| Konsonan tak desis gesek tekak bersuara | |
|---|---|
| ษขส | |
| Pengodean karakter | |
| X-SAMPA | โ |
| Sampel suara | |
Konsonan tak desis gesek bersuara atau Voiced uvular affricate adalah tipe suara konsonan yang digunakan dalam beberapa bahasa lisan. Suara ini dilambangkan dengan โจษขอกสโฉ atau โจษขอสโฉ dalam Alfabet Fonetis Internasional (IPA).
Karakteristik konsonan
suntingKarakteristik konsonan dari konsonan tak desis gesek tekak bersuara adalah:
- Cara artikulasinya adalah gesek (afrikat), yang berarti dihasilkan dengan pertama tama menghentikan aliran udara secara keseluruhan, kemudian melepaskan aliran udara tersebut melalui saluran yang berkontraksi ataupun menyempit di tempat artikulasi, yang menghasilkan turbulensi.
- Tempat artikulasinya adalah tekak (uvular), yang berarti diartikulasikan dengan area dibelakang lidah (dorsum), yakni di uvula.
- Fonasinya yakni bersuara, yang berarti pita suara bergetar saat artikulasinya.
- Ini adalah konsonan lisan, yang berarti aliran udara hanya melalui mulut
- Ini adalah konsonan pusat, yang berarti dihasilkan dengan mengarahkan aliran udara di sepanjang bagian tengah lidah, bukan ke samping.
- Mekanisme aliran udaranya adalah tekanan paru-paru, yang berarti diartikulasikan dengan mendorong udara hanya dengan paru-paru dan diafragma, seperti pada kebanyakan bunyi.
Penggunaan
sunting| Bahasa | Kata | IPA | Arti |
|---|---|---|---|
| Eekagi | gaati | [ษขอกสaหti] | 'sepuluh' [1] |
Artikel terkait
suntingKonsonan
suntingReferensi
sunting- ^ Peter Staroverov and Soren Tebay (2019) Posterior Affricate in Mee and Consonant-Vowel Place Interactions, Proceedings of the 2018 Annual Meeting on Phonology, LSA








