Banyak orang etnis Tionghoa telah tinggal di Indonesia selama berabad-abad. Seiring berjalannya waktu, terutama di bawah tekanan sosial dan politik selama era Orde Baru, sebagian besar Tionghoa-Indonesia telah mengadopsi nama-nama yang lebih sesuai dengan bahasa lokal.[1] Ding

Sejarah marga Tionghoa-Indonesia

sunting

Era kolonial hingga tahun 1965

sunting

Pada masa penjajahan Belanda, pemerintah kolonial Belanda mencatat nama-nama Tionghoa dalam akta kelahiran dan dokumen hukum lainnya dengan menggunakan konvensi ejaan yang diadopsi, yang pada dasarnya didasarkan pada bahasa Hokkien (Min Selatan), yaitu bahasa yang digunakan mayoritas imigran Tionghoa di Hindia Belanda. Para administrator mencatat nama-nama tersebut dengan ejaan bahasa Belanda yang paling mendekati pengucapan dalam bahasa Hokkien, yang kemudian disederhanakan ke dalam Ejaan Van Ophuijsen.[2]

Hal serupa juga terjadi di Malaya Britania Raya, di mana pejabat kolonial Inggris mencatat nama-nama Tionghoa menggunakan ejaan dalam bahasa Inggris. Perbedaan ejaan nama antara British Malaya dan Hindia Belanda disebabkan oleh perbedaan sistem ejaan antara bahasa Inggris dan Belanda untuk bunyi yang sama. Selain itu, karena pada masa itu belum ada standar romanisasi untuk bahasa Hokkien, beberapa nama yang ditulis dengan huruf Latin juga menunjukkan variasi.

Marga dalam Pฤซnyฤซn dan Aksara Han Tradisional Peฬh-ลe-jฤซ Jyutping Malaya Britania Hindia Belanda
Chรฉn (้™ณ) Tan Can4 Chan, Tan Tan, Tjan
Guล (้ƒญ) Keh, Kok Gwok3 Kok, Kuok, Quek Kwee, Kwek, Kwik, Que
Huรกng (้ปƒ) Uin, Ng Wong4 Ooi, Wee, Wi Oei, Oey
Lว (ๆŽ) Li Lei5 Lee, Li Lie
Liรกng (ๆจ‘) Liang Loeng4 Leong Liang, Liong
Lรญn (ๆž—) Lem, Lim Lam4 Lim, Ling Liem
Yรกng (ๆฅŠ) Iang, Iun Joeng4 Yeoh Jouw, Njoo
Zhฤng (ๅผต) Tiang, Tioโฟ, Tiuโฟ Zoeng1 Teoh Teh, Teo

Konvensi ejaan tersebut tetap bertahan selama masa pendudukan Jepang (1942โ€“1945), hingga masa kemerdekaan Indonesia (1945) dan pengakuan kedaulatan oleh pemerintah Belanda (1949). Karena pemerintah Indonesia yang merdeka mewarisi sistem hukum Belanda, konvensi ejaan ini pun masih digunakan hingga tahun 1965, pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

Pemerintah Indonesia kemudian mulai mengubah sistem ejaan bahasa Indonesia untuk menyelaraskannya dengan ejaan yang digunakan dalam bahasa Melayu di Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam,[3] pertama kali melalui Ejaan Soewandi yang diperkenalkan pada tahun 1947, dan kemudian melalui Ejaan yang Disempurnakan yang diresmikan pada tahun 1972. Perubahan-perubahan tertentu dapat diidentifikasi dalam sistem ejaan yang diperbarui ini. Misalnya, โ€œoeโ€ yang dipengaruhi oleh ejaan Belanda diubah menjadi โ€œuโ€, mengikuti pengaruh ejaan dalam bahasa Inggris. Selain itu, huruf โ€œjโ€ dalam gaya Belanda mengalami pergeseran menjadi โ€œyโ€ seperti dalam bahasa Inggris. Akibatnya, terjadi perubahan dalam ejaan nama keluarga; contohnya, nama keluarga Lie menjadi Li, Loe menjadi Lu, Njoo menjadi Nyoo, dan Oei menjadi Wi.

1966โ€“1998

sunting

Setelah naiknya Suharto ke tampuk kekuasaan, pemerintah Indonesia memperkenalkan serangkaian kebijakan yang mendiskriminasi masyarakat Tionghoa. Salah satunya adalah 127/U/Kep/12/1966 yang menganjurkanโ€”bahkan secara kuat mendorongโ€”warga keturunan Tionghoa untuk mengadopsi nama-nama yang terdengar lebih Indonesia, dan meninggalkan sistem penamaan tradisional Tionghoa.[4] Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengasimilasi kelompok minoritas Tionghoa, yang didorong oleh tekanan politik dan sosial pada masa itu.

Banyak warga Tionghoa Indonesia melaporkan bahwa mereka mengganti nama karena โ€œanjuranโ€ pemerintah, meskipun dalam praktiknya mereka merasa terpaksa melakukannya karena iklim ketakutan dan tekanan yang menyertai. Sebagian lainnya memilih untuk mengikuti kebijakan tersebut secara sukarela, meski tidak sepenuhnya bebas dari tekanan.[5]

Meskipun periode asimilasi paksa ini terjadi, banyak anggota diaspora Tionghoa-Indonesiaโ€”khususnya mereka yang bermigrasi ke negara-negara seperti Belanda, Jerman, dan Amerika Serikatโ€”tetap mempertahankan nama keluarga Hokkien asli mereka. Beberapa orang bahkan memiliki keberanian untuk mempertahankan nama Tionghoa mereka selama masa pemerintahan Suharto (seperti Kwik Kian Gie; ้ƒญๅปบ็พฉ), sementara yang lain mungkin tidak mengganti nama karena enggan menghadapi kerumitan birokrasi yang menyertainya.

2000โ€“sekarang

sunting

Setelah pengunduran diri Suharto dari kursi kepresidenan, pemerintahan berikutnya mencabut larangan bagi etnis Tionghoa untuk berbicara dan mempelajari bahasa Tionghoa di ruang publik. Penggunaan nama keluarga Tionghoa asli pun tidak lagi dianggap tabu, meskipun hanya sebagian kecil yang memutuskan untuk kembali menggunakan nama-nama Hokkien asli atau mengadopsi ejaan, pengucapan, dan romanisasi bahasa Mandarin (pฤซnyฤซn). Sebagai contoh, penulis Maria Audrey Lukito secara resmi mengganti namanya menjadi Audrey Yu Jia Hui (ไฟžไฝณๆ…ง).[6][7]

Sebagian individu tetap mempertahankan nama Indonesia mereka karena sejumlah alasan: kekhawatiran terhadap masih adanya isu rasial, keyakinan bahwa penutur non-Tionghoa akan kesulitan melafalkan nama mereka, kebiasaan yang terbentuk sejak era Orde Baru, hilangnya kemampuan berbahasa Tionghoa dalam keluarga, anggapan bahwa nama Tionghoa lebih bermakna jika ditulis dalam hร nzรฌ, atau karena memang belum pernah kepikiran saja.[8][9][10]

Banyak warga Tionghoa Indonesia yang lahir pada masa Orde Baru, terutama sekitar tahun 2000 hingga 2003, justru lebih menyukai nama-nama yang terdengar kebarat-baratan. Preferensi ini didorong oleh berbagai alasan: beberapa nama terkait dengan kekristenan,[11] sementara yang lain dipilih karena dianggap lebih modern, trendi, dan mudah dikenali secara internasional. Nama-nama Indonesia kerap dianggap terlalu umum, kuno, atau kurang bergaya. Selain itu, nama Barat dinilai memberikan lebih banyak pilihan, lebih mencerminkan pengaruh global, dan sejalan dengan aspirasi akan identitas internasional.[8][12] Ada pula anggapan bahwa bahasa Indonesia kurang memiliki kosakata ekspresif untuk menyampaikan makna yang mendalam dalam sebuah nama, sehingga nama-nama Barat dianggap sebagai alternatif yang lebih menarik.[9][10]

Pendekatan dalam mengadopsi nama yang bernuansa Indonesia

sunting

Terdapat berbagai strategi yang digunakan untuk memperoleh nama yang terdengar seperti nama Indonesia. Sebagian besar nama dibentuk dari suku kata nama keluarga Hokkien yang dikombinasikan dengan awalan atau akhiran dalam bahasa Barat atau Indonesia, sehingga menghasilkan banyak nama yang terdengar eksotis. Namun, terdapat pula metode alternatif yang digunakan. Akibatnya, individu-individu dengan marga Tionghoa yang sama bisa saja mengadopsi nama-nama Indonesia yang berbeda-beda.[1][13]

Selain itu, karena pada masa lalu belum ada regulasi yang mengatur jumlah nama dalam dokumen resmi, beberapa warga Tionghoa Indonesia mungkin hanya memiliki nama pemberian yang terdengar seperti nama Indonesia tanpa disertai nama keluarga. Hal ini baru diatur secara resmi pada tahun 2022 melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 73 Tahun 2022, yang mewajibkan setiap warga negara Indonesia memiliki paling sedikit dua kata dalam nama resmi mereka.

Mengadopsi nama depan bernuansa Indonesia sambil mempertahankan marga Tionghoa

sunting

Salah satu strategi yang digunakan dalam pembuatan nama Indonesia adalah dengan mempertahankan marga Tionghoa sebagaimana adanya, namun memberikan nama pemberian yang terdengar seperti nama Indonesia. Penempatan marga Tionghoa tersebut dapat bervariasi, mengikuti urutan penamaan Barat maupun Tionghoa. Metode yang paling umum adalah mengadopsi nama depan yang terdengar Indonesia, disertai nama belakang bergaya Indonesia yang unsur-unsurnya berasal dari marga Tionghoa mereka. Dalam beberapa kasus, ejaan fonetik dari marga tersebut digunakan sebagai pengganti ejaan aslinya, kemungkinan untuk memudahkan pelafalan atau pembacaan bagi penutur non-Tionghoa.

Dalam kasus di mana urutan penamaan Barat diikuti, marga ditempatkan di akhir nama. Misalnya, Sofyan Tan menempatkan marganya, Tan (้™ณ), di akhir nama. Individu lain yang menggunakan pendekatan ini termasuk Clara Ng, Felix Siauw, Stephen Tong, dan Warren Hue. Contoh perubahan ejaan berbasis fonetik dapat dilihat pada nama Teddy Yip, yang mengubah ejaan marganya dari Jap (่‘‰) menjadi Yip.

Sebaliknya, individu yang tetap mengikuti tradisi penamaan Tionghoa menempatkan marga di awal nama. Contohnya, Ong Yenny dan Lie A. Dharmawan menempatkan marga mereka, masing-masing Ong (็Ž‹) dan Lie (ๆŽ), di awal nama lengkap mereka. Contoh lain dari perubahan ejaan fonetik terlihat pada Leo Suryadinata, yang mengubah marganya dari Liauw (ๅป–) menjadi Leo.

Menambahkan unsur bernuansa Indonesia ke dalam marga Tionghoa

sunting

Pendekatan yang paling umum dalam mengadopsi nama yang terdengar seperti nama Indonesia adalah dengan menambahkan nama depan (first name) yang dipadukan dengan nama belakang bergaya Indonesia yang mengandung unsur dari marga Tionghoa mereka. Proses ini mencakup penambahan unsur nama Indonesia melalui teknik fonologis seperti paragoge (penambahan bunyi di akhir), prostesis (penambahan bunyi di awal), dan epentesis (penyisipan bunyi di antara dua suku kata).[9][14] Penting untuk dicatat bahwa metode ini tidak melibatkan perubahan ejaan marga aslinya, sehingga marga tetap dipertahankan dalam bentuk aslinya.

Dalam konteks paragoge, warga Tionghoa Indonesia mengadopsi nama belakang yang terdengar Indonesia dengan menambahkan akhiran pada marga Tionghoa mereka. Contohnya, Kimun Ongkosandjojo menggabungkan marganya Ong (็Ž‹) dengan akhiran "-kosandjojo", yang berarti โ€œpembawa kemenanganโ€. Contoh lain berupa Lukita dari marga Lu (ๅ‘‚), sebagaimana digunakan oleh Enggartiasto Lukita, serta Tanoto dari marga Tan (้™ณ), seperti yang digunakan oleh Sukanto Tanoto.

Dalam teknik prostesis, awalan yang terdengar Indonesia ditambahkan langsung ke depan marga Tionghoa. Contohnya dapat ditemukan pada nama Taslim dan Nursalim untuk marga Lim (ๆž—), sebagaimana terlihat pada Joe Taslim dan Cherie Nursalim.

Metode lainnya adalah dengan mempertahankan marga Tionghoa dan menyisipkannya di antara dua suku kata Indonesia sebagai epentesis. Contoh dari metode ini termasuk Sasongko dari marga Ong (็Ž‹) dan Johanes dari marga Han (้Ÿ“).

Dalam beberapa kasus, pendekatan ini digunakan dengan menempatkan marga di awal nama lengkap, mengikuti urutan penamaan Tionghoa. Misalnya, Loekito Sudirman menempatkan Loekito, yang berasal dari marga Loe (ๅ‘‚), di depan nama pemberiannya, Sudirman.[15]

Menambahkan unsur bernuansa Indonesia ke dalam ejaan fonetik dari marga Tionghoa

sunting

Nama keluarga Tionghoa sering kali dikombinasikan dengan nama-nama yang terdengar seperti nama Indonesia melalui modifikasi kecil terhadap marga Tionghoa tersebut. Proses ini umumnya melibatkan adopsi ejaan fonetik.[9] Mirip dengan metode penggabungan nama Indonesia secara langsung ke marga Tionghoa, teknik epentesis juga sering digunakan.[14] Metode ini merupakan pendekatan yang paling umum dipakai.[1]

Salah satu contoh yang menggambarkan metode ini adalah Eka Tjipta Widjaja, yang membentuk nama marganya dengan menggabungkan marga Oei (้ปƒ) secara fonetik menjadi โ€œWi-โ€ sebagai paragoge, kemudian menambahkan akhiran โ€œ-djajaโ€ yang berarti โ€œkemenanganโ€. Pendekatan ini banyak digunakan oleh individu dengan marga Oei (้ปƒ) dan Wei (้ญ), sehingga melahirkan berbagai nama belakang yang diawali dengan โ€œWi-โ€, seperti Wijaya, Winata, dan Wiyoko.

Contoh lainnya termasuk Danandjaja sebagai representasi fonetik dari marga Tan (้™ณ), digunakan oleh James Danandjaja; Pangestu, digunakan oleh Prayogo Pangestu dan Mari Pangestu, berasal dari marga Phang (ๅฝญ) dan Phang (้ฆฎ); serta Muljoto sebagai bentuk fonetik dari marga Njoo (ๆฅŠ), yang digunakan oleh penyanyi Agnez Mo.[9][16]

Mengadopsi marga Indonesia asli

sunting

Selama masa pemerintahan Suharto, beberapa keluarga Indonesia diketahui memberikan nama keluarga mereka kepada warga Tionghoa guna mempermudah proses perubahan nama.[1] Sebagai alternatif, sebagian warga Tionghoa Indonesia memilih untuk mengadopsi nama belakang Indonesia yang sesungguhnya sebagai upaya untuk lebih berasimilasi dengan kelompok etnis di sekitarnya.[17] Misalnya, nama belakang Lembong yang berasal dari etnis Minahasa[18] digunakan oleh Tom Lembong, yang memiliki marga Ong (ๆฑช).[19] Ayah Lembong diketahui tinggal di Manado, yang merupakan tanah leluhur masyarakat Minahasa, sehingga ada kemungkinan bahwa adopsi nama belakang Indonesia ini dipengaruhi oleh faktor geografis atau kedekatan dengan komunitas etnis setempat.[20] Contoh lain dari fenomena serupa adalah nama belakang Afaratu yang berasal dari Maluku. Awalnya hanya digunakan oleh individu dari etnis Tanimbar di Kepulauan Maluku, nama belakang ini belakangan juga ditemukan di kalangan warga Tionghoa Indonesia yang berasal dari keturunan Hokkian.[21] Perlu dicatat bahwa fenomena ini berbeda dengan pengambilan nama belakang Indonesia akibat perkawinan antar-etnis.

Contoh individu yang menggunakan metode Ini
Nama Tionghoa Peฬh-ลe-jฤซ Nama Indonesia Marga Indonesia yang diadopsi

dan kelompok etnis terkait[18]

Lo Siang Hien (็พ…็ฅฅ่ˆˆ) Lรด Siรดng Hin Lo Siang Hien Ginting Ginting, Batak Karo
Ng Iau Han (้ปƒ่€€ๆผข) Nฬ‚g Iฤu Hร n Efendi Hansen Ng Sinulingga[22] Sinulingga, Batak Karo
Ong Joe San (ๆฑชๅ‹ๅฑฑ) Ong Iรบ San Eddie Lembong[23] Lembong, Minahasa
Ong Lian Wang (ๆฑช้€ฃๆ—บ)[19] Ong Liรขn ลŒng Thomas Trikasih Lembong Lembong, Minahasa
Tjan Tjoen Hok (ๆ›พๆ˜ฅ็ฆ)[24] Chan Chhun Hok Harry Tjan Silalahi Silalahi, Batak Toba
Tjoa Ah Hing (่”กไบž่ˆˆ)[25] Chhรฒa A Hin Tony Sumampau Sumampau, Minahasa
Tjoa Ah Sjan (่”กไบž่ฒ)[25] Chhรฒa A Sรชng Jansen Manansang Manansang, Sangir

Menerjemahkan nama depan atau nama keluarga mereka

sunting

Dalam strategi ini, individu menerjemahkan nama Tionghoa merekaโ€”baik nama pemberian maupun margaโ€”ke dalam bahasa Indonesia, bahasa daerah di Indonesia, atau nama-nama umum yang tidak berasal dari budaya Tionghoa namun lazim digunakan di Indonesia, seperti nama-nama yang dipengaruhi oleh bahasa Arab atau Sanskerta. Sebagai contoh, Sofjan Wanandi menerjemahkan marganya, Liem (ๆž—), yang berarti โ€œhutanโ€, ke dalam kata Jawa Kuno โ€œwanaโ€. Ia kemudian menambahkan akhiran โ€œ-ndiโ€, sehingga terbentuklah nama belakang Wanandi.[26]

Dalam sebuah artikel surat kabar tahun 1967 yang kini diarsipkan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, terdapat panduan yang menganjurkan penggunaan kata-kata dalam bahasa Indonesia sebagai nama baru bagi warga Tionghoa Indonesia. Artikel tersebut memberikan terjemahan langsung dari makna kata dalam bahasa Tionghoa, sehingga menghasilkan berbagai nama alternatif yang dapat diadopsi oleh masyarakat keturunan Tionghoa. Sebagai contoh, individu dengan nama Kok (ๅœ‹), yang berarti โ€œnegaraโ€, mungkin mengadopsi nama dengan padanan dalam bahasa Indonesia seperti โ€œNegaraโ€. Demikian pula, mereka yang memiliki nama Ong (็Ž‹), yang berarti โ€œrajaโ€, dapat memilih nama-nama yang berhubungan dengan kata โ€œrajaโ€ atau โ€œratuโ€.

Hanya menyertakan nama depan Tionghoa dalam nama yang terdengar seperti bahasa Indonesia

sunting

Dalam pendekatan ini, marga biasanya dihilangkan sepenuhnya, sementara setidaknya satu dari nama pemberian individu tetap dipertahankan. Ketika kedua nama pemberian dimasukkan ke dalam nama yang terdengar seperti nama Indonesia, perubahan ejaan yang cukup signifikan dapat terjadi, tetapi pelafalannya umumnya tetap sama atau mirip.[14]

Yang paling umum, keseluruhan nama pemberian Tionghoa seseorang digunakan dalam nama Indonesianya. Sebagai contoh, Mochtar Riady mengadaptasi nama pemberiannya, Lie Mo Tie (ๆŽๆ–‡ๆญฃ), dengan mengubah โ€œMoโ€ menjadi โ€œMoch-โ€ dan โ€œTieโ€ menjadi โ€œ-tarโ€ dalam nama Indonesianya, sementara marganya tidak digunakan. Demikian pula, Teddy Jusuf menggunakan nama pemberian Tionghoanya, Him Tek Jie (็†Šๅพทๆ€ก), dengan mengubah โ€œTekโ€ menjadi โ€œTed-โ€ dan โ€œJieโ€ menjadi โ€œ-dyโ€.

Dalam kasus yang lebih jarang, hanya satu dari nama pemberian Tionghoa yang dimasukkan ke dalam nama Indonesia. Misalnya, Christiandy Sanjaya hanya mengambil โ€œSanโ€ dari nama Tionghoanya, Bong Hon San (้ปƒๆผขๅฑฑ; Nฬ‚g Hร n Suann), untuk digunakan dalam nama Indonesianya. Ia juga menambahkan akhiran โ€œ-jayaโ€ yang berasal dari bahasa Sanskerta dan berarti โ€œkemenanganโ€.

Mengadopsi Nama yang Terdengar Indonesia Tanpa Unsur dari Nama Tionghoa

sunting

Dalam beberapa kasus, nama Indonesia yang diadopsi sama sekali tidak memiliki kaitan dengan nama Tionghoa asli mereka. Sebagai contoh, nama Sutanto Djuhar tidak mengandung unsur apa pun dari nama Tionghoanya, Liem Oen Kian (ๆž—ๆ–‡้•œ; Lรฎm Bรปn Kรจng).

Contoh marga Tionghoa dan nama adopsinya bernuansa Indonesia

sunting

Tabel ini disusun berdasarkan urutan abjad menurut pฤซnyฤซn. Penting untuk dicatat bahwa tabel ini hanya mencakup ejaan yang didasarkan pada Ejaan yang Disempurnakan yang saat ini digunakan. Namun demikian, perlu diperhatikan bahwa beberapa nama keluarga mungkin muncul dalam varian ejaan lama, seperti Ejaan van Ophuijsen, atau dalam kombinasi antara sistem ejaan lama dan yang baru. Sebagai contoh, nama keluarga Wijaya dapat dieja sebagai Widjaja, Widjaya, atau dalam kasus yang lebih jarang, Oeidjaja. Demikian pula, nama Sujatmiko dapat ditemukan dalam bentuk Soedjatmiko atau Sudjatmiko.

Marga dan Pinyin Hokkian dan Tiochiu Kanton Hakka Hindia Belanda Adaptasi yang terdengar Indonesia
ๅฎ‰ (ฤ€n) An, Ang, Oan, Uan On On An, Ngon Anandra,[27] Ananta,[27] Andy,[27] Anita,[27] Hadi[23]
็™ฝ (Bรกi) Beh, Peeh, Peh, Pek, Piak Baak, Bak Phak Pee, Peh, Pek Fatimah,[28] Pekasa,[29] Pekerti,[29] Peris,[29] Purnomo,[15] Wongsorejo[23]
้ฎ‘ (Bร o) Bao, Pรขu Baau, Bau Pau Pou, Pouw Pualam,[29] Purnama,[29] Sastrajaya[23]
่ฒ (Bรจi) Bue, Bui, Poe Boi, Bui Bi, Pi Pui Sudarto[30]
่”ก (Cร i) Chhai, Chhoa, Cua Coi, Toi Chhai Tjhai, Tjhoa, Tjhoea, Tjhoi, Tjhua, Tjo, Tjoa, Tjoea, Tjua Agustin,[1] Anthony,[15] Budianto,[30] Cahya,[29] Cahyadi,[27] Cahyo,[27] Ceha,[28] Cohara,[27] Cuaca,[15] Cuandi,[29] Effendy,[15] Halim,[23] Harjamulya,[28] Irman,[30] Joakin,[29] Manansang,[23] Muliawan,[30] Satyawardaya,[23] Sujono,[15] Sulaiman,[28] Sunarso,[1] Surya,[30] Tirtakusuma,[30] Wonowijoyo[23]
ๆ›น (Cรกo) Cao, Cho Cou, Tau Chho Djau, Jau, Jauw, Tjo, Tjou Cokro,[1] Cokroraharjo,[29] Jasa,[15] Laksamana,[15] Sarana,[30] Susanto,[30] Vonco[29]
ๅธธ (Chรกng) Siang, Sien, Sion, Siong, Siun Siang, Soeng Song Song Kristian,[15] Sukma[31]
้™ณ (Chรฉn) Cing, Dang, Ding, Tan, Tin, Ting Can, Cin Chhun Tan, Tjan, Tjhin Adil,[28] Amin,[23] Ananta,[23] Buana,[28] Buasan,[23] Budi,[28] Budianta,[28] Budiman,[23] Candinegara,[23] Chandra,[28] Chendra,[32] Chendriadi,[32] Cula,[28] Dananjaya,[23] Daritan,[29] Darmawan,[23] Dinata,[1] Gunawan,[15] Harjosusilo,[28] Hartanto,[29] Hartanu,[29] Hartono,[29] Haryono,[28] Hasan,[23] Hertanto,[29] Intan,[29] Irtanto,[15] Iskandar,[23] Ismanto,[23] Jonatan (Jonathan),[29] Kartajaya,[23] Kartanegara,[23] Karyadi,[28] Kinan (Kynan),[15] Lolita,[15] Lukman,[30] Marwoto,[28] Mawira,[28] Mulyono,[30] Pitoby,[30] Pohan,[15] Prawoto,[28] Raharjo,[23] Robida,[15] Santosa,[32] Santoso,[29] Satyadiningrat,[23] Setiabudi,[23] Setianto,[28] Setiawan,[29] Setyodiningrat,[28] Suhartono,[15] Sukowiyono,[23] Sumanto,[23] Sumantri,[30] Sumardi,[15] Susanto,[15] Susastro,[33] Sutanto,[34] Sutanu,[23] Sutiarto,[30] Sutyanto,[23] Tabaluyan,[28] Tanadi,[29] Tanamal,[1] Tanandar,[29] Tanardo,[29] Tanasal,[29] Tanaya,[29] Tandanu,[29] Tandi (Tandy),[15][29] Tandiari,[15] Tandika,[29] Tandiono,[23] Tandoko,[29] Tandubuana,[29] Tandyawasesa,[30] Tanesha,[29] Tania,[29] Tanizal,[29] Tanjiria,[29] Tanjung,[29] Tanojo,[29] Tanoto,[23] Tansil (Tanzil),[15][35] Tanta,[15] Tantama,[29] Tanti,[1] Tanto,[27] Tantomo,[29] Tantra,[1] Tanu,[29] Tanubrata,[29] Tanudisastro,[29] Tanujaya,[28][23] Tanumiharja,[29] Tanusaputra,[29] Tanusudibyo,[23] Tanutama,[29] Tanuwibowo,[30] Tanuwijaya,[27] Taslim,[36] Thamrin,[30] Tirtasana,[29] Viriyanto,[15] Wijaya,[28] Winarta,[23] Winata,[30][29] Wirahadi,[29] Young,[23] Tanlain,[30]Tandany,[30] Afaratu [30]
็จ‹ (Chรฉng) Teng, Thee, Theng, Thian, Tian Cing Chhang Seng, Sjiung, Thia, Thnia, Thian, Tjing Ali,[15] Andelma,[1] Sawahanto,[1] Sengani[27]
ๆˆ (Chรฉng) Chhian, Chian, Cian, Sian, Seng, Zian Cing, Sen, Seng, Siang, Sing Sang, Sun
ๅด” (Cลซi) Chhui, Cui Ceoi Chhui, Cui Tjoey Faustine[15]
ๆˆด (Dร i) Dai, Di, Do, Tai, Te, Ter, Ti Ai, Daai Tai Te, Tee, Thee Kinarto,[15] Patros,[23] Suteja,[29] Teja,[29][30] Tejamulia,[29] Tejarukmana,[29] Tejasukmana,[29] Tejokumoro,[29] Teriandy,[15] Thomas[15]
้„ง (Dรจng) Deng, Teng Ang, Daang Then Tang, Teng Ateng,[29] Tenggara,[29] Tengger,[29] Tranggono[29]
ไธ (Dฤซng) Deng, Teng Ding, En Ten Teng, Ting
่‘ฃ (Dว’ng) Dang, Dong, Tang, Tong Dung Dung, Tung Tang Lintang[15]
ๆœ (Dรน) Dou, To Dou, U Tu, Thu Tou, Touw Basri[15]
่Œƒ (Fร n) Hoan, Huam, Huang Faan Fam Fam, Hoan, Hwan, Van Famita,[29] Fandi,[29] Fania,[29] Handoko,[29] Hoana,[29] Hoanike,[29] Hoanita,[29] Hoanoto,[29] Limantara[29]
ๆ–น (Fฤng) Bang, Beng, Bung, Hng, Hong, Huang, Pang, Png, Puin Fong Fong Pheng, Phui, Poei, Poeij, Poeng, Poey Frans,[15] Pribadi,[29] Prihandi,[29] Pujiadi,[29] Yulia[15]
ๆˆฟ (Fรกng) Bang, Hong, Pang, Phong, Pong Fong Fong, Piong Phong, Pong
้ฆฎ (Fรฉng) Bang, Hong, Pang Fung, Fuung Phung Hoeng, Pang, Phang Arif,[23] Effendi,[28] Fangestu,[29] Fungestu,[29] Pangestu,[23] Wiliadinata[30]
็ฌฆ (Fรบ) Hu Fu Fu, Phu Hoe Hussy[15]
ๅ‚… (Fรน) Bou, Hu, Po Fu Fu Pou, Pouw Irawan,[23] Priyatna[30]
็”˜ (Gฤn) Gam, Kam, Kan Gam Kam Gam, Kam Gandimiharja,[1] Prayetno[15]
้ซ˜ (Gฤo) Gao, Go, Kau Gau, Gou Ko Ko, Kouw Koco,[28] Kosasih,[28] Saleh[23]
ๅค (Gว”) Khoe, Koo Khu, Ku Hioe, Hiu Kho, Koe, Koo, Kou, Kouw, Kow Basri,[1] Hendarta,[30] Iskandar,[15] Komar,[29] Kosasih (Khosasih, Khoosasi),[29] Kowara,[29] Kumala,[15] Kurnia,[29] Kurniadi,[29] Kurniawan,[29] Kusika,[29] Kusnadi,[29] Kusno,[30] Kusuma,[29] Nawing,[15] Suripto[28]
้—œ (Guฤn) Guang, Guen, Gueng, Koan, Koen, Kuin Gan, Gwaan Guan, Koan Khoan Johan,[1][15] Karlam,[30] Kasman,[30] Kosasih,[15] Raharjo[30]
้ƒญ (Guล) Guag, Gueh, Keh, Kerh, Koeh, Kok Gwok, Kok Kok Kho, Koe Kwee, Kwik, Kwok, Oe Cokrosaputro,[28][23] Darmawan,[15] Gunawan,[28][23] Kartawiharja,[27] Kasigit,[28] Kumala,[28] Kuncoro,[29] Kurnia,[28] Kurniawan,[29] Kusmita,[28] Kusnadi,[28] Kusuma,[23] Kusumawijaya,[29] Kusumo,[27] Mintarjo,[28] Paramitha,[28] Prasetyo,[28] Santoso,[28] Situwanda,[15] Somadi,[28] Susanto,[28] Valentina,[15] Winata[23]
้Ÿ“ (Hรกn) Han, Hang Hon Hon Han Burhan,[32] Handaya,[27] Handijaya,[29] Handoko,[29] Handoyo,[29] Hanggar,[32] Hanjaya,[29] Hanjoyo,[27] Hantoro,[27] Pernollo,[28] Suhandi[29]
ไฝ• (Hรฉ) Ho, Oa, Oey Ho Ho Ho, Hoo Hartono,[29]Hendra,[28] Hendrawan,[29] Hengky,[29] Herho,[29] Honoris,[23] Hosea,[15] Nugroho,[28] Setiawan,[23] Wijaya[15] Hamenda,[23]
่ณ€ (Hรจ) Ho Ho Fo, Ho Ho Martinus[15]
ๆดช (Hรณng) Ang, Hong Hung Fung Ang, Hoeng Aang,[28] Abraham,[29] Andyanto,[29] Angela,[29] Anggakusuma,[29] Anggawarsito,[29] Anggodo,[29] Anggono,[29] Anggoro,[29] Anggraini,[1] Anggriawan,[29] Angkadireja,[29] Angkasa,[29] Angkiat,[29] Angryanto,[29] Angsana,[32] Angwar,[1] Arbi,[28] Dharsono,[30] Rahmat,[30] Sanggalo,[29] Suryaatmaja,[28] Suryadi,[23] Sutarti,[15] Tahir,[37] Toindo,[1] Wahyudi,[28] Wardhana[28]
ๅ€™ (Hรฒu) Hao, Hau, Hio, Ho Hau Heu Hauw Minarto[30]
่ƒก (Hรบ) Ho, Hu, O, Ou Vu, Wu Fu Aw, Ou, Ouw Harsono,[23] Husino,[23] Syarifudin[15]
้ปƒ (Huรกng) Hong, Wang, Ui, Wong, Vong Wung Bong, Ng, Oei, Oeij, Oey, Ui, Wee, Whie, Wi, Wong Alianto,[15] Budiningsih,[1] Darmawan,[23] Darwis,[29] Fajrin,[23] Hadiwinata,[1] Hartono,[38]Jingga,[29] Kaliana,[23] Karim,[23] Kariman,[23] Marching,[23] Ngadiman,[29] Ngadimin,[29] Ngadimo,[29] Osteven,[30] Permatasari,[15] Rahmat,[28] Ridwan,[23] Sabu,[15] Sanjaya,[23] Secadiningrat,[28] Setiawan,[23] Sia,[28] Sugianto,[30] Sukowidono,[1] Sumanto,[23] Sumawi,[23] Supratikno,[23] Syarif,[30] Tumenggung,[28] Uray,[23] Usman,[30] Wahidin,[30] Wahyudi,[15] Wantah,[30] Wibisono,[23] Wibowo,[1][30] Widagdo,[1] Widiatmo,[29] Widodo,[1] Widyaningrat,[28] Widyono,[28] Wiguna,[28] Wiharja,[1][28] Wiharto,[1] Wijaya,[1][23] Wijayakusuma,[15] Wijoseno,[1] Wikarso,[15] Wikarta,[1] Willy (Willys),[29] Winardi,[29] Winarto,[29] Winata,[1][29] Winatan,[29] Windra,[29] Winoto,[29] Wiraatmaja,[29] Wiranata,[29] Wirya,[29] Wiryanto,[29] Wiryo,[29] Wiryono,[29] Wisanto,[29] Witular,[29] Wiyadi,[15] Wiyanarko,[29] Wiyono,[29] Wongkar,[29] Wuisan, [29] Wullur,[23]Afaratu [30] , Oetomo
้œ (Huรฒ) Hok Fok Vok Fok Darmadi[28]
็ด€ (Jว) Gi, Ki Geik Ki Ki, Kie, Tjhie, Tjie Barki,[23] Hadinata[39]
ๆฑŸ (Jiฤng) Gang, Kang Gong Kong Kang, Khiong, Kiang, Kong Kangean,[29] Konjaya,[15] Murni,[15] Sutomo,[28] Yahya[30]
้‡‘ (Jฤซn) Gim, Ging, Kem, Kim Gam, Gim Kim Keh, Tjing Kencanawati[28], Sugimin[1]
ๆŸฏ (Kฤ“) Gua, Kho, Ko, Koa O Kho Koa, Kua, Kwa, Kwaa Secakusuma,[28] Utomo,[23] Kwariawan
้„บ (Kuร ng) Kong, Kuang - Fong, Kwong Kuang Kondoh,[15] Kongdoro,[15] Mulya[30]
่ณด (Lร i) Lai, Lay, Loa, Lua, Nai, Noa Laai, Lai Lai, Lay Lai, Laij, Lay, Loa, Lua, Luo Irawan,[1] Laiherman,[29] Laimena,[29] Lainera,[32] Lais,[29] Laiyar,[32] Lasuk,[32] Lasuki,[29] Lohananta,[1] Lohanda,[1][23] Rasidin,[15] Sasmita,[15] Setiadi[30]
่˜ญ (Lรกn) Lan, Lang Laan Lan Lan Lany,[28] Liana[40]
้ปŽ (Lรญ) Le, Li, Loi Lai Lai, Li Laij, Le, Lee, Li Layendra,[15]

Lerebulan[15]

ๆŽ (Lว) Li Lei Li Lee, Li, Lie Adidarma,[28] Ali,[23] Aliwarga,[29] Boddhihiya,[28] Cahyo,[28] Darma,[23] Darmali,[29] Dipojuwono,[23] Elly,[15] Gozeli,[23] Gunawan,[23] Hakim,[30] Hidayat,[1] Kartikahadi,[28] Koty,[15] Kusumo,[30] Laksamanda,[29] Laksana,[29] Laksono,[29] Lamono,[29] Lamsano,[29] Lanandi,[29] Ledesma, Leman,[1] Lemandau,[29] Lemanjaya,[29] Lembata,[29] Leonardo,[29] Lesmana,[29] Lianto,[29] Liberman,[29] Libriani,[1] Licindo,[29] Licharli,[29] Lidarto,[29] Lieus,[28] Lika,[30] Likhwan,[15] Liman (Lyman),[1][23] Limantika,[29] Limanto,[41] Limena,[29] Linata,[29] Listiohadi,[29] Litelnoni,[23] Livai,[29] Liyanto,[23] Liyono,[29] Mahatirta,[30] Meirobi,[15] Mulia,[1] Muliono,[1] Mulyadi,[15] Mursali,[1] Muslina,[1] Nauli,[29] Pujianto,[28] Ramali,[29] Ramli,[29] Riady,[23] Romuli,[29] Rusli,[30] Sadeli,[23] Sarumaha,[15] Sujatmiko,[23] Sulistio,[1] Suparmin,[30] Suryono,[23] Suwondo,[23] Wahyadiyatmika,[15] Winarko,[15] Wiraatmaja,[28] Wuisan,[23] Yahya,[28] Yulianto[29]
้€ฃ (Liรกn) Hian, Len, Liam, Lian, Liang, Lieng Len, Lin Lien Lem, Lian, Nie Lembang,[30] Lembong[15]
ๆจ‘, ๆข

(Liรกng)

Liang, Liong, Nien, No, Nion, Niu Liang, Loeng Liong Liang, Nio, Niouw Antonio,[29] Arif,[23] Dewi,[23] Graha,[15] Irawan,[15] Kurniawan,[42] Latif,[31] Liando,[29] Liangani,[29] Nagaria,[30] Nagazaki,[1] Neonardi,[29] Nurjaman,[29] Nurtani,[15] Nurtanio,[29] Rovanio,[29] Santosa,[23] Santoso[15]
้ผ (Liรกo) Liao, Liau, Liou Liau, Liu Liau Liao, Liauw Arfandy,[30] Leo,[30] Maulana,[15] Susanto[30]
ๅป– (Liร o)
ๆž— (Lรญn) Lem, Lim, Na, Nan Lam, Lim, Lem Lim Liem, Lim Abubakar,[15] Alim,[23] Baroleh,[29] Benly,[15] Budiharjo,[15] Candra (Chandra),[15] Condrowajoyo,[30] Durianto,[23] Halim,[23] Haliman,[29] Halimkusuma,[29] Harkata,[28] Herlambang,[15] Hidayat,[28] Jaya,[23] Juhar,[23][43] Kalona,[28] Kamil,[23] Karya,[23] Leman,[1] Liman,[29] Limandau,[29] Limandi,[29] Limansubronoto,[29] Limantara,[29] Limanto,[29] Limantoro,[29] Limarta,[29] Limawan,[29] Limasi,[15] Limiardi,[29] Limiarja,[29] Limiputra,[29] Limiyanti, Limiyanto (Limianto)[29] Limiyati,[29] Limyadi,[29] Linanto,[29] Linardi,[29] Linda,[15] Linus,[29] Lumenta,[29] Malik,[28] Matius,[44] Mulialim,[29] Mulyadi,[28] Mursalim,[29] Musalim,[1] Muslim,[29] Nastalim,[29] Nurimba,[23] 3,[29] Pribadi,[45] Raharja,[23] Ruslim,[29] Salim,[23] Sampurna,[23] Satyalim,[29] Setyadi,[28] Sidhunata,[28] Subrata,[15] Sugiarto,[23] Sugiharto,[15] Suharlim,[29] Sujatmiko,[23] Sulim,[1] Sulistio,[15] Sumitomo,[15] Sunasto,[28] Surya,[28] Suryana,[30] Susanto,[28] Sutanto,[28] Talim,[29] Talin,[29] Waworuntu,[30] Wijaya,[46] Witarsa,[23] Wono,[29] Yanto[28]
ๆทฉ (Lรญng) Leng Ling Leng Lin Thamlin[30]
ๅЉ (Liรบ) Lao, Lau, Liu Lau, Liu Liu Lao, Lau, Lauw, Law, Liew, Lioe Antonius,[15] Fernardo,[15] Harto,[28] Kabulloh,[30] Karyadi,[28] Lauvin,[29] Lawang,[29] Lawani,[23] Lawanto,[29] Lawardi,[29] Lawijaya,[1], Lawis (Lauwis),[29] Lawita,[1] Lawrence,[29] Laya,[29] Leo,[15] Lovin,[29] Lukito,[28] Meilinda,[36] Mulawarman,[29] Nuralan,[30] Pahlawan,[29] Prajoko,[15] Prasetyo,[28] Setiawan,[1] Wijaya,[23] Yahya,[23] Yanty[15]
ๆจ“ (Lรณu) Lau, Lio, Lo Lau, Leu Leu Lauw, Loe
็›ง (Lรบ) Lo, Lou, Lu Lou, Lu Lu Lou, Louw Wijaya[15]
้™ธ (Lรน) Lak, Leg, Liok, Log, Lok Luk, Luuk Liuk Liok, Liuk, Loek, Luk Lukali,[29] Lukita,[29] Lukito,[28] Lukman,[29] Lukmantoro,[29] Luwiharto[28]
ๅ‘‚ (Lวš) Le, Li, Lir, Lu Leoi, Lui Li Li, Loe, Loei, Lu Hamzah,[30] Lukita,[23] Lukito,[28] Luksono,[29] Lukmanto,[29] Luna,[29] Lunardy,[29] Lusanto,[29] Tirtakusuma[15]
็พ… (Luรณ) Lo Lo Lo Lo, Loh, Loo, Lou, Ro Lofunta,[1] Lokasari,[1] Lolang,[29] Louris,[29] Lukman,[15] Lumampauw,[15][36] Robert,[29] Robin,[29] Rohana,[29] Rohani,[29] Rosiana,[29] Rowanto,[29] Rowi,[29] Susilo,[30] Samalo[29]
้ฆฌ (MวŽ) Be, Bee, Bhe, Ma Ma, Maa Ma Be, Bhe, Ma, Mah Pangestu,

Wijaya/Widjaja[23], Musa/Moses, Maria, Matius/Matthew, Marc/Markus, Simon, Philips, Musk, Page, Ambani, Mars, Magnus, Charles/Karl, Martin, George, Mott, May/Mayer, Morgan, Moss, Moore, Marshall, Messi, Moreira, McCartney, MacArthur, Perry, Merkel/Mekel, Bach, Mozart, Murdoch, Muller, McMahon, Mossad/Massad, de lima, Quaresma, Moen, Carlos, Karel, Martel, Baldwin, Max/Maxwell, Umar/Omar, Mahmud, Ahmad, Mohammad/Muhammad, Malik, Amir, Amin, Masud, Mansur, Mustafa, Murad, Mehmed, Monroe, Morris/Norris, Murphy, Mcafee, Mclaren, Mercedez, Marty, McDonald, Mackenzie, Marriot, Maguire, Marlow, Bay, Batio/Baio, Maio, Mackay, Malone/Maloney, Mack, Marzuki, Malaka, Usmar, Mahendra, Sumaatmadja, Sumapradja, Sumadireja, Sumohardjo, Marina, Martha, Martina/Martini, Munir, Marsinah, Moestopo, Yamin/Djamin, Arif/Arifin, Maulana, Ma'ruf, Maramis, Amu, Mamu, Mamo, Supit, Mononutu, Maengkom, Mantik, Mantiri, Mamusung, Mamuaya, Mamoto, Mamahit, Mochtar/Muchtar, Madjid, Muis, Simar, Sukur/Syukur, Moron, Morton/Norton, Munaf/Moenaf, Maya/Maia, Maxim, Mahan, Mahen, Maher, Matilda, Masaid, McMoran, Mario, Murray, Mae, Mao, Woods, Mustaine, Modi, Mads, Moon, Sulendro[23]

้บฅ (Mร i) Beeh, Beh, Bek, Bheh, Biak Maak, Mak Mag, Mak Mak Syukur[15]
่Žซ (Mรฒ) Boh, Bok, Mog Mok Mok Bok, Moh, Mok Mocktar[23]
ๅ€ช (Nรญ) Ge, Ghoi, Ngi Ngai Nga Ge, Gee, Ngie, Nie Hidrayat[15]
ๆญ้™ฝ

(ลŒuyรกng)

