Orang Belanda
Nederlanders
Jumlah populasi
caโ€‰30โ€“35 juta[a]
Diaspora dan keturunan Belanda: caโ€‰14 juta
Daerah dengan populasi signifikan
Belandaย ย ย ย ย  16.366.000[1]
(orang-orang yang mengidentifikasi diri sebagai orang Belanda dan mereka yang secara hukum diperlakukan sebagai orang Belanda, misalnya orang Maluku menurut Faciliteitenwet)[1]
Amerika Serikat[b]3.683.000[2]
Afrika Selatan[b][d]3.000.000[3][4]
Kanada[b]1.112.000[5]
Australia[b]382.000[6]
Jerman257.000[7]
Belgia[b]121.000[8]
Selandia Baru[b]100.000[9]
Prancis60.000[10]
Britania Raya56.000[11]
Spanyol48.000[12]
Denmark30.000[13]
Swiss20.000[14]
Indonesia17.000[13]
Swedia16.829[15]
Turki15.000[16]
Curaรงao14.000[17]
Norwegia13.000[18]
Italia13.000[12]
Portugal12.000[19]
Israel5.000[12]
Aruba5.000[12]
Luksemburg5.000[12]
Hungaria4.000[12]
Austria3.200[12]
Polandia3.000[12]
Suriname3.000[12]
Korea Selatan2.676[20]
Jepang1.805[21]
Yunani1.000[12]
Thailand1.000[12]
Bahasa
Utamanya Belanda
dan bahasa daerah lainnya:
Saksen Hilir Belanda[a]
Limburg[b][22]
Frisia Barat (Friesland)[c][23][24]
Inggris (Kepulauan BES)[d][25]
Papiamento (Bonaire)[e][25][26]
Agama
Sebagian besar tidak beragama
(khususnya ateis dan agnostik[27][28]
Secara historis atau tradisional beragama Kristen
(Katolik Latin and Protestant)[c][29]
Kelompok etnik terkait

  • ^a Termasuk 16 juta[1] penduduk Belanda yang mengidentifikasi diri sebagai etnis Belanda, 2 juta (paling banyak) yang tinggal di luar negeri, dan 14โ€“15 juta lainnya yang menyatakan memiliki keturunan Belanda di seluruh dunia, termasuk para ekspatriat.[note 1]
  • ^b Sebagian besar berketurunan Belanda.
  • ^c Umat โ€‹โ€‹Protestan Belanda sebagian besar beragama Reformed (Calvinis), dengan minoritas Lutheran yang cukup besar. Umat Katolik Roma juga membentuk minoritas yang cukup besar, khususnya di selatan di perbatasan dengan Flandria, yang merupakan benteng tradisional umat Katolik.
  • ^d Di Afrika Selatan, sebagian besar orang Afrikaner dan Berwarna (Cape Coloured) memiliki akar keturunan dari Belanda; mereka adalah keturunan para penjajah Belanda yang mendirikan Koloni Tanjung Belanda. Mereka menggunakan bahasa Afrikaans sebagai bahasa ibu, yang merupakan bahasa saudara dari bahasa Belanda yang dapat dipahami secara timbal balik dan berkembang di koloni tersebut.

Bangsa Belanda (bahasa Belanda: Nederlanders) adalah kelompok etnik asli Belanda. Mereka memiliki asal-usul dan budaya yang sama serta berbicara bahasa Belanda. Orang Belanda dan keturunannya dapat ditemukan di komunitas migran di seluruh dunia, terutama di Argentina, Aruba, Australia,[30] Brasil, Kanada,[31] Belanda Karibia, Curaรงao, Jerman, Guyana, Indonesia, Selandia Baru, Sint Maarten, Afrika Selatan,[32] Suriname, dan Amerika Serikat.[33]

Negeri Rendah terletak di sekitar perbatasan Prancis dan Kekaisaran Romawi Suci, membentuk bagian dari pinggiran masing-masing dan wilayah-wilayah yang membentuknya telah menjadi hampir otonom pada abad ke-13.[34] Di bawah kekuasaan Habsburg, Belanda diorganisasikan menjadi satu unit administratif, dan pada abad ke-16 dan ke-17, Belanda Utara memperoleh kemerdekaan dari Spanyol sebagai Republik Belanda.[35] Tingkat urbanisasi yang tinggi yang khas dalam masyarakat Belanda dicapai pada tanggal yang relatif awal.[36] Selama masa Republik, gelombang migrasi besar-besaran pertama orang Belanda di luar Eropa terjadi.

