Sulawesi Tenggara
Transkripsiย Bahasa daerah
ย โ€ขย Aksara Buri Wolioุณูู„ูŽูˆเฃนุณู ุชเฃนฺ ู’ฺฌูŽุฑูŽ
Bendera Sulawesi Tenggara
Julukan:ย 
  • Bumi Anoa
  • Wonua Sorume (Bumi Anggrek)
Motto:ย 
Inae Konasara Iye Pinesara Inae Liasara Iye Pinekasara
(Tolaki) Barang Siapa Yang Menghargai tradisi kami, Maka ia kami Muliakan. Namun, barang siapa yang tidak menghargai tradisi kami maka ia kami tidak muliakan
Peta
Peta
Negaraย Indonesia
Dasar hukum pendirianUU No. 7 Tahun 2022[1]
Hari jadi27 April 1964
Ibu kotaKota Kendari
Kota besar lainnyaKota Baubau
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kabupaten: 15
  • Kota: 2
  • Kecamatan: 219
  • Kelurahan: 377
  • Desa: 1.915
Pemerintahan
ย โ€ขย GubernurAndi Sumangerukka
ย โ€ขย Wakil GubernurHugua
ย โ€ขย Sekretaris DaerahAsrun Lio
ย โ€ขย Ketua DPRDLa Ode Tariala
Luas
ย โ€ขย Total38.140ย km2 (14,730ย sqย mi)
Populasi
ย (30 Juni 2025)[2]
ย โ€ขย Total2.848.747
ย โ€ขย Kepadatan75/km2 (190/sqย mi)
Demografi
ย โ€ขย Agama
  • 95,82% Islam
  • 1,88% Hindu
  • 0,05% Buddha[2]
ย โ€ขย Bahasa
ย โ€ขย IPMKenaikan 73,48 (2024)
tinggi[3]
Zona waktuUTC+08:00 (WITA)
Kode pos
93xxx
Kode area telepon
Daftar
  • 0401 โ€” Kendari
  • 0402 โ€” Baubau
  • 0403 โ€” Muna
  • 0404 โ€” Wakatobi
  • 0405 โ€” Kolaka
  • 0408 โ€” Konawe
Kode ISO 3166ID-SG
Pelat kendaraanDT
Kode Kemendagri74 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS74 Suntingan nilai di Wikidata
DAURp 1.639.676.883.000,- (2020)[4]
Lagu daerahWulele Sanggula (Tolaki)
Wonua Bombana (Moronene)
Otampo (Muna)
Kaki Dhisaku (Buton)
Rumah adat
Senjata tradisionalParang Taawu / Mosehe
Flora resmiAnggrek serat
Fauna resmiAnoa
Situs websultraprov.go.id

Sulawesi Tenggara (disingkat Sultra) adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak bagian tenggara pulau Sulawesi, dengan ibu kota Kendari. Sulawesi Tenggara awalnya merupakan nama salah satu kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan dengan ibukotanya adalah kecamatan Baubau. Sulawesi Tenggara ditetapkan sebagai Daerah Otonom berdasarkan Perpu No. 2 tahun 1964 Juncto UU No.13 Tahun 1964.

Provinsi Sulawesi Tenggara terletak di Jazirah Tenggara Pulau Sulawesi, secara geografis terletak di bagian selatan garis khatulistiwa di antara 02ยฐ45' โ€“ 06ยฐ15' Lintang Selatan dan 120ยฐ45' โ€“ 124ยฐ30' Bujur Timur serta mempunyai wilayah daratan seluas 38.140ย kmยฒ (3.814.000 ha) dan perairan (laut) seluas 110.000ย kmยฒ (11.000.000 ha). Pada semester pertama tahun 2025, jumlah penduduk Sulawesi Tenggara sebanyak 2.848.747 jiwa.[2][5][6]

Sejarah

sunting

Sulawesi Tenggara awalnya merupakan nama salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan dengan Kecamatan Baubau sebagai ibu kota kabupaten. Sulawesi Tenggara ditetapkan sebagai Daerah Otonom berdasarkan Perpu No. 2 tahun 1964 Juncto UU No.13 Tahun 1964.