Aoiang, Auiang, Auiong, Oiong Aujeong Euyong Auwjong, Auwyang, Ojong, Oyong Sidharta[28]
ๆฝ˜ (Pฤn) Phoan, Phun, Puan, Pung Pun Phan Bwa, Phan, Phnua, Phoa, Phoan, Phwa, Poen Bunardi,[15] Pandega,[29] Panduwirja,[29] Pansawira,[29] Pribadi,[28] Pualam,[29] Pualamsyah,[29] Suprana,[23] Supandi,[1] Wisaksana,[23] Trenggono[15]
ๅฝญ (Pรฉng) Pen, Phen, Pheng, Phi Paang, Pang Phang Phang, Phee, Phne Narthavirosa,[15] Pangalila,[32] Panganiban,[32] Pangestu,[23] Panghehar,[32] Pangilinan,[32] Pangkey,[32] Pitrajaya[15], Supangat[1]
็งฆ (Qรญn) Chin, Cing Ceon, Tun Chhin, Qin Tjin Mardanus[30]
้‚ฑ (Qiลซ) Khiu, Khu, Kiu, Ku Hiu, Jau Hiu Hioe, Kauw, Khoe, Khu Cinora,[15] Hendra,[30] Husen,[15] Kokoh,[15] Komar,[29] Kosasih (Khosasih, Khoosasi),[23] Kowara,[29] Kumala,[29] Kurnia,[1] Kurniadi,[29] Kurniawan,[29] Kurniawati,[36] Kusiana,[1] Kusika,[29] Kusnadi,[1] Kusniaty,[30] Kusuma,[29] Kusumawan,[15] Sasanasurya,[23] Sudarmono,[15] Surya,[30] Tirtawinata[28]
ๅ…จ (Quรกn) Cuang, Cueng, Chng, Choan, Chuin Cyun, Tun Chhion Kwan Kuanna[29]
้ฅ’ (Rรกo) Jiau, Liau, Riao Jiu Ngieu Djiauw, Jauw, Nyao, Nyauw Admajaya (Admajaja),[28] Harjono,[28] Jayadarta,[29] Jayadi,[29] Johari[29]
ๅฎน (Rรณng) Iong Jung, Yuung Yung Joeng Budiono[30]
ๆฒˆ (Shฤ›n) Sim Sam, Sim Sum Siem, Sim, Sun Budiharjo,[29] Hasim,[15] Islamy,[28] Kasiman, Rochimat,[15] Samudro,[29] Simargi,[29] Sumardi,[29] Sunardi,[29] Susanti,[15] Yansen,[29] Yatsen,[29] Yusuf[23]
ๆ–ฝ (Shฤซ) Si, Soa Si Su Si, Sie Cahyadi,[23] Lesmana,[23] Notowijoyo,[23] Sanusi,[15] Sidharta,[29] Sijaya,[29] Sinarta,[29] Siputra[29]
็Ÿณ (Shรญ) Chioh, Sek, Set, Sia, Siak, Zieh, Zioh Sek, Siak Sag, Sak Cioh, Sek, Sik, Tjioh, Tjiok Seinal[15]
ๅฒ (Shว) Sai, Se, Si, Sir, Su Lhu, Si Su Soe Budiman,[47] Seinal,[15] Suganda,[1] Sutrawan[23]
ๅธๅพ’ (Sฤซtรบ) Situ, Sirto, Suto Lhuhu, Sitou Suthu Seto, Sieto, Soeto, Suto Lutansito,[29] Sihu,[29] Suhu,[29] Suhuyanli,[29] Sitou,[29] Szeto,[29] Yosito[29]
่˜‡ (Sลซ) So, Sou Lhu, Sou Su So, Soe, Sou, Souw, Su Anastasia,[15] Budiarso,[28] Solihin,[29] Soriano, Sosro,[29] Sosrojoyo,[28] Sudarto,[28] Suganda,[29] Suhandinata,[28] Suker,[29] Sunardi,[29] Surya,[29] Suryo,[29] Susanto,[15] Suwarno,[29] Suwandi[29]
ๅญซ (Sลซn) Seng, Sng, Suin, Sun, Sung Lhun, Syun Sun Sng, Soen, Sun Sunardi,[29] Sunarto,[29] Sundoro,[29] Sunjoyo,[29] Sungkono,[1] Sunny, Sunur,[23] Suwandi,[29] Suwendi,[29] Wijaya[23]
่ญš (Tรกn) Tam, Tan, Tham Ham, Taam Tam, Tham Ham, Tham Hamdani[30], Tamin[1], Tamira[1]
ๆนฏ (Tฤng) Teng, Thng, Thong Hong, Tong Thong Thng, Thung Jackson,[28] Haliman,[30] Tirtawijaya[23]
ๅ” (Tรกng) Deng, Tang, Thang, Tng, Tong Hong, Tong Thong Teng, Thong, Tng, Tong Motet,[28] Tenggara[15]
ๆป• (Tรฉng) Teng Tang Thin Teng, Thang, Theng, Tng Hardi,[15] Nangoi,[28] Tangkau,[15] Temenggung[28]
็”ฐ (Tiรกn) Tian, Tiang, Tieng Hen, Tin Tien, Thien Thien Setiandi[30]
ๅก— (Tรบ) To, Tho, Tu, Tou Tou Do Tho, Thou, Thouw Thosatria[15]
ๆฑช (Wฤng) Ong, Uang Wong Vong Ang, Hong, Oei, Ong, Wang, Wee, Wong Am,[28] Baguna,[1] Bonggo,[29] Bunandi,[15] Darmadi,[28] Darmansyah,[28] Dharmawangsa,[29] Enggano,[29] Esmara,[23] Gosal,[15] Harto,[23] Haditono,[48] Himawan,[23] Husni,[23] Kurniawan,[30] Lembong,[23] Mranata,[30] Nawangwulan,[1] Onggano,[29] Onggo,[29] Ongko,[28] Onkovikjoyo,[49] Ongkowijaya,[29] Otong,[1] Prajoko,[29] Raja,[29] Rahmanata,[23] Rusli,[28] Sasongko,[29] Setiawan,[28] Sindhunatha,[23] Surianto,[30] Sumitro,[29] Surya,[28] Susanti,[23] Sutyanto, Suwandi,[28] Wangsa,[29] Wangsadinata,[29] Wangsaputra,[29] Waskito,[29] Wijaya,[28] Wiranata,[23] Wongkar, Wongso,[28] Wongsojoyo,[29] Wongsoseputra,[23] Wongsowinoto[15]
็Ž‹ (Wรกng) Heng, Ng, Ong, Uang Wung, Wong Vong
้ญ (Wรจi) Ghui, Gui, Ngui Ngai Ngui Goei, Goey, Gui, Ngoei, Wei, Wi Anton,[23] Budikusuma,[23] Elka,[15] Gunardi,[15] Gunawan,[28] Hartono,[30] Wijaya,[29] Wiratama[23]
ๆบซ (Wฤ“n) Un, Ung Vun, Wan Vun Boen, Oen, Wen, Woen, Wun Basirun,[29] Benjamin,[29] Budiman,[28] Budiono,[29] Bunaidi,[29] Bunawan,[29] Bunda,[29] Bunjamin (Bunyamin),[29] Buntara,[15] Buntaran,[29] Darmohusodo,[23] Elkana,[28] Gunawan,[29] Lukman,[30] Setiawan,[28] Sulaksono,[28] Suharjo,[1] Suwandi,[28] Suwargana,[28] Unang,[29] Utomo,[23] Wiguna,[29] Wendi,[29] Wenkiriwang,[1] Wendi, Winans,
็ƒ, ้„” (Wลซ) Oอ˜, Ou, U Wu Vu Go, Goh, Gou, Gouw, Gu, Ing, Kho, Khoe, Ng, Wou, Wu Angkosubroto,[23] Bagus,[29] Dirgagunarsa,[28] Ganjar,[28] Gautama,[28] Geniusaharja,[30] Gomarga,[28] Gondasetra,[28] Gondo,[1] Gondokusumo,[28] Gondowijoyo,[28] Gono,[29] Gossidhy,[29] Gotama,[29] Govino,[29] Gozal,[30] Gozali,[23] Gunadi,[29] Gunardi,[29] Gunarsa,[23] Gunawan,[28] Halim,[15] Harjonagoro,[23] Hartono,[30] Husien,[30] Japri,[36] Kusuma,[23] Lunandi,[23] Margono,[29] Masrini,[28] Nadesul,[28] Purnomo,[28] Prayogo,[29] Setiady,[15] Subroto,[28] Sudargo,[30] Sudirgo,[29] Sugondo,[29] Sumargo,[29] Suryo,[50] Susanto,[30] Sutedy,[30] Unggul,[15] Utama,[29] Widargo,[29] Wurianto,[29] Yoga[29]
ๅณ (Wรบ) Ghou, Go, Ngo M, Ng Ng
ไผ, ไปต (Wว”) Go, Ngo, Ngou M, Ng Ng
ๆญฆ (Wว”) Bhu, Bu Mou, Mu Vu
่•ญ (Xiฤo) Siao, Siau, Sio, Siou Lhiau, Siu Seu Siao, Siauw, Sieuw, Sio Guinata,[15] Saputra,[15] Sugiharto,[15] Suwahyu,[30] Swastika[28]
่ฌ (Xiรจ) Chia, Sia, Zia Die, Ze Chhia Che, Cia, Sie, Thia, Tjhia, Tjia, Tjie Cahyadi,[1] Cahyana,[29] Cahyono,[28] Ciasmanto,[29] Ciawi,[29] Ciawijaya,[29] Chandra,[29] Gunawan,[28] Hidayat,[28] Indriatno,[28] Jaya,[28] Sakti,[30] Setiawan,[30] Siady,[15] Sinar,[29] Sindoro,[29] Sito,[29] Sudarmadi,[29] Sudarso,[29] Suryajaya,[23] Syahputra, Siahaya, Sukri,[15] Syarif,[30] Syaril [30]
ๅนธ (Xรฌng) Heng Hang Hen Hen Husada[15]
็†Š (Xiรณng) Him, Hing, Hiong Hung Yung Hiem, Him Hartono,[30] Yusuf[28]
ๅพ (Xรบ) Ce, Chhi, Si, Sir, Su Ceoi, Tui Chhรฌ Chee, Chi, Djie, Hsu, Shui, Swee, Tjhie, Tjie Bunarso,[30] Ciputra,[51] Hartawan,[30] Kuswandi,[29] Pujiati, Santosa,[30] Tilaar,[23]
่จฑ (Xว”) He, Hi, Hir, Hu, Kho, Khu, Kou Heoi, Hui Hi Che, Hie, Kho, Khou, Khouw, Khu, Ko, Kon, Kow, Tji Christiaji,[27] Darmaji,[27] Darmono,[30] Hakim,[23] Hamdani,[15] Hidayat,[1] Kahono,[28] Karmawan,[23] Kartika,[28] Kholil,[29] Kodinata,[29] Komar,[29] Komara,[29] Komarudin,[29] Kosasih (Khosasih, Khoosasi),[29][36] Kowara,[29] Kumala,[29] Kumarga,[28] Kurnia,[29] Kurniadi,[29] Kurniawan,[29] Kusika,[29] Kusnadi,[29] Kusno,[28] Kusuma,[29] Kusumo,[29] Kuswandi,[29] Mulyadi,[23] Permana,[15] Setiawan,[28] Setiono,[23] Srimulat,[23] Sukowati,[28] Sulaiman,[30] Sulendro,[28] Sunarko,[28] Suripto[23]
่–› (Xuฤ“) Siat, Sih Sit Siet Sie, Siek, Siq Sidharta,[23] Wilamarta[30]
้–ป (Yรกn) Giam, Iam, Ngiam Jim Ngiam Gan, Giam, Ian, Ien, Jan Gani,[28] Giamarta,[29] Hartono,[15] Jimarta,[29] Sugiamwinata,[29] Sugihartono,[29] Suhadi,[29] Sukoco[29] Ganwarin,[29]
้ก (Yรกn) Gan, Hian, Ngang, Nguang, Ngueng Ngaan, Ngan Ngian, Ngien
ๆฅŠ (Yรกng) Chhion, Chhiu, Chiiun, Iang, Ien, Ion, Iong, Iun Joeng, Yiang Yong Iu, Jo, Jouw, Ki, Nio, Njio, Njoo, Nyoo, Yno, Yo, Yoe Anwar,[28] Dharmanandi,[15] Inyo,[23] Irawady,[30] Johan,[15] Juwono, Kasman,[30] Kusbianto,[28] Mulyoto,[52] Naga,[23] Nyoto,[29] Renata,[53] Sanyoto,[28] Senjaya,[30] Setyadi,[30] Sudarso,[15] Sudhamek,[30] Sugondo,[30] Sukandinata,[30] Sunaryo,[29] Sunyoto,[15] Suryani,[15] Suryawan,[23] Sutaryo,[29] Tannos,[23] Tindo,[29] Tirta,[30] Wiharjo,[30] Yohan,[15] Yongki,[29] Yorensin,[29] Yoso,[29] Yudha,[29] Yuwana[29]
ๅงš (Yรกo) Iau, Ie, Io Jiu Yeu Iau, Jaouw, Jauw, Yao, Yauw Handoko,[30] Jayanto,[30] Jayawan,[29] Yuswanto[29]
่‘‰ (Yรจ) Iab, Iag, Iap Jip, Yiap Yap Ijap, Jap, Jip, Yap, Yip Effendi,[15] Harto,[15] Hendrawan,[28] Husodo,[28] Jamin,[29] Japri[29] Joyo,[15] Laksana,[23] Meliana,[15] Riand,[15] Pranoto,[15] Prawirohusodo,[23] Wijaya,[28] Suparno,[30] Supit,[28] Suyapto,[1] Toyib (Thoyip, Toyip),[29] Yananto,[28] Yapardi,[29] Yapina,[1] Yapip,[29] Yappy,[15] Yaputra,[23][29] Yektiurip,[29] Yipman
ๆ˜“ (Yรฌ) Eg, Ek, Iah, Iak Jik, Yet Yit Ek Rahmani[15]
ๅฐค (Yรณu) Iu Jau Yu Jioe, Joe, Yiu, Yoe, Yu Buntoro,[28] Yules,[29] Yusuf,[28] Yuwono[28]
ๆธธ, ใณบ (Yรณu) Iu Jau, Yiu Yu
้ค˜ (Yรบ) E, I, Ir, U Jyu, Yi Yi Ie, Ji, Jie Halim,[30] Ibrahim,[29] Ikhwan,[29] Iman,[29] Iskandar,[29] Jita,[15] Juslim,[54] Sumbaji,[30] Susanto,[15] Sutarji[15]
ไฟž (Yรบ) Ju, Lu Jyu Yi Djie, Ie, Joe Dawis,[23] Irawan,[28] Lukito,[55] Suji[15]
ๆ›พ (Zฤ“ng) Chan, Cheng, Chng, Zang, Zeng Dang, Zeng Chen Can, Chan, Tjan, Tjen, Tjin Candiluhur,[29] Chandra,[30] Chandrakusuma,[28] Chandrasaputra,[29] Chandrawinata,[56] Negara,[15] Silalahi,[23] Sudharmono[30]
่ฉน (Zhฤn) Chiam, Ziam Zim Cham Chan, Ciam, Tjam, Tjiam Camar,[29] Ciampea,[29]
ๅผต (Zhฤng) Tiang, Tiaun, Tiong, Tion, Tiun, Ziang Ziang, Zoeng Chong Teh, Teo, Theo, Thio, Tio, Tjang, Tjiong, Tjon, Tjong Canggih,[29] Chandra,[15][28] Hidayat,[30] Irawan,[28] Jaya,[15] Johan,[23] Kartio,[29] Kuswati,[15] Mukianto,[15] Natio,[29] Pambudi,[15] Prasetya,[29] Prasetyo,[1] Sajiono,[15] Sanusi,[15] Santyoso,[29] Setiadi,[29] Setiawan,[29] Setio,[1][15] Setiono,[29] Sudarso,[57] Sujino,[30] Sulistio (Sulistiyo),[30] Susantio (Susantyo),[1][29] Susetio (Susetyo),[29] Suwondo,[29] Suteja,[29] Sutiono,[29] Tyos,[15] Wijayakusuma[23]
้„ญ (Zhรจng) Den, Teng, Ten, Tin Zeng, Ziang Chhang Te, The, Thie, Tjen, Tjeng Budiono,[15] Darmaputra,[23] Hasan,[23] Herabadi,[1] Idris,[28] Jinarakhita,[23] Kharisma,[30] Liyanti,[36] Menaro,[28] Nusantara,[30] Sufida,[30] Tahyar,[23] Teddy,[29] Tedyono,[29] Teja,[1] Tejakusmana,[29] Tejamulia,[1][29] Tejarukmana,[29] Tejawati,[29] Tejokumoro,[29] Tejosuwito[23]
้˜ (Zhลng) Cheng, Chiong, Zeng Zung, Zuung Chung Chung, Ciong, Tjiong Arsajaya,[23] Chandra,[15] Cundiawan,[29] Cungandi,[29] Cungkoro,[29] Hadijaya,[28] Purnama,[29] Thamrin,[28] Theodora,[15] Purnama[58]
ๅ‘จ (Zhลu) Chiu, Ziu Zau, Ziu Chu Ciu, Djioe, Tjio, Tjioe, Tjoe Cahyadin,[30] Ciwijaya,[15] Cokroraharjo,[29] Cokrowijokso,[29] Cuanda, [59]Gimin,[30] Harto,[15] Hartanto,[15] Johari,[60]Jowarsa,[61]Juanda ,[29] Juanita,[29] Juano,[29] Kusumanegara,[28] Mulyono,[28] Prajoko,[30] Prasetyo,[28] Sastrowiharjo[29]
ๆœฑ (Zhลซ) Chu, Zu Zi, Zyu Chu Cu, Tjoa, Tjoe, Tju Joyonegoro,[28][23] Jugito,[32] Jumena,[32] Juwinata,[32] Sutrisno,[23] Yusuf,[30] Zulfikar,[32] Zulfikri,[29] Zuneng[29]
่ŽŠ (Zhuฤng) Chng, Choang, Chon, Chong, Zang, Zeng, Zuang Zong Chong Chuang, Cng, Tjhung, Tjuang, Tjung Budiman,[1] Dozan,[62] Juanda,[63] Juandi,[30] Mercubuwono[1]
ๅ“ (Zhuรณ) Doh, Toh, Tok Coek, Zoek Chok Tjoek, Toh Harsono[15]
้„’ (Zลu) Chau, Zou Zau Cheu Tjee, Tjeuw, Tjoo, Tjouw Murdaya[23]

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z aa ab ac ad ae af ag ah ai aj ak al am an ao ap aq ar as at au av aw ax ay az ba bb bc bd be bf bg bh bi bj bk bl bm bn bo bp bq br bs bt bu bv bw bx by bz ca cb Sutanto, Irzanti (2004-08-09), Ganti Nama di Kalangan Keturunan Tionghoa, Peraturan dan Kebebasan, diarsipkan dari asli tanggal 2008-01-30, diakses tanggal 29 Januari 2009
  2. ^ Sneddon, James Neil (2003). Indonesian language: its history and role in modern society. Sydney: University of New South Wales press. ISBNย 978-0-86840-598-8.
  3. ^ Kridalaksana, Harimurti (1978). Perez, A. Q.; Santiago, A. O.; Nguyen, Dang Liem (ed.). Spelling Reform 1972: A Stage in the Process of Standardisation of Bahasa Indonesia. Manila: Pacific Linguistics. hlm.ย 305โ€“317. ISBNย 0858831767.
  4. ^ Febrianti, Winda Fitri; Mahzuni, Dede; Septiani, Ayu (2021). "Kehidupan Budaya Etnis Tionghoa di Kota Sukabumi 1966 - 2002" [Cultural Life of Chinese Ethnic Group in Sukabumi City 1966 - 2002]. Bihari: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah. 4 (2).
  5. ^ Coppel, Charles (1983). Indonesian Chinese in crisis (dalam bahasa Inggris). Kuala Lumpur, Malaysia: Oxford University Press. ISBNย 978-0195825800.
  6. ^ Hui, Audrey Yu Jia (2022-04-21). "Audrey ไฟžไฝณๆ…ง About Me". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-01-27. Diakses tanggal 2024-01-27.
  7. ^ Faza, Hafidz (2017-10-26). "Audrey Yu Jia Hui, Simbol Patriotisme Anak Muda Tionghoa" [Audrey Yu Jia Hui, Symbol of Patriotism for Chinese Youth]. Rilis.id. Diakses tanggal 2021-02-23. Several years ago I changed my name legally. The reason was that in my whole life I was ashamed to be Chinese(-Indonesian). When I took my Chinese name back, I want to make a statement that I can love both my ancestor's culture and Pancasila/Indonesia at the same time.
  8. ^ a b Kurniawan, Budi (2012). "Penggunaan Nama Barat Oleh Etnis Tionghoa di Surabaya" [Use of Western Names by Ethnic Chinese in Surabaya]. Lakon: Jurnal Kajian Sastra Dan Budaya. 1 (1): 12โ€“20. doi:10.20473/lakon.v1i1.1911. ISSNย 2527-4899.
  9. ^ a b c d e Sugiri, Eddy (2003). "Perspektif Budaya Perubahan Nama Diri bagi WNI Keturunan Tionghoa di Wilayah Pemerintah Kota Surabaya" [Cultural Perspective of Name Change for Indonesian Citizens of Chinese Descent in the Surabaya City Government Area] (PDF). Bahasa dan Seni. 31 (1).
  10. ^ a b Suharyo (2013). "Pola Nama Masyarakat Keturunan Tionghoa" [Name Patterns of Chinese Descent Communities]. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro.
  11. ^ Chuarsa, Ira (2019-05-11). "Menafsir Ulang Hubungan Tradisi Cina dan Kekristenan di Indonesia" [Reinterpreting the Relationship between Chinese Tradition and Christianity in Indonesia]. Universitas Gajah Mada. Diakses tanggal 2024-01-24.
  12. ^ Hudayah, Nur; Winarni, Retno (2014). "Pengaruh Kebijakan Pemerintah Indonesia terhadap Kehidupan Etnis Tionghoa di Bidang Politik, Sosial Budaya dan Ekonomi di Kabupaten Jember dari Zaman Orde Lama sampai Zaman Reformasi pada Tahun 1998-2012" [The Influence of Indonesian Government Policies on the Life of Chinese Ethnic Groups in the Political, Socio-Cultural and Economic Fields in Jember Regency from the Old Order Era to the Reformation Era in 1998-2012] (PDF). Publika Budaya. 2 (2): 19โ€“31.
  13. ^ Heriyanto, David (2020-01-17). "What's in a name? Chinese-Indonesians have many stories". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-01-27. Diakses tanggal 2024-01-27.
  14. ^ a b c Lutfiana, Andhini Rahma (2021). "Adaptasi Fonologis pada Perubahan Nama Diri Etnik Tionghoa ke Nama Indonesia Mulai Tahun 1970โ€“2019 Sebagai Bentuk Pemertahanan Identitas Budaya Etnik Tionghoa" [Phonological Adaptation in the Change of Chinese Ethnic Names to Indonesian Names Starting from 1970โ€“2019 as a Form of Maintaining Chinese Ethnic Cultural Identity]. Sapala. 8 (2).
  15. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z aa ab ac ad ae af ag ah ai aj ak al am an ao ap aq ar as at au av aw ax ay az ba bb bc bd be bf bg bh bi bj bk bl bm bn bo bp bq br bs bt bu bv bw bx by bz ca cb cc cd ce cf cg ch ci cj ck cl cm cn co cp cq cr cs ct cu cv cw cx cy cz da db dc dd de df dg dh di dj dk dl dm dn do dp dq dr ds dt du dv dw dx dy dz ea eb ec ed ee ef eg eh ei ej ek el em en eo ep eq er es et eu ev ew ex ey ez fa fb fc fd fe ff fg fh fi fj fk fl fm fn fo fp Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (2020-07-20). "Dewan dan Pengurus Pusat PSMTI Periode 2022" [PSMTI Board and Central Managers for 2022]. Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia. Diakses tanggal 2024-01-24.
  16. ^ "ๆฅŠ่ฉฉๆ›ผ". Madame Tussauds Hong Kong. Diakses tanggal 2024-11-22.
  17. ^ Efendi, Bayu Alhadad (2022). "Pola Nama Etnis Tionghoa Padang Pada Masa Orde Baru" [Padang Chinese Ethnic Name Patterns During the New Order Era]. Kronologi. 4 (3).
  18. ^ a b Kurniawati, R. Deffi (2012). Daftar Nama Marga/Fam, Gelar Adat dan Gelar Kebangsawanan di Indonesia [List of Clan/Fam Names, Traditional Titles and Nobility Titles in Indonesia]. Jakarta: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. ISBNย 978-979-008-495-7.
  19. ^ a b "ๅ’ฑๅ”ฑๅ่ฐƒ:ๆฑช้ƒจ้•ฟ่จ€่ฟ‡ๅ…ถๅฎž ๅฐๅฐผๆŠ•่ต„็Žฏๅขƒ้ฌผ่งๆ„" [Letโ€™s play devilโ€™s advocate: Minister Wangโ€™s exaggeration makes Indonesiaโ€™s investment environment very worrying]. ๅฎ‰ๅพฝ่‰พ็บฆๅก”็ก…ๆฒนๆœ‰ (dalam bahasa Tionghoa). 2019-10-20. Diakses tanggal 2024-02-13.
  20. ^ Rahmawati, Yasinta (2024-01-23). "Background Keluarga Tom Lembong, Punya Ayah Dokter Ahli Jantung dan Paman CEO Pabrik Obat Raksasa" [Tom Lembong's Family Background, A Cardiologist Father and a CEO of a Giant Pharmaceutical Factory Uncle]. suara.com. Diakses tanggal 2024-01-25.
  21. ^ Redaksi Lelemuku #1 (2017-09-26). "Warga GPM Tionghoa di Saumlaki Gelar Syukuran di Pantai Kelyar Jaya" [GPM Chinese residents in Saumlaki hold thanksgiving at Kelyar Jaya Beach]. Lelemuku. Diakses tanggal 2024-01-25. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  22. ^ Antara News Sumatera Utara (2023-11-06). "Ratusan tamu hadiri peresmian Rupang Avalokitesvara Bodhisattva di Taman Simalem Resort" [Hundreds of guests attended the inauguration of the Avalokitesvara Bodhisattva statue at Taman Simalem Resort]. Antara News. Diakses tanggal 2024-01-27.
  23. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z aa ab ac ad ae af ag ah ai aj ak al am an ao ap aq ar as at au av aw ax ay az ba bb bc bd be bf bg bh bi bj bk bl bm bn bo bp bq br bs bt bu bv bw bx by bz ca cb cc cd ce cf cg ch ci cj ck cl cm cn co cp cq cr cs ct cu cv cw cx cy cz da db dc dd de df dg dh di dj dk dl dm dn do dp dq dr ds dt du dv dw dx dy dz ea eb ec ed ee ef eg eh ei ej ek el em en eo ep eq er es et eu ev ew ex ey ez fa fb fc fd fe ff fg fh fi fj fk fl Suryadinata, Leo (1981). Prominent Indonesian Chinese (dalam bahasa Inggris) (Edisi 4th). Singapore: ISEAS Publishing (dipublikasikan 2015). ISBNย 978-981-4620-50-5.
  24. ^ Liang, Chengzhu (March 1, 2023). "่‘—ๅไผไธšๅฎถใ€ๆ•™่‚ฒๅฎถๆฝ˜ไธ‡้‘ซๅšๅฃซ้€ไธ–ไธ€ๅ‘จๅนด่ฟฝๆ€ไผšๅœจ้›…ๅŠ ่พพไธพ่กŒ" [A memorial service for Dr. Pan Wanxin, a famous entrepreneur and educator, was held in Jakarta on the first anniversary of his death]. ๅƒๅฒ›ๆ—ฅๆŠฅ (dalam bahasa Tionghoa).
  25. ^ a b Harris (2022-09-21). "ๆคฐๅŸŽ็‹ฎๅญไผš Intan Prima 307B ็คพไผš็ฆๅˆฉๆดปๅŠจ" [Coconut City Lions Club Intan Prima 307B Social Welfare Activities]. ๅ›ฝ้™…ๆ—ฅๆŠฅ (dalam bahasa Tionghoa). Diakses tanggal 2024-02-03.
  26. ^ Assidiqi, Hamas (2018). "Kebijakan Asimilasi Terhadap Etnis Tionghoa di Jakarta Tahun 1966-1998" [Assimilation Policy Against Ethnic Chinese in Jakarta 1966-1998]. Jurnal Prodi Ilmu Sejarah. 3 (3).
  27. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q Susanti (2021-01-27). "The Existence of Chinese Indonesian marga". FactsofIndonesia.com. Diakses tanggal 2024-06-01.
  28. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z aa ab ac ad ae af ag ah ai aj ak al am an ao ap aq ar as at au av aw ax ay az ba bb bc bd be bf bg bh bi bj bk bl bm bn bo bp bq br bs bt bu bv bw bx by bz ca cb cc cd ce cf cg ch ci cj ck cl cm cn co cp cq cr cs ct cu cv cw cx cy cz da db dc dd de df dg dh di dj dk dl dm dn do dp dq dr ds dt du dv dw dx dy dz ea eb ec ed ee ef eg eh ei ej ek el em en eo ep eq er es et eu ev ew ex ey ez fa fb fc fd fe ff fg fh fi fj fk fl Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama :0
  29. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z aa ab ac ad ae af ag ah ai aj ak al am an ao ap aq ar as at au av aw ax ay az ba bb bc bd be bf bg bh bi bj bk bl bm bn bo bp bq br bs bt bu bv bw bx by bz ca cb cc cd ce cf cg ch ci cj ck cl cm cn co cp cq cr cs ct cu cv cw cx cy cz da db dc dd de df dg dh di dj dk dl dm dn do dp dq dr ds dt du dv dw dx dy dz ea eb ec ed ee ef eg eh ei ej ek el em en eo ep eq er es et eu ev ew ex ey ez fa fb fc fd fe ff fg fh fi fj fk fl fm fn fo fp fq fr fs ft fu fv fw fx fy fz ga gb gc gd ge gf gg gh gi gj gk gl gm gn go gp gq gr gs gt gu gv gw gx gy gz ha hb hc hd he hf hg hh hi hj hk hl hm hn ho hp hq hr hs ht hu hv hw hx hy hz ia ib ic id ie if ig ih ii ij ik il im in io ip iq ir is it iu iv iw ix iy iz ja jb jc jd je jf jg jh ji jj jk jl jm jn jo jp jq jr js jt ju jv jw jx jy jz ka kb kc kd ke kf kg kh ki kj kk kl km kn ko kp kq kr ks kt ku kv kw kx ky kz la lb lc ld le lf lg lh li lj lk ll lm ln lo lp lq lr ls lt lu lv lw lx ly lz ma mb mc md me mf mg mh mi mj mk ml mm mn mo mp mq mr ms mt mu mv mw mx my mz na nb nc nd ne nf ng nh ni nj nk nl nm nn no np nq nr ns nt nu nv nw nx ny nz oa ob oc od oe of og oh oi oj ok ol om on oo op oq or os ot ou ov ow ox oy oz pa pb pc "The Chinese Community in Indonesia". My China Roots. Diakses tanggal 2024-06-01.
  30. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z aa ab ac ad ae af ag ah ai aj ak al am an ao ap aq ar as at au av aw ax ay az ba bb bc bd be bf bg bh bi bj bk bl bm bn bo bp bq br bs bt bu bv bw bx by bz ca cb cc cd ce cf cg ch ci cj ck cl cm cn co cp cq cr cs ct cu cv cw cx cy cz da db dc dd de df dg dh di dj dk dl dm dn do dp Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Provinsi Riau (2017). "Tentang Kami โ€“ Dewan Pengurus". Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Provinsi Riau. Diakses tanggal 2024-01-26.
  31. ^ a b "On Being Chinese Indonesians". Jakarta Globe. Diakses tanggal 2024-06-01.
  32. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r "Imlek 2024: Etnis Tionghoa di Indonesia dan nama China mereka - 'Ada pergulatan identitas, apakah saya Tionghoa atau Indonesia?'". BBC News Indonesia. 2024-02-08. Diakses tanggal 2024-06-03.
  33. ^ PPI Jerman. "Ketua Umum PPI Jerman Dari Masa ke Masa" [General Chairman of PPI Germany From Time to Time]. PPI Jerman. Diakses tanggal 2024-01-24.
  34. ^ Tim SINDOnews (2021-11-22). "Sederet Profesor Asal Indonesia Mengajar di Universitas Dunia, Nomor 2 Suami Tsamara" [A Series of Professors from Indonesia Teach at World Universities, Number 2 is Tsamara's Husband]. SINDOnews. Diakses tanggal 2024-01-26.
  35. ^ Petrik (2022-03-24). "Raja Skandal RI: Eddy Tansil Sang Nakal Legenda Penipu di RI" [King of Indonesian Scandals: Eddy Tansil, the Naughty Legend of Fraudsters in Indonesia]. CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2024-01-26.
  36. ^ a b c d e f g Koko Cici Jakarta. "Ikatan Koko Cici Jakarta Periode 2022-2024". Koko Cici Jakarta. Diakses tanggal 2024-02-03.
  37. ^ Petra Christian School Board (2019-05-15). "Dato' Sri DR. Tahir, MBA - Petra Kalianyar Christian Senior High School 1971 Alumnus". Petra Christian School Board. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-05-15. Diakses tanggal 2024-01-26.
  38. ^ Tan, Herman (2018-10-12). "Budi Hartono, Pengusaha Rokok Terkaya Se-Indonesia" [Budi Hartono, the Richest Cigarette Entrepreneur in Indonesia]. TIONGHOA.INFO. Diakses tanggal 2024-01-26.
  39. ^ Meijuan, Lu (1986-01-17). "ๅœ‹้š›็พฝ็ƒ่ณฝ็ƒๆ˜Ÿไป‹็ดน" [Taipei International Badminton Masters (1986)]. catalog.digitalarchives.tw (dalam bahasa Tionghoa). Diakses tanggal 2024-01-26.
  40. ^ Sunarti, Sunarti (2017). "Perubahan Identitas Etnis Tionghoa di Watampone, Bone 1966-2006" [Changes in Chinese Ethnic Identity in Watampone, Bone 1966-2006]. Universitas Negeri Makassar โ€“ via UPT Perpustakaan UNM.
  41. ^ Oh, Husien (2016). "Ambivalensi Kebijakan Pemerintah Orde Baru Tentang Golongan Etnis Tionghoa: Suatu Tinjauan Keputusan Presidium Kabinet Nomor 127 Tahun 1966 dan InstruksiPresiden Nomor 14 Tahun 1967". Ilmu dan Budaya: 5637โ€“5650.
  42. ^ TIME Magazine. "60 Years of Asian Heroes: Rudy Hartono". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-01-12.
  43. ^ Rong Qiao Group. "About the Founder". Rong Qiao Group. Diakses tanggal 2024-01-26.
  44. ^ tentang.org (2021-03-06). "Biografi Sersan Mayor Djoni Liem" [Biography of Sergeant Major Djoni Liem]. Biografi Profil Usaha Produk. Diakses tanggal 2024-01-06.
  45. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama :0รŸ
  46. ^ "Olympics Site Closed | Olympics at Sports-Reference.com". www.sports-reference.com. Diakses tanggal 2024-01-26.
  47. ^ Anggraeni, Dewi (2008-02-06). "Arief Budiman: Defying the Chinese stereotype". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-01-26.
  48. ^ Budaya-Tionghoa.Net (2011-07-04). "Susi Susanti [ Wang Lian Xiang ] โ€“ Emas Pertama dan Pengantin Olimpiade" [Susi Susanti [ Wang Lian Xiang ] โ€“ First Gold and Olympic Bride]. Budaya Tionghoa. Diakses tanggal 2024-01-26.
  49. ^ Wang, Huicong (2024-06-02). "Indonesian Chinese begin to restore Chinese margas". iMedia.
  50. ^ Arum, Rifda (2023-03-23). "Profil Gabriel Prince, Influencer yang Menolak SM Entertainment" [Profile of Gabriel Prince, Influencer Who Rejected SM Entertainment]. Gramedia. Diakses tanggal 2024-01-26.
  51. ^ Maulia, Erwida (2019-11-27). "Billionaire Indonesian property tycoon Ciputra, dies at 88". Nikkei Asia (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-01-26.
  52. ^ Li, Zhihan (2021-04-16). "ๅฐๅฐผๆญŒๆ‰‹ๅๆ“่ถ…้Ž2ๅƒ่ฌ็ฒ‰็ตฒ๏ผๆŽจ่ถ…ๅธ็›ๅœ–ๅƒๅฐ่ชช่พฃ็ฟป็œพไบบ" [The Indonesian singer has more than 20 million fans! The super eye-catching graphic novel wows everyone]. Yahoo News (dalam bahasa Tionghoa). Diakses tanggal 2024-01-25.
  53. ^ Zakawali, Gifari (2023-08-29). "Profil Livy Renata Lengkap, dari Karier hingga Kekayaan" [Complete profile of Livy Renata, from Career to Wealth]. Orami. Diakses tanggal 2024-01-26.
  54. ^ Efendi, Bayu Alhadad; Erniwati (2022). "Pola Nama Etnis Tionghoa Padang Pada Masa Orde Baru". Kronologi. 4 (3): 13โ€“28.
  55. ^ Hui, Audrey Yu Jia (2022-04-21). "Audrey ไฟžไฝณๆ…ง About Me". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-01-27. Diakses tanggal 2024-01-27.
  56. ^ "Miss Indonesia under fire". China Daily. Diakses tanggal 2024-01-26.
  57. ^ Douban. "ๅฝผๅพ—ยท้˜ฟๅพท้‡Œๅฎ‰ยท่‹่พพ็ดข Peter Adrian Sudarso". ่ฑ†็“ฃ (dalam bahasa Chinese (China)). Diakses tanggal 2024-01-27.
  58. ^ Kustiani, Rini (2014-10-30). "Asal Mula Basuki Tjahaja Dipanggil Ahok" [The Origin of Basuki Tjahaja's Calling Ahok]. Tempo. Diakses tanggal 2024-01-26.
  59. ^ "My China Roots". www.mychinaroots.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-18.
  60. ^ "My China Roots". www.mychinaroots.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-18.
  61. ^ "My China Roots". www.mychinaroots.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-18.
  62. ^ Hens, Henry (2016-03-30). "Film 90-an, Willy Dozan dari Film Laga Hong Kong Sampai Comic 8" [90s films, Willy Dozan from Hong Kong Action Films to Comic 8]. FIMELA. Diakses tanggal 2024-01-26.
  63. ^ "John Juanda | World Poker Tour" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-01-26.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Unjuk rasa dan kerusuhan Indonesia Agustusโ€“September 2025