Seni dan budaya tradisional Belanda mencakup berbagai bentuk musik tradisional, tarian, gaya arsitektur, dan pakaian, beberapa di antaranya dikenal secara global. Secara internasional, pelukis Belanda seperti Rembrandt, Vermeer, dan Van Gogh sangat dihormati. Agama utama di kalangan masyarakat Belanda adalah Kristen, yang mencakup Katolik Latin dan Protestan Calvinis. Namun, pada masa kini, mayoritas masyarakat Belanda tidak lagi mengikuti denominasi Kristen tertentu. Persentase yang signifikan dari masyarakat Belanda menganut humanisme, agnostisisme, ateisme, atau spiritualitas individu (termasuk ietsisme).[37][38][39]

Sejarah

sunting

Kemunculan

sunting
Masuknya raja Frankia Clovis ke agama Kristen memiliki arti penting dalam membantu membentuk identitas bangsa Belanda di masa depan.[40]

Situasi di atas berlaku bagi banyak kelompok etnis Eropa modern yang berasal dari suku-suku Jermanik, seperti bangsa Frisia, Jerman, Inggris, dan Nordik (Skandinavia). Di kawasan Negeri Rendah, fase ini dimulai ketika orang Frankaโ€”gabungan beberapa suku kecil seperti Batavi, Chauci, Chamavi, dan Chattuariiโ€”mulai memasuki provinsi barat laut Kekaisaran Romawi. Pada tahun 358, Franka Sali menetap di wilayah selatan sebagai foederati (sekutu Romawi untuk menjaga perbatasan).[41][42]

Injil Egmond berisi penggambaran tertua yang diketahui tentang individu-individu Belanda, yaitu Pangeran Dirk II dari Belanda dan istrinya Hildegard dari Flandria.[43]

Secara linguistik, bahasa Franka Kuno berkembang menjadi bahasa Belanda Kuno (dibuktikan sejak abad ke-6).[44][45][46] Secara agama, bangsa Franka (awalnya dari kalangan elit) memeluk Kristen sekitar tahun 500โ€“700. Secara politik, para pemimpin Franka meninggalkan sistem kesukuan dan mendirikan kerajaan-kerajaan yang akhirnya berpuncak pada Kekaisaran Karoling dari Karolus Agung (Charlemagne).[47]

Namun, penduduk Kekaisaran Karoling tidak didominasi etnis Franka; mereka terutama terbatas di wilayah barat laut (Rheinland, Negeri Rendah, Prancis utara).[48] Di Prancis utara, mereka berasimilasi dengan penduduk Galia-Romawi dan bahasanya berkembang menjadi bahasa Prancis, sedangkan di Negeri Rendah mereka mempertahankan bahasa yang kelak menjadi bahasa Belanda. Batas bahasa Belandaโ€“Prancis saat ini hampir tidak berubah sejak itu (kecuali wilayah Nord-Pas-de-Calais di Prancis serta Brussel dan sekitarnya di Belgia).[49] Identitas yang berbeda dari kelompok Jermanik timur berkembang bertahap, dipengaruhi faktor sosial, ekonomi, dan politik. Sebagian besar wilayah Belanda sekarang menggunakan dialek Sachsen dan Frisia.

Konvergensi

sunting

Kota-kota abad pertengahan di Negeri Rendahโ€”terutama di Flandria, Brabant, dan Hollandโ€”yang berkembang pesat pada abad ke-11 dan ke-12 berperan besar melemahkan feodalisme lokal yang longgar. Ketika semakin kuat, mereka memakai kekuatan ekonomi untuk memengaruhi politik para bangsawan.[50][51][52] Pada awal abad ke-14, dipelopori County Flandria,[53] kota-kota ini memperoleh otonomi besar dan sering mendominasi urusan politik wilayah, termasuk suksesi pernikahan.

Kota-kota juga menjadi pusat budaya Belanda abad pertengahan. Perdagangan maju, penduduk meningkat, dan pendidikan tidak lagi terbatas pada rohaniwan. Flandria, Brabant, dan Holland mulai mengembangkan bahasa Belanda baku bersama. Karya epik seperti Elegast (1150), Roelantslied, dan Van den vos Reynaerde (1200) populer. Serikat pekerja kota dan kebutuhan dewan air (pengelola tanggul dan kanal) menciptakan tingkat organisasi masyarakat yang sangat tinggi. Pada masa ini pula muncul istilah etnis seperti Diets dan Nederlands.[54]

Pada paruh kedua abad ke-14, para adipati Burgundy memperoleh pengaruh di Negeri Rendah melalui pernikahan 1369 antara Phillipe yang Berani dan pewaris Pangeran Flandria. Setelah serangkaian pernikahan, perang, dan warisan, sekitar 1450 wilayah-wilayah utama berada di bawah kekuasaan Burgundy, dan kendali penuh tercapai setelah berakhirnya Perang Gelders (1543). Hal ini menyatukan wilayah Negeri Rendah di bawah satu penguasa dan menandai tahap baru terbentuknya etnis Belanda, karena persatuan politik mulai menguatkan kesatuan budaya dan bahasa.[butuh rujukan]

Konsolidasi

sunting
Plakat Penolakan, yang ditandatangani pada tanggal 26 Juli 1581, merupakan deklarasi kemerdekaan resmi Belanda.