Masa Kesultanan โ€“ Kerajaan Nusantara

sunting

Sulawesi Tenggara pada masa pemerintahan Negara Kesultanan โ€“ Kerajaan Nusantara hingga terbentuknya Kabupaten Sulawesi Tenggara pada tahun 1952, sebelumnya merupakan Afdeling. Onderafdeling ini kemudian dikenal dengan sebutan Onderafdeling Boeton Laiwoi dengan pusat Pemerintahannya di Bau-Bau. Onderafdeling Boeton Laiwui tersebut terdiri dari: Afdeling Boeton, Afdeling Muna, dan Afdeling Laiwui.

Onderafdeling secara konsepsional merupakan suatu wilayah administratif setingkat kawedanan yang diperintah oleh seorang (wedana bangsa Belanda) yang disebut Kontroleur (istilah ini kemudian disebut Patih) pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Sebuah onderafdeling terdiri atas beberapa landschap yang dikepalai oleh seorang hoofd dan beberapa distrik (kedemangan) yang dikepalai oleh seorang districthoofd atau kepala distrik setingkat asisten wedana.

Status Onderafdeling diberikan oleh pemerintah Hindia Belanda kepada daerah-daerah yang memiliki kekuasaan asli dan kedaulatan yang dihormati bahkan oleh pemerintah Hindia Belanda sendiri. Pengakuan kekuasaan ini diberikan karena daerah-daerah tersebut bukanlah daerah jajahan Belanda tetapi sebagai daerah yang memiliki jalinan hubungan dengan Belanda.

Dalam beberapa anggapan bahwa Onderafdeling merupakan jajahan kiranya tidaklah benar, karena dalam kasus Onderafdeling Boeton Laiwoi terdapat hubungan dominasi yang agak besar oleh Belanda sebagai pihak yang super power pada masa itu dengan Kesultanan dan Kerajaan di Sulawesi Tenggara khususnya Kesultanan Buton, sehingga diberikanlah status Onderafdeling Boeton Laiwoi.

Afdeling Kolaka pada waktu itu berada di bawah Onderafdeling Luwu (Sulawesi Selatan), kemudian dengan Peraturan Pemerintah No. 34 Tahun 1952 Sulawesi Tenggara menjadi satu Kabupaten, yaitu Kabupaten Sulawesi Tenggara dengan ibu Kotanya Baubau. Kabupaten Sulawesi Tenggara tersebut meliputi wilayah-wilayah bekas Onderafdeling Boeton Laiwui serta bekas Onderafdeling Kolaka dan menjadi bagian dari Provinsi Sulawesi Selatan-Tenggara dengan Pusat Pemerintahannya di Makassar.[butuh rujukan]

Masa Orde Lama (1945-1965)

sunting

Melalui Undang-Undang No. 29 Tahun 1959, Kabupaten Sulawesi Tenggara dimekarkan menjadi empat kabupaten, yaitu: Kabupaten Buton, Kabupaten Kendari, Kabupaten Kolaka, dan Kabupaten Muna. Keempat daerah tingkat II tersebut masih merupakan bagian dari Provinsi Sulawesi Selatan-Tenggara. Sulitnya komunikasi perhubungan saat itu, antar Daerah Tingkat II se Sulawesi Selatan dengan pusat Pemerintahan Provinsi di Makassar, menghambat pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan maupun pelaksanaan tugas pembangunan disamping gangguan pemberontakan DI/TII.

Kabupaten Sulawesi Tenggara terdiri dari wilayah daratan dan kepulauan yang cukup luas.[butuh rujukan] Wilayahnya memiliki sumber daya mineral hasil tambang terutama nikel.[7] Hasil tambang lainnya berupa aspal dan sejumlah bahan galian lainya. Demikian pula potensi lahan pertanian cukup potensial untuk dikembangkan. Selain itu terdapat pula berbagai hasil hutan berupa rotan, damar serta berbagai hasil hutan lainnya. Atas pertimbangan ini tokohโ€“tokoh masyarakat Sulawesi Tenggara, membentuk Panitia Penuntut Daerah Otonom Tingkat I Sulawesi Tenggara. Tugas Panitia tersebut adalah memperjuangkan pembentukan Daerah Otonom Sulawesi Tenggara pada Pemerintah Pusat di Jakarta. Cita-cita tersebut tercapai dengan keluarnya Perpu No. 2 Tahun 1964 Sulawesi Tenggara yang menetapkan menjadi Daerah Otonom Tingkat I dengan ibu kotanya Kecamatan Kendari.

