Juda Agung
Juda Agung pada tahun 2026
Wakil Menteri Keuangan Indonesia ke-13
Mulai menjabat
5 Februari 2026
Sebelum
Pengganti
Petahana
Sebelum
Deputi Gubernur Bank Indonesia
Masa jabatan
6 Januari 2022 – 19 Januari 2026
Sebelum
Pendahulu
Sugeng
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir16 Agustus 1964 (umur 61)
Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia
Suami/istriMiryana
Anak3
AlmamaterInstitut Pertanian Bogor
Universitas Birmingham
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Juda Agung adalah ekonom berkebangsaan Indonesia, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak Februari 2026.[1] Ia pernah menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia sejak Januari 2022 hingga Januari 2026 dan Anggota Dewan Komisioner OJK, sejak 23 September 2025. Sebelumnya, ia adalah Asisten Gubernur indonesia bidang Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial.

Juda Agung lahir di Pontianak pada tanggal 16 Agustus 1964.[2] Setelah menyelesaikan SMA-nya di Surakarta, ia menempuh pendidikan tingginya di Institut Pertanian Bogor, jurusan Teknik Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, hingga selesai tahun 1987. Selepas meraih gelar sarjana ia melanjutkan pendidikannya ke University of Birmingham, dengan mengambil konsentrasi di bidang Money, Banking and Finance (Moneter, Keuangan dan Bank), dan dari kampus tersebut ia pun berhasil meraih gelar Master pada tahun 1995 dengan predikat "distinction". Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di University of Birmingham pada bidang Ekonomi, hingga meraih gelar S3 pada tahun 1999 dengan judul disertasi "Financial Deregulation and Monetary Policy in Indonesia". Ia juga mengambil pendidikan eksekutif di beberapa Universitas: Harvard University, University of Virginia Darden School of Business, Kellog School of Business, Northwestern University, Kiel University, dan Hitotsubashi University.

Riwayat Karier

sunting

Awal kariernya dimulai saat ia melaksanakan tugas pertamanya di Bank Indonesia sebagai Staf Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter. Pada tahun 1992-1993 menjadi Research Assistant di Central Planning Bureau, Belanda. Setelah kembali dari tugas belajar dari University of Birmingham, selama tiga tahun, pada 1999-2002 ia pun menjadi peneliti ekonomi junior Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter.

Kemudian pada tahun 2002 sampai 2003 ia menjadi peneliti ekonomi Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter. Pada tahun 2003-2006 ia menjadi Staf Gubernur Bank Indonesia. ia kembali ke Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter sebagai Kepala Bagian di Direktorat Riset Ekonom dan Kebijakan Moneter dari tahun 2008 hingga 2012.

Pada tahun 2012 hingga 2013 ia merupakan Advisor Ekonomi dan Kebijakan Moneter kemudian pada 2013 hingga 2014 ia menjadi Kepala Grup Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter. Pada Februari 2014, Gubernur Bank Indonesia Agus D.W Martowardojo melantik beliau sebagai Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi & Moneter.

Juda Agung juga sempat memangku jabatan sebagai kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat. Sejak 1 Januari 2020 dipromosikan sebagai Asisten Gubernur Bank Indonesia di bidang Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial. Terhitung sejak tanggal 6 Januari 2022, ia secara resmi dilantik menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia di hadapan Ketua Mahkamah Agung RI.