Meskipun kesatuan linguistik dan budaya mereka semakin kuat, serta (dalam kasus Flanders, Brabant, dan Holland) adanya kesamaan ekonomi, rasa persatuan politik di kalangan rakyat Belanda masih minim.[55]

Namun, kebijakan sentralistik Burgundi pada abad ke-14 dan ke-15, yang pada awalnya ditentang dengan keras oleh kota-kota di Belanda, memiliki dampak yang mendalam dan mengubah keadaan ini. Selama perang-perang Charles yang Berani yang tak terhitung jumlahnya, yang menjadi beban ekonomi besar bagi Belanda Burgundy, ketegangan perlahan meningkat. Pada tahun 1477, tahun kematian mendadak Charles di Nancy, Negeri Rendah memberontak melawan penguasa baru mereka, Mary dari Bourgogne, dan mengajukan serangkaian tuntutan kepadanya.[butuh rujukan]

Privilese Agung yang kemudian diterbitkan memenuhi banyak tuntutan tersebut, termasuk bahwa bahasa Belanda, bukan bahasa Prancis, harus menjadi bahasa administrasi di provinsi-provinsi berbahasa Belanda di bawah kekuasaan Burgundi (yaitu Flanders, Brabant, dan Holland), serta bahwa Dewan Negara memiliki hak untuk mengadakan rapat tanpa izin atau kehadiran raja. Inti dari dokumen tersebut (yang dinyatakan batal oleh putra dan penerus Maria, Philip IV) bertujuan untuk memberikan otonomi yang lebih besar bagi county dan kadipaten, namun demikian, semua wilayah feodal mengajukan tuntutan mereka secara bersama-sama, bukan secara terpisah. Hal ini menjadi bukti bahwa pada saat itu telah muncul rasa kepentingan bersama di antara provinsi-provinsi Belanda. Dokumen itu sendiri dengan jelas membedakan antara provinsi-provinsi berbahasa Belanda dan berbahasa Prancis.[butuh rujukan]

Setelah pernikahan Maria dengan Maximilian I, Kaisar Romawi Suci, Belanda kini menjadi bagian dari wilayah Habsburg. Kebijakan-kebijakan sentralisasi lebih lanjut dari dinasti Habsburg (seperti pendahulu mereka dari Burgundi) kembali menemui perlawanan, namun tetap diterapkan, dengan puncaknya berupa pembentukan dewan-dewan kolateral pada tahun 1531 dan Sanksi Pragmatis tahun 1549 yang membentuk Tujuh Belas Provinsi. Pemerintahan Felipe II dari Spanyol mengupayakan reformasi sentralisasi yang lebih jauh, yang, disertai dengan perintah-perintah keagamaan dan pajak yang berlebihan, mengakibatkan Pemberontakan Belanda. Provinsi-provinsi Belanda, meskipun sekarang berjuang sendirian, untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka menemukan diri mereka berjuang melawan musuh bersama. Hal ini, bersama dengan meningkatnya jumlah kaum intelektual Belanda dan Masa Keemasan Belanda di mana budaya Belanda, secara keseluruhan, memperoleh prestise internasional, mengkonsolidasikan orang Belanda sebagai sebuah kelompok etnis.[butuh rujukan]

Identitas nasional

sunting

Pada pertengahan abad ke-16, identitas "nasional" (bukan "etnis") yang menyeluruh mulai berkembang di Belanda Habsburg, ketika penduduk mulai menyebutnya sebagai "tanah air" mereka dan mulai dipandang sebagai suatu kesatuan kolektif di luar negeri; namun, masih adanya hambatan bahasa, perselisihan tradisional antarkota, dan partikularisme provinsi terus menjadi penghalang bagi penyatuan yang lebih menyeluruh.[56] Akibat pajak yang berlebihan bersama dengan upaya untuk mengurangi otonomi tradisional kota-kota dan wilayah di Belanda, diikuti oleh penindasan agama setelah wilayah tersebut diserahkan kepada Spanyol Habsburg, orang Belanda memberontak, yang kemudian menjadi Perang Delapan Puluh Tahun. Untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka, orang Belanda memerdekakan diri dari kekuasaan asing.[57] Namun, selama perang, menjadi jelas bahwa tujuan membebaskan semua provinsi dan kota yang menandatangani Uni Utrechtโ€”yang secara kasar sesuai dengan bagian Belanda-berbahasa di Belanda Spanyolโ€”tidak dapat dicapai. Provinsi-provinsi Utara bebas, tetapi pada 1580-an, Selatan direbut kembali oleh Spanyol, dan meskipun ada berbagai upaya, pasukan Republik tidak mampu mengusir mereka. Pada tahun 1648, Perjanjian Mรผnster, yang mengakhiri Perang Delapan Puluh Tahun, mengakui kemerdekaan Republik Belanda, tetapi mempertahankan kendali Spanyol atas Belanda Selatan. Selain reunifikasi singkat pada tahun 1815 hingga 1830 dalam Kerajaan Bersatu Belanda (yang mencakup wilayah berbahasa Prancis/Walonia), orang Belanda telah terpisah dari "orang Flandria" hingga saat ini. Perbatasan antara Belanda dan Belgia bersifat murni kebetulan, yang sekadar mencerminkan garis gencatan senjata tahun 1648. Terdapat kontinum dialek yang utuh.

Imperium Belanda

sunting

Imperium Kolonial Belanda (bahasa Belanda: Het Nederlandse Koloniale Rijk) mencakup wilayah-wilayah seberang laut dan pos-pos perdagangan yang dikuasai dan dikelola oleh perusahaan-perusahaan dagang yang diberi hak istimewa oleh Belanda (terutama Perusahaan Hindia Barat Belanda dan Perusahaan Hindia Timur Belanda) dan kemudian oleh Republik Belanda (1581โ€“1795), serta oleh Kerajaan Belanda modern setelah tahun 1815.[butuh rujukan]

Bahasa

sunting
Seorang penutur bahasa Belanda.

