| The Shadow's Edge | |
|---|---|
Poster penayangan di bioskop Tiongkok | |
| Namaโlain | |
| Hanziย Tradisional | ๆ้ขจ่ฟฝๅฝฑ |
| Hanzi Sederhana | ๆ้ฃ่ฟฝๅฝฑ |
| Hanyu Pinyin | Bวfฤng zhuฤซyวng |
| Jyutping | Bou2 Fung3 Zeoi1 Jing2 |
| Sutradara | Larry Yang |
| Produser | Victoria Hon Zhang Chao |
| Ditulis oleh | Larry Yang |
Berdasarkan | Eye in the Sky oleh Yau Nai-hoi |
| Pemeran | Jackie Chan Zhang Zifeng Tony Leung Ka-fai Ci Sha |
| Penataโmusik | Nicolas Errรจra |
| Sinematografer | Qian Tiantian |
| Penyunting | Zhang Yibo |
Perusahaan produksi | Hairun Pictures iQIYI Pictures |
| Distributor | Tao Piao Piao (Tiongkok) Edko Films (Hong Kong) |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 142 menit[1] |
| Negara | Tiongkok Hong Kong |
| Bahasa | Mandarin |
Pendapatan kotor | US$159,2 juta [2] |
The Shadow's Edge (Hanzi sederhana: ๆ้ฃ่ฟฝๅฝฑ; Hanzi tradisional: ๆ้ขจ่ฟฝๅฝฑ) adalah film laga-triler tahun 2025 yang disutradarai dan ditulis oleh Larry Yang. Film ini merupakan produksi bersama Tiongkok dan Hong Kong, serta diadaptasi secara longgar dari film laga-triler Hong Kong Eye in the Sky (2007) karya Yau Nai-hoi. Film ini dibintangi Jackie Chan sebagai mantan pakar pengawasan kepolisian yang kembali aktif untuk menyelidiki serangkaian perampokan yang dipimpin seorang buronan yang lama menghilang yang diperankan Tony Leung Ka-fai. Ia kemudian bekerja sama dengan seorang polisi muda yang diperankan Zhang Zifeng. Pemeran lainnya termasuk Ci Sha dan Wen Junhui.
Film ini memasuki tahap pra-produksi pada 2023 dan menjadi kolaborasi kedua antara Larry Yang dan Jackie Chan setelah Ride On (2023). Proses pengambilan gambar utama dimulai pada Oktober 2024 di Makau dan selesai pada Januari 2025. Tahap pascaproduksi berlangsung hingga pertengahan 2025, dengan musik latar digubah oleh musisi Prancis Nicolas Errรจra. The Shadow's Edge melakukan pemutaran perdana dunia di Emperor Cinemas, Taikoo Li Sanlitun, Beijing pada 3 Agustus 2025, sebelum dirilis di bioskop Tiongkok pada 16 Agustus dan di Hong Kong pada 11 September.
Plot
suntingDi Makau, polisi tengah memburu sebuah komplotan perampok profesional yang dipimpin buronan legendaris berjuluk The Shadow, yang belakangan terungkap sebagai Fu Lang-seng, mantan perwira intelijen. Ia beraksi bersama lima anak angkatnya. Kelompok ini terdiri dari Xi Wang sang pemimpin lapangan, Xi Meng (dipanggil Simon) si peretas andal, serta Hu Feng yang bertugas sebagai pelaku lapangan. Mereka membobol sebuah brankas bank untuk mencuri sebuah buku catatan, lalu kabur tanpa jejak setelah melumpuhkan sistem pengawasan melalui peretasan. Penyelidikan polisi mengungkap bahwa brankas tersebut milik seorang pengusaha kaya, dan buku catatan yang dicuri ternyata berisi kunci enkripsi untuk mengakses dompet kripto miliknya. Polisi pun menyimpulkan target berikutnya adalah sebuah perusahaan pengelola aset digital di Menara Makau. Saat komplotan itu menyusup ke gedung tersebut, mereka justru menemukan simpanan mata uang kripto senilai HK$1,5 miliar di brankas virtual yang sama. Meski Fu menolak rencana itu, anak-anaknya tetap mencuri aset tersebut. Aksi tambahan ini menyebabkan proses melarikan diri mereka terhambat kedatangan polisi, memaksa mereka melarikan diri dengan terjun payung ke kompleks Wynn Makau. Ketika situasi makin terdesak, Fu masuk ke dalam hotel untuk mengalihkan perhatian, memberi kesempatan anak-anaknya kabur dengan berbagai penyamaran. Tanpa sengaja, seorang barista di menara sempat memotret Fu di tengah kekacauan.
