan: "menyukai matematika; calon pialang saham".[13] Setelah menyelesaikan sekolah menengah atas dan meraih kesuksesan dalam berbagai usaha kewirausahaan dan investasi sampingannya, Buffett ingin langsung terjun ke dunia bisnis tanpa menempuh bangku kuliah, namun keinginannya tersebut ditolak oleh ayahnya.[14][15]

Buffett menunjukkan ketertarikan pada bisnis dan investasi sejak usia muda. Ia terinspirasi oleh sebuah buku yang dipinjamnya dari perpustakaan umum Omaha pada usia tujuh tahun, berjudul One Thousand Ways to Make $1000.[16] Sebagian besar masa kecil Buffett diwarnai dengan berbagai usaha kewirausahaan. Dalam salah satu usaha bisnis pertamanya, Buffett menjual permen karet, Coca-Cola, dan majalah mingguan dari dari pintu ke pintu. Ia juga bekerja di toko kelontong kakeknya. Saat masih di sekolah menengah, ia mencari uang dengan mengantar surat kabar, menjual bola golf dan prangko, serta melakukan pembersihan mobil (detailing), di samping berbagai cara lainnya. Pada laporan pajak penghasilan pertamanya di tahun 1944, Buffett mengambil pengurangan pajak sebesar $35 (setara dengan $498 pada 2024) atas penggunaan sepeda dan jam tangannya dalam rute pengantaran koran.[17] Pada tahun 1945, saat masih duduk di kelas dua SMA, Buffett dan seorang temannya menghabiskan $25 (setara dengan $348 pada 2024) untuk membeli mesin pinball bekas, yang mereka tempatkan di sebuah pangkas rambut setempat. Dalam beberapa bulan, mereka memiliki beberapa mesin di tiga tempat pangkas rambut berbeda di seluruh Omaha. Pada tahun 1947, mereka menjual bisnis tersebut kepada seorang veteran perang seharga $1.200 (setara dengan $13.465 pada 2024).[18]

Investor Benjamin Graham (digambarkan) merupakan sosok yang sangat berpengaruh bagi Warren Buffett muda.

Minat Buffett pada pasar saham dan investasi bermula sejak masa sekolahnya yang dihabiskan di ruang tunggu pelanggan sebuah pialang saham regional di dekat kantor pialang milik ayahnya sendiri. Ayahnya tertarik untuk memupuk dan mendidik rasa ingin tahu Warren muda seputar bisnis dan investasi, bahkan sempat mengajaknya mengunjungi Bursa Efek New York saat ia berusia 10 tahun.[19] Pada usia 11 tahun, ia membeli tiga lembar saham preferen Cities Service untuk dirinya sendiri, dan tiga lembar untuk saudara perempuannya, Doris Buffett (yang juga menjadi seorang filantropis).[20][21][22] Pada usia 15 tahun, Warren menghasilkan lebih dari $175 per bulan (setara dengan $2.435 pada 2024) dengan mengantar surat kabar Washington Post. Di sekolah menengah, ia berinvestasi dalam bisnis milik ayahnya dan membeli lahan pertanian seluas 40 hektar yang digarap oleh petani penggarap.[23] Ia membeli tanah tersebut saat berusia 14 tahun dengan uang tabungannya sebesar $1.200 (setara dengan $17.079 pada 2024).[23] Pada saat lulus kuliah, Buffett telah mengumpulkan tabungan sebesar $9.800 (setara dengan $103.195 pada 2024).[18]

Pada tahun 1947, Buffett mendaftar di Sekolah Wharton di Universitas Pennsylvania. Ia sebenarnya lebih suka berfokus pada usaha bisnisnya, namun tetap mendaftar karena tekanan dari ayahnya.[18] Warren belajar di sana selama dua tahun dan bergabung dengan persaudaraan Alpha Sigma Phi.[24] Ia kemudian pindah ke Universitas Nebraska dan lulus dengan gelar Sarjana Sains dalam bidang Administrasi Bisnis dengan jurusan Manajemen Investasi pada tahun 1951.[25][26] Setelah ditolak oleh Sekolah Bisnis Harvard pada musim semi 1950, Buffett mendaftar di Sekolah Bisnis Columbia di Universitas Columbia setelah mengetahui bahwa Benjamin Graham mengajar di sana. Ia meraih gelar Magister Sains dalam bidang Ekonomi dari Columbia pada tahun 1951.[27][28] Setelah lulus, Buffett menempuh pendidikan di Institut Keuangan New York.[29][30]

Ide-ide dasar dalam berinvestasi adalah memandang saham sebagai suatu bisnis, memanfaatkan fluktuasi pasar demi keuntungan Anda, dan mencari margin keamanan. Itulah yang diajarkan Ben Graham kepada kami. Seratus tahun dari sekarang, hal-hal tersebut akan tetap menjadi landasan utama dalam berinvestasi.[31][32][33]

— Warren Buffett

Karier bisnis

sunting

Awal karier bisnis

sunting

Buffett bekerja dari tahun 1951 hingga 1954 di firma ayahnya, Buffett-Falk & Co., sebagai tenaga penjual investasi; dari tahun 1954 hingga 1956 di Graham-Newman Corp. sebagai analis efek; dari tahun 1956 hingga 1969 di beberapa kemitraan investasi sebagai mitra umum; dan sejak 1970 menjabat sebagai ketua dan CEO Berkshire Hathaway Inc.

Pada tahun 1951, Buffett mengetahui bahwa Graham menjadi anggota dewan direksi asuransi GEICO. Dengan menaiki kereta api ke Washington, D.C. pada suatu hari Sabtu, ia mengetuk pintu kantor pusat GEICO hingga seorang petugas kebersihan mengizinkannya masuk. Di sana ia bertemu dengan Lorimer Davidson, wakil presiden GEICO, dan keduanya berdiskusi mengenai bisnis asuransi selama berjam-jam, yang kemudian diikuti dengan pembelian saham GEICO pertama oleh Buffett.[34] Davidson akhirnya menjadi teman seumur hidup Buffett dan memberikan pengaruh yang besar baginya,[35] serta kemudian mengenang bahwa ia mendapati Buffett sebagai "pria yang luar biasa" hanya dalam waktu lima belas menit. Buffett ingin bekerja di Wall Street, tetapi ayah maupun Ben Graham mendesaknya untuk tidak melakukannya. Ia menawarkan diri untuk bekerja pada Graham secara gratis, namun Graham menolak.[36]

Buffett kembali ke Omaha dan bekerja sebagai pialang saham sambil mengambil kursus berbicara di depan umum dari Dale Carnegie.[37] Berbekal apa yang dipelajarinya, ia merasa cukup percaya diri untuk mengajar kelas malam "Prinsip-Prinsip Investasi" di Universitas Nebraska-Omaha. Usia rata-rata mahasiswanya lebih dari dua kali lipat usianya sendiri. Selama masa ini, ia juga membeli sebuah pom bensin Sinclair sebagai investasi sampingan, namun usaha tersebut tidak berhasil.[38]

Pada tahun 1954, Buffett menerima pekerjaan di kemitraan Benjamin Graham. Gaji awalnya adalah $12.000 per tahun (setara dengan $111.955 pada 2024).[39] Di sana ia bekerja sama dengan Walter Schloss. Graham sangat teguh bahwa pemilihan saham harus memberikan margin keamanan yang luas setelah menimbang imbal-balik antara harga dan nilai intrinsiknya. Pada tahun 1956, Benjamin Graham pensiun dan menutup kemitraannya. Pada saat itu, Buffett, yang telah mengumpulkan tabungan pribadi lebih dari $174.000 (setara dengan $1.603.483 pada 2024),[39] memutuskan untuk kembali ke Omaha, di mana ia segera memulai serangkaian kemitraan investasi.

Pada tahun 1957, Buffett mengelola tiga kemitraan investasi. Pada tahun 1959, jumlahnya bertambah menjadi enam kemitraan. Musim panas itu, Buffett diperkenalkan kepada calon mitranya, Charlie Munger, dalam sebuah acara makan siang bisnis di The Omaha Club.[40] Pada tahun 1961, Buffett mengungkapkan bahwa 35% aset kemitraan diinvestasikan di Sanborn Map Company. Ia menjelaskan bahwa saham Sanborn hanya dijual seharga $45 per saham pada tahun 1958 (setara dengan $391 pada 2024), namun portofolio investasi perusahaan tersebut bernilai $65 per saham (setara dengan $564 pada 2024). Ini berarti bisnis peta Sanborn dihargai "minus $20". Buffett akhirnya membeli 23% saham perusahaan yang beredar sebagai investor aktivis, memperoleh kursi untuk dirinya sendiri di dewan direksi, dan bersekutu dengan pemegang saham lain yang tidak puas untuk mengendalikan 44% saham. Untuk menghindari perebutan mandat, dewan menawarkan untuk membeli kembali saham pada nilai wajar, dengan membayar menggunakan sebagian dari portofolio investasinya. Sebanyak 77% saham yang beredar diserahkan kembali.[41][42] Buffett meraup imbal hasil investasi sebesar 50 persen hanya dalam waktu dua tahun.[43]

Mengambil alih Berkshire

sunting

Pada tahun 1962, Buffett menjadi jutawan berkat kesuksesan kemitraannya, yang saat itu telah berkembang menjadi 11 entitas dan memegang hampir $7,2 juta (setara dengan $59.635.644 pada 2024), yang mana lebih dari $1.025.000 (setara dengan $8.490.000 pada 2024) di antaranya adalah milik Buffett. Di awal tahun tersebut, ia menggabungkan berbagai kemitraan tersebut menjadi satu entitas tunggal, Buffett Partnership, Ltd., yang menjadi kendaraan investasi utamanya selama sisa dekade tersebut.[44] Buffett berinvestasi di perusahaan manufaktur tekstil, Berkshire Hathaway, dan akhirnya mengambil alih kendali perusahaan tersebut. Ia mulai membeli saham Berkshire dari pemiliknya, Seabury Stanton, yang kemudian mengundurkan diri karena perselisihan kebijakan dengan pemegang saham mayoritas yang baru.[45] Kemitraan Buffett mulai membeli saham seharga $7,60 per saham (setara dengan $6.295 pada 2024). Pada tahun 1965, ketika kemitraan Buffett mulai membeli saham Berkshire secara agresif, mereka membayar $14,86 per saham (setara dengan $11.814 pada 2024) sementara perusahaan memiliki modal kerja sebesar $19 per saham (setara dengan $151 pada 2024). Ini belum termasuk nilai aset tetap (pabrik dan peralatan). Buffett mengambil alih kendali Berkshire Hathaway dalam sebuah rapat dewan dan menunjuk presiden baru, Ken Chace, untuk menjalankan perusahaan. Pada tahun 1966, Buffett menutup kemitraannya bagi modal baru. Ia kemudian mengklaim bahwa bisnis tekstil tersebut merupakan transaksi terburuk yang pernah ia lakukan.[46] Ia kemudian memindahkan fokus bisnis ke sektor asuransi, dan pada tahun 1985, pabrik terakhir yang menjadi inti bisnis asli Berkshire Hathaway akhirnya dijual.

Dalam surat kedua, Buffett mengumumkan investasi pertamanya pada bisnis swasta — Hochschild, Kohn and Co, sebuah toko serba ada milik swasta di Baltimore. Pada tahun 1967, Berkshire membayarkan dividen pertamanya dan satu-satunya sebesar 10 sen.[47] Pada tahun 1969, Buffett melikuidasi kemitraan tersebut dan mentransfer aset mereka kepada para mitranya, termasuk saham Berkshire Hathaway. Ia hidup sepenuhnya dari gajinya sebesar $50.000 per tahun (setara dengan $341.606 pada 2024) dan pendapatan investasi pribadinya dari luar.

Pada tahun 1973, Berkshire mulai mengakuisisi saham di Washington Post Company. Buffett menjadi teman dekat Katharine Graham, yang mengendalikan perusahaan serta surat kabar utamanya, dan ia bergabung dengan dewan direksi perusahaan tersebut. Pada tahun 1974, SEC membuka penyelidikan resmi terhadap Buffett dan akuisisi Wesco Financial oleh Berkshire atas dugaan konflik kepentingan, namun tidak ada tuntutan yang diajukan. Pada tahun 1977, Berkshire membeli secara tidak langsung surat kabar Buffalo Evening News seharga $32,5 juta (setara dengan $134.372.597 pada 2024). Tuntutan antimonopoli pun muncul, yang dipicu oleh rivalnya, Buffalo Courier-Express. Kedua surat kabar tersebut merugi hingga Courier-Express gulung tikar pada tahun 1982.

Pada tahun 1979, Berkshire mulai mengakuisisi saham di ABC. Capital Cities mengumumkan pembelian ABC senilai $3,5 miliar (setara dengan $12.082.301.696 pada 2024) pada tanggal 18 Maret 1985, yang mengejutkan industri media karena saat itu ABC berukuran empat kali lebih besar daripada Capital Cities. Buffett membantu mendanai kesepakatan tersebut dengan imbalan 25% saham di perusahaan gabungan tersebut.[48] Perusahaan yang baru merger tersebut, yang dikenal sebagai Capital Cities/ABC (atau CapCities/ABC), terpaksa menjual beberapa stasiun karena aturan kepemilikan Komisi Komunikasi Federal. Kedua perusahaan tersebut juga memiliki beberapa stasiun radio di pasar yang sama.[49]

Pada tahun 1987, Berkshire Hathaway membeli 12% saham di Salomon Inc., menjadikannya pemegang saham terbesar dan Buffett sebagai salah satu direktur. Pada tahun 1990, skandal yang melibatkan John Gutfreund (mantan CEO Salomon Brothers) mencuat. Seorang pialang nakal, Paul Mozer, mengajukan penawaran yang melebihi batas yang diizinkan oleh aturan Departemen Keuangan. Ketika hal ini diketahui oleh Gutfreund, ia tidak segera memberhentikan pialang tersebut. Gutfreund akhirnya meninggalkan perusahaan pada Agustus 1991.[50] Buffett menjabat sebagai ketua Salomon hingga krisis tersebut berakhir.[51] Pada tahun 1988, Buffett mulai membeli saham The Coca-Cola Company, hingga akhirnya membeli 7% bagian dari perusahaan tersebut senilai $1,02 miliar (setara dengan $2.160.827.237 pada 2024).[52] Investasi ini terbukti menjadi salah satu investasi paling menguntungkan bagi Berkshire yang masih dipertahankan hingga saat ini.[53]

Sebagai miliarder

sunting

Pada tahun 1998, Buffett mengakuisisi General Re (Gen Re) sebagai anak perusahaan dalam sebuah kesepakatan yang menghadirkan kesulitan — menurut situs web investasi Rational Walk, "standar penjaminan emisi terbukti tidak memadai", sementara "pembukuan derivatif yang bermasalah" baru terselesaikan setelah bertahun-tahun dan menimbulkan kerugian yang signifikan.[54] Gen Re kemudian menyediakan reasuransi setelah Buffett terlibat dengan Maurice R. Greenberg di AIG pada tahun 2002.[55]

Bersama Presiden Barack Obama di Gedung Putih pada Juli 2011

Selama penyelidikan kasus penipuan akuntansi tahun 2005 yang melibatkan AIG, para eksekutif Gen Re ikut terseret. Pada 15 Maret 2005, dewan direksi AIG memaksa Greenberg untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua dan CEO setelah regulator negara bagian New York mengklaim bahwa AIG telah melakukan transaksi yang meragukan dan akuntansi yang tidak semestinya.[56] Pada 9 Februari 2006, AIG setuju untuk membayar denda sebesar $1,6 miliar (setara dengan $1.988.511.060 pada 2024).[57] Pada tahun 2010, pemerintah AS menyetujui penyelesaian senilai $92 juta (setara dengan $105.702.426 pada 2024) dengan Gen Re, yang memungkinkan anak perusahaan Berkshire Hathaway tersebut terhindar dari tuntutan hukum dalam kasus AIG. Gen Re juga berkomitmen untuk menerapkan "konsesi tata kelola perusahaan", yang mengharuskan kepala keuangan Berkshire Hathaway untuk menghadiri rapat komite audit General Re dan mewajibkan penunjukan seorang direktur independen.[54]

