Karl Marx-pencetus pandangan materialisme historis

Materialisme Historis adalah pandangan sejarah komunikasi dalam proses kerja dan laju perkembangan ekonomi yang dikembangkan oleh Karl Marx dan Friedrich Engels.[1] Dalam pandangan ini, bukan kesadaran manusia yang menentukan keadaan mereka, tetapi keadaan sosial mereka yang menentukan kesadaran mereka.[2] Keadaan sosial manusia merupakan produksinya. Hal ini berarti manusia ditentukan oleh produksi mereka, baik apa yang diproduksi maupun cara mereka berproduksi.[2] Cara manusia berpikir ditentukan oleh cara ia bekerja.[2] Oleh karena itu, kita tidak perlu memperhatikan apa yang dipikirkan manusia, tetapi cukup melihat bagaimana cara ia bekerja.[2]

Kesadaran dan cita-cita manusia ditentukan oleh kedudukannya dalam kelas sosial. Keanggotaan dalam kelas sosial tertentu akan menentukan cara kita memandang dunia, apa yang kita harapkan dan kita khawatirkan.[2] Sejarah tidak ditentukan oleh pikiran manusia, tetapi oleh cara manusia menjalankan produksinya.[2] Oleh sebab itu, perubahan masyarakat tidak dapat terjadi dari perubahan pikiran, tetapi dari perubahan dalam cara produksi.[2]

Basis dan Bangunan Atas

sunting

Marx membagi lingkup kehidupan manusia dalam dua bagian, yakni dasar nyata atau basis dan bangunan atas.[2] Basis merupakan bidang produksi kehidupan material, sedangkan bangunan atas merupakan proses kehidupan sosial, politik dan spiritual.[2]

  • Basis ditentukan oleh dua faktor, yakni tenaga-tenaga produktif dan hubungan-hubungan produksi.[2] Tenaga-tenaga produktif merupakan kekuatan-kekuatan yang dipakai oleh masyarakat untuk mengerjakan dan mengubah alam.[2] Tenaga-tenaga produktif mengandung tiga unsur, yaitu alat-alat kerja, manusia dengan kemampuannya masing-masing dan pengalaman-pengalaman dalam produksi (teknologi).[2] Hubungan-hubungan produksi merupakan hubungan kerja sama atau pembagian kerja antara manusia yang terlibat dalam proses produksi, seperti buruh dan pemilik modal.[2] Ciri khas dari basis adalah adanya pertentangan antara kelas atas dan kelas bawah.[2] Hubungan-hubungan produksi ditentukan oleh tingkat perkembangan tenaga-tenaga produktif.[2] Hal ini berarti struktur kelas masyarakat bukan sesuatu yang kebetulan, tetapi ditentukan oleh tuntutan efisiensi produksi.[2] Jadi, yang menentukan hubungan-hubungan produksi dalam sebuah masyarakat adalah tenaga-tenaga produktif.[2]
  • Bangunan atas terdiri dari dua hal, yakni tatanan institusional dan tatanan kesadaran kolektif atau bangunan atas ideologis.[2] Tatanan institusional merupakan segala macam lembaga yang menganut kehidupan bersama masyarakat di luar bidang produksi, seperti organisasi pasar, sistem pendidikan, sistem kesehatan, sistem hukum dan negara.[2] Tatanan kesadaran kolektif merupakan segala sistem kepercayaan, norma-norma dan nilai yang memeberikan kerangka pengertian, makna dan orientasi spiritual kepada usaha manusia termasuk pandangan dunia, agama, filsafat, moralitas masyarakat, nilai-nilai budaya dan seni.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ Ichtiar Baru Van Hoeve; Hasan Shadily. Ensiklopedia Indonesia, Jilid 7 (edisi khusus). Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  2. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t Franz Magnis Suseno (2010). Pemikiran Karl Marx: Dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme. Gramedia Pustaka Utama. hlm. 135-145. ISBN 978-979-655-331-0.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Materialisme

paham materialisme. Tidak jarang pemikiran Marx disebut dengan istilah-istilah yang berhubungan dengan materialisme, seperti materialisme historis dan materialisme

Materialisme dialektis

Perumusan materialisme dialektis dan historis versi Soviet (seperti di buku Josef Stalin yang berjudul Materialisme Dialektis dan Historis) pada tahun

Madilog

bahasa Indonesia yang merupakan kependekan dari Materialisme Dialektika Logika. Ini adalah sintesis materialisme dialektis Marxis dan logika Hegelian. Madilog

Marxisme

materialis tentang perkembangan sejarah, yang lebih dikenal sebagai materialisme historis, untuk menganalisis hubungan kelas, konflik sosial, dan transformasi

Teori alienasi Marx

Filsafat Naskah 1844 Tesis Feuerbach Konsep Materialisme dialektik Penentuan ekonomi Materialisme historis Metode Marx Sosialisme Marxian Overdetermination

Komunisme

terdapat pada paham liberalisme. Materialisme Historis: Komunisme berlandaskan pada analisis materialisme historis, yang melihat sejarah sebagai hasil

Karl Marx

balasan untuk upah. Memajukan kesepakatan kritikal yang dikenal sebagai materialisme sejarah, Marx memprediksi bahwa, seperti sistem sosio-ekonomi sebelumnya

Berilah sesuai kemampuan, terimalah sesuai kebutuhan

Filsafat Naskah 1844 Tesis Feuerbach Konsep Materialisme dialektik Penentuan ekonomi Materialisme historis Metode Marx Sosialisme Marxian Overdetermination