Karena hampir tak meninggalkan petunjuk, kepala kepolisian memutuskan meminta bantuan Wong Tak-chong, mantan ahli pengawasan yang telah pensiun. Wong, yang tidak sepenuhnya percaya pada teknologi modern, lebih mengandalkan metode lama. Ia membentuk tim pengawasan, termasuk He Qiuguo, yang diyakininya mampu mendekati Fu tanpa menimbulkan kecurigaan. Berkat arahan Wong, polisi berhasil mengidentifikasi anggota komplotan melalui rekaman kamera dan mengaitkan Fu dengan serangkaian perampokan dua puluh tahun lalu yang dilakukan sosok kriminal bernama Shadow. Hubungan Wong dan He awalnya dingin. He menyalahkan Wong atas kematian ayahnya dalam sebuah operasi masa lalu. Namun suatu malam saat berjaga, He nekat keluar dari penyamaran untuk menolong seorang perempuan yang diganggu preman dan hampir terlukaโhingga Wong menyelamatkannya. Wong kemudian mengungkap bahwa ayah He tewas setelah ia sendiri melanggar prosedur demi menyelamatkan orang lain, mirip seperti yang barusan dilakukan He. Kesalahpahaman di antara mereka pun perlahan mencair.
Sementara itu, Fu murka atas pembangkangan anak-anak angkatnya dan menghukum mereka, memicu ketegangan terutama dengan Simon. Tim Wong akhirnya menemukan jejak Fu di sebuah pasar dan membuntutinya hingga ke rumah susun tempat tinggal di mana selama ini dia bersembunyi. He menawarkan diri untuk mengikutinya dari dekat. Fu yang sempat curiga akhirnya melepaskan He, ketika Wong muncul dengan menyamar sebagai ayah He dan berpura-pura menjadi salah satu penghuni rumah susun. Unit yang dimasukinya kemudian dipinjam Wong dari seorang wanita sebagai tempat kediamannya sementara. Keesokan harinya, Wong mengundang Fu makan malam di unit yang dipinjamnya. Fu mencoba menguji niat dan identitas mereka sepanjang pertemuan itu. Di sana, He mengetahui bahwa Wong diam-diam selalu mengawasinya sejak ayahnya meninggal. Setelah pertemuan tersebut, Xi Wang tiba-tiba muncul di unit Wong. Upaya pembunuhan tersebut gagal dan membuat Wong dan para polisi sadar bahwa penyamaran mereka kemungkinan telah terbongkar. Dalam perjalanan kembali ke markas, kendaraan Wong ditabrak sebuah truk penuh tentara bayaran tepat di depan kantor pusat kepolisian. Setelah sempat terjadi pertempuran berdarah, sekelompok pasukan polisi akhirnya tiba dan berhasil menaklukkan mereka. Di waktu yang sama, Simon memancing Fu ke sebuah panti asuhan, tempat para pembunuh bayaran telah menunggu. Setelah pertarungan sengit, Fu berhasil mengalahkan mereka semua. Xi Wang kemudian muncul, demi memastikan Fu mati di tangannya. Pertarungan sengit terjadi, yang akhirnya dimenangkan oleh Fu dengan menusuk Xi Wang. Simon meledakkan panti asuhan, tetapi Fu berhasil selamat dan akhirnya ditangkap polisi.
Dengan bantuan kecerdasan buatan S.P.A.I.S., polisi melacak sisa anggota komplotan akan melarikan diri dari Wynn Palace. Saat dalam perjalanan mobil tahanan, Fu berhasil kabur. Hu Feng dan yang lain akhirnya dilumpuhkan oleh Wong. Namun di stasiun Cotai East, Fu mengiris arteri seorang polisi hingga tewas, sekaligus menusuk Simon di pintu masuk LRT Cotai East station Dan kemudian menghilang. Menjelang ajalnya, Simon membacakan kunci akses akun kriptoโsebuah frasa sandi berisi 12 kata dalam bahasa Inggris. Dua anak angkat Fu yang tersisa berhasil ditangkap di hotel.