Pada tahun 2002, Buffett menyepakati kontrak berjangka senilai $11 miliar (setara dengan $15.322.664.200 pada 2024) untuk menyerahkan dolar AS terhadap mata uang lainnya. Hingga April 2006, total keuntungannya dari kontrak-kontrak ini mencapai lebih dari $2 miliar (setara dengan $13.671.013.536 pada 2024). Buffett mengumumkan pada Juni 2006 bahwa ia akan memberikan 85% kepemilikan sahamnya di Berkshire secara bertahap kepada lima yayasan melalui hibah saham tahunan, mulai Juli 2006 — dengan kontribusi terbesar diberikan kepada Bill and Melinda Gates Foundation.[58] Pada tahun 2007, dalam sepucuk surat kepada para pemegang saham, Buffett mengumumkan bahwa ia sedang mencari penerus yang lebih muda, atau mungkin beberapa penerus, untuk menjalankan bisnis investasinya.[59]

Krisis keuangan 2007–08

sunting

Buffett menuai kritik selama krisis hipotek subprime tahun 2007 dan 2008, yang merupakan bagian dari Resesi Besar yang dimulai pada tahun 2007, karena dianggap mengalokasikan modal terlalu dini sehingga menghasilkan kesepakatan yang kurang optimal.[60] "Beli produk Amerika. Saya sedang melakukannya," tulisnya dalam sebuah kolom opini yang diterbitkan di New York Times pada tahun 2008.[61] Buffett menyebut kemerosotan di sektor keuangan yang dimulai pada tahun 2007 sebagai "keadilan puitis".[62] Berkshire Hathaway milik Buffett mengalami penurunan laba sebesar 77% selama kuartal ketiga tahun 2008 dan beberapa kesepakatan setelahnya menderita kerugian mark-to-market yang besar.[63]

Pada 23 September 2008, Berkshire Hathaway mengakuisisi 10 persen saham preferen abadi dari Goldman Sachs.[64] Beberapa opsi jual (put options) yang diterbitkan (dijual) Buffett (tipe Eropa yang hanya dapat dieksekusi saat jatuh tempo) mencatat kerugian mark-to-market sekitar $6,73 (setara dengan $7.831.556.414 pada 2024) miliar hingga akhir tahun 2008.[65] Besarnya potensi kerugian tersebut mendorong SEC untuk menuntut agar Berkshire memberikan "pengungkapan yang lebih kuat" mengenai faktor-faktor yang digunakan untuk menilai kontrak-kontrak tersebut.[65] Buffett juga membantu Dow Chemical mendanai pengambilalihan Rohm & Haas senilai $18,8 miliar (setara dengan $21.877.156.105 pada 2024). Dengan demikian, ia menjadi pemegang saham tunggal terbesar di grup yang diperluas tersebut melalui Berkshire Hathaway miliknya, yang menyediakan dana sebesar $3 miliar (setara dengan $3.491.035.549 pada 2024), hal ini menegaskan peran instrumentalnya selama krisis di pasar utang dan ekuitas.[66]

Pada tahun 2008, Buffett menjadi orang terkaya di dunia, dengan total kekayaan bersih yang diperkirakan mencapai $62 miliar (setara dengan $72.148.068.006 pada 2024) menurut Forbes dan sebesar $58 miliar (setara dengan $67.493.353.941 pada 2024) menurut Yahoo, menggeser Bill Gates yang telah menduduki peringkat pertama dalam daftar Forbes selama 13 tahun berturut-turut.[67] Pada tahun 2009, Gates kembali menempati posisi teratas di daftar Forbes, sementara Buffett turun ke posisi kedua. Nilai kekayaan keduanya merosot, masing-masing menjadi $40 miliar (setara dengan $46.713.199.938 pada 2024) dan $37 miliar (setara dengan $43.209.709.943 pada 2024) — menurut Forbes, Buffett kehilangan $25 miliar (setara dengan $29.195.749.961 pada 2024) selama periode 12 bulan sepanjang 2008/2009.[68]

Pada Oktober 2008, media melaporkan bahwa Buffett telah setuju untuk membeli saham preferen General Electric (GE).[69] Operasi tersebut mencakup insentif khusus: ia menerima opsi untuk membeli tiga miliar saham GE seharga $22,25 (setara dengan $2.589 pada 2024) selama lima tahun setelah perjanjian tersebut, dan Buffett juga menerima dividen sebesar 10% (dapat ditarik dalam tiga tahun). Pada Februari 2009, Buffett menjual sebagian saham Procter & Gamble Co. dan Johnson & Johnson dari portofolio pribadinya.[70] Selain anggapan mengenai kesalahan penentuan waktu (mistiming), kebijaksanaan dalam mempertahankan beberapa kepemilikan utama Berkshire, termasuk The Coca-Cola Company, yang pada tahun 1998 mencapai puncaknya di harga $86 (setara dengan $132 pada 2024), juga sempat menimbulkan pertanyaan. Buffett membahas tentang sulitnya mengetahui kapan harus menjual dalam laporan tahunan perusahaan tahun 2004:

Hal itu mungkin tampak mudah dilakukan ketika seseorang melihat melalui kaca spion yang selalu bersih. Namun, sayangnya, bagi para investor, yang harus mereka lihat adalah kaca depan, dan kaca itu selalu berkabut.[71]

Pada Maret 2009, Buffett menyatakan dalam sebuah wawancara televisi kabel bahwa ekonomi telah "jatuh dari tebing... Ekonomi tidak hanya melambat secara drastis, tetapi masyarakat benar-benar telah mengubah kebiasaan mereka dengan cara yang belum pernah saya lihat sebelumnya". Selain itu, Buffett khawatir tingkat inflasi yang terjadi pada tahun 1970-an — yang menyebabkan stagflasi menyakitkan selama bertahun-tahun — mungkin akan muncul kembali.[72][73]

Berkshire yang kaya modal

sunting

Pada tahun 2009, Buffett menginvestasikan $2,6 miliar (setara dengan $3.036.357.996 pada 2024) sebagai bagian dari kampanye Swiss Re untuk menghimpun modal ekuitas.[74][75] Berkshire Hathaway telah memiliki 3% saham, dengan hak untuk memiliki lebih dari 20%.[76] Masih pada tahun 2009, Buffett mengakuisisi Burlington Northern Santa Fe Corp. senilai $34 miliar (setara dengan $39.706.219.947 pada 2024) dalam bentuk tunai dan saham. Alice Schroeder, penulis buku Snowball, menyatakan bahwa alasan utama pembelian tersebut adalah untuk mendiversifikasi Berkshire Hathaway dari industri keuangan.[77] Berdasarkan kapitalisasi pasar dalam Financial Times Global 500, Berkshire Hathaway merupakan korporasi terbesar kedelapan belas di dunia per Juni 2009.[78]

Pada tahun 2009, Buffett melepaskan investasinya yang gagal di ConocoPhillips, dengan menyatakan kepada para investor Berkshire-nya:

Saya membeli saham ConocoPhillips dalam jumlah besar saat harga minyak dan gas mendekati puncaknya. Saya sama sekali tidak mengantisipasi penurunan drastis harga energi yang terjadi pada paruh kedua tahun ini. Saya masih percaya ada peluang besar bahwa minyak akan terjual jauh lebih tinggi di masa depan dibandingkan harga saat ini sebesar $40–$50. Namun sejauh ini saya sepenuhnya salah. Terlebih lagi, meskipun harga nantinya naik, waktu pembelian saya yang sangat buruk telah merugikan Berkshire beberapa miliar dolar.[79]

Merger dengan Burlington Northern Santa Fe Railway (BNSF) selesai setelah mendapat persetujuan pemegang saham BNSF pada kuartal pertama tahun 2010. Kesepakatan ini bernilai sekitar $44 miliar, dengan $10 miliar utang BNSF yang beredar (setara dengan $62.042.728.521 pada 2024) dan mewakili peningkatan dari kepemilikan 22% yang sudah ada sebelumnya.[80][81]

Pada Juni 2010, Buffett membela lembaga-lembaga pemeringkat kredit atas peran mereka dalam krisis keuangan AS, dengan mengklaim:

Sangat, sangat sedikit orang yang bisa memahami gelembung tersebut. Itulah sifat dari gelembung—mereka adalah delusi massal.[82]

Pada 18 Maret 2011, Goldman Sachs diberikan persetujuan oleh Federal Reserve untuk membeli kembali saham preferen Berkshire di Goldman. Buffett sempat enggan melepaskan saham tersebut, yang menghasilkan rata-rata dividen sebesar $1,4 juta (setara dengan $1.559.260 pada 2024) per hari,[83][84] dengan menyatakan:

Saya akan menjadi Osama bin Laden-nya kapitalisme. Saya sedang dalam perjalanan menuju tujuan yang tidak diketahui di Asia untuk mencari sebuah gua. Jika Angkatan Bersenjata AS tidak dapat menemukan Osama bin Laden dalam 10 tahun, biarkan Goldman Sachs mencoba menemukan saya.[85]

Pada November 2011, diumumkan bahwa selama delapan bulan sebelumnya, Buffett telah membeli 64 juta lembar saham International Business Machine Corp (IBM), senilai sekitar $11 miliar (setara dengan $12.251.331.361 pada 2024). Investasi yang tidak terduga ini meningkatkan kepemilikannya di perusahaan tersebut menjadi sekitar 5,5 persen—kepemilikan terbesar di IBM bersama dengan State Street Global Advisors. Buffett telah menyatakan pada berbagai kesempatan sebelumnya bahwa ia tidak akan berinvestasi di bidang teknologi karena ia tidak sepenuhnya memahaminya, sehingga langkah tersebut mengejutkan banyak investor dan pengamat. Dalam wawancara saat ia mengungkapkan investasi tersebut kepada publik, Buffett menyatakan bahwa ia terkesan oleh kemampuan perusahaan untuk mempertahankan klien korporat dan berkata, "Saya tidak tahu ada perusahaan besar mana pun yang benar-benar sespesifik mengenai apa yang ingin mereka lakukan dan bagaimana mereka bermaksud melakukannya seperti IBM".[86]

Pada Mei 2012, akuisisi Buffett terhadap Media General, yang terdiri dari 63 surat kabar di wilayah tenggara AS, diumumkan.[87] Perusahaan tersebut merupakan pembelian media cetak kedua yang dilakukan Buffett dalam satu tahun.[88] Penerbit sementara James W. Hopson mengumumkan pada 18 Juli 2013 bahwa Press of Atlantic City akan dijual kepada BH Media Group milik Buffett oleh ABARTA, sebuah perusahaan induk swasta yang berbasis di Pittsburgh, AS. Pada rapat pemegang saham Berkshire bulan Mei 2013, Buffett menjelaskan bahwa ia tidak berharap untuk "memberikan dampak signifikan" di Berkshire dengan akuisisi surat kabar, tetapi ia mengantisipasi imbal hasil tahunan sebesar 10 persen. Press of Atlantic City menjadi surat kabar harian ke-30 milik Berkshire, menyusul pembelian lainnya seperti Roanoke Times di Virginia, AS dan The Tulsa World di Oklahoma, AS.[89]

Dalam sebuah presentasi kepada mahasiswa Universitas Georgetown di Washington, D.C. pada akhir September 2013, Buffett membandingkan Federal Reserve AS dengan sebuah dana lindung nilai (hedge fund) dan menyatakan bahwa bank tersebut menghasilkan pendapatan "mungkin $80 miliar atau $90 miliar setahun" bagi pemerintah AS. Buffett juga mengadvokasi lebih jauh mengenai isu kesetaraan kekayaan dalam masyarakat:

Kita telah belajar untuk menghasilkan banyak barang dan jasa, tetapi kita belum belajar dengan baik bagaimana agar semua orang dapat berbagi dalam kelimpahan tersebut. Kewajiban masyarakat yang makmur seperti kita adalah memikirkan cara agar tidak ada seorang pun yang tertinggal terlalu jauh.[90]

Setelah kesulitan akibat krisis ekonomi, Buffett berhasil membawa perusahaannya kembali ke standar sebelum resesi: pada kuartal kedua 2014, Berkshire Hathaway memperoleh laba bersih sebesar $6,4 miliar (setara dengan $6.773.348.327 pada 2024), jumlah terbanyak yang pernah diraihnya dalam periode tiga bulan.[91] Pada 14 Agustus 2014, harga saham Berkshire Hathaway mencapai $200.000 per lembar (setara dengan $211.667 pada 2024) untuk pertama kalinya, sehingga kapitalisasi perusahaan mencapai $328 miliar (setara dengan $347.134.101.771 pada 2024). Meskipun Buffett telah menyumbangkan banyak sahamnya ke badan amal pada saat itu, ia masih memiliki 321.000 lembar saham senilai $64,2 miliar (setara dengan $67.945.150.408 pada 2024). Pada 20 Agustus 2014, Berkshire Hathaway didenda sebesar $896.000 (setara dengan $948.269 pada 2024) karena gagal melaporkan sebagaimana mestinya pembelian saham di USG Corporation pada 9 Desember 2013.[92]

Sebuah artikel ProPublica tahun 2023 yang didasarkan pada kebocoran data rahasia IRS menuduh bahwa Buffett telah melakukan perdagangan ekuitas dalam portofolio pribadinya yang melibatkan perusahaan yang dibeli atau dijual oleh Berkshire Hathaway selama kuartal yang sama atau kuartal sebelumnya, sehingga menimbulkan kekhawatiran mengenai konflik kepentingan. Pada tiga tanggal antara tahun 2009 dan 2012, Buffett menjual saham Johnson and Johnson, Walmart, dan Wells Fargo, dengan total penjualan senilai $80 juta (setara dengan $93.426.400 pada 2024).[93][94] Meskipun Buffett tidak berkomentar, Wakil Ketua Berkshire Hathaway Charlie Munger menepis tuduhan tersebut, dengan mengatakan "Saya tidak berpikir ada kemungkinan sekecil apa pun bahwa Warren Buffett melakukan sesuatu yang sangat jahat untuk mencari uang bagi dirinya sendiri."[95]

Dalam konferensi investor Berkshire Hathaway pada 3 Mei 2025, Buffett meminta dewan direksi untuk menunjuk Greg Abel sebagai penggantinya sebagai CEO perusahaan pada akhir tahun tersebut.[96][97] Pada 5 Mei 2025, perusahaan mengumumkan penunjukan Abel sebagai presiden dan CEO, berlaku mulai 1 Januari 2026, dengan Buffett tetap menjabat sebagai ketua.[98][99]```

Filosofi investasi

sunting

Tulisan-tulisan Buffett mencakup laporan tahunan dan berbagai artikel. Buffett diakui oleh para ahli komunikasi[100] sebagai pencerita yang hebat, sebagaimana terbukti dalam surat tahunannya kepada para pemegang saham. Ia telah memperingatkan tentang dampak buruk dari inflasi:[101]

Aritmetika menunjukkan dengan jelas bahwa inflasi adalah pajak yang jauh lebih merusak daripada apa pun yang telah ditetapkan oleh badan legislatif kita. Pajak inflasi memiliki kemampuan luar biasa untuk mengonsumsi modal begitu saja. Bagi seorang janda yang simpanannya berada di akun tabungan berbunga 5 persen, tidak ada bedanya apakah ia membayar pajak penghasilan 100 persen atas pendapatan bunganya selama periode inflasi nol, atau tidak membayar pajak penghasilan sama sekali selama tahun-tahun dengan inflasi 5 persen.

— Buffett, Fortune (1977)

Dalam artikelnya, "The Superinvestors of Graham-and-Doddsville", Buffett menyanggah hipotesis pasar efisien secara akademis, yang menyatakan bahwa mengalahkan S&P 500 adalah "keberuntungan belaka", dengan menyoroti hasil yang dicapai oleh sejumlah murid dari mazhab pemikiran investasi nilai Graham dan Dodd. Selain dirinya sendiri, Buffett menyebut nama Walter J. Schloss, Tom Knapp, Ed Anderson (Tweedy, Browne LLC), William J. Ruane, Charlie Munger (rekan Buffett di Berkshire), Rick Guerin (Pacific Partners Ltd.), dan Stan Perlmeter (Perlmeter Investments).[102] Dalam artikelnya di majalah Fortune edisi November 1999, ia memperingatkan tentang ekspektasi investor yang tidak realistis:[103]

Izinkan saya merangkum apa yang telah saya sampaikan mengenai pasar saham: Saya rasa sangat sulit untuk mengajukan argumen yang meyakinkan bahwa ekuitas selama 17 tahun ke depan akan menunjukkan kinerja yang mendekati—sama sekali mendekati—kinerja mereka selama 17 tahun terakhir. Jika saya harus memilih imbal hasil yang paling mungkin, dari gabungan apresiasi dan dividen, yang akan diperoleh investor secara agregat—ulangi, agregat—dalam dunia dengan suku bunga konstan, inflasi 2%, dan biaya-biaya friksional yang merugikan tersebut, angkanya adalah 6%!

— Buffett, Fortune (1999)

Dana indeks vis-à-vis manajemen aktif

sunting

Buffett telah menjadi pendukung dana indeks bagi orang-orang yang tidak tertarik mengelola uang mereka sendiri atau tidak memiliki waktu. Buffett skeptis bahwa manajemen aktif dapat mengungguli pasar dalam jangka panjang, dan telah menyarankan investor perorangan maupun institusional untuk memindahkan uang mereka ke dana indeks berbiaya rendah yang melacak indeks pasar saham yang luas dan terdiversifikasi. Buffett menyatakan dalam salah satu suratnya kepada pemegang saham bahwa "ketika triliunan dolar dikelola oleh orang-orang Wall Street yang mengenakan biaya tinggi, biasanya para manajerlah yang meraup keuntungan besar, bukan para kliennya".[104] Pada tahun 2007, Buffett bertaruh dengan sejumlah manajer bahwa dana indeks S&P 500 yang sederhana akan mengungguli dana lindung nilai yang mengenakan biaya sangat tinggi. Pada tahun 2017, dana indeks tersebut terbukti mengungguli setiap dana lindung nilai yang bertaruh melawan Buffett.[104]

Penggunaan bank investasi

sunting

Buffett memiliki keengganan yang sudah lama ada dalam menggunakan jasa bank investasi melalui Berkshire Hathaway.[105] Dinamika ini juga dilaporkan dalam surat kabar Barron's,[106] Insider,[107] dan Seeking Alpha,[108] serta media lainnya.

Gaya investasi

sunting

Pada masa awal kariernya, Warren Buffett dipengaruhi oleh Benjamin Graham yang merupakan seorang investor nilai dan dikenal sebagai "bapak investasi nilai". Saat belajar di bawah bimbingan Graham di Sekolah Bisnis Columbia, Buffett mengadopsi gaya tersebut, yaitu mencari saham yang nilainya terlalu rendah di bawah nilai intrinsik mereka yang dikenal sebagai "puntung cerutu" (cigar butts). Ia percaya pada pembelian "saham kompetitif yang tahan lama" daripada sekadar "saham murah" yang ia nilai berdasarkan loyalitas merek, laba yang kuat dan konsisten, keunggulan kompetitif, dan kekuatan penetapan harga[109] di samping memegangnya untuk jangka panjang.[110] Ia merumuskan aturan-aturan seperti 1. "Jangan pernah kehilangan uang", 2. "Jangan pernah lupakan aturan nomor 1", karena percaya pada pentingnya melindungi modal.[110] Ia percaya bahwa periode kepemilikan ideal untuk sebuah saham adalah selamanya, dan ia bahkan menyatakan dalam surat kepada pemegang saham Berkshire Hathaway tahun 1996: "Jika Anda tidak bersedia memiliki saham selama sepuluh tahun, jangan pernah berpikir untuk memilikinya selama sepuluh menit".[111][112]

Kehidupan pribadi

sunting
Bersama Gary Green pada tahun 2010

Pada tahun 1949, Buffett jatuh hati kepada seorang wanita muda yang kekasihnya memiliki sebuah ukulele. Sebagai upaya untuk bersaing, ia membeli salah satu instrumen tersebut dan terus memainkannya sejak saat itu. Meskipun upayanya untuk menarik perhatian wanita tersebut tidak berhasil, minat musiknya menjadi bagian penting dalam upayanya menjadi bagian dari kehidupan Susan Thompson, dan berujung pada pernikahan mereka. Buffett sering memainkan instrumen tersebut pada rapat pemegang saham dan kesempatan lainnya. Kecintaannya pada instrumen ini mendorongnya untuk memesan dua buah ukulele khusus bermerek Dairy Queen dari Dave Talsma, yang salah satunya dilelang untuk amal.[113]

Pada tahun 1952,[114] Buffett menikahi Susan di Gereja Presbiterian Dundee. Tahun berikutnya, mereka dikaruniai anak pertama, Susan Alice. Ia kemudian diikuti oleh Howard (lahir 1954) dan Peter (lahir 1958). Pasangan ini mulai hidup terpisah pada tahun 1977, meskipun mereka tetap menikah hingga kematian Susan pada Juli 2004. Putri mereka, Susan, tinggal di Omaha, menjabat sebagai anggota dewan nasional Girls, Inc., dan melakukan kerja amal melalui Yayasan Susan A. Buffett.[115]

Pada tahun 2006, di ulang tahunnya yang ke-76, Buffett menikahi pendamping lamanya, Astrid Menks, yang saat itu berusia 60 tahun—Astrid telah tinggal bersamanya sejak kepergian istrinya ke San Francisco pada tahun 1977.[116][117] Susan telah mengatur agar keduanya bertemu sebelum ia meninggalkan Omaha untuk mengejar karier menyanyinya. Ketiganya berhubungan dekat dan kartu natal kepada teman-teman mereka ditandatangani dengan nama "Warren, Susie, dan Astrid".[118] Susan sempat membahas hubungan ini dalam sebuah wawancara di Charlie Rose Show sesaat sebelum kematiannya, memberikan pandangan langka tentang kehidupan pribadi Buffett.[119]

Buffett memutuskan hubungan kekeluargaan dengan Nicole, putri angkat putranya, Peter, pada tahun 2006 setelah Nicole berpartisipasi dalam film dokumenter karya Jamie Johnson berjudul The One Percent yang membahas tentang ketimpangan ekonomi yang kian meningkat antara orang kaya dan warga biasa di Amerika Serikat. Meskipun istri pertamanya menyebut Nicole sebagai salah satu "cucu tersayang",[120] Buffett menulis surat kepada Nicole yang menyatakan, "Saya tidak mengadopsi Anda sebagai cucu, baik secara emosional maupun hukum, dan seluruh keluarga saya juga tidak mengadopsi Anda sebagai keponakan atau sepupu".[121][122][123] Pada tahun 2022, ia dan Buffett telah berdamai.[124][125]

Rumah Buffett di Omaha, Nebraska

Gaji tahunannya pada tahun 2006 adalah sekitar $100.000 (setara dengan $124.282 pada 2024), jumlah yang tergolong kecil dibandingkan dengan remunerasi eksekutif senior di perusahaan-perusahaan sebanding.[126] Pada tahun 2008, ia memperoleh kompensasi total sebesar $175.000 (setara dengan $203.644 pada 2024), yang mencakup gaji pokok hanya sebesar $100.000 (setara dengan $116.368 pada 2024).[127] Pada tahun 1958, Buffett membeli sebuah rumah stuko dengan lima kamar tidur di Omaha, tempat ia masih tinggal hingga sekarang, seharga US$31.500 ($273.545 tahun 2026).[128][129] Ia juga pernah memiliki rumah peristirahatan di Laguna Beach, California,[130] yang dibelinya seharga $150.000 pada tahun 1971 (setara dengan $927.979 pada 2024). Ia menjualnya seharga $7,5 juta (setara dengan $7.500.000 pada 2024) pada tahun 2018.[131] Pada tahun 1989, setelah menghabiskan hampir $6,7 juta (setara dengan $13.542.094 pada 2024) dana Berkshire untuk sebuah jet pribadi, Buffett menamainya "The Indefensible" (Tak Terpertahankan), yang kemudian diubah menjadi "The Indispensable" (Tak Tergantikan).[132] Tindakan ini bertolak belakang dengan kecamannya di masa lalu terhadap pengeluaran mewah oleh CEO lainnya.[133] Buffett menjual jet tersebut sebelum pertengahan 1999 dan sejak itu biasanya terbang dengan layanan jasa penerbangan milik Berkshire.[134]

Bridge adalah permainan yang sangat luar biasa sehingga saya tidak akan keberatan berada di penjara jika saya memiliki tiga rekan sel yang merupakan pemain yang cukup mahir dan bersedia melanjutkan permainan selama dua puluh empat jam sehari.

—Buffett tentang bridge[135]

Buffett adalah pemain bridge yang antusias, yang dimainkannya bersama Gates[136] dan pemain juara Sharon Osberg; ia dikatakan menghabiskan 12 jam seminggu untuk memainkan permainan tersebut.[137][138] Pada tahun 2006, ia mensponsori pertandingan bridge untuk Piala Buffett. Mengikuti model Piala Ryder dalam golf—yang diadakan sesaat sebelumnya di kota yang sama—tim dipilih berdasarkan undangan, dengan satu tim wanita dan lima tim pria disediakan oleh masing-masing negara.[139]

Ketika ia membeli Omaha Sun dari Stanford Lipsey pada tahun 1969, Buffett menawarkan diri untuk menjadi anggota non-Yahudi pertama di Highland Club Omaha, demi memberi contoh nondiskriminasi.[140] Menurut Lipsey, pada saat itu Omaha Country Club tidak menerima anggota Yahudi, dan Highland Club tidak memiliki anggota non-Yahudi.[141]

Ia adalah pengikut setia dan seumur hidup dari sepak bola Nebraska, dan menghadiri pertandingan sebanyak mungkin sesuai jadwalnya. Ia mendukung perekrutan Bo Pelini, menyusul musim 2007, dengan menyatakan, "Keadaan di sini mulai terasa putus asa".[142] Ia menonton pertandingan tahun 2009 melawan Oklahoma dari pinggir lapangan Nebraska, setelah ditunjuk sebagai asisten pelatih kehormatan.[143] Buffett terpilih menjadi anggota Perhimpunan Filosofis Amerika pada tahun 2009.[144] Buffett bekerja sama dengan Christopher Webber dalam serial animasi berjudul "Secret Millionaires Club" bersama pimpinan DiC Entertainment, Andy Heyward. Serial ini menampilkan Buffett dan Munger serta mengajarkan kebiasaan keuangan yang sehat kepada anak-anak.[145][146]

Buffett dibesarkan sebagai seorang Presbiterian, tetapi sejak itu menggambarkan dirinya sebagai seorang agnostik.[147] Pada Desember 2006, dilaporkan bahwa Buffett tidak membawa telepon genggam, tidak memiliki komputer di mejanya, dan mengendarai mobilnya sendiri,[148] sebuah Cadillac DTS.[149] Berbeda dengan hal tersebut, pada rapat pemegang saham Berkshire Hathaway tahun 2018, ia menyatakan menggunakan Google sebagai mesin pencari pilihannya.[150] Pada tahun 2013, ia memiliki ponsel lipat Nokia lama dan hanya pernah mengirimkan satu email sepanjang hidupnya.[151] Pada Februari 2020, Buffett mengungkapkan dalam sebuah wawancara CNBC bahwa ia telah menukarkan ponsel lipatnya dengan sebuah iPhone 11.[152] Buffett membaca lima surat kabar setiap hari, dimulai dengan Omaha World Herald, yang diakuisisi perusahaannya pada tahun 2011.

Pidato-pidato Buffett dikenal karena memadukan diskusi bisnis dengan humor. Setiap tahun, Buffett memimpin rapat umum pemegang saham tahunan Berkshire Hathaway di Qwest Center di Omaha, Nebraska, sebuah acara yang menarik lebih dari 20.000 pengunjung baik dari Amerika Serikat maupun luar negeri, hingga dijuluki "Woodstock-nya Kapitalisme". Laporan tahunan dan surat-surat Berkshire kepada pemegang saham, yang disusun oleh Buffett, sering kali mendapat liputan dari media keuangan. Tulisan-tulisan Buffett dikenal karena memuat kutipan dari berbagai sumber seperti Alkitab dan Mae West,[153] serta saran dalam gaya khas masyarakat Midwestern yang bersahaja dan berbagai lelucon.

Pada April 2017, Buffett (seorang peminum setia Coca-Cola dan pemegang saham di perusahaan tersebut) setuju untuk menempatkan citra dirinya pada produk Cherry Coke di Tiongkok. Buffett tidak menerima kompensasi atas iklan ini. [154][155] Buffett memiliki hubungan kekerabatan yang sangat jauh dengan presiden ke-44 Amerika Serikat, Barack Obama.[156] Buffett adalah teman lama penyanyi-penulis lagu Jimmy Buffett hingga kematian Jimmy pada September 2023, dan mereka sering memanggil satu sama lain sebagai "Paman Warren" dan "Sepupu Jimmy". Keduanya sempat melakukan tes DNA yang menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki hubungan kekerabatan.[157]

Kesehatan

sunting

Buffett adalah seorang pantang minuman beralkohol.[158] Pada 11 April 2012, Buffett didiagnosis menderita kanker prostat stadium I dalam pemeriksaan rutin.[159] Ia mengumumkan akan memulai pengobatan radiasi harian selama dua bulan mulai pertengahan Juli. Dalam sepucuk surat kepada pemegang saham, Buffett menyatakan bahwa ia merasa "luar biasa—seolah-olah saya berada dalam kondisi kesehatan prima seperti biasanya—dan tingkat energi saya 100 persen".[159] Pada 15 September 2012, Buffett mengumumkan bahwa ia telah menyelesaikan siklus penuh pengobatan radiasi selama 44 hari, dengan mengatakan "ini adalah hari yang luar biasa bagi saya" dan "saya sangat senang bisa mengatakan bahwa itu sudah berakhir".[160]

Kekayaan

sunting
Buffett, Kathy Ireland dan Bill Gates pada rapat pemegang saham Berkshire Hathaway tahun 2015

Pada tahun 2008, Buffett menduduki peringkat pertama sebagai orang terkaya di dunia versi Forbes dengan estimasi kekayaan bersih sekitar $62 miliar (setara dengan $72 miliar pada 2024).[161] Pada tahun 2009, setelah menyumbangkan miliaran dolar untuk amal, ia menempati peringkat kedua orang terkaya di Amerika Serikat dengan kekayaan bersih sebesar $37 miliar (setara dengan $43 miliar pada 2024)[162][163] dengan hanya Bill Gates yang berada di posisi lebih tinggi dari Buffett. Kekayaan bersihnya telah meningkat menjadi $58,5 miliar per September 2013 (setara dengan $629 miliar pada 2024).[164]

Pada tahun 1999, Buffett dinobatkan sebagai Manajer Uang Terbaik Abad Kedua Puluh dalam survei oleh Carson Group, mengungguli Peter Lynch dan John Templeton.[165] Pada tahun 2007, ia termasuk dalam daftar 100 Orang Paling Berpengaruh di dunia versi Time.[166] Pada tahun 2011, Presiden Barack Obama menganugerahinya Medali Kebebasan Presidensial.[167] Buffett, bersama dengan Bill Gates, dinobatkan sebagai pemikir global paling berpengaruh dalam laporan tahun 2010 oleh Foreign Policy.[168]

Buffett telah beberapa kali menulis tentang keyakinannya bahwa, dalam ekonomi pasar, orang kaya mendapatkan imbalan yang sangat besar atas bakat mereka.[169] Anak-anaknya tidak akan mewarisi sebagian besar kekayaannya. Ia pernah berkomentar, "Saya ingin memberikan anak-anak saya cukup banyak sehingga mereka merasa bisa melakukan apa saja, tetapi tidak terlalu banyak sehingga mereka merasa tidak ingin melakukan apa-apa".[170]

Filantropi

sunting

Buffett telah lama menyatakan niatnya untuk menyumbangkan kekayaannya untuk amal, dan pada Juni 2006, ia mengumumkan rencana baru untuk memberikan 83% darinya kepada Yayasan Bill & Melinda Gates (BMGF).[171] Ia menjanjikan nilai yang setara dengan sekitar 10 juta saham Kelas B Berkshire Hathaway kepada Yayasan Bill & Melinda Gates (setara dengan $38.154.555.959 pada 2024),[172] menjadikannya donasi amal terbesar dalam sejarah, dan Buffett menjadi salah satu pemimpin filantrokapitalisme.[173] Yayasan tersebut akan menerima 5% dari total donasi setiap bulan Juli, mulai tahun 2006. Janji tersebut bergantung pada tiga persyaratan:

  • Bill atau Melinda Gates harus masih hidup dan aktif di BMGF
  • BMGF harus terus memenuhi syarat sebagai organisasi amal
  • Setiap tahun BMGF harus menyumbangkan jumlah yang sama dengan hibah Berkshire tahun sebelumnya ditambah tambahan 5% dari aset bersih sebagaimana diwajibkan bagi semua yayasan di AS

Buffett bergabung dengan dewan Yayasan Gates, tetapi tidak berencana untuk terlibat aktif dalam investasi yayasan tersebut.[174][175] Buffett mengumumkan pengunduran dirinya sebagai wali amanat Yayasan Gates pada 23 Juni 2021.[176] Hal ini merupakan pergeseran signifikan dari pernyataan Buffett sebelumnya, yang menyatakan bahwa sebagian besar kekayaannya akan diserahkan kepada Yayasan Buffett-nya.[177] Sebagian besar harta peninggalan istrinya, yang bernilai $2,6 miliar (setara dengan $3.448.801.973 pada 2024), diserahkan ke sana ketika sang istri meninggal pada tahun 2004.[178] Ia juga menjanjikan $50 juta (setara dengan $69.648.474 pada 2024) kepada Nuclear Threat Initiative, di Washington, tempat ia mulai menjabat sebagai penasihat pada tahun 2002.[179]

Pada tahun 2006, ia melelang mobil Lincoln Town Car tahun 2001 miliknya di eBay untuk menggalang dana bagi Girls, Inc.[180] Pada tahun 2007, ia melelang acara makan siang bersama dirinya yang menghasilkan tawaran akhir sebesar $650.100 (setara dengan $786 pada 2024) untuk Glide Foundation.[181] Pelelangan berikutnya menghasilkan $2,1 juta (setara dengan $2.455.362 pada 2024),[182][183] $1,7 juta (setara dengan $1.953.197 pada 2024)[184] dan $3,5 juta (setara dengan $3.819.612 pada 2024).[185] Pemenang lelang secara tradisional makan malam bersama Buffett di restoran bistik Smith and Wollensky di New York. Restoran tersebut menyumbangkan setidaknya $10.000 kepada Glide setiap tahun untuk menjamu acara makan tersebut.[185]

Pada tahun 2009, Ralph Nader menulis buku Only the Super Rich Can Save Us, sebuah novel tentang "gerakan miliarder yang dipimpin oleh Warren Buffett dan menampilkan, antara lain, Ted Turner, George Soros dan Barry Diller, yang menggunakan kekayaan mereka untuk membenahi Amerika". Di C-SPAN BookTV, Nader mengatakan Buffett mengundangnya sarapan setelah buku itu terbit dan "cukup terpikat oleh buku tersebut". Ia juga memberi tahu Nader tentang rencananya untuk mengajak "para miliarder di seluruh dunia untuk menyumbangkan 50% dari harta peninggalan mereka untuk amal atau pekerjaan baik".[186] Pada 9 Desember 2010, Buffett, Bill Gates, dan CEO Facebook Mark Zuckerberg menandatangani janji yang mereka sebut "Janji Memberi Gates-Buffett", di mana mereka berjanji untuk menyumbangkan setidaknya setengah dari kekayaan mereka untuk amal, dan mengundang orang kaya lainnya untuk melakukan hal yang sama.[10][187] Pada tahun 2018, setelah memberikan donasi hampir $3,4 miliar,[188] Buffett menempati peringkat ke-3 dalam Daftar Miliarder versi Forbes tahun 2018.[189]

Buffett terus membantu mendanai dan mendukung yayasan pribadi keluarganya yang meliputi Yayasan Susan Thompson Buffett milik Susan Buffett, Yayasan Sherwood milik Susan Alice Buffett, Yayasan Howard G. Buffett milik Howard Graham Buffett, dan Yayasan NoVo milik Peter Buffett.[190][191] Warren Buffett juga mendukung Letters Foundation dan Learning By Giving Foundation milik saudara perempuannya, Doris Buffett.[192][193]

Pada November 2022, Buffett memberikan sumbangan sebesar $750 juta (setara dengan $750.000.000 pada 2024) dalam bentuk saham Berkshire Hathaway kepada empat yayasan amal yang dikelola oleh anak-anaknya. Ia mendonasikan 1,5 juta saham Kelas B dari konglomeratnya kepada Yayasan Susan Thompson Buffett, yang dinamai menurut nama istri pertamanya. Ia juga mentransfer masing-masing 300.000 saham Kelas B ke tiga dana yang dikelola oleh anak-anaknya: Yayasan Sherwood, Yayasan Howard G. Buffett, dan Yayasan NoVo.[194] Hingga 2023, Buffett telah memberikan lebih dari $50 miliar untuk tujuan amal (setara dengan $50.000.000.000 pada 2024).[195][196]

Pada Juni 2025, Buffett menyumbangkan $6 miliar dalam bentuk saham Berkshire Hathaway kepada lima yayasan amal. Mayoritas saham disumbangkan kepada Yayasan Gates dengan sisanya diterima oleh empat yayasan amal lainnya yang dikelola oleh anak-anak mereka. Hingga Juni 2025, Buffett telah menyumbangkan lebih dari $60 miliar untuk tujuan amal.[197][198][199]

Pandangan politik dan kebijakan publik

sunting
Buffett dan Presiden Obama di Ruang Oval, 14 Juli 2010

Selain memberikan kontribusi politik selama bertahun-tahun, Buffett mendukung dan memberikan kontribusi kampanye untuk kampanye presiden Barack Obama. Pada tanggal 2 Juli 2008, Buffett menghadiri acara penggalangan dana untuk kampanye Obama di Chicago dengan biaya $28.500 (setara dengan $33.165 pada 2024) per piring.[200] Buffett mengisyaratkan bahwa pandangan John McCain tentang keadilan sosial sangat jauh dari pandangannya sendiri, sehingga McCain akan membutuhkan sebuah "lobotomi" agar Buffett mau mengubah dukungannya.[201] Selama debat pemilihan presiden AS 2008 yang kedua, McCain dan Obama, setelah ditanya pertama kali oleh mediator debat presiden Tom Brokaw, keduanya menyebut Buffett sebagai kemungkinan calon Menteri Keuangan di masa depan.[202] Belakangan, pada debat presiden ketiga dan terakhir, Obama menyebut Buffett sebagai calon penasihat ekonomi.[203] Buffett juga merupakan penasihat keuangan untuk kandidat dari Partai Republik, Arnold Schwarzenegger, selama Pemilihan gubernur California 2003.[204]

Pada tanggal 16 Desember 2015, Buffett memberikan dukungannya kepada kandidat dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, untuk menjadi presiden.[205] Pada tanggal 1 Agustus 2016, Buffett menantang Donald Trump untuk merilis laporan pajaknya.[206][207] Pada tanggal 10 Oktober 2016, setelah namanya disebut dalam debat presiden kedua, Buffett merilis laporan pajaknya sendiri.[208][209] Ia menyatakan telah membayar pajak penghasilan federal sebesar $1,85 juta (setara dengan $1.955.447 pada 2024) pada tahun 2015 dari pendapatan kotor disesuaikan sebesar $11,6 juta (setara dengan $12.261.182 pada 2024), yang berarti ia memiliki tarif pajak penghasilan federal efektif sekitar 16 persen. Buffett juga mengatakan bahwa ia telah memberikan donasi senilai lebih dari $2,8 miliar pada tahun sebelumnya (setara dengan $2.963.339.893 pada 2024).[209] Menanggapi pernyataan Trump bahwa ia tidak dapat merilis informasi pajaknya karena sedang dalam proses audit, Buffett berkata, "Saya telah diaudit oleh IRS berkali-kali dan saat ini sedang diaudit. Saya tidak memiliki masalah dalam merilis informasi pajak saya saat sedang diaudit. Begitu pula Tuan Trump—setidaknya ia tidak akan memiliki masalah hukum."[209] Buffett menyatakan ia akan menilai Presiden Donald Trump berdasarkan hasil kerjanya dalam keamanan nasional, pertumbuhan ekonomi, dan partisipasi ekonomi saat memutuskan apakah ia akan memilihnya dalam pemilihan presiden 2020.[210][211]

Layanan kesehatan

sunting

Buffett menggambarkan reformasi layanan kesehatan di bawah Presiden Barack Obama belum cukup untuk menangani biaya layanan kesehatan di AS, meskipun ia mendukung tujuannya untuk memperluas cakupan asuransi kesehatan.[212] Buffett membandingkan biaya layanan kesehatan dengan seekor cacing pita, dengan mengatakan bahwa biaya tersebut membahayakan daya saing ekonomi AS karena meningkatkan biaya manufaktur.[212] Buffett menyatakan pada tahun 2010 bahwa tidak berkelanjutan bagi AS untuk mengalokasikan 17% dari PDB-nya untuk pengeluaran kesehatan, mengingat banyak negara lain menghabiskan proporsi PDB yang jauh lebih kecil untuk pengeluaran kesehatan dengan hasil layanan kesehatan yang lebih baik.[213] Buffett berkata, "Jika Anda menginginkan yang terbaik, maksud saya jika Anda ingin menghabiskan satu juta dolar untuk memperpanjang hidup Anda selama 3 bulan dalam keadaan koma atau semacamnya, maka AS mungkin yang terbaik", namun ia juga mengatakan bahwa negara-negara lain menghabiskan jauh lebih sedikit dan menerima nilai layanan kesehatan yang jauh lebih banyak (kunjungan, tempat tidur rumah sakit, dokter, dan perawat per kapita).[214]

Buffett menyalahkan sistem insentif di industri medis Amerika Serikat, di mana pembayar mengganti biaya prosedur kepada dokter (biaya per layanan), yang memicu perawatan yang tidak perlu (penggunaan berlebihan), alih-alih membayar untuk hasil pengobatan.[215] Ia mengutip artikel Atul Gawande tahun 2009 di majalah New Yorker[216] sebagai pertimbangan yang bermanfaat mengenai layanan kesehatan AS, dengan dokumentasinya tentang variasi yang tidak beralasan dalam pengeluaran Medicare antara McAllen, Texas dan El Paso, Texas.[215] Buffett menyoroti masalah lobi oleh industri medis, dengan mengatakan bahwa mereka sangat fokus pada mempertahankan pendapatan mereka.[217]

Menekan pertumbuhan populasi

sunting

Buffett telah menyatakan keprihatinannya mengenai pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali. Pada tahun 2009, ia bertemu dengan beberapa miliarder lainnya untuk membahas layanan kesehatan, pendidikan, dan perlambatan pertumbuhan penduduk. Dijuluki sebagai "The Good Club" oleh orang dalam, para miliarder tersebut telah mendonasikan $45 miliar (setara dengan $4.500.000.000 pada 2024) untuk tujuan filantropi dan termasuk di antaranya Oprah Winfrey, Michael Bloomberg, dan David Rockefeller, Jr.[218] Pertemuan tersebut menuai kritik dari beberapa blog sayap kanan, dengan beberapa pihak meyakini kelompok tersebut sebagai bagian dari perhimpunan rahasia sterilisasi.[219] Buffett adalah pendukung lama keluarga berencana. Yayasan Buffett telah memberikan lebih dari $1,5 miliar (setara dengan $1.565.931.780 pada 2024) untuk penelitian aborsi, termasuk $427 juta (setara dengan $445.768.580 pada 2024) kepada Planned Parenthood.[220]

Pajak

sunting
Presiden Obama mengumumkan "Aturan Buffett"

Buffett menyatakan bahwa ia hanya membayar 19% dari pendapatannya untuk tahun 2006, atau sekitar $48,1 juta (setara dengan $59.779.614 pada 2024) dalam total pajak federal (karena sumbernya berasal dari dividen dan keuntungan modal) sementara karyawannya membayar 33% dari pendapatan mereka, meskipun mereka berpenghasilan jauh lebih sedikit.[221] Mengenai betapa sedikit pajak yang ia bayar dibandingkan karyawannya, ia berkata, "Bagaimana mungkin ini adil? Bagaimana mungkin ini benar? Ada perang kelas, memang benar, tetapi kelasmulah, kelas kaya, yang berperang, dan kami menang."[222][223] Setelah Donald Trump menuduhnya melakukan "pengurangan pajak besar-besaran", Buffett membalas, "Saya memiliki salinan ke-72 laporan pajak saya dan tidak ada satu pun yang menggunakan carryforward (kompensasi kerugian)."[224]

Buffett mendukung pajak warisan, dengan mengatakan bahwa mencabutnya sama saja seperti "memilih tim Olimpiade 2020 dengan cara mengambil putra tertua dari para pemenang medali emas di Olimpiade 2000".[225] Pada tahun 2007, Buffett bersaksi di hadapan Senat dan mendesak mereka untuk mempertahankan pajak harta warisan demi menghindari plutokrasi.[226] Beberapa kritikus berpendapat bahwa Buffett (melalui Berkshire Hathaway) memiliki kepentingan pribadi dalam kelanjutan pajak warisan, karena Berkshire Hathaway mendapat manfaat dari pajak warisan dalam transaksi bisnis di masa lalu dan telah mengembangkan serta memasarkan polis asuransi untuk melindungi pemegang polis dari pembayaran pajak warisan di masa depan.[227] Buffett berpendapat bahwa pemerintah tidak seharusnya terlibat dalam bisnis perjudian atau melegalkan kasino, dan menyebutnya sebagai pajak atas ketidaktahuan.[228]

Dolar dan emas

sunting

Defisit perdagangan mendorong Buffett untuk memasuki pasar mata uang asing untuk pertama kalinya pada tahun 2002. Ia mengurangi kepemilikannya secara signifikan pada tahun 2005 karena perubahan suku bunga meningkatkan biaya penahanan kontrak mata uang. Buffett tetap bersikap bearish terhadap dolar, dan menyatakan bahwa ia sedang berupaya untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan yang memiliki pendapatan luar negeri yang besar. Buffett telah lama bersikap kritis terhadap emas sebagai instrumen investasi, dengan kritik utamanya didasarkan pada sifat emas yang tidak produktif. Dalam sebuah pidato di Harvard pada tahun 1998, Buffett berkata:

Emas digali dari dalam tanah di Afrika, atau di tempat lain. Kemudian kita melelehkannya, menggali lubang lain, menguburnya kembali, dan membayar orang untuk berdiri di sekitarnya guna menjaganya. Emas tidak memiliki utilitas. Siapa pun yang mengamati dari Mars pasti akan keheranan.