Realisasi pembentukan Daerah Tingkat I Sulawesi Tenggara dilakukan pada tanggal 27 April 1964, yaitu saat dilakukannya serah terima wilayah kekuasaan dari Gubernur Kepala Daerah Provinsi Sulawesi Selatan-Tenggara, Kolonel Inf. A. A. Rifai kepada Pejabat Gubernur Kepala Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, J. Wajong. Pada saat itu, Provinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Tenggara mulai berdiri sendiri terpisah dari Provinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan. Karena itu, tanggal 27 April 1964 adalah hari lahirnya Provinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Tenggara yang setiap tahun diperingati.

Masa Orde Baru (1965-1998)

sunting

Pada 3 Agustus 1995, dibentuk satu kotamadya yaitu Kota Kendari, yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Kendari (kini bernama Kabupaten Konawe).

Masa Reformasi (1998-sekarang)

sunting

Pada 21 Juni 2001, dibentuk satu kota baru bernama Kota Baubau, yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Buton. Kemudian selanjutnya terbentuk beberapa kabupaten baru, antara lain:

  1. Kabupaten Bombana, pemekaran dari Kabupaten Buton (18 Desember 2003)
  2. Kabupaten Wakatobi, pemekaran dari Kabupaten Buton (18 Desember 2003)
  3. Kabupaten Kolaka Utara, pemekaran dari Kabupaten Kolaka (18 Desember 2003)
  4. Kabupaten Konawe Selatan, pemekaran dari Kabupaten Konawe (25 Februari 2003)
  5. Kabupaten Konawe Utara, pemekaran dari Kabupaten Konawe (2 Januari 2007)
  6. Kabupaten Buton Utara, pemekaran dari Kabupaten Muna (2 Januari 2007)
  7. Kabupaten Kolaka Timur, pemekaran dari Kabupaten Kolaka (14 Desember 2012)
  8. Kabupaten Konawe Kepulauan, dimekarkan dari Kabupaten Konawe (12 April 2013)
  9. Kabupaten Buton Tengah, dimekarkan dari Kabupaten Buton (Juli 2014)
  10. Kabupaten Buton Selatan, dimekarkan dari Kabupaten Buton (Juli 2014)
  11. Kabupaten Muna Barat, dimekarkan dari Kabupaten Muna (Juli 2014)

Setelah pemekaran, Sulawesi Tenggara mempunyai 15 kabupaten dan 2 kota. Saat ini Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki Kantor Penghubung Provinsi Sulawesi Tenggara pada Gedung Menara Global yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto Jakarta.

Pemerintahan

sunting

Gubernur

sunting
Gubernur Mulai jabatan Akhir jabatan Wakil Gubernur
Andi Sumangerukka 20 Februari 2025 Petahana Hugua

Dewan Perwakilan

sunting

DPRD Sulawesi Tenggara beranggotakan 45 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali.

Pimpinan DPRD Sulawesi Tenggara terdiri dari 1 Ketua dan 3 Wakil Ketua yang berasal dari partai politik pemilik jumlah kursi dan suara terbanyak.

Anggota DPRD Sulawesi Tenggara yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2024 yang dilantik pada 7 Oktober 2024 oleh Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Tenggara di Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara.[8][9][10] Komposisi anggota DPRD Sulawesi Tenggara periode 2024-2029 terdiri dari 11 partai politik di mana Partai NasDem, PDI Perjuangan, Partai Golkar adalah partai politik pemilik kursi terbanyak yaitu masing-masing 6 kursi, kemudian disusul oleh Partai Gerindra yang meraih 5 kursi.