Merasa frustasi tidak berhasil menangkap Fu, Wong membawakan makanan untuknya dan menyarankannya mengikuti aliran uang untuk melacak Fu yang bergaya tradisional. He kemudian memantau rumah pemilik dompet kripto yang dirampok komplotan Fu untuk mencari petunjuk. Setelah menggrebek proses transaksi yang dilakukan oleh pengusaha tersebut dan mengetahui bahwa dia berjanji akan bertemu Fu di Tin Seng Tea House. Sambil menginformasi Wong dan para polisi, He langsung menuju ke lokasi di mana Fu sedang menunggu. Fu mengenali dan membongkar identitasnya. Mengetahui bahwa Wong tiba, Fu mencekiknya hingga tak sadarkan diri. Terjadi pertarungan sengit antara Fu dan Wong yang akhirnya dimenangkan oleh Fu. Dalam keadaan terluka, Fu mencoba melarikan diri di tengah kepungan para polisi. He bersama para polisi lain pada akhirnya berhasil menyudutkan Fu dan menangkapnya.
Dalam adegan pasca kredit, terungkap bahwa Xi Wang dan Simon memiliki saudara kembar ketiga yang masih hidup. Ia kemudian memasang hadiah buruan bagi Wong, He, dan Fuโmenandakan bahwa konflik mereka belum benar-benar berakhir.
Pemeran
sunting- Jackie Chan sebagai Wong Tak-chong, seorang ahli intelijen siber Makau yang kembali dari masa pensiun.[3]
- Zhang Zifeng sebagai He Qiuguo, seorang perwira polisi muda di tim elit Wong.[3]
- Tony Leung Ka-fai sebagai Fu Lung-sang, seorang dalang kriminal yang telah menjadi buronan selama lebih dari 20 tahun.[3]
- Ci Sha sebagai:
- Xi Wang, putra angkat kesayangan Fu dan tangan kanannya dalam kru perampokan.[4]
- Xi Meng atau Simon, saudara kembar Xi Wang dan putra angkat Fu, yang berperan sebagai peretas untuk kru.[4]
- Xi Tai, saudara kembar ketiga Xi Wang dan Xi Meng, yang menerima enkripsi dari Xi Meng di adegan pasca-kredit.[5]
- Wen Junhui sebagai Hu Feng, anak angkat Fu sekaligus sosok kuat dalam kelompok perampokannya.[3][6]
- Lang Yueting sebagai Wang Xuemei, inspektur polisi yang memimpin penyelidikan kasus Shadow.[7]
- Melvin Wong sebagai pejabat tinggi kepolisian.[8]
- Leo Wang sebagai Wu, detektif polisi sekaligus tangan kanan Wang.[7]
- Chaney Lin sebagai Xiao Xin, anak angkat Fu yang juga menjadi anggota kelompok perampoknya.[7]
- Zhou Zhengjie sebagai Liu Jinxiao, anak angkat Fu yang juga menjadi anggota kelompok perampoknya.[7]
Yuen Qiu sempat tampil dalam peran kameo, namun akhirnya tidak dimasukkan ke dalam film.[9]
Produksi
suntingLatar belakang, konsep dan penulisan
suntingLarry Yang sebelumnya menyutradarai Adoring (2019) dan Ride On (2023), dua film yang sama-sama mengeksplorasi persahabatan lintas spesies antara manusia dan hewan. Sutradara ini juga menyukai film Hong Kong Eye in the Sky (2007) karya Yau Nai-hoii, dan merasa terhubung secara emosional dengan karakter serta jalan ceritanya.[10] Setelah Eye in the Sky diadaptasi ulang menjadi film Korea Selatan Cold Eyes (2013),[11] Yang melihat potensi komersial untuk mengembangkan kembali kisah asli tersebut dengan menyesuaikan pada kemajuan teknologi pengawasan modern.[10]