Pada tahun 1977, mengenai saham, emas, lahan pertanian, dan inflasi, ia menyatakan:

Saham mungkin masih merupakan yang terbaik dari semua alternatif yang buruk di era inflasi—setidaknya jika Anda membelinya pada harga yang tepat.[229]

Ia telah melontarkan sejumlah pernyataan mengenai emas.[230]

Dari tahun 2020 hingga 2021, Berkshire Hathaway memiliki saham di Barrick Gold, sebuah perusahaan pertambangan emas.[231]

Antara Juli 1997 dan Januari 1998, Berkshire Hathaway membeli 129,7 juta ons perak.[232]

Tiongkok

sunting

Buffett berinvestasi di PetroChina Company Limited dan, dalam langkah yang jarang dilakukan, mengunggah komentar[233] di situs web Berkshire Hathaway yang menyatakan alasannya tidak melakukan divestasi meskipun ada hubungannya dengan perang saudara Sudan yang menyebabkan Harvard melepaskan investasinya. Ia menjual kepemilikan saham ini tidak lama kemudian, yang menyelamatkannya dari kerugian miliaran dolar yang mungkin terjadi jika ia tetap mempertahankan perusahaan tersebut di tengah penurunan tajam harga minyak yang dimulai pada musim panas 2008. Pada Oktober 2008, Buffett menginvestasikan $230 juta untuk 10% saham pembuat baterai BYD Company (SEHK1211), yang juga mengoperasikan anak perusahaan manufaktur mobil listrik. Dalam waktu kurang dari satu tahun, investasi tersebut meraup imbal hasil lebih dari 500%.[234]

Tembakau

sunting

Selama pertarungan pengambilalihan paksa RJR Nabisco, Inc. pada tahun 1987, Buffett dikutip pernah memberi tahu John Gutfreund:[235]

Saya akan memberi tahu Anda mengapa saya menyukai bisnis rokok. Biaya pembuatannya hanya satu sen. Jual seharga satu dolar. Sifatnya membuat ketagihan. Dan ada loyalitas merek yang fantastis.

— Buffett, dikutip dalam Barbarians at the Gate: The Fall of RJR Nabisco

Berbicara dalam rapat tahunan Berkshire Hathaway Inc. tahun 1994, Buffett mengatakan bahwa investasi di sektor tembakau adalah:[236]

penuh dengan pertanyaan yang berkaitan dengan sikap masyarakat dan sikap pemerintahan saat ini. Saya tidak ingin memiliki persentase signifikan dari kekayaan bersih saya yang diinvestasikan dalam bisnis tembakau. Ekonomi bisnis tersebut mungkin baik-baik saja, tetapi itu tidak berarti bisnis tersebut memiliki masa depan yang cerah.

— Buffett, rapat tahunan Berkshire Hathaway

Batu bara

sunting

Pada tahun 2007, PacifiCorp milik Buffett, sebuah anak perusahaan dari MidAmerican Energy Company miliknya, membatalkan enam usulan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara. Ini termasuk Unit 3 Intermountain Power Project di Utah, Unit 5 Jim Bridger, dan empat usulan pembangkit listrik lainnya yang sebelumnya masuk dalam Rencana Sumber Daya Terpadu PacifiCorp. Pembatalan tersebut terjadi setelah adanya tekanan dari regulator dan kelompok warga.[237]

Energi terbarukan

sunting

Suku-suku penduduk asli Amerika dan nelayan salmon berupaya memenangkan dukungan dari Buffett untuk proposal penghapusan empat bendungan hidroelektrik dari Sungai Klamath milik PacifiCorp yang merupakan perusahaan Berkshire Hathaway. David Sokol menanggapi atas nama Buffett, dengan menyatakan bahwa FERC yang akan memutuskan persoalan tersebut.[238][239]

Pembebanan opsi saham

sunting

Ia telah menjadi pendukung kuat pembebanan biaya opsi saham pada laporan laba rugi perusahaan. Pada rapat tahunan 2004, ia mengecam sebuah rancangan undang-undang di hadapan Kongres Amerika Serikat yang hanya menganggap sebagian opsi saham yang diterbitkan perusahaan sebagai beban kompensasi, dan mengibaratkan rancangan undang-undang tersebut seperti yang hampir disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Indiana untuk mengubah nilai Pi dari 3,14159 menjadi 3,2 melalui ketetapan legislatif.[240]

Ketika sebuah perusahaan memberikan sesuatu yang bernilai kepada karyawannya sebagai imbalan atas jasa mereka, hal itu jelas merupakan beban kompensasi. Dan jika pengeluaran tidak termasuk dalam laporan laba rugi, lalu di manakah tempatnya?[241]

Teknologi tinggi

sunting

Pada Mei 2012, Buffett mengatakan bahwa ia menghindari membeli saham di perusahaan teknologi tinggi seperti Facebook dan Google karena kompleksitasnya dan sulit dipahami, di samping komplikasi yang menyertainya karena sulit untuk memperkirakan nilai masa depan mereka dengan penuh keyakinan. Ia juga menyatakan bahwa penawaran umum perdana (IPO) saham baru hampir selalu merupakan investasi yang buruk. Buffett telah menyarankan para investor untuk mencari perusahaan yang akan memiliki nilai yang baik dalam sepuluh tahun ke depan.[242]

Bitcoin dan mata uang kripto

sunting

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC pada Januari 2018, Buffett mengatakan bahwa kegandrungan terhadap Bitcoin dan mata uang kripto lainnya tidak akan berakhir dengan baik, dan menambahkan bahwa "kapan itu terjadi atau bagaimana caranya atau apa pun yang lainnya, saya tidak tahu;" dan di akhir tahun tersebut menyebutnya sebagai "racun tikus kuadrat." Namun, ia juga menyatakan tidak akan mengambil posisi jual (short) pada kontrak berjangka bitcoin.[243]

Pandemi COVID-19

sunting

Dalam wawancara bulan Juni 2021 dengan CNBC, Buffett mengatakan bahwa dampak ekonomi dari pandemi COVID-19 telah memperlebar ketimpangan ekonomi dan menyesalkan bahwa kebanyakan orang tidak menyadari bahwa "ratusan ribu atau jutaan" usaha kecil telah terdampak secara negatif. Ia juga menyatakan bahwa pasar dan ekonomi kemungkinan besar akan sulit diprediksi hingga masa pemulihan pascapandemi, bahkan dengan adanya rencana dari pemerintahan Biden dan Federal Reserve Amerika Serikat. Ia mengatakan ketidakpastian dan efek dari COVID-19 masih jauh dari kata berakhir.[244]

Film dan televisi

sunting

Selain penampilan televisi yang tak terhitung jumlahnya di berbagai program berita (Money World-nya Adam Smith pada tahun 1985 dilaporkan sebagai yang pertama),[245] Buffett telah muncul di banyak film dan program TV, baik dokumenter maupun fiksi. Beberapa penampilan kameo film dan televisi yang pernah ia lakukan meliputi Wall Street: Money Never Sleeps (2010), The Office (AS), All My Children, dan Entourage (2015).[246] Ia telah menjadi tamu sebanyak 10 kali di Charlie Rose, dan menjadi subjek fitur dokumenter HBO Becoming Warren Buffett (2017) serta produksi BBC The World's Greatest Money Maker (2009).

Bibliografi

sunting
Buffett sedang bermain kartu dengan Bill Gates di Borsheims selama akhir pekan pemegang saham tahun 2018

Buku-buku tentang Buffett

sunting

Pada Oktober 2008, USA Today melaporkan bahwa setidaknya ada 47 buku yang dicetak dengan nama Buffett pada judulnya. Artikel tersebut mengutip CEO Borders Books, George Jones, yang mengatakan bahwa satu-satunya orang lain yang masih hidup yang namanya tercantum dalam begitu banyak judul buku adalah presiden-presiden AS, tokoh politik dunia, dan Dalai Lama.[247] Buffett mengatakan bahwa favorit pribadinya adalah kumpulan esainya yang berjudul The Essays of Warren Buffett,[248] yang ia gambarkan sebagai "penyusunan ulang ide-ide yang koheren dari surat-surat laporan tahunan saya".[247]

Buku atau publikasi karya Buffett:

  • The Essays of Warren Buffett: Lessons for Corporate America, Warren Buffett dan Lawrence A. Cunningham, The Cunningham Group; edisi revisi (11 April 2001). ISBN 978-0-9664461-1-1.
  • The Essays of Warren Buffett: Lessons for Corporate America, Second Edition, Warren E. Buffett dan Lawrence A. Cunningham, The Cunningham Group; edisi ke-2 (14 April 2008). ISBN 978-0-9664461-2-8.

Beberapa buku tentang Buffett yang laris atau patut diperhatikan:

  • Carol J. Loomis, Tap Dancing to Work: Warren Buffett on Practically Everything, 1966–2012: A Fortune Magazine Book.
  • Preston Pysh, Warren Buffett's Three Favorite Books[249] (buku interaktif yang merujuk pada Buffett's Books untuk video daring).[247]
  • Roger Lowenstein, Buffett, Making of an American Capitalist.
  • Robert Hagstrom, The Warren Buffett Way.[247][250]
  • Alice Schroeder, The Snowball: Warren Buffett and the Business of Life[251] (ditulis dengan kerja sama dari Buffett).[252]
  • Mary Buffett dan David Clark, Buffettology[253] dan empat buku berikutnya (total penjualan gabungan lebih dari 1,5 juta eksemplar).[247]
  • Janet Lowe, Warren Buffett Speaks: Wit and Wisdom from the World's Greatest Investor.[254]
  • John Train, The Midas Touch: The Strategies That Have Made Warren Buffett 'America's Preeminent Investor'.[255]
  • Andrew Kilpatrick, Of Permanent Value: The Story of Warren Buffett[256] (buku terpanjang tentang Buffett, dengan 330 bab, 1.874 halaman, dan 1.400 foto, dengan berat 10,2 pon).[247]
  • Robert P. Miles (2004). Warren Buffett Wealth: Principles and Practical Methods Used by the World's Greatest Investor. John Wiley and Sons. ISBN 978-0-471-46511-9.
  • John P. Reese, "The Guru Investor: How to Beat the Market Using History's Best Investment Strategies"[257] (mencakup metode pemilihan saham langkah-demi-langkah berdasarkan pendekatan Buffett).
  • Tavakoli, Janet M. (January 6, 2009). Dear Mr. Buffett: What an Investor Learns 1,269 Miles from Wall Street. John Wiley & Sons. ISBN 978-0-470-44273-9.
  • Janjigian, Vahan (May 1, 2008). Even Buffett Isn't Perfect: What You Can--and Can't--Learn from the World's Greatest Investor. Penguin. ISBN 9781440631474.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Stempel, Jonathan (February 24, 2020). "Warren Buffett says 'I'm a Democrat,' and would have 'no trouble' voting for Bloomberg". Reuters. Diakses tanggal November 2, 2021.
  2. ^ "Warren Buffett Biography". Biography.com (FYI/A&E Networks). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 28, 2016. Diakses tanggal January 28, 2016.
  3. ^ "Warren Buffett". Forbes. Diakses tanggal February 17, 2025.
  4. ^ "Charlie Munger". Cnn.com. June 11, 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 2, 2019. Diakses tanggal March 11, 2019.
  5. ^ Clifford, Catherine (February 26, 2018). "Berkshire Hathaway's Warren Buffett remembers meeting Charlie Munger". CNBC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 26, 2019. Diakses tanggal March 11, 2019.
  6. ^ Markels, Alex (July 29, 2007). "How to Make Money the Buffett Way". U.S. News & World Report. Diarsipkan dari asli tanggal October 22, 2013.
  7. ^ Sullivan, Aline (December 20, 1997). "Buffett, the Sage of Omaha, Makes Value Strategy Seem Simple: Secrets of a High Plains Investor". International Herald Tribune. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal March 7, 2016. Diakses tanggal February 20, 2017.
  8. ^ Gogoi, Pallavi (May 8, 2007). "What Warren Buffett might buy". NBC News. Diarsipkan dari asli tanggal March 20, 2013. Diakses tanggal May 9, 2007.
  9. ^ Buffett, Warren (June 16, 2010). "My philanthropic pledge". CNN. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 20, 2020. Diakses tanggal August 3, 2020.
  10. ^ a b "US billionaires pledge 50% of their wealth to charity". BBC. August 4, 2010. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal August 30, 2010. Diakses tanggal September 6, 2010.
  11. ^ "Warren Buffett shocks shareholders by announcing his intention to retire at the end of the year". AP News (dalam bahasa Inggris). 2025-05-03. Diakses tanggal 2025-05-09.
  12. ^ Blair, Elliot (January 29, 2004). "Nebraska family clashes over love, money and death". USA Today. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal August 30, 2010. Diakses tanggal May 23, 2010.
  13. ^ "Warren Buffett's High School Yearbook Totally Nailed What He Would Be When He Grew Up". Business Insider (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal August 30, 2017. Diakses tanggal May 15, 2017.
  14. ^ Robert G. Hagstrom (May 13, 2010). The Warren Buffett Way. Wiley Publishers. hlm. 29. ISBN 978-0-470-89355-5. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 9, 2024. Diakses tanggal May 6, 2016.
  15. ^ Hagstrom, Robert (2001). The Essential Buffett: Timeless Principles for the New Economy. Wiley. hlm. 24.
  16. ^ Levere, Jane (January 30, 2017). "New HBO Documentary On Warren Buffett Uses Family Photos, Home Movies To Reveal His Life Story". Forbes. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 8, 2017. Diakses tanggal July 7, 2017. A voracious reader his entire life, at age seven he read a book he borrowed from the library, One Thousand Ways to Make $1000, and, inspired by its lessons, began selling Coca-Cola, gum and newspapers.
  17. ^ "Buffett 'becomes world's richest'". BBC. March 6, 2008. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal March 9, 2008. Diakses tanggal May 20, 2008.
  18. ^ a b c "Warren Buffett Timeline". About Money. Diarsipkan dari asli tanggal July 4, 2004. Diakses tanggal April 30, 2015.
  19. ^ Cross, Mary (2013). 100 People Who Changed 20th-Century America, Vol. 1 (dalam bahasa Inggris). Santa Barbara, CA: ABC-CLIO. hlm. 451. ISBN 978-1-61069-085-0.
  20. ^ "Doris Buffett works one-on-one to help with billionaire brother's charity, May 27, 2014". The Christian Science Monitor. May 27, 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 4, 2015. Diakses tanggal January 4, 2015.
  21. ^ "Special Feature, April 29, 1999: Berkshire and Buffett". Fool.com. Diarsipkan dari asli tanggal July 14, 2010. Diakses tanggal November 28, 2010.
  22. ^ Robert P. Miles (2004). Warren Buffett wealth: principles and practical methods used by the world's greatest investor. John Wiley and Sons. hlm. 26. ISBN 978-0-471-46511-9. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 9, 2024. Diakses tanggal December 16, 2017.
  23. ^ a b Cai, Charlie X.; Keasey, Kevin (2022). The Experts and the Evidence: A Practical Guide to Stock Investing (dalam bahasa Inggris). West Sussex, UK: John Wiley & Sons. hlm. 11. ISBN 978-1-119-84255-2.
  24. ^ Gheen, Kate. "Alpha Sigma Phi comes back to Penn". Thedp.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 21, 2019. Diakses tanggal April 21, 2019.
  25. ^ Me (2025-08-20), Warren Buffett Degree Directory, diakses tanggal 2025-08-20
  26. ^ "Alumnus Warren Buffett Celebrates 89 Years". College of Business, Finance (dalam bahasa Inggris). 2019-08-29. Diakses tanggal 2024-11-25.
  27. ^ "As Warren Buffett '51 Steps Down, Leading Figures in Investing Share Their Reflections | Columbia Business School". business.columbia.edu (dalam bahasa Inggris). 2025-05-09. Diakses tanggal 2025-12-27.
  28. ^ "Buffett to provide send-off for Nebraska's December graduates | Nebraska Today". news.unl.edu. Diakses tanggal 2024-11-25.
  29. ^ "History". Warrenbuffett.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 21, 2016. Diakses tanggal December 13, 2016.
  30. ^ "NYIF 100 Year Timeline History". New York Institute of Finance (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-19.
  31. ^ Hagstrom 2005, hlm. 14 Warren Buffett is now the richest man in the world with $65 billion. GE Raises $15 billion; Buffett Gets Preferred Stake (Update3)
  32. ^ Heath, Jason (April 24, 2012). "What Warren Buffett's cancer diagnosis can teach investors". Financial Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal July 9, 2013. Diakses tanggal March 4, 2015.
  33. ^ Cabot Heritage Corporation (January 15, 2013). "Who is Warren Buffett?". NASDAQ. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 19, 2015. Diakses tanggal March 4, 2015.
  34. ^ "GEICO's Story From the Beginning | GEICO". www.geico.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 15, 2020. Diakses tanggal November 16, 2020.
  35. ^ Lowenstein, Roger (1996). Buffett: The Making of an American Capitalist. Doubleday. hlm. 43. ISBN 0-385-48491-7.
  36. ^ "Lecture at the University of Florida School of Business – Transcript (PDF document)" (PDF). Intelligent Investor. October 15, 1998. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal October 11, 2010. Diakses tanggal May 7, 2010.
  37. ^ ""Person to Person": Warren Buffett". CBS News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 20, 2013. Diakses tanggal April 17, 2020.
  38. ^ Schroeder, Alice (2008). The Snowball: Warren Buffett and the Business of Life. Bantam Dell. hlm. 169. ISBN 978-0-553-80509-3.
  39. ^ a b 1634–1699: McCusker, J. J. (1997). How Much Is That in Real Money? A Historical Price Index for Use as a Deflator of Money Values in the Economy of the United States: Addenda et Corrigenda (PDF). American Antiquarian Society. 1700–1799: McCusker, J. J. (1992). How Much Is That in Real Money? A Historical Price Index for Use as a Deflator of Money Values in the Economy of the United States (PDF). American Antiquarian Society. 1800–present: Federal Reserve Bank of Minneapolis. "Consumer Price Index (estimate) 1800–". Diakses tanggal 28 Mei 2023.
  40. ^ Schroeder, Alice (2008). The Snowball: Warren Buffett and the Business of Life. Bantam Dell. p. 227. ISBN 978-0-553-80509-3.
  41. ^ Buffett, Warren. "Letter from Warren Buffett to Partners, 1960".
  42. ^ "Buffett Partnership Letter Series – 1960 (Part 2)". NASDAQ (dalam bahasa American English). November 6, 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 7, 2017. Diakses tanggal November 5, 2017.
  43. ^ Lowenstein, Roger (1995). Buffett: The Making of an American Capitalist (Edisi 2008 Trade Paperback). New York: Random House Trade Paperbacks. hlm. 65–66. ISBN 9780804150606.
  44. ^ Schroeder, Alice (2008). The Snowball: Warren Buffett and the Business of Life. Bantam Dell. hlm. 240. ISBN 978-0-553-80509-3.
  45. ^ Holm, Erik (2025-05-03). "Read the WSJ's Early Coverage of Warren Buffett". The Wall Street Journal (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-06-21.
  46. ^ Buffett's Worst Trade. CNBC. October 18, 2010. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 29, 2018. Diakses tanggal September 18, 2017.
  47. ^ Graham Kenny (August 3, 2009). Diversification Strategy: How to Grow a Business by Diversifying Successfully. Kogan Page Publishers. hlm. 160. ISBN 978-0-7494-5833-1.
  48. ^ Kleinfield, N.R. "ABC is being sold for $3.5 billion; 1st network sale" Diarsipkan August 22, 2017, di Wayback Machine.. The New York Times, March 19, 1985.
  49. ^ "Capcities + ABC" Diarsipkan June 9, 2020, di Wayback Machine.. Broadcasting, March 25, 1985, pp. 31–35.
  50. ^ "Inaction Can be as Dangerous as Bad Action, Aly Gonenne, Class of 2004, Duke Leadership Development Initiative". Mbaa.fuqua.duke.edu. Diarsipkan dari asli tanggal June 18, 2010. Diakses tanggal May 23, 2010.
  51. ^ "Securities Trading Investigation". C-SPAN. September 4, 1991. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 23, 2020. Diakses tanggal June 23, 2020.
  52. ^ "Learn About the Life and Business of Billionaire, Warren Buffett". The Balance. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal March 4, 2017. Diakses tanggal March 3, 2017.
  53. ^ CFP, Matthew Frankel (November 13, 2017). "8 Warren Buffett Deals That Won Big". The Motley Fool (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 5, 2019. Diakses tanggal September 5, 2019.
  54. ^ a b "General Re Settlement in AIG Case Closes Difficult Chapter". The Rational Walk. January 21, 2010. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal July 23, 2014. Diakses tanggal August 16, 2014.
  55. ^ Warren E. Buffett (February 21, 2003). "Berkshire's Corporate Performance vs. the S&P 500" (PDF). Berkshire Hathaway. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal September 28, 2014. Diakses tanggal August 16, 2014.
  56. ^ Diane Brady; Marcia Vickers; Mike McNamee (April 10, 2005). "AIG: What Went Wrong". Bloomberg Businessweek. Bloomberg LP. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 16, 2014. Diakses tanggal August 16, 2014.
  57. ^ "AIG to Pay $800 Million to Settle Securities Fraud Charges by SEC; Over $1.6 billion to be Paid to Resolve Federal and New York State Actions". Securities and Exchange Commission. February 9, 2006. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 10, 2017. Diakses tanggal September 18, 2017.
  58. ^ Loomis, Carol J. (June 25, 2006). "Warren Buffett gives away his fortune". Fortune.
  59. ^ "HELP WANTED: Warren Buffett Replacement". ABC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 22, 2008. Diakses tanggal May 20, 2008.
  60. ^ Crippen, Alex. "WSJ to Warren Buffett: "Time to Get a New Crystal Ball"". CNBC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 10, 2011. Diakses tanggal May 20, 2008.
  61. ^ Buffett, Warren E. (October 16, 2008). "Buy American. I am". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 26, 2012. Diakses tanggal December 25, 2012.
  62. ^ Dabrowski, Wojtek (February 7, 2008). "Buffett: Bank woes are "poetic justice"". Reuters. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 14, 2008. Diakses tanggal May 20, 2008.
  63. ^ "Even Buffett Can't Escape Markets, Storms; Berkshire Profit Falls 77%". Insurance Journal. November 9, 2008. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 24, 2009. Diakses tanggal November 14, 2008.
  64. ^ Press Release. "Berkshire Hathaway to Invest $5 billion in Goldman Sachs". Goldman Sachs. Diarsipkan dari asli tanggal December 20, 2008. Diakses tanggal November 14, 2008.
  65. ^ a b Stempel, Jonathan (November 24, 2008). "Buffett to disclose more on derivatives". Reuters. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 3, 2008. Diakses tanggal November 27, 2008.
  66. ^ Fontanella, James (July 11, 2008). "ftalphaville.ft.com, Buffett helps Dow pay $19bn for R&H". Financial Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal March 13, 2009. Diakses tanggal February 23, 2009.
  67. ^ "The World's Billionaires". Forbes. March 5, 2008. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 9, 2017. Diakses tanggal May 20, 2008.
  68. ^ "#2 Warren Buffett – The World's Billionaires 2009". Forbes. February 13, 2009. Diarsipkan dari asli tanggal June 2, 2010. Diakses tanggal May 23, 2010.
  69. ^ Clark, Andrew (October 1, 2008). "Warren Buffett to buy $3bn of General Electric preferred stock". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 15, 2016. Diakses tanggal December 13, 2016.
  70. ^ "Berkshire Hathaway unloads J&J and P&G". The Financial Express. February 17, 2009. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 15, 2009. Diakses tanggal February 23, 2009.
  71. ^ Schroeder, Alice The Snowball: Warren Buffett and the Business of Life ISBN 0-553-80509-6 Bantam Sept 2008
  72. ^ Josh Funk, "Buffett says nation will face higher unemployment" Diarsipkan June 22, 2011, di Wayback Machine., AP on Seattle Times, March 9, 2009. Retrieved November 28, 2010.
  73. ^ "Buffett: The economy has 'fallen off a cliff'", MSN, March 9, 2009. Retrieved April 3, 2009.
  74. ^ Lionel Laurent (February 5, 2009). "Buffett Sinks Billions Into Swiss Re". Forbes. Diarsipkan dari asli tanggal October 20, 2018. Diakses tanggal September 18, 2017.
  75. ^ Jolly, David (February 5, 2009). "Swiss Re Gets $2.6 billion From Berkshire Hathaway". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal July 1, 2017. Diakses tanggal February 20, 2017.
  76. ^ Haig Simonian, Francesco Guerrera (February 5, 2009). "Swiss Re turns to Buffett for new funding". Financial Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal August 29, 2010. Diakses tanggal March 17, 2009.
  77. ^ "Alice Schroeder on Buffett and BNI; Which Company Will Berkshire Hathaway Acquire Next?". GuruFocus.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 22, 2009. Diakses tanggal May 23, 2010.
  78. ^ FTGlobal500.pdf June 2009, Financial Times
  79. ^ "Warren Buffett's Multi-Billion Mistake with ConocoPhillips (COP)". Gurufocus.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal March 4, 2009. Diakses tanggal May 23, 2010.
  80. ^ "Buffett buying Burlington rail in his biggest deal". Reuters. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 23, 2019. Diakses tanggal June 24, 2019.
  81. ^ "Berkshire Hathaway Inc. to Acquire Burlington Northern Santa Fe Corporation (BNSF) for $100 Per Share in Cash and Stock" (Press release). Business Wire. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 23, 2019. Diakses tanggal June 24, 2019.
  82. ^ "Credit rating agencies not to blame for crisis says Buffett". Insideireland.ie. June 3, 2010. Diarsipkan dari asli tanggal August 2, 2012. Diakses tanggal November 28, 2010.
  83. ^ Quick, Becky (March 20, 2011). "Berkshire Will Not Exercise Goldman Sachs Warrants Immediately". CNBC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 15, 2012. Diakses tanggal May 4, 2011.
  84. ^ Harper, Christine (March 18, 2011). "Goldman Sachs to Pay $5.65 billion to Redeem Buffett's Stake". Business Week. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 24, 2011. Diakses tanggal May 4, 2011.
  85. ^ Quick, Becky (March 20, 2011). "Where Will Warren Buffett Hide From Goldman Sachs?". CNBC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 15, 2012. Diakses tanggal May 4, 2011.
  86. ^ "Buffett sheds tech aversion with big IBM investment". Reuters. November 14, 2011. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 17, 2015. Diakses tanggal July 3, 2017.
  87. ^ "Warren Buffett invests in Media General newspapers". BBC News. May 17, 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 20, 2012. Diakses tanggal May 25, 2012.
  88. ^ Rushe, Dominic (May 17, 2012). "Warren Buffett's Berkshire Hathaway buys Media General newspaper group". The Guardian. London. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 22, 2013. Diakses tanggal May 25, 2012.
  89. ^ Crippen, Alex (July 18, 2013). "Warren Buffett's Berkshire Hathaway bets on Atlantic City". CNBC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 21, 2013. Diakses tanggal September 20, 2013.
  90. ^ Buhayar, Noah (September 20, 2013). "Buffett Calls Federal Reserve History's Greatest Hedge Fund". Bloomberg. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 21, 2013. Diakses tanggal September 20, 2013.
  91. ^ "Warren Buffett's firm just made the most money ever in a single quarter". August 2, 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal August 17, 2014. Diakses tanggal August 21, 2014.
  92. ^ Stempel, Philip (August 20, 2014). "UPDATE 3-U.S. fines Berkshire over stock deal, Buffett admits mistake". Reuters. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 17, 2015. Diakses tanggal August 21, 2014.
  93. ^ Robert Faturechi; Ellis Simani (2023-11-09). "How Warren Buffett Privately Traded in Stocks That Berkshire Hathaway Was Buying and Selling". ProPublica (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 18, 2023. Diakses tanggal 2023-12-06.
  94. ^ Rosen, Phil (November 10, 2023). "Warren Buffett Reportedly Traded Millions of Dollars Worth of Stocks That Berkshire Hathaway Was Buying and Selling". Business Insider. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 26, 2024. Diakses tanggal 2024-01-25.
  95. ^ Pound, Jesse (2023-11-16). "Charlie Munger says there isn't the slightest chance Buffett traded own account to enrich himself". CNBC (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 7, 2023. Diakses tanggal 2023-12-06.
  96. ^ Foley, Stephen; Pollard, Amelia (2025-05-03). "Warren Buffett to step down from Berkshire Hathaway after six decades". Financial Times. Diakses tanggal 2025-05-03.
  97. ^ Bedigan, Mike (2025-05-03). "Warren Buffett shocks investors by announcing retirement from Berkshire Hathaway at the end of the year". The Independent. Diakses tanggal 2025-05-03.
  98. ^ "For Immediate Release" (PDF). Berkshire Hathaway. May 5, 2025. Diakses tanggal May 5, 2025.
  99. ^ Kopack, Steve (December 31, 2025). "The 'billionaire next door' bows out". NBC. Diakses tanggal December 31, 2025.
  100. ^ Lou Hoffman, The Hoffman Agency. "Startup lessons learned from Warren Buffett." April 13, 2010. Retrieved, April 16, 2010.
  101. ^ How Inflation Swindles the Equity Investor, Warren Buffett, Fortune, May 1977
  102. ^ "Official Buffett Biography to Hit Shelves". The New York Times. August 12, 2008. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal July 19, 2009. Diakses tanggal August 15, 2008.
  103. ^ Warren Buffett; Carol Loomis (November 22, 1999). "Mr. Buffett on the Stock Market". Fortune. 140 (10). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 27, 1999. Diakses tanggal September 12, 2019.
  104. ^ a b "Warren Buffett, 'Oracle of Omaha', criticizes Wall Street and praises immigrants". Reuters via the Guardian. February 25, 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal March 1, 2017. Diakses tanggal March 1, 2017.
  105. ^ Gelles, David (February 28, 2015). "Warren Buffett Rails Against Investment Bankers". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 26, 2022. Diakses tanggal April 26, 2022.
  106. ^ Bary, Andrew. "Alleghany Deal Shows How Much Warren Buffett Dislikes Investment Bankers". www.barrons.com (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 17, 2022. Diakses tanggal April 26, 2022.
  107. ^ Fox, Matthew (Mar 22, 2022). "Warren Buffett's disdain for investment banking 'money-shufflers' leads to lower takeover price for Alleghany Corp. shareholders". Markets Insider (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 23, 2022. Diakses tanggal April 26, 2022.
  108. ^ "Berkshire Hathaway price for Alleghany shows Warren Buffett disdain for fees (NYSE:BRK.A) | Seeking Alpha". seekingalpha.com (dalam bahasa Inggris). March 22, 2022. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 26, 2022. Diakses tanggal April 26, 2022.
  109. ^ Learn, Trustnet (2025-06-13). "The evolution of Warren Buffett's investment style". Trustnet (dalam bahasa Spanyol). Diakses tanggal 2025-10-24.
  110. ^ a b "What Are Warren Buffett's 10 Rules for Success?". Net Net Hunter (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-10-25.
  111. ^ "Warren Buffett's Letters: 1996". www.gurufocus.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-25.
  112. ^ "Chairman's Letter To the Shareholders of Berkshire Hathaway Inc. - February 28, 1997". www.berkshirehathaway.com. Diakses tanggal 2025-10-25.
  113. ^ Yates, Chelsea (November 27, 2015). "The Billionaire and the Ukulele". Hear Nebraska. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 30, 2015. Diakses tanggal November 28, 2015.
  114. ^ Schudel, Matt (July 30, 2004). "Susan T. Buffett, 72, Dies; Wife of Billionaire Investor". The Washington Post. hlm. B06. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 7, 2012. Diakses tanggal July 13, 2009.
  115. ^ Callahan, David (February 4, 2014). "Who's Who At The Secretive Susan Thompson Buffett Foundation". Inside Philanthropy. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 16, 2017. Diakses tanggal December 15, 2017.
  116. ^ Bailey, Jeff; Dash, Eric (September 1, 2006). "How Does Warren Buffett Get Married? Frugally, It Turns Out". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 25, 2009. Diakses tanggal May 20, 2008.
  117. ^ Brian Goodman (August 31, 2006). "Wedding Bells For Warren Buffett". CBS News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 13, 2014. Diakses tanggal September 9, 2014.
  118. ^ Lowenstein, Roger (2008). Buffett: The Making of an American Capitalist. Random House. ISBN 978-0-8129-7927-5.
  119. ^ "Susan Buffett in Her Own Words: Conversations with Charlie Rose". Bookworm Omaha. Diarsipkan dari asli tanggal December 23, 2007. Diakses tanggal May 20, 2008. Also freely available at [1] Diarsipkan September 26, 2017, di Wayback Machine..
  120. ^ The Rich Man's Michael Moore Diarsipkan September 1, 2017, di Wayback Machine. The Wall Street Journal, Robert Frank. February 23, 2008
  121. ^ Goodman, Leah McGrath (December 2008). "The Billionaire's Black Sheep". Marie Claire. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 20, 2010. Diakses tanggal March 19, 2010.
  122. ^ Nichols, Michelle (February 21, 2008). "Documentary on wealth gap divides Buffett family". Reuters. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 20, 2010. Diakses tanggal March 19, 2010.
  123. ^ Schroeder, Alice. (2008). The snowball : Warren Buffett and the business of life. New York: Bantam Books. ISBN 978-0-553-80509-3. OCLC 225852426.
  124. ^ "Meet Nicole Buffett, the granddaughter of legendary investor Warren Buffett, who has made a living off of NFTs". Fortune. 2022-05-28. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal July 27, 2023. Diakses tanggal 2023-07-24.
  125. ^ Goodman, Leah McGrath (2021-09-24). "Warren Buffett May Not Be Into Crypto, But His Granddaughter Is". Institutional Investor. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 23, 2023. Diakses tanggal 2023-10-18.
  126. ^ Smith, Rich (June 29, 2005). "Stupid CEO Tricks". Motley Fool. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 13, 2008. Diakses tanggal May 20, 2008.
  127. ^ 2008 CEO Compensation for Warren E. Buffett, Equilar Diarsipkan April 14, 2009, di Wayback Machine.
  128. ^ "Billionaire Houses". Forbes. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 17, 2016. Diakses tanggal October 20, 2016.
  129. ^ Poppick, Susie (May 1, 2016). "This Is How Much It Costs to Live Next Door to Warren Buffett". Money.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 28, 2022. Diakses tanggal October 1, 2016.
  130. ^ "Warren Buffett". Forbes. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 28, 2008. Diakses tanggal May 20, 2008.
  131. ^ Stone, Madeline; Loudenback, Tanza. "For almost 2 years, no one wanted to buy Warren Buffett's Southern California vacation home, but it finally sold for $7.5 million". Business Insider (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 12, 2022. Diakses tanggal June 12, 2022.
  132. ^ Mohamed, Theron (December 30, 2022). "Warren Buffett nicknamed his private jet 'The Indefensible' - then renamed it 'The Indispensable' after realizing its value". Business Insider. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 1, 2024. Diakses tanggal January 1, 2024.