Pembagian administratif

sunting
No. Kabupaten/kota Ibu kota Bupati/wali kota Luas wilayah (km2)[11] Jumlah penduduk (2024)[12] Kecamatan Kelurahan/desa Lambang
Peta lokasi
1 Kabupaten Bombana Rumbia Burhanuddin 3.294,91 166.134 22 22/121
2 Kabupaten Buton Pasarwajo Alvin Akawijaya Putra 1.677,24 121.720 7 12/83
3 Kabupaten Buton Selatan Batauga Muhammad Adios 517,63 102.426 7 10/60
4 Kabupaten Buton Tengah Labungkari Azhari 853,09 120.420 7 10/67
5 Kabupaten Buton Utara Buranga Afirudin Mathara 1.752,24 73.766 6 12/78
6 Kabupaten Kolaka Kota Kolaka Amri Jamaluddin 2.958,92 252.003 12 35/100
7 Kabupaten Kolaka Timur Tirawuta Abdul Azis 3.992,53 129.598 13 16/117
8 Kabupaten Kolaka Utara Lasusua Nur Rahman Umar 2.932,25 142.001 15 6/127
9 Kabupaten Konawe Kota Unaaha Yusran Akbar 5.352,38 267.139 27 57/297
10 Kabupaten Konawe Kepulauan Langara Rifqi Saifullah Razak 705,71 43.545 7 7/89
11 Kabupaten Konawe Selatan Andolo Irham Kalenggo 4.235,06 326.944 25 15/336
12 Kabupaten Konawe Utara Wanggudu Ikbar 4.217,19 81.355 13 11/159
13 Kabupaten Muna Kota Raha Bachrun Labuta 1.888,02 231.980 22 26/125
14 Kabupaten Muna Barat Sawerigadi La Ode Darwin 772,63 90.010 11 5/81
15 Kabupaten Wakatobi Wangi-Wangi Haliana 450,46 118.434 8 26/75
16 Kota Baubau - Yusran Fahim 289,82 162.377 8 43/-
17 Kota Kendari - Siska Karina Imran 268,47 355.665 10 64/-


Demografi

sunting

Penduduk

sunting

Pada tahun 1990 jumlah penduduk Sulawesi Tenggara sekitar 1.349.619 jiwa. Kemudian tahun 2000 meningkat menjadi 1.776.292 jiwa dan berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional Badan Pusat Statistik tahun 2005 adalah sejumlah 1.959.414 jiwa.

Dari publikasi Proyeksi Penduduk Indonesia 2010โ€“2035 disebutkan bahwa jumlah penduduk Sulawesi Tenggara berturut-turut (dalam ribuan) 2.243,6 (2010), 2.499,5 (2015), 2.755,6 (2020), 3.003,3 (2025), 3.237,7 (2030) dan 3.458,1 (2035).

Pertumbuhan Penduduk

sunting

Laju pertumbuhan penduduk Sulawesi Tenggara selama tahun 1990โ€“2000 adalah 2,79% per tahun dan tahun 2004โ€“2005 menjadi 0,02%.[butuh rujukan] Laju pertumbuhan penduduk menurut kabupaten selama kurun waktu 2004โ€“2005 hanya kota Kendari dan Kabupaten Muna yang menunjukan pertumbuhan yang positif, yaitu 0,03ย % dan 0,02ย % per tahun, sedangkan kabupaten yang lain menunjukkan pertumbuhan negatif.

Struktur Penduduk

sunting

Struktur umur penduduk Sulawesi Tenggara pada tahun 2005, penduduk usia di bawah 15 tahun 700.433 jiwa (35,75%) dari total penduduk, sedangkan penduduk perempuan mencapai 984.987 jiwa (20.27%) dan penduduk laki-laki mencapai 974.427 jiwa (49,73%).

Jumlah penduduk tahun 1971โ€“2020

sunting
Tahun 1971 1980 1990 1995 2000 2010 2025
Jumlah penduduk 714.120 942.302 1.349.619 1.586.917 1.776.292 2.232.586 2.848.747
Sejarah kependudukan Sulawesi Tenggara
Sumber:[2][13]

Suku bangsa

sunting
Proses pedole dole, tradisi imunisasi masyarakat Buton.