Setelah memperoleh hak untuk membuat ulang film tahun 2007, Larry Yang mengerjakan naskahnya selama beberapa tahun.[12] Meskipun ia mempertahankan struktur naratif asli, termasuk konsep tim pengawasan yang mencari tersangka tak dikenal dengan berjalan kaki, Yang berusaha menghindari pengulangan cerita. Sebagai gantinya, ia menulis sekitar 85 hingga 90 persen materi baru.[10][12] Film ini diperbarui dengan latar di Makau masa kini, dengan memasukkan tema mengenai teknologi serta perdebatan tentang efektivitas metode pelacakan tradisional kepolisian di era kecerdasan buatan.[10] Untuk tokoh antagonis Fu Longsheng, Yang mendasarkan karakter tersebut pada sosok penjahat dalam film asli, lalu membayangkannya kembali sebagai penyintas dari peristiwa dalam Eye in the Sky.[12][13]
Pengembangan dan pra-produksi
suntingVictoria Hon, produser film ini, mengakui bahwa sulit memperoleh pendanaan untuk proyek tersebut karena pandangan pesimistis para investor terhadap film laga di pasar Tiongkok saat ini. Ia menyatakan, โUntuk membuat investor percaya pada genre ini, kami bekerja keras pada naskah dan pengembangan karakter.โ[12] Pada 2023, The Shadow's Edge didaftarkan ke National Radio and Television Administration, dengan Larry Yang sebagai sutradara dan Hairun Pictures sebagai produser.[14] Jackie Chan juga diumumkan sebagai pemeran utama, menandai kolaborasi keduanya dengan Yang setelah kesuksesan komersial Ride On.[14][15] Pada Januari 2025, diumumkan bahwa Tony Leung Ka-fai dan Wen Junhui, anggota grup K-pop group Seventeen, akan membintangi film ini.[6][16] Leung, yang sebelumnya memerankan tokoh antagonis dalam film asli, kembali mengulangi perannya.[13] Wen diundang langsung oleh Larry Yang untuk mengikuti audisi setelah sang sutradara melihat beberapa karya sebelumnya.[17]
Film ini menjalani tahap pra-produksi selama sekitar lima bulan. Dalam periode tersebut, sebagian besar adegan laga digambarkan melalui storyboard dan direkam sebagai demo untuk ditunjukkan kepada Jackie Chan guna memperoleh masukan.[12] Tim produksi juga melakukan pencarian lokasi selama delapan bulan, dengan sejumlah adegan berkembang secara alami dari tempat-tempat yang mereka temukan. Salah satu lokasi yang dipilih adalah Wynn Macau, setelah tim menyadari bahwa hotel tersebut berada dekat dengan jalur pelarian kru perampok dari Menara Makau.[12]
Syuting dan pasca produksi
suntingPengambilan gambar utama dimulai pada Oktober 2024 di Makau,[15] dengan lokasi syuting mencakup Menara Makau,[18] Coloane,[13] dan Wynn Makau.[19] Qian Tiantian, yang sebelumnya pernah bekerja sama dengan Larry Yang dan Jackie Chan dalam sebuah film pendek, bertugas sebagai sinematografer dan bergabung dengan proyek ini hanya 48 jam sebelum proses syuting dimulai.[18] Film ini direkam menggunakan kamera CineAlta V2, yang menurut Qian memberikan keunggulan dalam menangkap adegan jarak dekat serta gerakan cepat pada adegan laga.[18] Jackie Chan, yang saat itu berusia 71 tahun, melakukan seluruh adegan berbahaya sendiri tanpa menggunakan pemeran pengganti.[20] Proses syuting selesai pada Januari 2025 setelah berlangsung selama 84 hari.