  133. ^ "Chairman's Letter 1989". Berkshire Hathaway. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 8, 2008. Diakses tanggal May 20, 2008.
  134. ^ Buffett, Warren E.; Cunningham, Lawrence A. (2015). The Essays of Warren Buffett: Lessons for Corporate America (Edisi 4th). The Cunningham Group & Carolina Academic Press. hlm. 65. ISBN 978-1611637588.
  135. ^ Owen, David (September 17, 2007). "Turning Tricks: The rise and fall of contract bridge". The New Yorker. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal March 6, 2012. Diakses tanggal November 25, 2011.
  136. ^ Moore, Martha T. (December 19, 2005). "Billionaires bank on bridge to trump poker". USA Today. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 15, 2010. Diakses tanggal May 23, 2010.
  137. ^ Blackstone, John (February 17, 2008). "Bringing Back Bridge". CBS News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 26, 2008. Diakses tanggal May 20, 2008.
  138. ^ Heath, Thomas (July 28, 2017). "Meet the woman who gives bridge tips to Warren Buffett and Bill Gates". The Washington Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 28, 2023. Diakses tanggal 2024-01-25.
  139. ^ Doreen MacMillan (October 5, 2012). "Bridge Scene: United States team secures the 2012 Warren Buffett Cup". Collier Citizen. Scripps Media Inc. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 11, 2014. Diakses tanggal September 9, 2014.
  140. ^ Tigay, Chanan (2006-06-01). "Warren Buffett's Jewish Connection". Jewish Journal (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-03.
  141. ^ Staff, J. (2006-05-19). "Buffett has long history of business with the Jews". J. (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2024-09-16. Diakses tanggal 2026-01-03.
  142. ^ "The Varsity Zone Talks Football with Warren Buffett". YouTube. March 3, 2008. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 27, 2020. Diakses tanggal May 23, 2010.
  143. ^ Sherman, Mitch (November 7, 2009). "From the sidelines: Can some of these guys suit up?". Omaha World-Herald.
  144. ^ "APS Member History". search.amphilsoc.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 9, 2021. Diakses tanggal June 9, 2021.
  145. ^ "Warren Buffett, Martha Stewart, Gisele Bündchen, and Kosmos Featuring Carl Sagan Headline New Slate of Purpose-Driven Entertainment for Children". Business Wire. July 24, 2009. Diarsipkan dari asli tanggal October 5, 2015.
  146. ^ "CNBC TRANSCRIPT: Warren Buffett's 'Secret Millionaire's Club' Live Interview on Squawk Box". CNBC. July 24, 2009. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 1, 2017. Diakses tanggal September 18, 2017.
  147. ^ Wired Diarsipkan July 24, 2013, di Wayback Machine. article Faces of the New Atheism: The Scribe published November 2006. Retrieved November 10, 2009.
  148. ^ "How Warren Buffett made his billions". Rediff.com. December 26, 2006. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 25, 2008. Diakses tanggal May 20, 2008.
  149. ^ Taylor III, Alex (June 4, 2006). "Buffett backs GM – and buys a Caddy". CNN. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 29, 2008. Diakses tanggal May 20, 2008.
  150. ^ Kim, Tae (May 5, 2018). "Warren Buffett: I was wrong on Google and Amazon, Jeff Bezos achieved a business 'miracle'". CNBC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 6, 2018. Diakses tanggal May 6, 2018.
  151. ^ Piers Morgan (October 22, 2013). "Warren Buffett on cell phones, email, and material goods". CNN. Diarsipkan dari asli tanggal October 7, 2014. Diakses tanggal November 11, 2014.
  152. ^ Bursztynsky, Jessica (February 24, 2020). "Billionaire Apple investor Warren Buffett finally trades in his $20 flip phone for an iPhone 11". CNBC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 27, 2020. Diakses tanggal February 27, 2020.
  153. ^ "Chairman's Letter—1993". Berkshire Hathaway. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 29, 2008. Diakses tanggal May 20, 2008.
  154. ^ "How billionaire Warren Buffett became the face of Cherry Coke in China" (dalam bahasa Australian English). ABC News. April 5, 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 5, 2017. Diakses tanggal April 5, 2017.
  155. ^ "Billionaire Warren Buffett becomes face of Cherry Coke in China". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). Agence France-Presse. April 5, 2017. ISSN 0261-3077. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 5, 2017. Diakses tanggal April 5, 2017.
  156. ^ "Celebrities who are related to US presidents". Insider.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 6, 2023. Diakses tanggal July 31, 2022.
  157. ^ Martin, Emmie (February 8, 2018). "Warren Buffett and Jimmy Buffett took a DNA test to see if they're related". CNBC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 5, 2023. Diakses tanggal May 5, 2023.
  158. ^ Barth, Chris (11 March 2011). "Ten Teetotalling Moguls". Forbes. Diakses tanggal 1 May 2024.
  159. ^ a b "Warren Buffett diagnosed with stage one prostate cancer". BBC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 5, 2016. Diakses tanggal December 27, 2015.
  160. ^ Sam Ro (September 15, 2012). "Warren Buffett Completes Cancer Treatments". Business Insider. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 16, 2012. Diakses tanggal September 16, 2012.
  161. ^ "The World's Billionaires". Forbes. March 5, 2008. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 9, 2017. Diakses tanggal May 23, 2010.
  162. ^ Boyle, Christina (October 1, 2009). "Bill Gates, Warren Buffett, Christy Walton top 2009's 'Forbes 400: Richest Americans' list". Daily News. New York. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 4, 2009. Diakses tanggal May 23, 2010.
  163. ^ "Warren Buffett signs over $30.7B to Bill and Melinda Gates Foundation". USA Today. June 26, 2006. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 16, 2009. Diakses tanggal May 23, 2010.
  164. ^ "The Forbes 400: The Richest People In America". Forbes. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 23, 2011. Diakses tanggal June 29, 2014.
  165. ^ "Warren Buffett and Peter Lynch Voted Top Money Managers of the Century". Business Wire. November 22, 1999. Diarsipkan dari asli tanggal December 9, 2007. Diakses tanggal May 20, 2008.
  166. ^ Cramer, James J. (April 19, 2003). "Warren Buffett". Time. Diarsipkan dari asli tanggal May 17, 2008. Diakses tanggal May 20, 2008.
  167. ^ Julianna Goldman (February 15, 2011). "Obama Honors Buffett, George H.W. Bush With Medal of Freedom". Bloomberg. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 18, 2011. Diakses tanggal February 15, 2011.
  168. ^ "The FP Top 100 Global Thinkers". Foreign Policy. November 29, 2010. Diarsipkan dari asli tanggal December 3, 2010. Diakses tanggal November 28, 2010.
  169. ^ "How Inflation Swindles the Equity Investor", Warren E. Buffett, Fortune May 1977 #
  170. ^ Archived at Ghostarchive and the Wayback Machine: An Exclusive Hour with Warren Buffett and Bill and Melinda Gates. Charlie Rose. Diakses tanggal May 20, 2008.
  171. ^ Loomis, Carol J. (June 25, 2006). "Warren Buffett gives away his fortune". Fortune. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 3, 2016. Diakses tanggal December 22, 2015.
  172. ^ "Gates: Buffett gift may help cure worst diseases". NBC News. June 26, 2006. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 13, 2013. Diakses tanggal May 20, 2008.
  173. ^ "The birth of philanthrocapitalism". The Economist. February 23, 2006. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 4, 2008. Diakses tanggal February 23, 2009.
  174. ^ O'Brien, Timothy L.; Saul, Stephanie (June 26, 2006). "Buffett to Give Bulk of His Fortune to Gates Charity". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 20, 2017. Diakses tanggal February 20, 2017.
  175. ^ Yuki Noguchi (June 26, 2006). "Gates Foundation to Get Bulk of Buffett's Fortune". The Washington Post. hlm. A01. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 9, 2016. Diakses tanggal September 18, 2017.
  176. ^ Li, Yun (June 23, 2021). "Warren Buffett gives away another $4.1 billion, resigns as trustee at Gates Foundation". CNBC (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 23, 2021. Diakses tanggal June 23, 2021.
  177. ^ Carol J. Loomis (June 25, 2006). "A conversation with Warren Buffett". Fortune. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 11, 2020. Diakses tanggal August 3, 2020.
  178. ^ "Most of Susan Buffett Estate to Go to Foundation". The Foundation Center. August 11, 2004. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal August 30, 2010. Diakses tanggal May 20, 2008.
  179. ^ "America's Most-Generous Donors, Rank: 1 Warren E. Buffett, Chronicle of Philanthropy". Philanthropy.com. February 22, 2007. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 13, 2010. Diakses tanggal May 23, 2010.
  180. ^ Chapnick, Nate. "Warren Buffett". Forbes. Diarsipkan dari asli tanggal June 4, 2008. Diakses tanggal May 20, 2008.
  181. ^ Lindsay Goldwert (July 1, 2007). "Lunch With Warren Buffett? $650,100, Charity Auction Winner Bids Big Money For Steak Lunch With Billionaire Buffett". CBS News. Diarsipkan dari asli tanggal June 27, 2009. Diakses tanggal February 23, 2009.
  182. ^ Zuill, Lilla (June 28, 2008). "uk.reuters.com, Warren Buffett lunch sells for record $2.11 mln". Reuters. Diarsipkan dari asli tanggal January 12, 2009. Diakses tanggal February 23, 2009.
  183. ^ "cnbc.com, Warren Buffett Charity Lunch Auction Ends with High Bid of $2,110,100". CNBC. June 27, 2008. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 5, 2008. Diakses tanggal February 23, 2009.
  184. ^ Funk, Josh (June 6, 2010). "Buffett hopes lunch auction again draws big bids". Associated Press. Diarsipkan dari asli tanggal June 8, 2010. Diakses tanggal June 7, 2010.
  185. ^ a b "Cost to lunch with Warren Buffett: $3.5 million". Yahoo! News. June 9, 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal March 5, 2016. Diakses tanggal January 15, 2017.
  186. ^ Archived at Ghostarchive and the Wayback Machine: "Ralph Nader: Books, Quotes, Education, History, Accomplishments, Legacy – YouTube". www.youtube.com. Diakses tanggal November 16, 2020.
  187. ^ Moss, Rosabeth (December 14, 2010). "Four Strategic Generosity Lessons". Business Week. Diarsipkan dari asli tanggal February 25, 2011. Diakses tanggal March 9, 2011.
  188. ^ "Buffett donates $3.4 billion to Gates' and family charities". Msn.com (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal July 17, 2018. Diakses tanggal July 17, 2018.
  189. ^ "The World's Billionaires 2018". Forbes.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 29, 2014. Diakses tanggal July 17, 2018.
  190. ^ "Warren Buffett donates $2.8 billion ... again". Fortune.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 15, 2019. Diakses tanggal April 21, 2019.
  191. ^ Candid. "Buffett Boosts Commitment to Children's Family Foundations". Philanthropy News Digest (PND). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 21, 2019. Diakses tanggal April 21, 2019.
  192. ^ "Doris Buffett's Learning by Giving Foundation: 'It All Started at Davidson'". Davidson.edu. Diakses tanggal April 21, 2019.[pranala nonaktif permanen]
  193. ^ "How Warren Buffett's fortune is going directly to those in need". PBS NewsHour. February 2, 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 21, 2019. Diakses tanggal April 21, 2019.
  194. ^ "Buffett gives more than $750M in Berkshire shares to charities". www.foxbusiness.com. November 24, 2022. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 1, 2022. Diakses tanggal December 1, 2022.
  195. ^ Berger, Chloe (June 22, 2023). "Warren Buffett just gave away nearly $5 billion of his wealth again—he could have been the world's richest man if that's what he actually wanted". Fortune. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 23, 2023. Diakses tanggal June 23, 2023.
  196. ^ Li, Yun (June 22, 2023). "Warren Buffett's charitable giving exceeds $50 billion, more than his entire net worth in 2006". CNBC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 23, 2023. Diakses tanggal June 23, 2023.
  197. ^ IV, Antonio Pequeño. "Warren Buffett Gives Record $6 BillionTo Charities After Pledging To Donate Most Of His Wealth". Forbes (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-07-13.
  198. ^ Jr, Tom Huddleston (2025-07-02). "With $6B donation, Warren Buffett has now given away over $60B: It's 'substantially more than my entire net worth in 2006'". CNBC (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-07-13.
  199. ^ "Warren Buffett donates record $6 billion Berkshire shares | CNN Business". CNN (dalam bahasa Inggris). Reuters. 2025-06-30. Diakses tanggal 2025-07-13.
  200. ^ Michael Luo and Christopher Drew (July 3, 2008). "Obama Picks Up Fund-Raising Pace". The Washington Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 1, 2013. Diakses tanggal September 24, 2008.
  201. ^ ""Squawk Box" Transcript: Becky Quick Sits Down with Billionaire Investor Warren Buffett". CNBC. May 5, 2008. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 13, 2008. Diakses tanggal September 12, 2008.
  202. ^ "Transcript of second McCain, Obama debate". CNN. October 10, 2008. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 9, 2008. Diakses tanggal October 10, 2008.
  203. ^ "Obama appoints Buffett as economic adviser". Reuters. November 7, 2008. Diarsipkan dari asli tanggal July 24, 2013.
  204. ^ USA Today: Schwarzenegger taps Buffett as finance advisor Diarsipkan September 10, 2012, di Wayback Machine. August 14, 2003
  205. ^ Warren Buffett Endorses Hillary Clinton and Calls for Higher Taxes on Wealthy Diarsipkan May 17, 2017, di Wayback Machine. December 16, 2015
  206. ^ Haskell, John; Hansler, Jennifer (August 1, 2016). "Warren Buffett Challenges Trump to Show Tax Returns, Says He's 'Afraid'". ABC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal August 1, 2016. Diakses tanggal August 2, 2016.
  207. ^ "Donald Trump says general election may be 'rigged'". Los Angeles Times. August 1, 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal August 2, 2016. Diakses tanggal August 2, 2016.
  208. ^ "Transcript of the Second Debate". The New York Times. October 10, 2016. ISSN 0362-4331. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 11, 2016. Diakses tanggal October 11, 2016.
  209. ^ a b c "Buffett Just Released His Own Tax Data to Hammer Trump". Diarsipkan dari asli tanggal October 11, 2016. Diakses tanggal October 11, 2016.
  210. ^ "Warren Buffett: Will judge Trump by results but 'unlikely' he'll vote for him in 4 years". USA TODAY (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 9, 2019. Diakses tanggal March 11, 2019.
  211. ^ Belvedere, Matthew J. (August 30, 2017). "Warren Buffett: Here's why I haven't been criticizing Donald Trump". CNBC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 10, 2019. Diakses tanggal March 11, 2019.
  212. ^ a b McCarthy, Ryan (March 3, 2010). "Warren Buffett On CNBC: Health Care Is Like An 'Economic Tape Worm' (WATCH)". HuffPost. AP and CNBC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 22, 2011. Diakses tanggal November 5, 2011. 6 minutes in.
  213. ^ McCarthy, Ryan (March 3, 2010). "Warren Buffett On CNBC: Health Care Is Like An 'Economic Tape Worm' (WATCH)". HuffPost. AP and CNBC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 22, 2011. Diakses tanggal November 5, 2011. 7 minutes in.
  214. ^ McCarthy, Ryan (March 3, 2010). "Warren Buffett On CNBC: Health Care Is Like An 'Economic Tape Worm' (WATCH)". HuffPost. AP and CNBC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 22, 2011. Diakses tanggal November 5, 2011. 4 minutes in.
  215. ^ a b McCarthy, Ryan (March 3, 2010). "Warren Buffett On CNBC: Health Care Is Like An 'Economic Tape Worm' (WATCH)". HuffPost. AP and CNBC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 22, 2011. Diakses tanggal November 5, 2011. 9 to 10 minutes in.
  216. ^ Atul Gawande (June 1, 2009). "The Cost Conundrum – What a Texas town can teach us about health care". The New Yorker. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 10, 2011. Diakses tanggal June 29, 2011.
  217. ^ McCarthy, Ryan (March 3, 2010). "Warren Buffett On CNBC: Health Care Is Like An 'Economic Tape Worm' (WATCH)". HuffPost. AP and CNBC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 22, 2011. Diakses tanggal November 5, 2011. 11 minutes in.
  218. ^ Angeles, John Harlow. "Billionaire club in bid to curb overpopulation". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 22, 2020. Diakses tanggal August 14, 2020.
  219. ^ Frank, Robert (May 26, 2009). "Billionaires Try to Shrink World's Population, Report Says". The Wall Street Journal. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal August 17, 2020. Diakses tanggal August 14, 2020.
  220. ^ Martin, Nina (July 14, 2016). "How One Abortion Research Megadonor Forced the Supreme Court's Hand". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal August 7, 2020. Diakses tanggal August 14, 2020.
  221. ^ "Warren Buffett". Forbes: 24, 42–3. November 26, 2007.
  222. ^ Stein, Ben (November 26, 2006). "In Class Warfare, Guess Which Class Is Winning". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 3, 2017. Diakses tanggal October 28, 2020. It turned out that Mr. Buffett, with immense income from dividends and capital gains, paid far, far less as a fraction of his income than the secretaries or the clerks or anyone else in his office. Further, in conversation it came up that Mr. Buffett doesn't use any tax planning at all. He just pays as the Internal Revenue Code requires. "How can this be fair?" he asked of how little he pays relative to his employees. "How can this be right?" Even though I agreed with him, I warned that whenever someone tried to raise the issue, he or she was accused of fomenting class warfare. "There's class warfare, all right," Mr. Buffett said, "but it's my class, the rich class, that's making war, and we're winning."
  223. ^ Zweifel, Dave (October 6, 2010). "Plain Talk: There's class war, and rich are winning". The Cap Times. Capital Newspapers Inc. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 9, 2010. Diakses tanggal October 28, 2020. There are some studies that have estimated that the tax breaks and services that benefit the wealthy add up to $400 billion a year, compared to the $116 billion spent on programs for the poor. Class warfare? One of the richest Americans, Warren Buffett, replies to that notion: "There's class warfare, but it's my class, the rich class, that's making war, and we're winning."
  224. ^ Pramuk, Jacob (October 10, 2016). "Warren Buffett fires back at Donald Trump's comments about his taxes". CNBC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 1, 2017. Diakses tanggal October 28, 2020. In Sunday night's presidential debate in St. Louis, Trump claimed that Buffett took a "massive deduction" while defending his claimed $916 million loss in 1995 that allowed him to avoid federal income tax in at least some years. Buffett, a supporter of Democratic nominee Hillary Clinton, said Monday that Trump "has not seen my income tax returns." "I have paid federal income tax every year since 1944, when I was 13. (Though, being a slow starter, I owed only $7 in tax that year.) I have copies of all 72 of my returns and none uses a carryforward," Buffett said in a statement.
  225. ^ "Rich Americans back inheritance tax". BBC News. BBC. February 14, 2001. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 27, 2008. Diakses tanggal October 28, 2020. A group of the United States' most wealthy citizens have urged Congress to reject a plan by the new Bush administration to phase out taxes on estates and gifts by 2009. ~. Mr Buffett, who himself did not sign the petition because he thought it did not go far enough, said that repealing the estate tax would be a "terrible mistake". It was like "choosing the 2020 Olympic team by picking the eldest sons of the gold-medal winners in the 2000 Olympics". Removing the tax would lead to the creation of an "aristocracy of wealth" instead of a meritocracy, he added.
  226. ^ Jim Snyder (November 15, 2007). "Buffett tells Senate Finance panel 'dynastic' wealth on the rise in U.S." The Hill. Diarsipkan dari asli tanggal November 20, 2007.
  227. ^ Berlau, John (August 23, 2004). "Buffetted. The Sage of Omaha loves the estate tax – as well he might". National Review. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 26, 2021. Diakses tanggal April 3, 2016. Yet the parallel question is never asked: Would these tycoons benefit from the more interventionist government policies advocated by Kerry and the Democrats? A look at Buffett's holdings shows that in at least one case, that of the estate tax, the answer is a strong yes.
  228. ^ Ackman, Dan (October 11, 2004). "America, The Casino Nation". Forbes. Diarsipkan dari asli tanggal April 13, 2008. Diakses tanggal May 20, 2008.
  229. ^ Buffett, Warren (May 1977). "How Inflation Swindles the Equity Investor". Fortune.
  230. ^ "3 Things Warren Buffett has said about gold". NASDAQ. Diakses tanggal 2025-08-06.
  231. ^ Fitzgerald, Maggie (August 17, 2020). "Barrick Gold's stock soars after Buffett's Berkshire reveals stake". CNBC.
  232. ^ https://books.google.co.uk/books?id=narZAAAAMAAJ&q=Berkshire+hathaway
  233. ^ "Shareholder Proposal Regarding Berkshire's Investment In PetroChina" (PDF). Berkshire Hathaway. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal May 28, 2008. Diakses tanggal May 20, 2008.
  234. ^ "Warren Buffett's 500% Return from BYD: The Show Just Begun?". ChinaStakes. Diarsipkan dari asli tanggal September 6, 2009. Diakses tanggal September 16, 2009.
  235. ^ Burrough, Bryan; Helyar, John (1990). Barbarians at the Gate: The Fall of RJR Nabisco. New York: Harper & Row. ISBN 0-06-016172-8.
  236. ^ Jenell Wallace (April 25, 1994). "Warren Buffett Cools on His Attraction to Tobacco Business". Legacy Tobacco Documents Library, University of California San Diego Library. Bloomberg. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal August 30, 2010. Diakses tanggal March 17, 2009.
  237. ^ "Utah Petition Encouraging Energy Diversification" (PDF). Public Service Commission of Utah. July 28, 2007. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal October 9, 2013.
  238. ^ Josh Funk (May 3, 2008). "Buffett again rebuffs advocates who want Klamath dams out". USA Today. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 18, 2011. Diakses tanggal September 18, 2017.
  239. ^ Tucker, S. Craig (May 1, 2009). "Klamath Dam Removal Advocates Call on Buffett's Company To Close the Deal, Remove Klamath Dams". California Sportfishing Protection Alliance. Karuk Tribe. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal December 1, 2020. Diakses tanggal October 9, 2020.
  240. ^ "Warren Buffett, Fuzzy Math And Stock Options ". The Washington Post. July 6, 2004. hlm. A19. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 6, 2008. Diakses tanggal May 23, 2010.
  241. ^ Buffett, Warren E. (July 24, 2002). "Warren E. Buffett, Who Really Cooks the Books?". The New York Times. Diarsipkan dari asli tanggal October 21, 2008. Diakses tanggal May 23, 2010.
  242. ^ "Buffett on Facebook and Google: hard to estimate future value". Chicago Sun-Times. Associated Press. May 7, 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 1, 2013. Diakses tanggal May 7, 2012.
  243. ^ "Buffett on cryptocurrencies: 'I can say almost with certainty that they will come to a bad ending'". CNBC. January 10, 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 20, 2018. Diakses tanggal January 11, 2012.
  244. ^ Li, Yun (June 29, 2021). "Warren Buffett says the pandemic has had an 'extremely uneven' impact and is not yet over". CNBC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 30, 2021. Diakses tanggal June 30, 2021.
  245. ^ "Warren Buffett's first nationwide TV appearance". marketwatch.com. May 4, 2024.
  246. ^ "Warren Buffett would like to clarify something about his 'Entourage' cameo". finance.yahoo.com (dalam bahasa American English). April 21, 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 28, 2021. Diakses tanggal December 15, 2020.
  247. ^ a b c d e f Del Jones, "Book titles like to play the Warren Buffett name game," Diarsipkan October 18, 2011, di Wayback Machine. USA Today, October 22, 2008.
  248. ^ Buffett, Warren (2008). The Essays of Warren Buffett: Lessons for Corporate America, Second Edition. Compiled by Lawrence Cunningham. The Cunningham Group. ISBN 978-0-9664461-2-8.
  249. ^ Pysh, Preston (September 15, 2011). Warren Buffett's Three Favorite Books: A guide to the Intelligent Investor, Security Analysis, and the Wealth of Nations. Pylon Publishing Company. ISBN 978-0-98296-762-1.
  250. ^ Hagstrom, Robert G. (2005). The Warren Buffett Way. Miller, Bill R.; Fisher, Ken. Hoboken, N.J.: John Wiley. ISBN 0-471-74367-4.
  251. ^ Schroeder, Alice (2008). The Snowball: Warren Buffett and the Business of Life. Bantam Dell Pub Group 2008. ISBN 978-0-553-80509-3.
  252. ^ Janet Maslin, "Books of The Times: The Richest Man and How He Grew (and Grew His Company, Too)," Diarsipkan February 19, 2017, di Wayback Machine. The New York Times, September 28, 2008.
  253. ^ Buffett, Mary; Clark, David (June 8, 1999). Buffettology: The Previously Unexplained Techniques That Have Made Warren Buffett The World's Most Famous Investor. Scribner. ISBN 978-0-684-84821-1.
  254. ^ Lowe, Janet (August 31, 2007). Warren Buffett Speaks: Wit and Wisdom from the World's Greatest Investor. Wiley. ISBN 978-0-470-15262-1.
  255. ^ Train, John (1987). The midas touch: the strategies that have made Warren Buffett America's pre-eminent investor. New York: Harper & Row. ISBN 978-0-06-015643-5.
  256. ^ Kilpatrick, Andrew (2008). Of Permanent Value: The Story of Warren Buffett/2008 Cosmic Edition/2 volumes. Andy Kilpatrick Publishing Empire (AKPE). ISBN 978-1-57864-455-1.
  257. ^ Reese, John P.; Jack Forehand (2009). The Guru Investor: How to Beat the Market Using History's Best Investment Strategies. Wiley. ISBN 978-0-470-37709-3.