Bahasa Belanda adalah bahasa utama yang digunakan oleh sebagian besar penduduk Belanda. Bahasa Belanda merupakan bahasa Jermanik Barat yang digunakan oleh sekitar 29 juta orang. Bahasa Franka Kuno, cikal bakal bahasa Belanda baku, pertama kali tercatat sekitar tahun 500,[58] dalam sebuah teks hukum Franka, Lex salica, dan memiliki catatan tertulis selama lebih dari 1.500 tahun, meskipun bahan-bahan sebelum sekitar tahun 1200 bersifat terpisah-pisah dan tidak berkesinambungan.

Sebagai bahasa Jermanik Barat, bahasa Belanda satu rumpun dengan bahasa Frisia Barat, Inggris, dan Jerman. Banyak dialek Jermanik Barat mengalami serangkaian pergeseran bunyi. Hukum spiran nasal Anglo-Frisia dan pencerahan Anglo-Frisia mengakibatkan beberapa bahasa Jermanik awal berevolusi menjadi apa yang kini dikenal sebagai bahasa Inggris dan Frisia Barat, sementara Pergeseran Bunyi Jermanik Kedua menghasilkan apa yang kemudian menjadi bahasa Jerman (Tinggi). Bahasa Belanda tidak mengalami perubahan bunyi tersebut dan karenanya menempati posisi sentral dalam kelompok bahasa Jermanik Barat.

Bahasa Belanda memiliki banyak dialek. Dialek-dialek ini biasanya dikelompokkan ke dalam enam kategori utama: Holland, Flandria Barat/Zeeland, Flandria Timur, Brabants, dan Limburgs, meskipun Limburgs diakui sebagai bahasa daerah berdasarkan Bagian 2 Piagam Eropa untuk Bahasa Daerah atau Minoritas. Bagian Belanda dari Bahasa Saksen Hilir kadang-kadang juga dianggap sebagai dialek Belanda karena berada dalam wilayah bahasa standar Belanda, meskipun diakui sebagai bahasa lokal.[59] Dari dialek-dialek ini, Holland dan Saksen Hilir Belanda hanya digunakan oleh penduduk utara. Brabants, Flandria Timur, Flandria Barat/Zeeland, dan Limburgs merupakan dialek lintas perbatasan dalam hal ini. Terakhir, situasi dialek ditandai oleh perbedaan utama antara wilayah penutur "G keras" dan "G lembut" (lihat pula fonologi Belanda). Beberapa ahli bahasa membagi ini menjadi sekitar 28 dialek yang berbeda.[60]

Agama

sunting
Agama di Belanda pada tahun 1849.
ย ย Katolik Roma

Sebelum kedatangan agama Kristen, nenek moyang bangsa Belanda menganut paganisme Jermanik yang diperkaya dengan berbagai unsur Kelt. Pada awal abad ke-6, misionaris pertama (dari Hiberno-Skotlandia) tiba. Mereka kemudian digantikan oleh misionaris Anglo-Sakson, yang pada akhirnya berhasil mengkonversi sebagian besar penduduk pada abad ke-8.[61] Sejak saat itu, agama Kristen menjadi agama dominan di wilayah tersebut.

Pada awal abad ke-16, Reformasi Protestan mulai terbentuk dan segera menyebar di Westhoek dan County Flanders, di mana khotbah rahasia di ruang terbuka diadakan, yang dalam bahasa Belanda disebut hagenpreken ("pidato di pagar tanaman"). Penguasa wilayah Belanda, Felipe II dari Spanyol, merasa berkewajiban untuk memerangi Protestanisme, dan setelah gelombang ikonoklasme, mengirim pasukan untuk menumpas pemberontakan dan menjadikan Belanda sebagai wilayah Katolik sekali lagi.[62] Kaum Protestan di Belanda Selatan melarikan diri ke Utara secara massal.[63] Sebagian besar Protestan Belanda kini terkonsentrasi di provinsi-provinsi Belanda yang merdeka di utara Sungai Rhein, sementara umat Katolik Belanda berada di wilayah Selatan yang diduduki atau dikuasai Spanyol. Setelah Perjanjian Westfalia pada 1648, Protestanisme tidak menyebar ke Selatan, sehingga menimbulkan perbedaan dalam situasi keagamaan.

Menurut sebuah studi tahun 2017 yang dilakukan oleh Badan Statistik Belanda, masyarakat Belanda saat ini sebagian besar tidak beragama, dengan 51% penduduknya mengaku tidak beragama. Denominasi Kristen terbesar adalah Katolik Roma (24%), diikuti oleh Protestan (15%). Selain itu, terdapat 5% Muslim dan 6% penganut agama lain (di antaranya Budha).[64] Orang-orang keturunan Belanda di Amerika Serikat, Kanada, dan Afrika Selatan umumnya lebih religius dibandingkan orang Belanda di Eropa; misalnya, komunitas-komunitas Belanda yang banyak terdapat di Michigan barat tetap menjadi basis kuat Gereja Reformasi di Amerika dan Gereja Reformasi Kristen, yang keduanya merupakan keturunan dari Gereja Reformasi Belanda.

Statistik

sunting

Jumlah total orang Belanda dapat didefinisikan secara kasar dalam dua cara. Dengan menghitung total semua orang yang memiliki keturunan Belanda sepenuhnya, sesuai dengan definisi CBS saat ini (kedua orang tua lahir di Belanda), yang menghasilkan perkiraan 16.000.000 orang Belanda, atau dengan menjumlahkan semua orang di seluruh dunia yang memiliki keturunan Belanda sepenuhnya maupun sebagian, yang akan menghasilkan angka sekitar 33.000.000.

Perkiraan sebaran penutur asli bahasa Belanda di seluruh dunia.

ย ย Belanda (70.8%)
ย ย Belgia (27.1%)
ย ย Suriname (1.7%)
ย ย Karibia (0.1%)
ย ย Lainnya (0.3%)

Orang-orang keturunan Belanda (parsial) di luar Belanda.

ย ย Afrika Selatan (47%)
ย ย Amerika Serikat (20%)
ย ย Kanada (7%)
ย ย Prancis (6%)
ย ย Brasil (6%)
ย ย Indonesia (6%)
ย ย Australia (2%)
ย ย Jerman (2%)
ย ย Belgia (1%)
ย ย Lainnya (3%)

Diaspora

sunting
Sebaran orang Belanda dan keturunannya di seluruh dunia.
ย ย Belanda
ย ย + 1.000.000
ย ย + 100.000
ย ย + 10.000
ย ย + 1.000

Sejak Perang Dunia II, para emigran Belanda sebagian besar berangkat dari Belanda menuju Kanada, Republik Federal Jerman, Amerika Serikat, Belgia, Australia, dan Afrika Selatan, dalam urutan tersebut. Saat ini, komunitas Belanda yang besar juga terdapat di Britania Raya, Prancis, Spanyol, Turki, dan Selandia Baru.[32]

