📑 Table of Contents
Dewi langit Nut digambarkan sebagai seekor sapi dan didukung oleh delapan dewa Heh

Kitab Sapi Surgawi, atau Kitab Sapi dari Surga, adalah sebuah teks Mesir kuno yang, sebagian, mendeskripsikan alasan untuk keadaan tak sempurna dunia dalam hal pemberontakan umat manusia melawan dewa matahari tertinggi, Ra. Hukuman ilahi dilaksanakan melalui dewi Hathor, dengan para penyintas menderita melalui pemisahan dari Ra, yang kini bermukim di langit di punggung Nut, sang sapi surgawi.

Dengan "kejatuhan" tersebut, menurut penafsiran Erik Hornung, penderitaan dak kematian timbul di dunia, bersama dengan kerapuhan dalam penyatuan penciptaan asli.[1] Dewa pencipta kini berbuah dalam banyak raga surgawi, menciptakan "Ladang Surga" bagi kematian terberkati, mungkin mengangkat geb sebagai pewarisnya, menangani atas peran umat manusia kepada Osiris (Thoth memerintah langit malam sebagai wakilnya), dengan dewa-dewa Shu dan Heh kini mendukung dewi langit Nut.[2]:โ€Š75,โ€Š77โ€Š

Meskipun teks tersebut dicatat pada zaman Kerajaan Baru, karya tersebut ditulis dalam bahasa Mesir Pertengahan dan mungkin ditulis pada zaman Kerajaan Pertengahan.[3]

Catatan

sunting
  1. ^ Hornung, Erik (2001). The Secret Lore of Egypt: Its Impact on the West. Diterjemahkan oleh Lorton, David. Cornell University Press. hlm.ย 17. ISBNย 0-8014-3847-0.
  2. ^ Pinch, Geraldine (2004). A Guide to the Gods, Goddesses, and Traditions of Ancient Egypt. Oxford University Press. hlm.ย 75, 77. ISBNย 0-19-517024-5.
  3. ^ Lichtheim, Miriam (1976). Ancient Egyptian Literature. University of California Press. hlm.ย 197โ€“198. ISBNย 0-520-03615-8.

Referensi

sunting
  • Trigger, B.G, Kemp, B.G, O'Connor, D and Lloyd, A.B (2001). Ancient Egypt, A Social History. Cambridge: Cambridge University Press.
  • Allen, James P. Genesis in Egypt: The Philosophy of Ancient Egyptian Creation Accounts. New Haven, CT: Yale Egyptological Seminar, Dept. of Near Eastern Languages and Civilizations, Graduate School, Yale University, 1988.
  • Loprieno, Antonio. Ancient Egyptian Literature: History and Forms. Leiden: E.J. Brill, 1996.
  • Quirke, Stephen G. 1996. Narrative literature. In Loprieno, Antonio (ed.), Ancient Egyptian literature 263โ€“276. Leiden; New York; Kรถln: E. J. Brill.
  • Baines, John 1996. Myth and literature. In Loprieno, Antonio (ed.), Ancient Egyptian Literature, 361โ€“377. Leiden; New York; Kรถln: E. J. Brill.
  • Spalinger Anthony, The Destruction of Mankind: A Transitional Literary Text (Studien Zur Altagyptischen Kultur 28: 2000), 257โ€“282. https://www.jstor.org/stable/25152827

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Hathor

mengamuk tanpa kendali. Dalam teks pemakaman yang dikenal sebagai Kitab Sapi Surgawi, Ra mengutus Hathor sebagai Mata Ra untuk menghukum umat manusia yang

Mitologi Mesir

yang sering disebut "The Destruction of Mankind", yang dicatat dalam Kitab Sapi Surgawi, Ra mengendus gelagat bahwa umat manusia sedang merencanakan pemberontakan

Sara

โ€”โ€ŠHud (11): 72-73 Dalam Tanakh (kitab suci Yahudi) dan Alkitab (kitab suci Kristen), kisah Sarah disebutkan dalam Kitab Kejadian, sedangkan dalam Al-Qur'an

Daftar tokoh dalam Mahabharata

Delapan Wasu) adalah kelompok makhluk surgawi. Mereka dikutuk untuk lahir sebagai manusia karena berusaha mencuri sapi milik Resi Wasista. Para Wasu sangat

Goloka

kepercayaan Hindu, merupakan kediaman surgawi bagi Kresna (Krishna) dan Radha, istrinya yang utama. Dalam kitab suci Bhagawatapurana dan Garga Samhita

Agama Hindu

Eropa. Kaum brahmana melestarikan kitab-kitab Hindu yang kemudian diteliti oleh orang-orang Eropa. Kewenangan kitab-kitab tersebut telah menjadi sasaran

Yu Huang Da Di

sistem welas asih yang disebut Naskah Emas Prinsipal Giok. Pengadilan Surgawi tersebut menyerupai pengadilan kerajaan di dunia manusia; terdapat prajurit

Kerub

yaitu sapi jantan, singa, rajawali dan malaikat. Keempat simbol ini banyak digunakan pada kitab Yehezkiel, Kitab Yeremia, Kitab Yesaya, Kitab Wahyu.