[16][21][12] Secara keseluruhan, sebanyak 5.000 bingkai direkam, namun hanya sekitar 3.000 bingkai yang digunakan setelah proses penyuntingan pascaproduksi.[9] Yuen Qiu, rekan Jackie Chan dalam kelompok Seven Little Fortunes sempat direncanakan tampil sebagai kameo, tetapi akhirnya tidak dimasukkan ke dalam film.[9] Pada Mei 2025, film ini memasuki tahap pascaproduksi dan dipresentasikan di Cannes Film Market oleh Global Network Asia. Dalam ajang tersebut, film ini diakuisisi oleh Plaion Pictures untuk distribusi di Jerman, SPI International untuk Eropa Timur dan ATV untuk Turki. Film ini juga didistribusikan di Britania Raya oleh Trinity CineAsia.[22] The Shadow's Edge menampilkan musik latar karya komponis asal Prancis, Nicolas Errรจra.[22]
Penayangan
suntingThe Shadow's Edge mengadakan pemutaran perdana di Emperor Cinemas Taikoo Li Sanlitun yang berlokasi di Taikoo Li Sanlitun, Beijing pada 3 Agustus 2025,[23][24] , diikuti dengan perilisan bioskop secara nasional di Tiongkok pada 16 Agustus. [25] Film ini kemudian tayang terbatas di Amerika Serikat pada 22 Agustus,[26] dan dirilis di Hong Kong pada 11 September.[27] Pada 19 September, film ini diputar dalam bagian Open Cinema di Festival Film Internasional Busan ke-30.[28][12] Untuk pasar internasional, film ini dirilis di Britania Raya pada 3 Oktober 2025.[22]
Penerimaan
suntingBox office
suntingThe Shadow's Edge meraih lebih dari RMBยฅ11 juta dalam penjualan tiket pratayang pada hari pertama,[29] dan menghasilkan lebih dari RMBยฅ77 juta pada hari pembukaan.[30] Hingga hari kesepuluh penayangan, pendapatan film ini meningkat menjadi RMBยฅ577 juta.[31] Pada pekan kedua, film ini memperoleh RMBยฅ182,9 juta dan menempati posisi teratas box office. Kinerja positif berlanjut pada akhir pekan ketiga, dengan tambahan RMBยฅ191 juta dan tetap berada di puncak tangga mingguan, sehingga total pendapatan mencapai sekitar RMBยฅ767 juta.[32]
Referensi
sunting- ^ "The Shadow's Edge (15)". British Board of Film Classification (dalam bahasa Inggris). 16 September 2025. Diakses tanggal 16 September 2025.
- ^ "The Shadow's Edge (2025)". The Numbers. Nash Information Services, LLC. Diakses tanggal September 10, 2025.
- ^ a b c d Marsh, James (28 August 2025). "The Shadow's Edge movie review: Jackie Chan stars in action-packed Eye in the Sky remake". South China Morning Post. Diakses tanggal 2 September 2025.
- ^ a b "็ตๅฝฑใๆ้ฃ่ฟฝๅฝฑใไธญ็6ไธชไธฅ่ฐจ็ป่็ ็ ๅฐๆฝไบๅ็ง"็ฅๅง"็่ธ". 163.com (dalam bahasa Tionghoa). 22 August 2025. Diakses tanggal 3 September 2025.
- ^ ้ญ้กบ้กบ (2 September 2025). "ไปๅคงๅๅฑฑ็ทๅญฉๅฐใๆ้ฃ่ฟฝๅฝฑใๅจไฝๆฐๆ ๆผๅๆญคๆฒ๏ผๆขฆๆณ็ ง่ฟ็ฐๅฎๅ ท่ฑกๅ". QQ.com (dalam bahasa Tionghoa). Xinan Evening Post. Diakses tanggal 30 November 2025.
- ^ a b "Seventeen member Jun to star in movie with Jackie Chan and Tony Leung Ka Fai". The Straits Times. 21 January 2025. Diakses tanggal 3 September 2025.
- ^ a b c d Lan Shimeng (31 August 2025). "ๆ้พไธ็ถใ็็ไน็ใไบ๏ผใๆ้ขจ่ฟฝๅฝฑใ็ฅจๆฟ้ฃ34ๅ ไปๆๅๅๅฟ่ฒ" [Jackie Chan is no longer the "King of Bad Movies"! He's moved by 3.4 billion box office success of "The Shadow's Edge"]. Nownews (dalam bahasa Tionghoa). Diakses tanggal 3 September 2025.