Publikasi

sunting
  • Managing monetary and financial stability in a dynamic global environment: Bank Indonesia s policy perspectives. Bank for International Settlement (BIS), 2016. (co: Solikin M Juhro, Harmanta and Tarsidin).
  • Sustainable Economic Growth: Challenges and Policy Strategy”, in Growth Diagnostic: Growth Strategy to Support Structural Reform in Indonesia, Juda Agung, Edimon Ginting, Solikin M. Juhro, and Yoga Affandi (Eds.), Bank Indonesia and Asian Development Bank (ADB), March 2016.
  • Pattern of Corporate Financing and Financial System, Review of International Economics, Vol 12, No. 44, 2004 (co-author: A.W. Mullineux, and V. Murinde)
  • Monetary Transmission Mechanism in Indonesia, Bank Indonesia, May 2002, ISBN 979-3363-10-X (co-author: Perry Warjiyo).
  • Towards Implementation of Inflation Targeting in Indonesia. Bulletin of Indonesian Economic Studies, pp 309–324, Dec 2001 (co-author: Halim Alamsyah, Charles Joseph, Doddy Zulverdy).
  • Credit Crunch in Indonesia in the Aftermath of the Crisis. Bank Indonesia, 2000.(co-authors: Bambang Pramono, Nugroho Joko Prastowo, Andri Prasmuko).
  • Financial Constraint, Firms' Investments and the Channels of Monetary Policy in Indonesia. Applied Economics, Applied Economics. Vol. 31, No. 13, 2000.
  • The Money Multiplier for Broad Money, Divisia Money, and Innovation (Liberalisation) Adjusted Divisia Money: A Cointegration and ECM Study for Taiwan, 1969 to 1996. RISEC: International Review of Economics and Business, December 1999, 46(4), pages 725-49. (co author: James Ford)
  • Financial deregulation and the bank lending channel in developing countries: the case of Indonesia, Asian Economic Journal, 1998
  • One Divisia Money for Europe. Applied Economics, Vol 29, No. 6, 1997. (co author: Leigh Drake, Andy Mullineux).
  • Incorporating Risky Assets in Divisia monetary Aggregates. University of Birmingham Discussion Paper 1997 (co author: Leigh Drake, Andy Mullineux).
  • Convergence of European Financial System: Banks or Equity Market? In Spatial Dynamic of European Integration. 1999. (co-author: A.W. Mullineux, and V. Murinde)
  • Convergence between the Financial System of EU Members and Applicant of Transition Economies. In Financial And Monetary Integration In The New Europe (co-author: A.W. Mullineux, and V. Murinde)
  • Managing Capital Flood. Jakarta Post, 20 October 2010.

Referensi

sunting
  1. ^ Rahel Narda Chaterine; Jessi Carina (5 Februari 2026). "Prabowo Lantik Juda Agung Jadi Wamenkeu, Gantikan Thomas Djiwandono". Kompas.com. Diakses tanggal 5 Februari 2026.
  2. ^ Profil Juda Agung

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Teori moneter modern

Official Reserve Assets, Reserve Bank of Australia "Modern monetary theory and inflation – Part 1" Bill Mitchell, 7 July 2010 "There is no financial

Britania Raya

had been expected amounting to an annual rise of 7.4% above the rate of inflation for the next 5 years. This would take us to 9.4% of GDP spent on health

Lonjakan inflasi 2021–2023

merespons dengan menaikkan suku bunga secara agresif. "Inflation rates". International Monetary Fund via World Bank. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal

Uang

Berger, Klaus Peter. "The Nominalistic Principle - A Legal Approach to Inflation, Deflation, Devaluation and Revaluation (1971), p 37 et seq". www.trans-lex

Ekonomi Singapura

International Monetary Fund. International Monetary Fund. 17 June 2011. Diakses tanggal 18 April 2013. "TAKE A LOOK-Asia inflation: Singapore inflation eases

Belanda

tanggal 2021-07-30. Diakses tanggal 2021-09-06. Netherlands, Statistics. "Inflation up to 2.8 percent". Statistics Netherlands (dalam bahasa Inggris (Britania))

Permintaan efektif

34-58. Robert Barro and Herschel Grossman, 1976. "Money, Employment, and Inflation, Cambridge Univ. Press. Buiter, Willem, and Lorie, Henri, "Some unfamiliar

Daftar film animasi dengan pendapatan tertinggi

harga tahun 2014. "World Economic Outlook: Inflation rate, end of period consumer prices". International Monetary Fund. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal