Sekolahrumah atau homeschooling adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan/informal. Sekolahrumah dilakukan di rumah, di bawah pengarahan orang tua dan tidak dilaksanakan di tempat formal lainnya seperti di sekolah negeri, sekolah swasta, atau di institusi pendidikan lainnya dengan model kegiatan belajar terstruktur dan kolektif.

Sekolahrumah bukanlah lembaga pendidikan, bukan juga bimbingan belajar yang dilaksanakan di sebuah lembaga, melainkan model pembelajaran di rumah dengan orang tua sebagai penanggung jawab utama. Orangtua bisa berperan sebagai guru atau juga mendatangkan guru pendamping atau tutor ke rumah.

Sekolahrumah bukan berarti kegiatannya selalu di rumah. Siswa dapat belajar di alam bebas baik di laboratorium, perpustakaan, museum, tempat wisata, dan lingkungan sekitarnya. Komitmen orang tua dalam menemani anak belajar adalah kunci utama.

Para orang tua memiliki sejumlah alasan yang membuat mereka memilih model pendidikan sekolahrumah untuk anak-anak mereka. Tiga alasan yang kebanyakan dipilih di Amerika Serikat adalah masalah mengenai lingkungan sekolah yang tidak kondusif, untuk lebih menekankan pengajaran agama atau moral, dan ketidaksetujuan dengan pengajaran akademik di sekolah negeri maupun sekolah swasta.

Saat ini, sekolahrumah sangat populer di Amerika Serikat, dengan persentase anak-anak 5-17 tahun yang disekolahrumah meningkat dari 1.7% pada 1999 menjadi 2.9% pada 2007.[1]

Homeschooling di Indonesia

sunting

Makna homeschooling di Indonesia telah disalahartikan oleh beberapa pihak (lembaga nonformal/PKBM) dan cenderung menyesatkan pemahaman masyarakat tentang makna homeschooling. Saat ini banyak lembaga pendidikan nonformal yang berdiri dengan menggunakan merek homeschooling tetapi kegiatan belajar dilaksanakan di lembaga. Tentunya hal ini tidak jauh berbeda dengan model sekolah nonformal lainnya. Padahal di luar negeri tidak ada istilah lembaga homeschooling, kecuali konsultan homeschooling, atau komunitas homeschooling. Adapun terkadang orang tua memanggil tutor datang ke rumah melalui perusahaan jasa penyedia tutor atau semacam lembaga les privat, atau juga mencari tutor dengan cara mencari informasi pada konsultan homeschooling dan komunitas homeschooling.

Di Indonesia, homeschooling semakin dikenal masyarakat setelah berdirinya beberapa lembaga pendidikan nonformal elit yang menggunakan merek homeschooling. Selain itu, banyak artis, seniman, hingga atlet memilih model pendidikan seperti ini. Hal ini membuat homeschooling terkesan esklusif dan hanya untuk kalangan masyarakat menengah ke atas. Padahal pada hakikatnya, kegiatan homeschooling dapat dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat, asalkan orang tua memahami perbedaan antara ketiga jalur pendidikan Formal (sekolah), Nonformal (Lembaga), dan Informal (Keluarga dan Lingkungan) sehingga dapat memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya.

Macam-macam Homeschooling

sunting

Ada beberapa klasifikasi model homeschooling,[2] antara lain:

  1. Homeschooling tunggal. Model ini dilaksanakan dalam satu keluarga dan tidak bergabung dengan keluarga lainnya yang melakukan homeschooling terhadap anak-anaknya.
  2. Homeschooling majemuk. Model ini dilaksanakan oleh beberapa keluarga dengan kegiatan-kegiatan tertentu juga kegiatan pokok dan kegiatannya tetap dilaksanakan di rumah masing-masing.
  3. Komunitas homeschooling. Komunitas homeschooling adalah gabungan dari komunitas majemuk dan mereka menyusun dan menentukan silabus, bahan ajar, kegiatan pokok, dan hal-hal lainnya.

Referensi

sunting
  1. ^ "Number and percentage of homeschooled students ages 5 through 17 with a grade equivalent of kindergarten through 12th grade, by selected child, parent, and household characteristics: 1999, 2003, and 2007". Nces.ed.gov. Diakses tanggal 2014-01-16.
  2. ^ "Homeschooling, Sekolah rumah atau rumah sekolah". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-02. Diakses tanggal 2015-03-14.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Sekolah

di sekolah. Nama-nama untuk sekolah ini bervariasi menurut negara, tetapi umumnya termasuk sekolah dasar untuk anak-anak dan dilanjutkan ke sekolah menengah

Sekolah menengah pertama

Wikikamus. Sekolah menengah pertama (disingkat SMP) adalah jenjang pendidikan dasar pada pendidikan formal di Indonesia yang ditempuh setelah lulus sekolah dasar

Rumah

rumah (disebut juga griya, gerha , wisma atau panti) adalah salah satu bangunan yang dijadikan tempat tinggal selama jangka waktu tertentu. Rumah bisa

Tanèyan Lanjhang

lanjhang merujuk pada halaman rumah yang panjang. Susunan rumah-rumah ini terdiri atas keluarga-keluarga yang mengikatnya. Letak rumah berjejar dengan urutan

Sekolah Menengah Atas

Sekolah Menengah Atas (disingkat SMA) adalah jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal di Indonesia setelah lulus sekolah menengah pertama (atau

Sekolah tinggi

Sekolah tinggi (bahasa Belanda: hogeschoolcode: nl is deprecated ) dalam pendidikan di Indonesia adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan

Sekolah Luar Biasa

individu, terutama bagi orang berkebutuhan khusus. Sekolah luar biasa (SLB) adalah sebuah sekolah yang diperuntukkan bagi anak berkebutuhan khusus agar

Gelar griya

biasanya sering diadakan di sekolah-sekolah dan universitas untuk menarik calon siswa dengan memperkenalkan fasilitas, sarana sekolah dan juga membuka saluran