Kepolisian". ERA.ID. Diakses tanggal 31 Agustus 2025. Yanwardhana, Emir. "AM Hendropriyono Tahu Dalang Demo Rusuh DPR, Sebut Non State". CNBC Indonesia

Eminem

oral seks pada Fred Durst dan Carson Daly). Di single keduanya, "The Way I Am", dia mengungkapkan tekanan dari perusahaan rekamannya untuk mengungguli "My

D-Hours AM 7:03

D-Hours AM 7:03 adalah album mini ketiga dari penyanyi asal Korea Selatan Kim Dong-han. Album mini ini dirilis pada tanggal 1 Mei 2019, oleh Oui Entertainment

Wagon Master

you were looking for "expressions of interest" I noted Ford (John), who I am delighted to say I also met and who is quite simply the greatest director

NSG

tanggal 2018-01-19. Diakses tanggal 2018-01-18. Bandung, FestivalFilm (12:09 AM - 22 Oct 2017). "PENULIS SKENARIO TERPUJI FTV #FFB2017 Diberikan Kepada "Lintang

Kabupaten Sumba Barat

memiliki iklim tropis basah dan kering (Aw) di pesisir dan iklim muson tropis (Am) di pedalaman dengan dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Musim

Masha dan Si Beruang

23 God Save the Queen! 3.5.3 0. 98 76 24 All the World's a Stage 3.5.2 0. 69 77 25 Around the World in One Day 3.8.2 0. 33 78 26 Who Am I? 3.8.4 0. 43

Kejuaraan Ketahanan Dunia FIA musim 2017

Diakses tanggal 30 March 2017. "Molina Joins Spirit Of Race For FIA WEC GTE Am Effort". DailySportsCar. 28 March 2017. Diakses tanggal 28 March 2017. "List