Mayoritas penduduk yang mendiami provinsi Sulawesi Tenggara adalah suku asli setempat, termasuk di antaranya adalah suku Tolaki, Buton, Wawonii, Wakatobi, Banggai, Balantak, Wolio-Buton, Muna, Moronene, dan lainnya.[14] Suku Bugis asal Sulawesi Selatan menjadi jumlah terbesar dari suku lain asal provinsi lainnya. Ada juga sebagian lagi suku Jawa, Makassar, Bali, Sunda dan suku lainnya dari berbagai daerah di Indonesia. Dari data Sensus Penduduk Indonesia tahun 2010, sebanyak 1.401.478 jiwa atau 62,90% dari 2.227.937 jiwa penduduk, adalah suku asal Sulawesi Tenggara.[15]

Berikut adalah banyaknya penduduk provinsi Sulawesi Tenggara berdasarkan suku bangsa, hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010:[15]

Penduduk berdasarkan etnis di Sulawesi Tenggara (2010)
No Suku Sensus Penduduk Indonesia 2010
Jumlah %
1 Asal Sulawesi Tenggara 1.401.478 62,90%
2 Bugis 496.410 22,28%
3 Jawa 159.170 7,14%
4 Makassar 59.301 2,66%
5 Bali 49.411 2,22%
6 Sunda 25.408 1,14%
7 Sasak 6.857 0,31%
8 Asal Maluku 5.332 0,24%
9 Asal NTT 4.877 0,22%
10 Asal Sumatera 4.781 0,21%
11 Suku lainnya 14.912 0,67%
Total 2.227.937 100%

Bahasa

sunting

Bahasa resmi instansi pemerintahan di Sulawesi Tenggara adalah bahasa Indonesia. Hingga 2019, Badan Bahasa mencatat ada 16 bahasa daerah di Sulawesi Tenggara.[16] Keempat belas bahasa tersebut adalah: (1) Tolaki (Penutur Terbanyak), (2) Wolio, (3) Cia-Cia, (4) Wawonii, (5) Culambacu, (6) Muna, (7) Kulisusu, (8) Lasalimu-Kamaru, (9) Moronene, (10) Jawa, (11) Wakatobi, (12) Sasak, (13) Sunda, (14) Bajo, dan (14 T) Bali (16) Bugis.[17]

Ekonomi

sunting

Komoditi

sunting
  1. Pertanian, meliputi: kakao, kacang mede, kelapa, cengkih, kopi, pinang lada dan vanili
  2. Kehutanan, meliputi: kayu gelondongan dan kayu gergajian
  3. Perikanan, meliputi: perikanan darat dan perikanan laut
  4. Peternakan, meliputi: sapi, kerbau dan kambing
  5. Pertambangan, meliputi: aspal,[18] nikel, emas, marmer, batu setengah permata, onix, batu gamping dan tanah liat

Pendidikan

sunting
Gedung Universitas Terbuka UPBJJ Kendari

Terdapat beberapa perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara baik negeri maupun swasta,[19] antara lain:

