Masyarakat tanpa kelas merujuk pada masyarakat yang semua anggotanya tidak termasuk kelas sosial apa pun. Beberapa perbedaan, seperti kekayaan, pendapatan, pendidikan, kebudayaan, atau jejaring sosial, mungkin saja muncul dan hanya dapat diperoleh melalui pengalaman maupun prestasi individu dalam lingkungan masyarakat tersebut.

Oleh karena perbedaan-perbedaan tersebut sulit dihindari, pendukung masyarakat tanpa kelas, seperti kaum anarkis dan komunis, mengemukakan beberapa cara untuk mencapai dan mempertahankannya serta memberinya label sebagai akhir dari keseluruhan program atau filosofi mereka.

Lihat pula

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Proletariat

ini memang sudah ada dan bukan hanya orang tanpa kekayaan saja, melainkan juga kelas terbawah masyarakat tersebut. Hal ini terjadi sampai Karl Marx mengubahnya

Nilai sosial

bagi manusia dalam melakukan tindakan apapun tanpa adanya rasa takut. Nilai sosial juga dapat membentuk kelas sosial dalam stratifikasi sosial. Selain itu

Masyarakat

memandang masyarakat dari sudut yang berlawanan, dengan menegaskan bahwa individu serta kelompok sosial atau kelas sosial di dalam masyarakat berinteraksi

Masyarakat tak bernegara

yang tidak disukai dan masyarakat tanpa negara adalah suatu hal yang ideal, sementara Marxisme menganggap bahwa dalam masyarakat pascakapitalis, negara

Dinamika sosial

terjadi interaksi sosial, kelompok sosial dan kelas sosial. Setiap masyarakat perdesaan maupun masyarakat perkotaan akan mengalami dinamika sosial. Hubungan

Anarkisme

dan kapitalisme. Anarkisme menganjurkan penggantian negara dengan masyarakat tanpa negara dan asosiasi bebas yang bersifat sukarela. Sebagai gerakan sayap

Komunisme pra-Marxis

muncul setelah umat manusia mampu menghasilkan surplus. Gagasan masyarakat tanpa kelas dan negara yang didasarkan pada kepemilikan barang dan kekayaan

Komunisme

kekayaan akan lebih merata. Masyarakat Tanpa Negara dan Tanpa Kelas: Visi akhir dari komunisme adalah terciptanya masyarakat tanpa kelas di mana negara tidak