Indo-Eropa
WilayahSebelum abad ke-15: Eropa, Asia Selatan, Asia Tengah, dan Asia Barat Daya. Sekarang di seluruh dunia.
Penutur
Perincian data penutur

Jumlah penutur beserta (jika ada) metode pengambilan, jenis, tanggal, dan tempat.[1]

  • 3.390.000.000 (2025)
  • 3.320.000.000 (2023)
  • 3.300.000.000 (2022)
  • 2.721.969.619 (2009)
  • 2.562.896.428 (2005)
  • 2.916.732.355 (2013)
  • 2.925.253.210 (2014)
  • 2.913.575.380 (2015)
  • 2.974.405.732 (2016)
  • 3.077.112.005 (2017)
  • 3.089.785.971 (2018)
  • 3.237.999.904 (2019)
  • 3.240.000.000 (2019)
  • 3.290.000.000 (2021)
  • 3.260.000.000 (2020)
  • 2.000.000.000 (pemerkiraan, 2007)
Bentuk awal
Kode bahasa
ISO 639-2ine
ISO 639-3โ€“
LINGUIST List
LINGUIST list sudah tidak beroperasi lagi
ieur
Glottologindo1319[2]
IETFine
Lokasi penuturan
Persebran di kawasan Eurasia:
ย ย Albania
ย ย Armenia
ย ย Balto-Slavik (Baltik)
ย ย Balto-Slavik (Slavik)
ย ย Keltik
ย ย Jermanik
ย ย Helenik (Yunani)
ย ย Indo-Iran (Indo-Arya, Iran, and Nuristani)
ย ย Italik
ย ย Non-Indo-Europa
ย Portal Bahasa
Lย โ€ข Bย โ€ข PWย ย ย 
Sunting kotak infoย ย Lihat butir Wikidataย ย Info templat

Rumpun bahasa Indo-Eropa atau India-Eropa adalah kelompok bahasa-bahasa berkerabat dengan jumlah penutur terbesar di seluruh dunia. Ada ratusan bahasa yang masih dituturkan yang termasuk dalam rumpun bahasa ini. Banyak bahasa anggota rumpun ini yang memiliki sejarah tertulis sangat panjang (kedua tertua setelah rumpun bahasa Afroasiatik) sehingga kajiannya relatif eksak dan perbandingan bahasa dapat dilakukan lebih cermat. Kurang lebih separuh dari 6 miliar jiwa penduduk bumi berbahasa ibu dari salah satu rumpun bahasa ini.

Bahasa-bahasa Indo-Eropa mencakup delapan subrumpun yang mudah ditilik perbedaan maupun kemiripannya. Mereka adalah subrumpun Indo-Iran, Armenia, Helenik, Albania, Italik, Keltik, Germanik, dan Balto-Slavik. Selain itu terdapat sub rumpun bahasa Anatolia, Tokharia, dan bahasa Proto-Indo-Eropa (hipotetik) yang telah punah.

Dari 20 bahasa masa kini yang terbesar menurut jumlah penuturnya menurut Ethnologue SIL, dua belas di antaranya adalah Indo-Eropa: bahasa Spanyol, bahasa Inggris, bahasa Hindi, bahasa Portugis, bahasa Bengali, bahasa Rusia, bahasa Jerman, bahasa Marathi, bahasa Prancis, bahasa Italia, bahasa Punjabi, dan bahasa Urdu. Penutur asli kedua belas bahasa ini mencakup lebih dari 1,7 miliar jiwa.[3] Sejumlah bahasa Indo-Eropa telah menyumbang banyak kosakata ke dalam bahasa Indonesia, seperti bahasa Sanskerta, bahasa Persia, bahasa Portugis, bahasa Belanda, dan bahasa Inggris.

Etimologi

sunting

Thomas Young menciptakan istilah "Indo-Europa" pada 1813, dari Indo- + Eropa, karena perbedaan yang besar secara geografis antar kerabat bahasa: dari Eropa Barat hingga India Timur Laut.[4]

Klasifikasi bahasa Indo-Eropa

sunting
Bahasa Indo-Eropa

Proto Indo-Eropa Bahasa Albania

Bahasa Anatolia


Bahasa Armenia

Bahasa Balto-Slavik


Bahasa Indo-Iran


Bahasa Jermanik


Bahasa Italo-Keltik


Bahasa Tokharia

Bahasa Yunani

Bahasa Trasia

Bahasa Illiria

Bahasa Frigia

(โ€ - Bahasa mati)

Bahasa-bahasa Indo-Eropa sudah ribuan tahun dituliskan. Bahasa Indo-Eropa tertua yang tersurat adalah bahasa Hitit dari tahun 1800 SM. Sedangkan fragmen bahasa kitab Rgveda dalam bahasa Sanskerta yang tertua diperkirakan berasal dari tahun 1500 SM. Pada kasus terakhir ini, nyanyian ini baru dituliskan pada kira-kira tahun 500. Sehingga ada tradisi Sastra Oral sepanjang paling tidak 1.000 tahun. Fragmen bahasa Yunani yang tertua adalah dalam bahasa Misenia, dan ditulis menggunakan huruf Linear B dan berasal dari kira-kira tahun 1.200 SM.

Hipotesis lain

sunting

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Ethnologue https://www.ethnologue.com/insights/largest-families/. Diakses tanggal 23 April 2025.
  2. ^ Hammarstrรถm, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Indo-Eropa". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
  3. ^ "Ethnologue list of languages by number of speakers". Ethnologue.com. Diakses tanggal 2010-08-07.
  4. ^ Robinson, Andrew (2007). The Last Man Who Knew Everything: Thomas Young, the Anonymous Genius who Proved Newton Wrong and Deciphered the Rosetta Stone, among Other Surprising Feats. Penguin. ISBNย 0-13-134304-1.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Bahasa Proto-Indo-Eropa

Bahasa Proto-Indo-Eropa (disingkat indo) adalah rekonstruksi bahasa dari leluhur rumpun bahasa Indo-Eropa, rumpun bahasa yang paling banyak dituturkan

Rumpun bahasa Indo-Iran

Indo-Iran, juga disebut rumpun bahasa Arya, merupakan salah satu subrumpun bahasa dari rumpun bahasa Indo-Eropa. Rumpun bahasa ini dituturkan di wilayah

Rumpun bahasa Indo-Arya

bahasa acak Rumpun bahasa Indo-Arya (dalam konteks pembelajaran Indo-Eropa juga disebut Indik) adalah cabang bahasa Indo-Iran. Dalam rumpun ini terdapat

Rumpun bahasa Slavia

Slavia adalah sebuah cabang rumpun bahasa dari rumpun bahasa Indo-Eropa. Bahasa-bahasa Slavia dipertuturkan di Eropa Timur, Eropa Selatan (Balkan) sampai

Rumpun bahasa Italik

bahasa acak Rumpun bahasa Italik merupakan sub-rumpun cabang Kentum dan Satem dari rumpun bahasa Indo-Eropa. Sub-rumpun ini mencakup bahasa Roman (termasuk

Bahasa Proto-Iran

Bahasa Proto-Iran atau bahasa Iran Purba adalah bahasa purba yang merupakan leluhur dari rumpun bahasa Iran, salah satu sub-rumpun bahasa Indo-Eropa. Penuturnya

Rumpun bahasa Anatolia

adalah rumpun bahasa-bahasa Indo-Eropa yang telah punah yang pernah dituturkan di Asia Kecil (Anatolia), yang paling terkenal di antaranya adalah bahasa Het

Bahasa Ceko

sama. Bahasa Ceko adalah bagian dari sub-cabang Slavia Barat, dari cabang Slavia, dan dari rumpun bahasa Indo-Eropa. Cabang ini meliputi bahasa Polandia