- ^ ่ซๅกๅ ฏ (2025-09-05). "ๆ้ขจ่ฟฝๅฝฑ๏ธฑๆขๅฎถ่ผ้ฉ็พๅฅฝๅๅชๅ ๅ ด้ขจ้จท่ตท่ ๅ ฅๅ้ๅฑฑๅฝฑๅฑๅ ผไปป่ฉๅฏฉ". HK01 (dalam bahasa Chinese (Hong Kong)). Diakses tanggal 2025-12-27.
- ^ a b c ่ซๅกๅ ฏ (25 August 2025). "ๆ้ขจ่ฟฝๅฝฑ๏ธฑๆ้พ็ไธๅฐ็ฆๆๅกๆฒไปฝ่ขซๅ จๅช๏ธฐๅซๅฐๆผไธๅฎ็็ชๅ ฉๅ้ก้ ญ". HK01 (dalam bahasa Tionghoa). Diakses tanggal 1 September 2025.
- ^ a b c d Wang Jinyue (็้่ท) (2025-08-16). "ใๆ้ฃ่ฟฝๅฝฑใๅฏผๆผๆจๅญ๏ผๆฐๆง็่ๅไธไผ ๆฟ๏ผๆฏไธไปถ็พไธฝ็ไบ" [Director Yang Zi of The Shadow's Edge: The fusion and inheritance of the new and old is a beautiful thing.]. Beijing Daily (dalam bahasa Tionghoa). Diakses tanggal 2025-09-01.
- ^ Jung, Han-seok (2013-08-01). "Joh Ui-seok and Kim Byeong-soo, Directors of Cold Eyes". Korean Cinema Today. Diakses tanggal 2025-08-26.
- ^ a b c d e f g h Ramachandran, Naman (2025-09-21). "Jackie Chan's Busan Title 'Shadow's Edge' Has Sequel Discussions Underway". Variety. Diakses tanggal 2025-09-22.
- ^ a b c "ไธ่ฎฟ็ตๅฝฑใๆ้ฃ่ฟฝๅฝฑใ็ผๅง/ๅฏผๆผๆจๅญ๏ผๆ้พๆขๅฎถ่พๅฏนๅณๆฏๆๅคงๆๅ". Beijing Daily (dalam bahasa Tionghoa). 19 August 2025. Diakses tanggal 1 September 2025.
- ^ a b ๆๅฏปๆฌข (12 July 2024). "ใไผ ่ฏดใ็นๆ ไธๅจ็ฅจๆฟไป 3500ไธ๏ผ"ๆ้พIP"ๅขๅ ๅผ่ฑๅขๅค้ฆ๏ผ". Jiemian News (dalam bahasa Tionghoa). Diakses tanggal 1 September 2025.
- ^ a b Ramachandran, Naman (13 May 2025). "Jackie Chan Action Thriller 'The Shadow's Edge' Racks Up Global Sales for Golden Network Asia". Variety (dalam bahasa Tionghoa). Diakses tanggal 1 September 2025.
- ^ a b Ramachandran, Naman (27 January 2025). "Jackie Chan Wraps 'The Shadow's Edge,' Teams With K-Pop Star Jun for Macau-Set Heist Thriller". Variety. Diakses tanggal 3 September 2025.
- ^ ๅผ ๆๆฏ (20 August 2025). "ๆไฟ่พ๏ผใๆ้ฃ่ฟฝๅฝฑใ้็"็ผ็ณปๅฐๅนด"ไธๅจไฝๆฐๆ". Nanfang Daily (dalam bahasa Tionghoa). Diakses tanggal 1 September 2025.
- ^ a b c "ๅจใๆ้ฃ่ฟฝๅฝฑใไธญๅฎ็ฐๆดๅคงๆๆ่ช็ฑๅบฆ๏ผ้้ธกๅฅๆไฝณๆๅฝฑ้ฑๆทปๆทปไธ็ดขๅฐผ CineAltaV 2 ็ๅๅๅๆฐ". Geek Park (dalam bahasa Tionghoa). 19 August 2025. Diakses tanggal 1 September 2025.
- ^ "ๆๆบๆๅๆๅฟ็ผ๏ผใๆ้ฃ่ฟฝๅฝฑใๆ้พๆขๅฎถ่พ็ญไธปๅ็ฐ่บซๅนฟๅท". Sohu (dalam bahasa Tionghoa). Southern Metropolis Daily. 26 August 2025. Diakses tanggal 1 September 2025.
- ^ ่ซๅกๅ ฏ (24 August 2025). "ๆ้ขจ่ฟฝๅฝฑ๏ฝๆ้พ71ๆญฒๅ ๆไธ็จๆฟ่บซ ๆขๅฎถ่ผ็็จ็ๅ๏ธฐๅๆทไธๆข้ ญ้ซฎ". HK01 (dalam bahasa Tionghoa). Diakses tanggal 1 September 2025.
- ^ Merican, Sara (27 January 2025). "Jackie Chan Action Film 'The Shadow's Edge' Wraps Principal Photography, First Behind-The-Scenes Look Revealed". Deadline Hollywood. Diakses tanggal 3 September 2025.
- ^ a b c Ramachandran, Naman (3 September 2025). "Jackie Chan's 'The Shadow's Edge' Lands U.K. Distribution Deal With Trinity CineAsia". Variety (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 4 September 2025.
- ^ "ใๆ้ขจ่ฟฝๅฝฑใๅไบฌ้ฆๆ ๅ ่ฒปๆถ็ฅจ". Sina (dalam bahasa Tionghoa). 30 July 2025. Diakses tanggal 3 September 2025.
- ^ ็้่ท (4 August 2025). "ใๆ้ฃ่ฟฝๅฝฑใๅไบฌ้ฆๆ ๏ผๆ้พๅผ ๅญๆซๆขๅฎถ่พๆญคๆฒ้ซ็ๅผๆ". Beijing Daily (dalam bahasa Tionghoa). Diakses tanggal 3 September 2025.
- ^ "Jackie Chan returns to form in iQIYI's action-crime thriller". China Daily. 12 August 2025. Diakses tanggal 3 September 2025.
- ^ Fuge, Jonathan (1 September 2025). "Jackie Chan Returns to Action Movie Greatness in New Crime Thriller That Is Now Dominating Everything". MovieWeb. Diakses tanggal 6 September 2025.
- ^ "ใๆ้ขจ่ฟฝๅฝฑใ9.11้ฆๆธฏไธๆ ๆ้พๆขๅฎถ่ผ็ธ้20ๅนดๅๅไฝ". Ming Pao (dalam bahasa Tionghoa). 18 August 2025. Diakses tanggal 3 September 2025.
- ^ "The Shadow's Edge smashes past RM10m at Malaysian box office". The Sun. 31 August 2025. Diakses tanggal 3 September 2025.
- ^ "ใๆ้ฃ่ฟฝๅฝฑใๆ็ปๆ้ขๅๅๆตทๆฅ้ขๅฎ็ฅจๆฟ็ ดๅไธ". Sina Finance (dalam bahasa Tionghoa). 7 August 2025. Diakses tanggal 2 September 2025.
- ^ "้ซๅผ้ซ่ตฐ๏ผใๆ้ฃ่ฟฝๅฝฑใ่ฟ็ปญไธคๆฅๆฅๅ ๆ็ป็ฅจๆฟๆๅฐ็ช็ ด10ไบฟ". QQ News (dalam bahasa Tionghoa). 20 August 2025. Diakses tanggal 2 September 2025.
- ^ ๆ็ฅๅ (26 August 2025). "ๆ้พ๏ผๆๅฅฝๅ ้ฆๆธฏๆ ไบไธๅฎ่ฟๅๆ ใๆ้ขจ่ฟฝๅฝฑใๅ งๅฐไธๆ 10ๆฅ่ก็ ด6ๅ็ฅจๆฟ". Ming Pao (dalam bahasa Tionghoa). Diakses tanggal 2 September 2025.
- ^ Hazelton, John (1 September 2025). "'The Shadow's Edge' with Jackie Chan leads global box office; 'The Roses', 'Caught Stealing' make middling starts". Screen Daily. Diakses tanggal 2 September 2025.
Pranala luar
sunting- The Shadow's Edge di IMDb (dalam bahasa Inggris)