Negeri dan kedinasan

sunting

Swasta

sunting

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Salinan arsip" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2022-04-05. Diakses tanggal 2022-04-05.
  2. ^ a b c d "Data Kependudukan Sulawesi Tenggara Semester 1 2025" (PDF). ppid.sultraprov.go.id. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sulawesi Tenggara. hlm.ย 1โ€“2. Diakses tanggal 24 September 2025.
  3. ^ "[Metode Baru] Indeks Pembangunan Manusia menurut Provinsi, 2022-2024". www.bps.go.id. Diakses tanggal 3 April 2025.
  4. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 25 September 2021.
  5. ^ "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2024" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 2 Februari 2025.
  6. ^ "Provinsi Sulawesi Tenggara Dalam Angka 2023" (pdf). BPS. hlm.ย 86. Diakses tanggal 29 Juli 2023.
  7. ^ Prasetyo, B. E., dkk. (2015). Dampak Pembangunan Smelter di Kawasan Ekonomi Khusus Provinsi Sulawesi Tenggara (PDF). Jakarta: Pusat Data dan Teknologi Informasi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. hlm.ย 1. ISBNย 978-602-0836-13-3. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2023-08-14. Diakses tanggal 2023-05-26. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  8. ^ "45 Anggota DPRD Sultra Periode 2019โ€”2024 Dilantik". mediakendari.com. 07-10-2019. Diakses tanggal 19-10-2019.
  9. ^ "45 Anggota DPRD Sultra 2019-2024 Resmi Dilantik". jurnalsumatra.com. 07-10-2019. Diakses tanggal 19-10-2019. [pranala nonaktif permanen]
  10. ^ "Anggota DPRD Sultra Dilantik, Abdurrahman Saleh Terima Palu Sidang". sultrakini.com. 07-10-2019. Diakses tanggal 19-10-2019.
  11. ^ "Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.1.1-6117 Tahun 2022 tentang Pemberian dan Pemutakhiran Kode, Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, dan Pulau" (PDF). Kementerian Dalam Negeri. Diakses tanggal 2025-01-21.
  12. ^ "Agregat Jumlah Penduduk per Kabupaten/Kota Tahun 2024". Satu Data Pemerintahan Dalam Negeri. 2024-12-19. Diakses tanggal 2025-01-21.
  13. ^ "Penduduk Sulawesi Tenggara dari tahun ke tahun terus meningkat". BPS Sultra. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-07-17. Diakses tanggal 1 October 2010.
  14. ^ "Suku di Pulau Sulawesi". www.gramedia.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-10-23. Diakses tanggal 2022-10-23.
  15. ^ a b "Kewarganegaraan Suku Bangsa, Agama, Bahasa 2010" (PDF). demografi.bps.go.id. Badan Pusat Statistik. 2010. hlm.ย 23, 36โ€“41. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-07-12. Diakses tanggal 2022-10-23.
  16. ^ "Penyebaran Bahasa di Indonesia". Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-07-11. Diakses tanggal 25 Mei 2020.
  17. ^ "Bahasa di Provinsi Sulawesi Tenggara". Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-08-06. Diakses tanggal 25 Mei 2020.
  18. ^ Produsen Aspal Buton
  19. ^ "Pangkalan Data Pendidikan Tinggi". pddikti.kemdikbud.go.id/. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-12-07. Diakses tanggal 2024-10-04.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Daftar Gubernur Sulawesi Tenggara

Sulawesi Tenggara merupakan sebuah provinsi yang dimekarkan dari Sulawesi Selatan Tenggara (Sulselra) dan dipimpin oleh seorang kepala daerah yang biasa

Daftar kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara

Sulawesi Tenggara Peta Lokasi Provinsi Sulawesi Tenggara di Indonesia Peta Lokasi Kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Tenggara Provinsi Sulawesi Tenggara

Sulawesi Utara

Sulawesi Utara (disingkat Sulut) adalah salah satu provinsi yang terletak di ujung utara Pulau Sulawesi, Indonesia, dengan ibu kota terletak di kota Manado

Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara

Daerah Sulawesi Tenggara (disingkat Polda Sultra) adalah pelaksana tugas Kepolisian RI di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara. Polda Sulawesi Tenggara karena

Lambang Sulawesi Tenggara

Lambang Sulawesi Tenggara (Sultra) terletak di dalam suatu bentuk perisai persegi lima, yang menunjukkan bahwa masyarakat Sulawesi Tenggara dalam segala

Daftar kabupaten dan kota di Sulawesi

di Sulawesi Tenggara Daftar kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah Daftar kabupaten dan kota di Sulawesi Utara Daftar kabupaten dan kota di Sulawesi Barat

Daftar kepala daerah dan wakil kepala daerah petahana di Sulawesi Tenggara

daftar Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara adalah: Catatan: "Mulai menjabat" merupakan tanggal pelantikan pada

Daftar tokoh Sulawesi Tenggara

Halaman ini berisi daftar tokoh yang berasal dari Provinsi Sulawesi Tenggara atau orang Sulawesi Tanggara yang ada di daerah lain. Edwin Haluoleo ( akademi