Lihat pula

sunting

Catatan

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ a b c "Bevolking; geslacht, leeftijd en nationaliteit op 1 januari; 1995โ€“2023" (dalam bahasa Belanda). Statistics Netherlands. 2 June 2023. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 December 2023. Diakses tanggal 20 December 2023.
  2. ^ "Table B04006 โ€“ People Reporting Ancestry โ€“ 2021 American Community Survey 1-Year Estimates". United States Census Bureau. 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 June 2023. Diakses tanggal 1 September 2023.
  3. ^ "Afrikaners constitute nearly three million out of approximately 53 million inhabitants of the Republic of South Africa, plus as many as half a million in diaspora." Afrikaner Diarsipkan 28 November 2017 di Wayback Machine. โ€“ Unrepresented Nations and Peoples Organization. Retrieved 7 January 2020.
  4. ^ Afrikaners make up approximately 5.2% of the total South African population based on the number of white South Africans who speak Afrikaans as a first language in the South African National Census of 2011.
  5. ^ "Immigration and Ethnocultural Diversity Highlight Tables". Statcan.gc.ca. 25 October 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 October 2017. Diakses tanggal 7 January 2020.
  6. ^ "2021 Australian Census". Australian Bureau of Statistics. 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 May 2019. Diakses tanggal 8 February 2025.
  7. ^ "More Than 250,000 Dutch People in Germany". Destatis.de. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 April 2019. Diakses tanggal 31 January 2022.
  8. ^ "Number of people with the Dutch nationality in Belgium as reported by Statistic Netherlands" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 6 July 2017. Diakses tanggal 8 March 2022.
  9. ^ "New Zealand government website on Dutch-Australians". Teara.govt.nz. 4 March 2009. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 January 2019. Diakses tanggal 10 September 2012.
  10. ^ res. "Prรฉsentation des Pays-Bas". Diplomatie.gouv.fr (dalam bahasa Prancis). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 June 2020. Diakses tanggal 19 June 2020.
  11. ^ "Estimated overseas-born population resident in the United Kingdom by sex, by country of birth (Table 1.4)". Office for National Statistics. 28 August 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 April 2015. Diakses tanggal 9 April 2015.
  12. ^ a b c d e f g h i j k "Immigrant and Emigrant Populations by Country of Origin and Destination". migrationpolicy.org. 10 February 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 March 2022. Diakses tanggal 23 February 2021.
  13. ^ a b Joshua Project. "Dutch Ethnic People in all Countries". Joshua Project. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 January 2019. Diakses tanggal 7 August 2012.
  14. ^ "Archived copy" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 3 March 2016. Diakses tanggal 18 March 2015. Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link)
  15. ^ "Population by country of birth, age and sex. Year 2000-2024". Statistics Sweden. Diakses tanggal 5 April 2025.
  16. ^ "CBS โ€“ One in eleven old age pensioners live abroad โ€“ Web magazine". Cbs.nl. 20 February 2007. Diarsipkan dari asli tanggal 5 February 2012. Diakses tanggal 7 August 2012.
  17. ^ "Curacao". The World Factbook. Central Intelligence Agency. Diarsipkan dari asli tanggal 13 January 2021. Diakses tanggal 29 December 2019.
  18. ^ "Table 5 Persons with immigrant background by immigration category, country background and sex. 1 January 2009". Ssb.no. 1 January 2009. Diarsipkan dari asli tanggal 15 November 2011. Diakses tanggal 7 August 2012.
  19. ^ "SEF: Relatรณrio de Imigraรงรฃo, Fronteiras e Asilo 2022" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 23 July 2023. Diakses tanggal 22 July 2023.
  20. ^ "2024๋…„ 9์›” ์ถœ์ž…๊ตญ์™ธ๊ตญ์ธ์ •์ฑ… ํ†ต๊ณ„์›”๋ณด๏ผ‰" [2024 September Immigration and Foreigner Policy Statistics Monthly Report] (dalam bahasa Korea). 21 October 2024. Diakses tanggal 19 November 2024.
  21. ^ "ๅœจ็•™ๅค–ๅ›ฝไบบ็ตฑ่จˆ๏ผˆๆ—ง็™ป้Œฒๅค–ๅ›ฝไบบ็ตฑ่จˆ๏ผ‰" [Statistics on foreign residents (formerly registered statistics on foreigners)] (dalam bahasa Jepang). 15 December 2023. Diakses tanggal 19 November 2024.
  22. ^ "Taal in Nederland .:. Nedersaksisch". taal.phileon.nl (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari asli tanggal 13 February 2017. Diakses tanggal 3 January 2020.
  23. ^ "Regeling โ€“ Instellingsbesluit Consultatief Orgaan Fries 2010 โ€“ BWBR0027230". Wetten.overheid.nl (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 November 2014. Diakses tanggal 3 January 2020.
  24. ^ "Taal in Nederland .:. Fries". taal.phileon.nl (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari asli tanggal 13 February 2017. Diakses tanggal 3 January 2020.
  25. ^ a b "Regeling โ€“ Invoeringswet openbare lichamen Bonaire, Sint Eustatius en Saba โ€“ BWBR0028063". Wetten.overheid.nl (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 February 2021. Diakses tanggal 3 January 2020.
  26. ^ "Regeling โ€“ Wet openbare lichamen Bonaire, Sint Eustatius en Saba โ€“ BWBR0028142". Wetten.overheid.nl (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 November 2014. Diakses tanggal 3 January 2020.
  27. ^ Schmeets, Hans (2016). De religieuze kaart van Nederland, 2010โ€“2015 (PDF). Centraal Bureau voor der Statistiek. hlm.ย 5. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 15 October 2017. Diakses tanggal 12 December 2021.
  28. ^ "Helft Nederlanders is kerkelijk of religieus". Cbs.nl (dalam bahasa Belanda). 22 December 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 July 2019. Diakses tanggal 17 October 2017.
  29. ^ Numbers, Ronald L. (2014). Creationism in Europe. JHU Press. ISBNย 978-1-4214-1562-8. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 September 2023. Diakses tanggal 10 November 2020.
  30. ^ "2001CPAncestryDetailed (Final)" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 7 September 2013. Diakses tanggal 27 August 2010.
  31. ^ Based on Statistics Canada, Canada 2001 Census.Link to Canadian statistics. Diarsipkan 25 February 2005 di Wayback Machine.
  32. ^ a b Nicholaas, Han; Sprangers, Arno. "Dutch-born 2001, Figure 3 in DEMOS, 21, 4. Nederlanders over de grens". Nidi.knaw.nl. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 11 June 2007.
  33. ^ According to Factfinder.census.gov Diarsipkan 11 February 2020 di Archive.is
  34. ^ Winkler Prins Geschiedenis der Nederlanden I (1977), p. 150; I.H. Gosses, Handboek tot de staatkundige geschiedenis der Nederlanden I (1974 [1959]), 84 ff.
  35. ^ The actual independence was accepted by in the 1648 treaty of Munster, in practice the Dutch Republic had been independent since the last decade of the 16th century.
