Mata angin


Mata angin adalah pedoman arah yang digunakan dalam navigasi, kompas dan peta. Arah mata angin utama (cardinal point) terdiri dari utara (U), timur (T), sejarah (S), dan barat (B). Azimut yang sesuai ( sudut horizontal searah jarum jam dari utara) adalah 0ยฐ, 90ยฐ, 180ยฐ, dan 270ยฐ.

Empat arah mata angin penjuru (intercardinal point) adalah arah mata angin diagonal yang dihimpit dua arah angin utama, yaitu timur laut (TL), tenggara (TG), barat daya (BD), dan barat laut (BL). Azimut yang sesuai adalah 45ยฐ, 135ยฐ, 225ยฐ, dan 315ยฐ.

Utara, timur, selatan, dan barat merupakan empat mata angin utama. Utara dan selatan menggambarkan kutub Bumi, manakala timur dan barat biasa menjadi penentu arah putaran Bumi.[1]

Sejarah

sunting

Meski penggunaan kompas dan arah mata angin modern lebih sering merujuk pada kutub magnet, sebenarnya mata angin dalam sejarah bangsa Nusantara dan bangsa Austronesia lain merujuk pada arah angin serta orientasi daratan dan lautan. Seperti tercermin pada sebutannya, mata angin dalam bahasa Indonesia yang merupakan turunan dari bahasa Melayu merujuk pada arah angin monsun.[2][3] Masyarakat Melayu dan Nusantara lain merupakan bagian dari bangsa Austronesia yang terkenal dengan penjelajahan lautnya, sehingga tak heran arah angin dan arah darat-laut merupakan paradigma yang umum.

Pembakuan nama arah mata angin dalam bahasa Indonesia (bahasa Melayu) diperkirakan besar berasal dari pusat Kerajaan Sriwijaya yang terletak di sekitar Jambi dan Palembang. Penetapan arah mata angin yang sebenarnya pun tidak lurus persis, justru arah barat dan timur adalah diagonal.

Etimologi

sunting

Arah mata angin asli

sunting

Pada awalnya masyarakat Melayu hanya mengenal lima istilah mata angin, yaitu barat, timur, daya, laut, dan selatan.

  1. Kata Barat adalah warisan dari bahasa Melayu-Polinesia Purba yaitu *habaRat, lebih lanjut lagi warisan dari bahasa Austronesia Purba *Sabarat. Jika ditilik dari geografisnya, arah barat menunjukkan arah angin monsun timur yang bergerak dari selatan ke utara, tepatnya di samping barat pusat kerajaan Sriwijaya. Kata barat pada mata angin tidak ada hubungannya dengan endonim negara India, bharat.[4]
  2. Kata Timur adalah warisan dari bahasa Melayu-Polinesia Purba yaitu *timuส€, lebih lanjut lagi warisan dari bahasa Austronesia Purba *timuส€. Jika ditilik dari geografisnya, arah timur menunjukkan arah angin monsun barat yang bergerak dari utara ke selatan, tepatnya di samping timur pusat kerajaan Sriwijaya.[5]
  3. Kata Laut awalnya digunakan untuk menunjukkan orientasi ke lautan atau hilir, berbeda dengan artian modern yang mendefinisikan sebagai perairan asin besar. Kata laut berasal dari Melayu-Polinesia Purba yaitu *lahud , lebih lanjut lagi warisan dari bahasa Austronesia Purba *lahud. Jika ditilik dari geografisnya, kata laut menunjukkan keberadaan laut sekitar Bangka-Belitung dan Riau, dan karena itulah istilah "laut" pada kata "barat laut" dan "timur laut" arahnya diagonal ke utara.
  4. Kata Daya pada arah mata angin tidak ada hubungannya dengan definisi kata daya modern sebagai "kekuatan", kata daya di sini bermaksud hulu sungai atau dataran tinggi. Jika ditilik secara geografis memang benar arah lawan dari "laut" adalah hutan luas dan pegunungan Bukit Barisan yang sekaligus menjadi tempat hulu sungai berada. Oleh karena itu istilah "daya" pada kata "barat daya" dan "timur daya" diagonal ke selatan. Kata daya berasal dari Melayu-Polinesia Purba yaitu *daya , lebih lanjut lagi warisan dari bahasa Austronesia Purba *daya.[6]
  5. Kata Selatan berasal dari Melayu-Polinesia Purba yaitu *salatan yang berarti angin selatan. Jika ditilik dari geografisnya kemungkinan besar kata selatan ini juga dapet berasal dari kata "selat", merujuk pada Selat Sunda yang terletak di bawah pulau Sumatra.[7]

Arah mata angin tambahan

sunting

Berkat pengaruh bahasa India yang kuat pada kerajaan-kerajaan kuno di Nusantara termasuk kerajaan Sriwijaya, istilah mata angin utara dan tenggara mulai diperkenalkan.

  1. Kata Utara berasal dari bahasa Sansekerta รบttara (เค‰เคคเฅเคคเฅ‘เคฐ) yang bermaksud tinggi atau pegunungan, merujuk pada bagian utara India yang merupakan pegunungan Himalaya. Dari istilah Utara ini pun, bahasa Melayu kini memiliki arah mata angin yang benar-benar sejajar dengan garis bujur dan menghadap lurus terhadap kutub utara bumi. Maksud ini juga mengubah persepsi terhadap arah timur dan barat yang awalnya diagonal menjadi sejajar dengan garis lintang serta arah selatan menjadi lurus terhadap garis bujur Bumi.[8]
  2. Kata Tenggara berasal dari bahasa Malayalam teแน‰kara (เดคเต†เตปเด•เดฐ) yang bermaksud pesisir selatan. Entah mengapa istilah ini menggantikan kata timur daya.[9] Kata "timur daya" pun bisa saja tidak ada karena bagian tenggara dari pusat Kerajaan Sriwijaya merupakan laut dan dataran bukan seperti maksud "daya" (pegunungan, hulu sungai).