Bacaan lanjutan

sunting
  • Schwartz, Mattathias (January 2010). "The Church of Warren Buffett". Harper's. Vol. 320, no. 1916. hlm. 27–35. Diakses tanggal July 14, 2013.
  • Rojas, Claudio R. (2014). "An Indeterminate Theory of Canadian Corporate Law". University of British Columbia Law Review. 47 (1): 59–128 ("The author's perspective on Berkshire Hathaway's investment philosophy was informed by discussions with Warren Buffett in Omaha, Nebraska": pp. 59, 122–124). SSRN 2391775.
sunting
Gelar kehormatan
Didahului oleh:
Ingvar Kamprad
World's richest person
?–1995
Diteruskan oleh:
Bill Gates
Didahului oleh:
Bill Gates
World's richest person
2008–2009

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Komisi Warren

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Warren Commission. Warren Commission Report (Full Text) Warren Commission Hearings (Full Text) Assassination Records

Pembunuhan John F. Kennedy

Warren Commission Hearings. Testimony of Mrs. John F. Kennedy, Warren Commission Hearings. Testimony of Mrs. John Bowden Connally, Jr, Warren Commission Hearings

John F. Kennedy

to him reported Lee Oswald claiming innocence (film), Youtube.com Warren Commission Hearings, vol. 20, p. 366, Kantor Exhibit No. 3—Handwritten notes

Rekaman Dictabelt pembunuhan John F. Kennedy

Theory Diarsipkan 2008-08-29 di Wayback Machine., 1979. Warren Commission Hearings, Commission Exhibit 705, Radio log of channel 1 of the Dallas Police

Lee Harvey Oswald

Serikat di Moskow ke Departemen Luar Negeri, Warren Commission Hearings, vol. 18, p. 98, CE 908 Warren Commission Hearings, CE 780, Dokumen dari berkas Korps

Abraham Zapruder

C.: Warren Commission Hearings. Diakses tanggal May 11, 2018. "Testimony of Mrs. George S. de Mohrenschildt". History Matters: Warren Commission Hearings

Autopsi John F. Kennedy

ISBN 9780025718708. President John F Kennedy Assassination Report of the Warren Commission (Report). 2004. ISBN 0974776912. Sibert/O'Neill FBI autopsy report

Badge Man

xlii. Bugliosi (2007), p. 885. Warren Commission Hearings, Volume VI, pp. 296–302. Report of the President's Commission on the Assassination of President