  36. ^ D.J. Noordam, "Demografische ontwikkelingen in West-Europa van de vijftiende tot het einde van de achttiende eeuw", in H.A. Diederiks e.a., Van agrarische samenleving naar verzorgingsstaat (Leiden 1993), 35โ€“64, esp. 40
  37. ^ "CBS statline Church membership". Statline.cbs.nl. 15 December 2009. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 September 2018. Diakses tanggal 27 August 2010.
  38. ^ Religion in the Netherlands Diarsipkan 16 January 2013 di Wayback Machine.. (dalamย bahasaย Belanda)
  39. ^ "Wat maakt Nederland tot Nederland? Over identiteit blijken we verrassend eensgezind". trouw.nl. 26 June 2019. Diakses tanggal 17 July 2022.
  40. ^ "Perpindahan agama Clovis ke agama Kristen, terlepas dari motifnya, merupakan titik balik dalam sejarah Belanda karena kaum elit kini mengubah kepercayaan mereka. Pilihan mereka akan berdampak pada rakyat jelata, yang banyak di antaranya (terutama di jantung wilayah Franka, Brabant dan Flanders) kurang antusias dibandingkan kelas penguasa." Diambil dari Geschiedenis van de Nederlandse stam, part I: till 1648. Hal. 203, 'A new religion', oleh Pieter Geyl. Wereldbibliotheek Amsterdam/Antwerp 1959.
  41. ^ Britannica: "They were divided into three groups: the Salians, the Ripuarians, and the Chatti, or Hessians."(Link Diarsipkan 3 May 2015 di Wayback Machine.)
  42. ^ Encyclopรฆdia Britannica Online; entry 'History of the Low Countries'. 10 May. 2009 Diarsipkan 15 February 2014 di Wayback Machine.;The Franks, who had settled in Toxandria, in Brabant, were given the job of defending the border areas, which they did until the mid-5th century
  43. ^ Arblaster, Paul (26 October 2018). A History of the Low Countries. Bloomsbury Publishing. hlm.ย 39. ISBNย 978-1-137-61188-8. Diakses tanggal 3 March 2024.
  44. ^ Encyclopรฆdia Britannica Online; entry 'Dutch language' 10 May. 2009 Diarsipkan 26 April 2015 di Wayback Machine.; "It derives from Low Franconian, the speech of the Western Franks, which was restructured through contact with speakers of North Sea Germanic along the coast."
  45. ^ Encyclopรฆdia Britannica Online; entry 'West Germanic languages'. 10 May. 2009 Diarsipkan 30 August 2011 di Wayback Machine.;restructured Frankishโ€”i.e., Dutch;
  46. ^ W. Pijnenburg, A. Quak, T. Schoonheim & D. Wortel, Oudnederlands Woordenboek. Diarsipkan 19 January 2016 di Wayback Machine.
  47. ^ Encyclopรฆdia Britannica Online; entry 'History of the Low Countries'. 10 May. 2009 Diarsipkan 15 February 2014 di Wayback Machine.; "The administrative organization of the Low Countries ... was basically the same as that of the rest of the Frankish empire."
  48. ^ Encyclopรฆdia Britannica Online; entry 'History of the Low Countries'. 10 May. 2009 Diarsipkan 15 February 2014 di Wayback Machine.; "During the 6th century, Salian Franks had settled in the region between the Loire River in present-day France and the Coal Forest in the south of present-day Belgium. From the late 6th century, Ripuarian Franks pushed from the Rhineland westward to the Schelde. Their immigration strengthened the Germanic faction in that region, which had been almost completely evacuated by the Gallo-Romans."
  49. ^ Encyclopรฆdia Britannica Online; entry 'Fleming and Walloon'. 12 May. 2009 Diarsipkan 28 April 2009 di Wayback Machine.; "The northern Franks retained their Germanic language (which became modern Dutch), whereas the Franks moving south rapidly adopted the language of the culturally dominant Romanized Gauls, the language that would become French. The language frontier between northern Flemings and southern Walloons has remained virtually unchanged ever since."
  50. ^ Encyclopรฆdia Britannica Online (use fee site); entry 'History of the Low Countries'. 10 May. 2009 Diarsipkan 15 February 2014 di Wayback Machine.;Thus, the town in the Low Countries became a communitas (sometimes called corporatio or universitas)โ€”a community that was legally a corporate body, could enter into alliances and ratify them with its own seal, could sometimes even make commercial or military contracts with other towns, and could negotiate directly with the prince.
  51. ^ Encyclopรฆdia Britannica Online; entry 'History of the Low Countries'. 10 May. 2009 Diarsipkan 15 February 2014 di Wayback Machine.;The development of a town's autonomy sometimes advanced somewhat spasmodically because of violent conflicts with the prince. The citizens then united, forming conjurationes (sometimes called communes)โ€”fighting groups bound together by an oathโ€”as happened during a Flemish crisis in 1127โ€“28 in Ghent and Brugge and in Utrecht in 1159.
  52. ^ Encyclopรฆdia Britannica Online; entry 'History of the Low Countries'. 10 May. 2009 Diarsipkan 15 February 2014 di Wayback Machine.;All the towns formed a new, non-feudal element in the existing social structure, and from the beginning merchants played an important role. The merchants often formed guilds, organizations that grew out of merchant groups and banded together for mutual protection while traveling during this violent period, when attacks on merchant caravans were common.
  53. ^ Encyclopรฆdia Britannica Online; entry 'History of the Low Countries'. 10 May. 2009 Diarsipkan 15 February 2014 di Wayback Machine.;The achievements of the Flemish partisans inspired their colleagues in Brabant and Liรจge to revolt and raise similar demands; Flemish military incursions provoked the same reaction in Dordrecht and Utrecht
  54. ^ Etymologisch Woordenboek van het Nederlands, entry "Diets". (dalamย bahasaย Belanda)
  55. ^ Becker, Uwe (2006). J. Huizinga (1960: 62). Het Spinhuis. ISBNย 978-90-5589-275-4. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 September 2023. Diakses tanggal 27 August 2010.
  56. ^ Cf. G. Parker, The Dutch Revolt (1985), 33โ€“36, and Knippenberg & De Pater, De eenwording van Nederland (1988), 17 ff.
  57. ^ Sumber: Bab ke-3 yang disebutkan di atas (hal. 3), beserta paragraf-paragraf awal Bab 4, mengenai pendirian Republik Belanda.
  58. ^ "Maltho thi afrio lito" is the oldest attested (Old) Dutch sentence, found in the Salic Law, a legal text written around 500. (Source: the Old Dutch dictionary Diarsipkan 27 April 2023 di Wayback Machine.) (dalamย bahasaย Belanda)
  59. ^ Taaluniversum websiteDiarsipkan 28 September 2023 di Wayback Machine. on the Dutch dialects and main groupings. (dalamย bahasaย Belanda)
  60. ^ Hรผning, Matthias. "Kaart van de Nederlandse dialecten" [Map of Dutch dialects]. University of Vienna (dalam bahasa Belanda). Diarsipkan dari asli tanggal 10 December 2006.
  61. ^ The Anglo-Saxon Church Diarsipkan 12 May 2017 di Wayback Machine. โ€“ Catholic Encyclopedia article
  62. ^ The Dutch Republic Its Rise, Greatness, and Fall 1477โ€“1806, ISBN 0-19-820734-4
  63. ^ The Dutch Republic Its Rise, Greatness, and Fall 1477โ€“1806, ISBN 0-19-820734-4
  64. ^ "Meer dan de helft Nederlanders niet religieus" (PDF). Cbs.nl. Diarsipkan dari asli tanggal 6 July 2017. Diakses tanggal 8 March 2022.