Dalam budaya lain

sunting

Tiap budaya memiliki pendekatan dan persepsi terhadap etimologi arah mata angin, dalam bahasa Inggris contohnya arah west (barat) bermaksud tempat matahari terbenam sedangkan east (timur) bermaksud tempat matahari terbit. Arah north (utara) pula bermaksud gelap atau dingin, sedangkan arah south (selatan) bermaksud matahari atau hangat. Etimologi ini berasal dari budaya masyarakat Jermanik Purba yang tinggal di kawasan Jerman.

Banyak bahasa di dunia yang memiliki arah mata angin yang secara etimologis didasarkan pada arah matahari terbit-terbenam dan kawasan sejuk-hangat. Ini juga terjadi pada bahasa Arab, bahasa Rusia, bahasa Jepang, bahasa Mandarin dan bahasa-bahasa lain di dunia. Pendekatan arah kompas dalam bahasa-bahasa Austronesia yang merujuk pada arah mata angin adalah aspek budaya yang unik dan langka.

Pendekatan arah kompas sebagai arah angin juga terjadi dalam bahasa Latin dan Yunani kuno, namun hanya sebagai pralambang dari dewa-dewa penguasa cuaca. Contohnya dalam bahasa Yunani Kuno terdapat istilah-istilah seperti boreas (dewa angin dingin dari utara), notus (dewa angin lembap dari selatan), eurus (dewa angin ribut dari timur), dan zephyrus (dewa angin sepoi-sepoi dari barat).

Tidak semua bahasa juga memiliki istilah arah mata angin yang lengkap, contohnya bahasa-bahasa Dayak yang dituturkan di tengah hutan belantara Kalimantan hanya mengenal arah timur (matahari terbit) dan barat (matahari terbenam) karena ketiadaan perairan besar atau topografi khusus.

Referensi

sunting
  1. ^ Dempsey, Caitlin (22 Juli 2013). "Cardinal Directions and Ordinal Directions". Geolounge.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 Februari 2019. Diakses tanggal 22 Februari 2019.
  2. ^ "Blust, Robert; Trussel, Stephen; et al. (2023) "*maCa",". The Austronesian Comparative Dictionary.
  3. ^ "Blust, Robert; Trussel, Stephen; et al. (2023) "*haล‹in"". The Austronesian Comparative Dictionary.
  4. ^ "Blust, Robert; Trussel, Stephen; et al. (2023) "*SabaRat"". The Austronesian Comparative Dictionary.
  5. ^ "Blust, Robert; Trussel, Stephen; et al. (2023) "*timuR"". The Austronesian Comparative Dictionary.
  6. ^ "Blust, Robert; Trussel, Stephen; et al. (2023) "*daya"". The Austronesian Comparative Dictionary.
  7. ^ "Blust, Robert; Trussel, Stephen; et al. (2023)". The Austronesian Comparative Dictionary.
  8. ^ "Mayrhofer, Manfred (1992) "รบttara"". Etymologisches Wรถrterbuch des Altindoarischen [Etymological Dictionary of Old Indo-Aryan].
  9. ^ "Detecting pre-modern lexical influence from South India in Maritime Southeast Asia". Archipel.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Progomphus zephyrus

Progomphus zephyrus adalah sebuah spesies capung dalam keluarga Gomphidae. Spesies tersebut adalah endemik di Republik Dominika. Habitat alaminya adalah

Psilonyx zephyrus

Psilonyx zephyrus adalah spesies lalat yang tergolong famili Asilidae. Lalat ini juga merupakan bagian dari genus Psilonyx, ordo Diptera, kelas Insecta

Anemoi

Anemoi (bahasa Yunani: แผŒฮฝฮตฮผฮฟฮนcode: el is deprecated ) adalah para dewa angin dalam mitologi Yunani, masing-masing melambangkan arah mata angin dan diasosiasikan

Alan Walker

dengan PUBG Mobile. Pada tanggal 18 Agustus 2021, Walker meluncurkan "ROG Zephyrus G14 Alan Walker Special Edition," sebuah edisi khusus gaming laptop dibuat

Lili hujan

pita, berwarna hijau tua dan mengkilap. Nama Zephyranthes berasal dari Zephyrus, ia adalah dewa angin barat dalam mitologi Yunani. Zephyranthes atamasco

Daftar merek dan produsen laptop

EeeBook, ExpertBook, ProArt, ROG, Transformer, TUF, VivoBook, ZenBook, ZEPHYRUS 10.0% Apple Amerika Serikat MacBook, MacBook Air, MacBook Pro 6.0% Acer

Speleologi

ISSNย 1827-806X. Moore, George.W, and Sullivan, G. Nicholas. (1978). Speleology, The Study of Caves. Zephyrus Press, Inc. ISBN 0-914264-21-4 Biospeleologi

Zefiro (tahapan roket)

Antariksa Italia (ASI). Nama ini juga merujuk pada dewa angin barat Yunani, Zephyrus. Mesin pertama yang diselesaikan adalah Zefiro 9, mesin tahap ketiga. Uji