Bacaan lanjutan

sunting

Bahasa Inggris

sunting
  • (English)' Blom, J. C. H. and E. Lamberts, eds. History of the Low Countries (2006) 504pp excerpt and text search; also complete edition online
  • (English) Bolt, Rodney.The Xenophobe's Guide to the Dutch. Oval Projects Ltd 1999, ISBN 1-902825-25-X
  • (English) Boxer. Charles R. The Dutch in Brazil, 1624-1654. By The Clarendon Press, Oxford, 1957, ISBN 0-208-01338-5
  • (English) Burke, Gerald L. The making of Dutch towns: A study in urban development from the 10th-17th centuries (1960)
  • (English) De Jong, Gerald Francis. The Dutch in America, 1609โ€“1974.Twayne Publishers 1975, ISBN 0-8057-3214-4
  • (English)Hunt, John. Dutch South Africa: early settlers at the Cape, 1652โ€“1708. By John Hunt, Heather-Ann Campbell. Troubador Publishing Ltd 2005, ISBN 1-904744-95-8.
  • (English)Koopmans, Joop W., and Arend H. Huussen, Jr. Historical Dictionary of the Netherlands (2nd ed. 2007)excerpt and text search
  • (English) Kossmann-Putto, J. A. and E. H. Kossmann. The Low Countries: History of the Northern and Southern Netherlands (1987)
  • (English) Kroes, Rob. The Persistence of Ethnicity: Dutch Calvinist pioneers. By University of Illinois Press 1992, ISBN 0-252-01931-8
  • (English) Stallaerts, Robert. The A to Z of Belgium (2010), a historical encyclopedia
  • (English) White & Boucke. The UnDutchables. ISBN 978-1-888580-44-0.

Bahasa Belanda

sunting
  • (Dutch) Voor wie Nederland en Vlaanderen wil leren kennen. By J. Wilmots and J. De Rooij, 1978, Hasselt/Diepenbeek. (Belanda)
  • (Dutch) Handgeschreven wereld. Nederlandse literatuur en cultuur in de middeleeuwen. By D. Hogenelst and Frits van Oostrom, 1995, Amsterdam. (Belanda)


Kesalahan pengutipan: Ditemukan tanda <ref> untuk kelompok bernama "lower-alpha", tapi tidak ditemukan tanda <references group="lower-alpha"/> yang berkaitan
Kesalahan pengutipan: Ditemukan tanda <ref> untuk kelompok bernama "note", tapi tidak ditemukan tanda <references group="note"/> yang berkaitan

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Belanda

dataran rendah di seluruh Eropa. Bangsa Romawi membedakan provinsi hilir Germania Inferior (kini bagian Belgia dan Belanda) dan provinsi hulu Germania Superior

Indonesia

dengan sistem bangsa-bangsa pendatang maupun misi ekspansif imperium dunia semisal peradaban bangsa Tionghoa (China), India, Persia, Belanda, Jepang, hingga

Hindia Belanda

Majapahit). Bangsa Eropa pertama yang tiba adalah Portugis pada tahun 1512. Setelah menemui gangguan terhadap akses rempah-rempah di Eropa, Belanda melakukan

Perserikatan Bangsa-Bangsa

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB; bahasa Inggris: United Nationscode: en is deprecated , disingkat UN) adalah organisasi internasional yang didirikan pada

Kartini

Untuk Bangsanya. Menurut Sulastin, judul terjemahan seharusnya menurut bahasa Belanda adalah: "Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsa Jawa"

Maluku

pun menjadi daya tarik bangsa-bangsa Eropa yang pada akhirnya menguasai Maluku, dimulai oleh Portugis dan terakhir Hindia Belanda. Sejarah Maluku sebagai

Pendudukan Jepang di Hindia Belanda

membebaskan bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan bangsa Belanda. 11 Maret - Perlawanan Aceh terlibat dalam pertempuran dengan Belanda yang sedang

Sejarah Belanda

Sejarah Negeri Belanda adalah sejarah bangsa maritim yang tumbuh dan berkembang di daerah tanah rendah delta sungai yang bermuara ke Laut Utara di kawasan